Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

1. TOPIK
Rencana Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi : Menarik Diri

2. TUJUAN
2.1. Tujuan umum
Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara bertahap.
2.2. Tujuan Khusus
1) Klien mampu memperkenalkan diri
2) Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
3) Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
4) Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan
5) Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi pada orang lain
6) Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok
7) Klien mampu menyampikan pendapat tentang manfaat kegiatan tentang TAKS yang
telah dilakukan

3. LATAR BELAKANG
Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain
(Gail W. Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada individu yang menarik diri,
yaitu percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain (Rowlins, 1993). Dimana
individu yang mempunyai mekanisme koping adaptif, maka peningkatan sosialisasi lebih
mudah dilakukan. Sedangkan individu yang mempunyai mekanisme koping maladaptif
(skizofrenia), bila tidak segera mendapatkan terapi atau penanganan yang baik akan
menimbulkan masalah-masalah yang lebih banyak dan lebih buruk. (Keliat dan Akemat,
2005) menjelaskan bahwa untuk peningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia bisa dilakukan
dengan pemberian Terapi Aktifitas Kelompok sosialisasi. Namun kenyatannya pada saat ini
di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya pengaruh TAK sosialisasi masih diragukan, hal ini
disebabkan karena jumlah klien dengan riwayat menarik diri masih relatif banyak meskipun
TAK sosialisasi sudah dilakukan.
Hampir di seluruh dunia terdapat sekitar 450 juta (11%) orang yang mengalami
skizofrenia (ringan sampai berat) (WHO, 2006). Hasil survey Kesehatan Mental Rumah
Tangga di Indonesia menyatakan bahwa 185 orang per 1000 penduduk di Indonesia
mengalami skizofrenia (ringan sampai berat). Berdasarkan survey di rumah sakit jiwa,
masalah keperawatan yang paling banyak ditemukan adalah menarik diri (17,91 %),
halusinasi (26,37 %), perilaku kekerasan (17,41 %), dan harga diri rendah (16,92 %) (Pikiran
Rakyat Bandung, 2007).
Dampak yang dapat ditimbulkan oleh menarik diri pada klien skizofrenia adalah ; 1)
Kerusakan komunikasi verbal dan non verbal, 2) Gangguan hubungan interpersonal, 3)
Gangguan interaksi sosial, 4) resiko perubahan persepsi sensori (halusinasi). Bila klien
menarik diri tidak cepat teratasi maka akan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri
maupun orang lain (Budi Anna Kelliat, 2006)
Penatalaksanaan klien dengan riwayat menarik diri dapat dilakukan salah satunya
dengan pemberian intervensi Terapi Aktivitas Kelompok sosialisasi, yang merupakan salah
satu terapi modalitas keperawatan jiwa dalam sebuah aktifitas secara kolektif dalam rangka
pencapaian penyesuaian psikologis, perilaku dan pencapaian adaptasi optimal pasien. Dalam
kegiatan aktifitas kelompok, tujuan ditetapkan berdasarkan akan kebutuhan dan masalah yang
dihadapi oleh sebagian besar peserta. Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) sosialisasi adalah
upaya memfasilitasi kemampuan klien dalam meningkatkan sosialisasi.
Dari latar belakang tersebut diatas penulis tertarik membuat terapi aktivitas kelompok
pada pasien dengan isolasi social : menarik diri.

4. SELEKSI PASIEN DAN KELUARGA


4.1. Kriteria klien
1) Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi interpersonal
2) Klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespons sesuai dengan stimulus

4.2. Proses seleksi


1) Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
2) Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
3) Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan tujuan
TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam kelompok

5. JADWAL KEGIATAN
1) Tempat : ruang kelas
2) Lama : 45 menit
3) Waktu : 13.00-13.45 Wita

6. METODE PELAKSANAAN
1) Dinamika kelompok
2) Diskusi dan tanya jawab
3) Bermain peran/ simulasi

7. MEDIA DAN ALAT


1) Laptop
2) Musik/ lagu
3) Bola pimpong
4) Buku catatan dan pulpen
5) Kartu kwartet
6) Jadwal kegiatan klien
8. PENGORGANISASIAN
8.1 Leader : Nurfien Asmikha Ode
Tugas :
1) Menyiapkan proposal kegiatan TAKS
2) Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok sebelum
kegiatan dimulai.
3) Menjelaskan permainan.
4) Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kclompok dan memperkenalkan
dirinya.
5) Mampu memimpin tcrapi aktilitas kelompok dengan baik dan tertib
6) Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok.

8.2 Co- leader : Agus Dali


Tugas :
1) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas klien.
2) Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.

8.3 Fasilitator :
1) Rano
2) Idrus
3) Ana
4) Dwi Utari
5) Sitti Maryam Alulu

Tugas:
1) Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung.
2) Memotivasi klien yang kurang aktif.
3) Membantu leader memfasilitasi anggota untuk berperan aktif dan memfasilitasi
anggota kelompok

8.4 Observer : Arif


Tugas :
1) Mengobservasi jalannya proses kegiatan
2) Mencatat prilaku Verbal dan Non- verbal klien selama kegiatan berlangsung

9. SETTING TEMPAT
9.1 Klien dan terapi berdiri dalm satu lingkaran
9.2 Ruangan yang nyaman dan tenang
10. PROGRAM ANTISIPASI KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN :
ANTISIPASI WAKTU, TEMPAT, KELUARGA, DAN PASIEN TERAPIS,
MEDIA/ALAT
10.1 Tata Tertib
1) Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK.
2) Peserta wajib hadir 5 menit sebelum acara dimulai.
3) Peserta berpakaian rapih, bersih dan sudah mandi.
4) Tidak diperkenankan makan, minum, merokok selama kegiatan (TAK) berlangsung.
5) Jika ingin mengajukan/menjawab pertanyaan, peserta mengangkat tangan kanan dan
berbicara setelah dipersilahkan oleh pemimpin.
6) Peserta yang mengacaukan jalannya acara akan dikeluarkan.
7) Peserta dilarang keluar sebelum acara TAK selesai.
8) Apabila waktu TAK sesuai kesepakatan telah habis, namun Tak belum selesai, maka
pemimpin akan meminta persetujuan anggota untuk memperpanjang waktu TAK
kepada anggota.

10.2 Antisipasi
1) Penanganan klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok
(1).Memanggil klien
(2).Memberi kesempatan kepada klien tersebut untuk menjawab sapaan perawat atau
klien yang lain
2) Bila klien meninggalkan permainan tanpa pamit:
(1).Panggil nama klien
(2).Tanya alasan klien meninggalkan permainan
(3).Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan pada klien
bahwa klien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu klien boleh kembali
lagi
3) Bila ada klien lain ingin ikut
(1).Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada klien yang telah dipilih
(2).Katakan pada klien lain bahwa ada permainan lain yang mungkin dapat diikuti
oleh klien tersebut
(3).Jika klien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi peran
pada permainan tersebut.
11. LANGKAH KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN
11.1. SESI 1 : Kemampuan memperkenalkan diri
1. Langkah kegiatan
a. Persiapan
1) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial
2) Membuat kontrak dengan klien
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

b. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
1) Memberi salam terapeutik : salam dari terapis
2) Evaluasi/validasi : menanyakan perasaan klien saat ini
3) Kontrak :
a) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri
b) Menjelaskan aturan main/terapi :
(1).Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus minta izin kepada
terapis
(2).Lama kegiatan 45 menit
4) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

c. Tahap kerja
1) Jelaskan kegiatan, yaitu hidupkan laptop dan play musik serta bola diedarkan
berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu kearah kiri) dan pada saat musik
dimatikan maka anggota kelompok yang memegang bola memperkenalkan
dirinya.
2) Hidupkan musik kembali dan edarkan bola berlawanan dengan arah jarum jam
3) Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola mendapat
giliran untuk menyebutkan : salam, nama lengkap , nama panggilan, hobi, dan
asal, dimulai oleh terapis sebagai contoh.
4) Tulis nama panggilan pada kertas/papan nama dan tempel/pakai.
5) Ulangi poin 2), 3), dan 4) sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
6) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk
tangan.

d. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti tak
b) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
2) Rencana tindak lanjut
a) Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih memperkenalkan diri pada orang
lain di kehidupan sehari-hari.
b) Memasukan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan harian klien.
3) Kontrak yang akan datang
a) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu berkenalan dengan anggota kelompok
b) Menyepakati waktu dan tempat
2. Evaluasi dan dokumentasi
a. Evaluasi proses
Evaluasi dilakukan pada saat proses tak berlangsung, khususnya pada tahap kerja untuk
menilai kemampuan klien untuk melakukan tak. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan
klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi 1, dievaluasi kemampuan klien
memperkenalkan diri secara verbal dan nonverbal dengan menggunakan formulir evaluasi
berikut.
b. Kemampuan memperkenalkan diri
1) Kemampuan verbal
Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1 Menyebutkan nama lengkap
2 Menyebutkan nama panggilan
3 Menyebutkan asal
4 Menyebutkan hobi
Jumlah

2) Kemampuan nonverbal
Nama Klien
Aspek yang dinilai
Kontak mata
Duduk tegak
Menggunakan bahasa tubuh yang
sesuai
Mengikuti kegiatan dari awal sampai
akhir
Jumlah

Petunjuk
a) Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS.
b) Untuk tiap klien, semua aspek dimulai dengan memberi tanda [] jika ditemukan pada
klien atau tanda [x] jika tidak ditemukan.
c) Jumlahkan kemampuan yang ditemukan, jika nilai 3 atau 4 klien mampu, dan jika nilai
0, 1, atau 2 klien belum mampu.

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika tak pada catatan proses
keperawatan tiap klien. Misalnya, klien mengikuti sesi 1 TAKS, klien mampu
memperkenalkan diri secara verbal dan nonverbal, dianjurkan klien memperkenalkan diri
pada klien lain di ruang rawat (buat jadwal)

11.2 SESI 2 : TAKS Kemampuan Berkenalan


1. Langkah kegiatan
a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 1 TAKS
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

b. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
1) Memberi salam terapeutik
2) Salam dari terapis
3) Peserta dan terapis memakai papan nama
4) Evaluasi/validasi
5) Menanyakan perasaan klien saat ini
6) Menanyakan apakah telah mencoba memperkenalkan diri pada orang lain.
7) Kontrak
8) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berkenalan dengan anggota kelompok.
9) Menjelaskan aturan main berikut :
a) Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus minta izin kepada
terapis
b) Lama kegiatan 45 menit
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

c. Tahap kerja
1) Hidupkan laptop dan play musik dan edarkan bola berlawanan dengan arah jarum
jam
2) Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola mendapat
giliran untuk berkenalan dengan anggota kelompok yang ada disebelah kanan
dengan cara :
a) Memberi salam
b) Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi.
c) Menanyakan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi lawan bicara.
d) Dimulai oleh terapis sebagai contoh
3) Ulangi poin 1) dan 2) sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
4) Hidupkan kembali musik dan edarkan bola. Pada saat musik dimatikan, minta
pada anggota kelompok yang memegang bola untuk memperkenalkan anggota
kelompok yang disebelah kanannya kepada kelompok, yaitu : nama lengkap,
nama panggilan , asal dan hobi. Dimulai oleh terapis sebagai contoh.
5) Ulangi d sampai semua anggota mendapat giliran.
6) Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk
tangan.

d. Tahap Terminasi
1) Evaluasi
a) menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
b) memberi pujian atas keberhasilan kelompok
2) Rencana tindak lanjut
a) Menganjurkan tiap anggota kelompok latihan berkenalan
b) Memasukan kegiatan berkenalan pada jadwal kegiatan harian klien
3) Kontrak yang akan datang
a) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu bercakap-cakap tentang kehidupan
pribadi
b) Menyepakati waktu dan tempat

2. Evaluasi dan dokumentasi


a. Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses tak berlangsung, khususnya pada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi
2, dievaluasi kemampuan klien dalam berkenalan secara verbal dan nonverbal dengan
menggunakan formulir evaluasi berikut.
1) Kemampuan Berkenalan
a) Kemampuan verbal
Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1 Menyebutkan nama lengkap
2 Menyebutkan nama panggilan
3 Menyebutkan asal
4 Menyebutkan hobi
5 Menanyakan nama lengkap
6 Menanyakan nama panggilan
7 Menanyakan asal
8 Menanyakan hobi
Jumlah

b) Kemampuan nonverbal
Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1 Kontak mata
2 Duduk tegak
3 Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai
4 Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
Jumlah

Petunjuk
a) Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS.
b) Untuk tiap klien, semua aspek dimulai dengan memberi tanda [] jika ditemukan pada
klien atau tanda [x] jika tidak ditemukan.
c) Jumlahkan kemampuan yang ditemukan :
(1). Kemampuan verbal, disebut mampu jika mendapat nilai 6, disebut belum
mampu jika mendapat nilai 5
(2). Kemampuan nonverbal disebut mampu jika mendapat nilai 3 atau 4, disebut
belum mampu jika mendapat nilai 2.

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK pada catatan proses
keperawatan tiap klien. Misalnya, jika nilai klien 7 untuk verbal dan 3 untuk nonverbal,
catatan keperawatan adalah : klien mengikuti TAKS sesi 2, klien mampu berkenalan secara
verbal dan non verbal, anjurkan klien untuk berkenalan dengan klien lain, buat jadwal.
DAFTAR PUSTAKA

Kelaiat BA dan Akemat. (2005). Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta:EGC

Keliat BA, Panjaitan RA, Helena N, (2006). Proses Keperawatan KesehatanJiwa.Edisi 2.


Jakarta : EGC
Dosen Pengajar : Firmawati, S.Kep, Ns, M.Kep
Stase : Keperawatan Jiwa

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

SOSIALISASI

OLEH

KELOMPOK III
NERS ANGKATAN VI
PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO

2017

NAMA-NAMA KELOMPOK III

AGUS DALI
ARIF
ANDRI SAPUTRA PARAMATA
ANNA APRIANA S KONI
FAUZIA KASA
IDRUS
IMAN HIOLA
IKHWANUL ARIN MIFTAHUDDIN DAUD
JAMALUDIN IBRAHIM
NURFIEN ASMIKHA ODE
SITTI MARYAM ALULU
TISTIFAN PUTRI ANDRIANI PUHI
DWI UTARI
RANO
ANA