Anda di halaman 1dari 11

III.

Penyelesaian Masalah
A.Preformulasi Eksipiean
PGA ( GOM ARAB ) RM (C6H12O6)n BJ ( 220.000) HOPE hal, 298
British farmakope 2009, hal 2869

Pemeriaan Bubuk putih kekuningan, rasa


hambar, berbau hamper tidak berbau
Struktur Kimia

Kelarutan Larut dalam air dingin dan air panas,


praktis tidak larut dalam pelarut
organik
PH 5,5 7,5
PH stabil 4,0 10,5 tetapi pemanasan
berkepanjangan mengurangi
viskositas terdisperi
Kontaminasi Mikroba 410
Penyimpanan Wadah tertutup baik ditempat sejuk
dan kering
Kegunaan Suspending agent
Inkompatibilitas Guar gum kompatibel dengan
hidrokoloid tanaman yang paling
lainnya seperti
sebagai tragacanth. Hal ini sesuai
dengan aseton, etanol (95%), tanin,
asam kuat, dan basa. Borate ion, jika
ada di pendispersi air, akan
mencegah hidrasi guar gum. Namun,
penambahan ion borat untuk guar
gum terhidrasi menghasilkan kohesif
gel struktural dan hidrasi lebih lanjut
kemudian dicegah. Gel terbentuk
dapat dicairkan dengan mengurangi
pH di bawah 7, atau dengan
pemanasan. Guar gum dapat
mengurangi penyerapan penisilin V
dari
beberapa formulasi dengan
seperempat.

Sirupus Simpleks RM ( C12H22O11)BM ( 342.30) HOPE 6th, p 703 706


Pemerian Gula yang bersal dari Saccharum
oficinarum Linne, Beta vulgaris
Linne. Berbentuk kristal tak
berwarna, massa kristal atau blok,
bubuk kristal putih, tidak berbau, dan
memiliki rasa manis
Struktur Kimia
Kelarutan Kelarutan dalam air 1 : 0,2 pada suhu
1000C, 1 : 400 dalam etanol pada
suhu 200C, 1 : 170 dalam etanol 95%
pada suhu 200C, 1 : 400 dalam
propan-2-ol, tidak larut dalam
kloroform
Suhu Lebur Titik Leleh : 160-1860C
Densitas : 1,6 g/cm3
Stabilitas Stabilitas baik pada suhu kamar dan
pada kelembaban yang rendah.
Sukrosa akan menyerap 1%
kelembaban yang akan melepaskan
panas pada 90oC. Sukrosa akan
menjadi karamel pada suhu di atas
160oC. Sukrosa yang encer dapat
terdekomposisi dengan keberadaan
mikroba
Inkompatibilitas Bubuk sukrosa dapat terkontaminasi
dengan adanya logam berat yang akan
berpengaruh terhadap zat aktif seperti
asam askorbat. Sukrosa dapat
terkontaminasi sulfit dari hasil
penyulingan. Dengan jumlah sulfit
yang tinggi, dapat terjadi perubahan
warna pada tablet yang tersalut gula.
Selain itu, sukrosa dapat bereaksi
dengan tutup aluminium
Kegunaan Pemanis, coating agent, granulating
agent, suspending agent, tablet
binder, sugar coating adjust,
peningkat viskositas
Penyimpanan Wadah tertutup baik
BHT RM(C15H24O) BM(220.35) HOPE ; 104
Pemeriaan kuning putih atau pucat kristal padat
atau bubuk dengan bau fenolik
karakteristik samar
Struktur Kimia

Nama lain Agidol, BHT, 2,6-bis (1,1-dimetiletil)-


4-methylphenol; butyl hidroksitoluen,
butylhydroxytoluenum, Dalpac;
dibutylated
hidroksitoluen, 2,6-di-tert-butil-p-
kresol, 3,5-di-tert-butyl-
4hydroxytoluene
Nama Kimia 2,6-Di-tert-butyl-4-methylphenol
Khasiat Antioksidan, makanan, kosmetik dan
obat obatan
Kelarutan Kelarutan Praktis tidak larut dalam air,
gliserin, propilena
glikol, solusi hidroksida alkali, dan
encer berair
asam mineral. Bebas larut dalam
aseton, benzena, etanol
(95%), eter, metanol, toluen, minyak
tetap, dan minyak mineral.
Lebih larut dari hidroksianisol
butylated dalam minyak makanan dan
lemak.
TB dan TL Titik beku 69-708C
Titik lebur 708C
Kadar Air Kadar air 40,05%
Stabilitas Paparan cahaya, kelembaban, dan
panas menyebabkan perubahan warna
dan kerugian
kegiatan
Penyimpanan harus disimpan di tempat yang wadah
tertutup, terlindung dari cahaya, di
tempat yang sejuk dan kering.
Inkompatibilitas fenolik dan mengalami reaksi
karakteristik fenol. Hal ini tidak sesuai
dengan oksidasi kuat
agen seperti peroksida dan
permanganates. Kontak dengan
oksidator dapat menyebabkan
pembakaran spontan. Garam besi
menyebabkan perubahan warna
dengan hilangnya aktivitas.
Pemanasan dengan katalitikjumlah
asam menyebabkan dekomposisi yang
cepat dengan rilis isobutene gas yang
mudah terbakar.

Natrium Benzoat RM (C7H5NaO2) BM(144,11) FI IV ; 5 HOPE ; 662-663


Pemerian Granul atau serbuk hablur, putih,
tidak berbau atau praktis tidak
berbau, stabil di udara.
Struktur Kimia

Kelarutan 1 bagian pada 75 bagian etanol 95%, 1 bagian


dalam 50 bagian etanol 90%, 1 bagian dalam
1,8 bagian air, 1 bagian dalam 1,4 bagian air
panas
Data fisik pH larutan/pH stabilitas: pH 8 (pada suhu
25C), tidak aktIf dibawahpH 5
Stabilitas Larutan dapat disterilkan dengan autoklaf dan
filtrasi
Inkompatibilitas Inkompatibel dengan bahan-bahan kuartener
garam besi, garam kalsium logam berat,
aktivitas menurun karena interaksi
dengan kaolin atau surfaktan non
ionik
Sifat khusus Sifat khusus yang penting untuk formulasi ini
dapat mengiritasi lambung
Kegunaan Pengawet
Koefisien pasrtisi Minyak sayur:Air = 3-6
Peny imp anan Wadah tertutup di tempat dingin dan
kering

Aquadest RM (H2O) BM (18,02) HOPE hal 802


Pemerian Cairan jernih, tidak berbau, tidak
berwarna, tidak berasa
Rumus Kimia H2O
Kelarutan Dapat bercampur dengan pelarut
polar lainnya
TD dan TB Titik beku : 0 C
Titik didih : 100 C
Densitas : 1,00 g/cm3
Konstanta dielektrik78,54
Deskripsi Air murni adalah air yang dimurnikan
yang diperolah dengan destilasi,
perlakuan menggunakan penukaran
ion,osmosis balik,atau proses lain
yang sesuai. Dibuat dari air yang
memiliki persyaratan air minum.
Tidak mengandung zat tambahan lain
( FI IV,112 )
Stabilitas Stabil disemua keadaan fisik (padat,
cair, gas)
Inkompatibilitas air dapat bereaksi dengan obat dan
berbagai eksipien yang rentan akan
hidrolisis (terjadi dekomposisi jika
terdapat air atau kelembapan) pada
peningkatan temperatur. Air bereaksi
secara kuat dengan logam alkali dan
bereaksi cepat dengan logam alkali
tanah dan oksidanya seperti kalsium
oksida dan magnesium oksida. Air
juga bisa bereaksi dengan garam
anhidrat menjadi bentuk hidrat.
Penyimpanan Wadah yang dapat membatasi
pertumbuhan mikroorganisme dan
mencegah kontaminasi
Kegunaan pelarut

B.Penyelesaian Masalah
Dari data preformulasi diatas,didapatkan penyelesaian masalah farmasetika
zat aktif, diantaranya :
1. PGA sebagai emulsi agent agar sediaan berbentuk emulsi.
2. Untuk menghilangkan rasa pahit dan asam pada oleum iecoris maka
ditambahkan pemanis berupa syrupus simplex.
3. Natrium benzoate dipakai sebagai pengawet antimikroba.
4. Zat aktif mudah menguap maka ditambahkan antioksidan.
5. Sediaan dikemas dalam wadah atau botol coklat tertutup rapat agar zat aktif
tetap stabil.
IV.Kesimpulan Formulasi
A. Formulasi Oleum iecoris emulsi yang diusulkan adalah ;

No Bahan Jumlah Fungsi


1 Ol.iecoris 30 % Zat aktif
2 PGA 20 % Emulsi Agent
3 Sirupus 15 % Pemanis dan pengental (HOPE 6th, p
Simpleks 703 706)
4 Natrium 0,1 % Pengawet
Benzoat
5 BHT 0,1 % antioksidan
6 Aquadest Ad 100 Pelarut/ pembawa
ml
B. PENIMBANGAN BAHAN
Jumlah sediaan yang dibuat 100 mL
No Bahan Jumlah
1 OL.iecoris 30 gram
2 PGA 20 gram
3 BHT 0,1 gram
4 Sirupus Simpleks 15 gram
6 Natrium Benzoat 0,1 gram
8 Aquadest Ad 100 mL

Untuk pembuatan sirupus simpleks


Jumlah Sirupus Simpleks yang dibuat : 100 mL
No. Bahan Jumlah
1. Saccarum Album 65 gram
2. Aquadest Ad 100 gram

V.Prosedur Pembuatan
I. Pembuatan Syr.simplek
1. Timbang saccarum album 65 gram diatas cawan petri, masukkan dalam
beker glass
2. Tambahkan aquadest ad 100 ml dan panaskan sampai larut lalu filtrasi
II. Pembuatan Emulsi Agent
1. Timbang 20 gram PGA gerus halus
2. Timbang Aquadest 1,5 berat PGA yang digunakan sebanyak 30 ml Aquadest
lalu masukkan dalam mortir sedikit demi sedikit gerus halus homogeny sampai
terbentuk mucilago (Campuran I)
III. Pembuatan Emulsi Oleum Iecoris
1. Timbang 30 gram ol. Iecoris sisihkan
2. Timbang 0,1 gram BHT dan larutkan dalam ol.iecoris ( Campuran II ) dalam
gelas ukur aduk sampai larut dan homogen
3. Campurkan Campuran II dalam Campuran I gerus homogen
4. Timbang 0,1 gram Na.Benzoat larutkan dalam sedikit air sampai larut
masukkan dalam mortir gerus homogen
5. Timbang 15 gram syr.simplek masukkan dalam mortir gerus homogen
6. Ukur 34,8 ml aquadest masukkan dalam mortir gerus sampai homogeny
7. Masukkan sediaan emulsi dalam optimasi lalu tutup rapat ,kemas beri etiket
VI. Hasil percobaan

1. Kekentalan sediaan dengan PGA 15% terlalu kental .


2. Sediaan berubah fase menjadi breaking yang irrevesiable.
3. Aroma sediaan berbau amis I karena tidak ditambah pearoma.
4. Sediaan terlihat tidak tumbuh mikroba

VII. Analisis Titik Kritis Pembuatan Sediaan

1. Sebelum pencampuran ,proses pembasahan pada zat aktif harus


sempurna.
2. Proses pelarutan masing masing zat harus sempurna , tidak boleh ada
yang tidak larut.
3. Pembuatan emulsi agent harus sempurna, homogeny tidak ada partikel
yang masih seperti granul dan harus sampai terbuat mucilago.
4. Volume zat dan pelarut yang digunakan harus diperhitungkan dengan
cermat, tidak boleh berlebihan, karena volume yang diperhitungkan sudah
mendekati volume sediaan akhir.
5. Aquadest yang ditambahkan sebagai pelarut ditambahkan dengan
pengukuran yang cermat
VIII. Evaluasi Sediaan

1. Penentuan Organoleptis

a. Warna larutan diamati baik,tidak berubah warna


b. Keberadaan partikel dalam larutan diamati baik akan tetapi dua fase emulsi
ini terjadi pemisahan yang tidak bias kembali lagi.
c. Bau larutan yang dicium agak amis seperti zat aktifnya
2. Pembahasan
Cara pembuatan emulsi sesuai prosedur yang tertera diatas begitupun dengan
penimbangannya dan dilakukan secara cermat dan teliti, dalam proses
pembuatan emulgator dilakukan dengan kecepatan menggerus yang optimal
agar terbentuk mucilage yang baik,adapun pembuatan emulsi ini dilakukan
secara basah sehingga setelah pembuatan mucilago maka fase minyak yang
sudah dicampur antioksidan ditambahkan kedalamnya,lalu penambahan
antimikroba,pemanis dan pelarut semuanya dicampur dengan cara digerus
hingga homogeny.
Adapun hasil sediaan setelah setelah beberapa hari dilihat kembali,sediaan
berubah fase yang tidak bias kembali lagi disebut breaking.ini dipengaruhi
karena cara pembuatan yang mungkin kurang optimal, alat alat yang digunakan
dan mungkin pemakaian emulgator yang terlalu banyak.