Anda di halaman 1dari 2

PENGAWASAN MUTU PELAYANAN MAKANAN

RS Paru Surabaya No. Dokumen Revisi ke Halaman


Jl. Karang Tembok 39 RSP/ GIZI / 011 01 1/ 2
Surabaya
Ditetapkan
Kepala UPT RS Paru Surabaya

Standar Prosedur Tanggal Berlaku


Operasional 21 / Juni / 2014
Drg. F. Henry Christyanto, M.Kes.
Pembina Tk. I
NIP. 19621023 199003 1 004

I. PENGERTIAN
Pengawasan Mutu Pelayanan Makanan di Pantry adalah suatu kegiatan yang
dilakukan dalam upaya memantau, melaksanakan dan mengoreksi pelayanan
makanan pasien di rumah sakit berdasarkan standar yang berlaku agar dapat
segera diambil langkah tindak lanjut
II. TUJUAN
Sebagai acuan dalam melakukan pengawasan mutu pelayanan makanan di
rumah sakit agar mencapai hasil yang diinginkan
III. KEBIJAKAN
SK Direktur tentang Kebijakan Pelayanan Gizi Rumah Sakit no.
440/1150.6/101.13/2014
IV. PROSEDUR
1. Monitoring jumlah pasien rawat inap yang mendapatkan makanan (baik
yang sedang dirawat, pasien baru dan pasien pulang) dilakukan setiap
kali waktu makan sebelum makanan didistribusikan ke ruang rawat inap
2. Memeriksa dan mencatat data penerimaan makanan dari katering ke
pantry meliputi : jumlah porsi, besar porsi, kesesuaian dengan daftar/
menu setiap kali pengiriman (makan pagi, siang , sore)
3. Melakukan pemantauan mutu makanan pasien dan karyawan dari segi
warna, aroma, tektur dan rasa; apabila dinilai kurang atau tidak sesuai
standar maka segera dilakukan tindakan oleh pengawas pantry untuk
perbaikan
4. Makanan yang tidak sesuai permintaan atau standar segera
dikembalikan ke katering untuk segera diganti
5. Makanan yang tidak sesuai standar dan tidak diganti sehingga pasien
mendapat makanan tidak lengkap tidak dapat diklaim
PENGAWASAN MUTU PELAYANAN MAKANAN

RS Paru Surabaya No. Dokumen Revisi ke Halaman


Jl. Karang Tembok 39 RSP/ GIZI /009 03 2 /2
Surabaya

6. Melakukan pengawasan penyajian distribusi makanan di setiap area


pantry meliputi : jumlah porsi, kesesuaian menu, dan jenis diet
7. Membuat laporan harian pengawas, meliputi : waktu distribusi,
kesesuaian menu dan diet, jumlah porsi dan jumlah pasien yang
dilayani dan hal-hal khusus yang terjadi di luar kebiasaan
8. Evaluasi hasil laporan pengawas dan tindakan lebih lanjut dilakukan
oleh Instalasi Gizi, sekretariat secara proaktif

V. UNIT TERKAIT

1. Ahli Gizi RS
2. Catering
3. Pencatatan pelaporan pelayanan makanan