Anda di halaman 1dari 3

novel dear nathan

Judul novell : Dear Nathan


Penulis novel : Erisca Febriani
Penyunting buku : Maskur Priatna
Pemeriksa Aksara : Rahmia Mn.
Desain Sampul & Penata Isi : Rumah Desain
ISBN : 978
Format : Paperback,
jumlah halaman : 520 halaman
Diterbitkan pertamakali tahun : 2016 oleh Best Media
Finished (cetakan ke-3) 27 Juni 2016
Genre : Romance, School Life
Age Range : Remaja

Dimulai dari keterlambatan seorang gadis mengikuti upacara pertama di sekolah baru,
yaitu Salma Alvira bertemu dengan seorang laki-laki yang membantunya menyelusup
melalui gerbang samping.

Selidik punya selidik, lelaki itu ternyata bernama Nathan, yakni akan nakal yang
sering menjadi bahan gosip murid-murid satu sekolah.

“ Di Sma kalau ngga ada murid seperti Nathan mah nggak seru, belum terasa putih
abu-abunya. Kalau semua anak di sekolah ini kalem, pasti ngga bakal rame.” – rahma
– hal. 79

Seperti apa hidup kita ke depan, tidak ada pernah yang tahu seperti apa nantinya.
Begitu juga dengan kehidupan salma yang berubah drastis ketika dia pindah ke
sekolah barunya yaitu SMA Garuda.

Teman-temannya tidak sealim seperti di sekolah lamanya. Beberapa dari mereka


memiliki sifat sebagai tukang rusuh dan senang berantem, termasuk Nathan.

Nathan, ia tidak mengira akhirnya bisa jatuh cinta kepada Salma, anak baru yang
nampak ingin menangis pada saat terlambat datang ke sekolah.

Kalau menurut Nathan, terlambat adalah hal biasa baginya, ternyata jauh berbeda
apabila situasi itu dihadapi oleh wanita manis yang membuatnya berubah menjadi
lelaki yang penuh perasaan.

“Meskipun saya tampangnya berandalan. Tapi saya amat menghargai wanita. Wanita itu
seperti kaca, kalau retak ya bakalan retak seumur hidup dan ngga bakal bisa balik
seperti semula. Gimanapun caranya.” – Nathan – hal. 95

Nathab baru sadar, jatuh cinta kepada wanita lugu yang belum pernah pacaran jadi
hal yang cukup menguras tenaganya. Awalnya, ia begitu menikmati pengejaran
cintanya.

Namun. apakah Nathan akan selamanya menikmati pengejarannya jika Salma terus-
menerus bersikap cuek kepadanya??

“Dan seandainya pemilik hati kamu adalah aku, kemanapun kamu pergi, hati itu pasti
akan kembali kepemeliki sejati dan tuhan punya seribu satu cara untuk mempersatukan
kita lagi. Tapi kalau bukan milik hati ku? tuhan juga memiliki banyak cara untuk
menemukan kamu dengan yang lain.”- Nathan – hal.486

Tak hanya cinta yang memberi warna dalam kehidupn Nathan. Tapi ada juga masalah
yang besar yang memang sudah lama dihadapinya, yaitu masalah keluarga yang sangat
berat, hingga Nathan merasa berat menanggungnya.
Kehilangan orang yang sangat di sayanginya, merasa ditinggalkan oleh ayahnya, dan
masih banyak lagi masalah-masalah yang ada dalam otak Nathan.

“Nath, dunia ini sudah penuh dengan kesedihan dan ait mata. Seandainya kamu ngga
hanya fokus pada luka mu sendiri, ada banyak hal indah yang selama ini kamu
lewati.” -Seli -hal.473

Novel Dear Nathan- kisah masa putih abu-abu yang sangat sweet. sangat sweet hingga
kamu akan merasa rindu dengan masa-masa SMA.

Jadi remaja memang bagian dari hidup yang takkan terlupakan. Masa-masa dimana kita
menemukan jati diri, begitu ingin bebas lepas, dan baru mengenal tentang apa itu
cinta.

Meski tema yang diusung memang sering kita jumpai pada novel lainnya, tapi karakter
Nathan-lah yang menjadi penilaian paling apik dalam novel ini.

Penulis berhasil menciptakan seorang tokoh yang membuai para pembaca. Bagaimana di
bersikap, tingkahlakunya, kejahilannya, dan bagaimana cara Nathan ketika bersama
dengan Salma- semua terkesan sangat menarik.

Nathan, memanglah lelaki badboy, namun bukan Playboy. Rasanya, jadi menemukan
pemukiran baru kalau ngga semua badboy adalah playboy.

Dan, anak-anak nakal seperti Nathan seharusnya buka dimusuhi atau malah diberi
‘nakal’, karena selalu ada alasan yang membuat mereka tercipta sebagai anak yang
nakal.

Banyak yang salah dalam memahami anak–anak seperti ini. Makanya, anak nakal
dimarahi bukannya membaik dan patuh, malah menjadi-jadi.

Karakter Salma yang lugu, pintar, manis dan memiliki jiwa yang halus, memang tampak
kontra dengan Nathan, Akan tetapi, karena kontras jadi terasa semakin menarik.

Keunggulan Novel Dear Nathan

Saya sendiri suka dengan cara Salma bersikap saat berada di depan Nathan.
Keluguannya mengatasi cinta pertama kali yang menyambangi hatinya, membuat Salma
jadi semakin manis da pantas menjadi sasaran cinta Nathan.

Intinya, jika masalah karakter, penulis sudah berhasil membuat karakteri-karakter


yang kuat, ak hanya pada tokoh utamanya, untuk tokoh pendukung yang jumlahnya tidak
sedikit, penulis dapat memberikan mereka ciri khas pada masing-masing tokoh.

Jalan cerita yang digambarkan dalam novel ini juga terasa masuk akal. tahap-tahap
konflik dapat diceritakan dengan apik, dan penyelesaiannya cukup jelas.

Banyak ilmu yang dapat kita ambil dari novel ini. yaitu tentang pengorbanan,
tentang kasih sayang, persahabatan, bahkan tentang mau menerima kenyataan dan arti
memaafkan.

Kekurangan Novel Dear Nathan

Kekurangan novel dear nathan ini adalah cara penulis membuat narasi. beberapa
terasa berlebihan. terkadang, pemilihan diksinya terasa kurang pas.

Narasinya juga terlalu berputar-putar. Dan, banyak juga kata typo dan menggunakan
kata yang tidak baku,
Novel ini memang berawal dari wattpad. Ada beberapa yang berubah dalam edisi
cetakannya ini. perubahan tersebut Seperti beberapa nama teman Salma. Kemudian cara
bicara Nathan kepada Salma yang menggunakan kata ‘saya-kamu’.

Penggunaan kata ‘saya kamu’ dirasa kurang pas bagi beberapa pembaca. Karena cara
bicara Nathan yang menggunakan ‘saya-kamu, malah menimbulkan kesan bukan Nathan
banget.

walau penulis sudah menjelaskan kenapa dia memakai ‘saya-kamu’ . tapi tetap dari
beberapa pembaca yang sudah mengenal novel ini dari Wattpad merasa kurang pas. dan
lebih pas pada penggunaan kata sebelumnya yaitu ‘aku-kamu’.

Sebenarnya, jika beberapa hal di atas lebih diperthatikan saat dalam proses
editing, pasti novel ini akan termasuk dalam sejarah novel best seller indonesia.

“…hidup ini ibarat bumbu. Kalau semuanya manis, enggak bakal nikmat. Tapi, Tuhan
sengaja ngasih percikan-percikan pedas dalam hidup, supaya kamu tau gimana sensasi
nikmatnya”