Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN

FARINGITIS AKUT

Anggota Kelompok :

1. Eko Wahyu (1211B0086)


2. Feby Fajar Rianatasari (1211B0091)
3. Fentri Novia A (1211B0092)
4. Hendri Pratama (1211B0095)
5. Samuel Kaka (1211B0121)
6. Sefrianus Oe Leu (1211B0122)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

SURYA MITRA HUSADA

KEDIRI

2013

Kata Pengantar
Puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena
limpahan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan suatu makalah
dengan tepat waktu yang berjudul tentang Asuhan Keperawatan Faringitis
Akut.
Dalam menyelesaikan makalah ini tak lupa kami ucapkan terima kasih
banyak kepada dosen-dosen pembimbing yang telah membimbing kami dalam
menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan juga
masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca sangat kami harapkan. Mudah-mudahan
makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, dan untuk itu kami
mengucapkan banyak terima kasih.

Kediri, 12 November 2013

DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Faringitis kadang juga disebut sebagai radang tenggorok. Faringitis-Viral
(Faringitis karena Virus) adalah peradangan pharynx (bagian tenggorokan antara
amandel dan pangkal tenggorokan) yang disebabkan oleh virus. Selain virus, bakteri
juga dapat menyebabkan peradangan. Namun yang paling umum penyebab
peradangan adalah virus. Ketika di tenggorokan tidak ditemukan bakteri penyebab
gejala, kemungkinan besar faringitis disebabkan virus. Peradangan ini mengkibatkan
sakit tenggorokan. Faringitis dapat terjadi sebagai bagian dari infeksi virus yang juga
melibatkan sistem organ lain, seperti paru-paru atau usus.
Faringitis terjadi pada semua umur dan tidak dipengaruhi jenis kelamin, tetapi
frekuensi yang paling tinggi terjadi pada anak-anak. Faringitis akut jarang ditemukan
pada usia di bawah 1 tahun. Insidensinya meningkat dan mencapai puncaknya pada
usia 4-7 tahun, tetapi tetap berlanjut sepanjang akhir masa anak-anak dan kehidupan
dewasa. Kematian yang diakibatkan faringitis jarang terjadi, tetapi dapat terjadi
sebagai hasil dari komplikasi penyakit ini.

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian faringitis akut
2. Etiologi faringitis akut
3. Manifestasi klinis faringitis akut
4. Patofisiologi faringitis akut
5. Asuhan keperawatan pada klien faringitis akut
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian faringitis akut
2. Mengetahui etiologi faringitis akut
3. Mengetahui manifestasi klinis faringitis akut
4. Mengetahui patofisiologi fringitis akut
5. Mengetahui asuhan keperawatan pada klien faringitis akut

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Faringitis akut adalah suatu penyakit peradangan tenggorok (faring) yang
sifatnya mendadak yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Radang tenggorokan
berarti dinding tenggorokan menebal atau bengkak, berwarna lebih merah, ada
bintik-bintik putih dan terasa sakit bila menelan makanan.
B. Etiologi
1. Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri.

2. Biasanya disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A. Namun bakteri lain


seperti N. gonorrhoeae, C. diphtheria, H. influenza juga dapat menyebabkan
faringitis.

3. Apabila disebabkan oleh infeksi virus biasanya oleh Rhinovirus, Adenovirus,


Parainfluenza virus dan Coxsackie virus.

4. Faringitis juga bisa timbul akibat iritasi udara kering, merokok, alergi, trauma
tenggorok (misalnya akibat tindakan intubasi), penyakit refluks asam
lambung, jamur, menelan racun, tumor.

C. Patofisiologi
Penularan terjadi melalui droplet. Kuman menginfiltrasi lapisan epitel
kemudian epitel terkikis maka jaringan limfoid superficial bereaksi terjadi
pembendungan radang dengan infiltrasi leukosit polimorfonuklear. Pada stadium
awal terdapat hiperemi, kemudian oedem dan sekresi yang meningkat. Eksudat
mula-mula serosa tapi menjadi menebal dan cenderung menjadi kering dan dapat
melekat pada dinding faring. Dengan hiperemi, pembuluh darah dinding faring
menjadi lebar. Bentuk sumbatan yang berwarna kuning, putih, atau abu-abu
terdapat pada folikel atau jaringan limfoid. Tampak bahwa folikel limfoid dan
bercak-bercak pada dinding faring posterior atau terletak lebih ke lateral menjadi
meradang dan membengkak sehingaa timbul radang pada tenggorok atau
faringitis.

D. Manifestasi Klinis
1) Faringitis Virus
a. Tanda awal: Demam 40C, malaise, anoreksia dengan nyeri
tenggorokan sedang
b. Suara parau, batuk dan rinitis
c. Pada kasus berat dapat terbentuk ulkus kecil pada palatum lunak
dan dinding faring posterior.
d. Eksudat.
2) Faringitis Bakteri
a. Pada anak umur lebih dari 2 tahun: Nyeri kepala, nyeri perut,
muntah.
b. Demam 40oC
c. Pembesaran tonsil dan tampak eksudat dan eritema faring
d. Disfagia
e. Kemerahan difus pada tonsil dan dinding penyangga tonsil dengan
bintik-bintik petekie palatum lunak, limfadenitis atau eksudasi
folikuler.

BAB III
TINJAUAN KASUS

A. Identitas Klien
Nama Klien : An. B
Jenis Kelamin : P
Agama : Islam
Pekerjaan :-
Pendidikan : SD
Alamat : Kediri
Diagnosa Medis : Faringitis Akut

Klien datang ke UGD RS Gambiran pada tanggal 1 Mei 2010 dengan keluhan demam, rasa
nyeri ditenggorokan dan disfagia. Keluhan dirasakan sejak 2 hari yang lalu. Klien dirawat di
ruang Melati Kelas 3A dengan diagnosa faringitis akut.
Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 1 Mei 2010 pukul 13.00 WIB, keadaan klien tampak
lemah, klien mengeluh masih demam dan nyeri di tenggorokan. Adapun hasil dari
pemeriksaan fisik adalah sebagai berikut:
Suhu : 39,4 C
Berat badan : 22 Kg.
Nadi : 94x/menit
Respirasi : 21x/menit
Tekanan darah : 110/80 mmHg

BAB IV
ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian
1. Identitas Klien
Nama Klien : An. B
Jenis Kelamin : P
Umur : 7 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan :-
Pendidikan : SD
Alamat : Kediri
Diagnosa Medis : Faringitis Akut

2. Tanda-Tanda Vital
S : 39,4C
N : 94 x/menit
RR : 21x/menit
TD :110/80 mmHg

B. ANALISA DATA

N Analisa Data Etiologi Masalah


o
1.DS DS : Klien mengeluh Virus/bakteri menginfeksi Peningkatan
badannya demam lapisan epitel dinding faring suhu tubuh
DO: Klien tampak lemah menyebabkan terjadinya (Hipotermia)
inflamasi. Bakteri melepas
endoktosi merangsang
tubuh untuk melepas zat
pathogen oleh leukosit dan
dihantarkan kemudian
impuls disampaikan ke
Hypotalamus bagian
termoregulator. Karena
rangsangan itu
meningkatlah suhu tubuh

(Hipotermia)

2 DS: Klien mengeluh nyeri Virus/bakteri menginfeksi Nyeri tenggorokan


pada tenggorokan lapisan epitel dinding faring saat menelan
menyebabkan terjadinya
DO : Klien tampak gelisah inflamasi dan terjadi
Skala nyeri 3 (0-5) pembengkakan. Karena
terjadi pembengkakan
tenggorokan terasa sakit
saat proses menelan.
3 DS : Klien tidak mau makan Virus/bakteri menginfeksi Kurangnya intake
karena sakit saat lapisan epitel dinding faring nutrisi
menelan dan menyebabkan

DO : Klien tampak lemas inflamasi. Karena proses

porsi makan tidak inflamasi terjadi disfagia

habis yang mengakibatkan intake


nutrisi ke dalam tubuh
kurang.
C. Diagnosa Keperawatan
1) Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi pada tenggorokan
2) Peningkatan suhu tubuh akibat inflamasi
3) Gangguan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan gangguan intake yang
kurang karena kesulitan menelan.

D. INTERVENSI

No. Tujuan dan


No Dx. Kep Kriteria hasil Intervensi Rasional
1 I Setelah dilakukan tindakan
1. a. Ukur TTV a. a. Mengetahui keadaan pasien
b. Mengetahui perkembangan
keperawatan selama 3 x 24 jam b. Ukur suhu tubuh secara
suhu tubuh
Suhu tubuh dalam batas teratur
c. Membantu dalam proses
normal, dengan kriteria hasil : c. Berikan
penyembuhan
- Suhu: 36,6-37,4 C antibiotik,antipiretik

2. II Setelah dilakukan tindakan 1. a. Kaji ulang tingkat nyeri1. a. Mengetahui skala nyeri
keperawatan selama 3 x 24 b. Ajarkan teknik relaksasi untuk mengatasi nyeri
c. Kaji TTV b. Meningkatkan relaksasi
jam nyeri berkurang dengan
d. Berikan analgetik
dan mengurangi nyeri
kriteria hasil:
c. Untuk mengetahui keadaan
- a. Nyeri klien berkurang dari
umum klien
skala 3 menjadi 1 d. Untuk mengurangi nyeri
- b. TTV normal
Suhu : 36 C
Nadi:60-100 x /menit
3 III Setelah dilakukan tindakan a. Kaji intake makanan a. Mengetahui adanya
keperawatan selama 3 x 24 klien peningkatan nafsu makan
b. Anjurkan makan sedikit b. Untuk memenuhi
jam, kebutuhan nutrisi
tapi sering dan dalam kebutuhan nutrisi klien
terpenuhi dengan kriteria hasil:
c. Untuk mengurangi rasa
keadaan hangat
a. Klien mengatakan tidak
sakit tapi makan bisa masuk
sakit dalam menelan
makanan
b. Nafsu makan klien
meningkat

E. IMPLEMENTASI

Tanggal No.
No Dx. Kep Implementasi Respon
1. 02-05- I a. Mengukur TTV a. Klien bersedia dengan hasil
2013 b. Mengukur suhu tubuh S: 37.7 C N: 94x/menit R:
secara teratur 20x/menit
b. Klien bersedia dan mau di
c. Memberikan
periksa dalam jangka waktu
antibiotik,antipiretik
Malam : 37,2C
Pagi : 37,6 C
Sore : 37,0 C
c. Klien bersedia saat dilakukan
pemberian terapi injeksi
a. Cefotaxim 2x600 mg
b. Antrain 2 x 250 mg

2 02-05- II a. Mengkaji ulang tingkat a. Klien mengatakan masih terasa


2013 nyeri sakit tenggorokan bila klien
b. Mengajarkan teknik
makan atau berbicara
relaksasi b. Klien mengerti dan mencoba
c. Mengkaji TTV
untuk melakukan tehnik
d. Memberikan analgesik
relaksasi( tarik nafas dalam,
mengatur posisi menjadi semi
powler)
c. Hasil TTV :
S: 37,7 C
N: 94x/menit
R: 20x/menit
d. Klien bersedia untuk di injeksi
(thorasix) dengan terapi :
Antrain 2x 250mg

3 III a. Mengkaji intake a. Klien terlihat makan tiga kali


makanan klien sehari dengan menu bubur, sayur
b. Menganjurkan an dan buah.
b. Keluarga klien mengerti dan
keluarga klien untuk
melakukannya.
memberi makanan
dalam keadaan hangat

F. EVALUASI

Tgl, DX
No Evaluasi
1. 02-05-2013 I S : Klien mengatakan badannya sudah tidak panas
O: Keadaan klien sedang
S = 36,6 C
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan intervensi
2. 02-05-2013 II S:Klien mengeluh masih nyeri tenggorokan
O : Klien tampak rewel
A: Masalah belum teratasi
P :Lanjutkan intervensi
3. 02-05-2013 III S : Klien mengatakan masih sakit pada saat menelan
makanan
O : - Nafsu makan menurun
- Klien tampak lemas
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
1 03-05-2013 II S:Klien mengatakan sudah tidak nyeri tenggorokan
O : Keadaan klien sedang
A: Masalah teratasi sebagian
P :Lanjutkan intervensi
2 03-05-2013 III S : Klien mengatakan sudah tidak sakit saat menelan
O : Klien mengatakan nafsu makan agak membaik
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Faringitis akut adalah suatu penyakit peradangan tenggorok (faring) yang sifatnya
mendadak yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Radang tenggorokan berarti dinding
tenggorokan menebal atau bengkak, berwarna lebih merah, ada bintik-bintik putih dan
terasa sakit bila menelan makanan.
Diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada klien dengan faringitis yaitu:
a. Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi pada tenggorokan
b. Peningkatan suhu tubuh akibat inflamasi
c. Gangguan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan gangguan intake
yang kurang karena kesulitan menelan
B. SARAN