Anda di halaman 1dari 2

MONITORING EFEK SAMPING OBAT

(MESO)
No. Dokumen No. Halaman
Revisi

348/RSHB/VI/2017 00 1 dari 2
Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh
STANDAR
Direktur RSHB
PROSEDUR
OPERASIONAL
( SPO )

20 JUNI 2017 dr. Ari Hidayat


Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang
dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis,
mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan
penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan
rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau
PENGERTIAN memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat
tradisional.
MESO adalah upaya, pekerjaan dan kegiatan memonitor tiap
respon terhadap obat yang merugikan atau tidak diharapkan, yang
terjadi pada dosis yang digunakan pada manusia untuk tujuan
profilaksis, diagnosis dan terapi.
1. Sebagai pedoman MESO dirumah sakit.
2. Sebagai bahan evaluasi penggunaan obat di rumah sakit.
TUJUAN
3. Sebagai masukan untuk pembuatan formularium rumah sakit.
4. Menjamin keselamatan pasien.
Per. Direktur Rumah Sakit Harapan Bunda Nomor: 062/PER/DIR/
KEBIJAKAN RSHB/I/2017 Tentang Kebijakan Pelayanan Farmasi Rumah Sakit
Harapan Bunda Lampung Tengah.
1. Pasien, Perawat, petugas farmasi atau dokter mendapati kejadian yang
yang dinilai atau dicurigai terkait efek samping obat kepada Apoteker
PROSEDUR
di Instalasi Farmasi
2. Jika dicurigai reaksi tersebut merupakan Reaksi obat yang tidak
MONITORING EFEK SAMPING OBAT
(MESO)
No. Dokumen No. Halaman
Revisi

348/RSHB/VI/2017 00 2 dari 2
diharapkan (ROTD) maka apoteker menilai berdasarkan skala
NARANJO
3. Jika hasil pasti atau mungkin pasti menyatakan hal tersebut adalah
efek samping obat, Apoteker menulis dalam rekam medik pasien dan
blanko MESO yang tersedia.
4. hasil MESO dilaporkan kembali kepada Kepala Instalasi Farmasi
5. Kepala Instalasi Farmasi menindaklanjuti laporan tersebut bersama
staf tentang kronologis lengkap kejadian tersebut dari sudut pandang
farmasi
6. Kepala Instalasi Farmasi merekap, menganalisis data laporan dan
melaporkan kepada Ketua PFT tembusan Ketua Komite Medik dan
Manager Pelayanan Medis.
7. Kepala Instalasi Farmasi membuat konsep surat laporan MESO rumah
sakit untuk ditandatangani Direktur.
8. Laporan MESO disampaikan kepada Kepala BPOM RI dan instansi
terkait sesuai ketentuan.
1. Komite Medik
2. Kepala Ruangan Rawat Inap
3. Kepala Ruangan Rawat Jalan
UNIT TERKAIT
4. Instalasi Farmasi
5. Manager Yanmed
6. DPJP