Anda di halaman 1dari 2

BAB 13.

PEMERIKSAAN BIAYA & PAJAK DIBAYAR DIMUKA


SOAL:

1. Sebutkan 3 perkiraan yang biasa digolongkan sebagai Biaya Dibayar Dimuka!


2. Apa yang dimaksud dengan Pajak Dibayar Dimuka?
3. Sebutkan Tujuan pemeriksaan Biaya Dibayar di Muka dan Pajak Dibayar di Muka!
4. Sebutkan beberapa ciri internal control yang baik atas biaya dan pajak dibayar di muka!
5. Sebutkan bukti pendukung perusahaan untuk dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak !
6. Sebutkan prosedur prmeriksaan Substantive Prepaid Taxes!

JAWABAN:

1. 3 perkiraan yang biasa digolongkan sebagai Biaya Dibayar Dimuka:


a. Premi Asuransi
b. Sewa Dibayar Dimuka untuk masa 1 tahun yang akan datang
c. Biaya Lain-Lain Dibayar Dimuka. Ex: biaya iklan radio, televise yang
berdasarkan kontrak, barang-barang untuk promosi.
2. Pajak Dibayar Dimuka adalah pajak yang dibayar oleh perusahaan setiap bulan atau
dipotong/dipungut oleh pihak ketiga dan akan diperhitungkan sebagai kredit pajak di
akhir tahun (untuk PPh) atau akhir bulan (untuk PPN).
3. Tujuan pemeriksaan Biaya Dibayar di Muka dan Pajak Dibayar di Muka:
a. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas biaya
dan pajak dibayar di muka.
b. Untuk memeriksa apakah biaya yang mempunyai kegunaan untuk tahun
berikutnya sudah dicatat sebagai biaya dibayar di muka.
c. Untuk memeriksa apakah biaya dibayar di muka yang mempunyai kegunaan
untuk tahun berjalan telah dibebankan/dicatat sebagai biaya tahun berjalan.
d. Untuk memeriksa apakah pajak dibayar di muka didukung oleh bukti
setoran/pemungutan pajak yang sah dan lengkap sehingga bisa diperhitungkan
sebagai kredit pajak pada akhir periode.
e. Untuk memeriksa apakah penyajian biaya dan pajak dibayar di muka dalam
laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia (paybudi)/ PSAK.
4. Beberapa ciri internal control yang baik atas biaya dan pajak dibayar di muka:
Setiap pengeluaran untuk biaya dan pajak dibayar di muka diotorisasi oleh pejabat
perusahaan yang berwenang.
Setiap pengeluaran untuk biaya dan pajak dibayar di muka didukung oleh bukti-
bukti yang sah dan lengkap. Misalnya : polis asuransi,perjanjian sewa menyewa
(lease agreement), kontrak untuk advertensi Surat Setoran Pajak (SSP), faktur
pajak masukan, bukti pemotongan PPh 22, 23, dll.
5. Bukti pendukung perusahaan untuk dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak:
PPh 22 : bukti pemungutan dari bank devisa dan PIUD (Pemberitahuan Impor
Untuk Diapaki)
PPh 23 : bukti pemotongan dari perusahaan yang membayar dividen, sewa royalty
atau bank yang membayar bunga deposito/jas giro
PPh 25 : SSP
PPN Masukan : Faktur pajak dari pengusaha kena pajak
6. Prosedur pemeriksaan Substantive Prepaid Taxes:
a. Minta rincian prepaid taxes per tanggal neraca (rincian bisa per jenis pajak atau
dicampur)
b. Check footing dan cocokkan saldonya dengan buku besar
c. Untuk pajak penghasilan, bandingkan angka prepaid taxes di rincian dengan SPT
PPh Badan
d. Untuk pajak pertambahan nilai (PPN Masukan), bandingkan angka prepaid taxes
di rincian dengan SPT Masa (SPM)