Penggabungan Inti Atom dalam Fisika
Penggabungan Inti Atom dalam Fisika
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB 1 3
PENDAHULUAN 4
1.1.Latar Belakang 4
1.2.Tujuan Penulisan 5
1.3.Rumusan Masalah 5
BAB 11 7
ISI 7
2.1. Inti Atom 7
2.1.1. Ukuran Atom 8
2.1.2.Massa Atom 8
2.I.3. Sifat Atom 9
2.1.4.Bentuk Atom 12
2.2. Radioaktifitas 13
2.2.1.Interaksi sinar Radioaktifitas Dengan Materi
2.3.STUKTUR INTI 20
2.3.1 Stabilitasi Inti. 21
2.3.2. Tenaga Ikatan Inti 22
2.3.3. Peluruhan Inti Tak Stabil 24
2.3.4. Transmutasi 30
2.3.5. Dosis Penyerapan 34
2.3.6. Partikel Elementer 35
2.3.7. Reaksi Inti 36
2.3.8. Alalt-Alat Deteksi 38
2.4. NUKLIR 43
2.4.1. Komponen Nuklir 44
2.4.2. Tehnologi Reaktor Nuklir 49
2.4.3. Siklus Bahan Bakar Nuklir 52
BAB 111 54
PENUTUP 54
3.1. Kesimpulan 54
3.2. Saran 55
DAFTAR PUSTAKA 56
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
.Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Kebutuhan akan energi bertambah semakin cepat dari tahun ke tahun, sementara sumber yang
dapat langsung untuk digunakan untuk kebutuhan tertentu semakin terbatas.Meskipun energi
yang bersumber pada radiasi matahari (energi surya) sangat berlimpahtetapi sejauh ini belum
sumber energi yang bersumber pada minyak dan gas bumi serta batubara. Reaktor fusi nuklir
merupakan salah satu sumber energi alternatif masa depan yangmenggunakan bahan bakar
yang tersedia melimpah, sangat efisien, bersih dari polusi, tidakakan menimbulkan bahaya
kebocoran radiasi dan tidak menyebabkan sampah radioaktif yangmerisaukan seperti pada
reaktor fisi nuklir. Sejauh ini reaktor fusi nuklir masih belum dioperasikan secara komersial.
Prototipreaktor-reaktor fusi saat ini masih dalam tahap eksperimentasi pada beberapa
laboratorium diUSA dan di beberapa negara maju lainnya. Suatu konsorsium dari USA, rusia,
Eropa danJepang telah mengajukan pembangunan suatu reaktor fusi yang disebut
listrik. Reaktor-reaktor nuklir yang saat ini dioperasikan untuk menghasilkan energi
(listrik)merupakan reaktor fisi nuklir. Dalam reaktor fisi nuklir energi diperoleh dari
pemecahan satuatom menjadi dua atom. Dalam reaktor-reaktor fisi nuklir konvensional,
neutron lambat yangmenumbuk inti atom bahan bakar (umumnya Uranium) menghasilkan
inti atom baru yangsangat tidak stabil dan hampir seketika pecah menjadi dua bagian (inti)
dan sejumlah neutrondan energi yang besar. Pecahan hasil reaksi fisi tersebut merupakan
sampah radioaktif denganwaktu paruh yang sangat panjang sehingga menimbulkan masalah
baru pada lingkungan. Dalam reaksi fusi nuklir dua inti atom ringan bergabung menjadi satu
inti baru. Dalamsuatu reaktor fusi, inti-inti atom isotop hidrogen (protium, deuterium, dan
tritium) bergabungmenjadi inti atom helium dan netron serta sejumlah besar energi. Reaksi
fusi ini sejenisdengan reaksi yang terjadi di dalam inti matahari dan bersifat jauh lebih bersih,
lebih aman. lebih efisien dan menggunakan bahan bakar yang jauh lebih berlimpah
BAB 1
PENDAHULUAN
BAB 11
ISI
2.2. Radioaktifitas
2.4. Nuklir
BAB 111
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
BAB 2
ISI
Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (/tomos), yang berarti tidak dapat
dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep ini pertama kali diajukan
oleh para filsuf India dan Yunani. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para
hal ini membuktikan bahwa atom tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi.
Atom adalah satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron
bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung campuran proton yang
bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak
memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya
elektromagnetik.
Partikel-partikel pembentuk inti atom adalah proton (1P1) dan netron ( 0n1). Kedua
partikel pembentuk inti atom ini disebut juga nukleon. Sedangkan nuklida adalah suatu inti
atom yang ditandai dengan jumlah proton (p) dan neutron (n) tertentu, dituliskan:
X = lambang unsur
Inti atom jauh lebih kecil dari ukuran asli atom (antara 10 000 dan 100 000 kali lebih kecil).
Juga mengandung lebih dari 99% dari massa sehingga kepadatan massa inti sangat tinggi. Inti
atom memiliki semacam struktur internal, seperti neutron dan proton tampaknya mengorbit
sekitar satu sama lain, sebuah fakta yang diwujudkan dalam keberadaan peristiwa magnetik
nuklir. Namun, percobaan menunjukkan bahwa inti sangat mirip dengan bola atau elipsoid
kompak 10-15 m (= 1 fm), yang tampaknya kepadatan yang konstan. Tentu radius ini sangat
bervariasi dengan jumlah proton dan neutron, inti atom yang lebih berat dan partikel lebih
2.1.2.Massa Atom
Mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron, jumlah keseluruhan partikel
ini dalam atom disebut sebagai bilangan massa. Massa atom pada keadaan diam sering
diekspresikan menggunakan satuan massa atom (u). Satuan ini didefinisikan sebagai
seperduabelas massa atom karbon-12 netral, yang kira-kira sebesar 1,66 1027 kg. Atom
memiliki massa yang kira-kira sama dengan bilangan massanya dikalikan satuan massa atom.
Nama Lambang Nomo Nomor Massa
Neutron N 0 1 1,00867
Elektron e -1 0 0,000549
2.1.3.Sifat atom
Kestabilan inti : Kestabilan inti tidak dapat diramalkan dengan suatu aturan. Namun, ada
beberapa petunjuk empiris yang dapat digunakan untuk mengenal inti yang stabil dan yang
2. Aturan ganjil genap, yaitu inti yang mempunyai jumlah proton genap dan jumlah
neutron genap lebih stabil daripada inti yang mempunyai jumlah proton dan neutron
ganjil
Nuklida yang memiliki neutron dan proton sebanyak bilangan sakti umumnya lebih stabil
Pengaruh bilangan ini untuk stabilitas inti sama dengan banyaknya elektron untuk gas mulia
Pita kestabilan : Grafik antara banyaknya neutron versus banyaknya proton dalam berbagai
isotop yang disebut pita kestabilan menunjukkan inti-inti yang stabil. Inti-inti yang tidak
stabil cenderung untuk menyesuaikan perbandingan neutron terhadap proton, agar sama
dengan perbandingan pada pita kestabilan. Kebanyakan unsur radioaktif terletak di luar pita
ini.
2. Di atas pita kestabilan dengan Z > 83, terjadi kelebihan neutron dan proton
Pada tahun 1661, Robert Boyle mempublikasikan buku The Sceptical Chymist yang
berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi "corpuscules"
ataupun atom-atom yang berbeda. Hal ini berbeda dengan pandangan klasik bahwa materi
terdiri dari unsur udara, tanah, api, dan air.Pada tahun 1789, istilah element (unsur)
didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis, Antoine Lavoisier, sebagai
bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-
metode kimia.
Pada tahun 1803, John Dalton menggunakan konsep atom untuk menjelaskan
mengapa unsur-unsur selalu bereaksi dalam perbandingan yang bulat dan tetap dan mengapa
gas-gas tertentu lebih larut dalam air dibandingkan dengan gas-gas lainnya. Ia mengajukan
bahwa setiap unsur mengandung atom-atom tunggal unik yang dapat kemudian lebih jauh
bergabung menjadi senyawa-senyawa kimia. Sedangkan bentuk inti atom ada yang berbentuk
bulat dan cakram. Didalam inti atom berkerja gaya Coulomb dan momen kuodrupol. Jika
momen kuodrupol = 0 maka bentuknya bulat jika > 0 maka bentuknya akan lonjong atau
cakram.
Dalam tahun 1896 seorang fisikawan Perancis Henry Becquerel(1852-1908) untuk pertama
kalinya menemukan radiasi dari senyawa-senyawa uranium.Radiasi ini tak tampak oleh
a.Menghitamkan film
Radiasi ini tidak dapat dipengaruhi oleh perubahan keadaan lingkungan seperti:suhu,tekanan
contoh:uranium disebut bahan radio aktif,dan radiasi yang dipancarkan disebut sinar radio
aktif.
Gejala ini diperoleh Becquerel ketika mengadakan penelitian terhadap sifat-sifat Fluoresensi
Fosforecensi yaitu berpendarnya suatu bahan setelah disinari cahaya, jadi berpendar setelah
oleh penyerapan energi,suatu hal yang sangat bertentangan dengan hukum kekelan energi
Namun setelah teori relativitas Einstein lahir,gejala itu bukan sesuatu yang mustahil,sebab
radioaktif dilewatkan melalui medan listrik dan medan magnet, ternyata hanya 3 jenis sinar
bahwa sinar adalah partikel yang bermuatan positif. Ternyata sinar adalah ion He
Daya ionisasi sinar sangat besar sedangkan daya tembusnya sangat kecil.
b. Sinar adalah berkas yang menyimpang kearah keping positif,sinar adalah partikel yang
bermuatan negatif.Ternyata massa dan muatan sinar sama dengan massa dan muatan elektron.
0 = -1 e0
-1
c. Sinar adalah berkas yang tidak mengalami simpangan di dalam medan listrik maupun
SINAR (ALFA)
sinar tidak lain adalah inti atom helium (2He4), bermuatan 2 e dan bermassa 4 sma
sinar dapat menghitamkam film. Jejak partikel dalam bahan radioaktif berupa sinar lurus.
radiasi sinar mempunyai daya tembus terlemah dibandingkan dengan sinar dan sinar
berdasarkan percobaan dalam medan magnet dan medan lintrik dapat ditentukan kecepatan
dan muatan sinar, yakni kecepatannya berharga antara 0,054 c dengan c = kecepatan cahaya
dalam vakum.
SINAR (BETA)
radiasi sinar mempunyai daya tembus lebih besar dari pada tetapi lebih kecil dari pada
jejak yang berbelok-belok disebabkan hamburan yang dialami oleh elektron didalam atom.
SINAR (GAMMA)
foton tidak banyak berinteraksi dengan atom suatu bahan dalam interaksinya dengan bahan
Energi yang diserap oleh atom ini dibawa oleh sebuah elektron,untuk membentuk pasangan
elektron.Peristiwa ini yang disebut sebagai produksi pasangan.Foton sinar juga dapat
Urutan daya tembus dari yang lemah ke kuat adalah:sinar , sinar , sinar . Sinar dapat
dihentikan oleh selembar kertas,sinar dapat dihentikan oleh papan kayu setebal 2,5 cm,dan
sinar dapat dihentikan oleh beton.Sinar merupakan sinar yang sangat ampuh,dan dapat
digunakan untuk membunuh kuman,dan bakteri untuk sterilisasi alat kedokteran. Karena
sinar ini sangat kuat dan dapat menembus kertas,dan plastik, sterilisasi dapat dilakukan
I=I0e-x
keterangan:
Apabila intensitas sinar setelah melewati bahan =1/2 dari intensitas selum melewati bahan (I
= 1/2 I0)
1/2 I0 = I0e-x
I = I0e-x
1/2 = e-x
ln1/2 = -x
ln1 - ln2 = -x
0-ln2 = -x
x= ln2
x = 0,693
x disebut HALF VALUE LAYER (HVL) atau lapisan harga paruh, yaitu: lapisan atau tebal
Jumlah proton dan neutron dalam inti (disebut nukleon) dinyatakan sebagai nomor atom (A).
Jumlah proton dalam inti dinyatakan sebagai nomor atom (Z) dan jumlah neutron dalam inti
adalah A-Z.
Nuklida adalah suatu campuran nukleon tertentu yang membentuk jenis inti atom tertentu.
a
z x
Nuklida dibedakan sesuai nama unsur kimianya, sehingga suatu nuklida dapat dituliskan
sebagai
x = lambang unsur.
ISOTOP adalah unsur yang memiliki nomor atom (Z) sama, tetapi memiliki nomor massa (A)
berbeda. Berarti nuklida itu memiliki sifat kimai yang sama, sedangkan sifat fisika berbeda.
ISOBAR : nuklida -nuklida yang memiliki nomor massa (A) sama, akan tetapi nomor atom
(Z) berbeda.
ISOTON : nuklida yang memiliki jumlah neutron sama.
Nuklida bersifat stabil jika : jumlah proton (Z) kurang dari 20 dan harga N (jumlah neutron) /
Z (jumlah proton) sama dengan satu atau jumlah sama dengan jumlah neutron atau jumlah
Nuklida-nuklida dengan N/Z diluar pita kestabilan merupakan nuklida tidak stabil disebut
Telah diketahui bahwa inti terdiri dari proton dan neutron. Proton didalam inti tolak menolak,
adanya kesatuan didalam inti disebabkan oleh adanya gaya yang mempertahankan proton itu
Penilaian yang cermat menunjukkan bahwa massa inti yang lebih kecil lebih stabil dari
Massa detron (1H2) lebih kecil dari massa proton dan netron yang menjadi komponen-
komponen detron.
Hal ini menunjukkan ketika proton bergabung dengan netron dibebaskan energi sebesar 2,222
MeV
Untuk membelah detron kembali menjadi proton dan netron diperlukan energi 2,222 MeV,
karenanya tenaga sebesar 2,222 MeV disebut tenaga ikat (energi binding) detron.
Karena detron terdiri atas 2 nukleon, maka tenaga ikat tiap nukleon adalah 2,222/2=1,111
MeV.
Tenaga ikat nukleon paling besar pada unsur yang nomor atomnya 50.
Makin besar tenaga ikat ,makin besar pula energi yang diperlukan untuk memecah unsur
Karena tenaga ikat tiap nukleon paling besar pada atom yang nomor atomnya50 dapat ditarik
kesimpulan :
a. Ketika inti-inti ringan bergabung menjadi inti-inti yang lebih berat akan disertai dengan
pembebasan energi.
b. Bila inti-inti berat terbelah menjadi inti-inti yang sedang akan dibebaskan energi.
Dengan demikian energi ikat inti di dapat dari adanya perbedaan massa penyusun inti dengan
massa intinya sendiri dan perbedaan ini disebut dengan Deffect massa.
Maka energi ikat inti adalah : { (massa proton + massa netron) massa inti }. c2 (1 sma c2 =
931 MeV)
2.3.3. Peluruhan Inti Tak Stabil
Inti-inti dalam keadaan tereksitasi akan menurunkan tingkat energinya ke keadaan dasar
sambil meluruh menjadi inti lain. Peluruhan akan diikuti pemancaran partikel , atau
sinar . Inti yang meluruh disebut induk, sedangkan inti lain hasil peluruhannya disebut anak.
Apapun jenis inti, setiap terjadi peluruhan akan berlaku hokum peluruhan radioaktif. Setelah t
N = NO e- t
No adalah jumlah inti mula-mula dan N adalh jumlah inti setelah meluruh. disebut konstanta
peluruhan. Kecepatan peluruhan juga dapat dinyatakan dengan paruh waktu (T1/2).
(T1/2) didefinisikan sebagai selang waktu yang dibutuhkan inti untuk meluruh sehingga
T1/2 = In 2 = 0,693
Besaran lain untuk menunjukkan kecepatan peluruhan adalah waktu hidup terata (Tm)
Tm = 1/
A = d N/dt = N
A = AO e- t
Di mana Ao adalah aktivitas mula-mula, satuan aktivitas adalah Ci, dimana 1 Ci setara
dengan 3,7. 1010 peluruhan tiap detik. Dari persamaan-persamaan di atas dapat diturunkan
hubungan lain antara jumlah inti yang meluruh dengan waktu paruh yaitu :
N = NO (1/2)n
Di mana : n = 1
T1/2
1. Peluruhan Gamma ()
Ciri-cirinya adalah :
(XA)* XA +
2. Peluruhan Beta ()
Partikel masih dapat dibedakan menjadi - yang bermuatan negatif dan + yang bermuatan
Ciri-cirinya adalah :
3. Peluruhan Alpha ()
Ciri-cirinya adalah :
Z XA Z-AYA-4 +
o Hukum Pergeseran
Keluarnya sinar dari inti atom berakibat berkurangnya nomor atom sebanyak
.Radiasi sinar hanya merupakan proses penyertaan tanpa merubah nomor atom dan nomor
massa.
contoh:
Uranium yang nomor massannya 238 dan nomor atomnya 92,karena memancarkan sinar
berubah menjadi torium 234 yang nomor atomnya 90. Unsur ini masih bersifat radioaktif
denggan memancarkan sinar berubah menjadi prolaktinium,akhirnya setelah melampaui
dalam tiap detik. Makin banyak partikel-partikel yang dipancarkan tiap detik makin besar
Karena adanya peluruhan jumlah unsur radioaktif, demikian pula keaktifannya akan
berkurang dan pada akhirnya habis, yakni setelah seluruhnya menjadi atom stabil (tidak aktif
lagi)
Selang waktu agar unsur radioaktif itu stabil (tidak aktif lagi) disebut umur unsur radioaktif.
Selang waktu agar unsur radioaktif itu tinggal separuhnya disebut setengah umur (T).
T=0,693 = ln 2
Hubungan jumlah unsur radioaktif dengan selang waktu dapat dirumuskan sebagai:
N = N0e-t atau N = N0
R=N
Keterangan :
R = keaktifan R A
2.3.4. Transmutasi
Telah diketahui bahwa adanya perbedaan antara atom yang satu dengan atom yang lain
semata-mata karena hanya perbedaan jumlah proton dan neutron yang terdapat dalam inti
atom.
Oleh sebab itu jika jumlah proton dan neutron yang menyusun inti dapat kita rubah akan
Pada tahun 1959 Rutherford menempatkan preparat radio akyif yang memancarkan
Setelah selang waktu tertentu, dalam tabung itu terjadi oksigen dan proton.
Rutherford berpendapat ada partikel-partikel yang membentur inti atom niterogen sebagai
akibat benturan yang amat dasyat, inti niterogen terbelah menjadi proton dan oksigen.
1P1
24 7 N14
8O17
Peristiwa itu dapat dipandang sebagai reaksi inti antara partikel dengan inti niterogen.
24 + 7N148017 + 1P1
Jumlah nomor massa dan nomor atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
Pada tahun 1937 Chadwick menembaki logam berilium dengan partikel-partikel dari unsur
radioaktif. Hasilnya diperoleh karbon dan partikel netral yang kira-kira sama dengan proton.
24 + 4Be96012 + on1
memuaskan. Dari sekian banyak partikel-partikel hanya beberapa yang dapat mengadakan
transmutasi.
Hal ini disebabkab karena partikel yang mendekati inti atom yang mengalami gaya tolak,
sehingga hanya partikelyang kecepatannya besar yang dapat sampai pada inti. Transmutasi
akan lebih berhasil bila digunakan partikel-partikel yang kecepatan cukup tinggi. Untuk itu
diciptakan alat yang dapat mempercepat partikel bermuatan yang disebut Cyclotron.
Pada tahun 1932 Coekroft dan Walton melaporkan hasil reaksi inti dengan proton.
=17,4939 MeV
Ketika diukur energi kinetik kedua atom He diperoleh sebesar 17,0 MeV
A27 +
13 1H2 12Mg25 + 2He4
3. Transmutasi dengan netron.
Netron merupakan partikel netral, sangat baik untuk mengadakan transmutasi, sebab hanya
11 Na23 + 0n111Na24
Dengan memancarkan sinar , isotop natrium berubah menjadi magnesium yang stabil.
11 Na24 12Mg24
Jika sinar radioaktif mengenai suatu materi, maka sinar radioaktif itu akan diserap oleh materi
tersebut. Besar energi pengion yang diserap oleh materi yang dilalui sinar radioaktif
DOSIS PENYERAPAN adalah banyaknya energi radiasi pengion yang diserap oleh satu
1 Gy = 1 joule/ kg
partikel dasar adalah partikel yang; partikel lainnya yang lebih besar terbentuk.
Contohnya, atom terbentuk dari partikel yang lebih kecil dikenal sebagaielektron, proton,
dan netron. Proton dan netron terbentuk dari partikel yang lebih dasar dikenal sebagai quark.
Salah satu masalah dasar dalam fisika partikel adalah menemukan elemen paling dasar atau
yang disebut partikel dasar, yang membentuk partikel lainnya yang ditemukan dalam alam,
Meson adalah partikel yang massanya diantara massa proton dan elektron dapat bermuatan
positif, negatif dan netral. Meson ada dua macam yaitu meson dan meson
Neutrino adalah partikel yang tidak bermuatan dan massanya kurang dari massa elektron,
Zat radioaktif alam mempunyai inti yang berubah dengan sendirinya setelah memancarkan
sinar radioaktif., tetapi inti atom yang tidak bersifat radioaktif dapat diubah sehingga menjadi
zat radioaktif (radioaktif buatan).yaitu dengan jalan menembaki inti itu dengan partikel-
Reaksi Berantai
Reaksi yang berulang hanya berakhir akibat zat yang bereaksi itu habis atau berubah menjadi
tak stabil
Hasil reaksi ini masih mengandung 2 buah NETRON (0n1) sehingga netron ini akan
Sr Xe Sr (n)
(n) U
(n) U (n)
(n) U (n)
(n)
(n) U (n) U
(n) U
Xe Xe Sr
Tiada reaksi seperti ini akan dibebaskan tenaga dalam bentuk panas.
a. FISI : adalah reaksi pembelahan dari sebuah atom menjadi dua bagian atom lain yang
contoh :
b.FUSI adalah reaksi penggabungan 2 buah unsur ringan disertai pengeluaran tenaga.
contoh :
-fisi lebih muda terjadi daripada fusi, (fusi temperatur harus tinggi).
deteksi emulsi fotografi. Perkembangan alat deteksi tersebut kemudian disusul dengan
detektor Geiger Muller yang memanfaatkan ionisasai menjadi pulsa listrik.Kemudian alat ini
ditemukannya bahan-bahan sintilasi, yaitu bahan yang jika ditembus radiasi akan
Pada dasarnya sistem peralatan deteksi radiasi dapat digolongkan menjadi dua bagian utama,
bagian pertama adalah transduser yang disebut detektor, yaitu berupa alat yang mengubah
radiasi radioaktif menjadi sinyal elektris. bagian kedua berupa alat elektronik yang mampu
Detektor tabung ionisasi, tabung proporsional dan tabung Geiger Muller merupakan alat yang
sejenis. Semuanya memiliki bentuk dasar yang sama serta mempergunakan ruang tertutup
yang berisi gas atau campuran gas, dilengkapi dengan anoda dan katoda dengan bentuk
sedemikian rupa, sehingga medan listrik memungkinkan terjadi ionisasi secara effisien.Jadi,
semua memanfaatkan ionisasi menjadi pulsa listrik. Detektor sintilasi mempergunakan dasar
penyeleksianyang sangat berbeda dengan jenis tabung Geiger Muller. Detektor sintilasi
memanfaatkan cahaya yang timbul pada interaksi radiasi, sehingga memerlukan bahan yang
mengeluarkan cahaya jika kena radiasi, seperti pada layar CRO atau layar televisi.bahan yang
demikian itu disebut sintilator. Sintilator mempunyai sifat bahwa intensitas cahaya yang
tinmbul sebanding dengan energi radiasi yang mengenainya, sehingga sangat menguntungkan
Detektor GM bekerja pada tegangan yang sangat tinggi, yaitu 1000volt - 1400volt. Detektor
ini menghasilkan sebuah pulsa listrik dari setiap partikel tunggal yang datang padanya., dan
tidak tergantung pada energi radiasi.Biasanya detektor ini digunakan untuk mendeteksi sinar
gamma (yang madah menembus dinding tabung) namun sinar betapapun dapat dideteksi,
yaitu melalui jendela ujung yang biasanya terbuat dari mika yang sangattipis agar dinar beta
dapat menembusnya.
Sinar gamma yang menembus dinding (katoda) menyebabkan atom gas terionisasi, sehingga
ada elektron yang keluar dari ikatan atomnya, kemudian menumbuk anoda sehingga terjadi
pulsa listrik yang kemudian diperkuet dan dicatat pada alat pencatat (scaler). Dengan
demikian untuk sinar beta, akan menjadi ionisasi. Ion negatif menuju anoda sebagai pulsa
Tabung Sintilasi
Setiap partikel radiasi didalam sintilator menghasilkan satu puksa cahaya. Radiasi yang
datang pada sintilator akan menimbulkan foton, akibat dari eksitasi atom gas. Foton ini
dynode yang berurutan yang diberi tegangan satu lebih tinggi. Foton tersebut menumbuk
dynoda sehingga menghasilkan foto elektron. Foto elektron tersebut kemudian menumbuk
dynoda berikutnya dan akhirnya terjadi elektron sekunder, sehingga didapatkan elektron
berlipat ganda. Elektron ini dipergunakan untuk pengukuran energi radiasi (sopektrometeri
energi) ukuran pulsa-pulsa listrik yang terjadi sebanding dengan energi radiasi dan jumlah
Uap (alkohol) jenuh diembunkan pada ion-ion udara yang ditimbulkan oleh radiasi.
Akibatnya, terlihat garis putih dari tetesan-tetesan zat cair yang sangat kecil, yang merupakan
jejal lintasan dalam kamar tersebut, asal diterangi dengan tepat. Perlu dicatat, bahwa yang
kita lihat hanyalah jejak lintasan, bukan radiasi yang menimbulkan ionisasi.
terdapat tiga jenis kamar kabut yaitu :
pada bubble chamber radiasi yang mengionkan akan mennggalkan jejak berupa gelembung-
gelembung didalam hidrogen cair. Pada sistem ini perkiraan massa dan kelanjutannya dapat
Emulsi Film
Garis-garis sinar dari ketiga jenis radiasi, dapat juga dipelajari pada film fotografi. Emulsi
film foto, dapat mengurangi jangkauan partikel alpha sekitar 0,002mm dan bahkan garis
lintasan partikel beta, hanya sekitar 1 mm. Karena itu, harus menggunakan mikroskop untuk
mengamatinya. Emulsi nuklir yang khusus, digunakan untuk maksud ini. Emulsi tersebut
lebih tebal dari biasanya dan mempunyai kepekaan butir-butir perak bromida yang lebih
tinggi. Metoda ini mempunyai keuntungan karena secara otomatis diperoleh rekaman yang
Reaktor nuklir alam merupakan salah satu penemuan dalam bidang geologi yang ditemukan
pada tahun1972. Saat itu, di fasilitas pengolahan bahan bakar nuklir Pierrelatte, Ilmuwan
Perancis bernama Bougzigues sedang bekerja melakukan analisis rutin terhadap uranium
yang telah diekstrak dari biji uranium. kemudian ia menyadari sesuatu yang aneh dari biji
Uranium memiliki tiga isotop yang memiliki massa atom yang berbeda dengan proporsi yang
berbeda, yaitu : U 238 sebanyak 99.274%, U 235 sebanyak 0.720% dan U 234 sebanyak
0.005%.
Uranium 235 adalah uranium yang paling dicari diseluruh dunia karena kemampuannya
menahan reaksi nuklir dan uranium inilah yang dipakai di reaktor nuklir modern. Dimanapun
di bumi ini, atom uranium 235 membentuk 0,720 persen dari total uranium. Namun sampel
yang dipegang olehnya hanya memiliki 0,717 persen. Ini menunjukkan bahwa sampel
uranium ini pernah mengalami reaksi pelepasan energi (reaksi fisi). Badan tenaga atom
Perancis segera bergerak untuk menyelidiki penyebabnya. Sampel itu dilacak hingga ke
sebuah pertambangan di Oklo, Gabon, Afrika. Para ilmuwan bergegas ke Oklo. Penelitian
lanjutan yang dilakukan menemukan ada enam belas lokasi yang berfungsi sama seperti
reaktor nuklir modern dan reaktor purba itu diperkirakan berumur 2 milyar tahun.
Badan tenaga atom Perancis berusaha mencari fungsinya. Dan kemudian mereka
mendapatkan jawabannya dari sebuah tulisan tahun 1956 yang dibuat oleh Paul Kazuo
Kuroda, seorang ahli kimia dari universitas Arkansas. Kuroda mengatakan apabila jumlah
U235 cukup banyak dan ada moderator neutron seperti aliran air tanah, maka reaktor nuklir
alam bisa terjadi. Kondisi pertambangan Oklo menyerupai apa yang diprediksi Kuroda.
Misteri reaktor nuklir alam sebenarnya telah terjawab secara ilmiah oleh Paul Kuroda, jadi
Untuk dapat mengendalikan laju pembelahan, suatu reaktor nuklir harus didukung dengan
nuklir harus memenuhi standar kualitas yang tinggi dan handal, sehingga kemungkinan
Terdapat dua jenis bahan bakar nuklir yaitu BAHAN FISIL dan BAHAN FERTIL.
Bahan Fisil ialah suatu unsur/atom yang langsung dapat memberikan reaksi pembelahan
Bahan Fertil Ialah suatu unsur/atom yang setelah menangkap neutron tidak dapat langsung
Pada kenyataannya sebagian besar bahan bakar nuklir yang berada di alam adalah bahan
fertil, sebaai contoh isotop Thorium di alam adalah 100% Th-232, sedangkan isotop Uranium
hanya 0,7% saja yang merupakan bahan fisil (U-235), selebihnya sebesar 99,35 adalah bahan
fertil (U-238).
Karena alasan fisis, elemen bakar suatu reaktor dibuat dengan kadar isotop fisilnya lebih
besar dari kondisi alamnya, isotop yang demikian disebut sebagai isotop yang diperkaya,
sedangkan sebaliknya untuk kadar isotop fisil yang lebih kecil dari kondisi alamnya disebut
sebagai isotop yang susut kadar, biasanya ditemui pada elemen bakar bekas. Selain
perubahan kadar bahan fisilnya, elemen bakar biasanya dibuat dalam bentuk oksida atau
paduan logam dan bahkan pada dasa warsa terakhir ini sudah banyak dikembangkan dalam
bentuk silisida. Contoh komposisi elemen bakar yang banyak dipakai: UO2, U3O8-Al, UzrH,
Tujuan utama dibuatnya campuran tersebut adalah agar diperoleh elemen bakar yang nilai
bakarnya tinggi, titik lelehnya tinggi, penghantaran panasnya baik, tahan korosi, tidak mudah
2. Bahan Moderator
Dalam reaksi fisi, neutron yang dapat menyebabkan reaksi pembelahan adalah neutron
thermal. Neutron tersebut memiliki energi sekitar 0,025 eV pada suhu 27oC. sementara
neutron yang lahir dari reaksi pembelahan memiliki energi rata-rata 2 MeV, yang sangat jauh
Syarat bahan moderator adalah atom dengan nomor massa kecil. Namun demikian syarat lain
yang harus dipenuhi adalah: memiliki tampang lintang serapan neutron (keboleh-jadian
menyerap neutron) yang kecil, memiliki tampang lintang hamburan yang besar dan memiliki
Contoh bahan moderator : H2O, D2O (Grafit), Berilium (Be) dan lain-lain.
3. Pendingin Reaktor
Pendingin reaktor berfungsi sebagai sarana pengambilan panas hasil fisi dari dalam elemen
penukar panas (H.E.). Sesuai dengan fungsinya maka bahan yang baik sebagai pendingin
adalah fluida yang koefisien perpindahan panasnya sangat bagus. Persyaratan lain yang harus
dipenuhi agar tidak mengganggu kelancaran proses fisi pada elemen bakar adalah pendingin
juga harus memiliki tampang lintan serapan neutron yang kecil, dan tampang lintang
hamburan yang besar serta tidak korosif. Contoh fluida-fluida yang biasa dipakai sebagai
Batang kendali berfungsi sebagai pengendali jalannya operasi reaktor agar laju
pembelahan/populasi neutron di dalam teras reaktor dapat diatur sesuai dengan kondisi
operasi yang dikehendaki. Selain hal tersebut, batang kendali juga berfungsi untuk
batang kendali adalah material yang mempunyai tampang lintang serapan neutron yang
sangat besar, dan tampang lintang hamburan yang kecil. Bahan-bahan yang sering dipakai
adalah: Boron, cadmium, gadolinium dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut biasanya dicampur
dengan bahan lain agar diperoleh sifat yang tahan radiasi, titik leleh yang tinggi dan tidak
korosif.
Prinsip kerja pengaturan operasi adalah dengan jalan memasukkan dan mengeluarkan batang
kendali ke dan dari teras reaktor. Jika batang kendali dimasukkan, maka sebagian besar
neutron akan tertangkap olehnya, yang berarti populasi neutron di dalam reaktor akan
berkurang dan kemudian padam. Sebaliknya jika batang kendali dikeluarkan dari teras, maka
populasi neutron akan bertambah, dan akan mencapai tingkat jumlah tertentu.
5. Perangkat Detektor
Detektor adalah komponen penunjang yang mutlak diperlukan di dalam reaktor nuklir. Semua
insformasi tentang kejadian fisis di dalam teras reaktor, yang meliputi popularitas neutron,
laju pembelahan, suhu dan lain-lain hanya dapat dilihat melalui detektor yang dipasang dalam
di dalam teras. Secara detail mengenai masalah tersebut akan dibicarakan dalam pelajaran
instrumentasi reaktor.
6. Reflektor
Neutron yang keluar dari pembelahan bahan fisil, berjalan dengan kecepatan tinggi ke segala
arah. Karena sifatnya yag tidak bermuatan listrik maka gerakannya bebas menembus medium
dan tidak berkurang bila tidak menumbuk suatu inti atom medium. Karena sifat tersebut,
sebagian neutron tersebut dapat lolos keluar teras reaktor, atau hilang dari sistem. Keadaan ini
secara ekonomi berati kerugian, karena netron tersebut tidak dapat digunakan untuk proses
fisi berikutnya.
Untuk mengurangi kejadian ini, maka sekeliling teras reaktor dipasang bahan pemantul
neutron yang disebut reflektor, sehingga nutron-neutron yang lolos akan bertahan dan
dikembalikan ke dalam teras untuk dimanfaatkan lagi pada proses fisi berikutnya.
Bahan-bahan reflektor yang baik adalah unsur-unsur yang mempunyai tampang lintang
hamburan neutron yang besar, dan tampang lintang serapan yang sekecil mungkin serta tidak
korosif. Bahan-bahan yang sering digunakan antara lain: Berilium, Grafit, Parafin, Air, D2O.
Bejana/tangki raktor berfungsi untuk menampung fluida pendingin agar teras reaktor selalu
terendam di dalamnya. Bejana tersebut selain harus kuat menahan beban, maka harus pula
tidak korosif bila berinteraksi dengan pendingin atau benda lain di dalam teras. Bahan yang
Perisai reaktor berfungsi untuk menahan/menghambat/menyerap radiasi yang lolos dari teras
reaktor agar tidak menerobos keluar sistem reaktor. Karena reaktor adalah sumber radiasi
yang sangat potensial, maka diperlukan suatu sistem perisai yang mampu menahan semua
jenis radiasi tersebut pada umumnya perisai yang digunakan adalah lapisan beton berat.
sebagai sarana pengalihan panas dari pendingin primer, yang menerima panas dari elemen
bakar, untuk diberikan pada fluida pendingin yang lain (sekunder). Dengan sistem
pengambilan panas tersebut maka integritas komponen teras akan selalu terjamin.
Pada jenis reaktor tertentu, terutama jenis PLTN, Heat Exchanger juga berfungsi sebagai
Ketika sebuah nukleus atom uranium-235 atau plutonium-239 menyerap neutron dalam
jumlah besar, maka hasilnya adalah fisi dari atom. Fisi menyebabkan atom terbelah menjadi 2
bagian atau lebih yang lebih kecil dengan energi kinetik dan juga melepaskan radiasi sinar
gamma dan neutron bebas.[53] Sebagian neutron lainnya diserap oleh atom lainnya dan
membuat fisi lainnya, yang melepaskan lebih banyak neutron, dan seterusnya.[
Reaksi rantai nuklir ini dapat dikontrol dengan menggunakan racun neutron dan moderator
neutron, sehingga neutron yang bisa menyebabkan fisi ini jumlahnya bisa diubah-ubah.
[54]
Reaktor nuklir memiliki sistem manual dan otomotis yang dapat menghentikan reaksi fisi
Tiga kapal bertenaga nuklir, (atas ke bawah) USS Bainbridge dan USS Long
Beach dengan USS Enterprise adalah kapal induk pertama bertenaga nuklir yang mulai
dipakai 1964.
Ada banyak macam desain reaktor yang berbeda, menggunakan bahan bakar yang berbeda,
sistem pendinginan yang berbeda designs, serta sistem kontrol yang berbeda pula, semuanya
diatur sesuai dengan kebutuhan spesifik. Reaktor-reaktor di kapal selam bertenaga nuklir
misalnya, membutuhkan uranium yang diperkaya dengan tinggi sebagai bahan bakar.
Pemilihan bahan bakar ini dapat meningkatkan kekuatan reaktor dan memperpanjang usia
pemakaian, tapi biayanya lebih mahal dan kemungkinan adanya kebocoran nuklir juga lebih
tinggi.
sekarang terus menjadi subjek penelitian, dan mungkin akan betul-betul digunakan pada masa
depan. Desain-desain ini terus diusahakan agar membuat reaksi fisi nuklir semakin bersih,
aman, dan semakin kecil kemungkinan munculnya kebocoran nuklir, atau malah
dikembangkan ke senjata nuklir. Keamanan pasif untuk reaktor nuklir (seperti ESBWR)
sudah siap untuk dibuat.[57] Desain-desain reaktor ini juga dibuat agar semakin tahan terhadap
berusaha untuk mengembangkan reaktor fusi, yang nantinya diharapkan dapat mengurangi
atau malah menghilangkan bahaya dari reaktor fusi sekarang ini. Reaktor fusi ini mungkin
Sistem pendingin
Sistem pendingin akan mengeluarkan panas dari inti reaktor dan memindahkannya ke tempat
lain, dimana panasnya ini dapat digunakan lagi untuk memproduksi listrik. Biasanya, cairan
panas ini akan digunakan sebagai sumber panas untuk pendidih, dan panas bertekanan dari
pendidih dapat digunakan untuk memberi tenaga pada turbin uap untuk
Sering disebutkan bahwa pembangkit nuklir tidak fleksibel, dibutuhkan sumber tenaga lain
untuk memenuhi kebutuhan pada saat beban puncak. Saat ini, reaktor-reaktor modern sudah
di Pembangkit listrik nuklir Biblis di Jerman didesain agar dapat meningkatkan atau
mengurangi keluaran listriknya sebesar 15 % per menit, dengan besarannya berkisar antara
40-100% dari keluaran aslinya.[63] Reaktor uap air (Boiling water reactors) dapat diubah-ubah
Siklus dari bahan bakar nuklir dimulai ketika uranium ditambang, diperkayakan, dan
ddiproduksi menjadi bahan bakar nuklir, yang mana kemudian dimasukkan dalampembangkit
listrik tenaga nuklir. Setelah selesai digunakan, sisanya akan dimasukkan dalam mesin proses
ulang (reprocessing plant). Dalam pemrosesan kembali nuklir, 95% dari sisa bahan bakar
Sebuah reaktor nuklir hanya merupakan bagian dari siklus-hidup untuk energi nuklir. Proses
secara terbuka. Di kasus lain, logam uranium ini akan diekstrak dan diubah menjadi logam
stabil dengan bentuk kompak bernama yellowcake, kemudian setelah itu diantar menuju
heksafluorida, dan kemudian akan diperkaya dengan beberapa macam teknik. Uranium yang
diperkaya ini (biasanya mengandung lebih dari 0.7% U-235) kemudian dijadikan bahan bakar
sesuai dengan kebutuhan reaktor tersebut. Bahan bakar nuklir ini akan mengalami 3 siklus
operasi di dalam reaktor (kira-kira butuh waktu 6 tahun), secara umum sampai 3% dari
uraniumnya sudah difisi. Setelah itu, sisanya akan diletakkan ke kolam pembuangan nuklir.
Setelah 5 tahun berada di kolam pembuangan nuklir, sisa nuklir tadi sudah bisa dikendalikan
lagi dan bisa dipindahkan lagi ke tempat penyimpanan kering atau diproses ulang.
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Atom adalah satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektronbermuatan
negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung campuran proton yangbermuatan positif
dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidakmemiliki neutron).
Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik.
Mayoritas massa atom berasal dari proton dan neutron, jumlah keseluruhan partikel ini dalam
atom disebut sebagai bilangan massa Massa sebuah inti stabil selalu lebih kecil daripada
nucleon-nukleon pembentuk inti denganmassa inti stabilnya disebut defek massa (mass
defect). Energi yang diperlukan untuk memutuskan inti menjadi proton-proton dan neutronn-
neutron pembentuknya disebut Enegiikat inti (bindyng energy). Perubahan ini disebut reaksi
inti. Peluruhan radioaktif dan transmutasi inti merupakan reaksi inti. Radioaktivitas
ditemukan oleh ahli fisika Perancis Henri Becquerel. Peluruhan dari inti tidak stabil
merupakan proses acak dan tidak mungkin untuk memperkirakan kapan sebuah atom tertentu
akan meluruh, melainkan ia dapat meluruh sewaktu waktu. Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu
reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi nuklir.Reaksifusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau
lebih inti atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang
bersih.Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti atom
lainnya, dan menghasilkan energi dan atombaru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi
elektromagnetik.
3.2 Saran
Sesuai penjelasan diatas, sesungguhnya mempelajari fisika inti dapat membawa manfaat bagi
kehidupan sehari-hari, pemahaman kita menjadi lebih baik terhadap alamsekitar dan berbagai
proses yang berlangsung di dalamnya lebih baik dan juga jadimempunyai kemampuan untuk
mengolah bahan alam menjadi produk yang lebih bergunabagi manusia. Oleh karena itu saran
kami sebaiknya ilmu pengetahuan yang sudah ada dapat lebih dikembangkan lagi dengan