Anda di halaman 1dari 4

Pengertian pH dan Rumus pH.

pH merupakan singkatan potensial hidrogen, p


singkatan potensial dan H adalah singkatan dari hidrogen. pH adalah derajat keasaman
yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau tingkat kebasaan yang dimiliki
oleh suatu larutan.
pH adalah ukuran logaritmik dari konsentrasi ion hidrogen dari larutan. Nilai pH
merupakan negatif logaritma dari konsentrasi ion hidrogen.
pH = -log [H +]
log adalah basis 10 logaritma dan [H +] adalah konsentrasi ion hidrogen dalam mol per
liter

Istilah pH
pertama kali
dijelaskan
oleh ahli
biokimia
Denmark
SPL
Sorensen
pada tahun
1909. pH
adalah
singkatan
untuk
kekuatan
hidrogen di mana p adalah singkatan kata Jerman untuk kekuasaan, potenz, dan H
adalah simbol unsur untuk hidrogen. H dikapitalisasi karena standar untuk memanfaatkan
simbol unsur. Singkatan ini juga diberlakukan di Perancis, dengan pouvoir hidrogen
menerjemahkan sebagai kekuatan hidrogen.
Nilai pH tergantung pada suhu
Hal ini umumnya diasumsikan bahwa solusi yang netral memiliki pH 7.00. Dalam
kebanyakan kasus itu adalah pendekatan yang sangat baik, tapi itu benar hanya untuk 25
derajat C. Jika peningkatan suhu di atas 25 derajat celcius, pH larutan netral akan
menurun di bawah 7. Dan jika penurunan suhu di bawah 25 derajat celcius, nilai pH akan
meningkat di atas 7.
Pengertian dan Jenis-jenis Indikator Asam-Basa (pH)

Indikator asam-
basa adalah zat atau
alat yang dapat
berubah warna
apabila pH
lingkungannya
berubah. Dalam
menentukan nilai pH dapat menggunakan beberapa cara yaitu dengan menggunakan
kertas lakmus, larutan indikator, pH universal maupun pH meter.
1. Kertas Lakmus
Lakmus adalah merupakan alat pengukur pH paling sederhana yang berupa suatu kertas
dari bahan kimia yang akan berubah warna jika dicelupkan kedalam larutan asam atau
basa. Warna yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kadar pH dalam larutan yang ada.
Warna kertas lakmus ketika di masukan ke dalam larutan asam, larutan basa, dan larutan
bersifat netral berbeda. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus
biru. Kertas lakmus memiliki kekurangan yaitu hanya dapat menentukan larutan tersebut
asam ataupun basa, tidak dapat menentukan nilai pH suatu larutan.
Perubahan warna apabila di masukan kertas lakmus ke dalam suatu larutan adalah
sebagai berikut
a. Larutan bersifat asam, ketika kertas lakmus biru di masukan ke dalam larutan
tersebut berubah menjadi merah dan lakmus merah di masukan akan tetap berwanna
merah.
b. Larutan bersifat basa, ketika kertas lakmus merah di masukan ke dalam larutan
tersebut berunah menjadi biru dan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.
c. Larutan bersifat netral, ketika lakmus biru maupun merah tidak mengalami
perubahan warna setelah di masukan ke suatu larutan.
2. Larutan indikator
Merupakan larutan yang akan berubah warnanya apabila di masukan ke dalam lautan
dengan pH tertentu. Dalam penggunaanya untuk dapat menentukan besaran nilai pH yang
mendekati nilai pH sesungguhnya di gunakan beberapa larutan karena biasanya
perubahan warna hanya menentukan nilai pH tertentu saja. Berikut beberapa lautan
indicator yang sering di gunakan
a. Fenolftalein adalah salah satu indikator asam basa sintetik yang memiliki rentang
pH antara 8,00 10,0. Pada larutan asam dan netral, fenolftalein tidak berwarna.
Sedangkan bila dimasukkan ke dalam larutan basa, warnanya akan berubah menjadi
merah.
b. Metil jingga, larutan ini dapat membedakan antara larutan asam dengan larutan
netral. Larutan asam yang ditetesi metil merah akan tetap berwarna merah, sedangkan
larutan netral berwarna kuning. Akan tetapi, metil jingga juga akan menyebabkan
larutan basa berwarna kuning, Berarti, untuk mengetahui apakah suatu larutan bersifat
basa atau netral kita tidak dapat menggunakan metil jingga.
c. Bromtimol biru di dalam larutan asam akan berwarna kuning, dalam larutan basa
akan berwarna biru, dan di dalam larutan netral akan berwarna biru kekuningan.
Berikut beberapa indicator lain yang sering di gunakan

3. Ph
Meter

PH meter
adalah sebuah
alat
elektronik
yang
berfungsi
untuk
mengukur pH
suatu cairan.
Alat ini dapat
menentukan
nilai suatu pH
karena ada
elektroda khusus yang berfungsi untuk mengukur pH bahan-bahan semi-padat. Sebuah
pH meter terdiri dari sebuah elektroda (probepengukur) yang terhubung ke sebuah alat
elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH.
4. pH Universal
Indikator Universal merupakan dapat membedakan larutan asam dan basa serta
mengetahui harga pHnya. Indikator Universal dapat dalam bentuk cairan maupun kertas.
Indicator universal kertas pada dasarnya hampir sama dengan kertas lakmus namun dapat
menentukan nilainya Cara kerja indiator ini adalah dengan mencocokkan perubahan
warna kertas indikator pada tabel warna indikator universal .
Menurut Harjanti (2008), indikator yang digunakan harus memberikan perubahan warna
yang nampak di sekitar pH titik ekivalen titrasi yang dilakukan, sehingga titik akhirnya
masih jatuh pada kisaran perubahan pH indikator tersebut. menyebutkan bila suatu
indikator digunakan untuk menunjuk-kan titik akhir titrasi, maka :
1. Indikator harus berubah warna tepat pada saat titrant menjadi ekivalen dengan titrat.
2. Perubahan warna itu harus terjadi secara mendadak, agar tidak ada keraguan-
keraguan tentang kapan titrasi harus dihentikan.