Anda di halaman 1dari 1

Ciri fisik perbedaan antara manusia dengan kera

1. Rahang
Rahang kera cenderung berbentuk U dengan sudut hampir tegak lurus, gerahamnya
berderet di samping, dengan gigi taring yang besar dan panjang di sudut, serta gigi seri
depan.
Rahang manusia lebih melengkung mirip busur, gigi geligi kecil, berderet dan rata
taringnya tidak lebih panjangdari lainnya. Karena itu manusia tidak tonggos.
2. Telapak Tangan
Telapak tangan kera cenderung tertekuk dengan ibu jari yang tidak bebas bergerak.
Sangat kuat untuk memanjat, mencengkram dan menopang tubuh.
Telapak tangan manusia lebih datar dengan ibu jari bebas bergerak. Sehingga
manusia dapat berjalan dengan 2 kaki saja. Sehingga manusia dapat memegang alat dengan
sempurna. Hal ini salah sat keunggulan manusia.
3. Struktur dan tata letak tulang
Kera hanya bisaberjalan tegak dengan bertumpu pada buku-buku jari tangan.
Sehingga tidak mampu berjalan lama dengan 2 kaki. Telapak kakinya cekung, lebih tepat
untuk bergantungan di dahan.
Sudut antar tulang paha dan lutut pada manusia cukup besar dan telapaknya rata,
sehingga dapat menopang beban tubuh secara merata dan dapat berjalan tegak berlari jauh
dengan 2 kaki.
4. Volume otak
Volume otak kera (rata2 400cc) lebih kecil dari manusia (rata-rata 1400 cc).sehingga
kemampuan berpikir dan kendali gerak jauh manusia lebih baik ketimbang kera.
Perkembangan kemampuan neurobiologi manusia memungkinkan manusia bertutur bahasa
menjadi salah satu keunggulan manusia.

Kehidupan Homo erectus Sangiran

Selama lebih dari 1 juta tahun di sangiran. Homo erectus paling muda hidup pada 200.000
hingga 100 ribu tahun silam, yaitu homo erectus progresif. Manusia Homo erectus hidup di
lingkungan hutan terbuka diantara 2 gunung api dengan aliran sungai dan danau sekitarnya. Mereka
melakukan aktivitas sehari-hari seperti membuat alat batu, berburu dan meramu..analisis morfologi
terhadap fosil homo erectus sangiran telah mengklasifikasi adanya 2 tingkatan evolutif, yaitu homo
erectus arkaik dan homo erectus tipik.

a). Homo erectus tipic, hidup antara 1.5 hingga 1 juta tahun silam. tipe inilebih maju dibanding
arkaik, populasi terbanyak di indonesia, sebagian besar ditemukan di sangiran, dan lainnya di Trinil,
kedungbrubus ,patiayam dan tahun 2011 di samedo(Tegal). Konstruksi tengkorak lebih ramping,
agak tonggos. Kapasitas otak 1000 cc.

b). Homo erectus arkaik, hidup pada kala Pleistosen Bawah,tipe paling tua, ditemuka pada lapisan
lempung hitam ormasi pucangan grenzbank di sangiran, serta di Perning, Mojokerto. Jenis fosil
antara lain Meganthropus Paleojavanicus, Pithecanthropus Robustus dan Pithecanthropus
modjokertensis. Bertubuh kekar dengan otot-otot tengkuk yang kuat, wajah agak lebar dengan
rahang yang kuat. Gigi geliginya cukup menandakan mereka lebih banyak memakan tumbuhan,
buah. Volume otak sekitar 870 cc.