0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan3 halaman

Bollar Hitung

Banyaknya kejadian kapal tugboat yang kandas dan hanyut ditarik tongkang disebabkan oleh faktor eksternal dan spesifikasi kapal tugboat. Tradisi di Indonesia menggunakan kapal tugboat berkekuatan 2000-2400 kuda untuk menarik tongkang berbobot 7000-8000 ton tidak sesuai secara teknis. Perhitungan bollard pull yang tepat penting untuk menentukan kemampuan kapal tugboat menarik beban dengan aman.

Diunggah oleh

AMIR
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan3 halaman

Bollar Hitung

Banyaknya kejadian kapal tugboat yang kandas dan hanyut ditarik tongkang disebabkan oleh faktor eksternal dan spesifikasi kapal tugboat. Tradisi di Indonesia menggunakan kapal tugboat berkekuatan 2000-2400 kuda untuk menarik tongkang berbobot 7000-8000 ton tidak sesuai secara teknis. Perhitungan bollard pull yang tepat penting untuk menentukan kemampuan kapal tugboat menarik beban dengan aman.

Diunggah oleh

AMIR
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Banyaknya kejadian Kapal Tug boat yang kandas dan hanyut didorong arus atau angin saat menarik

tongkang disebabkan oleh berbagai faktor eksternal dan juga dari Tug Boat itu sendiri. Tradisi di
Indonesia yang biasa menggunakan Tug Boat berkekuatan 2000-2400 Horse Power untuk menarik
Tongkang berbobot 7000 sampai 8000 ton adalah hal yang secara teknik menjadi sebab kejadian-
kejadian tersebut.

Dalam dunia perkapalan terlebih di kegiatan pelayaran Offshore, requirement akan Bollard pull itu jauh
lebih ketat di aplikasikan sehingga kejadian Tongkang hanyut relatif jarang terjadi. Untuk perkara tarik
menarik beban yang biasa dilakukan kapal jenis Tug boat, perhitungan Bollard Pull menjadi sangat
penting dimengerti oleh pelaku bisnis.

Seperti diketahui bahwa Bollard Pull adalah kemampuan kapal menarik beban secara keseluruhan
dihasilkan dari kombinasi Kekuatan mesin dalam Horse Power, bentuk propeller (Fix Propeller ataupun
Variable Pitch Propeller) dan penggunaan Kort Nozzle pada baling baling serta bentuk Hydro dynamic
kapal itu sendiri.

Penting diketahui bahwa rumus simpel perhitungan itu bisa didapat dari perhitungan kasar dibawah ini,
walaupun secara akurat dan resmi Bollard Pull harus diuji dan dilakukan oleh Lembaga Independen yang
kredibel ataupun Klas.

Kapal dengan baling-baling fix tanpa Kort Nozzle (baling-baling terbuka) :


BHP x 0,9 1,1 / 100 = (ton)

Kapal dengan baling-baling fix dengan Kort Nozzle :


BHP x 0,9 1,2 / 100 = (ton)

Kapal dengan baling-baling Controlable Pitch Propeller tanpa Kort Nozzle:


BHP x 0,9 x 1,25 / 100 = (ton)

Kapal dengan baling baling Controlable Pitch Propeller dan Kort Nozzle:
BHP x 0,9 1,4 / 100 = (ton)

Apabila pengetesan Bollard Pull dilakukan dengan baik tetapi hasil yang didapat jauh dari perhitungan
rumus tersebut maka kemungkinan ada beberapa hal yang tidak sesuai pada kapal dan keadaan saat
pengetesan misalnya: Air terlalu dangkal, Tali pengetesan terlalu pendek, Draft yang tidak sesuai, ukuran
baling baling yang tidak optimal dan beberapa hal lainnya.

Sementara untuk mengetahui berapa kuat sebuah kapal menarik beban (tongkang/kapal lain) maka
formula dibawah bisa dijadikan referensi untuk keadaan yang ideal dan aman.

Bollard pull (tons) = [(D^2/3 * v^3)/7200 + (Cmv*B*D1)]*K


Dimana:
D = Displacement yang di towing(t)
v = kecepatan towing dalam knots
Cmw = Koeffisien untuk kecepatan angin rata-rata
B = lebar towingan (m)
D1 = Ketinggian area yang terpapar angin dari atas air, termasuk ketinggian muatan (m)
K = Faktor 3 8,

Catatan , Keadaan normal dengan kecepatan angin 4 Skala Beaufort (15 knot)
V = 6 knots
Cmw = 0,0025
K=>3

Contoh:
Displacement Tongkang = 5500 Ton
K=3
V = 6 knots
Cmw = 0,0025
B = 24.4m
D1 = 5 meter

Dengan menggunakan rumus diatas, kita mendapatkan minimum Bollard Pull = 29.076 Ton

Selanjutnya, apabila kita menggunakan perhitungan DNV berdasarkan kondisi diatas :


Wave Resistance (Hs) = 2 meter (Fwave = 15.6 tons; Fmosses =0.528)
Wind Resistance (Ws) = 20 knot (10 m/s where Fwind = 20.5 tons)
Current = 0.5 meter (Fwave = 3.9 tons)

Maka didapat
Total Bollard Pull Requirement = Hs + Ws + Current = 40 Tons

Sementara jika kita aplikasikan standard offshore dengan koefisien 0.75 maka kapal harus memiliki
53.33 Ton Bollard Pull (setara dengan 4000 BHP Towing Tugs).

Tentu semua itu tergantung kepada keadaan pasar pelayaran setempat. Dengan kondisi sewa serendah
keadaan seperti sekarang ini, mengaplikasikan kekuatan tug boat yang ideal akan berdampak kepada
besarnya biaya dan kehilangan pelanggan, tetapi apabila terus membiasakan hal yang dibawah standard
terjadi maka kecelakaan seperti kandas dan hanyut adalah masalah menunggu angin dan arus yang
sedikit keras saja.

Ketidak pahaman pasar dan stake holder dibidang ini perlu cepat di akhiri. Ini serupa dengan keadaan
transportasi darat di negeri ini, dimana kita sering melihat Truk berjalan yang melebihi muatan, sehingga
kecelakaan dan kerusakan jalan sering terjadi.

Apabila benar-benar mengaplikasikan perhitungan Bollard pull yang ideal untuk menarik
Tongkang/Kapal, akan didapat Rumus simpelnya sebagai berikut :
1 ton Bollard Pull dihasilkan dari 100 HP tenaga kapal dan setara dengan kemampuan menarik beban
100 Ton.

Maka apabila ingin berada dalam keadaan yang aman pada segala kondisi cuaca, requirement soal
bollard pull yang ideal harus diaplikasikan. Tidak heran apabila banyak tongkang 300 feet dengan
muatan 7000 ton yang ditarik Tug boat 2000-2400 HP hanyut di Indonesia begitu terpapar angin dan
arus yang lumayan kencang.(zah)

Anda mungkin juga menyukai