Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Penyerapan Berat Jenis Dan penyerpan air agregat kasar.

agregat kasar adalah agregat yang


ukuiran butirannya lebih besar curah kering,berat jenis
Penyerapan Agregat Kasar (Ag - 01) semu,berat jenis curah (jenuh kering permukaan)d dan
PENYERAPAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN penyerapan air berdasarkan pada kondisi setelah (24+4)jam di
rendam di dalam air.cara ini tidak di tujukan untuk di gunakan
AGREGAT KASAR pada pengujian agregat agregat ringan

(AG - 01) Penyerapan air adalah penambahan berat dari suatu


agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, tetapi
A. JADWAL PELAKSANAAN belum termasuk air yang tertahan pada permukaan luar
Hari / Tanggal : Rabu /29 Desember 2010 partikel, dinyatakan sebagai persentase dari berat keringnya.
Agregat dikatakan kering ketika telah dijaga pada suatu
Waktu : 08.00-selesai
seluruh temperatur (1105)oC dalam rentang waktu yang
Tempat : Labolatorium Pengujian Bahan Teknik cukup untuk menghilangkan kandungan air yang ada
Sipil (sampai beratnya tetap). Dalam pelaksanaannya berat jenis
curah adalah suatu sifat yang pada umumnya digunakan dalam
Politeknik Negeri Padang menghitung volume yang ditempati oleh agregat dalam
d. menggunakan peralatan yang di pakai berbagai campuran yang mengandung agregat termasuk beton
semen, beton aspal dan campuran lain yang diproporsikan atau
C. REFERENSI dianalisis berdasarkan volume absolut. Angka penyerapan
1. Laboratorium rekayasa jalan. 2001, Modul Pratikum mix design digunakan untuk menghitung perubahan berat dari suatu
2. PDEC, 1989 pengujiam bahan PDEC,Bandung agregat akibat air yang menyerap ke dalam pori di antara
3. SNI 03 1970 1990 tentang pengujian berat jenis dan
partikel utama dibandingkan dengan pada saat kondisi kering,
penyerapan agregat halus
ketika agregat tersebut dianggap telah cukup lama kontak
4. SNI 1969;2008- Cara uji berat dan penyerapan air agregat kasar
dengan air sehingga air telah menyerap penuh. Standar
D. DASAR TEORI laboratorium untuk penyerapan akan diperoleh setelah
merendam agregat yang kering ke dalam air selama (24+4)
Berat jenis adalah nilai perbandingan antara massa jam. ( SNI 1969:2008)
dan volume dari bahan yang kita uji.Sedangkan penyerapan
berarti tingkat atau kemampuan suatu bahan untuk menyerap Agregat yang diambil dari bawah muka air tanah
air.standar ini ( sni 1969:2008 ). menentukan berat jenis dan akan memiliki nilai penyerapan yang lebih besar bila tidak
dibiarkan mengering. Sebaliknya, beberapa jenis agregat Merupakan nilai tengah dari berat jenis curah dan
mungkin saja mengandung kadar air yang lebih kecil bila
semu,terbentuk dari campuran partikel kecuali pori-pori atau
dibandingkan dengan yang pada kondisi terendam selama 15
jam. Untuk agregat yang telah kontak dengan air dan rongga udara yang dapat menyerap air yang selanjutnya akan
terdapat air bebas pada permukaan partikelnya, persentase terus diperhitungkan dalam perencanaan campuran agregat
air bebasnya dapat ditentukan dengan mengurangi
penyerapan dari kadar air total yang di tentukan dengan cara dengan aspal.
uji AASHTO T 255
Dengan rumus sebagai berikut :
Macam-macam berat jenis yaitu: - Bj Bulk
1. Berat jenis curah (Bulk specific gravity)
Adalah berat jenis yang diperhitungkan terhadap seluruh - Bj Ssd
volume yang ada (Volume pori yang dapat diresapi aspal atau
dapat dikatakan seluruh volume pori yang dapat dilewati air - Bj semu
dan volume partikel).
2. Berat jenis kering permukaan jenis (SSD specific gravity)
Adalah berat jenis yang memperhitungkan volume pori yang - Penyerapan

hanya dapat diresapi aspal ditamb dengan volume partikel.


3. Berat jenis semu (apparent specific gravity)
Adalah berat jenis yang memperhitungkan volume partikel Dimana :

saja tanpa memperhitungkan volume pori yang dapat dilewati Bj :berat benda uji kering permukaan jenuh (ssd)

air.Atau merupakan bagian relative density dari bahan padat Bk : berat benda uji keringan oven

yang terbentuk dari campuran partikel kecuali pori atau pori B: berat piknometer+benda uji+air

udara yang dapat menyerap air Bt: berat piknometer+isi air


4. Berat jenis efektif Kondisi agregat dilapangan akibat oleh air dibagi atas 4
macam yaitu :
1. Keadaan kering oven atau mutlak Agregat kasar (batu pecah) sebanyak 500 gr
Yaitu kondisi dimana agregat setelah dioven selama 24 jam Air bersih
6. PROSEDUR PELAKSANAAN
dengan suhu 110 5C.
1. Persiapkan semua peralatan dan bahan yang dibutuhkan
2. Keadaan kering udara
Yaitu apabila kondisi agregat yang memiliki air didalam pori dalam pratikum.
2. Cuci benda uji untuk menghilangkan debu atau kotoran yan g
tetapi mkering permukaanya.
3. Keadaan jenuh kering muka ( SSD ) melekat pada benda uji.
Yaitu bila semua pori berisi air dalam keadaan jenuh 3. Setelah dicuci keringkan agregat dalam oven selama 24 jam.
4. Dinginkan agregat kemudian timbang (BK)
sedangkan kering kondisi ini dinamakan dalam keadaan SSD.
5. Rendfam agregat dalam air selama 24 jam
4. Keadaan basah atau penuh
6. Setelah selesai derendam 24 jam keluarkan benda uji dari air
Yaitu dimana seluruh permukaan agregat tersebut berisi air
dan lap dengan menggunakan kain lap pada permukaannya,
yang b iasanya disebut air permukaan.
Pengujian berat jenis agregat kasar dan halus sangat untuk mendapatkan agregat dalam keadaan SSD.
7. Timbang berat agregat tersebut dab catat sebagai Wssd
penting di lakukan sebelum agregat di pakai pada campuran
8. Masukkan agregat tadi kedalam gelas ukur plastic sedikit
aspal.agregat yang baik memliliki BJ <2,8 agregat ringan
ditambah air pada batas tertentu.
memiliki BJ 2,8 dan agregat sangat ringan memiliki BJ <2, serta 9. Setelah itu kocok agar tidak ada lagi gelembung udara dan
penyerapan airnya <3% kemudian timbang berat bejana + air + agregat (B)
E. PERALATAN DAN BAHAN 10. Keluarkan agregat, kemudian masukan aiir pada batas
4. Peralatan
tertentu, lalu timbang (BT)
Timbangan digital dengan ketelitian 0,01 gr
11. Lakukan pengolahan data untuk menentukan nilai Bj kering, Bj
Saringan no.9,5 mm dan 4.75 mm
Kain lap SSD, Bj semu dan penyerapan berdasarkan rumus yang telah
Oven dengan suhu pemanasan 110 5 C
ditentukan.
Wadah baja atau tempat agregat 8. Pembahasan
Gelas ukur Dari hasil pengujian agregat kasar kondisi 2,78 setelah
Pan
5. Bahan di oven beratnya menjadi 53,78. Jadi agregat kondisi SSD
mengalami penurunan berat setelah dimasukkan kedalam oven 4. Agregat tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan dan dapat
sampai kondisi konstan. Sehingga dapat di ketahui kandungan digunakan sebagai bahan dalam campuran beraspal.
Berdasarkan ASTM (-128 dalama gregat untuk berat jenis
air di dalam agregat tersebut sebesar 3 gram. beton yaitu 1,60 3,30.sedangkan untuk penyerapan yaitu maksium
Dalam pembuatan campuran beton di pergunakan 10%. Jadi pengujia yang di lakukan sudah standar ASTM
agregat kondisi SSD di karenakan agregat kondisi tersebut
tidak menyerapan air lagi. Kondisi kering permukaan dan
Http://Em-Ridho.Blogspot.Co.Id/2012/01/Laporan-Praktikum-
jenuh air ini bak untuk campuran beton karena tidak
Pengujian-Berat-Jenis.Html
mengurangi atau tidak menambah air yang di perlukan dalam
campuran beton. Dalam pengujian ini juga dapat BJ SSD yang
dapat di gunakan untuk mencari BJ realtif sehingga bias di
gunakan untuk menentukan tambahan jumlah air sesuai factor
air semem yang telah di rancanakan dalam adukan beton.
Berdasarkan AS TM C-128 dalam agregat untuk berat jenis
beton yaitu 1.60-3.30. sedangkan untuk penyerpan yaitu
maksimum 10%
9. PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
Dari hasil pengujian berat jenis dan penyerapan agregat
kasar dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Berat jenis bulk = 2,666 gr
Berat jenis SSD = 2,504 gr
Berat jenis semu = 2,422 gr
Penyerapan = 3,895 %
2. Berta jenis yang diisyaratkan adalah berkisar antara 2,5 2,7 gr dan
nilai penyerapan kecil dari 3 %.
3. Agregat yang diuji termasuk golongan agregat normal berdasarkan
berat jenisnya.