Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gizi atau makanan tidak saja diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan fisik dan
mental serta kesehatan, tetapi diperlukan juga untuk fertilitas atau kesuburan seseorang agar
mendapatkan keturunan yang selalu didambakan dalam kehidupan berkeluarga.

Kehadiran buah hati kan memberikan kebahagiaan dan keharmonisan dalam


kehidupan berkeluarga dan akan menjadi lengkaplah arti sebuah keluarga. Pada saat pasangan
suami istri memutuskan untuk mempunyai anak, perlu segera mempersiapkan diri
diantaranya mengatur asupan nutrisi yang adekuat untuk meningkatkan fungsi reproduksi
sehingga dapat menunjang fertilitas atau kesuburan (Neil, 2001), dengan cara:

1. Menghindari diet makanan pengendali berat badan


2. Memilih makanan sehat dan seimbang
3. Memiih makanan segar segar
4. Mengolah makanan dengan baik
5. Makanan bervariasi
6. Menghindari makanan yang mengandung zat pengawet

1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui bahasan tentang gizi dan fertilitas

1.2.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui zat gizi pendukung pertilitas

2. Untuk mengetahui peran zat gizi untuk fertilitas dan pencegahan kemandulan

3. Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan menarche

4. Untuk mengetahui hubugan gizi dengan menstruasi

5. Untuk mengetahui prinsip diet pada penderita pra menstrual syndrom

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 1


6. Untuk mengetahui prisip gizi pada usia menopouse

BAB II

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 2


PEMBAHASAN

2.1 Zat Gizi Pendukung Fertilitas

Untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang terpenting dilakukan adalah


mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, sebaiknya pasangan menghindari
makanan yang terlalu diolah atau mengandung bahan-bahan tiruan, diantaranya keju olahan,
daging olahan. Makanan beku, makanan kalengan. Bila membeli buah-buahan jangan yang
kaleng atau hanya sirupnya saja. Untuk sayuran hindarkan sayuran kaleng,kudapan asin,
kacang dan minyak terhidrogenasi, hindari roti putih, jangan terlalu sering minum susu skim
kaleng, jangan mengkonsumsi makanan yang sudah tidak segar lagi. Menurut Neil (2001)
untuk menambah kesuburan sebaiknya pilih makanan seperti berikut: daging dan
alternatifnya (ikan telur dan kacang-kacangan), buah dan sayuran (buah, sayuran mentah
makanan segar, jus buah/sayuran, buah kering), dan rotidan sereal yang tidak banyak diolah
(roti, bubur, makanan kering, biji-bijian, gandum, spageti dan beras merah), susu dan hasil
olahan susu (susu, yoghurt, keju).

Pilih makanan yang belum disuling: nasi, roti, sereal dan kripsi biji-bijian, makanlah
makanan segar sepeti susu dan sayuran, baik yang mentah atau yang telah dimasak. Telur
adalah sumber protein terbaik dan juga mengandung berbagai macam gizi, karena diperlukan
untuk pembuahan.kacang-kacangan dan biji-bijian dari tanaman juga sangat bergizi, kacang
polong. Ikan dikonsumsi sesekali seminggu. Untuk daging bervariasi, sayuran dan buah
merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik. Memasak lebih baik dikukus,
pengaturan gizi ini dilakukan sejak wanita berusia 19 tahun sampai 26 tahun.

2.2 Peran Zat Gizi untuk Fertilitas dan Pencegahan Kemandulan

Fertilitas adalah kesuburan, kesuburan disini yang dimaksud adalah dapat bekerjanya
secara optimal dari organ-organ reproduksi baik dari pihak pria maupun wanita sehingga
dapat melakukan fungsi fertilisasi dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi
fertilitas adalah asupan zat gizi.

Asupan zat gizi Yang dapat Mempengaruhi Fertilitas diantaranya :

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 3


1. Vitamin A, C, dan E
Sebagai antioksidan yang berfungsi untuk menangkal serangan radikal bebas terhadap
dinding sperma dan ovum.
Contoh Bahan Makanan :
Seledri, wortel, jeruk, segala buah dan sayur.
2. Vitamin B
Bersama niasin, vitamin E dan zinc sebagai bahan dasar hormon reproduksi wanita.
Contoh Bahan Makanan :
Daging unggas, telur, ikan, kacang tanah, kedelai.
3. Vitamin E
Mencegah degenerasi system reproduksi (memudahkan organ reproduksi
mendapatkan pasokan oksigen segar).
Contoh Bahan Makanan :
Telur, daging, makanan laut, kacang-kacangan yang sudah berkecambah.
4. Arginin
Memperkuat daya tahan hidup sperma dan mencegah kemandulan.
Contoh Bahan Makanan :
Kemangi, daging sapi, ikan, kacang-kacangan, ayam.
5. Histamin
Mempengaruhi system ejakulasi pada pria.
Contoh Bahan Makanan :
Daging, ayam, tempe.
6. Likopen
Meningkatkan jumlah, memperbaiki struktur dan kegesitan sperma.
Contoh Bahan Makanan :
Jambu biji merah dan semangka.
7. Zinc
Melincahkan sperma.
Contoh Bahan Makanan :
Daging, hati, telur dan seafood.

8. Kalium
Mempengaruhi pengeluaran hormone reproduksi.
Contoh Bahan Makanan :
Susu, mentega, ikan teri.

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 4


Asupan Makanan Yang dapat Menghambat Fertilitas diantaranya :
1. Alkohol, dalam jumlah besar dapat menurunkan kadar hormon testoteron sehingga
mengganggu produksi sperma.
2. Kopi, karena kafein dapat meningkatkan denyut jantung. Pada janin dapat menyerang
plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. penelitian Sven Cnattingius dari
Karolinska Institute, Swedia, mengungkap; wanita yang mengkonsumsi 100 mg
kafein/hari akan lebih mudah mengalami keguguran. Penelitian rumah sakit
Christchurch, Selandia baru mengungkap, sebagian besar wanita pecandu kopi akan
melahirkan bayi yang sulit bernafas saat dilahirkan. Kafein pada kopi membuat bayi
lemah, mudah terserang infeksi, Sehingga meningkatkan resiko kematian dini pada
bayi hingga dua kali lipat.
3. Makanan atau minuman kaleng, jika makanan/minuman kaleng tersebut rusak akan
mengakibatkan tumbuhnya bakteri clostridium botulinum yang dapat menyebabkan
keracunan. Tanda-tandanya berupa: tenggorakan menjadi kaku, mata berkunang-
kunang, kejang-kejang dan bisa menyebabkan kematian. Selain itu makanan kaleng
mengandung bisfenol A yang dapat mempengaruhi kesuburan. Sejumlah penelitian
lain menunjukkan bahwa konsentrasi BPA dalam tubuh juga dikaitkan dengan kanker
payudara, kerusakan hati, obesitas, dan diabetes.
4. Makanan yang mengandung lemak jahat (jelantah, gajih, daging berlemak, dll)
5. Rokok, dapat menambah risiko kemandulan dan disfungsi ereksi pada pria. Nikotin
membuat darah mengental sehingga tidak bisa beredar dengan lancar, termasuk di
pembuluh darah alat kelamin. Akibatnya, muncul gangguan seksual seperti ejakulasi
dini, ereksi tidak sempurna, bahkan impotensi.

Manfaat Fertilitas :

1. Dapat melakukan proses fertilisasi dengan baik.


2. Bisa mendapatkan keturunan.
3. Mengharmoniskan rumah tangga.
4. Menghasilkan tunas bangsa.

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 5


Akibat Infertilitas :

1. Tidak dapat melakukan proses fertilisasi dengan baik.


2. Tidak bisa mendapatkan keturunan.
3. Tidak dapat mengharmoniskan rumah tangga.
4. Tidak dapat menghasilkan tunas bangsa.

Berikut ini 5 langkah pencegahan kemandulan sederhana yang bisa di lakukan sebagai
usaha untuk mencegah terjadinya kemandulan dikemudian hari, yaitu :

1. Periksa gaya hidup.


Kebiasaan tertentu seperti merokok atau minum alkohol memiliki efek yang
merugikan kesehatan reproduksi anda. Bahkan tingkat stres yang tinggi dan kurang
tidur secara konsisten atau dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan
potensi anda mengalami kemandulan.
2. Cek kondisi lingkungan sekitar tempat anda biasa beraktifitas sehari-hari untuk
mengetahui bahaya lingkungan yang mungkin tidak anda sadari.
Tinggal atau berkantor di sekitar pabrik yang mengolah bahan kimia tentu
berisiko menyebabkan anda mengalami mandul. Secara hukum anda memiliki hak
mengetahui batasan radiasi kimia yang mungkin terpapar ke tubuh anda. Hidup sehat
adalah hak.
3. Menjaga berat badan yang sehat dan melakukan diet dan olahraga secara teratur.
Menghindari kenaikan berat badan berlebih adalah salah satu cara terbaik
mencegah kemandulan. Obesitas diketahui sebagai salah satu penyebab infertilitas
pada pria. Pada pria, obesitas akan menurunkan jumlah sperma dan pada wanita
membuat pembuahan terlambat.
4. Cek kesehatan anda secara periodik setahun sekali.
Diagnosis penyakit awal seperti radang panggul. endometriosis dan kanker
leher rahim dapat mencegah kemandulan. Selain itu, dengan melakukan tindakan
deteksi dan pengobatan terhadap penyakit menular seksual yang mungkin diderita
dapat membantu menjaga tingkat kesuburan anda.

5. Pelajari tubuh dan siklus reproduksi anda.


Dengan memahami tubuh dengan benar anda akan tahu apa-apa saja yang
mungkin salah dan sedang terjadi dalam tubuh anda. Pelajari literatur mengenai
kesehatan reproduksi dan panduan-panduan agar cepat dapat anak, dan lain-lain.
Pemahaman yang baik akan memberi anda cara pandang yang benar terhadap proses
reproduksi dan kemandulan.

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 6


Banyak rumah tangga yang telah dibina selama belasan tahun tapi pihak istri
tidak juga hamil, kadang dalam kondisi demikian rumah tangga menjadi tidak stabil
dan sering cekcok. Dalam urusan kesuburan, suami dan istri adalah satu kesatuan,
tidak boleh di pisahkan, apalagi saling menyalahkan.
Proses kehamilan sampai kelahiran bayi adalah mekanisme yang rumit dan
harus melewati beberapa fase. Satu saja fase cacat akan membuat kehamilan atau
kelahiran bayi terganggu. Pasangan suami istri disebut subur jika memenuhi beberapa
syarat. Tingkat reproduksi atau kesuburan pria diketahui dengan meneliti sistem dan
fungsi reproduksinya apakah mampu menghasilkan spermatozoa yang sehat dan
mengalirkannya ke rahim istri. Sedangkan kesuburan atau reproduksi wanita dilihat
dari kemampuan organ seksualnya menghasilkan sel telur dan memiliki rahim yang
sehat sebagai tempat berkembangnya janin sampai bayi dilahirkan.

2.3 Hubungan Status Gizi dengan Menarche

Menarche adalah haid pertama yang terjadi, yang ,merupakan ciri khas kedewasaan
seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Status gizi remaja wanita sangat mempengaruhi
terjadinya menarche baik dari faktor usia terjadinya menarche, adanya keluhan-keluhan
selama menarche maupun lamanya hari menarche. Secara psikologis wanita remaja yang
pertama kali mengalami haid akan mengeluh rasa nyeri, kurang nyaman, dan mengeluh
perutnya terasa begah. Tetapi pada beberapa remaja keluhan-keluhan tersebut tidak dirasakan,
hal ini dipengaruhi oleh nutrisi yag adekuat yang biasa dikonsumsi, selain olahraga yang
teratur (Brunner,1996)

Hormon yang berpengaruh terhadap terjadinya menarche adalah estrogen dan


progesteron. Estrogen berfungsi mengatur siklus haid, mengurangi kontraksi, selama siklus
haid. Agar menarche tidak menimbulkan keluhan-keluhan, sebaiknya remaja wanita
mengonsumsi makanan dengan gizii seimbang, sehingga status gizinya baik. Status gizi
dikatakan baik, apabila nutrisi yang diperlukan baik protein, lemak, karbohidrat, mineral,
viatmin maupun air digunakan oleh tubuh sesuai kebutuhan (Krummeel, 1996).

Nutrisi mempengaruhi kematangan seksual pada gadis yang mendapat menstruasi


pertama lebih dini, mereka cenderung lebih berat dan lebih tinggi pada saat menstruasi
pertama dibandingkan dengan mereka yang belum menstruasi pada usia yang sama.
Sebaliknya pada gadis yang menstruasinya terlambat, beratnya lebih ringan daripada yang
sudah menstruasi pada usia yang sama, walaupun tinggi badan (TB) mereka sama. Pada

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 7


umumnya, mereka menjadi matang lebih dini akan memiliki body mass index (indeks masa
tubuh, IMT) yang lebih tinggi dan mereka yang matang terlambat memiliki IMT lebih kecil
pada usia yang sama.

Rumus perhitungan IMT adalah sebagai berikut :


IMT = Berat badan/(Tinggi badan(m) x 100)2

Table 2.3 Kategori ambang batas IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut :
status gizi kategori IMT
kurus kurang BB tingkat berat < 17.0
kurang BB tingkat ringan 17.0 18.5
normal > 18.5 25.0
gemuk kelebihan BB tingkat ringan >25.0 27.0
kelebihan BB tingkat berat >27.0

Peristiwa yang paling dinamik adalah timbulnya menarche pada anak perempuan
yang rata-rata terjadi pada umur 12,5 tahun (pada kultur barat). Peristiwa menarhe sangat erat
hubungannya dengan masa puncak kurva kecepatan penambahan tinggi badan. Masa ini
ditentukan oleh berbagai faktor, tetapi yang terpenting adalah faktor genetik. Sangat erat
hubungan antara umur menarhe ibu dengan putrinya, dan lebih erat lagi antar umur menarhe
perempuan bersaudara. Faktor lain yang berperan penting adalah status gizi, gadis gemuk
akan mendapat menarche lebih awal daripada yang kurus. Semua penyakit kronik yang
menggangu status gizi atau oksigenasi jaringan akan memperlambat pola maturasi pubertas,
terutama waktu menarche.

Pubertas dianggap terlambat jika gejala-gejala pubertas baru datang antara umur
14-16 tahun. Biasanya tidak ada kelainan yang mencolok, pubertas terlambat saja, dan
kemudian perkembangan berlangsung secara biasa. Pubertas tarda dapat disebabkan oleh
faktor herediter, gangguan kesehatan, dan kekurangan gizi. Maka dengan peningkatan
kesehatan, gejala pubertas tarda dapat sembuh dengan spontan. Yang dinamakan menarhe
tarda ialah menarche yang baru datang setelah 14 tahun. Kalau menarhe belum datang pada
umur 18 tahun, dapat diberi diagnosis amenorhea primer, dan perlu dicari etiologinya.

2.4 Hubungan Gizi dengan Menstruasi

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 8


Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan, fungsi organ
tubuh, juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini dapat berdampak
pada gangguan haid, tetapi akan membaik bila asupan nutrisinya baik. Seberapa jauh
pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarke belum ada yang melakukan penelitian.
Sebagai bahan perbandingan dibawah ini akan diuraikan tentang asupan energi total dan
keragaman komponene diet.

Asupan energi bervariasi sepanjang siklus haid, terjadi peningkatan asupan energi
pada fase luteal dibandingkan fase folekuler. Peningkatan konsumsi energi premenstruasi
dengan ekstra penambahan 87-500 Kkal/hari. Kesimpulannya bahwa estrogen mengakibatkan
efek penekanan atau penurunanterhadap nafsu makan (Krummel,1996). Identifikasi jenis
nutrisi yang dapat mengakibatkan perubahan asupan energi belum didapatkan data yang pasti.
Ada yang berpendapat karbohidat merupakan sumber asupan kalori selama fase luteal, yang
lain berpendapat bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat
selama fase luteal. Selain itu juga ada yang berpendapat bahwa asupan lemak dan protein
akan meningkat pada fase luteal. Dengan demikian selama fase luteal terjadi peningkatan
asupan makanan atau energi (Krummel, 1996).

Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik, dengan cara
mengkonsumsi makanan seimbah karena sangat dibutuhkan pada saat haid, terbukti pada saat
haid tersebut terutama pada fase luteal yang terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. Apabila
hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan yang menimbulkan rasa
ketidaknyamanan selama siklus haid.

2.5 Prinsip Diet pada Penderita Pramenstrual Syndrom

Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualittatif, dianggap memengaruhi


siklus menstruasi dan penempilan reproduksi. Tetapi timbul pertanyaan seberapa sering faktor
diet dipandang sebagai penyebab timbulnya amenore, masih jarang penelitian yang
menggunakan diet sebagai metoda perlakuan, dan uraiannya sering tidak lengkap atau
tumpang tindih. Siklus menstruasi dipengaruhi bukan saja oleh diet vegetarian tetapi diet
yang bervariasi dalm hal lemak, serat dan nutrien lainnya (Krummel, 1996).

a. Diet Vegetarian

Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon seks telah diteliti, 9 orang vegetarian diberi
diet yang mengandung daging, ternyata fase folekuler memanjang, rata-rata 4.2 hari juga

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 9


FSH meningkat, E2 menurun secara signifikan. Sebaliknya 16 orang diet biasa beralih ke diet
yang kurang daging selama dua bulan mengalami pemendekan fase folikuler, rata-rata 3.8
hari, mengalami penurunan frekuensi puncak LH dan peningkatan kadar LH. Setelah
mengalami dua kalinjeksi LHRH, terjadi hubungan antara diet dengan fungsi menstruasi.
Pada wanita yang mengkonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuansi gangguan
siklus menstruasi. Prevalensi ketidakteraturan menstruasi 26.5% pada vegetarian dan 4.9%
pada nonvegetarian.

b. Diet Rendah Lemak

Hasil penelitian pada diet rendah lemak dibanding tinggi lemak, ternyata pada diet
tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urin,
kesimpulannya tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon seks. Sedangkan pada diet
rendah lemak akan menyebabkan tiga efek utama, yaitu panjang siklus menstruasi meningkat
rata-rata 1.3 hari, lamanya waktu menstruasi meningkat rata-rata 0.5 hari, dan fase folekuler
meningkat rata-rata 0.9 hari. Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila
berubah ke diet rendah lemak akan memperpanjang siklus menstruasi sebagai akibat dari
memanjangnya fase menstruasi dan fase folikuler.

Sindrom premenstrual adalah kombinasi gejala yang terjadi sebelum haid dan
menghilang setelah haid keluar. Gejala utama meliputi sakt kepala, letih, sakit pinggang,
pembesaran dan sakit pada payudara dan perasaan begah pada perut. Tindakan yang
dilakukan untuk menangani kasus sindrom premenstrual adalh menganjurkan perubahan diet
selain menambah suplemen nutrisi, walaupun tidak secara khusus jenis nutrisisnya apa.
Secara umum anjuran diet meliputi pembatasan, gula, garam, daging, lemak hewani, alkohol,
kopi, dan rokok. Sedangkan yang perlu ditambah komsumsinya adalah jenis ikan, unggas,
roti, kacang-kacangan, karbohidrat kompleks, sayuran daun hijau dan sereal (Krummel,
1996).

Kebanyakan klien sindrome premenstrual mengkonsumsi susu dan produknya


sebanyak lima kali lipat untuk gula halus. Denan mengkonsumsi rendah lemak, dan tinggi
karbohidrat akan mengurangi pembengkakan payudara. Sedangkan konsumsi tinggi
karbohidrat dan rendah protein dapat memperbaiki gangguan perasaan yang tidak nyaman,
hal ini berhubungan dengan pembentukan seretonin di dalam otak.

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 10


2.6 Prinsip Gizi pada Usia Menopause

Fase reproduksi atau fase subur berlangsung sampai usia sekitar 45 tahun, pada masa
ini organ reproduksi wanita mengalami fungsi yang sebenarnya yaitu hamil dan melahirkan.
Fase akhir dalam kehidupan wanita setelah masa reproduksi berakhir disebut klimakterium
yang berlangsung secara bertahap (Dini, 2002). Pre menopause yaitu sejak fungsi
reproduksinya mulai menurun, sampai timbul keluhan atu tanda-tanda menopause.
Perimenopause yaitu periode dengan keluhan memuncak dengan rentangan satu sampai dua
tahun sebelum dan satu sampai dua tahun sesudah menopause, masa wanita wanita
mengalami akhir dari datangnya haid sampai berhenti sama sekali, pada masa ini menopause
masih berlangsung. Postmenopause yaitu masa setelah perimenopause sampai senilis.

Menopause adalah masa berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi antara
usia 45 sampai 50 tahu, atau masa terhentinya haid sama sekali. Kesiapan menghadapi
menopause menurut Dini (2002) mengonsumsi makanan bergizi yaitu mengonsumsi
makanan yang dengan gizi berimbang. Pemenuhan gizi yang memadai akan sangat
membantu dalam menghambat berbagai dampak negatif menopause terhadap kinerja otak,
mencegah kulit kering serta berbagi penyakit lainnya. Gizi seimbang adalah memenuhi
kebutuhan gizi perhari dengan asupan zat-zat gizi makanan yang mengandung karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Kebutuhan gizi orang dewasa dengan berat normal
adalah sekitar 2000-2200 Kkal per hari. Dengan pemenuhan gizi secara seimbang ini
diharapkan seseorang tidak kelebihan atau kekurangan berat badan dan juga terajngkit suatu
penyakit seperti diabetes mellitus atau anemia.

Apabila cukup mengonsumsi gizi seimbang, tidak diperlukan asupan gizi tertentu
untuk mencegah suatu gangguan. Namun, tidak ada salahnya untuk mengantisipasi kebutuhan
makanan yang diperlukan pada mas amenopause atau berhentinya hormon estrogen dalam
tubuh terutama, jika Anda memiliki resiko terkena gangguan tubuh tertentu yang mungkin
akan terjadi di masa yang akan datang. Jenis makanan tersebut diantaranya mengandung
phytohormon estrogen, seperti kacang kedelai atau pepaya. Selain itu, jangan lupa cukup
mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D seperti ikan tuna, salmon, minyak ikan,
telur dan susu. Meskipun vitamin D sendiri sebenarnya bisa diperoleh dari sianr matahari
yang dapat Anda peroleh dengan midah dan bebas.

Nutrisi

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 11


Bertambahnya usia menyebabkan beberapa organ tidak melakukan proses perbaikan
diri lagi. Misalnya, massa tulang tidak melakukan pembentukan kembali. Selain itu, semakin
tua, aktivitas gerak yang dilakukan juga tidak sekuat dulu sehingga kalori yang dikeluarkan
juga berkurang. Selain tiu, kebutuhan kalori untuk metabolisme tubuh juga menurun. Semua
ini akan mengurangi energi yang dikeluarkan karena energi yang dikeluarkan lebih sedikit
dibanding ketika usia muda. Denagn demikian, asupan makanan yang dibutuhkan juga
berkurang. Apabila asupan makanan yang dikonsumsi dalam jumlah yang sama, akan
tersimpan dalam bentuk lemak.

Meskipun demikian, setiap orang tetap membutuhkan makanan bergizi seimbang,


dalam arti memenuhi zat-zat gizi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan
mineral. Perlu diketahui tidak ada bahan makanan yang memiliki kandungan zat gizi yang
lengkap. Oleh karena itu, setiap orang harus memenuhi kebutuhan gizi setiap hari dengan
beragam jenis. Dengan cara ini, kekurangan zat gizi dari satu jenis makanan tertentu dapat
dipenuhi dari jenis makanan yang lain. Hal yang harus diperhatikan adalah ketika tubuh nulai
tua, umumnya memilki kelelahan atau gangguan. Walaupun demikian, ada orang yang tetap
sehat di hari tuanya. Oleh karena itu, sesuaikan asupan makanan dengan gangguan yang
dideritanya. Meskipun seseorang sebenarnya tidak dianjurkan untuk tidak mengonsumsi zat-
zat tertentu sama sekali karena untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh, zat-zat gizi lain
dibutuhkan utnuk proses metabolismenya. Oleh karena itu, tidak mengonsumsi makanan
tertentu sama sekali akan mengganggu proses metabolisme makanan sehingga zat-zat gizi
tersebut tidak dapat bermanfaat bagi tubuh. Penting mengurangi atau tidak mengonsumsi
bahan-bahan yang memang tidak baik bagi penyakit atau tubuh di masa tua sehingga tidak
memicu penyakit atau meurunkan kondisi kesehatannya.

Kebutuhan Kalori

Dalam ilmu gizi, setiap usia membutuhkan kalori yang berbeda. Kondisi ini tentu
disesuaikan dengan kebutuhan tubuh pada saat itu. Faktor berat badan berpengaruh terhadap
pengaturan asupan gizi yang tepat agar tidak kurang atau kelebihan berat. Apabila, tubuh
mementingkan perhatian khusus dari asupan gizinya, seperti apabila seseorang sedang sakit,
dalam keadaan hamil atau menyusui.

Pada dasarnya, kecukupan gizi pada usia menopause sama seperti kecukupan gizi
pada kelompok uisa yang lebih muda. Satu-satunya pengeecualian adalah penuruanan
kebutuhan akan energi yang mngikuti pertambahan usia. Penyebabnya adalah legiatan fisik

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 12


yang biasanya akan menurun bersamaan dengan bertambahnya usia sehingga energi yang
dikeluarkan lebih sedikit. Selain itu, perubahan pada komposisi dan fungsi tubuh
menyebabkan penurunan BMR (Basal Metabolic Rate), perubahan-perubahan pada berat
badan dan komposisi berat organ tubuh, dan betambahnya prevalensi penyakit.

Apabila konsumsi energi tidak berkurang, berat badan akan naik. Diet harus
mempunyai nilai gizi yang tinggi untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan semua nutrien,
sementara masukan energi (jumlah total makanan) dikurangi. Tubuh membutuhkan gizi yang
zeimbang karena di dalamnya mengandung zat-zat yang sangat membantu kerja organ tubuh.
Harus diingat, tubuh tetap mebutuhkan asupan gizi yang seimbang sehingga Anda perlu
meningkatkan zat-zat gizi tertentu dnegan jumlah sesuai kebutuhan. Kebutuhan gizi yaitu
protein, lemak, vitamin dan mineral tidak berkurang sewaktu seorang wanita menginjak usia
lanjut, tetapi kenutuhannya akan kalori berkurang. Oelh karena itu, sangat penting untuk
memakan mkanan yang mengandung gizi tinggi dan menghindari makanan bergula dan
berlemak yang berkalori tetapi tidak bergizi.

Anjuran dalam mengonsumsi makanan pada masa menopause (Brunner, 1996)

Nutrisi Anjuran

Karbohidrat Makanlah lebih banyak karbohidrat


kompleks, seperti biji-bijian utuh (whole
grain), roti dan pasta (makaroni atau spageti),
kacang-kacangan, sayuran, nasi, dan buah-
buahan. Kurangi menggunakan gula dan
makanan yang mengandung banyak gula.
Makanlah lebih banyak makanan yang kaya
akan serat.

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 13


Protein Kurangi konsumsi protein Anda hingga tidak
melebihi 15% dari jumlah kalori anda.
Dapatkan lebih banyak protein dari sumber-
sumber nabati dan kurangi sumber-sumber
hewani.

Lemak Kurangi jumlah konsumsi lemak anda hingga


tidak melebihi 25-30% dari jumlah konsumsi
kalori Anda. Seiring anda mengurangi jumlah
konsumsi lemak, tingkatkan rasio lemak
yang baik (tak jenuh ganda) dan kurangi
lemak yang buruk (jenuh).

Vitamin dan Mineral Makanlah berbagai macam sayuran dan


buah-buahan setiap hari. Susu, produk susu,
brokoli, dan sayuran berdaun hijau adalah
sumber kalsium.

Pola Makan Sehat

Dengan semakin meningkatnya usia, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh juga semakin
diperhatikan.alagi jika Anda menderita penyakit tertentu. Di bawah ini petunjuk bagaimana
mengelola makanan yang tepat agar menjadi zat-zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Berikut
ini dalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan pola makan yang sehat:

a. Pilihlah jenis makanan yang bermanfaat misalnya, memilih makanan berprotein


yang mengandung lemak tak jenuh seperti ikan tuna dan salmon. Lebih baik
mengonsumsi protein nabati. Tentunya dengan tidak meninggalkan sama sekali
protein hewani karena tetap dibutuhkan tubuh.
b. Patuhi jadwal makan, yaitu makan makanan yang bergizi seimbang tiga kali sehari
pada waktu yang tepat, yaitu sarapan, makan siang dan makan malam dan dua kali
makan makanan selingan.

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 14


c. Jangan makan pada kondisi lapar karena akan membuat acara makan Anda terburu-
buru dan banyak. Akibatnya akan membuat perut Anda panas. Namun, jangan makan
pada waktu perut masih kenyang. Dikhawatirkan hal ini menjadi kebiasaan yang
dapat menimbun lemak dalam tubuh.
d. Selain bervariasi, perbanyaklah konsumsi makanan yang diolah dari bahan makanan
yang segar dengan proses pengolahan yang tidak terlalu lama. Dengan demikian,
kandungan zat gizinya diharpakan dapat diperoleh secara maksimal.
e. Makanlah secukupnya. Jangan turuti selera makan Anda yang sedang meningkat atau
senbaliknya yang sedang menurun.

Apa yang harus diwaspadai?


1. Sedapat mungkin menghindari jenis makanan yang diawetkan, yang biasanya
mengandung zat pewarna atau pemanis buatan.
2. Hindari makanan berkalori tinggi yang mengandung banyak gula atau lemak tinggi
tetapi kurang mengandung zat gizi. Misalnya junk food, soft drink yang bersoda dan
berkadar gula tinggi atau makanan kecil seperti keripik kentang dan sejenisnya yang
dikonsumsi secara berlebihan.
3. Kurnagi asupan makanan berlemak termasuk jeroan. Kebiasaan ini akan menimbun
lebih banyak lemak, juga memicu timbulnya penyakit, seperti keju, susu full cream,
daging berlemak, usus dan otak.
4. Daging, ikan, ayam dan sumber protein lainnya yang tidak dimasak dengan baik
karena memungkinkan kuman atau parasit tidak mati sehingga membahayakan. Oleh
karena itu masaklah sampai benar-benar matang.
5. Hindari alkohol sekalipun dalam jumlah sedikit dalam bentuk makanan.
6. Kurangi konsumsi kafein yang banyak terkandung pada minuman seperti kopi, coklat
dan minuman ringan. Kafein dan tannin yang dikandungnya dapat menghambat
penyerapan beberapa zat gizi.

Kudapan Sehat

Apakah dengan meningkatnya usia yang menyebabkan resiko memiliki penyakit


membuat anda sebaiknya tidak makan kudapan? Sebenarnya, anda boleh saja makan
kudapan, tetapi dalam jumlah terbatas dan memilih jenis kudapan yang benar.

Hindari jenis camilan yang mengandung banyak gula seperti permen, coklat, biskuit
manis, atau biskuit berlapis cream, serta minuman bersoda atau soft drink. Kudapan yang
tinggi lemak juga harus dibatasi. Misalnya, kentang goreng, keripik, cake, coklat, atau ice
cream. Ganti dengan jenis makanan yang rendah lemak, seperti buah segar, jagung kukus

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 15


atau rebus, yoghurt atau ice cream rendah lemak, kroket atau risoles isi sayuran. Kurangi
mengonsumsi kudapan makanan siap saji. Umumnya, jenis makanan ini mengandung kalori,
lemak, dan garam tinggi.

Bila anda sudah terlalu banyak mengemil, tetapi perut masih terasa lapar, ganti
dengan mengonsumsi buah-buahan atau kudapan yang mengandung sayuran atau sari buah.
Namun tetap dalam porsi yang wajar

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang terpenting dilakukan adalah


mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, sebaiknya pasangan menghindari
makanan yang terlalu diolah atau mengandung bahan-bahan tiruan.

Status gizi remaja wamita sangat mempengaruhi terjadinya menarche baik dari faktor
usia terjadinya menarche, adanya keluhan-keluhan selama menarche maupun lamanya hari
menarche.

Secara psikologis wanita remaja yang pertama kali mengalami haid akan mengeluh
rasa nyeri, kurang nyaman, dan mengeluh perutnya terasa begah. Untuk itulah gizi pada
remaja.

Menopause adalah masa berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi antara
usia 45 sampai 50 tahu, atau masa terhentinya haid sama sekali. Kesiapan menghadapi

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 16


menopause dengan mengonsumsi makanan bergizi yaitu mengonsumsi makanan yang dengan
gizi berimbang.

DAFTAR PUSTAKA

Paath, Erna Francin dkk. 2004. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : EGC

Gizi dalam Kesehatan Reproduksi 17