Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Tujuan Percobaan


1. Mempelajari karakteristik menara atau kolom yaitu bilangan satuan
transfer
unit keseluruhan (NTU), faktor bahan isian (m) dan eksponensial (n).
2. Mempelajari pengaruh kenaikan temperatur air masuk menara terhadap
Ntu.
3. Mempelajari pengaruh L/Ga terhadap NTU.
1.2

Latar Belakang Percobaan


Dalam suatu proses industri penggunaan menara pendingin adalah
sangat penting, untuk keberlangsungan industri tersebut.
Pengetahuan tentang sistem proses dan segala yang berkaitan dengan
menara pendingin harus dipelajari agar dapat menetapkan berapa jumlah air
yang ditambahkan untuk mengganti air yang hilang atau untuk mengetahui
karakteristik penting dari sebuah menara pendingin.
Mengingat betapa pentingnya faktor karakteristik menara pendingin
dan jumlah air yang menguap, maka dilaksanakan percobaan ini yang
mempunyai tujuan untuk mencari faktor dan banyaknya air yang menguap
karena proses pendinginan.

1.3

Tinjauan Pustaka
Menara pendingin adalah suatu menara yang digunakan untuk
mendinginkan air pendingin yang telah menjadi panas pada proses
pendinginan, sehingga air pendingin yang telah dingin itu dapat digunakan
untuk proses pendinginan selanjutnya.
Adapun prinsip umum kerja dalam cooling tower adalah kontak
langsung antara permukaan air dengan udara kering. Apabila air panas
berkontak dengan udara yang lebih dingin maka air akan mengalami

penurunan temperatur (pendinginan). Penurunan temperatur ini disebabkan


oleh penguapan sebagian dari cairannya dan kehilangan panas sensibelnya,
sebaliknya udara akan menjadi panas dan mengalami pelembaban.
(Hardjono, 1989)
Dalam menara pendingin, aliran air panas didinginkan dengan
merubah panas laten dan panas sensible uap air dengan aliran udara kering
pada arus yang berlawanan. Air panas dimasukkan dari atas menara dan
dikeluarkan dari bagian dasar menara. Aliran udara mengalir secara counter
current terhadap aliran air. Pada bagian atas menara panas ditransfer dari air
panas ke udara, temperatur air lebih tinggi daripada lapisan antar muka pada
film gas-cair (interface) dan temperatur interface biasanya lebih tinggi
daripada temperatur udara. Panas sensibel ini dipindahkan dari air ke udara.
Pada bagian dasar menara temperatur air dan interface, keduanya lebih
rendah daripada udara dengan panas sensibel ditransfer cairan dan udara ke
interface dimana diserap sebagai panas laten dalam proses penguapan air.
(Brown, 1978)
Muatan panas (air panas) pada bagian atas kolom dinyatakan dengan
cara yang sama sebagai L (lb/jam.ft2). Umumnya kita dapat menyatakan
suplai air make up sebagai Lo (lb/jam.ft2) dari air. Jika Q adalah kecepatan
panas (Btu/jam) lewat kondensor, maka kita dapat mendefinisikan muatan
panas per ft2 sebagai q/A, di mana A adalah luas area aliran dalam menara
pendingin.
(Kern, D.Q., 1989)

Prinsip kerja Menara Pendingin digambarkan sebagai berikut :


Lo, T1

(G,H2)

Heater
Packed Tower

(G,H1)
Basin

Lo,

To

pompa

(L-Lo) ,T2

Neraca energi sekitar sistem untuk harga udara hasil pendinginan adalah :
Q + Lo . Cp . To = G ( H2 H1 )

.......................................................... ( 1 )

Persamaan ini menggunakan temperatur referensi pada oF udara kering, dengan


panas uap masuk dalam lb udara kering.
(Kern, D.Q., 1989)
Neraca energi untuk komposisi air :
Q = L. Cp ( T1 T2 ) + Lo . Cp ( T2 To ) .. ( 2 )
Kombinasi dari kedua persamaan diatas adalah :
Cp . T1 . ( H2-H1 ) = L . ( T1 T2 ) + Lo . Cp . T2.. ( 3 )
Maka jumlah air make up untuk mengganti penguapan adalah :
Lo = G ( X2 X1 ).. ( 4 )
Dalam menara pendingin, udara pendingin digunakan untuk mendinginkan
air panas. Air yang telah lewat kolom, temperaturnya lebih rendah dari temperatur
udara kering masuk, tetapi tidak akan lebih rendah daripada temperatur bola basah
udara masuk.
3

Dalam daerah teratas dari kolom, air panas mula-mula berkontak dengan
udara kering yang lebih dingin dari air panas. Dapat dinyatakan juga sebagai
penurunan total kuantitas air atau penguapan. Entalpi air total atau pertambahan
entalpi campuran udara adalah setara.
dq = d ( L. Cp . T ) = G . dH............( 5 )
Muatan udara yang melewati menara pendingin adalah tetap karena dinyatakan
dalam basis udara kering. Tetapi muatan air tidak persis konstan karena ada yang
hilang oleh penguapan dengan nilai yang lebih kecil dari sirkulasi (2%), maka
dapat diasumsikan harga L adalah konstan.
(Kern, D.Q., 1989)
d ( L .Cp .T ) = L .Cp .dT

................................................................... ( 6 )

L .Cp .dT = G .dH ...............................................................................

(7)

Menurut Lewis dalam sistem campuran udara dan air persamaannya


dapat dinyatakan sebagai berikut :
L .Cp .dT G .dH = k ( H H ) a .dV ..............................................

(8)

Dari persamaan ( 8 ) didapat :


Ntu

Ka.V
dT

L
( H ' H )

.......................................................

(9)

Di mana Cp air diasumsikan = 1 Btu/lboF


Data-data dalam menara pendingin sering digambarkan dalam bentuk
V
L
k .a. Vs untuk variasi temperatur cooling tower .
L G

Hubungan antara NTU dengan L/Ga dapat didekati dengan persaman


polinomial yaitu :
y = ax2 + bx + c
y = NTU
x = L/Ga

Media Pendingin
Di dalam suatu proses pendinginan air panas hasil proses diperlukan media
pendingin yang sangat efektif dan efisien. Di dalam menara pendingin, untuk
proses pendinginan biasanya menggunakan media pendingin yang dapat
mendinginkan zat panas yang ingin kita dinginkan, biasanya mempunyai nilai
panas laten dan sensibel yang besar, agar zat panas tersebut cepat dingin atau
berubah fasanya dengan temperatur yang lebih kecil sehingga memudahkan
proses.
Media pendingin yang biasa digunakan adalah:
1. Udara
2. Air :
a. Air Laut
b. Air Sungai
3. Refrigerant :
a. Dowtherm
b. Freon
c. NH3
d. Propanol
e. Brine
Media pendingin yang biasanya digunakan dalam industri adalah udara, hal ini
disebabkan :
1. Murah dan mudah didapat
2. Bebas dari bahan korosi
3. Tidak memerlukan treatment yang rumit seperti treatment dalam
penggunaan air
4. Pendirian suatu industri dapat dilakukan dimana saja, tidak tergantung
letak sumber air pendingin
5. Tidak memerlukan pemasangan instalasi pipa seperti halnya jika
menggunakan pendingin air

Di dalam menara pendingin terdapat bahan isian, dimana bahan isian ini
berfungsi untuk memperbesar permukaan bidang kontak antara permukaan air
panas yang akan didinginkan dengan udara dingin yang dihembuskan dalam
menara secara searah atau berlawanan arah.
(Treybal, R.E., 1968)
Dengan adanya bahan isian ini maka transfer panas dan transfer massa
antara air dengan udara dapat berjalan dengan maksimal, sehingga penurunan
temperatur dapat berjalan dengan cepat.
Untuk itu bahan isian yang digunakan untuk mempercepat pendinginan
harus mempunyai sifat sifat, diantaranya :
1. Mempunyai permukaan bidang kontak yang luas.
2. Mempunyai sifat pembasahan yang baik.
3. Mempunyai volume rongga yang besar.
4. Tahan terhadap panas, korosi dan reaksi kimia.
5. Murah dan mudah didapat.
(Treybal, R.E., 1968)

BAB II
PELAKSANAAN PERCOBAAN

2.1 Bahan-bahan
1. Air
2. Udara

2.2 Alat

Gambar 2.1 Rangkaian alat cooling tower


Keterangan Gambar :
1. Blower

7. Tangki air dingin

2. Pompa

8. Heater

3. Termometer air panas

9. Tangki air panas

4. Kolom pendingin

10. Kran pengatur rotameter

5. Termometer bola kering

11. Rotameter

6. Termometer bola basah

12. Saklar
7

2.3 Cara Kerja


1. Memeriksa rangkaian alat.
2. Mengamati dan mencatat suhu yang terbaca pada termometer bola basah
(Twm) dan termometer bola kering (Tdm).
3. Mengisi tangki air panas dengan air dan menyalakan heater sampai
dicapai temperatur yang ditentukan kemudian heater dimatikan.
4. Menyalakan pompa dan blower secara bersamaan.
5. Mengatur skala rotameteryang telah ditentukan sampai keadaan
rotameter stabil.
6. Memastikan temperatur air pada tangki air panas tetap, bila terjadi
penurunan suhu kemudian heater dinyalakan.
7. Setelah semua keadaan konstan dan berada pada kondisi yang ditentukan
kemudian mencatat:
- Suhu bola basah (Tw)
- Suhu bola kering (Td)
- Suhu air keluar menara (T2)
- Debit (Q)
8. Mengulangi langkah 3-7 untuk variasi suhu air (oC) di dalam tangki air
panas.
9. Mengulangi langkah percobaan tersebut untuk variasi temperatur masuk
menara pendingin yang berada sebagai variabel pebah kedua

JURNAL PERCOBAAN
COOLING TOWER

DATA PERCOBAAN
Kecepatan aliran fluida (G)

360

cm3/det

Diameter kolom

39,17

cm

Tinggi bahan isian

47

cm

Diameter pipa dalam aliran

1,74

cm

T wet masuk (Twm)

29

T dry masuk (Tdm)

32

Percobaan I
Tabel : Variasi laju air masuk menara (L) pada suhu air masuk menara (T)
konstan
No

Kecepatan air (L)


Skala

T air

T air

masuk

keluar 0C

Udara keluar
Tw (0C)

Td(0C)

1.

3.5

40

29,5

28

30

2.

40

30

28

30

3.

4.5

40

30

28

30

4.

40

31

28

30

5.

5.5

40

31,5

28

30

Percobaan II
Tabel : Variasi suhu air masuk menara (T) pada laju alir masuk menara (L)
konstan
No

Kecepatan air (L)

T air

T air

Udara keluar

Skala

masuk 0C

keluar 0C

Tw (0C)

Td(0C)

1.

40

30

28,5

30

2.

45

34

29

30,5

3.

50

35

30

31

4.

55

37,5

30

31

5.

60

40

30

31

Yogyakarta, 4 desember 2012


Asissten pembimbing

( Aprilita Zamharin)

10

BAB III
ANALISIS PERHITUNGAN

A.Variasi laju alir masuk menara (L) pada suhu air masuk (T) konstan.
1.Menghitung harga (L/Ga)
a.Menghitung harga Ga
Diketahui:
- Twm

= 290C=84,20F

-G

=360 cm/detik

=0,7628 ft/menit

- Dk

=39,17 cm

= 1,2851 ft

Pada Tw 84,2 0F dicari harga Vs dari tabel 12-1 Perrys


ChemicalEngineers hanbook,Vs=14,2712 cuft udara/ lb udara kering. Jadi, berat
udara kering tiap cuft udara () adalah:
- = 1/ Vs = 1/14,2712 = 0,0701 lb udara kering/cuft udara
- Ak = (1/4) x x Dk
= (1/4) x x (1,2851) ft
= 1,2964 ft
- Ga = ( G x ) / Ak
=( (0,7628 ft/menit) x (0,0701 lb udara kering/cuft)) /1,2964 ft
= 0,0412 lb udara kering / ft menit

Harga Ga ini sama untuk setiap data.

b. Menghitung harga L
Untuk data nomor 1
Diketahui:
- Q = 3,5 ft/menit

= 99,1221 liter/menit

- D pipa = 1,74 cm

= 0,0571 ft
0

- air pada suhu 40 C =( (992,215 kg/m) x (0,001 m/L)) / 0,453592 kg/lb


= 2,1875 lb/L

11

- M = air x Q
= (2,1875 lb/L) x (99,1221 L/menit )
= 216,8296 lb/menit

- L = M / Ak
= (216,8296 lb/menit) / (1,2964 ft)
= 167,2552 lb/ ft menit

Sehingga : L/Ga= (167,2552 lb/ ft menit ) / (0,0412 lb udara kering/ ft menit)


= 4059,5913
Dengan cara yang sama dihitung L/Ga untuk data nomor 1 sampai dengan
nomor 5,didapat hasil :
Tabel 1. Hubungan L/Ga dengan Q,M,dan L
No

Q( ft / menit )

M( lb/menit )

L(lb/ft menit )

L/Ga

3,5

216,7967

167,2298

4058,9757

247,8052

191,1486

4639,5312

4,5

278,7808

215,0423

5219,4726

309,7564

238,9359

5799,4139

5,5

340,7321

262,8294

6379,3554

2. Mencari harga NTU


NTU = ka /V = dT / (H-H)

Harga NTU dicari dengan integrasi numerik untuk data nomor 1:


T1 = 40 0C = 104 0F
T2 = 28 0C = 82,4 0F
Untuk mencari harga 1 /(H-H) ,T1 sampai T2 dibagi menjadi 10 interval.
T = (T1-T2) /2 = (104-82,4) / 2 = 2,16 0F

12

Untuk mencari H pada tiap-tiap suhu digunakan tabel 12.1 Perrys


chemical engineers handbook. Harga H pada suhu 82,4 0F adalah sama dengan
harga entalphi uap jenuh 84,2 0F yaitu sebesar 48,704 Btu / lb udara kering .
Untuk menghitung harga H pada 84,56 0F digunakan rumus:
H 84,56 0F = H 84,2 0F + ( ( 1/Ga) x T )
= 48,704 + (4058,9757 x 2,16 )
= 8816,0915 Btu/lb
Data nomor 1:
T1 = 40 0C = 104 0F
T2 = 29,5 0C = 85,1 0F
T = (104-85,1)/10 = 1,89
Tabel 2. Hubungan suhu dengan entalphi.
TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

85,1

1,89

49,562

48,464

1,098

0,910747

y0

86,99

1,89

51,93215

7719,928

-7668

-0,00013

y1

88,88

1,89

54,418

15391,39

-15337

-6,5E-05

y2

90,77

1,89

57,02725

23062,86

-23005,8

-4,3E-05

y3

92,66

1,89

59,7667

30734,32

-30674,6

-3,3E-05

y4

94,55

1,89

62,63625

38405,78

-38343,1

-2,6E-05

y5

96,44

1,89

65,6482

46077,25

-46011,6

-2,2E-05

y6

98,33

1,89

68,8075

53748,71

-53679,9

-1,9E-05

y7

100,22

1,89

72,1359

61420,18

-61348

-1,6E-05

y8

102,11

1,89

75,63395

69091,64

-69016

-1,4E-05

y9

104

1,89

79,31

76763,1

-76683,8

-1,3E-05

y10

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (1,89/3) x 0,909724
= 0,573126 lb udara kering/ Btu

13

Data nomor 2:
T1 = 40 C = 104 F
T2 = 30 C = 86 F
T = (104-86)/10 = 1,8
Tabel 3. Hubungan suhu dengan entalphi.
TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

86

1,8

50,66

48,464

2,196

0,455373

Y0

87,8

1,8

52,973

9442,092

-9389,12

-0,00011

Y1

89,6

1,8

55,39

18835,72

-18780,3

-5,3E-05

Y2

91,4

1,8

57,925

28229,35

-28171,4

-3,5E-05

Y3

93,2

1,8

60,574

37622,97

-37562,4

-2,7E-05

Y4

95

1,8

63,345

47016,6

-46953,3

-2,1E-05

Y5

96,8

1,8

66,244

56410,23

-56344

-1,8E-05

Y6

98,6

1,8

69,28

65803,86

-65734,6

-1,5E-05

Y7

100,4

1,8

71,8038

75197,48

-75125,7

-1,3E-05

Y8

102,2

1,8

75,809

84591,11

-84515,3

-1,2E-05

Y9

104

1,8

79,31

93984,74

-93905,4

-1,1E-05

Y10

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (1,8/3) x 0,454538
= 0,272723 lb udara kering/ Btu

Data nomor 3:
T1 = 40 C = 104 F
T2 = 30 C = 86 F
T = (104-86)/10 = 1,8

14

Tabel 4. Hubungan suhu dengan entalphi.


TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

86

1,8

50,66

48,464

2,196

0,455373

Y0

87,8

1,8

52,973

9442,092

-9389,12

-0,00011

Y1

89,6

1,8

55,39

18835,72

-18780,3

-5,3E-05

Y2

91,4

1,8

57,925

28229,35

-28171,4

-3,5E-05

Y3

93,2

1,8

60,574

37622,97

-37562,4

-2,7E-05

Y4

95

1,8

63,345

47016,6

-46953,3

-2,1E-05

Y5

96,8

1,8

66,244

56410,23

-56344

-1,8E-05

Y6

98,6

1,8

69,28

65803,86

-65734,6

-1,5E-05

Y7

100,4

1,8

71,8038

75197,48

-75125,7

-1,3E-05

Y8

102,2

1,8

75,809

84591,11

-84515,3

-1,2E-05

Y9

104

1,8

79,31

93984,74

-93905,4

-1,1E-05

Y10

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (1,8/3) x 0,454538
= 0,272723 lb udara kering/ Btu

Data nomor 4:
T1 = 40 = 104 F
T2 = 31 = 87,8 F
T = (104-87,8)/10 = 1,62
Tabel 5. Hubungan suhu dengan entalphi.
TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

87,8

1,62

52,973

48,464

4,509

0,221779

Y0

89,42

1,62

55,147

9442,089

-9386,94

-0,00011

Y1

91,04

1,62

57,412

18835,71

-18778,3

-5,3E-05

Y2

92,66

1,62

59,7667

28229,34

-28169,6

-3,5E-05

Y3

94,28

1,62

62,211

37622,96

-37560,8

-2,7E-05

Y4

15

95,9

1,62

64,7625

47016,59

-46951,8

-2,1E-05

Y5

97,52

1,62

67,4356

56410,21

-56342,8

-1,8E-05

Y6

99,14

1,62

70,2422

65803,84

-65733,6

-1,5E-05

Y7

100,76

1,62

73,1322

75197,46

-75124,3

-1,3E-05

Y8

102,38

1,62

76,1591

84591,09

-84514,9

-1,2E-05

Y9

104

1,62

79,31

93984,71

-93905,4

-1,1E-05

Y10

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (1,62/3) x 0,220944
= 0,11931 lb udara kering/ Btu

Data nomor 5:
T1 = 40 = 104 F
T2 = 31,5 = 88,7 F
T = (104-88,7)/10 = 1,53

Tabel 6. Hubungan suhu dengan entalphi.


TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

88,7

1,53

54,175

48,464

5,711

0,175101

Y0

90,23

1,53

56,257

9807,398

-9751,14

-0,0001

Y1

91,76

1,53

58,438

19566,33

-19507,9

-5,1E-05

Y2

93,29

1,53

60,708

29325,27

-29264,6

-3,4E-05

Y3

94,82

1,53

63,062

39084,2

-39021,1

-2,6E-05

Y4

96,35

1,53

65,499

48843,14

-48777,6

-2,1E-05

Y5

97,88

1,53

68,031

58602,07

-58534

-1,7E-05

Y6

99,41

1,53

70,697

68361

-68290,3

-1,5E-05

Y7

100,94

1,53

73,46

78119,94

-78046,5

-1,3E-05

Y8

16

102,47

1,53

76,334

87878,87

-87802,5

-1,1E-05

Y9

104

1,53

79,31

97637,81

-97558,5

-1E-05

Y10

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (1,53/3) x 0,174297
= 0,088891 lb udara kering/ Btu

Mencari persamaan:
Rumus :
NTU = m x
Log NTU = log m + n log (

Persamaan ini identik dengan persamaan garis


y = a + bx
dimana: y = log NTU
x = log ( )
a = log m
b=n
Tabel 7. Hubungan NTU vs L/Ga
No

NTU

log

(X)

log NTU

XY

(Y)
1

4058,976

0,573126

3,608416

-0,24175

13,02067

-0,87233

4639,531

0,272723

3,666474

-0,56428

13,44303

-2,06891

5219,473

0,272723

3,717627

-0,56428

13,82075

-2,09778

5799,414

0,11931

3,763384

-0,92332

14,16306

-3,47482

6379,355

0,083339

3,804777

-1,07915

14,47633

-4,10593

Jumlah

26096,75

1,321221

18,56068

-3,37278

68,92384

-12,6198

17

Harga m dan n dicari dengan metode least square:


y = n a + b x
xy = a x + b x
5a

+ 18,56068 b = -3,37278

(1)

18,56068 a + 68,92384 b = -12,6198

(2)

Eliminasi persamaan (1) dan (2),sehingga didapat:


a = 16,0852
b = -4,514
a = log m , maka m = (1,2167 x(

))

Sehingga didapat persamaan:


NTU = m x
NTU = (1,2167 x(

)) x

% Kesalahan = | (ydata-yhitung)/ydata | x 100%

Tabel 8. Hubungan antara NTU Vs


No

NTUdata

NTUhitung

% Kesalahan

4058,976

0,573126

0,5682

0,8545

4639,531

0,272723

0,3268

19,8458

5219,473

0,272723

0,2008

26,3776

5799,414

0,11931

0,1298

8,8330

6379,355

0,0833391

0,0875

5,0392

% Kesalahan rata-rata

12,1900

18

Grafik 1. Hubungan L/Ga Va NTU

B.Variasi laju alir masuk menara (L) pada suhu air masuk (T) konstan.
1.Menghitung harga (L/Ga)
a.Menghitung harga Ga
Diketahui:
- Twm = 290C=84,20F
-G
- Dk

=360 cm/detik=0,7628 ft/menit


=39,17 cm

Pada Tw 84,2 0F dicari harga Vs dari tabel 12-1 Perrys


ChemicalEngineers hanbook,Vs=14 cuft udara/ lb udara kering. Jadi, berat udara
kering tiap cuft udara () adalah:
- = 1/ Vs = 1/14,2712 = 0,0701 lb udara kering/cuft udara
- Ak = (1/4) x x Dk
= (1/4) x x (1,2851) ft
= 1,2964 ft
- Ga = ( G x ) / Ak
=( (0,7628 ft/menit) x (0,0701 lb udara kering/cuft)) /1,2964 ft

19

= 0,0412 lb udara kering / ft menit


Harga Ga ini sama untuk setiap data.
b. Menghitung harga L
Untuk data nomor 1
Diketahui:
- Q = 3 ft/menit
- air pada suhu 400C = (992,215 kg/m) x ( 2,204623 lb/kg) x ( 1 m
/3,28084 ft)
= 61,9419 lb/ft
- M = air x Q
= (62,9419 lb/ft) x (3 ft/menit)
= 188,8257 lb/menit
- L = M / Ak
= (188,8257 lb/menit) / (1,2964 ft)
= 145,6539 lb/ ft menit
Sehingga : L/Ga= (145,6539 lb/ ft menit ) / (0,0412 lb udara kering/ ft menit)
= 3535,2888
Dengan cara yang sama dihitung L/Ga untuk data nomor 1 sampai
dengan nomor 5,didapat hasil :
Tabel 9. Hubungan L/Ga dengan Q,M,dan L
No

Q( ft / menit )

M( lb/menit )

L(lb/ft menit )

L/Ga

188,8257

145,6539

3535,2888

185,4516

143,0512

3472,1165

185,0439

142,7367

3464,4830

184,6056

142,3986

3456,2767

184,1382

142,0381

3447,5267

20

2. Mencari harga NTU


NTU = ka /V = dT / (H-H)

Harga NTU dicari dengan integrasi numerik untuk data nomor 1:


T1 = 40 0C = 104 0F
T2 = 27 0C = 80,6 0F
Untuk mencari harga 1 /(H-H) ,T1 sampai T2 dibagi menjadi 10 interval.
T = (T1-T2) /2 = (104-80,6) / 2 = 2,34 0F
Untuk mencari H pada tiap-tiap suhu digunakan tabel 12.1 Perrys
chemical engineers handbook. Harga H pada suhu 80,60F adalah sama dengan
harga entalphi uap jenuh 84,2 0F yaitu sebesar 48,464 Btu / lb udara kering .
Untuk menghitung harga H pada 84,56 0F digunakan rumus:
H 82,94 0F = H 84,2 0F + ( ( L/Ga) x T )
= 48,464 + (3535,2888 x 2,34 )
= 8321,0398 Btu/lb

Data nomor 1:
T1 = 40 0C = 104 0F
T2 = 30 0C = 86 0F
T = (104-86)/10 = 1,8
Tabel 10. Hubungan suhu dengan entalphi.
TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

86

1,8

50,66

48,464

2,196

0,455373

Y0

87,8

1,8

52,973

9442,092

-9389,12

-0,00011

Y1

89,6

1,8

55,39

18835,72

-18780,3

-5,3E-05

Y2

91,4

1,8

57,925

28229,35

-28171,4

-3,5E-05

Y3

93,2

1,8

60,574

37622,97

-37562,4

-2,7E-05

Y4

95

1,8

63,345

47016,6

-46953,3

-2,1E-05

Y5

21

96,8

1,8

66,244

56410,23

-56344

-1,8E-05

Y6

98,6

1,8

69,28

65803,86

-65734,6

-1,5E-05

Y7

100,4

1,8

71,8038

75197,48

-75125,7

-1,3E-05

Y8

102,2

1,8

75,809

84591,11

-84515,3

-1,2E-05

Y9

104

1,8

79,31

93984,74

-93905,4

-1,1E-05

Y10

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (1,8/3) x 0,454538
= 0,272723 lb udara kering/ Btu
Data nomor 2:
T1 = 45 0C = 113 0F
T2 = 34 0C = 93,20F
T = (113-93,2)/10 = 1,98
Tabel 11. Hubungan suhu dengan entalphi
TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

93,2

1,98

60,574

48,464

12,11

0,082576

Y0

95,18

1,98

63,63

6923,255

-6859,62

-0,00015

Y1

97,16

1,98

66,84

13798,05

-13731,2

-7,3E-05

Y2

99,14

1,98

70,225

20672,84

-20602,6

-4,9E-05

Y3

101,12

1,98

73,796

27547,63

-27473,8

-3,6E-05

Y4

103,1

1,98

77,5595

34422,42

-34344,9

-2,9E-05

Y5

105,08

1,98

81,53

41297,21

-41215,7

-2,4E-05

Y6

107,06

1,98

85,72

48172

-48086,3

-2,1E-05

Y7

109,04

1,98

90,14

55046,79

-54956,6

-1,8E-05

Y8

111,02

1,98

94,81

61921,58

-61826,8

-1,6E-05

Y9

113

1,98

99,75

68796,37

-68696,6

-1,5E-05

Y10

22

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (1,98/3) x 0,081434
= 0,053747lb udara kering/ Btu

Data nomor 3:
T1 = 500C = 122 0F
T2 = 35 0C = 950F
T = (122-95)/10 = 2,7
Tabel 12. Hubungan suhu dengan entalphi
TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

95

2,7

63,345

48,464

14,881

0,0672

Y0

97,7

2,7

67,734

9402,568

-9334,83

-0,00011

Y1

100,4

2,7

72,468

18756,67

-18684,2

-5,4E-05

Y2

103,1

2,7

77,56

28110,78

-28033,2

-3,6E-05

Y3

105,8

2,7

83,009

37464,88

-37381,9

-2,7E-05

Y4

108,5

2,7

85,65

46818,98

-46733,3

-2,1E-05

Y5

111,2

2,7

95,244

56173,09

-56077,8

-1,8E-05

Y6

113,9

2,7

102,0535

65527,19

-65425,1

-1,5E-05

Y7

116,6

2,7

109,449

74881,3

-74771,8

-1,3E-05

Y8

119,3

2,7

117,412

84235,4

-84118

-1,2E-05

Y9

122

2,7

125,98

93589,51

-93463,5

-1,1E-05

Y10

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (2,7/3) x 0,06636
= 0,059724 lb udara kering/ Btu
Data nomor 4:
T1 = 55 0C = 131 0F
T2 = 37,5 0C = 99,5 0F
T = (131-99,5)/10 = 3,15

23

Tabel 13. Hubungan suhu dengan entalphi


TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

99,5

3,15

70,855

48,464

22,391

0,044661

Y0

102,65

3,15

76,6843

10935,74

-10859,1

-9,2E-05

Y1

105,8

3,15

83,009

21823,01

-21740

-4,6E-05

Y2

108,95

3,15

90,4605

32710,28

-32619,8

-3,1E-05

Y3

112,1

3,15

97,4365

43597,55

-43500,1

-2,3E-05

Y4

115,25

3,15

105,6975

54484,82

-54379,1

-1,8E-05

Y5

118,4

3,15

114,676

65372,09

-65257,4

-1,5E-05

Y6

121,55

3,15

124,531

76259,37

-76134,8

-1,3E-05

Y7

124,7

3,15

135,355

87146,64

-87011,3

-1,1E-05

Y8

127,85

3,15

147,223

98033,91

-97886,7

-1E-05

Y9

131

3,15

160,3

108921,2

-108761

-9,2E-06

Y10

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (3,15/3) x 0,043939
= 0,046136 lb udara kering/ Btu

Data nomor 5:
T1 = 60 0C = 140 0F
T2 = 40 0C = 104 0F
T = (140-104)/10 = 3,6
Tabel 14. Hubungan suhu dengan entalphi
TF

H'

H'-H

1/(H'-H)

104

3,6

79,31

48,464

30,846

0,032419

Y0

107,6

3,6

86,89

12459,56

-12372,7

-8,1E-05

Y1

111,2

3,6

95,244

24870,66

-24775,4

-4E-05

Y2

114,8

3,6

104,478

37281,75

-37177,3

-2,7E-05

Y3

118,4

3,6

114,676

49692,85

-49578,2

-2E-05

Y4

24

122

3,6

125,98

62103,94

-61978

-1,6E-05

Y5

125,6

3,6

138,64

74515,04

-74376,4

-1,3E-05

Y6

129,2

3,6

152,66

86926,14

-86773,5

-1,2E-05

Y7

132,8

3,6

168,42

99337,23

-99168,8

-1E-05

Y8

136,4

3,6

186

111748,3

-111562

-9E-06

Y9

140

3,6

205,7

124159,4

-123954

-8,1E-06

Y10

NTU = (T/3) x (y0 + (4 x(y2+y4+y6+y8)) + (2x(y1+y3+y5+y7+y9)) + y10 )


= (3,6/3) x 0,031786
= 0,038143 lb udara kering/ Btu
Mencari persamaan:
Rumus :
NTU = m x
Log NTU = log m + n log (L/Ga)
Persamaan ini identik dengan persamaan garis
y = a + bx
dimana: y = log NTU
x = log
a = log m
b=n
Tabel 15. Hubungan NTU vs L/Ga
No

L/Ga

NTU

log

log NTU

L/Ga(X)

(Y)

X^2

XY

4058,976

0,27272

3,608416 -0,56428 13,02067

-2,03615

4639,531

0,05375

3,666474 -1,26965 13,44303

-4,65512

5219,473

0,05972

3,717627 -1,22385 13,82075

-4,54982

5799,414

0,04614

3,763384 -1,33596 14,16306

-5,02773

6379,355

0,03814

3,804777 -1,41859 14,47633

-5,3974

Jumlah 26096,75 0,470473 18,56068 -5,81232 68,92384

-21,6662

25

Harga m dan n dicari dengan metode least square:


y = n a + b x
xy = a x + b x

5a

+ 18,56068 b = -5,81232

18,56068a + 68,92384b

(1)

= -21,6662

(2)

Eliminasi persamaan (1) dan (2),sehingga didapat:


a = 12,7287
b = -3,7421
a = log m , maka m = (5,3543 x (

))

Sehingga didapat persamaan:


NTU = m x
NTU = (5,3543 x (10^12)) x

% Kesalahan = | (ydata-yhitung)/ydata | x 100%

Tabel 16. Hubungan antara NTU Vs


No

L/Ga

NTUdata

NTUhitung

% Kesalahan

4058,976

0,27272

0,1681

38,3511

4639,531

0,05375

0,1020

89,6862

5219,473

0,05972

0,0656

9,8558

5799,414

0,04614

0,0442

4,1255

6379,355

0,03814

0,0310

18,8231

% Kesalahan rata-rata

32,1683

26

Grafik 3. Hubungan L/Ga Vs NTU

27

BAB IV
PEMBAHASAN

Dari data yang diperoleh pada variasi laju alir masuk menara(L) dapat
dilihat bahwa semakin besar laju alir masuk menara maka temperatur air keluar
menara akan semakin besar. Hal ini disebakan karena semakin besar laju alir(L),
waktu kontak antara air dan udara kering semakin sedikit sehingga jumlah panas
yang ditransfer ke udara semakin kecil, sehingga temperatur air yang keluar
menara semakin besar, begitu juga sebaliknya.
Berdasarkan hasil data percobaan pada variasi temperatur masuk menara
dapat dilihat bahwa,semakin besar temperatur air panas yang masuk maka,
semakin besar pula temperatur air keluar menara. Hal ini disebabkan karena
semakin besar laju alir, waktu kontak antara air dengan udara kering semakin
sedikit,sehingga jumlah panas yang ditransfer ke udara semakinsedikit, sehingga
temperature/ suhu air keluar menara semakin besar.
Adanya persen kesalahan disebabkan karena pengambilan data pada saat
percobaan kurang tepat dan akurat dan kurang bisa menjaga kondisi tetap yang
sesuai.

28

BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil percobaan diperoleh:


1) Persamaan karakteristik menara untuk variasi laju aliran masuk menara
pada suhu air konstan adalah:
NTU = (1,2167 x(

)) x

% Kesalahan rata-rata = 12,1900 %


2) Persamaan karakteristik menara untuk variasi suhu air masuk menara pada
laju aliran air masuk konstan adalah:
NTU = (5,3543 x (

)) x

% Kesalahan rata-rata = 32,1683 %

29

DAFTAR PUSTAKA

Brown, G.G., 1978 , Unit Operation , Fourteenth Printing, John Wiley and
Sons, New York.
Hardjono, 1989, Operasi Teknik Kimia II, Teknik Kimia UGM, Yogyakarta.
Kern, D.Q., 1965, Process Heat Transfer, Mc Graw Hill Book Company , Inc.,
Japan.
Perry, R.H., 1984, Chemical Engineers Handbook, 6th edition, Mc Graw Hill
Book Company, Inc., New York .
Treybal, R.E., 1984, Mass Transfer Operation, 2nd edition, Mc Graw Hill
Book Company, Inc., New York.

30

TANYA JAWAB
1. Gilang Rheza P (121100064)
Pertanyaan : Apa itu NTU?
Jawaban : NTU adalah bilangan satuan transfer unit keseluruhan
dimana Ntu

Ka.V
dT

L
( H ' H )

Karakteristik menara ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan,


dan sering digunakan oleh industri untuk menentukan unjuk kerja
termal menara pendingin pada kisaran kondisi operasi.

2. Esti Suryandini (121100083)


Pertanyaan : apa saja macam macam bahan isian?
Jawaban :
1) Media

Isian

menciptakan

Penciprat (Splash Film). Media

area

isian

splash

perpindahan panas yang dibutuhkan melalui

cipratan air diatas media pengisi menjadi butiran air yang kecil.
Luas permukaan butiran air adalah luas permukaan perpindahan
panas dengan udara.
2). Media Isian Selaput (Film Fill). Pada isian film, air membentuk
lapisan tipis pada sisi-sisi lembaran pengisi. Luas permukaan
dari lembaran pengisi adalah luas perpindahan panas dengan udara
sekitar. Bahan pengisi film dapat menghasilkan penghematan
listrik yang signifikan melalui kebutuhan air yang lebih sedikit dan
head pompa yang lebih kecil.
3). Bahan isian/pengisi sumbatan rendah(Low-clog

film

fills).

Bahan pengisi sumbatan rendah dengan ukuran flute (galur) yang


lebih tinggi saat ini dikembangkan untuk menangani air yang
keruh, yang merupakan pilihan terbaik untuk air laut karena
menghemat daya dan kinerjanya lebih baik dibanding isian penciprat
konvensional.

31