100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
583 tayangan3 halaman

PPK Stroke Ich

Panduan Praktek Klinis SMF Ilmu Bedah Saraf RSUD Dr Soetomo menyediakan pedoman diagnosa dan pengobatan hematoma intraserebral spontan. Panduan ini menjelaskan definisi, gejala klinis, kriteria diagnosa, pemeriksaan penunjang, dan pengobatan operatif maupun non-operatif untuk kondisi ini. Termasuk di dalamnya adalah pemeriksaan neurologis, hasil CT scan yang khas, dan pengaturan tekanan darah sebagai

Diunggah oleh

spirit
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
583 tayangan3 halaman

PPK Stroke Ich

Panduan Praktek Klinis SMF Ilmu Bedah Saraf RSUD Dr Soetomo menyediakan pedoman diagnosa dan pengobatan hematoma intraserebral spontan. Panduan ini menjelaskan definisi, gejala klinis, kriteria diagnosa, pemeriksaan penunjang, dan pengobatan operatif maupun non-operatif untuk kondisi ini. Termasuk di dalamnya adalah pemeriksaan neurologis, hasil CT scan yang khas, dan pengaturan tekanan darah sebagai

Diunggah oleh

spirit
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN PRAKTIK KLINIS

SMF. Ilmu Bedah Saraf


RSUD Dr Soetomo, Surabaya
2016

HEMATOMA INTRASEREBRAL SPONTAN


ICD-10: I61.0
1. Pengertian Kumpulan darah, dalam parenkim otak. Ini dapat merupakan perdarahan-perdarahan kecil
(Definisi) yang menyatu, atau cedera pembuluh darah yang cukup besar.
2. Anamnesis Didapatkan nyeri kepala
Didapatkan gangguan neurologis (amnesia, penurunan kesadaran, kejang, dll.)
Didapatkan faktor resiko : hipertensi, diabetese mellitus
3. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Fisik Umum
(pemeriksaan dengan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi)
Pemeriksaan fisik pertama kali diutamakan pada evaluasi A (airways), B
(breathing), dan C (circulation)
Pemeriksaan lain
Darah tinggi. Gangguan Jantung. Gangguan Ginjal

Pemeriksaan Neurologis
1. Tingkat kesadaran Glasgow Coma Scale (GCS)
2. Saraf II-III, lesi saraf VII perifer
3. Fundoskopi dicari tanda-tanda edema pupil, retinal detachment
4. Motoris & sensoris, bandingkan kanan dan kiri, atas dan bawah
5. Autonomis
4. Kriteria Diagnosis 1. Anamnesis sesuai diatas
2. Pemeriksaan klinis sesuai diatas
3. Pemeriksaan imaging sesuai di atas
5. Diagnosis Kerja Hematoma Intraserebral (ICD 10: I61.0)
6. Diagnosis Banding - Trauma
- Epileptic fits
- Keracunan obat
- Penyakit metabolik
7. Pemeriksaan X-foto thoraks:
Penunjang 6. Mencari kemungkinan kelainan jantung
CT Scan Kepala:
7. Gambaran hiperedens berbentuk bikonveks
8. Bisa disertai dengan gambaran perdarahan di ventrikel
X-foto lain-lain menurut keperluan
8. Terapi Regulasi Tekanan Darah
- Bila SBP>200 mmHg atau MAP>150 mmHg maka dianjurkan reduksi cepat
tekanan darah menggunakan OAH intravena kontinyu dan monitoring setiap 5
menit (Grade 2C)
- Bila SBP >180 mmHg atau MAP >130 mmHg disertai tanda-tanda peningkatan
TIK maka pemberian OAH secara intermitten atau kontinyu dengan target CPP
61-80 mmHg (Grade 2C)
- Bila SBP>180 mmHg atau MAP>130 mmHgtanpa disertai tanda-tanda
penongkatan TIK maka target BP adalah 160/90 menggunakan OAH intravena
secara intermitten atau kontinyu dengan observasi setiap 15 menit (Grade 2C)
Operatif:
EVD
Indikasi untuk pasien dengan intraventrikular haemmorhage dengan defisit neurologis.
EVD bilateral bisa saja dikerjakan bila perdarahan membuntu foramen monroe.
EVD untuk Hidrocephalus karena SAH pada pasien dengan penurunan kesadaran dan
terbukti ada peningkatan TIK. Pasien dengan hidrocephalus yang tidak membaik dalam
waktu 24 jam.
ICH fossa Posterior
diameter > 3 cm dengan deteriosisasi neurologis atau kompresi brain stem dan/atau
hidrosephalus karena obstruksi ventrikel direkomendasikan untuk dilakukan evakuasi
perdarahan (Grade 1B)
ICH Supratentorial

Panduan Praktek Klinis _ SMF Ilmu Bedah Saraf RSUD Dr Soetomo_Surabaya


Volume > 30cc dengan jarak 1 cm dari permukaan. Evakuasi berikutnya dalam 96 jam
setelah operasi pertama tidak direkomendasikan. Tindakan bedah tidak disarankan
pada pasien dengan kesadaran penuh atau koma dalam, pasien dalam intermediete
level/stupor merupakan kandidat operasi. Hal lain yang mendukung tindakan
pembedahan
Kejadian baru
Deteriorisasi neurlogis progresif
Lokasi dari perdaran dekat dengan permukaan korteks
Lokasi di hemisfer non dominan.
Non Operatif:
- Hematoma yang kecil dan tidak memberikan efek masa (midlineshift< 0,5 cm),
juga tidak memberikan gejala klinik.
- Cedera difus tersebar
- Perawatan di ruangan
- Observasi GCS, pupil, lateralisasi, dan faal vital.
- Optimalisasi, stabilisasi faal vital, menjaga mantapnya suplai O2 ke otak.
- Sirkulasi : cairan infus berimbang NaCl-glukosa, dicegah terjadinya overhidrasi,
bila sudah stabil secara bertahap di ganti cairan / nutrisi enteral / pipa lambung.
- Penderita stroke perdarahan dengan lesi yang tidak memerlukan evakuasi dan
penderita dengan gangguan analisa gas darah dirawat dalam respirator.
- Mempertahankan perfusi otak, memposisikan kepala head up sekitar 30, dengan
menghindari fleksi leher.
- Kateter buli-buli diperlukan untuk mencatat produksi urine, mencegah retensi
urine, mencegah tempat tidur basah (dengan demikian mengurangi risiko
dekubitus).
- Cairan hipertonik (mannitol 20%), bila tampak edema atau cedera yang tidak
operable pada CT Scan. Manitol dapat diberikan sebagai bolus 0,5 1 g/kg. BB
pada keadaan tertentu, atau dosis kecil berulang, misalnya (4-6) x 100 cc
manitol 20% dalam 24 jam. Penghentian secara gradual.
- Analgesik, anti inflamasi, antipiretika : asam mefenamat, paracetamol 3-4 kali
sehari 500 mg atau Na diklofenac 2-3 x sehari 50 mg pada dewasa atau.
- Antisida dan atau antagonis H2
- Antiepileptikum diberikan pada penderita dengan resiko tinggi terjadinya kejang
yakni: COB, laserasi otak, fraktur depresi, ICH. Phenitoin (PHT) profilaksis
dengan dosis 300 mg/hari atau 5-10 mg kg BB/hari selama 10 hari. Bila telah
terjadi kejang, PHT diberikan sebagai terapi.
9. Edukasi Penjelasan kepada pasien dan keluarganya:
Perjalanan penyakit dan komplikasi yang mungkin terjadi
Terapi dan tindakan yang akan diberikan beserta keuntungan dan kerugian
Tata cara perawatan dan dokter yang merawat
Memerlukan perawatan pasca operasi untuk pemulihan fungsi neurologis yang
terganggu, melalui program rehabilitasi medik
10. Prognosis Prognosis dipengaruhi:
- Usia (< 50 tahun)
- GCS awal
- Jarak antara kejadian dan tindakan bedah
- Edema cerebri
- Lokasi hematom
- Faktor ekstrakranial
11. Penelaah kritis 1. Prof. Dr. Abdul Hafid Bajamal, dr., Sp.BS
2. Dr. Agus Turchan, dr., Sp.BS
3. Dr. M. Arifin Parenrengi, dr., Sp.BS
4. Dr. Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS
5. Dr. Eko Agus Subagyo, dr., Sp.BS
6. Dr. Asra Al Fauzi, dr., Sp.BS
7. Wihasto Suyaningtyas, dr., Sp.BS
8. Muhammad Faris, dr., Sp.BS
9. Rahadian Indarto, dr., Sp.BS
10. Achmad Fahmi, dr., Sp.BS
11. Nur Setiawan Suroto, dr., Sp.BS
12. Irwan Barlian Immadoel Haq, dr, Sp.BS
13. Tedy Apriawan, dr., Sp.BS
14. Heri Subianto, dr., Sp.BS
12. Indikator Medis Perbaikan status neurologis.

Panduan Praktek Klinis _ SMF Ilmu Bedah Saraf RSUD Dr Soetomo_Surabaya


13. Kepustakaan 1. Rordorf, G, McDonald, C. 2013.Spontaneous Intracerebral Hemorrhage:
Pathogenesis, Clinical Features, and Diagnosis. Wolters Kluwe.
2. Rordorf, G, McDonald, C. 2014.Spontaneous Intracerebral Hemorrhage:
Treatment and Prognosis. Wolters Kluwe
3. Ohwaki K, Yano E, Nagashima H, Hirata M, Nakagomi T, Tamura A. Blood
pressure management in acute intracerebral hemorrhage: relationship between
elevated blood pressure and hematoma enlargement. Stroke. 2004;35(6):1364.

Surabaya, Oktober 2015


Ketua Komite Medik Ketua SMF Ilmu Bedah Saraf

Prof. Dr. Doddy M. Soebadi, dr.SpB, SpU(K) Dr. Agus Turchan, dr., Sp.BS
Pembina Utama Madya Pembina Utama Madya
NIP. 19490906 197703 1 001 NIP. 19590710 198610 1 002

Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya,

Harsono , dr
Pembina Utama Madya
NIP. 19560703 198312 1 001

Panduan Praktek Klinis _ SMF Ilmu Bedah Saraf RSUD Dr Soetomo_Surabaya

Anda mungkin juga menyukai