Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL JOURNAL REPORT

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :
NAMA : EKO MAHENDRA POHAN

NIM : 5163121010

FAKULTAS TEKNIK PEND. TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengecoran adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan
cetakan untuk menghasilkan parts dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir
produk jadi. Logam cair akan dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan yang memiliki
rongga sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah logam cair memenuhi rongga dan
kembali ke bentuk padat, selanjutnya cetakan disingkirkan dan hasil cor dapat digunakan
untuk proses sekunder. Proses pengecoran secara garis besar dapat dibedakan dalam proses
pengecoran dan proses pencetakan. Pada proses pengecoran tidak digunakan tekanan sewaktu
mengisi rongga cetakan, sedang pada proses pencetakan logam cair ditekan agar mengisi
rongga cetakan.

Cetakan adalah suatu benda untuk membentuk benda kerja sesuai yang diinginkan
dengan cara penuangan bahan dasar yang telah dicairkan kemudian didinginkan. Setiap
pembentukkan suatu benda harus berdasarkan gambar benda yang diinginkan. Sebelum kita
melakukan proses penuangan berlangsung harus dibuat cetakan.

Pengecoran cetakan pasir, adalah proses pengecoran logam dengan menggunakan


pasir sebagai bahan cetakan.Proses pengecoran meliputi: pembuatan cetakan, persiapan dan
peleburan logam, penuangan logam cair ke dalam cetakan, pembersihan coran dan proses
daur ulang pasir cetakan. Produk pengecoran disebut coran atau benda cor. Berat coran itu
sendiri berbeda, mulai dari beberapa ratus gram sampai beberapa ton dengan komposisi yang
berbeda, mulai dari beberapa ratus gram sampai beberapa ton dengan komposisi yang
berbeda dan hamper semua logam atau paduan dapat dilebur dan dicor.

Proses pengecoran secara garis besar dapat dibedakan dalam proses pengecoran dan
proses percetakan. Pada proses pengeceron tidak digunakan tekanan sewaktu mengisi rongga
cetakan, sedang pada proses pencetakan logam cair ditekan agar mengisi rongga cetakan.
Karena pengisian logam berbeda, cetakan pun berbeda, sehingga pada proses percetakan
cetakan umumnya dibuat dari loga. Pada proses pengecoran cetakan biasanya dibuat dari
pasir meskipun adakalanya digunakan pula plaster, lempung, keramik atau bahan tahan api
lainnya.

B. Tujuan
1. Mengetahui perkembangan tentang teknologi pengecoran

2. mengetahui masalah-masalah yang ada dalam pengecoran

C. Manfaat
Agar kita mengetahui apa-apa saja yang sudah berkembang dalam teknologi pengecoran dan
masalah-masalah juga penyelesainya dalam teknologi pengecoran.
Materi : Pertama
Judul : Pengaruh Kecepatan Putar Pada Proses Pengecoran Aluminium
Centrifugal

Jurnal : Jurnal Teknik Mesin

Download : https://media.neliti.com/media/publications/141016-ID-pengaruh-
kecepatan-putar-pada-proses-pen.pdf

Volume dan halaman : Volume 6 Nomor 01

Tahun : 2004

Penulis : Soejono Tjitro dan Sugiharto

Reviewer : Eko Mahendra Pohan

Tanggal : 1 Oktober 2017

Abstrak Penelitian

- Tujuan Penelitian : Mengkaji lebih lanjut tentang pengaruh variasi kecepatan


Putar cetakan terhadap kualitas pengecoran aluminium yang
Meliputi sifat mekanik (kekerasan) dan struktur mikro.

- Subjek Penelitian : Aluminium


- Kata Kunci : pengecoran centrifugal, aluminium, kekerasan, struktur mikro.

Pendahuluan :

Penggunaan poros pejal (billet) atau poros berlubang (shape hollow) di beberapa
bengkel konstruksi (workshop) cukup banyak. Bahan semi-finished ini digunakan untuk
membuat komponen mekanik seperti poros pendukung. Sebagian besar bahan semi-finished
(billet) tersebut diproduksi dengan continuous casting atau extrusion (ekstrusi). Panjang billet
berkisar 5-6 meter. Sedangkan bengkel konstruksi skala kecil sering membutuhkan billet
dengan panjang kurang dari 1,5 meter. Hal ini tentunya merupakan peluang industri kecil
untuk menyediakan bahan baku billet tersebut dengan biaya investasi dan teknologi tidak
terlalu tinggi. Untuk menyediakan billet (shape hollow)dengan panjang kurang dari 1,5 m,
penulis mengusulkan untuk memproduksi billet tersebut dengan proses pengecoran cetakan
pasir atau pengecoran centrifugal. Pada makalah ini akan menjabarkan proses pembuatan
billet (shape hollow) dengan pengecoran centrifugal serta menganalisis pengaruh variasi
kecepatan putar terhadap sifat kekerasan dan struktur
mikro billet.

Metode Penelitian
- Langkah Penelitian : 1. Persiapan Mesin Centrifugal
2. Persiapan Cetakan Logam
3. Penuangan Logam Cair
4. Uji Struktur Mikro dan Kekerasan
- Hasil Penelitian : Secara umum penampakan struktur mikro pada bagian
pada bagian diameter luar penampang melintang untuk
piap variasi putaran mayoritas memiliki bentuk butir equiaxed
halus (finegrains). Angka kekerasan pada bagian diameter
dalam untuk setiap variasi putaran relatif lebih besar
dibanding bagian yg lain.

- Daftar Pustaka : Altenpohl, D., Aluminum Viewed From Within, Dusseldorf:


Aluminium Verlag, 1982

Dieter, G.E., Mechanical Metallurgy, 3rd Ed., New York: Mc


Graw-Hill Company, 1986.

Analisis Jurnal
- Kekuatan Penelitian : Ingin Mengetahui apakah pengecoran centrifugal
berpengaruh pada variasi kecepatan sehingga mempengaruhi
struktur mikro dan kekerasannya.
- Kelemahan Penelitian : Jurnal ini sudah cukup bagus.

Kesimpulan : Pada pengecoran centrifugal kecepatan putar berpengaruh pada aluminium,


baik dalam struktur mikro maupun kekerasannya.

Saran : Menurut saya jurnal ini cukup bagus hampir tidak ada kekurangan.

Referensi :

- Surdia, T., Chijiwa, K., 2000, Teknik Pengecoran Logam, Cetakan Ke-8, PT. Pradnya
Paramita, Jakarta

- Surdia, T., Saito, S., 1985, Pengetahuan Bahan Teknik, Cetakan Ke-3, PT. Pradnya
Paramita, Jakarta.
Materi : Kedua
Judul : Desain Eksperiman untuk Mengoptimalkan Proses pengecoran
Saluran Keluar Teko

Jurnal : Jurnal Teknik Mesin

Download : http://fportfolio.petra.ac.id/user_files/91014/M
ES03050102_Desain%20Eksperimen%20unt
uk%20Mengoptimalkan%20Proses%20Pengecor
an%20Saluran%20Keluar%20Teko.pdf

Volume dan halaman : Volume 5 Nomor 1

Tahun : 2003

Penulis : Gan shu san, Soejono Tjitro dan Mashuri Santoso

Reviewer : Eko Mahendra Pohan

Tanggal : 1 Oktober 2017

Abstrak Penelitian

- Tujuan Penelitian : Menganalisa faktor yang paling signifikan mempengaruhi


ketebalan saluran teko hasil cor.
- Subjek Penelitian : Saluran keluar teko
- Kata Kunci : pengecoran, desain eksperimen, desain faktorial, response
surface, optimasi.

Pendahuluan :

Pada pembuatan teko, saluran keluarnya dibuat dengan proses pengecoran. Pada
proses ini kurang lebih 20% dari produk yang dihasikan mengalami cacat dimana lubang
saluran keluar pada ujung teko terlalu sempit bahkan tertutup diakhir proses pengecoran. Hal
ini akan menyebabkan proses produksi terhambat dan secara tidak langsung akan
mempengaruhi biaya produksi. Adapun faktor yang berpengaruh dalam pembuatan atau
pengecoran ini antara lain faktor kecepatan pembekuan logam, temperatur penuangan logam
cair, temperatur cetakan, pola cetakan, temperatur pelebur logam cair, waktu tunggu
pembekuan (sebelum logam sisa dibuang), kecepatan pembuangan logam sisa, dan lain-lain.
Dengan menerapkan metode desain eksperimen khususnya metode desain faktorial, dapat
dianalisa faktor-faktor yang paling signifikan serta dapat dihasilkan kondisi optimum
faktorfaktor tersebut. Manfaatnya adalah bahwa hasil akhir produk pengecoran dapat
memenuhi standar yang telah ditentukan dan dapat mengurangi penggunaan material serta
penelitian menjadi lebih efisien. Pada penelitian ini, material yang digunakan adalah timah
dengan kadar Sn lebih dari 90 % dengan komposisi yang sudah standar sehingga tidak
dimungkinkan adanya perubahan komposisi. Hasil yang diamati pada percobaan ini adalah
ukuran ketebalan coran pada bagian ujung saluran keluar teko dan diinginkan setipis mungkin
namun tidak kurang dari 2,5 mm.
Metode Penelitian
- Langkah Penelitian :

1. Melakukan survey di pabrik pembuatan tekountuk mengetahui proses pembuatan


secaralebih detil serta mengamati faktor-faktoryang berpengaruh terhadap
hasilpengecoran.

2. Menentukan faktor-faktor apa saja yang


berpengaruh pada hasil pengecoran dengan
menggunakan fishbone diagram.

3. Memilih desain eksperimen yang akan


dilakukan.

- Hasil Penelitian : Dari penelitian ini dan analisis yang telah diberikan dapat
Ditunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi ketebalan
produk cor pada proses pembuatan saluran teko secara
signifikan adalah temperatur tuang, radius sprue dan holding
time serta interaksi antara radius sprue dan holding time.

- Daftar Pustaka : Banks, Jerry. Principles of Quality control,


New York : John Wiley and Sons, 1989.

Belavendram, Nicolo. Quality by Design,


Prentice Hall International, 1995.

Analisis Jurnal
- Kekuatan Penelitian : Berani mencoba hal baru dalam mengoptimalkan proses
pengecoran saluran keluar teko.
- Kelemahan Penelitian : Kurangnya pengetahuan dikarenakan proses ini masih dalam
tahap baru.

Kesimpulan : Walaupun Penelitian ini masih dalam tahap baru, tetapi sudah cukup medapat
hasil yang memuaskan dimana hasil dari penelitianya bahwa faktor yang
mempengaruhi ketebalan produk cor pada proses pembuatan saluran teko
secara signifikan adalah temperatur tuang, radius sprue dan holding time serta
interaksi antara radius sprue dan holding time. Lebih jauh lagi diperoleh hasil
bahwa pengaturan optimal untuk faktor-faktor tersebut adalah temperatur
tuang 475C, radius sprue 29.6 mm dan holding time 8 detik yang
menghasilkan ketebalan sebesar 2.54 mm.

Saran : Penlitian ini bagus karena berani mencoba hal baru


Referensi :

- Van Vliet, G.L.J.; Haroen (Alih Bahasa), 1984, Teknologi untuk Bangunan Mesin :
Bahan-Bahan I, Cetakan ke-1, PT. Erlangga, Jakarta

- Schonmetz, A., Gruber, K., 1985, Pengetahuan Bahan Dalam Pengerjaan Logam, PT.
Angkasa, Bandung.
Materi : Ketiga
Judul : EFFECT OF Co AND Ni ADDITION ON THE
MICROSTRUCTURE AND MECHANICAL PROPERTIES AT
ROOM AND ELEVATED
TEMPERATURE OF AN Al7%Si ALLOY

Jurnal : International Journal of Metalcasting

Download : https://link.springer.com/content/pdf/10.1007%2Fs40962-017-0178-
z.pdf
Volume dan halaman : -

Tahun : 2017

Penulis : Toni Bogdanoff, Arne K. Dahle, dan Salem Seifeddine

Reviewer : Eko Mahendra Pohan

Tanggal : 1 Oktober 2017

Abstrak Penelitian

- Tujuan Penelitian : This paper presents results of a study of the effects of Co and
Ni in a hypoeutectic AlSi alloy on microstructure and
mechanical properties at room and elevated temperature.
- Subjek Penelitian : Co and Ni in a hypoeutectic AlSi alloy
- Kata Kunci : AlSi alloy, mechanical properties, cobalt, nickel, elevated
temperature

Pendahuluan :

Demands for reduced greenhouse gas emissions and for producing more fuel efficient
vehicles have increased the use of light-weight materials in the automotive and aerospace
industries.1 Weight reduction in the automotive industry is also important because of the
increased weight of safety systems, luxury and comfort items that are required by the
customers.2 AlSi alloys are the most widely used aluminium alloys in the foundry industry
because of their good fluidity, excellent castability, high strength-to-weight ratio, good
corrosion resistance and good wear properties.3 However, the use of cast AlSi alloys at
temperatures exceeding 200 _C is challenging because of the significant reduction in the
mechanical properties at elevated temperature.2,4 Therefore, researchers have focused
significant efforts into improving the mechanical properties of AlSi alloys at elevated
temperatures through tailoring microstructure and alloy composition, and addition of
transition elements has been shown to promote thermally stable phases.2,47 Both Co and Ni
have high melting points and are well known as superalloys for high-temperature
applications.8,9 Limited studies have been carried out on the combined effects of Co and Ni
in AlSi alloys. This paper reports the results of a study into the effects of Co and Ni on the
microstructure and mechanical properties at room and elevated temperature of hypoeutectic
AlSi alloys produced by directional solidification in a Bridgman furnace.
Metode Penelitian
- Langkah Penelitian :

Four hypoeutectic alloys were made in an electrical resistance furnace by melting


together pure Al, pure Si, and master alloys (Al20%Co and Al20%Ni). The melt was held
at a temperature of 730 _C for 1 h for homogenization. Next, about 250 ppm Ti was added as
Al5Ti1B master alloy, 5070 ppm P as Al3P and about 300 ppm Sr as Al10%Sr master
alloy. All additions were wrapped in aluminium foil and pre-heated to 200 _C before addition
to the melt at 730 _C. The chemical composition of each alloy was measured in an optical
emission spectrometer (see Table 1). The melt was held for 30 min, stirred and poured into a
pre-heated (200 _C) copper mould to obtain cylindrical rods (length 20 cm, diameter 1 cm).
The rods were inserted into steel tubes coated with graphite which were inserted into the
Bridgman furnace in argon atmosphere. The temperature was set to 730 _C, and the samples
were held for 30 min. Directional solidification was carried out at a speed of 3 mm/s,
generating a microstructure corresponding to that obtained in high-pressure die casting, i.e.
secondary dendrite arm spacing (SDAS) * 10 lm. Tensile test specimens with a gauge length
of 50 mm and a diameter of 6 mm were machined from the directionally solidified samples.
The samples were tested in the as-cast condition and after treatment at 240 _C for 1000 h.
Testing was carried out at room temperature and at 230 2 _C with a constant cross-head
speed of 0.5 mm/min, and three samples were tested for each condition. Strain was measured
by a clip-on extensometer at room temperature and a laser extensometer at 230 _C. The
samples tested at 230 _C were heated in an electrical resistance furnace and held for 30 min
prior to testing. Microstructural investigations were carried out on representative regions
within the gauge length of the as-cast specimens in an optical microscope. The SDAS was
measured at ten locations in the longitude direction and ten locations from the transverse
direction in all alloys. The grain size was measured by the intercept method according to
ASTM E112-96 on an area of minimum 1.5 mm2 of inverse pole figure (IPF) maps from
electron backscatter diffraction (EBSD) analysis in the scanning electron microscope. The
EBSD measurements were done at an acceleration voltage of 15 kV and a step size of 2 lm.
Hardness measurements were performed with a micro-Vickers (6 for each sample) and
macro-Vickers (6 for each sample) following the ISO 6508 standard. Moreover, in order to
understand the influence of Co and Ni on the hardness, nanoindentation tests (36 for each
sample) were performed in a Micromaterials Nanotest Vantage instrument with a load of 200
mN.

- Hasil Penelitian : 1. Microstructural Analysis


2. Mechanical Properties: Room Temperature
3. Mechanical Properties: Elevated Temperature
4. Mechanical Properties: Hardness

Daftar Pustaka : J.G. Kaufman, E.L. Rooy, Aluminum Alloy Castings: Properties,
Processes and Applications (ASM Intl,Materials Park, OH, 2004)

R. Mahmudi, P. Sepehrband, H. Ghasemi, Improved properties of


A319 aluminum casting alloy modified with Zr. Mater. Lett. 60(21),
26062610 (2006)
Analisis Jurnal
- Kekuatan Penelitian : Ingin Mengetahui bagaimana hasil studi efek Co
dan Ni dalam paduan Aloe - hypoeutektik pada mikrostruktur
dan sifat mekanik pada ruangan dan suhu tinggi.

- Kelemahan Penelitian : Jurnal ini sudah cukup bagus.

Kesimpulan :

Karya ini berfokus pada efek Co, Ni dan Sr di Al- 7% Si. Hasilnya menunjukkan:
(1) Penambahan gabungan Co dan Ni dimodifikasi silikon eutektik.
(2) Ukuran fase Co-and Ni-rich adalahdikurangi secara signifikan dengan penambahan Sr.
(3) Ukuran butir bertambah dengan penambahan Codan Ni.
(4) Penambahan gabungan Co dan Ni menunjukkan aPotensi bagus untuk memperbaiki sifat
mekanik paduan Al-Si pada suhu tinggi.UTS meningkat sebesar * 32% pada 230 C di as-cast
condition, dan tetap di 23% lebih tinggi setelah terpapar selama 1000 jam pada 240 C.
(5) Penambahan gabungan Co dan Ni memberi Peningkatan kekerasan sebesar 34,5% di AlSi
paduan.

Saran : Menurut saya jurnal ini cukup bagus hampir tidak ada kekurangan.

Referensi :

- Van Vliet, G.L.J.; Haroen (Alih Bahasa), 1984, Teknologi untuk Bangunan Mesin :
Bahan-Bahan I, Cetakan ke-1, PT. Erlangga, Jakarta

- Surdia, T., Saito, S., 1985, Pengetahuan Bahan Teknik, Cetakan Ke-3, PT. Pradnya
Paramita, Jakarta.