0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
667 tayangan19 halaman

Bab 8 Jfet

Bab ini membahas tentang JFET (Junction Field Effect Transistor) yang merupakan salah satu jenis transistor unipolar. JFET terdiri dari source, drain, dan gate. Tegangan gate mengendalikan aliran arus antara source dan drain. Kurva drain JFET menunjukkan hubungan antara arus drain dan tegangan drain-source untuk berbagai tegangan gate-source. Daerah operasi JFET terletak antara tegangan pinchoff dan breakdown.

Diunggah oleh

heri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
667 tayangan19 halaman

Bab 8 Jfet

Bab ini membahas tentang JFET (Junction Field Effect Transistor) yang merupakan salah satu jenis transistor unipolar. JFET terdiri dari source, drain, dan gate. Tegangan gate mengendalikan aliran arus antara source dan drain. Kurva drain JFET menunjukkan hubungan antara arus drain dan tegangan drain-source untuk berbagai tegangan gate-source. Daerah operasi JFET terletak antara tegangan pinchoff dan breakdown.

Diunggah oleh

heri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dasar Elektronika

BAB VIII
JFET

Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan dapat:


Menjelaskan konstruksi dasar sebuah JFET dan menggambar diagram yang
menunjukkan susunan pembiasan bersama.
Mengidentifikasi dan menjelaskan daerah signifikan dari kurva Drain JFET dan
kurva transkonduktansi.
Menghitung tegangan pinchoff proprosional dan menentukan daerah tempat
JFET beroperasi.
Menentukan transkonduktansi dan menggunakannya untuk menghitung
penguatan pada penguat FET.
Menjelaskan beberapa aplikasi JFET termasuk saklar, hambatan variable dan
pemotong.

Transistor bipolar dibentuk berdasarkan dua tipe muatan; elektron bebas dan hole
(lubang). Inilah yang disebut dengan bipolar; bi berarti dua. Bab ini membahas
jenis lain dari transistor yang dinamakan dengan transistor efek medan (FET: Field
Efect Transistor). Piranti ini bersifat unipolar karena beroperasi hanya berdasar
pada sebuah tipe muatan, baik elektron bebas maupun hole (lubang).

Untuk kebanyakan aplikasi linier, transistor bipolar adalah piranti yang banyak
digunakan. Tetapi terdapat beberapa aplikasi linier yang lebih baik menggunakan
FET karena impedansi input yang tinggi dan sifat lainnya. FET adalah piranti yang
banyak digunakan untuk aplikasi saklar, karena tidak adanya pembawa minor
dalam FET. Akibatnya FET dapat mati (off) lebih cepat karena tidak ada muatan
tersimpan yang harus dipindahkan pada daerah sambungan.

8.1. Ide Dasar


Ada dua jenis transistor unipolar :
- JFET (Junction Field Effect Transistor)
- MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET)

1
JFET
Dasar Elektronika

Pada bagian ini akan dibahas tentang JFET. Gambar (8.1a) menunjukkan sebuah
semikonduktor kanal n sedang gambar (8.1a) menunjukkan sebuah semikonduktor
kanal p.

Ujung bagian bawah disebut source (sumber) dan ujung bagian atas disebut
penguras drain (saluran/penguras). Tegangan catu daya VDD memaksa elektro
bebas untuk mengalir dari source ke drain. Untuk menghasilkan JFET, pabrik
meletakkan dua semikonduktor tipe p ke dalam semikonduktor tipe n, seperti pada
gambar 8.1b. Daerah tipe p ini berkaitan secara internal untuk memperoleh gate
(gerbang) lead eksternal tunggal.

Gambar 8.1a. Bagian JFET kanal n b) JFET Gate Tunggal

8.1.1. Efek Bidang


Pada gambar 8.2 menunjukkan tegangan bias normal untuk JFET. Tegagan catu
daya drain adalah positif dan tegangan catu daya gate adalah negatif. Istilah efek
bidang berkaitan dengan lapisan deplesi di seluruh tiap daerah tipe p. Kombinasi
ulang elektron bebas dan hole menciptakan lapisan depleksi seperti ditunjukkan
oleh bidang yang diarsir.

Gambar 8.2. Pembiasan JFET normal

2
JFET
Dasar Elektronika

8.1.2. Bias Pembalik Gate


Pada gambar (8.1a), gate tipe p dan sumber tipe n berasal dari dioda souce-gate.
Pada JFET, dioda source-gate selalu dibias balik. Karena bias balik arus gate IG
kira-kira nol, dengan kata lain bahwa JFET memiliki resistensi input yang hampir
tak terbatas. Inilah sebabnya JFET yang terbaik dalam aplikasi yang memerlukan
impedansi input tinggi. Salah satu aplikasi penting JFET adalah pengikut source
sebuah rangkaian yang serupa dengan pengikut emitter, kecuali impedansi
inputnya yang besarnya dalam ratusan megaohm untuk frekuensi rendah.

8.1.3. Penguatan Tegangan Mengendalikan Arus Drain


Pada gambar 8.2, elektron mengalir dari source ke drain harus melalui saluran
sempit diantara lapisan depleksi. Ketika tegangan gate menjadi lebih negative,
lapisan depleksi meluas dan saluran yang menjadi sempit. Semakin negative
tegangan gate, semakin kecil arus antara source dan drain.

JFET adalah piranti yang dikendalikan oleh tegangan karena tegangan input
mengendalikan arus output. Dalam suatu JFET, tegangan gate ke source VCS
menentukan besarnya aliran arus antara source dan drain. Ketiga VGS menjadi nol,
aliran arus drain ID maksimum menuju JFET. Disisi lain lain, jika VGS menjadi
cukup negatif, karena sentuhan lapisan depleksi arus drain ID akan berkurang.

8.1.4. Simbol
JFET pada gambar (8.1a) adalah adalah JFET kanal n karena saluran/kanal antara
source dan drain adalah semikonduktor tipe n. JFET pada gambar (8.1b) adalah
adalah JFET kanal p karena saluran/kanal antara source dan drain adalah
semikonduktor tipe p. Gambar 8.3 menunjukkan symbol skematik untuk sebuah

Gambar 8.3. Simbol JFET

3
JFET
Dasar Elektronika

Contoh:
JFET tipe MPF102 mempunyai arus gate 2 nA. Ketika tegangan gate balik adalah
15 V. berapakah tahanan input dari JFET?

Jawab:
VGG 15V
Rin = = = 7500 MΩ
IG 2 nA

8.2. Kurva Drain


Gambar 8.4a menunjukkan sebuah JFET dengan tegangan bias normal. Dalam
rangkaian ini, tegangan gate-source VGS sama dengan tegangan catu gate VGG, dan
tegangan drain-source VDS sama dengan tegangan catu drain VDD.

Gambar 8.4a. Bias Normal b) Tegangan Gate Nol c) Arus Gate Drain Dihubung Singkat

8.2.1. Arus Drain Maksimum


Jika kita menghubung singkatkan gate ke sumber, seperti gambar (8.4b), akan
diperoleh arau drain maksimum karena VGS = 0. Gambar (8.4c) menunjukkan
grafik arus drain ID terhadap sumber tegangan drain VDS untuk kondisi gate
terhubung singkat.

Perhatikan bagaimana arus drain naik secara cepat dan kemudian hampir menjadi
horizontal ketika VDS lebih besar dari pada VP.

Ketika VDS naik, lapisan depleksi akan mengembang. Ketika VDS = VP, lapisan
depleksi hampir saling menyentuh.. Kanal penghubung yang sempit akan
memutuskan atau mencegah kenaikan arus, sehingga arus konstan. Inilah sebabnya
mengapa arus memiliki batas atas IDSS.

4
JFET
Dasar Elektronika

Gambar 8.4c. Arus Gate Drain Dihubung Singkat

Daerah aktif sebuah JFET adalah antara VP dan VDS(max). tegangan minimum VP
disebut dengan tegangan pinchoff dan tegangan maksimum VD(max) disebut dengan
tegangan breakdown. Diantara tegangan pinchoff dan breakdown, JFET bertindak
seperti sebuah sumber arus yang besarnya mendekati IDSS ketika VGS = 0.

IDSS menunjukkan arus drain ke source dengan gate yang dihubung singkatkan. Ini
adalah arus drain maksimum yang dapat dihasilkan sebuah JFET. Data sheet
(lembar data) untuj JFET akan memberikan nilai IDSS. Hal ini merupakan salah satu
kuantitas JFET yang penting, dan kita harus selalu melihatnya pertama kali, karena
itu salah satu batas atas dari arus JFET.

8.2.2. Daerah Ohmic


Pada gambar (8-5) tegangan pinchoff memisahkan dua daerah operasi utama JFET.
Daerah yang hampir horizontal adalah daerah aktif. Bagian yang hampir vertical
pada kurva drain dibawah pinchoff dinamakan daerah ohmic.

Gambar 8.5. Kurva Drain

5
JFET
Dasar Elektronika

Ketika beroperasi pada daerah ohmic, sebuah JFET akan ekuivalen dengan sebuah
tahanan dengan sebuah nilai yang mendekati :
VP
RDS = (8-1)
I DSS
RDS disebut dengan tahanan ohmic JFET. Pada gambar (8-5), VP = 4 V dan IDSS =
10 mA. Oleh sebab itu, tahanan ohmicnya adalah:
VP 4V
RDS = = = 400 Ω
I DSS 10 mA
Jika JFET beroperasi dimanapun didaerah ohmic, JFET akan memiliki tahanan
ohmic sebesar 400 Ω.

8.2.3. Tegangan Cutoff Gate


Gambar (8-5) menunjukkan kurva drain untuk sebuah JFET dengan IDSS sebesar 10
mA. Kurva paling atas selalu untuk VGS = 0, yaitu kondisi gate terhubung singkat.
Dalam contoh ini, tegangan pinchoff adalah 4 V dan tegangan breakdown adalah
30 V. Kurva berikutnya adalah untuk VGS = -1 V dan berikutnya untuk VGS = -2 V
dan seterusnya. Semakin negatif tegangan gate-source, maka semakin kecil arus
drain.

Kurva bagian dasar adalah kurva yang penting. Perhatikan bahwa VGS = -4 V akan
mengurangi arus drain sampai pendekatan nol. Tegangan ini dinamakan dengan
tegangan cut-off gate-source dan dilambangkan dengan VGS(off) pada data sheet..
Pada tegangan cut-off lapisan depleksi akan tercapai. Sebagai akibatnya, kanal
penghubung akan hilang. Inlah sebabnya mengapa arus drain mendekati nol.

Pada gambar (8-5), perhatikan bahwa :


VGS(off) = -4 V dan VP = 4 V

Hal ini bukanlah kebetulan. Kedua tegangan akan memiliki besar yang sama
karena kedua nilai tersebut adalah nilai ketika lapisan depleksi tercapai atau hampir
tercapai. Dalam bentuk rumus :
VGS(off) = -VP (8-2)

6
JFET
Dasar Elektronika

Contoh:
JFET tipe MPF4857 VP = 6 V dan IDSS = 100 mA. Berapakah hambatan ohmic, tegangan cut-off
gate-source?

Jawab:
Hambatan ohmic adalah:
VP 6V
RDS = = = 600 Ω
I DSS 10 mA
Karena tegangan pinchoff adalah 6 V, maka tegangan cutoff gate-source adalah:
VGS(off) = -6 V

8.3. Kurva Transkonduktansi


Kurva transkonduktansi sebuah JFET adalah sebuah grafik ID terhadap VGS.
Dengan membaca nilai ID dan VGS dari tiap kurva drain pada gambar (8-5), kita
dapat menggambarkan kurva pada gabar (8-6a). Perhatikan bahwa kurva tersebut
tidak linier karena arus meningkat lebih cepat saat VGS mencapai nol.

(a) (b)
Gambar 8-6. Kurva Transkunduktansi

Beberapa JFET memiliki kurva transkonduktansi seperti gambar (8-6b). Titik akhir
kurva adalah VGS(off) dan IDSS. Persamaan untuk grafik ini adalah:
2
 V 
I D = I DSS 1 − GS  (8-3)
 V 
 GS ( off ) 

Karena adanya kuadrat pada persamaan tersebut, maka JFET sering dinamakan
peranti hukum-kuadrat. Pengkuadratan tersebut menghasilkan kurva nonlinier pada
gambar(8-6b).

7
JFET
Dasar Elektronika

Contoh:
Lembar data 2N5951 mencantumkan nilai-nilai : IDSS = 10 mA dan VGS(off) = -3,5 V. Hitunglah
arus drain untuk VGS = -1 V, VGS = -2 V, VGS = -3 V.

Gambar (8-6c) menunjukkan sebuah kurva transkonduktansi yang ternormalisasi.


ID VGS
Ternormalisasi berarti bahwa kita menggambarkan rasio seperti dan .
I DSS VGS (off )

(c)
Gambar 8-6. Kurva Transkunduktansi
Pada gambar (8-6c), titik setengah cut-off :
VGS 1
=
VGS ( off ) 2

Menghasilkan arus ternormalisasi sebesar :


ID 1
=
I DSS 4
Dengan kata-kata : ketika tegangan gate adalah setengah dari tegangan cut-off,
maka arus drain adalah seperempat dari nilai maksimum.

Contoh:
Sebuah JFET 2N5668 memiliki VGS(off) = -4 V dan IDSS = 5 mA. Berapakah tegangan gate dan
arus drain pada titik cuf-off setengah?

Contoh:
Sebuah JFET 2N5459 memiliki VGS(off) = -8 V dan IDSS = 16 mA. Berapakah arus drain pada titik
cuf-off setengah?

8
JFET
Dasar Elektronika

8.4. Pembiasan Dalam Daerah Ohmic


JFET dapat dibiaskan pada daerah ohmic ataupun pada daerah aktif. Ketika
dibiaskan pada daerah ohmic, JFET akan ekuivalen dengan tahanan. Ketika
dibiaskan pada daerah aktif, JFET ekuivalen dengan sebuah sumber arus. Dalam
bagian ini, akan dibahas bias gate, metode yang digunakan untuk memberi bias
JFET pada daerah ohmic.

8.4.1. Bias Gate


Gambar (8-7a) menunjukkan bias gate. Tegangan gate negatif (-VGG) diberikan ke
gate melalui tahanan pembias RG. Tegangan gate mengatur arus drain sehingga
lebih kecil dari pada IDSS. Ketika arus drain melalui RD, akan mengatur tegangan
drain sebesar :
VD = VDD – IDRD (8-4)

Gambar (8-7. a) Bias Gate b) Titik Q Tak Stabil Didaerah Aktif

Bias gate adalah cara terburuk untuk membias JFET pada daerah aktif sebab
titik Q menjadi sangat tidak stabil.

Contoh:
Sebuah JFET 2N5459 mempunyai kisaran maksimum dan minimum sebagai
berikut :
- IDSS bervariasi dari 4 mA s/d 16 mA - VGS(off) bervariasi dari -2 V
s/d -8 V
- Bila VGS = -1 V maka arus drain untuk Q1 adalah :
2 2
 V   − 1V 
- I D = I DSS 1 − GS  = 16 mA1 −  = 1 2,3 mA
 V 
 GS ( off )   − 8V 

9
JFET
Dasar Elektronika

- Arus drain untuk Q2 adalah :


2 2
 V   − 1V 
- I D = I DSS 1 − GS  = 4 mA1 −  = 1 mA
 V 
 GS ( off )   − 2V 

Gambar (8-7b) menunjukkan kurva transkonduktansi maksimum dan minimum.


Jika sebuah bias gate sebesar -1 V digunakan pada JFET jenis ini, akan diperoleh
titik Q maksimum dan minimum seperti yang ditunjukkan Q. Q1 memiliki arus
drain 12,3 mA dan Q2 memiliki arus drain hanya 1 mA.

8.4.2. Hard Saturation


Meski tidak sesuai untuk pembiasan pada daerah aktif, bias gate sangat bagus
untuk pembiasan pada daerah ohmic karena kestabilan titik Q tidak menjadi
masalah.

Gambar (8-7. c) Dibiaskan Di Daerah Ohmic d) JFET Ekuivalen Dengan Tahanan

Gambar (8-7c) menunjukkan bagaimana untuk memberi bias JFET pada daerah
ohmic. Ujung atas pada garis beban dc memiliki arus jenuh drain sebesar:
VDD
I D ( sat ) =
RD
Untuk memastikan bahwa JFET dibias pada daerah ohmic, semua yang diperlukan
adalah menggunakan VGS = 0 dan :
ID(sat) << IDSS (8-5)

Persamaan ini menyatakan bahwa arus jenuh drain harus jauh lebih kecil dari pada
arus drain maksimum.

Contoh:
Jika sebuah JFET memiliki IDSS = 10 mA, maka hard saturation akan muncul jika VGS = 0 dan
ID(sat) = 1mA
10
JFET
Dasar Elektronika

Jawab:
Ketika sebuah JFET dibiaskan pada daerah ohmic, dapat diganti dengan sebuah tahanan RDS
seperti ditunjukkan gambar (8-7e). Dengan rangkaian ekuivalen ini, dapat dihitung tegangan
drain. Ketika RDS << RD tegangan drain akan mendekati nol.

Contoh:
Berapa Tegangan drain pada gambar dibawah:

Gambar 8.8 Contoh

8.5. Pembiasan Dalam Daerah Aktif


Penguat JFET perlu memiliki titik Q pada daerah aktif. Karena penyebaran
parameter JFET yang besar, bias gate tidak dapat digunakan. Oleh sebab itu perlu
menggunakan metode pembiasan yang mirip dengan yang digunakan pada
transistor bipolar.

8.5.1. Bias Pembagi Tegangan


Gambar (8-9a) menunjukkan bias pembagi tegangan.

Gambar 8.9a. Bias Pembagi Tegangan

Pembagi tegangan menghasilkan tegangan gate yang merupakan bagian dari


tegangan catu daya. Dengan mengurangi tegangan gate-source, akan diperoleh
tegangan yang melalui tahanan source:

11
JFET
Dasar Elektronika

VS = VG – VGS (8-6)

Jika VGS adalah negatif, tegangan source akan sedikit lebih besar dari pada
tegangan gate. Ketika membagi tegangan source ini dengan tahanan source, akan
diperoleh arus drain:
VG − VGS VG
ID = = (8-7)
RS RS

Ketika tegangan gate besar, tegangan gate itu dapat memberikan variasi VGS dari
suatu JFET terhadap lainnya. Idealnya, arus drain sama dengan tegangan gate
dibagi tahanan source. Hasilnya arus drain hampir sama konstan untuk JFET
apapun, seperti ditunjukkan pada gambar (8-9b).

Gambar 8.9b. Arus Drain Konstan

Gambar (8-9c) menunjukkan garis beban dc. Untuk sebuah penguat, titik Q harus
berada pada daerah aktif. Hal ini berarti bahwa VDS harus lebih besar dari[ada
ID.RDS (daerah ohmic) dan lebih kecil dari VDD(cutoff). Ketika tegangan catu daya
yang besar tersedia, bias pembagi tegangan dapat mengatur titik Q yang stabil.

Gambar 8.9c. Garis Beban dc

12
JFET
Dasar Elektronika

Contoh:
Gambarkan garis beban dc dan titik Q pada gambar (8-10a).
VDD 30V

RD 1kΩ
R1 2MΩ

Q1
2N5484

R2 1MΩ RS 2kΩ

Gambar 8.10a. Contoh Bias Pembagi Tegangan

8.5.2. Bias Surce Dua Catu Daya


Gambar (8-11) Menunjukkan bias source dua catu daya. Arus drain diberikan oleh:
VSS − VGS VSS
ID = ≈ (8-8)
RS RS

Gambar 8.11 Bias Source Dua Catu Daya

Idenya adalah untuk mengasilkan variasi VGS dengan membuat VSS >> VGS.
Idealnya arus drain sama dengan tegangan catu daya source dibagi dengan tahanan
source. Dalam kasus ini, arus drain hampir konstan dalam pergantian JFET dan
perubahan suhu.
Contoh:
Berapa arus drain dan tegangan antara drain dan ground pada gambar (8-12),.

13
JFET
Dasar Elektronika

Gambar 8.12. Contoh Bias Source Dua Catu Daya

8.5.3. Bias Arus Source


Ketika tegangan catu daya drain tidak besar, maka tegangan gate tidak cukup
untuk menghasilkan variasi VGS. Dalam kasus ini, seorang perancang dapat
menggunakan bias arus source seperti pada gambar (8-13a). Dalam rangkaian ini,
transistor bipolar mendorong arus yang tetap ke JFET. Arus drain diberikan oleh:
VEE − VBE
ID = (8-9)
RE

Gambar 8.13a Bias Arus Source b) Titik Q Mempunyai Arus Yang Sama

Gambar (8-13b) mengilustrasikan bagaimana efektifnya bias arus-source. Kedua


titik Q memiliki arus yang sama. Meskipun VGS berbeda untuk tiap titik Q, VGS
tidak memberikan efek lebih lanjut pada nilai arus drain.

Contoh:
Berapa arus drain dan tegangan drain pada gambar (8-14)

14
JFET
Dasar Elektronika

Gambar 8.14. Contoh Bias Arus source

8.5.4. Bias Sendiri


Gambar (8-15a) menunjukkan bias-sendiri. Karena arus drain mengalir melalui
tahanan source RS, tegangan yang muncul antara source dan ground dirumuskan
dengan:
VS = ID.RS (8-10)
Jika VG adalah nol:
VGS = -ID.RS (8-11)

Gambar 8.15. a) Bias Sendiri b) Efek Dari Tahanan Source Yang Berbeda

Hal tersebut mengatakan bahwa tegangan source-gate sama dengah negatif dari
tegangan yang melalui tahanan source. Pada dasarnya, rangkaian akan membuat
bias sendiri dengan menggunakan tegangan yang melalui RS ke gate bias-balik.

Gambar (8-15b) menunjukkan efek dari tahanan source yang berbeda. Terdapat
sebuah nilai tengah dari RS yaitu tegangan gate-source adalah setengah dari
tegangan cut-off. Sebuah pendekatan untuk tahanan medium ini adalah:
RS = RDS (8-12)

Persamaan ini mengatakan bahwa tahanan source harus sama dengan tahanan
15
JFET
Dasar Elektronika

ohmic dari JFET. Ketika kondisi ini dipenuhi, VGS(off) secara kasarnya adalah
setengah dari tegangan cut-off dan arus drain secara kasarnya adalah seperempat
dari IDSS.

Titik Q dengan bias-sendiri tidak se-stabil dengan bias pembagi tegangan, bias-
source, atau bias arus-source. Oleh sebab itu, bias-sendiri digunakan hanya dengan
penguat sinyal kecil. Inilah sebabnya mengapa anda dapat melihat rangkaian JFET
yang berbias-sendiri berada diujung penerima komunikasi ketika sinyalnya kecil.

Analisis eksak JFET adalah membosankan dan memakan waktu lama karena
adanya sifat hokum kuadrat dan parameter dengan jangkauan yang luas. Dalam
kebanyakan rangkaian berbias di daerah aktif, VGS biasnya 1 V sampai 2 V. Hal ini
dapat diabaikan dalam analisis awal dan troubleshooting pembiasan rangkaian.

Kecuali hal lain diindikasikan, kita akan menggunakan analisis ideal untuk
menghitung titik Q pada penguat JFET. Hal ini berarti bahwa kita mengabaikan
VGS ketika menganalisis rangkaian yang dibahas pada bagian ini. Biasanya,
jawaban ideal yang kita peroleh akan memiliki kesalahan kurang dari 10 %. Jika
anda merancang rangkaian JFET atau membutuhkan akurasi yang lebih tinggi,
anda harus menggunakan sebuah simulator rangkaian seperti Electronics
Workbench (EWB).

Contoh:
Rangkaian pada gambar (8-16a) berapa tahanan source medium dengan menggunakan hukum
yang telah dibahas sebelumnya dan perkirakan tegangan drain dengan tahanan source tersebut.

Gambar 8.16a. Contoh Bias Sendiri

16
JFET
Dasar Elektronika

8.6. Transkonduktansi
Untuk menganalisa penguat JFET, perlu didiskusikan tentang transkonduktansi,
yang dilambangkan dengan gm dan didefinisikan sebagai:
id
gm = (8-13)
v gs
Hakl ini menyatakan bahwa transkonduktansi sama dengan arus drain ac dibagi
dengan tegangan gate-source ac. Taranskonduktansi memberitahukan kita
bagaimana efektifnya tegangan gate-source dalam mengendalikan arus drain
transkonduktansi yang lebih tinggi, akan lebih mengendalikan tegangan gate yang
melewati arus drain.

Contoh:
Jika arus drain ac 0,2 mA pp ketika tegangan gate-source ac 0,1 Vpp, maka :
id 0,2 mA
gm = = = 2.10 −3 mho = 2000 µmho
v gs 0,1V

Contoh:
Jika arus drain ac 1 mA pp ketika tegangan gate-source ac 0,1 Vpp, maka :
id 1 mA
gm = = = 10.10 −3 mho = 10.000 µmho
v gs 0,1V

Pada contoh kedua, transkonduktansi yang lebih tinggi berarti bahwa gate lebih
efektif dalam mengendalikan arus drain

8.6.1. Siemen
Unit mho adalah rasio arus terhadap tegangan. Unit ekuivalen dan lebih modern
untuk mho disebut siemen (S), sehingga jawaban selanjutnya dapat ditulis sebagai
2000 µS dan 10.000 µS.Pada lembar data (data sheet) kedua besaran (mho dan
siemen) dapat digunakan. Data sheet juga menggunakan symbol gfs untuk
menggantikan gm.

Contoh:
Sebuah JFET 2N5451 mencantumkan daftar gfs sebesar 2000 µS untuk arus drain
sebesar 1 mA. Ini identik dengan pernyataan bahwa 2N5451 memiliki gm sebesar
17
JFET
Dasar Elektronika

2000 µmho untuk arus drain sebesar 1 mA.

8.6.2. Kemiringan Kurva Transkonduktansi


Gambar (8-17a) memberikan arti dari gm dalam bentuk kurva
transkonduktansi.Diantara titik A dan B perubahan VGS menghasilkan perubahan
ID. Perubahan ID dibagi dengan perubahan VGS adalah nilai gm antara A dan B. jika
kita memilih titik pasangan lain pada kurva yaitu C dan D, kita memperileh
perubahan ID yang lebih besar untuk perubahan yang sama pada VGS. Oleh sebab
itu gm mempunyai nilai yang lebih besar pada kurva yang lebih tinggi. Dinyatakan
dengan cara lain, gm adalah kemiringan dari kurva transkonduktansi. Semakin
curam kurva pada titik Q, semakin tinggi transkonduktansi.

Gambar 8.17. a) Transkonduktansi b) Rangkaian ekuivalen


Gambar (8-17b) menunjukkan rangkaian ekuivalen ac untuk sebuah JFET.
Tahanan yang sangat besar RGS adalah antara gate dan source. Drain sebuah JFET
bertindak seperti sumber arus dengan nilai gmvgs. Jika diberikan gm dan vgs, maka
arus drain ac dapat dihitung.
8.6.3. Transkonduktansi Dan Tegangan Cut-off Gate-Source
Kuantitas VGS(off) sulit untuk diukur secara akurat. Disisi lain, IDS dan gm0 mudah
diukur dengan akurasi yang tinggi. Untuk itulah, VGS(off) sering dihitung dengan
persamaan:
− 2 I DSS
VGS ( off ) = (8-14)
g m0

Dalam persamaan ini, gm0 adalah nilai transkonduktansi ketika VGS = 0. Biasanya,
pabrik akan menggunakan persamaan berikut untuk menghitung nilai
VGS(off),(untuk digunakan pada data sheet). Besarnya gm0 adalah nilai maksimum
dari gm untuk JFET karena akan muncul saat VGS = 0. Ketika VGS menjadi negatif,
18
JFET
Dasar Elektronika

gm akan turun. Berikut adalah persamaan untuk menghitung gm untuk setiap nilai
VGS:
 V 
g m = g m 0 1 − GS  (8-15)
 V 
 GS ( off ) 

Perhatikan bahwa gm turun secara linier ketika VGS menjadi lebih negatif, seperti
ditunjukkan pada gambar (8-17c). Perubahan nilai gm berguna dalam pengendalian
penguatan otomatis, yang akan dibahas kemudian.

Gambar 8.17c. Variasi dari gm

19
JFET

Anda mungkin juga menyukai