Anda di halaman 1dari 8

FUNGSI KUADRAT (FS.

BERDERAJAT DUA)

Fs. dengan pangkat tertinggi dari variabel 2.


Gambar fs. kuadrat dapat berupa :
1. Lingkaran
2. Elips
3. Hiperbola
4. Parabola

Bentuk umum pers :

ax2 + by2 + cx + dy + e = 0
Jika a = b 0, kurvanya lingkaran
Jika a b, tetapi bertanda sama kurv elips
Jika a dan b berlawanan tanda, hiperbola
Jika a = 0 atau b = 0, tapi tidak keduanya, kurvanya parabola

Parabola
Tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik
fokus dan sebuah garis lurus yang disebut direktriks. Sebuah
parabola mempunyai satu sumbu simetri dan satu titik
ekstrim, yang merupakan titik potong antara sumbu simetri
dengan parabola.

Ada 4 kemungkinan letak titik ekstrim :

direktriks

ttk. eksrim

fokus

sumbu simetri

x x

x x

1
Persamaan Umum :
ax2+by2+cx+dy+e=0 a,b salah satu nilainya nol tapi tidak
duanya.
Dari pers. diatas bentuk umum parabola :
1. x = ay2 + by + c, sumbu simetri sumbu x
terbuka kekiri jika a < 0
terbuka kekanan jika a > 0

2. y = ax2 + bx + c, sumbu simetri sumbu y


terbuka kebawah jika a < 0
terbuka keatas jika a > 0

Dalam analisis ekonomi yg banyak dijumpai adalah yang kedua !.


b b 2 4ac
Titik ekstrim : ,
2a 4a

b
adalah nilai x, jarak titik eks dg. Sb y
2a

b 2 4ac
adalah nilai y, jarak titik eks dg. Sb x
4a

Contoh :
Pers. untuk parabola : y = -x2 + 6x 2
Cari titik ekstrim & titik potong dengan sumbu x,y.
y = -x2 + 6x 2, titik ekstrim
b b 2 4ac 6 6 2 4. 1. 2 6 36 8
, , , 3,7
2a 4a 2. 1 4. 1 2 4 Perpotongan

dengan sb x, y = 0
0 = -x2 + 6x 2 maka x1= 5,65 dan x2 = 0,35
Perpotongan dengan sb y, x = 0, y = 2
(3,7)
y = -x + 6x -2

3 5.65

2
FUNGSI KUBIK
Fungsi berderajat tiga ialah fungsi yang pangkat tertinggin dari
variabelnya tiga.

Bentuk umum persamaan fs. kubik :


y = a + bx + cx2 + dx3 d0

Setiap fs. Kubik setidak-tidaknya memiliki :


sebuah titik belok (inflexion point)
satu atau dua titik ekstrim

Kemungkinan bentuk kurva fs. kubik :

3
PENERAPAN EKONOMI
1. PENAWARAN, PRMINTAAN, KESEIMB.
P

Qs Keseimbangan Psr :
Qd = Qs

Qd Q

Contoh Kasus 1 :
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan : Qd = 19 P2
sedangkan penawarannya : Qs = -8 + 2P 2 , Jika terhadap barang
tersebut dikenakan pajak Rp. 2. Berapa keseimbangan pasar sebelum
pajak dan setelah pajak, berapa pajak ditanggung kons, prod, dan
berapa penerimaan pemerintah dari pajak ?

Keseimbangan Qd = Qs
Keseimbangan Sbl Pajak ( 8) ( 8) 2 ( 4.3. 19)
19 P2 = -8 + 2P2 P1.2
19 + 8 = 2P2 + P2 2 .3
27 = 3 P2 8 64 228 8 17,1
P2 = 9 P1.2
6 6
P = 3 dan Q = 10
8 17,1
P1. 4,18 dan
6
Pajak Rp. 2, 8 17,1
Qs = -8 + 2(P-2)2 P2. 4,55
6
Qs = -8 + 2(P2-4P+4) P=4,18 maka Q = 19 (4,18)2 =
Qs = -8 + 2P2-8P+8) 1,53
Qs = 2P2-8P
Keseimbangan setelah
pajak
Pajak Konsumen = 4,18 3 =
19 P2 = 2P2-8P 1,18
3P2-8P 19 = 0 Pajak Produsen = 2- 1,18 =
0,82
Penerimaan pemerintah dari

4
Contoh Kasus 2 :
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan : Qd = 20 P 2 ,
sedangkan penawarannya : Qs = -28 + 2P , Jika terhadap barang
2

tersebut dikenakan subsidi Rp.2 Berapa keseimbangan pasar sebelum


subsidi dan setelah subsidi, dan berapa subsidi yang diterima
konsumen, produsen dan berapa pula subsidi yang dikeluarkan
pemerintah ?

Keseimbangan Qd = Qs

Keseimbangag sebelum subsisdi (8) (8) 2 ( 4.3. 40)


P1.2
20 P2 = -28 + 2P2 2.3
20 + 28 = 2P + P
2 2 8 64 480 8 23,3
P1.2
48 =3P 2 6 6
P2 = 48/3 = 16 8 23,3 15.3
P1. 2.55 dan
P = 4 dan Q = 20 16 = 4 6 6
8 23.3 31.3
P2. 5.2
Subsidi Rp. 2, 6 6
Qs = -28 + 2(P+2)2 P=2,55 maka Q = 20 (2.55)2 =
Qs = -28 + 2(P2+4P+4) 13.45
Qs = -28 + 2P2+8P+8)
Qs = -20+2P2+8P Subsidi Kons. = 4 2.55 = 1,45
Keseimbangan setelah subsidi Subsidi Prod. = 2- 1,45 = 0,55
20 P2 = -20 + 2P2+8P Pengeluaran pemerintah untk
3P2+8P 40 = 0 subsidi 13.45 * 2 = 26.9

2. FUNGSI BIAYA
Macam biaya :
FC = k
VC = f(Q) = vc x Q
C = FC + VC
FC VC
AFC , AVC ,
Q Q
C C
AC AFC AVC , MC
Q Q
Dalam bentuk non linier fs. biaya biasanya berupa fs. parabolik atau
kubik.
a. Fs. Biaya berupa fs. parabolik : andaikan : C = aQ2 bQ + c

5
b. Fs. Biaya berupa fs. Kubik :

Andaikan : C = aQ3 bQ2 + cQ + d


C= VC +FC

3. FS. Penerimaan :
R = f(Q) = P X Q
AR = R/Q

R
MR=
Q

4. Keuntungan,Kerugian, Pulang Pokok

6
Contoh Kasus :
1. Pers. Biaya total : C = 5Q2 1000 Q + 85.000,
a. Hitung biaya tetap, biaya variable, biaya total, biaya tetap rata-
rata, biaya variable rata-rata, biaya total rata-rata pada tingkat
produksi 90 unit !
Jawab :
Pada Q = 90
- Fc = 85.000
AFc = 85.000/90 = 944,4
- Vc = 5Q2 1000 Q = 5 (90)2-1000 (90) = - 49.500
AVc = -49.500/90 = - 550
- C = -49.500 + 85.000 = 35.500
AC= 35.500/90 = 394,4
b. Dari soal diatas pada tingkat produsi berapa unit biaya totalnya
mencapai minimum, dan berapa besar biaya minimum tersebut !
b ( 1000) 1.000
Biaya minimum (Ekstrim) = 100 unit
2a 2 .5 10
C = 5(100) 2 1000 (100) + 85.000 = 35.000

2. Fungsi permintaan yang dihadapi seorang produsen monopolis P =


900 1,5 Q :
Bagaimana penerimaan totalnya
Berapa penerimaannya jika barang terjual 200 unit ?
Berapa harga jual perunit ?
Berapa penerimaan maks dan penjualan maks ?
Jawab :

R = P X Q = (900 1,5 Q) Q = 900 Q 1,5 Q2

Jika (Q) = 200 maka R = 900.200 1,5 (200)2= 120.000
Harga jual per unit = 120.000/200 = 600
Jumlah penerimaan maks = pada Q maks
b 900
Jumlah terjual maks Q = 2.a 2.1,5 300 Rmaks = 900 (300)
1,5 (300)2 = 135.000

3. Fs. penerimaan : R = -3 Q2 + 750 Q, Biaya totalnya : C = 5 Q 2 1000


Q + 85000. Hitung :
Keuntungan/kerugian jika memproduksi barang 100 unit !
Tingkat produksi yang menghasilkan keuntungan maksimum !

Jawab :
Keuntungan/kerugian pada tingkat produksi 100
= R C = -3 Q2 + 750 Q (5 Q2 1000 Q + 85000)
= -8 Q2 + 1.750 Q - 85000
Q = 100 dan = -8 (100)2 + 1.750 (100) 85000 =
10.000
Atau
R = -3 Q2 + 750 Q = -3 (100) 2 + 750.100 = -30.000 + 75.000 =
45.000
C = 5 Q2 1000 Q + 85000 = 5 (100) 2 1000. 100 + 85000 =
35.000
= 45.000 35.000 = 10.000
Tingkat produksi pada keuntungan maks
= -3 Q2 + 750 Q (5 Q2 1000 Q + 85000)

7
= -8 Q2 + 1.750 Q - 85000
maks = Q maks
b 1750 1.750
Q maks = 109,4
2.a 2. 8 16