Anda di halaman 1dari 19

BAB V

DESIGN TOOLING

5.1. Landasan Teori


Landasan teori merupakan teori-teori yang berkaitan dengan
permasalahan dan sebagai acuan dalam pembuatan laporan akhir.
Berikut ini merupakan landasan teori yang berkaitan dengan modul
design tooling.

5.1.1 Mesin Jigsaw


Mesin jigsaw merupakan mesin perkakas yang digunakan
untuk memotong benda kerja sama halnya dengan mesin gergaji.
Pada umumnya operasi pemotongan dengan panjang terbatas. Pisau
gergaji mesin ini merupakan pisau baja bervariasi dari panjang 300
mm sampai 900 mm, dibuat dengan ketebalan 1,3 mm sampai 3,1
mm untuk pengoperasian dengan kecepatan tinggi (Amstead, 1995).
1. Cara Pengoperasian Mesin Jigsaw
Cara pengoperasian mesin jigsaw terdiri dari 9 tahap. Berikut ini
merupakan penjelasan dari 9 tahap dalam pengoperasian mesin
jigsaw (Amstead, 1995).
a. Letakkan benda kerja berupa papan, triplek, besi kotak dsb
pada penopang kayu atau besi yang kokoh dan rata.
b. Buka dua plastik pelindung.
c. Pasang mata pisau sesuai dengan benda kerja yang akan
dipotong menggunakan kunci L dan mengencangkan (arah mata
pisau ke depan). Pasang plastik pelindung pisau.
d. Setting tingkat akurasi pemotongan dengan Guide Rule (jika
pemotongan lurus).
e. Setting kecepatan sesuai dengan ketebalan benda kerja.
f. Pasang kabel penghubung ke stop kontak dan memastikan kabel
dalam kondisi normal, aman, tidak melilit, dan tidak tertarik.

V-1
V-2

g. Hidupkan mesin dengan menekan dan menahan tombol trigger,


jika pemotongan berlangsung lama bisa memindahkan kearah
belakang tombol Lock Lever.
h. Arahkan mesin ke depan secara perlahan-lahan sampai benda
kerja terpotong dengan sempurna.
i. Matikan mesin dengan mengarahkan ke depan tombol Lock
Lever dan melepaskan tombol.

Gambar 5.1 Mesin Jigsaw

5.1.2 Mesin Serut


Mesin serut adalah mesin yang berfungsi untuk menghaluskan
sisi kayu setelah proses pemotongan. Mesin standar bekerja dengan
menghaluskan permukaan satu demi satu sisi kayu. Hanya satu
meja kerja yang terdapat pisau penyerut. Pada perkembangannya
mesin ini bisa sekaligus menyerut 4 sisi kayu dan dikombinasi
dengan jenis pisau lainnya (Yadi, 2015).
Mesin serut memiliki prisnsip kerja yang berbeda dari mesin
lainnya. Berikut prinsip pengerjaan mesin serut adalah sebagai
berikut (Yadi, 2015).
1. Roda gigi dengan berputar cepat termasuk rotor dan 2 mata
pahat dari motor penggerak dengan gaya inersi beberapa kali
dengan jalur lintasan.
V-3

2. Mesin serut benda kerja digerakkan terhadap pahat yang


stasioner dengan penggerak pada meja mesin serut adalah roda
gigi atau secara hidrolis. Meja kerja pada mesin serut dikonstruksi
dengan celah T pada permukaan untuk memberi pegangan dan
pengapitan dari suku cadang yang harus dimesin. Benda kerja
pada mesin serut umumnya dipegang dengan mengapit langsung
kepada platan.

Gambar 5.2 Mesin Serut

5.1.3 Mesin Gerinda


Mesin gerinda pada dasarnya berguna untuk menggerinda
permukaan benda kerja sehingga merata dan halus, khususnya
untuk mengatas pahat pemotong dari mesin-mesin perkakas. Bentuk
mesin ini ada yang duduk dan ada yang berdiri. Mesin gerinda duduk
ialah yang pemasangannya dengan cara diikat dengan baut pada
bangku kerja, sedangkan mesin gerinda berdiri ialah mesin gerinda
yang pemasangannya terpasang pada kakinya yang tinggi (Daryanto,
2002).
Mesin gerinda adalah mesin asah untuk menajamkan semua
macam pahat, baik pahat bubut, pahat sekrap, pahat tangan, pahat
bor, dan lain sebagainya (Amstead, 1995).
V-4

Gambar 5.3 Mesin Gerinda


1. Jenis-jenis Mesin Gerinda.
Jenis-jenis mesin gerinda dibedakan menjadi 2 macam, yaitu
mesin gerinda datar dan mesin gerinda silindris. Berikut ini
merupakan penjelasan dari jenis-jenis mesin gerinda (Widarto,
2008).
a. Mesin Gerinda Datar
Penggerindaan datar adalah suatu teknik penggerindaan yang
mengacu pada pembuatan bentuk datar, bentuk, dan
permukaan yang tidak rata pada sebuah benda kerja yang
berada di bawah batu gerinda yang berputar (Widarto, 2008).
Benda kerja dicekam pada kotak meja magnetik, digerakkan
maju mundur di bawah batu gerinda. Meja pada mesin gerinda
datar dapat dioperasikan secara manual atau otomatis.
Berdasarkan sumbu utamanya, Mesin gerinda datar dibagi
menjadi 4 macam (Widarto, 2008):
1) Mesin gerinda datar horizontal dengan gerak meja bolak balik,
mesin gerinda ini digunakan untuk menggerinda benda-benda
dengan permukaan rata dan menyudut.
2) Mesin gerinda datar horizontal dengan gerak meja berputar,
mesin jenis ini dipergunakan untuk menggerinda permukaan
rata poros.
3) Mesin gerinda datar vertical dengan gerak meja bolak-balik,
mesin jenis ini digunakan untuk menggerinda benda-benda
berpermukaan rata, lebar dan menyudut.
V-5

4) Mesin gerinda datar vertical dengan gerak meja berputar,


mesin jenis ini dipergunakan untuk menggerinda permukaan
rata poros.
b. Mesin Gerinda Silindris
Mesin gerinda silindris adalah alat pemesinan yang berfungsi
untuk membuat bentuk-bentuk silindris, silindris bertingkat,
dan sebagainya. Berdasarkan konstruksi mesinnya, Mesin
gerinda silindris dibedakan mejadi menjadi empat macam, yaitu
(Widarto, 2008):
1) Mesin gerinda silindris luar, berfungsi untuk menggerinda
diameter luar benda kerja yang berbentuk silindris dan tirus.
2) Mesin gerinda silindris dalam, berfungsi untuk menggerinda
benda-benda dengan diameter dalam yang berbentuk silindris
dan tirus.
3) Mesin gerinda silinder luar tanpa center (centreless), berfungsi
untuk menggerinda diameter luar dalam jumlah yang banyak
atau massal baik panjang maupun pendek.
4) Mesin gerinda silindris universal, berfungsi untuk
menggerinda benda kerja dengan diameter luar dan dalam
baik bentuk silindris.
2. Macam-macam Batu Gerinda.
Jenis batu pada setiap mesin gerinda mempunyai warna berbeda
dimana setiap warna yang dimiliki batu mempunyai karakteristik
berbeda pula, di pasaran pada umumya terdapat warna merah
muda, putih dan hijau. Ada 5 jenis lain dari batu gerinda yaitu flat
wheels, cup wheels, dish grinding wheels shaped grinding wheels,
cylindrical grinding wheels. Fungsi dari batu gerinda tersebut juga
berbeda-beda dalam pemakaiannya, berikut fungsi dari beberapa
jenis batu gerinda (Amstead, 1995):
a. Flat wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong
seperti handtap, countersink, mata bor, dan sebagainya.
V-6

b. Cup wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong


seperti cutter, pahat bubut, dan sebagainya.
c. Dish grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan profil
pada cutter.
d. Shaped grinding wheels, untuk memotong alat potong atau
material yang sangat keras, seperti HSS, material yang sudah
mengalami heat treatment.
e. Cylindrical grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan
diameter dalam suatu jenis produk.

Gambar 5.4 Jenis-Jenis


Mata Gerinda
5.1.4 Mesin Kompresor
Mesin kompresor merupakan mesin untuk pekerjaan bengkel,
mesin ini digerakkan oleh sebuah motor penggerak. Motor penggerak
ini nantinya akan menggerakkan v-belt yang terhubung dengan alat
penghirup udara, yaitu torak atau turbin, kemudian udara yang telah
dihisap oleh turbin tadi disimpan dalam tabung penyimpanan, lalu
dialirkan melalui selang udara bertekanan tinggi.
Prinsip kerja mesin kompresor, yaitu bekerja dengan cara
mesin dihidupkan oleh sumber tenaga listrik atau motor bahan bakar
minyak, sehingga torak atau turbin penghisap dapat digerakkan
dengan bantuan v-belt dan mendapatkan udara yang disimpan pada
tabung udara, kemudian katup dibuka untuk menyalurkan udara ke
selang (Gatot, 2003).
V-7

Gambar 5.5 Mesin Kompresor

5.1.5 Mesin Paku Tembak/Air Nailer


Sesuai dengan namanya, mesin paku tembak/air nailer adalah
alat untuk memaku benda kerja dengan menggunakan tenaga
angin (air compressor). Alat ini biasa digunakan untuk pekerjaan
dengan berbahan kayu. Dengan menggunakan paku bertenaga angin
ini, kita dapat mempercepat proses pengerjaan karena dengan satu
kali tembakan paku dapat langsung menembus kayu/benda kerja
(Widarto, 2008).

Gambar 5.6 Mesin Paku Tembak

5.1.6 Keselamatan Kerja


Perlunya memperhatikan faktor keselamatan kerja sebelum
menjalankan mesin yang akan digunakan dalam bekerja. Hal
tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
V-8

Kecelakaan yang terjadi umumnya disebabkan karena operator


kurang memperhatikan hal-hal penting agar suatu pekerjaan dapat
dilakukan dengan selamat dan aman. Kecelakaan kerja dapat
berakibat buruk terhadap keselamatan operator atau pekerja,
keselamatan mesin, keselamatan alat-alat pendukung. dan
keselamatan benda kerja yang dibuat. Operator harus
mempertimbangkan dan mengingat keamanan bekerja sehingga
program kerja akan berjalan lancar. Berikut ini merupakan hal-hal
yang harus diperhatikan dalam keselamatan kerja (Daryanto, 2002).
1. Tempat atau jenis
a. Di mesin mana dan jenis mesin harus diketahui.
b. Lingkungan dan suasana tempat kerja.
c. Pengaman atau perintang bagian berbahaya.
d. Landasan atau injakan operator.
e. Kebersihan mesin.
2. Perlengkapan diri sendiri
a. Pakaian kerja rapi dan terkancing.
b. Rambut teratur sekalipun agak panjang dan diberi pelindung.
c. Jangan menyimpan benda tajam dalam saku.
d. Lepas semua cincin dari jari.
e. Gunakan kacamata khusus yang tersedia.
f. Gunakan sepatu yang kuat pada ujungnya.
g. Gunakan sarung tangan jka perlu.
h. Jangan menggunakan dasi.
3. Kebersihan
a. Bersihkan tangan sebelum bekerja.
b. Segera bersihkan tangan setelah selesai bekerja.
c. Gunakan pakaian kerja sebersih mungkin.
d. Gunakan krim khusus bila perlu untuk melindungi.
4. Menjalankan dan menggunakan mesin
Mesin yang belum dikuasai dengan baik jangan dicoba-coba
dijalankan karena berbahaya dan dapat dapat menimbulkan
kecelakaan atau bahkan merusak mesin.

5.1.7 Alat Pelindung Diri


V-9

APD adalah alat yang digunakan seseorang dalam melakukan


pekerjaan dengan maksud melindungi dirinya dari sumber bahaya
tertentu, baik yang berasal dari pekerjaan dan lingkungan kerja, dan
berguna dalam usaha mencegah atau mengurangi kemungkinan
cedera atau sakit. Alat pelindung diri adalah alat yang dipergunakan
untuk tujuan melindungi karyawan dari risiko cedera yang
disebabkan oleh bahaya-bahaya yang ada di tempat kerja (Syukri,
1997).
APD yang baik adalah yang memenuhi persyaratan yaitu enak
dipakai, tidak menggangu pekerjaan, dan memberikan perlindungan
efektif terhadap jenis bahaya. Berikut ini merupakan penjelasan dari
APD yang digunakan oleh pekerja (Syukri, 1997).
1. Pakaian Pelindung (Wearpack)
Pakaian pelindung dapat digunakan untuk melindungi tubuh dari
beberapa hal yang dapat mengakibatkan kecelakaan atau
membahayakan saat bekerja. Pakaian pelindung berfungsi untuk
melindungi badan sebagian atau seluruh bagian badan dari
bahaya temperatur panas atau dingin, percikan bahan-bahan
kimia, dan lingkungan seperti virus, bakteri dan jamur.
2. Alat Pelindung Mata dan Muka
Alat pelindung mata dan muka adalah alat pelindung yang
berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari paparan bahan
kimia berbahaya, paparan partikel-partikel yang melayang di udara
dan di badan air, percikan benda-benda kecil, panas, atau uap
panas, radiasi gelombang elektromagnetik yang mengion maupun
yang tidak mengion, pancaran cahaya, benturan atau pukulan
benda keras atau benda tajam. Pada pekerjaan pengelasan
maupun pekerjaan permesinan perlu menggunakan pelindung
mata. Hal ini untuk melindungi mata dari percikan api ataupun
serpihan dari besi yang mengalami proses pengerjaan permesinan.
V-10

3. Alat Pelindung Kaki


Alat pelindung digunakan untuk melindungi kaki dari tertimpa
atau berbenturan dengan benda-benda berat. Alat pelindung kaki
bentuknya seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal
dengan sol dari karet tebal dan kuat. Alat pelindung kaki berfungsi
untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena
tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
4. Alat Pelindung Tangan
Alat pelindung tangan dapat digunakan untuk melindungi tangan
dari beberapa hal yang dapat mengakibatkan kecelakaan atau
membahayakan saat bekerja. Alat pelindung tangan berfungsi
sebagai alat yang dapat melindungi tangan pada saat bekerja di
tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan.
Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi
masing-masing pekerjaan.
5. Alat Pelindung Kepala
Alat pelindung kepala adalah alat pelindung dapat digunakan
untuk melindungi kepala dari beberapa hal yang dapat
mengakibatkan kecelakaan atau membahayakan saat bekerja. Alat
pelindung kepala berfungsi untuk melindungi kepala dari benda
yang berpotensi mengenai kepala secara langsung maupun tidak
langsung.
6. Alat Pelindung Telinga
Alat pelindung telinga adalah alat pelindung dapat digunakan
untuk melindungi telinga dari beberapa hal yang dapat
mengakibatkan kecelakaan atau membahayakan saat bekerja. Alat
pelindung telinga berfungsi untuk melindungi alat pendengaran
terhadap kebisingan atau tekanan. Hal ini dimaksudkan karena
telinga tidak mampu menahan suara dalam intensitas yang tinggi
dan memekakkan telinga.
V-11

7. Alat Pelindung Pernapasan


Alat pelindung pernapasan adalah alat pelindung dapat digunakan
untuk melindungi pernapasan dari beberapa hal yang dapat
mengakibatkan kecelakaan atau membahayakan saat bekerja. Alat
pelindung pernapasan berfungsi sebagai pelindung hidung dan
penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat yang memiliki
kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dan sebagainya).

5.2. Hasil dan Pembahasan


Design tooling merupakan proses mendesain serta
mengembangkan alat bantu, metode, dan teknik yang dibutuhkan
untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas manufaktur,
produksi dengan kapasitas produksi yang besar dan kecepatan
produksi yang tinggi memerlukan alat bantu khusus. Pembahasan
ini berisi tentang proses kerja pembuatan produk, bahan, peralatan,
dan mesin produk terpilih, lalu potensi bahaya kecelakaan kerja yang
mungkin terjadi serta alat pelindung diri yang harus digunakan.
Berikut merupakan hasil dan pembahasan modul design tooling.

5.2.1 Proses Kerja Pembuatan Produk


Proses kerja produksi pembuatan tempat kartu nama
dilakukan secara intermittent, yaitu dimana proses yang dilakukan
berdasarkan job shop atau per stasiun kerja. Proses ini bertujuan
agar menghasilkan produk yang memiliki kualitas yang tinggi.
Proses produksi tempat kartu nama diawali dengan proses
pengukuran. Proses pengukuran tiap-tiap komponen tempat kartu
nama menggunakan alat ukur berupa meteran serta pulpen yang
digunakan untuk memberikan tanda ukuran pada tiap komponen.
Jenis material yang digunakan dalam produksi tempat kartu nama
adalah kayu mahoni. Pengukuran pertama adalah komponen papan
V-12

belakang dengan ukuran 22131 cm, pengukuran kedua adalah


komponen papan bawah dengan ukuran 22101 cm, pengukuran
ketiga adalah komponen papan depan dengan ukuran 22131 cm,
pengukuran keempat adalah komponen papan samping kiri dengan
ukuran sebesar 12131 cm, pengukuran kelima adalah komponen
papan samping kanan dengan ukuran 1291 cm, dan pengukuran
keenam adalah komponen papan sekat dengan ukuran 10131 cm.
Tahap selanjutnya proses produksi tempat kartu nama, yaitu
proses pemotongan. Proses pemotongan masing-masing komponen
tempat kartu nama menggunakan mesin jigsaw atau alat potong
kayu. Proses pemotongan tempat kartu nama terdiri dari 6
komponen. Pemotongan pertama adalah komponen papan belakang
sebanyak 1 buah, pemotongan kedua adalah komponen papan alas
sebanyak 1 buah, pemotongan ketiga adalah komponen papan depan
sebanyak 1 buah, pemotongan keempat adalah komponen papan
samping kiri sebanyak 1 buah, pemotongan kelima adalah komponen
papan samping kanan sebanyak 1 buah, dan pemotongan keenam
adalah komponen papan sekat sebanyak 1 buah.
Tahap selanjutnya tempat kartu nama memasuki proses
penghalusan. Proses penghalusan pertama masing-masing komponen
yang telah melalui proses pemotongan akan dihaluskan
menggunakan mesin serut, fungsi dari mesin serut adalah untuk
menghilangkan duri-duri tajam yang muncul akibat dari proses
pemotongan. Setelah semua komponen selesai, lalu proses
penghalusan berikutnya menggunakan mesin gerinda halus. Proses
penghalusan bertujuan agar permukaan kayu masing-masing
komponen tempat kartu nama menjadi rata dan halus. Penghalusan
pertama adalah komponen papan belakang sebanyak 1 buah,
penghalusan kedua adalah komponen papan bawah sebanyak 1
V-13

buah, penghalusan ketiga adalah komponen papan depan sebanyak


1 buah, penghalusan keempat adalah komponen papan samping kiri
sebanyak 1 buah, penghalusan kelima adalah komponen papan
samping kanan sebanyak 1 buah, dan penghalusan keenam adalah
komponen papan sekat sebanyak 1 buah.
Proses produksi selanjutnya memasuki proses perakitan.
Proses perakitan tempat kartu nama menggunakan alat paku
tembak. Perakitan pertama dimulai dari komponen papan belakang
dengan papan bawah, perakitan kedua adalah komponen papan
samping kiri dan papan samping kanan disatukan dengan komponen
papan belakang dan papan bawah yang sudah dirakit tadi, perakitan
ketiga adalah komponen papan depan disatukan dengan komponen
papan belakang, papan bawah, papan samping kiri, dan papan
kanan yang sudah dirakit sebelumnya, dan yang terakhir proses
memasang papan sekat. Setelah semua proses perakitan selesai,
dilakukan pengecekan untuk menghindari kecacatan produk.
Proses produksi tempat kartu nama yang sudah dirakit adalah
proses pendempulan. Proses ini bertujuan agar dempul tersebut
menutupi celah-celah dan lubang pada produk serta menutupi paku
dan meratakan kayu agar proses finishing produk menjadi lebih
mudah. Proses pendempulan produk dilakukan secara manual, yaitu
dengan cara melapisi seluruh permukaan produk dengan dempul
secara merata. Setelah didempul, produk kemudian dikeringkan 5
menit.
Setelah melalui proses pengukuran, pemotongan, penghalusan,
perakitan, dan pendempulan selanjutnya produk tempat kartu nama
memasuki proses akhir, yaitu proses pernis. Proses pernis tempat
kartu nama menggunakan alat spray gun dan mesin kompresor.
Tujuan dari proses pernis ini adalah untuk melapisi produk tempat
V-14

kartu nama agar tahan lama dan menjadikan produk lebih berwarna.
Setelah dipernis produk tempat kartu nama dikeringkan dalam
waktu +30 menit. Setelah produk kering, dilakukan pengecekan
sebelum produk disimpan di gudang penyimpanan barang jadi dan
kemudian siap untuk dipasarkan.

5.2.2 Bahan, Peralatan dan Mesin Produk Terpilih


Proses pembuatan produk tempat kartu nama tentu
membutuhkan bahan, peralatan, dan mesin yang digunakan sebagai
penunjang dalam proses pembuatannya. Berikut ini merupakan
penjabaran bahan, peralatan, dan mesin yang digunakan untuk
proses pembuatan produk tempat kartu nama.
1. Bahan
Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan produk tempat
kartu nama adalah kayu mahoni, paku, dempul, dan pernis.
Berikut merupakan kegunaan dari bahan-bahan yang digunakan.
a. Kayu yang digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan
produk tempat kartu nama, yaitu jenis kayu mahoni.
b. Paku berfungsi untuk menyatukan komponen-komponen agar
terpasang dengan kokoh membentuk produk tempat kartu
nama.
c. Dempul berfungsi untuk mengisi celah dan lubang pada produk
serta menutupi paku dan meratakan kayu.
d. Pernis berfungsi untuk meningkatkan estetika dan melindungi
produk agar tahan lama.
2. Peralatan
Perlatan yang digunakan dalam proses pembuatan produk tempat
kartu nama adalah meteran, pulpen, dan spray gun. Berikut
merupakan kegunaan dari peralatan yang digunakan.
a. Mistar berfungsi untuk mengukur papan yang akan dipotong
sesuai ukuran.
V-15

b. Pulpen berfungsi untuk menandai ukuran pada papan yang


akan dipotong.
c. Spray gun berfungsi sebagai alat untuk menyemprotkan pernis.
3. Mesin
Mesin yang digunakan dalam proses pembuatan produk tempat
kartu nama adalah mesin jigsaw, mesin gerinda halus, mesin
serut, mesin paku tembak, dan mesin kompresor. Berikut
merupakan kegunaan dari mesin-mesin yang digunakan.
a. Mesin jigsaw berfungsi untuk memotong kayu dengan prinsip
kerja, yaitu mesin diam dan berputar, benda kerja yang
mendekati mesin.
b. Mesin gerinda halus berfungsi untuk menghaluskan permukaan
benda kerja dengan prinsip kerja, yaitu benda kerja dipegang
tangan, mesin gerinda mendekati benda kerja.
c. Mesin serut berfungsi untuk meratakan dan menghaluskan
permukaan pada tiap komponen terutama sisi yang telah
melalui proses pemotongan menggunakan mesin jigsaw, prinsip
kerja mesin serut, yaitu benda kerja diam dipegang, lalu mesin
serut yang mendekati benda kerja.
d. Mesin paku tembak berfungsi untuk menancapkan paku pada
benda kerja agar masing-masing komponen menyatu
membentuk produk yang kokoh dengan prinsip kerja, yaitu
benda kerja diam, paku dimasukkan pada paku tembak, lalu
paku tembak diarahkan pada bagian yang telah ditentukan dan
ditembakkan paku pada benda kerja dengan bantuan mesin.
e. Mesin kompresor berfungsi untuk menyalurkan udara dengan
tekanan tinggi ke alat spray gun, mesin kompresor dinyalakan
dan mesin mengisi udara sesuai kapasitas mesin, lalu
masukkan pernis kedalam tabung spray gun dan siap
digunakan pada benda kerja yang akan dipernis.
V-16

5.2.3 Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja serta Alat Pelindung Diri


Yang Digunakan
Proses produksi tempat kartu nama tentu menggunakan
mesin-mesin yang dapat menimbulkan potensi bahaya kecelakaan
kerja, oleh sebab itu dalam penggunaannya membutuhkan alat
pelindung diri yang berfungsi untuk melindungi operator dan
mengurangi potensi bahaya kecelakaan kerja tersebut. Berikut ini
merupakan uraian beberapa potensi bahaya kecelakaan kerja serta
alat pelindung diri yang digunakan dalam proses pembuatan produk
tempat kartu nama.
1. Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja
Potensi bahaya kecelakaan kerja pada operator yang mungkin
terjadi pada saat pembuatan produk. Berikut ini merupakan
beberapa potensi bahaya kecelakaan kerja yang dapat terjadi.
a. Mata terluka karena terkena serpihan kayu (scrub).
b. Tangan mengalami cedera atau terluka karena salah pada saat
penggunaan peralatan dan mesin yang ada atau terkena benda
kerja secara langsung.
c. Saluran pernafasan terganggu karena kemasukan serpihan kayu
(scrub).
d. Kaki cedera atau terluka karena tertiban benda kerja atau
peralatan yang sedang digunakan.
e. Gangguan pendengaran karena tingkat kebisingan yang tinggi
akibat suara yang dihasilkan mesin pada saat digunakan.
2. Alat Pelindung Diri yang Digunakan
Alat pelindung diri (APD) merupakan peralatan yang digunakan
pekerja bila memasuki suatu tempat kerja yang berbahaya atau
memiliki resiko kerja yang tinggi untuk melindungi pekerja dari
berbagai kecelakaan kerja yang mungkin terjadi. Alat pelindung
diri yang digunakan pada proses produksi, yaitu kacamata, sarung
tangan bahan, masker, safety shoes, earplug, dan helm. Berikut ini
V-17

merupakan kegunaan alat pelindung diri yang digunakan dalam


proses pembuatan produk tempat kartu nama.
a. Kacamata digunakan untuk melindungi mata dari debu dan
serpihan kayu (scrub). Jenis kacamata yang tepat digunakan
untuk pengerjaan ini kacamata safety spectacles. Bentuknya
seperti kacamata biasa namun dapat melindungi mata dari
lompatan benda tajam, debu, partikel-partikel kecil, dan dapat
mengurangi sinar matahari yang menyilaukan mata.

Gambar 5.7 Kacamata Safety


b. Sarung tangan katun digunakan untuk melindungi tangan dari
peralatan yang memiliki resiko tinggi dan untuk menghindari
terluka atau tergoresnya tangan akibat sentuhan dengan benda
runcing atau tajam.

Gambar 5.8 Sarung Tangan Katun

c. Masker digunakan untuk melindungi hidung atau pernapasan


dari debu dan serpihan kayu (scrub). Masker yang paling umum
V-18

digunakan di lingkungan udara berpartikel debu adalah masker


N95, jenis masker yang mampu memfilter partikel dengan
efisiensi yang cukup tinggi (tingkat efisiensinya lebih besar atau
sama dengan 95%).

Gambar 5.9 Masker Pernafasan N95

d. Safety shoes digunakan untuk melindungi kaki dari


kemungkinan jatuhnya benda kerja atau peralatan yang sedang
digunakan.

Gambar 5.10 Safety Shoes

e. Earplug digunakan untuk melindungi telinga dari kebisingan


pada saat menggunakan mesin yang menghasilkan suara bising.
Earplug dapat mengurangi intensitas suara 20-30dB.
V-19

Gambar 5.11 Earplug