Anda di halaman 1dari 116

dr. Triani Hastuti Hatta, Sp.KK, M.

Kes

Bagian Histologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin 2013
SITOLOGI 1

Bagian dari Histologi


Mempelajari tentang sel

Komponen Sel :
Membran Sel
Sitoplasma
Nukleus (inti sel)
Komponen Sel 2
Sel 3

Memiliki kemampuan untuk


memperbanyak diri
Membutuhkan sejumlah energi
Mampu melakukan banyak reaksi
kimia
Memiliki kemampuan utk merespon
suatu rangsangan
Mampu mengorganisir diri
Fungsi Sel 4
5

Membran Sel
Membran Sel = Plasmalemma 6

Membungkus semua bagian sel


Semipermiabel
Mengambil makromolekul dari luar sel
Barier selektif

Fungsi : 1. Batas Sel


2. Pemisah
3. Pelindung
4. Tautan Sel
5. Reseptor
6. Permukaan absorpsi
7. Permukaan ekskresi
8. Perubahan bentuk sel
Mikroskopis membran sel 7

Trilaminar :
Gelap
Terang Membran Unit
Gelap Tebal seluruhnya 7,5 nm (@2,5nm)
Td. Lemak, Protein, Karbohidrat
LIPID = LEMAK 8

Bilaminar (gelap - terang)


Mudah dilalui o/ substansia larut lemak
Sifat listrik lebih tinggi dr sitoplasma
42 % dr total berat membran sel
T/d :
Fosfolipid
Kolesterol
Glikolipid
Molekul Fosfolipid 9

Kepala
Cholin
Fosfat
Gliserol
Ekor
Ada 2
14 - 24 atom karbon
1 ekor cis double bond
Kepala membtk lap
gelap, ekor mhdp lap
terang
Molekul Kolesterol 10

Kaku stabilisasi
membran sel akibat
adax rigid planar steroid
ring
Mencegah hilangnya
cairan
Mengurangi mobilitas
fosfolipid
T/d kepala & 1 ekor yg
mengandung as.lemak
Molekul Glikolipid 11

Ampifatik
Tersusun dari: oligosakarida yg terikat
lemak
Terdapat pada sebagian lapisan luar
membran sel
Banyak ditemui pada jar. Saraf
Reseptor
PROTEIN 12
25 - 75 % total berat
membran unit Molekul protein banyak
> besar dr molekul lipid jenisnya, tetapi 60 % adalah :
Tiap molekul protein Spectin
dikelilingi oleh 50 Glikoforin
molekul lipid protein band 3
Dihasilkan oleh RE kasar
Terdiri atas :
Transmembrane
protein / protein
integral
Protein perifer
Protein Integral 13

Amfipatik (amphipathic)
Regio hidrofobik berinteraksi dgn ekor
hidrofobik molekul lemak pd lapbilaminer &
regio hidrofilik mengarah pd cairan dr ke-2
sisi membran sel
Terikat pd molekul fosfatylinositol
Dpt terlihat dg teknik fraktura beku
Duduk pd ketiga lapisan membran sel
Protein Integral 14

Fungsi :
Pompa ion Na, prekursor metabolik
makromolekul (as.amino)
Channel dpt dilewati o/ ion dan air
Reseptor reseptor hormonal
Linker protein intercelluler cytoskeleton ke
extracellular matrix
Protein Perifer 15

Terdapat pada permukaan membran


Mudah terlepas
Tidak ditemui pada bagian dalam
membran yang bersifat hidrofobik
Protein Integral dan Perifer 16
KARBOHIDRAT 17

Karbohidrat pada membran sel berupa :


Oligosakarida (glikolipid)
Polisakarida (glikoprotein) :
o Glikoforin
o Proteoglikans
2 10 % dari total berat membran unit
Pengangkutan Transmembran 18
Pengangkutan Transmembran 19

ENDOSITOSIS
Makromolekul masuk ke dlm sel
PIKNOSITOSIS
Cairan masuk ke dlm sel
FAGOSITOSIS
Penelanan partikel asing,
bakteri atau sel yg rusak

EKSOSITOSIS
Makromolekul keluar dr dalam sel
Eksositosis
20
Endositosis Fagositosis
21
Endositosis Piknositosis
22
Endositosis dimediasi oleh reseptor
23
Modifikasi membran sel 24

Brush border = mikrovill = striated border


Tonjolan halus pd permukaan sel utk
perluas pmukaan
Pd sel yg berfungsi utk absorbsi

Interdigitasi = Lipatan Basolateral


Lipatan pd sisi bawah sel
Memperluas permukaan lateral sel
Memperkuat perlekatan sel
Pertukaran informasi

Kinosilia : dpt bergerak (trakea)


Silia Stereosilia : tdk dpt bergerak
(epididimis)
Tautan Sel 25

Hubungan antar sel


Tempat kontak khusus & komunikasi
antar sel
3 jenis
Taut kedap (Occluding junction)
Taut lekat (Adheren junction)
Taut salur (Gap junction)
Reseptor Membran 26

Fungsi
Bereaksi thd perubahan lingkungan
Menerima rangsangan
Tempat mengikat hormon
Contoh Reseptor hormon
Reseptor insulin
Reseptor estrogen
Reseptor makromolekul
Fibronektin, laminin utk matriks
ekstrasel
Reseptor Membran 27
28

Sitoplasma
SITOPLASMA 29

Matriks
(Sitosol)

Organel

Sitoskeleton

Deposit
Sitosol 30

Matriks cairan dari sel


Mengandung :
Enzim
Protein filamen
Glikogen, lemak bebas
Ribosom
Inklusi Sitoplasma = Deposit 31

Makanan yang tersimpan :


-Glikogen
-Lemak

Pigmen
Pigmen eksogen Pigmen endogen
Karoten Hemoglobin
Partikel karbon Hemosiderin
Bilirubin
Melanin
lipofuchin
Organel 32

Bermembran sederhana Bermembran 3 lapis


Ribosom Mitokondria
Mikrotubuli Retikulum
Sentriol endoplasma
Silia Apparatus golgi
Flagella Lisosom
Mikrofilamen Peroksisom
Filamen
intermediate Endosom
Garanula sekresi
Mitokondria 33

Chondriosome = Altmann
granule
Karakteristik
Bentuk spheris a/ sep
filamen
Lebar 0.1 - 0.5 m,
panjang 2 - 4 m
Tdk terlihat dg
pewarnaan HE
Pewarnaan khusus : FeH
& Yanus Green
Mitokondria 34

Letak tergantung pd fungsi sel


Otot : di antara miofibril
Sel yg berfungsi utk metabolisme sintesa
protein : dekat retikulum endoplasma
Sel bersilia & bermikrovili : apikal sel
Mitokondria 35

Jumlah
Tergantung pd aktivitas sel
Sel aktif banyak (500 - 1000 pd sel-sel
hepar)
Sel tdk aktif sedikit
Umur pendek ( 10 hr)
Turut membelah pd proses pembelahan sel
Mitokondria 36

Mikroskop elektron
Membran terlihat 2 unit :
Membran dalam
Enzim transport oksidase
Lipatan krista (utk perluas
permukaan dalam membran)
Lapis ganda fosfolipid &
protein
Membran luar
Batas luar mitokondria,
kontinyu
Enzim oksidase

Diantara kedua lapis membran


Ruang interkrista enzim
trikarboksilase
Mitokondria 37

Asam Nukleat Mitokondria

DNA (berbeda dg DNA inti)


Lebih sederhana
Dpt bereplikasi sendiri, membtk :
rRNA
tRNA
mRNA
Metabolisme memerlukan gen inti
Mitokondria 38
Fungsi Mitokondria
Sintesa ATP
Biosintesa Steroid
Oksidase asam lemak
Sintesa asam nukleat
Metabolisme : AEROB
39

Struktur
Mitokondria &
pembentukan
ATP
Mitokondria 40
Retikulum Endoplasma 41

Terdiri dr beberapa lapis


lipoprotein, serupa dg struktur
biokimia membran sel
Lebih tipis dr membran sel
5 nm (membran sel 8-10 nm)
2 jenis
1. Retikulum endoplasma
kasar
2. Retikulum endoplasma
halus
Retikulum Endoplasma Kasar 42

Struktur lamellar, dihub o/ segmen tubular


pendek
Menghasilkan vesikel transduktor
Ribosom melekat pd permukaan (membran)
melalui riboforin
Meningkatkan fleksibilitas membran
Perekat ribosom
Fungsi
Sintesa protein
Metabolisme glikoprotein
Sintesa fosfolipid
Dpt berubah menjadi RE halus
Retikulum Endoplasma Halus 43

Terlihat halus
Tidak mengandung ribosom
Bentuk
Dpt berubah2
Lamelar, vesikuler, tubuler / cisterna pipih
pleomorfik
Fungsi
Tergantung spesialisasi sel
Detoksifikasi (hepar)
Sintesa lemak
Sintesa steroid (korteks adrenal)
Pelepasan ion Ca (sel otot)
Retikulum Endoplasma 44
Retikulum Endoplasma 45
Fungsi Umum Retikulum Endoplasma 46
Ribosom 47

Struktur bulat, diameter


20-30 nm
Mengandung partikel
ribonukleoprotein ( dlm
btk bebas a/ terikat pd RE
kasar)
Tdk terlihat dg mikroskop
cahaya
Fungsi
Pembentukan gen
nukleus
Sintesa protein
Ribosom 48

Basofilik kuat
Pewarnaan
Methylen blue
Toluidin blue
Ribosom + m RNA poliribosom
Ribosom pd sel tertentu memiliki nama khusus
Nissl body sel neuron
Ergastoplasma sel kelenjar
Apparatus Golgi = Golgi Complex 49
Ditemukan pertama kali o/ Camillo
Golgi, 1898
Struktur berbtk lamel
5-10 lamel dg celah pemisah 20 nm
Sejumlah lubang pd lamel berisi
vesikel
Tebal membran 7.5 nm
Memiliki 2 permukaan
Dalam (konkaf) = permukaan
matur = pelepasan vesikel
Luar (konveks) = permukaam
immatur = forming face,
menerima vesikel
Apparatus Golgi = Golgi Complex 50
Pewarnaan HE tdk
tampak
Negative Golgi Image

Pewarnaan khusus
Impregnasi Perak
OSO4
Fungsi
Modifikasi produk
sekresi
Sintesa membran
Berperan dlm proses
sekresi sel
Produksi prohormon
Tempat penyimpanan
hsl sekresi
Apparatus Golgi = Golgi Complex 51
52
Lisosom 53

Ditemukan o/ De Duve
Organel hsl produk app.golgi
Mengandung enzim jenis asam hidrolase (as fosfatase,
deoksiribonuklease, ribonuklease)
Membantu memecahkan / menghancurkan protein
Terdiri dari
Lisosom primer, tdk terlibat dlm proses metabolisme
Lisosom sekunder, terlibat dlm proses degradasi
Struktur
Unit membran, tebal 9 nm, diameter 0.25 - 0.50 m
Btk bulat, kecil berisi granula
Membran mengandung kolesterol & sfingomielin
Lisosom 54

Heterolisosom = Vakuol digestif


Menghancurkan bahan yg masuk ke dalam
sel secara endositosis/fagositosis

Autolisosom = Vakuol autofagi = otofagosom


Menghancurkan komponen sel yg lemah

Telolisosom Lisosom sekunder


Mengandung beberapa unsur yg telah
dihancurkan (benda residu)
Lisosom 55
56

Fungsi
Lisosom
Mikrobodi = Peroksisom 57

Memiliki enzim pembentuk peroksida & katalase


Bentuk bulat, diameter 0.3 - 1.5 m
Membran lapis ganda dr lipoprotein, tebal 6 - 8 m
Matriks mengandung substansi amorf, kristal, granular
Banyak pd sel hewan, dekat RE
Pd manusia sel hati dan ginjal
Berasal dr Retikulum Endoplasma

Fungsi
Oksidasi enzim falvin oksidase & katalase
Metabolisme asam d-amino
Membantu mitokodria dalam proses metabolisme
lemak
Mikrobodi = Peroksisom 58
Mikrotubulus 59

Struktur
Btk pipa / tabung,
berpasangan
Diameter luar 24 nm
Tebal dinding 5 nm
Daerah kosong di tengah 15
nm
Panjang bervariasi, mencapai
200 m
T/d 13 protofilamen yg
mengandung protein globular
tubulin yg saling berpilin
Alfa-tubulin
Beta-tubulin
Mikrotubulus 60

Struktur
Btk pipa / tabung,
berpasangan
Diameter luar 24 nm
Tebal dinding 5 nm
Daerah kosong di tengah 15
nm
Panjang bervariasi, mencapai
200 m
T/d 13 protofilamen yg
mengandung protein globular
tubulin yg saling berpilin
Alfa-tubulin
Beta-tubulin
Mikrotubulus 61
Fungsi Mikrotubulus 62

Sitoskeleton
Motilitas sel
Transport intraseluler (pergerakan vesikel,
penyebaran pigmen)
Melekatkan kromosom pd spindel mitotik
Mempertahankan bentuk sel
Unsur dasar dr silia, flagella, sentriol,
badan basal
Pergerakan intraseluler o/ protein :
Kinesin pergerakan vesikel
Dinamin
Dinein sitoplasma
Dinein axonem
Mikrotubulus 63

Pembentukan mikrotubulus
terjadi pd nucleation site,
dekat sentriol

Proses ini dpt terhenti o/


bbrp jenis obat sep
vinblastin, vinkristin
hancurkan mikrotubulus
Mitosis terhenti
Mikrotubulus 64
Silia 65

Penonjolan sel yg dpt bergerak


Jumlahx banyak
Panjang 5 - 10 m, diameter 0.2 m
Inti mikrotubulus terusun kompleks
9 psg mikrotubulus mengelilingi 2 mikrotubulus di
tengah Aksonem
Mikrotubulus t/d subunit A dan B
Pd subunit A terdpt lengan dinein (mengandung
ATP)
Struktur inilah yg menyebabkan silia dpt bergerak
66

Fungsi Silia
Pergerakan protein membran
Pd tautan sel membtk suatu
jaringan & perlekatan fokal
Struktur inti mikrovili
pertahankan btk mikrovili
Pergerakan sel
Flagella 67

Menyerupai struktur
silia
Lebih panjang
Serat luar padat
elektron flagela kaku
Sentriol 68

Btk silindris, diameter 0.15 m, panjang 0.3 - 0.5


m
Mikrotubulus tersusun sgt teratur
Sepasang pd sel yg tdk sdg membelah
T/d 9 triped mikrotubulus yg tersusun sep
pinwheel, msg2 dihub o/ molekul protein
Tubulus berdampingan memiliki 1 dinding bersama
Pd sel yg sdg membelah sentriol membtk
kumparan mitotik utk gerakkan kromosom
selama mitosis
Ditemukan dekat App golgi & inti
Sentriol & app golgi SITOSENTER
Sentriole 69
Sentrosom 70
Mikrofilamen = Stress fiber 71

Struktur
Molekul 47 kD
Menyerupai tubulin pd mikrotubulus tp lbh tipis,
> pendek & > fleksibel
Diameter 6 - 8 nm
Filamen kontraktil
Lokalisasi
Korteks sel
Mikrovili, stereosilia & bgn apikal sel yg bersifat
absortif
Sel otot
T/d subunit G-aktin yg berpolimerisasi menjadi F-
aktin
Mikrofilamen
Polimerisasi aktin membutuhkan
ion K, Mg & ATP
ATP mengalami hidrolisa
menjadi ADP setelah setiap
molekul G-aktin masuk ke dlm
filamen
Regulasi polimerisasi tergantung
pd :
Konsentrasi G-aktin
Actin binding protein (ABP)

72
Mikrofilamen 73
Filamen Intermediate 74

Struktur
Filamen 4-5, mengandung
protein
Diameter 10 nm
Fungsi
Komponen sitoskeleton pd
otot polos
Transpor aksomatik lambat
(sama dg transpor pigmen)
Unit yg kompleks pd tautan
sel
Tipe Filamen Intermediate 75

Filamen desmin Filamen vimentin


(sel otot) (sel mesenkim)
protein desmin protein vimentin

Tonofilament (sel
epitel/ desmosom)
protein ceratin
Gliafilament Neurofilament
(sel glia) (neuron)
76

Nukleus
(Inti Sel)
Nukleus 77

Kebanyakan sel manusia mempunyai inti,


kecuali eritrosit yang matang
Inti sel mengandung materi genetik (DNA)
Letak jenis sel, apikal, tengah dan basal sel
Bentuk tergantung jenis selnya
Besarnya : 1 3 m
Fungsi Nukleus 78

Mengandung DNA dalam bentuk gen


gen penentu sifat
kromosom kumpulan gen
Mengandung kariotipe tubuh seluruhnya
46 kromosom
Tidak semua gen terletak pada kromosom
inti (mitokondria genom sendiri)
Kariotipe manusia 79
Kelainan kromosom 80

Autosom
Sindrom Down
Poliploidi
Aneuploidi

Seks
Sindrom klinifelter
Trisomi XYY
Trisomi XXX (super female)
Sindrom Turner
Struktur Nukleus 81

selaput inti (lapisan ganda) pori


makromolekul besar dapat lewat
sifat basofilik
mengandung heterokromatin dan
eukromatin
Ultra struktur Nukleus 82

trilaminar , tebal 7 8 nm,


ratusan pori pori Selaput Inti
diameter pori pori : 60 (Membran Inti)
70 nm
makromolekul besar dpt
lewat ( mRNA, rRNA)
membran luar sering
berhubungan dengan
membr RE kasar dan
kadang-kadang RE halus,
daerah ini disebut ruang
peri nuklear (sisterna
perinuklear)
membran dalam
mengandung filamen-
filamen mengatur diameter
pori dan lekatkan kromatin
serta struktur lain
Ultra struktur Nukleus 83

Kromatin
bahan fibrosa berisi DNA
kromatin, bentuk gumpalan
/ butiran tidak teratur,
diameter 20 nm, terdiri dari
daerah DNA, berupa benang
halus dan lurus diselingi
oleh partikel partikel yang
disebut nukleosom
DNA berpilin erat dalam
serat kromatin, 1 kromatin
30 DNA
sifat basofil oleh adanya
DNA
kromatin juga berisi protein-
protein dasar (histon-histon)
Ultra struktur Nukleus 84

Kromatin
Komponen kromatin pada
pewarnaan terlihat gelap
kromosom atau segmen
Kromosom memadat pada
saat interfase, tetapi ada
juga kromatin (kromosom)
yang terus memadat
selama siklus sel, kromatin
ini disebut heterokromatin
sedangkan kromatin yg
tersebar disebut
eukromatin
85

Kromatin
Ultra struktur Nukleus 86

Matriks Nukleus
Matriks protein inti
Terdiri dari protein inti dan serat
fibriler
Mengatur fungsi inti saat replikasi /
transkrip DNA, metabolisme pasca
translasi RNA dan transpor RNA
Nukleolus = Anak inti sel 87

Struktur
Massa padat ditengah
inti
Jumlah bisa 1 atau lebih
Jelas terlihat pada
interfase
EM tampak ultrastruktur
fibriler, yg
merupakan garis DNA
granular merupakan
ribosom RNA
Fungsi
- sintesa rRNA
88

Siklus Sel
Siklus sel 89
Kontrol Siklus sel 90
91

Pembelahan Sel
Pembelahan Sel 92

2 Mekanisme

Mitosis Meiosis
(sel somatik) (sel germinal)
Pembelahan Sel 93
Mitosis 94

Pembelahan sel 2 sel anak dengan genotip


indentik sel induknya.
Pembelahan perlu waktu 30 60 menit pada
mamalia.
Periode antara 2 episode pembelahan sel
disebut interfase (fase istirahat)
Urutan kejadian pada mitosis dibagi dalam 4
fase (tahap) :
profase
metafase
anafase
telofase
Interfase 95

Inti sel jelas


membran inti jelas dan utuh
nukleoli : tampak jelas
heterokromatin tampak
eukromatin tidak tampak
sitoplasma tampak jernih
Profase
kromosom nampak jelas (tanda awal
profase), sebagai benang halus disebut
spireem
kromosom memadat, memendek dan
secara bertahap nampak kromosom
terdiri dari 2 bagian identik yang
berdekatan disebut kromatid, seiring
dengan ini ukuran anak inti mengecil
bahkan menghilang
kromatid berhubungan pada sentromer =
bagian konstriksi bersama dari kedua
kromatid, disini terdapat kinetokor =
cakram trilaminar
sentriole membelah ke kutub
96
membran inti pecah akhir profase
Metafase 97
kondensasi kromatin yang sempurna
terjadi pada pada saat awal fase ini
kromosom berkumpul pada bidang
ekuator = dan tegak lurus pada
gelendong mitosis.
gelendong mitosis = kumparan
mitosis yg dibentuk o/ mikrotubulus,
sebagian meluas dari setriol ke
kromosom pada lempeng ekuatorial,
dan sebagian meluas dari kutub ke
kutub sel.
bentuk sel pada fase ini sering
disebut monoaster
akhir fase ini ditandai dengan
terpisahnya kromatid pada kinetokor
(sentromer) kromosom anak
Anafase 98
kromosom anak bergerak dari
lempeng ekuatorial ke kutub
masing-masing.
mekanisme pergerakan
kromosom anak :
o ditarik oleh serat dari
kumparan mitosis
o kromosom anak bergerak pd
kumparan mitotis
o terjadi akibat pemendekan
dari mikrotubulus
o dari kumparan mitosis krn
depolimerisasi pada salah
satu ujungnya.
fase ini sering disebut diaster
Telofase 99

fase akhir dari pembelahan


kromosom berkumpul dikutub,
tidak berpilin,
memanjang dan terwarna pada
heterokromatin.
membran inti terbentuk
anak inti terbentuk.
terbentuk alur pembelahan
Mitosis 100
Mitosis 101
Mitosis 102
Meiosis 103

Sifat
- pembelahan sel benih
- dua kali pembelahan inti
- satu kali pembelahan kromosom
- satu kali replikasi kromosom
- diploid haploid
- penting variasi genetik
Fase Meiosis I 104

- profase l : lama, lima stadium


* leptoten : kromosom benang tipis, panjang
* zigoten : kromosom homolog bergerak saling
mendekat berpasangan
* pakiten : kromosom jadi pendek, tebal tiap
pasangan disebut bivalen
* diploten: kromosom terpisah masing-masing
nampak 2 kromatid 4 kromatid
tetrade, kiasma tempat hubungan
kromosom-> persilangan=rekombinasi
- diakinesis: kiasma menebak, membran inti dan
anak inti menghilang
Fase Miosis I 105

Metafase I
Anafase I :
- tidak terjadi pembelahan
- sentromer kromosom
terdiri atas
2 kromatid turunan ke
kutub
Telofase I
Interfase : sangat singkat
meiosis II
Fase Meiosis II 106

terjadi pembelahan sentromer


Sel bermitosis 107
108

Stem cells =
sel punca
109

Kematian Sel
Kematian Sel 110

Harus seimbang antara produksi sel


dengan kematian sel
Kematian dapat disebabkan oleh
trauma akut atau proses internal sel
(bunuh diri)
Proses kematian ini disebabkan :
- nekrose sel
- apoptosis = program kematian sel
dibawah kontrol normal dari sel
Nekrosis Sel
kerusakan membran sel
edema
pecahnya membran sel
disintegrasi dan inflamasi sel

Apoptosis
Fragmentasi DNA
Pengurangan voluma sel
Hilangnya fungsi
mitokondria
Penggelembungan membran
sel
Sel berapoptosis 112
Akhir Apoptosis 113
Terima Kasih
Referensi
Diktat Histologi I Bagian Histologi Fak. Kedokteran Universitas
Hasanuddin.
Mescher AL. Junqueiras Basic Histology: Text and Atlas, 12th
ed.
Ross MH & Pawlina W. Histology: a Text and Atlas with
Correlated Cell and Molecular Biology, 5th ed.
Eroschenko VP. Atlas Histologi diFiore, dengan korelasi
fungsional. Ed. 11
Young B, Lowe JS, Stevens A, Heath JW. Wheaters Functional
Histology, A Text and Colour Atlas. 5th ed.

Please, read that reference more..