Anda di halaman 1dari 7

Pertimbangan Operasi Cooling Tower

Cooling tower atau menara pendingin adalah alat transfer panas yang digunakan untuk
mentransfer panas dari proses dan membuangnya ke atmosfer. Menara pendingin menggunakan
penguapan air untuk menghilangkan panas proses dan mendinginkan fluida kerja mendekati suhu
wet bulb-udara atau dalam kasus menara pendingin sirkuit tertutup kering hanya mengandalkan
udara untuk mendinginkan fluida kerja mendekati suhu dry-bulb udara. Umumnya aplikasi
pendingin air digunakan dalam kilang minyak, pabrik kimia, pembangkit listrik dan pendinginan
bangunan.

Pertimbangan Operasi

Prinsip kerja cooling tower secara umum adalah sebagai berikut:

1. Air pendingin yang keluar dari proses (HE, kondenser, dll) dilairkan menuju cooling
tower (C) masuk melalui bagian atas menara.
2. Udara masuk melalui sirip-sirip di bagian samping menara dan mendinginkan air.
3. Udara keluar melalui bagian atas menara.
4. Air yang telah didinginkan tertampung dalam bak (basin) dibagian bawah cooling tower
untuk kemudian dipompakan lagi menuju proses sebagai air pendingin.
5. Air yang hilang akibat penguapan (E), terbawa angin (W) dan blowdown (D) diganti
dengan air make-up (M).

Berikut adalah hubungan yang mengatur untuk laju aliran make up, evaporated loss dan windage
loss, tingkat draw-off, dan siklus konsentrasi di sistem menara pendingin:
M = Make-up water (gal/min)
C = Circulating water (gal/min)
D = Draw-off water (gal/min)
E = Evaporated water (gal/min)
W = Windage loss of water (gal/min)
X = Konsentrasi (untuk semua garam terlarut . biasanya chlorides), ppm
XM = Konsentrasi chlorides pada make-up water (M), ppm
XC = Konsentrasi chlorides pada circulating water (C), ppm
Cycles = Siklus konsentrasi = XC / XM
ppm = parts per million berat

Neraca massa air pada system ini adalah:


M=E+D+W
Karena evaporated water (E) tidak mengandung garam, neraca massa chloride menjadi:
M (XM) = D (XC) + W (XC) = XC (D + W)
kemudian:
XC / XM = Cycles = M / (D + W) = M / (M - E) = 1 + {E / (D + W)}
Neraca panas sederhana pada cooling tower:
(E) = (C) (Δ T) (cp) / HV

dimana:
HV = latent heat of vaporization of water = ca. 1,000 Btu/lb
Δ T = beda temperature pada atas dan bawah menara, °F
cp = specific heat of water = 1 Btu/lb/°F
Windage losses (W), tergantung pada data manufacturer, bisa diasumsikan sebagai berikut:
W = 0.3 - 1.0 % dari C untuk natural draft cooling tower
W = 0.1 - 0.3 % dari C untuk induced draft cooling tower
W = sekitar 0.01 % dari C jika cooling tower mempunyai windage drift eliminators

Siklus konsentrasi cooling tower pada kilang minyak biasanya antara 3 – 7 kali. Sedangkan
pada pembangkit listrik, siklus konsentrasi cooling tower bisa lebih besar.

(catatan: Draw-off dan blowdown adalah sinonim. Windage dan drift juga sinonim)

sumber:

 http://en.wikipedia.org/wiki/Cooling_tower
 http://www.cheresources.com
 http://www.engineersedge.com

http://pinapinapi.blogspot.co.id/2011/11/pertimbangan-operasi-cooling-tower.htmlWednesday,
February 14, 2018
Post
Wednesday, October 13, 2010

Psikrometrik (Psychrometric)

Psikrometrik

Psikrometrik adalah bidang yang mempelajari tentang bagaimana menentukan sifat-sifat fisis dan
termodinamika suatu gas yang didalamnya terdapat campuran antara gas-uap. Sebagai contoh
adalah menentukan sifat-sifat dari campuran udara dan uap air. Adapun sifat-sifat tersebut anatara
lain: Dry Bulb Temperature, Wet Bulb Temperature, Dew Point, Relative Humidity, Humidity
Ratio, Enthalpy, Volume Spesific.
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing sitat-sifat tersebut:

Dry Bulb temperature (DBT), yaitu suhu yang ditunjukkan dengan thermometer bulb biasa
dengan bulb dalam keadaan kering. Satuan untuk suhu ini bias dalam celcius, Kelvin, fahrenheit.
Seperti yang diketahui bahwa thermometer menggunakan prinsip pemuaian zat cair dalam
thermometer. Jika kita ingin mengukur suhu udara dengan thermometer biasa maka terjadi
perpindahan kalor dari udara ke bulb thermometer. Karena mendapatkan kalor maka zat cair
(misalkan: air raksa) yang ada di dalam thermometer mengalami pemuaian sehingga tinggi air
raksa tersebut naik. Kenaikan ketinggian cairan ini yang di konversika dengan satuan suhu
(celcius, Fahrenheit, dll).

Wet Bulb Temperature (WBT), yaitu suhu bola basah. Sesuai dengan namanya “wet bulb”, suhu
ini diukur dengan menggunakan thermometer yang bulbnya (bagian bawah thermometer) dilapisi
dengan kain yang telah basah kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya.

Perpindahan kalor terjadi dari udara ke kain basah tersebut. Kalor dari udara akan digunakan untuk
menguapkan air pada kain basah tersebut, setelah itu baru digunakan untuk memuaikan cairan
yang ada dalam thermometer.

Untuk menjelaskan apa itu wet bulb temperature, dapat kita gambarkan jika ada suatu kolam
dengan panjang tak hingga diatasnya ditutup. Kemudian udara dialirka melalui permukaan air.
Dengan adanya perpindahan kalor dari udara ke permukaan air maka terjadilah penguapan. Udara
menjadi jenuh diujung kolam air tersebut. Suhu disinilah yang dinamakan Wet Bulb temperature.

Gambar 2. Penjelasan Perbedaan Dry Bulb dan Wet Bulb temperature.


Untuk mengukur dua sifat (Dry dan Wet bulb temperature) ini sekaligus biasanya menggunkan
alat yang namanya sling, yaitu dua buah thermometer yang di satukan pada sebuah tempat yang
kemudian tempat tersebut dapat diputar. Satu thermometer biasa dan yang lainnya thermometer
dengan bulb diselimuti kain basah.

Gambar 3. Sling (sumber gambar: meted.ucar.edu)


Dew Point, yaitu suhu dimana udara telah mencapai saturasi (jenuh). Jika udara tersebut
mengalami pelepasan kalor sedikit saja, maka uap air dalam udara akan mengembun.

Humidity Ratio (w), yaitu ukuran massa uap air yang ada dalam satu satuan udara kering
(Satuan International: gram/kg).

Relative Humidity (RH), Perbandingan antara fraksi mol uap dengan fraksi mol udara basah
pada suhu dan tekanan yang sama (satuannya biasanya dalam persen (%)).

Volume Spesifik (v), yaitu besarnya volume udara dalam satu satuan massa. (SI: m3/kg)

Enthalpy (h), yaitu banyaknya kalor (energy) yang ada dalam udara setiap satu satuan massa.
Enthalpy ini merupakan jumlah total energi yang ada dalam udara terebut, baik dari udara
maupun uap air yang terkandung didalamnya.

KARTA PSIKROMETRIK (PSYCHROMETRIC CHART)


Karta psikrometrik merupakan sebuah diagram yang didalamnya terdapar sifat-sifat dari udara.
Dengan sebuah karta psikrometrik dapat diketahui sifat-sifat udara dengan mengetahui setidaknya
2 sifat udara yang lainnya. Sebagai contoh: disebuah ruangan kita ukur suhu WBT dan DBT
dengan sling, dengan mengetauhui dua suhu tersebut maka kita dapat menentukan sifat-sifat
lainnya (RH,volume spesifik, humidity ratio, enthalpy). Sifat-sifat udara lainnya itu dapat
ditentuka dengan cara mencari titik perpotongan garis dua besaran yang telah diketahui. Di titik
tersebut dapat dilihat sifat-sifat lainnya.

Gambar 4. Titik pada psikrometrik


Gambar 5. Karta Psikrometrik (sumber: wikipedia.org)

(Tri Ayodha Ajiwiguna)


Posted by Catatan Teknik at 2:15 PM
Labels: Cooling Technology, HVAC, Thermodynamics