Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MATA KULIAH

KARTOGRAFI TEMATIK
(GKP 2105)

“Persamaan dan Perbedaan Peta Topografi dan Peta RBI”

Dosen Pengampu:
Dr. Nurul Khakim, M.Si.

Disusun oleh:

Nama : Tiaranita Yusari

NIM : 15/379417/GE/08047

FAKULTAS GEOGRAFI

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2018
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN PETA TOPOGRAFI DAN PETA RBI

Peta merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara pembuat peta dan
penggguna peta, sehingga peta dituntut untuk dapat menyajikan fungsi dan informasi dari
objek yang digambarkan secara optimal. Menurut Dedy Miswar (2012:2) peta merupakan
gambaran permukaan bumi yang diperkecil, dituangkan dalam selembar kertas atau media
lain dalam bentuk dua demensional. Menurut Prihanto (1988) (dalam Riyanto dkk, 2009:4)
mendefinisikan peta merupakan penyajian grafis dari bentuk ruang dan hubungan keruangan
antara berbagai perwujudan yang diwakili. Dari definisi para ahli di atas dapat disimpulkan
bahwa peta merupakan gambaran penyederhanaan dari pengecilan permukaan bumi yang
disajikan melalui bidang datar yang dilengkapi dengan skala dan proyeksi tertentu serta
simbol-simbol atau keterangan.
Istilah Topografi dan RBI merupakan hal yang lazim didengar oleh orang yang
memfokuskan studi pada disiplin ilmu Geografi. Kedua istilah tersebut biasanya
disandingkan dengan kata “peta” sebagai awalan istilah, yakni Peta Topografi dan Peta RBI.
Peta Topografi dan Peta RBI merupakan bagian dari peta dasar yang dapat digunakan sebagai
dasar pembuatan peta tematik. Apabila diamati kenampakan yang digambarkan pada peta
topografi dan peta RBI yang terlihat paling menonjol adalah objeknya. Peta topografi lebih
menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta RBI sudah menggambarkan mulai dari
kenampakan alam hingga penggunaan lahan yang lebih spesifik. Peta RBI mampu
menggambarkan aspek sosial di permukaan bumi dengan adanya gambaran permukiman
penduduk. Banyak pemahaman yang mengartikan bahwa rupa bumi dan topografi merupakan
kata-kata yang memiliki makna yang sama. Namun, kandungan peta topografi dan peta RBI
secara substansi berbeda walaupun secara esensi sama.
Peta topografi dapat diartikan sebagai peta yang menggambarkan kenampakan alam
(asli) dan kenampakan buatan manusia, diperlihatkan pada posisi yang benar. Selain itu peta
topografi dapat diartikan peta yang menyajikan informasi spasial dari unsur-unsur pada muka
bumi dan dibawah bumi meliputi, batas administrasi, vegetasi dan unsur-unsur buatan
manusia. Kelebihan pada peta topografi yaitu untuk mengetahui ketinggian suatu tempat dan
untuk memperkirakan tingkat kecuraman atau kemiringan lereng. Ciri utama peta topografi
adalah menggunakan garis kontur. Beberapa ketentuan pada peta topografi:
1. Makin rapat jarak kontur yang satu dengan yang lainnya menunjukkan daerah tersebut
semakin curam. Sebaliknya semakin jarang jarak antara kontur menunjukkan daerah
tersebut semakin landai.
2. Garis kontur yang diberi tanda bergerigi menunjukkan depresi (lubang/cekungan) di
puncak, misalnya puncak gunung yang berkawah.
3. Peta topografi menggunakan skala besar, antara 1 : 50.000 sampai 1 : 100.000.

Peta Topografi Kota Pangkalpinang


Sumber: http://legacy.lib.utexas.edu

Menurut SNI 6502.3:2010, Peta RBI merupakan peta garis yang menggambarkan
kenampakan muka bumi yang terdiri atas garis pantai, garis kontur, perairan, nama rupa
bumi, batas administratif, perhubungan, bangunan dan fasilitas umum, dan penutup lahan.
Kelebihan pada Peta RBI yaitu dalam peta RBI umumnya terdapat/terlihat kenampakan suatu
garis kontur, baik tertutup maupun terbuka. Dari adanya kenampakan kontur ini selanjutnya
bisa diolah untuk proses penghitungan baik mengenai luasnya, volumenya, kemiringan
lerengnya, serta dapat pula dibuat suatu penampang melintangnya. Itulah beberapa hal yang
menjadikan suatu kelebihan peta rupa bumi dibandingkan dengan peta lainnya.
Peta RBI Provinsi Jambi
Sumber: www.big.go.id

Persamaan Peta Topografi dan Peta RBI

Peta topografi dan peta RBI mempunyai kandungan esensi yang sama, yaitu sama
sama menggambarkan keadaan permukaan bumi suatu wilayah sedetail detailnya. Sebagai
bukti, dalam kedua peta tersebut terdapat garis garis kontur yang menunjukkan ketinggian
suatu tempat. Selain itu, keduanya juga mempunyai kandungan informasi tepi yang hampir
sama, diantaranya judul, skala, penomoran, legenda, dan lain lain. Walaupun isi di dalam
informasi tepi peta tersebut ada yang berbeda. Selain itu ada juga persamaan diantara kedua
peta tersebut dengan menggunakan kriteria kenampakan alami dan kenampakan buatan
manusia. Pada kenampakan alami persamaan dari peta tersebut adalah objek sungai atau
tubuh air, garis kontur dan mata air. Pada kenampakan buatan persamaan kenampakan
objeknya adalah sawah jalan menara makam dan jalan setapak.
Perbedaan Peta Topografi dan Peta RBI

Perbedaan Peta Topografi Peta RBI

Pembuat Peta Army Map Service (AMS) Bakosurtanal atau BIG


Uni Soviet Copied from
Dutch Map
Sistem Penomoran Pada peta topografi LCO, Penomorannya menggunakan
masih menggunakan sistem sistem penomoran koordinat
penomoran koordinat UTM (Universal Transverse
geografis yaitu dengan dua Mercator) yang hanya
jenis symbol, huruf dan dilambangkan dengan
angka. Pada peta topografi angka saja. Pada peta RBI
penomorannya dimulai dari penomorannya dimulai dari
kiri atas berarah zig-zag kiri bawah berarah zig-zag
menuju kanan bawah. menuju kanan atas
Bahasa Bahasa Inggris dengan Bahasa Indonesia
sedikit kata serapan dari
Bahasa Belanda
Sistem Proyeksi Sistem proyeksi LCO Sistem proyeksi UTM
(Universal Transfer
Mercator)
Substansi Peta Tidak menginformasikan Mencantumkan informasi
penggunaan lahan penggunaan lahan dan
fasilitas lainnya
Datum Bessel Datum Geodesi Nasional
1995 (DGN-95)

Sumber Data Peta topografi lain dan data Foto udara secara
dari instansi terkait atau peta fotogrametri dan survei
yang dibuat oleh Belanda lapangan
pada tahun 1922
Kegunaan Untuk keperluan militer Sebagai peta dasar atau peta
dalam menjalankan tugasnya acuan dalam membuat peta
tematik, dapat digunakan
secara umum maupun dalam
akademik
Layout Judul peta berada di tengah- Judul peta berada di kanan
atas serta informasi tepi atas serta informasi tepi
berada di bagian bawah peta berapa di bagian kanan dan
bawah peta
Cakupan Wilayah Mempunyai wewenang untuk Hanya menggambarkan
menggambarkan keadaan atau kenampakan
kenampakan hingga seluruh permukaan bumi yang ada di
dunia. Indonesia saja
Garis Kontur Dicetak tebal dan tingkat Dicetak tipis dan kontur
kerapatannya tinggi intervalnya tergantung peta
yang digunakan
Toponimi Belum memakai EYD Sudah memakai EYD

Pewarnaan Varian warna sedikit Pewarnaan sangat variatif


sehingga mudah dikenali
karena warna dibedakan
menurut klasifikasi lahan
Simbol Batas Administrasi Garis Garis putus-putus dan titik-
titik

Klasifikasi Sungai Sungai dan anak sungai Sungai musiman dan sungai
permanen

Kelas Jalan Berdasarkan simbol dan Berdasarkan simbol, ukuran,


ukuran dan warna

Legenda Terletak di bagian bawah Terletak di bagian kanan atau


peta bawah peta
DAFTAR PUSTAKA

Dedy Miswar. 2012. Kartografi Tematik. Bandar Lampung: Aura.

Riyanto, dkk. 2009. Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Berbasis Desktob
dan Web. Yogyakarta: Gava Media.

Standar Nasional Indonesia (SNI) 6502.3:2010 tentang Spesifikasi Penyajian Peta Rupa
Bumi-Bagian 3: Skala 1:50.000.