Anda di halaman 1dari 18

Makalah Mesin Frais

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Mesin frais adalah yang paling mampu melakukan banyak tugas dari segala mesin perkakas.
Permukaan yang datar maupun berlekuk dapat dimesin dengan penyelesaian dan ketelitian
istimewa. Pemotong sudut, celah, roda gigi dan ceruk dapat dilakukan dengan menggunakan
berbagai pemotong. Pahat frais, pelumas
lubang dan bor dapat dipegang dalam soket arbor dengan melepaskan pemotong dan orbor.
Karena semua gerakan meja mempunyai penyetelan mikrometer, maka lubang dan pemotongan
yang lain dapat diberi jarak secara tepat. Operasi pada umumnya yang dilakukan oleh sekrap,
kempa gurdi, mesin pemotong roda gigi dan mesin pelumas lubang dapat dilakuan pada mesin
frais. Mesin ini membuat penyelesaian dan lubang yang lebih baik sampai batas ketelitian
dengan jauh lebih mudah dari pada sekrap. Pemotongan berat dapat diambil tanpa banyak
merugikan pada penyelesaian atau ketepatannya. Pemotonganya efesien pada gerakannya
dan dapat dipakai untuk waktu yang lama sampai perlu diasah kembali. Dalam kasus pada
umumnya, benda kerja diselesaikan dalam satu lantaran dari meja. Keuntungan ini ditambah
dengan ketersediaan dari pemotogan yang sangat beraneka ragam membuat mesin frais sangat
penting dalam bengkel dan ruang perkakas. (B.H. Amstead, 1981)
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi mesin frais?
2. Apa saja jenis jenis mesin frais?
3. Apa saja bagian utama dari mesin frais?
4. Apa saja macam dari pisau frais?
5. Bagaimana pemasangan pisau frais?
6. Apa saja Metoda pada proses frais?
7. Ada berapa dan apa saja pengklasifikasian proses frais?
8. Apa saja peralatan dan aksesoris yang digunakan untuk memegang pisau frais?
9. Apa saja Alat Pencekam dan Pemegang Benda Kerja yang ada pada pada Mesin Frais?

10. Bagaimana proses peengefraisan berlangsung?


11. Bagaimana perhitungan yang terdapat pada proses pengefraisan?

BAB II
PEMBAHASAN
1. A.

Definisi Mesin Frais

Proses pemesinan frais (milling) adalah proses penyayatan benda kerja menggunakan alat potong
dengan mata potong jamak yang berputar. Proses penyayatan dengan gigi potong yang banyak
yang mengitari pisau ini bisa menghasilkan proses pemesinan lebih cepat. Permukaan yang
disayat bisa berbentuk datar, menyudut, atau melengkung. Permukaan benda kerja bisa juga
berbentuk kombinasi dari beberapa bentuk. Mesin (Gambar 1.) yang digunakan untuk memegang
benda kerja, memutar pisau, dan penyayatannya disebut Mesin Frais (Milling Machine).
Gambar 1. Skematik dari gerakan-gerakan dan komponen-komponen
dari (a) Mesin Frais vertical tipe column and knee, dan (b) Mesin
Frais horizontal tipe column and knee.
Mesin Frais (Gambar 2) ada yang dikendalikan secara mekanis (konvensional manual) dan ada
yang dengan bantuan CNC. Mesin konvensional manual posisi spindelnya ada dua macam yaitu
horizontal dan vertical. Sedangkan Mesin Frais dengan kendali CNC hampir semuanya adalah
Mesin Frais vertical.
Gambar 2. Mesin Frais turret vertical horizontal.
1. B.

Jenis Mesin Frais

Mesin frais dapat dibedakan :


1. Ditinjau dari bentuknya

1. Mesin frais mendatar atau mesin frais rata (horisontal).


Mesin frais ini mempunyai konstruksi perkakas potong (milling cutter) yang terpasang pada
poros spindel dengan posisi horisontal/mendatar.
1. Mesin frais tegak (vertikal)
Mesin frais ini mempunyai konstruksi perkakas potong (milling cutter) yang terpasang pada
poros spindel dengan posisi tegak lurus terhadap meja. Mesin frais ini digunakan untuk
mengefrais sisi , frais muka, frais ujung, alur, celah, bentuk melingkar, bentuk bertingkat dan
sebagainya.
1. Mesin frais universal
Mesin frais ini dapat dioperasikan sebagai mesin frais horisontal maupun vertikal, digunakan
untuk pekerjaan yang mempunyai keragaman (kompleksitas) tinggi. Posisi spindel dapat diubah
menjadi horisontal maupun vertikal. Hampir semua pekerjaan dapat dilakukandengan mesin frais
ini. Salah satu kelebihannya adalah meja mesin yang dapat digerakkan secara manual maupun
otomatis.
1. Ditinjau dari cara kerjanya
1. Mesin frais plain (plain type milling machine)
2. Mesin frais unuversal
3. Ditinjau dari desainnya
1. Mesin frais meja
Mesin frais ini termasuk mesin frais produksi yang dapat mengerjakan benda kerja dengan hasil
yang sama (seragam) dalam jumlah banyak.
1. Mesin frais lutut dan tiang (column and knee milling machine)
Mesin frais ini paling banyak digunakan, seperti dibengkel, karena peralatannya lebih fleksibel
digunakan pada berbagai kondisi pemotongan. Bagian utamanya adalah tiang dimana dipasang
lutut yang dapat digerakkan naik turun.
1. Ditinjau dari pekerjaan spesialnya.
1. Mesin frais copy.
2. Mesin frais untuk membuat roda-roda gigi yang besar.
1. C.

Bagian-bagian Utama Mesin Frais

1. Head
Merupakan tempat mekanisme motor penggerak terpasang untuk menggerakkan spindel.
1. Spindel
Merupakan bagian yang menggerakkan arbor (tempat mata pahat/cutter).
1. Arbor (poros tempat cutter/pahat frais)
Arbor digunakan untuk mencekan pahat frais yang terpasng pada sumbu utama. Arbor juga
disebut poros frais, berfungsi sebagai tempat kedudukan pisau frais dan ditempatkan pada sumbu
mesin. Bentuknya panjang dan sepanjang badannya diberi alur spie (pasak), pada ujungnya
berbentuk tirus dan ujung lainnya berulir, dilengkapi ring penekan (collar). Arbor juga dibuat
dengan bentuk yang pendek untuk pengikatan pisau-pisau frais sisi. Ukurannya sesuai dengan
standar lubang pisau frais, misalnya 22, 27, dan 23 mm atau 7/8 inch, 1 inch, dan 11/4 inch. Arbor
dibuat dari baja paduan yang tahan puntiran dan bengkokan.
Gambar 3. Arbor
1. Arbor support
Merupakan bagian dimana mata potong dan arbor terpasang.
1. Column
Column berfungsi untuk menyokong dan menuntun knee saat bergerak vertikal.
1. Knee
Merupakan bagian yang terapsang pada column, tempat mekanisme (transmisi penggerak)
pengaturan pemakanan (feed) dan menopang saddle.
1. Saddle
Saddle terpasang pada knee yang bergerak keluar masuk ke arah operator secara manual dengan
mengatur handwheel maupun secara otomatis. Saddle digunakan untuk menopang meja.
1. Feed dial
Feed dial digunakan untuk mengatur gerakan meja saat pemakanan.
1. Crossfeed handwhell
Crossfeed handwhell digunakan unruk menggerakkan meja (bed) secara hroisontal di depan
column.

1. Base
Merupakan landasan mesin yang terletak menyatu dengan lantai. Base juga berfungsi sebagai
reservoir (penampung fluida pendingin)
1. Kepala pembagi
Benda kerja dapat dipasang antara dua senter, satu senter dipasang dalam lubang dalam spindel
kepala pembagi dan senter lainnya dipasang pada kepala lepas.
Gambar 4. Kepala Pembagi
1. Kepala lepas
Kepala lepas digunakan untuk menahan benda kerja yang panjang, kepala lepas sebagai salah
satu senter pada mesin frais.
Gambar 5. kepala lepas
1. Meja putar
Untuk mesin frais tegak, meja putar digunakan sebagai kepala pembaginya. Pada alat ini dibuat
alur T untuk mencekam benda kerja dengan baut jepit.
1. Ragum (tanggem penjepit/facing fixture vise)
Ragum digunakan untuk menjepit benda kerja. Macam-macam ragum antara lain :
1. Ragum datar (ragum lurus)
Rangkanya dibuat dari besi tuang dengan rahang pengragum dari baja perkakas yang disepuh.
1. Ragum pelat (ragum dengan bibir pemegang)
Ragum pelat dibuat lebih kuat dari ragum biasa. Ragum ini sangat cocok untuk mesin yang besar
dan pekerjaan berat.
1. Ragum universal sudut (ragum dapat diputar)
Ragum universal sudut dapat diputar dalam arah horizontal dan vertical sebesar sudut (derajat)
tertentu.
1. Ragum busur
Ragum di mana pada alas ragum terdapat skala indeks sudut.

Gambar 6. macam-macam ragum


1. D.

Macam-Macam Pisau Frais


1. Pisau frais aksial (axial)

Pisau frais aksial digunakan unrtuk memotong rata dan sejajar dengan putaran arbor.
Gambar 7. pisau frais aksial
1. Pisau frais radial
Pisau frais radial digunakan untuk mengefrais permukaan menyudut terhadap putaran arbor.
Gambar 8. pisau frais radial
1. Pisau frais profil
Pisau frais profil digunakan untuk membuat bentuk yang berjari-jari (concave, convex, corner
rounding).
Gambar 9. pisau frais profil
1. Pisau frais special
1. Pisau frais alur T (tee)
Gambar 10. pisau frais alur T (tee)
1. Pisau frais ekor burung
Gambar 11. pisau frais ekor burung
1. Pisau frais alur pasak
Gambar 12. Pisau frais alur pasak
1. Pisau frais bilah
2. Pisau frais gergaji (slitting saws)
3. Pisau frais pasangan (inserted tool cutter)
4. Pisau frais jari (end mill cutter)
Gambar 13. pisau frais jari (end mill cutter)

1. E.

Pemasangan Pisau Frais


1. Perbedaan putaran pisau

Ada dua jenis pisau frais berdasarkan putarannya. Pisau kanan jika pemakanan pisau searah
jarum jam. Pisau kiri jika pemakanan pisau berlawanan arah jarum jam.
1. Penyetelan
1. Pisau frais
Pisau frais mempunyai lubang ditengahnya untuk penyetelan pada arbor atau pemegang lainnya
yang akan mengikat langsung ke sumbu mesin. Untuk itu, sumbu utama mesin dibuat berlibang
tirus (sebagai pengikat yang tidak mudah lepas dan mudah dikeluarkan kembali).
1. Cara pemasangan pisau yang lain
1) Tangkai tirus pisau jari dan beberapa pisau lainnya sering dibuat dengan standar tangkai
tirus, umumnya menggunakan seri ketirusan Morse, Brown dan Sharpe.
2) Tangkai lurus biasanya pada pisau-pisau berukuran kecil, pengikatnya pada mesin frais
menggunakan alat pemegang bor kepala lurus dan alat pemegang bagian tirusnya diikatkan pada
sumbu mesin.
1. Pemegang pisau sisi
Pemegang pisau sisi telah distandarisasi. Pisau sisi dapat diikatkan pada bagian belakangnya
kemudian diikat dengan mengencangkan mur pengunci.
1. Quick Taper
Merupakan pengembangan alat pemegang pisau dengan ketirusan besar untuk memudahkan
melepas kembali pisau frais.
1. Spring Collet Chuck
Digunakan untuk mencekam pahat frais, khususnya pada pembuatan lubang dan taper.

1. F.

Klasifikasi Proses Frais

Proses frais dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis. Klasifikasi ini berdasarkan jenis pisau, arah
penyayatan, dan posisi relatif pisau terhadap benda kerja (Gambar 14).
Gambar 14. Tiga klasifikasi proses frais : (a) Frais periperal (slab

milling), (b) frais muka (face milling), dan frais jari (end milling).
1. Frais Periperal (Slab Milling)
Proses frais ini disebut juga slab milling, permukaan yang difrais dihasilkan oleh gigi pisau yang
terletak pada permukaan luar badan alat potongnya. Sumbu dari putaran pisau biasanya pada
bidang yang sejajar dengan permukaan benda kerja yang disayat.
1. Frais Muka (Face Milling)
Pada frais muka, pisau dipasang pada spindel yang memiliki sumbu putar tegak lurus terhadap
permukaan benda kerja. Permukaan hasil proses frais dihasilkan dari hasil penyayatan oleh ujung
dan selubung pisau.
1. Frais Jari (End Milling)
Pisau pada proses frais jari biasanya berputar pada sumbu yang tegak lurus permukaan benda
kerja. Pisau dapat digerakkan menyudut untuk menghasilkan permukaan menyudut. Gigi potong
pada pisau terletak pada selubung pisau dan ujung badan pisau.

1. G.

Metode Proses Frais

Metode proses frais ditentukan berdasarkan arah relatif gerak makan meja Mesin Frais terhadap
putaran pisau (Gambar 15.). Metode proses frais ada dua yaitu frais naik dan frais turun.
Gambar 15. (a)Frais naik (up milling) dan (b) frais turun (down milling).
1. Frais Naik (Up Milling)
Frais naik biasanya disebut frais konvensional (conventional milling). Gerak dari putaran pisau
berlawanan arah terhadap gerak makanmeja Mesin Frais (Gambar 15.). Sebagai contoh, pada
proses frais naikapabila pisau berputar searah jarum jam, benda kerja disayat ke arahkanan.
Penampang melintang bentuk beram (chips) untuk proses fraisnaik adalah seperti koma diawali
dengan ketebalan minimal kemudianmenebal. Proses frais ini sesuai untuk Mesin Frais
konvensional/manual,karena pada mesin konvensional backlash ulir transportirnya relatif
besardan tidak dilengkapi backlash compensation.
1. Frais Turun (Down Milling)
Proses frais turun dinamakan juga climb milling. Arah dari putaran pisau sama dengan arah gerak
makan meja Mesin Frais. Sebagai contoh jika pisau berputar berlawanan arah jarum jam, benda
kerja disayat ke kanan. Penampang melintang bentuk beram (chips) untuk proses frais naik
adalah seperti koma diawali dengan ketebalan maksimal kemudian menipis. Proses frais ini
sesuai untuk Mesin Frais CNC, karena pada mesin CNC gerakan meja dipandu oleh ulir dari bola

baja, dan dilengkapi backlash compensation. Untuk Mesin Frais konvensional tidak
direkomendasikan melaksanakan proses frais turun, karena meja Mesin Frais akan tertekan dan
ditarik oleh pisau.
Proses pemesinan dengan Mesin Frais merupakan proses penyayatan benda kerja yang sangat
efektif, karena pisau frais memiliki sisi potong jamak. Apabila dibandingkan dengan pisau bubut,
maka pisau frais analog dengan beberapa buah pisau bubut (Gambar 5.). Pisau frais dapat
melakukan penyayatan berbagai bentuk benda kerja, sesuai dengan pisau yang digunakan. Proses
meratakan bidang, membuat alur lebar sampai dengan membentuk alur tipis bisa dilakukan oleh
pisau frais (Gambar 16.).
Gambar 15. Pisau frais identik dengan beberapa pahat bubut.
Gambar 16. Berbagai jenis bentuk pisau frais untuk Mesin Frais horizontal dan vertical.
1. H.

Jenis Mesin Frais

Mesin Frais yang digunakan dalam proses pemesinan ada tiga jenis, yaitu :
1. 1.

Column and knee milling machines

2. 2.

Bed type milling machines

3. 3.

Special purposes

Mesin jenis column and knee dibuat dalam bentuk Mesin Frais vertical dan horizontal (lihat
Gambar 17.). Kemampuan melakukan berbagai jenis pemesinan adalah keuntungan utama pada
mesin jenis ini. Pada dasarnya pada mesin jenis ini meja (bed), sadel, dan lutut (knee) dapat
digerakkan. Beberapa asesoris seperti cekam, meja putar, kepala pembagi menambah
kemampuan dari Mesin Frais jenis ini. Walaupun demikian mesin ini memiliki kekurangan
dalam hal kekakuan dan kekuatan penyayatannya. Mesin Frais tipe bed (bed type) memiliki
produktivitas yang lebih tinggi dari pada jenis Mesin Frais yang pertama. Kekakuan mesin yang
baik, serta tenaga mesin yang biasanya relatif besar, menjadikan mesin ini banyak digunakan
pada perusahaan manufaktur (Gambar 17.). Mesin Frais tersebut pada saat ini telah banyak yang
dilengkapi dengan pengendali CNC untuk meningkatkan produktivitas dan fleksibilitasnya.
Gambar 17. Mesin Frais tipe bed.

Gambar 18. Mesin Frais tipe

column and knee


Produk pemesinan di industri pemesinan semakin kompleks, maka Mesin Frais jenis baru dengan
bentuk yang tidak biasa telah dibuat.Mesin Frais tipe khusus ini (contoh pada Gambar 19.),
biasanyadigunakan untuk keperluan mengerjakan satu jenis penyayatan
denganproduktivitas/duplikasi yang sangat tinggi. Mesin tersebut misalnya MesinFrais profil,
Mesin Frais dengan spindel ganda (dua, tiga, sampai limaspindel), dan Mesin Frais planer.

Dengan menggunakan Mesin Fraiskhusus ini maka produktivitas mesin sangat tinggi, sehingga
ongkosproduksi menjadi rendah, karena mesin jenis ini tidak memerlukan settingyang rumit.
Gambar 19. Mesin Frais tipe khusus (special purposes). Mesin Frais dengan dua buah spindel.
Gambar 20. Mesin Frais CNC tipe bed (bed type CNC milling machine).
Selain Mesin Frais manual, pada saat ini telah dibuat Mesin Frais dengan jenis yang sama
dengan mesin konvensional tetapi menggunakan kendali CNC (Computer Numerically
Controlled). Dengan bantuan kendali CNC (Gambar 20.), maka Mesin Frais menjadi sangat
fleksibel dalam mengerjakan berbagai bentuk benda kerja, efisien waktu dan biaya yang
diperlukan, dan produk yang dihasilkan memiliki ketelitian tinggi
1. I.

Parameter yang Dapat Diatur pada Mesin Frais

Maksud dari parameter yang dapat diatur adalah parameter yang dapat langsung diatur oleh
operator mesin ketika sedang mengoperasikan Mesin Frais. Seperti pada Mesin Bubut, maka
parameter yang dimaksud adalah putaran spindel (n), gerak makan (f), dan kedalaman potong
(a). Putaran spindel bisa langsung diatur dengan cara mengubah posisi handle pengatur putaran
mesin. Gerak makan bisa diatur dengan cara mengatur handle gerak makan sesuai dengan tabel f
yang ada di mesin. Gerak makan (Gambar 21) ini pada proses frais ada dua macam yaitu gerak
makan per gigi (mm/gigi), dan gerak makan per putaran (mm/putaran). Kedalaman potong diatur
dengan cara menaikkan benda kerja, atau dengan cara menurunkan pisau.
Putaran spindel (n) ditentukan berdasarkan kecepatan potong. Kecepatan potong ditentukan oleh
kombinasi material pisau dan material benda kerja. Kecepatan potong adalah jarak yang
ditempuh oleh satu titik (dalam satuan meter) pada selubung pisau dalam waktu satu menit.
Rumus kecepatan potong identik dengan rumus kecepatan potong pada mesin bubut. Pada proses
frais besarnya diameter yang digunakan adalah diameter pisau. Rumus kecepatan potong :
Di mana :
v = kecepatan potong (m/menit)
d = diameter pisau (mm)
n = putaran benda kerja (putaran/menit)
Setelah kecepatan potong diketahui, maka gerak makan harus ditentukan. Gerak makan (f)
adalah jarak lurus yang ditempuh pisau dengan laju konstan relatif terhadap benda kerja dalam
satuan waktu, biasanya satuan gerak makan yang digunakan adalah mm/menit.
Kedalaman potong (a) ditentukan berdasarkan selisih tebal benda kerja awal terhadap tebal
benda kerja akhir. Untuk kedalaman potong yang relatif besar diperlukan perhitungan daya
potong yang diperlukan untuk proses penyayatan. Apabila daya potong yang diperlukan masih

lebih rendah dari daya yang disediakan oleh mesin (terutama motor listrik), maka kedalaman
potong yang telah ditentukan bisa digunakan.
Gambar 21. Gambar jalur pisau frais menunjukkan perbedaan antara gerak makan per gigi (ft)
dan gerak makan per putaran (fr).
1. J.

Peralatan dan Asesoris untuk Memegang Pisau Frais

Proses penyayatan menggunakan Mesin Frais memerlukan alat bantu untuk memegang pisau dan
benda kerja. Pisau harus dicekam cukup kuat sehingga proses penyayatan menjadi efektif, agar
pisau tidak mengalami selip pada pemegangnya. Pada Mesin Frais konvensional horizontal
pemegang pisau adalah arbor dan poros arbor (lihat kembali Gambar 1). Gambar skematik arbor
yang digunakan pada Mesin Frais horizontal dapat dilihat pada Gambar 22. Arbor ini pada
porosnya diberi alur untuk menempatkan pasak sesuai dengan ukuran alur pasak pada pisau frais.
Pasak yang dipasang mencegah terjadinya selip ketika pisau
Gambar 22. Gambar skematik arbor Mesin Frais.
menahan gaya potong yang relatif besar dan tidak kontinyu ketika gigigigi pisau melakukan
penyayatan benda kerja. Pemegang pisau untuk Mesin Frais vertical yaitu kolet (collet, lihat
Gambar 23. Kolet ini berfungsi mencekam bagian pemegang (shank) pisau. Bentuk kolet adalah
silinder lurus di bagian dalam dan tirus di bagian luarnya. Pada sisi kolet dibuat alur tipis
beberapa buah, sehingga ketika kolet dimasuki pisau bisa dengan mudah memegang pisau.
Gambar 23. (a) Kolet pegas yang memiliki variasi ukuran diameter,
(b) kolet solid pemasangan pisau dengan baut.
Sesudah pisau dimasukkan ke kolet kemudian kolet tersebut dimasukkan ke dalam pemegang
pisau (tool holder). Karena bentuk luar kolet tirus maka pemegang pisau akan menekan kolet dan
benda kerja dengan sangat kencang, sehingga tidak akan terjadi selip ketika pisau menerima gaya
potong.
Pemegang pisau (tool holder) standar bisa digunakan untuk memegang pisau frais ujung (end
mill). Beberapa proses frais juga memerlukan sebuah cekam (chuck) untuk memegang pisau
frais. Pemegang pisau ini ada dua jenis yaitu dengan ujung tirus Morse (Morse taper) dan lurus
(Gambar 24). Pemegang pisau yang lain adalah kepala bor (Gambar 25). Kepala bor ini jarak
antara ujung pisau terhadap sumbu bisa diubah-ubah, sehingga dinamakan offset boring heads.
Pemegang pisau ini biasanya digunakan untuk proses bor (boring), perataan permukaan (facing),
dan pembuatan champer (chamfering).
Gambar 24. (a) Pemegang pisau frais ujung (end mill) (b) pemegang pisau shell end mill.
Gambar 25. Kepala bor (offset boring head).
1. K.

Alat Pencekam dan Pemegang Benda Kerja pada Mesin Frais

Alat pemegang benda kerja pada Mesin Frais berfungsi untuk memegang benda kerja yang
sedang disayat oleh pisau frais. Pemegang benda kerja ini biasanya dinamakan ragum. Ragum
tersebut diikat pada meja Mesin Frais dengan menggunakan baut T. Jenis ragum cukup banyak,
penggunaannya disesuaikan dengan bentuk benda kerja yang dikerjakan di mesin. Untuk benda
kerja berbentuk balok atau kubus ragum yang digunakan adalah ragum sederhana atau ragum
universal (Gambar 26.). Ragum sederhana digunakan bila benda kerja yang dibuat bidangbidangnya saling tegak lurus dan paralel satu sama lain (kubus, balok, balok bertingkat). Apabila
digunakan untuk membuat bentuk sudut digunakan ragum universal (Gambar 26.), atau bila
menggunakan ragum sederhana bentuk pisau yang dipakai menyesuaikan bentuk sudut yang
dibuat.
Apabila bentuk benda kerja silindris, maka untuk memegang benda kerja digunakan kepala
pembagi (dividing head). Kepala pembagi (Gambar 27.) ini biasanya digunakan untuk
memegang benda kerja silindris, terutama untuk keperluan :
1. Membuat segi banyak
2. Membuat alur pasak
3. Membuat roda gigi (lurus, helix, payung)
4. Membuat roda gigi cacing.
Gambar 26. (a) Ragum sederhana (plain vise), (b) Ragum universal yang biasa digunakan pada
ruang alat.
Gambar 27. Meja yang dapat diatur sudutnya dalam beberapa arah, digunakan untuk alat bantu
pengerjaan benda kerja yang memiliki sudut lebih dari satu arah.
Gambar 28. Kepala pembagi (dividing head) untuk membuat segi banyak, roda gigi, atau helix.
Ragum biasa yang dipasang langsung pada meja Mesin Frais hanya dapat digunakan untuk
mengerjakan benda kerja lurus atau bertingkat dengan bidang datar atau tegak lurus. Apabila
benda kerja yang dibuat ada bentuk sudutnya, maka ragum diletakkan pada meja yang dapat
diatur sudutnya (identik dengan meja sinus). Meja tersebut (Gambar 27), diikat pada meja Mesin
Frais.
Alat bantu pemegang benda kerja di Mesin Frais yang lain yaitu meja putar (rotary table). Meja
putar, (Gambar 29) ini diletakkan di atas meja Mesin Frais, kemudian ragum atau cekam rahang
tiga bisa diletakkan di atasnya. Dengan bantuan meja putar ini proses penyayatan bidang-bidang
benda kerja bisa lebih cepat, karena untuk menyayat sisisisi benda kerja tidak usah melepas
benda kerja, cukup memutar handle meja putar dengan sudut yang dikekendaki. Selain itu
dengan meja putar ini bisa dibuat bentuk melingkar, baik satu lingkaran penuh (360o) atau kurang
dari 360o.

Benda kerja yang dikerjakan di Mesin Frais tidak hanya benda kerja yang bentuknya teratur.
Benda kerja yang berbentuk plat lebar, piringan dengan diameter besar dan tipis, dan benda hasil
tuangan sulit dicekam dengan ragum. Untuk keperluan pemegangan benda kerja seperti itu, maka
benda kerja bisa langsung diletakkan di meja Mesin Frais kemudian diikat dengan menggunakan
bantuan klem (clamp). Berbagai bentuk klem dan baut pengikatnya biasanya digunakan untuk
satu benda kerja yang relatif besar.
Gambar 29. (a) Meja putar (rotary table) yang bisa digunakan untuk Mesin Frais vertical
maupun horizontal, (b) Meja putar yang dapat diatur sudutnya.
Selain pemegang benda kerja, pada Mesin Frais juga ada beberapa macam asesoris yang berguna
untuk membantu pengaturan Mesin Frais, maupun penempatan benda kerja. Asesoris tersebut
misalnya (a) parallel yang berguna untuk meninggikan posisi benda kerja pada ragum, (b) line
finder untuk membantu mencari posisi garis pinggir benda kerja, (c) line finder dipasang pada
kolet, (d) edge finder yang digunakan untuk mencari posisi pojok benda kerja, (e) pembatas
ragum (vise stop) yang berguna untuk batas peletakan benda kerja di ragum, (f) pembatas ragum,
(g) blok V untuk membantu memegang benda kerja berbentuk silindris, dan (h) klem (clamp)
untuk membantu memegang benda kerja. Gambar perlengkapan Mesin Frais tersebut dapat
dilihat pada Gambar 30.
Gambar 30. Berbagai macam asesoris yang digunakan pada Mesin Frais.
1. L.

Pekerjaan mengefrais

Pada mesin frais, umumnya terdapat tiga kemungkinan gerakan meja, yaitu gerakan horisontal,
gerakan menyilang, dan geraka vertikal. Tetapi pada beberapa meja juga memiliki geraka putar,
sehingga juga memiliki beberapa proses pengerjaan terhadap benda kerja.
Gerakan mesin frais ada dua, yaitu :
1. Gerakan potong dilakukan oleh pahat yang berputar dan bergerak.
2. Gerakan makan dilakukan oleh benda kerja yang bergerak terhadap pahat yang berputar.
Sesuai dengan pahat yang digunakan, maka ada dua macam cara mengefrais, yaitu :
1. Mengefrais datar (slab milling) dengan sumber putar pahat frais selubung sejajar
permukaan benda kerja. Ada dua macam cara mengefrais datar, yaitu :
1. Mengefrais naik atau pemakanan ke atas (up cut milling) pemotongan dilakukan
oleh gigi pahat yang bergerak ke atas, di mana arah dan tekanan pemotongan
belawanan arah dengan gerakan benda kerja. Penyayatan dimulai dari gerakan
tipis ke gerakan mtebal. Umumnya digunakan sebagai proses penghalusan
(finishing)

2. Mengefrais turun atau pemakanan kebawah (down cut milling) pemotongan


dilakukan oleh gigi pahat yang bergerak keatas, di mana arah pemotongan
berlawanan arah dengan gerakan benda kerja. Penyayatan dimulai dari gerakan
tebal ke gerakan tipis. Umumnya digunakan sebagai proses pengasaran (pekerjaan
dengan kecepatan menghasilkan geram tinggi).
3.

Mengefrais tegak (face milling) dengan sumbu putar pahat


lurus permukaan benda kerja.

frais muka tegak

:
Gambar 31. Gambar skematis proses frais tegak dan mendatar
Di dalam suatu pengerjaan, gigi gigi suatu pisau frais dapat risak. Pisau frais yang tumpul akan
menghasilkan permukaan benda kerja yang tidak bersih dan ukuran yang tidak teliti, sehingga
pisau frais perlu diasah. Pisau frais digerinda pada bagia permukaan bebasnya. Sebagai contoh
pada waktu pengerjaan pisau frais ditekan ke penyangga gigi dengan tangan, tangan yang lain
menggerakan meja pada pisau yang diasah sepanjang roda gerinda, satu demi satu gigi gigi
giasah dengan kasar, kemudian digerinda halus. Batu gerinda berbentuk cawang. Oleh karena itu,
hanya satu sisi dari batu gerinda yang harus miring terhadap sumbu pisau yang diasah kira kira
3o. Agar didapatkan sudut bebas yang baik, penyangga gigi di letakkan di bawah pusat pisau
dengan suatu jarak tertentu.
Gambar 32. Mengasah Pisau Frais
Cara pemasangan benda kerja
Untuk memasang benda kerja pada mesin frais ada 4 cara, yaitu :
1. Benda kerja diikatkan pada ragum yang dipasang dengan baut pada meja mesin.
2. Benda kerja langsung diikatkan pada meja mesin
3. Benda kerja dipasang pada alat spesial yang nantinya dapat diikatkan pada ragum atau
langsung diikatkan pada meja mesin.
4. Benda kerja diikatkan pada pelat cekam atau di antar dua senter seperti pada mesin bubut.
5. M.

Parameter proses pengefraisan


1. Feed

Ukuran feed dapat dihitung dengan satuan feet tiap putaran, yang besarnya tergantung pada
bahan apa yang akan disayat oleh tiap gigi pisau frais.
Putaran yang diperlukan dapat dihitung dari kecepatan potong :

1. Feed tiap putaran = feed tiap gigi x jumlah gigi


2. Jarak pergeseran tiap menit = feed tiap putaran x RPM
3. Waktu pengefraisan = panjang benda kerja/jarak pergeseran tiap menit.
1. Kecepatan potong (cutting speed)
Kecepatan potong tergantung dari :
1. Keadaan pisau : putaran pisau jari yang kecil harus lebih cepat, dan sebaliknya pisau
yang diameternya besar akan berputar lebih lambat.
2. Kekerasan bahan : macam bahan yang akan dipotong berlainan, maka cutting speed-nya
juga berbeda.
Putaran per menit (RPM) pisau frais akan berputar menurut besar kecilnya diameter pisau,
misalnya pisau yang diameternya kecil lebih cepat putarannya daripada pisau frais yang besar.
1. Waktu pengefraisan
2. Kecepatan penghasilan geram (metal removal rate)
Tabel Parameter pemotongan proses pengefraisan
Contoh :
1. Mesin frais dengan putaran 120 put/menit digunakan untuk mengefrais besi tuang dengan
pisau yang memiliki 20 gigi.
Hitunglah waktu yang diperlukan untuk pengefraisan sepanjang 8 inch?
Jawab :
1. Feed tiap putaran = 0,015 x 20 =0,30 inch
2. Jarak pergeseran tiap menit = 0,30 x 120 = 36 inch
3. Waktu pengefraisan = 8 inch/30 = 0,267 menit =16 detik
Mengefrais untuk pekerjaan akhir biasanya digunakan feed 0,30 s/d 0,050 inch tiap putaran
pisau, dan ini juga masih tergantung keadaan bahan yang difrais. Pada pemotongan akhir tidak
ada getaran antara benda kerja dan pisau.
1. Berapakah putaran pisau frais HSS yang berdiameter 6 inch dengan 20 gigi yang
digunakan untuk mengefrais baja linak ?

Jawab
Dari tabel cutting speed, feed pisau frais HSS untuk mengefrais baja lunak = 80 feet per menit.
Keliling pisau = x D = 3,14 x 6 inch= 18,84 inch = 1,5 ft.
== 80 RPM
1. Mesin frais dengan pisau silinder berdiameter D = 2 inch dengan jumlah gigi lurus n = 20
buah digunakan untuk mengefrais material balok baja lunak dengan panjang 15 inch dan
lebar 6 inch. Pemakanan diatur f1=0.015 inch/gigi dengan kedalaman pemotongan d= 1/8
inch. Pisau frais yang digunakan lebih lebar daripada balok yang difrais. Jika putaran
spidel N = 130 rpm, hitunglah kecepatan penghasilan geram (MRR) dan waktu
pemesinan!
Jawab :
Kecepatan penghasilan geram (MRR)
f = f1.N.n = 0.015 x 130 x 20 = 39 inch/menit
MRR = w.d.f = 6 x 1/8 x 20 = 15 inch3/menit
Waktu pemesinan (untuk D>d)
= = 0,5 inch
= (15 + 0,5)/39 = 39,75 detik
1. N.

Penghitungan

2. Kepala pembagi (dividing head)


Kebanyakan roda cacing yang terdapat pada kepala pembagi bergigi 40 dan poros cacing berulir
tunggal. Misalnya poros cacing diputar sekali, maka benda kerja (roda cacing) berputar 1/40 kali.
Dengan kata lain, untuk satu putaran roda cacing, kita harus memutar poros cacing sebanyak 40
putaran. Untuk pengefreisan suatu benda, maka banyaknya putaran engkol pembagi untuk satu
bagian sama dengan banyaknya putaran engkol pembagi untuk satu putaran penuh benda kerja di
bagi dengan jumlah bagian yang akan dibuat.
Gambar 33. Penampang Kepala Pembagi
Contoh :
1. Hendak difrais benda kerja dalam 10 bagian yang sama, dengan roda cacing pada kepala
pembagi 40 gigi. Berapa banyaknya putaran engkol pembagi untuk tiap bagiannya ?

Banyaknya putaran engkol = = 4 kali putaran


Supaya engkol pembagi dapat berputar dengan benar, maka dipasang suatu keping pembagi
dengan lubang lubang yang jaraknya sama di lingkaran yang mempunyai satu titik pusatnya.
Umumnya mesin frais memiliki keeping pembagi yang berlubang.
Keping I

: 15 16 17 18 19 20

Keping II

: 21 23 27 29 31 33

Keping III

: 37 39 41 43 47 49

Untuk mesin frais Hero (di bengkel bagian logam), keping pembagiannya:
Keping I

: 20 27 31 37 41 43 49 53

Keping II

: 23 29 33 39 42 47 51 57

Untuk mesin frais Sajo, keping pembagian :


Keping I

: 38 42 47 49 53 59 77 87 93 111 119

Keping II

: 30 41 43 48 51 57 69 81 91 99 117

Untuk contoh 2, kita memutar engkol pembagi 3 putaran disesuaikan dengan adanya keping
pembagi, sehingga engkol pembagi diputar sebanyak 3 kali putaran ditambah putaran atau 5
bagian (6 lubang) untuk keping I dengan lubang 15.
1. Mengefrais roda gigi biasa
Untuk mengefrais roda gigi, roda dijepit pada sumbu yang sebelumnya telah dibubut dan telah
dijepit pada sumbu kecil dengan tidak melepaskannya sebelum difrais. Untuk mengefrais gigi
gigi, sumbu kecil dengan roda itu dipasang di antara senter senter kepala pembagi dan kepala
lepas. Pada sumbu utama dipasang roda gigi ulir (roda cacing/worm wheel) yang biasanya
mempunyai 40 gigi dan terdiri dari dua bagian. Roda cacing digerakkan oleh sumbu batang
berulir (cacing) yang dipasangi tangkai untuk memutarkan cacing tersebut, di depan tangkai
dipasang pelat pembagi (index plate) dengan roda gigi payung. Roda gigi payung digerakkan
oleh as pembantu dengan roda gigi yang sama. Pelat pembagi dapat ikut berputar atau berhenti
oleh suatu pal (index crank). Saat sumbu cacing berputar satu putaran, maka index crank
berputar satu putaran juga. Index crank pada sumbu cacing berputar di sepanjang index plate
yang diam.
Contoh :
1. Sebuah roda gigi dengan 20 gigi akan difrais. Worm wheel dengan 30 gigi. Hitunglah
banyaknya putaran engkol kecil untuk mengefrais tiap lekuk gigi!

Jawab :
Jumlah putaran index crank =
= 1 putaran lebih setengah putaran
Index crank diputar 1,5 kali untuk mengefrais tiap lekuk gigi.