Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

SEMINAR MANAJEMEN
(Perencanaan Bisnis/Business Plan)

Anggota Kelompok :
Rahma Dewi Amalia
Intan Marcelina
Titis Maylina
Syalom Valentina
Key Rifaldy

306 Manajemen

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA
JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Taufik dan
Hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tentang Perencanaan Bisnis
(Business Plan), guna memenuhi tugas Mata Kuliah Seminar Manajemen.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan
karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, oleh karena itu kritik dan saran sangat
diharapkan demi menyempurnakan makalah ini. Akhir kata, penulis berharap semoga
makalah ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.

Bekasi, 25 Mei 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Perencanaan bisnis merupakan langkah awal yang menunjukkan bahwa seseorang
serius untuk berwirausaha dan untuk menghindari faktor-faktor yang menyebabkan
kegagalan, serta mengantisipasi setiap tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan
usaha. Rencana usaha harus dibuat karena perencanaan merupakan titik awal dari suatu
kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam
pelaksanaan. Disamping itu pembuatan rencana usaha menunjukkan sikap yang kurang
sungguh-sungguh dalam berusaha dan komitmen yang kuat untuk menjalankan usahanya
sehingga tidak mudah menyerah dan putus asa ketika menghadapi setiap kendala dan
resiko usaha.
Oleh karena itu diperlukan suatu gerakan untuk memberikan sosialisasi tentang cara
untuk mampu memulai dan menyiapkan usaha baru. Hal tersebut yang kemudian
menjadikan penulis untuk membuat makalah tentang perencanaan bisnis (business plan).

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka kami mengidentifikasikan
permasalahan dalam makalah ini sebagai berikut:
1) Apa yang dimaksud dengan perencanaan bisnis (Business Plan) ?
2) Apa alasan pentingnya penyusunan perencanaan bisnis (Business Plan) ?
3) Apa fungsi dan manfaat perencanaan bisnis (Business Plan) ?
4) Apa langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan bisnis (Business Plan) ?
5) Apa aspek-aspek yang ada dalam perencanaan bisnis (Business Plan) ?
6) Apa unsur-unsur perencanaan bisnis (Business Plan) ?
7) Apa saja kesalahan yang ada dalam perencanaan bisnis (Business Plan) ?

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menjabarkan apa itu perencanaan
bisnis (business plan) dan manfaat perencanaan bisnis serta tujuan dan hal-hal lainnya
yang menyangkut tentang perencanaan bisnis (business plan).
1.4. Manfaat Penulisan

Makalah ini dibuat dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami
bagaimana Menyusun Perencanaan Bisnis yang Baik. Sehingga dengan adanya makalah
ini pembaca dapat menambah pengerahuan mengenai perencanaan bisnis (business plan)
dan dapat dijadikan sebagai bahan tukar pendapat bahkan saran yang membangun agar
dapat memperluas lagi pengetahuan mengenai perencanaan bisnis (business plan).
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Perencanaan Bisnis (Business Plan)


Menurut Siagian (1994), Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan
penetuan secara matang dari pada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang
dalam rangka pencapaian yang telah ditentukan. Sedangkan menurut Terry (1975),
Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta
menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan
menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan
untuk mencapai suatu hasil tertentu. Menurut Mahmud Machfoedz Bisnis adalah usaha
perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk
mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan konsumen.
Perencanaan bisnis (business plan) merupakan pedoman untuk mempertajam rencana-
rencana yang diharapkan. Karena di dalam perencanaan bisnis ini dapat diketahui posisi
perusahaan saat ini, arah dan tujuan perusahaan dan cara mencapai sasaran yang ingin di
capai perusahaan. Perencanaan bisnis (business plan) merupakan penelitian mengenai
kegiatan organisasi sekarang dan yang akan datang dan menyusun kegiatan untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan.
Perencanaan bisnis sangat erat hubungannya dengan wirausaha, sebab perencanaan bisnis
ini dibuat agar hasil penciptaan usaha yang dibuat mendekati dengan kenyataannya. Agar
perusahaan dapat berjalan dengan benar dan sesuai dengan harapan, maka seorang
wirausaha harus menyusun perencanaan bisnis dengan baik. Diharapkan dengan
perencanaan bisnis yang baik maka perencanaan dengan kenyataannya memiliki
perbedaan yang cukup kecil. Karena itu perencanaan bisnis ini dapat digunakan sebagai
pedoman penciptaan usaha.
Kesimpulannya Perencanaan bisnis (business plan) adalah dokumen tertulis yang
disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur yang relevan baik internal
maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai pada waktu usaha. Adapun isinya
sering merupakan perencanaan terpadu menyangkut pemasaran, permodalan, operasional
dan sumber daya manusia.

2.2. Alasan Pentingnya Penyusunan Perencanaan Bisnis (Business Plan)


Menurut Bygrave, (1994:115) ada beberapa alasan penting mengapa orang harus
menyusun perencanaan usaha:
1) Untuk Menunjukkan Bahwa Bisnis Ini Layak Dan Menguntungkan
Perencanaan usaha akan membuat kita dapat melihat dengan jelas apakah usaha
yang dijalankan nanti memiliki keberhasilan yang tinggi dan juga harus bisa
menyakinkan orang lain tidak akan merugi bila melakukan kerjasama dengan anda.
2) Untuk Mendapatkan Pembiayaan Bank
Dengan adanya perencanaan usaha yang jelas akan memudahkan kita untuk mencari
bantuan kerjasama dari berbagai pihak karena didalam perencanaan usaha
menunjukkan aspek keuangan,dan aspek pemasaran yang hal tersebut akan
memudahkan kita mendapat dukungan berupa pinjaman melalui bank.
3) Untuk Mendapatkan Dana Investasi
Perencanaan usaha yang jelas juga memungkinkan kita untuk mendapatkan
pinjaman melalui pihak-pihak lain yang potensial yang akan mendukung pemenuhan
investasi usaha kita.
4) Untuk Mengatur Dengan Siapa Harus Bekerjasama
Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain yang
sudah ada dan saling menguntungkan misalnya dari para produsen yang dapat
diharapkan memasok barang buat perusahaan anda.
5) Untuk Mendapatkan Kontrak Besar
Perencanaan yang baik menarit minat perusahaan-perusahaan yang lebih besar
memberi pekerjaan atau kontrak yang dapat dikerjakan oleh perusahaan anda.
6) Untuk Menarik Tenaga Kerja Inti
Mungkin saja anda memerlukan orang orang yang mempunyai kemampuan untuk
menduduki posisi kunci dalam perusahaan anda namun anda harus berhati-hati
menerima orang-orang tertentu yang dapat pula menjerumuskan perusahaan anda
yang baru berdiri.
7) Untuk Memotivasi Dan Fokus
Perencanaaan yang baik menjamin adanya perhatian yang fokus pada tujuan dari
berbagai personil yang ada dalam perusahaan. Sebab sebuah perusahaan akan
bertumbuh makin lama makin komplek sehingga business plan menjadi komponen
yang sangat penting bagi setiap oranguntuk tetap berpijak pada arah yang benar.

2.3. Fungsi dan Manfaat Perencanaan Bisnis (Business Plan)

Berikut adalah beberapa manfaat dalam perencanaan bisnis (business plan) adalah
sebagai berikut :

1) Membantu dalam Permodalan


Business plan bisa menggambarkan kesiapan calon pengusaha yang terjun
langsung dalam dunia bisnis. Seberapa dalam calon pengusaha tersebut
mengetahui bisnis yang sedang dirancang. Hal itu telihat dari seberapa kompleks
dan rinci rencana bisnis yang disusun. Calon investor atau lembaga keuangan
pemberi kredit akan melihat kesiapan calon pengusaha dari rencana yang disusun.
Business plan akan memperlihatkan apakah bisnis yang sedang direncanakan
tersebut realistis untuk dijalankan dan seberapa cepat investasi yang ditanamkan
akan mencapai break even point dan berapa lama pay back period dari bisnis yang
direncanakan.

2) Membantu dalam memutuskan apakah akan melanjutkan usaha atau berhenti

Business plan tak ubahnya seperti rambu-rambu lalu lintas yang bisa
digunakan untuk memutuskan apakah bisnis yang sedang dijalani on the track atau
sesuai dengan yang direncanakan. Misalnya, apakah parameter-parameter
keuangan yang ada telah tercapai. Bila belum tercapai, mengapa hal itu bisa
terjadi. Bagian proses bisnis mana yang salah dan perlu diperbaiki. Melalui
business plan, akan diketahui proses pemasukan dan pengeluaran bisnis yang
sedang dijalani. Adakah dari proses pemasukan dan pengeluaran tersebut yang
aneh atau ada ketidak efisienan dari pos-pos pemasok dan pengeluaran tersebut.
Bila terdapat pos pengeluaran yang bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan,
wirausahawan akan dengan mudah melakukan penyesuaian.

3) Membantu Mengembangkan Ide Bisnis

Business plan bisa dikatakan merupakan salah satu sarana sistematis dalam
mempertajam ide bisnis. Dengan bantuan business plan, maka ide-ide bisnis akan
lebih terencana dan sistematis. Melalui pendekatan-pendekatan standar pembuatan
business plan, akan diketahui siapa saja pasar atau konsumen potensial,
bagaimana proses pemasarannya, serta bagaimana proses operasional dari bisnis
yang sedang dijalani.
4) Dapat Mengetahui Kendala-Kendala Bisnis yang Dijalankan

Menanam modal pada sebuah bisnis memang seperti melakukan taruhan.


Taruhan akan jumlah modal yang ditanamkan: apakah uang yang ditanamkan akan
memberikan keuntungan maksumal atau kerugian. Nah, dengan membuat business
plan akan diketahui secara jelas bagaimana proses bisnis yang dirancang.
Bagaimana pola pemasaran yang akan dilakukan, bagaimana proses
operasionalnya, serta bagaimana kelimpahan tanggung jawab dalam organisasi
bisnis.

5) Memberikan Gambaran Tujuan yang Jelas

Dalam dunia bisnis, gerak langkah sebuah perusahaan harus didefinisikan


dengan jelas. Apa saja tujuan jangka pendek dan panjang perusahaan., bagaimana
langkah-langkah yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Hal ini
tentu saja bermanfaat tidak saja untuk lingkungan internal perusahaan/bisnis atau
calon investor (lingkungan eksternal). Nah, dengan adanya business plan,
pengusaha dapat membuat gambaran dan arah yang jelas terhadap pengelolaan
bisnis.

6) Memberi Gambaran Terhadap Calon Konsumen dan Investor

Pada perencanaan pemasaran yang terdapat dalam business plan, dijelaskan


bagaimana posisi produk atau jasa relatif terhadap pesaing. Segmen pasar mana
yang akan dibidik oleh pengusaha. Hal ini sebenarnya berkaitan erat dengan
pendefinisian calon konsumen yang hendak disasar. Bagaimana cara merayu
mereka agar mau membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

Rencana bisnis memberikan benefit sebagai berikut :


Bagi entrepreneur :
1) Menguraikan waktu, usaha, riset dan disiplin yang dibutuhkan untuk bisnis tersebut.
2) Berbagai analisis menempatkan entrepreneur untuk teliti dan berhati-hati.
3) Membantu mengembangkan dan menentukan strategi operasi dan hasil yang
diharapkan.
4) Menyediakan benchmark.
5) Sebagai alat komunikasi untuk investor.

Bagi pemilik dana :


1) Menguraikan potensi pasar dan rencana untuk mengamankan pasar.
2) Mengilustrasikan kemampuan untuk memenuhi kewajiban.
3) Mengidentifikasi resiko kritis dan peristiwa krusial serta rencana kontingensi.
4) Menyediakan informasi untuk evaluasi bisnis dan keuangan.
5) Panduan untuk menilai kemampuan perencanaan dan manajerial entrepreneur.

Bisnis plan sangat bermanfaat untuk mengarahkan bisnis kita dan memiliki beberapa
fungsi yang akan membantu kita dalam menjalankan usaha. Diantara fungsinya adalah:
1) Sebagai rencana aksi (Action Plan)
Ketika akan memulai sebuah usaha diperlukan adanya rencana aksi. Tanpa
adanya rencana tindakan, kita bingung apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Terkadang karena kebanyakan teori akan membuat kita bingung dari mana harus
memulai. Hal inilah yang sering dialami terutama oleh orang yang berpendidikan dan
bergelar. Dia sering lambat dalam mengambil keputusan karena banyak pertimbangan
dan terlalu hati-hati sehingga dia tidak segera mulai. Berbeda dengan orang yang
tidak terlalu banyak dicekoki oleh teori-teori yang muluk-muluk, biasanya dia lebih
banyak bertindak dan mencoba.
2) Sebagai peta jalan ( Road Map)
Bisnis plan juga berfungsi sebagai peta jalan kita. Dengan adanya peta kita
akan tahu ke mana arah yang akan dituju dan jalan mana yang terbaik yang harus
ditempuh. Dengan adanya peta kita akan mendapatkan gambaran yang menyeluruh
dari perjalanan kita. Peta jalan akan membuat kita bisa memperkirakan dan
memprediksi berapa lama kita akan sampai di tujuan dan rintangan apa saja yang
menghadang di depan kita. Orang yang punya peta akan lebih mantap dalam
melangkah dan akan lebih cepat sampai di tujuan.
3) Sebagai alat penjualan ( Sales Tool)
Rencana bisnis juga berfungsi sebagai alat penjulan kita terutama kepada
investror. Dengan adanya bisnis plan maka investor akan bisa memprediksi bisnis kita
apakah akan menguntungkan atau merugikan. Sehingga bisnis plan akan
mempermudah investor dalam mengambil keputusan, apakah dia akan berinvestasi
atau tidak.

2.4. Langkah-Langkah dalam Penyusunan Perencanaan Bisnis (Business Plan)


Perencanaan bisnis umumnya berbentuk dokumen tertulis yang berisi informasi detail
terkait usaha Anda. Mulai dari visi, misi, tujuan, strategi, kelebihan, kelemahan,
segmentasi dan sebagainya. Jika Anda bisa menyusunnya dengan tepat dan ideal juga jadi
poin plus dalam mendapatkan investor potensial. Nah, sebagai panduan Anda menyusun
rencana bisnis, berikut akan dijelaskan 7 langkah tepat dan idealnya. Setiap langkah
sangat penting dan saling terkait satu dengan lainnya. Anda bisa menerapkannya sebelum
memulai bisnis usaha di bidang yang diinginkan.
1) Deskripsikan Bisnis secara Singkat, Detail dan Jelas
Langkah pertama menyusun perencanaan bisnis ialah menggambarkan bidang
usaha yang akan dijalankan. Buat daftar yang singkat, detail dan jelas tentang produk/
jasa yang akan Anda lakukan. Termasuk potensi usaha tersebut saat ini dan di masa
mendatang. Sertakan juga peluang pasar, manfaat untuk konsumen, tempat produksi
dan memasarkan, kendala serta tantangan. Langkah ini untuk memudahkan Anda
menyelesaikan masalah dan urusan yang perlu di atasi sebelum memasarkan produk/
jasa.

2) Lakukan Analisa Pasar


Anda perlu memahami seluruh aspek yang memiliki kaitan erat dengan pasar.
Hal ini sangat berguna untuk menentukan target pembeli dan target penjualan dalam
perencanaan bisnis. Buatlah analisa pasar yang berisi informasi detail tentang
kebutuhan konsumen, cara bisnis Anda bertemu pasar, mengiklankan, penyaluran
bisnis ke konsumen hingga besaran dana yang akan dikeluarkan.
3) Analisa Pesaing
Jangan lupa untuk mengenal lebih dalam pesaing bisnis Anda di pasar yang
sama. Lakukan analisa dan ketahui apa kekuatan serta kelemahan dari produk/ jasa
yang dimiliki pesaing. Dari kekuatan pesaing, Anda bisa membuat strategi pemasaran
yang unik dan berbeda. Gunakanlah strategi yang tidak mudah ditiru dan menghadang
mereka memasuki jalan Anda. Sementara dari kelemahan, bisa jadi tolak ukur
membuat produk/ jasa yang lebih baik dari pesaing. Satu hal yang pasti, tetaplah jujur
dan bertindak realistis pada pihak yang menjadi sumber dana bisnis Anda
4) Gambarkan Desain dan Pengembangan
Menyusun perencanaan bisnis juga perlu membuat gambaran desain dan
pegembangan. Hal ini bisa menunjukkan tahap perencanaan dan grafik
pengembangan dalam onteks penjualan dan produksi. Gambaran ini juga sangat
bermanfaat untuk membuat rencana anggaran sesuai kebutuhan.
5) Gambarkan Operasional dan Manajemen
Untuk langkah yang ini fungsinya ialah untuk keberlanjutan bisnis Anda.
Gambaran rencana operasional dan manajemen berfokus pada logistik. Seperti
pembagian tugas dan tanggung jawab tim manajemen, prosedur penugasan,
pengeluaran operasional dan anggaran yang dibutuhkan. Anda juga perlu
menonjolkan pengalaman tim manajemen untuk membangun hubungan dengan
investor. Para investor tentu ingin tahu kemampuan dna kekuatan tim dalam memulai
usaha dan mengembangkannya.
6) Faktor Pembiayaan
Faktor terkait pembiayaan jadi salah satu poin penting dalam perencanaan
bisnis. Buat informasi keuangan yang cermat dan rinci terkait sumber serta
pengelolaan anggaran. Anda wajib membuat informasi keuangan dari awal usaha
hingga masa depan. Termasuk laporan keuangan, kas tahunan dan pencapaian yang
diinginkan terkait keuangan.
7) Ringkasan Bisnis
Langkah terakhir ialah ringkasan yang berisi kesimpulan dari perencanaan
bisnis Anda. Agar berjalan dengan lancar, Anda bisa mencantumkan jadwal waktu
pada tiap langkah di atas. Membuat perkiraan waktu sangat efektif mendukung hal
penting dalam aktifitas memulai usaha.
Untuk investor, susunlah perencanaan bisnis Anda dengan baik dan tepat agar
nyaman dibaca dan mudah dipahami. Bagian ringkasan biasanya cukup dalam 1 atau
2 halaman saja.

2.5. Aspek-Aspek yang Ada Dalam Perencanaan Bisnis (Business Plan)


Aspek-aspek rancangan dan uraian produk , ( memuat gambaran umum produk dari
aspek substansi produk, tampilan produk siap jual, dan fungsi produk ). Aspek-aspek
tersebut adalah sebagai berikut :
a) Aspek pemasaran
1) Sasaran pemasaran , meliputi :
a. Daerah pemasaran( lokasi pasar, jenis, dan jumlah pelanggan serta pesaing di
lokasi pasar ).
b. Situasi pasar ( segmentasi pasar, target pasar dan posisi pasar disbandingkan
dengan pesaing yang berada di daerah pasar ).
c. Proyeksi permintaan ( jumlah permintaan dalam setiap periode / siklus untuk
setiap jenis pelanggan, dan proyeksi peningkatanya dalam setiap periode /
siklus )
d. Strategi dan taktik pemasaran ( uraian masing-masing dari bauran pemasaran
berdasarkan spesifikasi usaha / produk dan unggulan serta kelemahanya
dibandingkan dengan bauran pemasaran perusahaan pesaing ) meliputi :
Produk, Harga, Distribusi, dan Promosi.
2) Penganggaran pemasaran (uraian beradasarkan rencana biaya yabg di
alokasikan untuk investasi dan biaya untuk operasional pemasaran dalam satu
siklus serta proyeksi peningkatanya sejalan dengan peningkatan penawaran
untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar.

b) Aspek produksi
1) Pengadaan bahan (menyangkut jenis, volume, harga sumber (daerah) pasokan
bahan,proses pengadaan bahan, serta proyeksi peningkatanya dalam setiap
periode/ siklus produksi)
2) Kebutuhan sumber daya produksi (uraian mengenai sumber daya produksi
meliputi bangunan, peralatan/mesin, dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
melaksanakan aktivitas produksi, berkaitan dalam jumlah , kualitas, nilai, serta
proses pengadaanya)
3) Proses produksi (proses produksi masing-masing jenis produk yang disertai
dengan bagan proses produksi)
4) Perkiraan jumlah produksi (jumlah produksi yang akan dihasilkan dan
ditawarkan dalam setiap periode/siklus untuk setiap jenis produk , dan proyeksi
peningkatanya dalam setiap periode/ siklus).
5) Penganggaran produksi (uraian berdasarkan rencana biaya produksi yang
dialokasikan untuk investasi dan baiaya untuk operasional produksi dalam satu
siklus dan proyeksi peningkatanya sejalan dengan peningkatan produksi untuk
memenuhi peningkatan permintaan pasar.

c) Aspek organisasi dan manajemen


1) Organisasi (uraian mengenai identitas perusahaan nama, alamat, dan logo
perusahaan, visi dan misi perusahaan, bentuk organisasi perusahaan, struktur
organisasi perusahaan dan perizinan usaha)
2) Manajemen (uraian mengenai pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen planning ,
organizing, staffing, directing, controlling, untuk pelaksanaan setiap lima aspek
usaha)
3) Penganggaran organisasi dan manajemen (uraian berdasarkan rencana biaya
yang di alokasikan untuk investasi dan biaya untuk operasional organisasi dan
manajemen perusahaan dalam satu siklus serta proyeksi peningkatanya sejalan
dengan peningkatan produksi untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar)

d) Aspek pengendalian dampak lingkungan


1) Limbah (uraian mengenai limbah yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan
yang terdiri atas limbah cair, padat, gas dan suara)
2) Dampak biofisik (uraian mengenai dampak positif dan negative terhadap
lingkungan biofisik disekitarnya yang akan timbul sebagai akibat aktivitas
perusahaan, dan langkah langkah yang diambil apabila terjadi dampak negatif)
3) Dampak social budaya (uraian mengenai dampak positif dan negative terhadap
lingkungan sosisal budaya disekitarnya yang akan timbul sebagai akibat
aktivitas perusahaan, dan langkah langkah yang diambil apabila terjadi dampak
negatif)
4) Penganggaran pengendalian dampak lingkungan (uraian berdasarkan rencana
biaya yang di alokasikan untuk investasi dan biaya untuk operasional
pengendalian dampak lingkungan dalam satu siklus dan proyeksi peningkatanya
sejalan dengan peningkatan aktivitas perusahaan)

e) Aspek keuangan / modal


a) Kebutuhan modal awal (uraian kebutuhan modal awal operasi perusahaan yang
terperinci berdasarkan modal investasi dan modal kerja , serta sumber sumber
perolehanya)
b) Proyeksi neraca
c) Proyeksi laba rugi
d) Proyeksi arus kas
e) Analisis rasio keuangan

f) Aspek Resiko Kritis


Data aspek ini diidentifikasi beberapa masalah yang berkaitan dengan dampak
dari trend yang menguntungkan data industri, biaya desain dan potensi pesaing-
pesaing baru yang belum diperhitungkan

2.6. Pertimbangan Dalam Pembuatan Perencanaan Bisnis


Adapun pertimbangan-pertimbangan yang menyertai pembuatan perencanaan bisnis
adalah sebagai berikut:
1) Identifikasi dan analisis kesempatan dan peluang bisnis yang terbuka
2) Identifikasi potensi-potensi yang tersimpan dalam peluang dan analisis seberapa
layak peluang itu dapat dimanfaatkan
3) Dengan gambaran tentang kesempatan dan peluang yang terbuka tersebut
menghasilkan interpretasi yang berbeda diantara para wirausahawan. Perbedaan
tersebut akan menghasilkan ide-ide bisnis yang beragam
4) Mengungkapkan faktor-faktor yang dibutuhkan dan terkait dengan bisnis agar bisnis
yang sedang dirancang ddapat berhasil, misalnya faktor pasar yang jelas, kualitas
produk dan kualitas pelayanan

2.7. Faktor Yang Harus Dihindari Dalam Penyusunan Perencanaan Bisnis.


Faktor-faktor yang perlu dihindari dalam pembuatan business plan adalah sebagai
berikut:
a) Proyeksi finansial didasarkan pada standar dan norma yang telah kadaluarsa. Harus
selalu diingat bahwa standar keuangan itu bersifat dinamis, berubah-ubah dari waktu
ke waktu.
b) Proyeksi bisnis yang tidak realistis dan sulit dijalankan, meskipun nampak menarik
dan menjanjikan. Misalnya ide bisnis warnet di daerah yang terbatas pemakaian
listriknya.
c) Membutuhkan teknologi canggih yang cukup rumit dan sulit untuk dioperasikan
sehingga mempersulit keberlangsungan bisnis karena diperlukan teknik khusus dan
operator trampil yang sulit disediakan.

2.8. Tujuan Menyusun Perencanaan Bisnis.


Berikut adalah tujuan dalam menyusun perencanaan bisnis :
a) Menyatakan bahwa anda merupakan pemilik dan pemegang inisiatif dalam
membuka usaha baru. Anda yakin usaha itu akan berhasil dan juga harus
menyakinkan orang lain bahwa ia tidak akan merugi bila bekerja sama dengan anda.
Dengan adanya bantuan kerja sama dari berbagai pihak, diharapkan usaha anda akan
maju dengan pesat. Bantuan yang diharapkan itu, antara lain berupa pinjaman
melalui bank atau pinjaman melalui pihak-pihak lain yang potensial.
b) Mengatur dan membentuk kerja sama yang saling menguntungkan dengan
perusahaan-perusahaan yang sudah ada, misalnya dengan para perusahaan produsen
(pemasok barang), perusahaan konsumen (pengguna jasa atau barang).
c) Mengundang orang-orang yang berpotensi atau mempunyai keahlian untuk
bergabung bekerja sama dengan anda. Mungkin saja anda memerlukan orang-orang
yang berkemampuan untuk menduduki posisi kunci dalam perusahaan, tetapi anda
harus berhati-hati menerima orang-orang tertentu yang dapat pula menjerumuskan
perusahaan anda yang baru berdiri.
d) Melakukan merger dan akuisisi misalnya anda menjual perusahaan ke perusahaan
besar, perusahaan besar tersebut harus membaca bussiness plan anda atau mungkin
juga anda ingin membeli perusahaan lain. Dengan begitu business plan yang anda
susun dapat memberikan keyakinan kepada perusahaan lain yang akan diakuisisi.
e) Menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai personel yang ada dalam perusahaan
sebab sebuah perusahaan akan bertumbuh kompleks sehingga business plan menjadi
komponen yang sangat penting bagi setiap orang untuk tetap berpijak pada arah
yang benar.

2.9. Alasan Menerapkan Perencanaan Bisnis.


1) Sebagai blue print yang akan dijalankan dalam pengoperasian bisnis. Hal ini
menolong anda agar tetap kreatif dan berkonsentrasi pada tujuan yang ditetapkan.
2) Sebagai alat untuk mencari dana sehingga berhasil dalam bisnis.
3) Sebagai alat komunikasi untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, dan
penyandang dana. Dengan adanya business plan, mereka akan memahami tujuan dan
cara operasional bisnis.
4) Sebagai alat untuk manajer dalam mengetahui langkah-langkah praktis dalam
menghadapi dunia persaingan dan dalam membuat promosi agar perusahaan lebih
efektif.
5) Membuat pengawasan lebih mudah dalam pengoperasiannya, apakah mengikuti atau
sesuai dengan rencana atau tidak.

2.10. Format Perencanaan Bisnis


1) Ringkasan Eksekutif
Berisi mengenai nama, alamat, dan nomor telepon perusahaan serta orang
orang penting dalam perusahaan. Menjelaskan uraian singkat mengenai
perusahaan, produk dan jasanya, serta masalah pelanggan yang mereka pecahkan.
Menjelaskan uraian singkat mengenai pasar bagi produk dan jasa serta strategi
yang akan mengantarkan perusahaan menuju kesuksesan. Menjelaskan uraian
singkat mengenai pengalaman manajemen dan pengalaman teknis orang-orang
penting di perusahaan. Berisi pernyataan singkat mengenai kebutuhan dana dan
cara penggunaannya dan bagan serta tabel yang memperlihatkan pokok-pokok
perkiraan keuangan.
2) Pernyataan Visi dan Misi
Berisi visi wirausahawan terhadap perusahaan dan nilai-nilai dan prinsip apa
yang dianut perusahaan.
3) Sejarah Perusahaan
Menjelaskan sejarah perusahaan dari siapa pendiri perusahaan, pokok-pokok
mengenai keuangan dan operasional serta prestasi yang telah dicapai.
4) Profil Bisnis dan Industri
Profil bisnis membahas mengenai analisis industri seperti latar belakang dan
tinjauan industry, tren yang penting, tingkat pertumbuhan, dan faktor kunci
kesuksesan dalam industri. Membahas pandangan untuk tahap-tahap pertumbuhan
di masa depan (awal, tumbuh, dewasa) dan sasaran dan tujuan perusahaan seperi
operasional dan keuangan.
5) Strategi Bisnis
Strategi bisnis menjelaskan mengenai citra dan posisi yang diinginkan dalam
pasar, penggunaan analisis SWOT (Strengths (kekuatan), Weaknesses
(kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman)). Menjelaskan pula
mengenai strategi kompetitif seperti operasional dan keuangan.
6) Produk dan Jasa Perusahaan
Produk dan jasa perusahaan mendeskripsikan menegenai ciri-ciri produk dan
jasa, manfaat untuk pelanggan dan konsumen, jaminan dan keunikan produk.
Menjelaskan pula mengenai perlindungan hak paten atau merek dagang.
Menguraian mengenai proses produksi (bila memungkinkan) seperti bahan baku,
biaya dan pemasok utama. Serta menjelaskan penawaran produk dan jasa di masa
yang akan datang.
7) Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran meliputi target pasar seperti profil demografis lengkap dan
karakteristik lain pelanggan yang penting. Motivasi pelanggan untuk membeli
serta ukuran dan tren pasar. Strategi melalui periklanan dan promosi seperti media
yang digunakan profil pembaca, pemirsa, pendengar, biaya media, frekuensi
penggunaan, dan rencana untuk membuat publisitas. Menjelaskan juga mengenai
penetapan harga berdasarkan struktur biaya, citra yang diinginkan di dalam pasar,
perbandingan terhadap harga-harga pesaing. Strategi distribusi menjelaskan
mengenai saluran distribusi yang digunakan serta teknik dan insentif penjualan.
8) Lokasi dan Tata Letak
Menjelaskan mengenai lokasi berdasarkan analisis demografis antara lokasi
dengan profil pelanggan sasaran, jumlah lalu lintas, tingkat sewa, kebutuhan dan
pasokan tenaga kerja serta tingkat upah. Tata letak menjelaskan tentang
persyaratan ukuran, IMB, Amdal, dan sebagainya, masalah ergonomic ran
rencana tata letak (sesuai lampiran).
9) Analisis Pesaing
Memberikan penjelasan mengenai pesaing yang ada, siapa mereka dan
menciptakan matriks profil persaingan, kekuatan pesaing dan kelemahannya.
Serta mambahas pula calon pesaing atau perusahaan yang mungkin memasuki
pasar dan dampaknya pada perusahaan bila mereka masuk.
10) Uraian Tim Manajemen
Menyebutkan manajer dan karyawan kunci beserta latar belakang mereka,
pengalaman, keahlian, dan pengetahuan yang mereka bawa ke dalam perusahaan.
Menjelaskan pula daftar riwayat hidup dari manajer dan karyawan (sesuai untuk
lampiran).

11) Rencana Operasi


Menjelaskan mengenai bentuk kepemilikan yang dipilih dan alasannya,
struktur perusahaan (bagan organisasi), kewenangan pengambilan keputusan, dan
paket kompensasi dan tunjangan.
12) Perkiraan Keuangan
Menunjukkan laporan keuangan seperti laporan laba-rugi, neraca dan laporan
arus kas. Menjelaskan analisis impas dan analisis rasio dengan
membandingkannya dengan standar-standar industri (dapat diterapkan pada
perusahaan yang telah ada).
13) Proposal Pinjaman atau Investasi
Proposal pinjaman atau investasi berisi mengenai jumlah yang diajukan,
tujuan penggunaan dana, jadwal pembayaran kembali atau pelunasan (strategi
keluar) dan jadwal untuk menerapkan rencana dan meluncurkan perusahaan.

2.11. Kesalahan Perencanaan Bisnis


a) Menunda pembuatan rencana bisnis
Kebanyakan pemilik bisnis membuat rencana bisnis hanya ketika mereka tidak
punya pilihan lain. Kecuali jika bank atau investor meminta suatu rencana bisnis,
maka tidak pernah ada rencana dalam bisnis mereka
b) Hal-hal non formil dalam arus kas
Kebanyakan orang-orang memikirkan laba daripada uang tunai. Saat Anda
membayangkan suatu bisnis baru, Anda berpikir tentang biaya pembuatan produk,
bagaimana Anda bisa menjualnya dan berapa laba per unit yang akan diperoleh.
c) Gagasan yang terlalu tinggi
Jangan menaksir terlalu tinggi pada pentingnya ide. Anda tidak memerlukan
suatu ide besar untuk memulai bisnis. Anda memerlukan waktu, uang, ketekunan
dan akal sehat. Hanya sedikit bisnis sukses yang didasarkan seluruhnya pada ide
baru.
d) Ketakutan
Membuat suatu perencaan bisnis tidaklah sesulit yang anda pikirkan. Ada
beberapa buku bagus untuk membantu, mencari mentor, ikut seminar, sekolah
bisnis, ikut komunitas bisnis adalah cara-cara lain untuk memperoleh tambahan
ilmu dalam membantu penyusunan rencana bisnis.

e) Penentuan tujuan yang tidak jelas


Tinggalkan kata-kata bisnis yang samar dan tidak berarti (misalnya menjadi
yang terbaik'). Yang perlu diperhatikan adalah bahwa sasaran suatu rencana adalah
hasilnya, dan untuk mendapatkan hasil Anda memerlukan usaha yang
berkelanjutan (terus menerus) dan spesifik.
f) Tidak focus
Buatlah rencana Anda sesuai dengan maksud dan tujuan dari bisnis yang ingin
anda jalankan. Rencana bisnis dapat bermacam-macam, terkadang hanya berisi
rencana menjual suatu ide bisnis baru, rencana keuangan, rencana pemasaran, dan
lain-lain.
g) Prioritas yang lemah
Ingat, fokus merupakan suatu strategi dan kekuatan bisnis. Buatlah prioritas
dalam bisnis Anda, buatlah list apa-apa yang menjadi prioritas dan hal yang harus
Anda lakukan dalam bisnis Anda. Sesuaikan dengan tujuan yang ingin Anda
capai.
h) Membuat proyeksi yang kurang tepat
Pertumbuhan awal usaha, umumnya berjalan sangat pelan. Jadi dalam
menyusun rencana finansial dimana akan berhubungan dengan rencana penjualan,
Anda sebaiknya memproyeksikannya secara natural, tidak terlalu berlebihan
namun tidak terlalu rendah. Proyeksi berlebihan akan berakibat pada kendurnya
percaya diri bila hal tersebut gagal atau tidak sesuai, sebaliknya proyeksi yang
terlalu rendah akan mengakibatkan bertambahnya rasa pesimis.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Perencanaan bisnis (Business plan) merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh
wirausaha yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal, maupun
eksternal mengenai perusahaan untuk memulai sewaktu usaha. Business plan merupakan alat
yang sangat penting bagi pengusaha untuk mengambil keputusan dan kebijakan untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan.
Tujuan perencanaan bisnis adalah agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun yang
sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan kenyataan yang telah
direncanakan. Perencanaan bisnis juga merupakan pedoman untuk mempertajam rencana-
rencana yang diharapkan, dan cara mencapai sasaran yang ingin dicapai. Perencanaan bisnis
yang baik memuat tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk memaksimalkan peluang
keberhasilan. Perencanaan bisnis dapat juga dipakai sebagai alat untuk mencari dana seperti
lembaga keuangan. Bantuan dana yang diperlukan tersebut dapat berupa bantuan dana jangka
pendek untuk modal kerja maupun jangka panjang untuk perluasan usaha. Dalam mendirikan
suatu usaha, seorang usahawan harus mempunyai trik khusus agar produk atau jasa yang
dijualnya laku dipasaran. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus memperhatikan selera atau
keinginan masyarakat atau konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 2011. Kewirausahaan, Bandung : Penerbit Alfabet

Rusdiana. 2014. Kewirausahaan Teori dan Praktek, Bandung: CV Pustaka Setia


Suryana. 2014. Kewirausahaan Kiat dan Proses Menuju Sukses, Jakarta: Salemba Empat
Musrofi, Muhammad. 2008. Membuat Rencana Usaha. Pustaka Insani Madani: Yogyakarta
Rudianty, Yeni. 2011. Makalah Perencanaan Bisnis. Universitas Negeri Jakarta: Jakarta
Suryana. 2001. Kewirausahaan. Salemba Empat. Jakarta
http//nthoposthink02.blogspot.ae/2014/01/makalah-perencanaanbisnis.html?m>1
http//hildamataharisenja.blogspot.com/2015/10/makalah-kewirausahaan-rencana-bisnis.html
http//hildamataharisenja.blogspot.com/2015-10/makalah-kewirausahaan-rencanabisnis.html