Anda di halaman 1dari 34

FILUM PROTOZOA

LAPORAN PRAKTIKUM
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Zoologi Invertebrata

Dosen Pengampu:

Dra. Ammi Syulasmi, M.S.

Rini Solihat, S.Pd., M.Si.

oleh:

Kelompok 1

Pendidikan Biologi A 2017

Amalia Karim (1702574)

Dimas Caesaria Novianto (1701869)

Mauli Novilda Afifa (1702363)

Vanni Destianti Kurnia (1705682)

Vira Berliani (1701410)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018
A. Judul Laporan
Filum Protozoa.

B. Waktu Pelaksanaan
Hari : Selasa
Tanggal : 13, 20, 27 Februari 2018
Waktu : 07.00 – 09.30 WIB
Tempat : Laboratorium Struktur Hewan
Departemen Pendidikan Biologi UPI

C. Tujuan
1. Mengenal keanekaragaman hewan-hewan Protozoa.
2. Observasi morfologi dan struktur hewan-hewan Protozoa.
3. Mengelompokan hewan-hewan protozoa ke dalam classis yang berbeda
berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.
4. Observasi dan identifikasi ciri-ciri khas setiap classis.

D. Landasan Teori
Protozoa merupakan jenis protista yang menyerupai hewan. Protozoa
berasal dari bahasa Yunani, yaitu proto yang berarti pertama dan zoa yang
berarti hewan. Sifat umum protozoa adalah uniselluler, heterotrofik, dan
merupakan cikal bakal hewan yang lebih kompleks.
Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 10 – 200 µ. Bentuk selnya
sangat bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah. Sebagian besar
protozoa memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu getar
(silia), atau bulu cambuk (flagellum). Beberapa protozoa memiliki cangkang.
Sel protozoa umumnya terdiri dari membrane sel, sitoplasma, vakuola
makanan, vakuola kontraktil (vakuola berdenyut), dan inti.
Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri, protista lain,
dan sampah organisme. Sebagai pemangsa bakteri, protozoa berperan penting
dalam mengontrol jumlah bakteri di alam. Protozoa hidup soliter atau
berkoloni pada habitat yang beragam. Sebagian besar protozoa hidup bebas di
laut atau air tawar, misalnya di selokan, kolam, dan sungai. Jenis lainnya ada
yang hidup di tanah. Beberapa jenis protozoa hidup dalam tubuh hewan atau
manusia dengan cara bersimbiosis.
Protozoa sebagian besar melakukan reproduksi secara aseksual dengan
cara pembelahan biner. Pembelahan diawali deangan pembelahan inti yang
diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Sebagian protozoa melakukan
reproduksi seksual dengan penyatuan sel geaneratif (gamet) atau dengan
penyatuan inti sel vegetatif. Reproduksi seksual dengan penyatuan inti sel
disebut konyugasi.
Dalam siklus hidupnya, beberapa protozoa menghasilkan sel tidak aktif
yang disebut kista. Kista diselubungi oleh kapsul polisakarida yang
melindungi protozoa dari lingkungan yang tidak menguntungkan, misalnya
kekeringan. Jika kondisi lingkungan membaik, misalnya tersedia makanan
dan air maka dinding kista akan pecah dan protozoa keluar untuk memulai
hidupnya kembali.

Klasifikasi

Protozoa yang sudah teridentifikasi berjumlah lebih dari 60 ribu species.


Jenis protozoa yang sangat beragam tersebut dapat dibedakan menjadi empat
kelas berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda, Cilliata, Flagellata, dan
Sporozoa.

1. Rhizopoda (Sarcodina)
Rhizopoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu rhizo = akar, dan podos =
kaki, atau Sarcodina (sarco = daging). Ciri khas Rhizopoda :
a. Bergerak dengan pseudopodia (kaki semu) yang merupakan penjuluran
protoplasma sel. Pseupodia berfungsi sebagai alat gerak dan memangsa
makanan. Tipe pseudopodia: lobopodia (berkantung tumpul),
filopodia (bentuk jarum/tabung), aksopodia (jarum/tabung tidak
bercabang), dan retikulopodia (bercabang lebih dari satu).
b. Dinding tubuh plasmalemma dan bentuk berubah-ubah.
c. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada
yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.
d. Reproduksi vegetatif dengan pembelahan biner secara ortodox.
e. Genus yang paling mudah diamati adalah Amoeba. Ektoamoeba adalah
jenis Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas),
contohnya Ameoba proteus. Entamoeba adalah jenis Amoeba yang
hidup di dalam tubuh organisme, contohnya Entamoeba coli.
2. Cilliata (Ciliophora/Infusoria)

Ciliata berasal dari bahasa Latin, yaitu cilia = rambut kecil, atau
ciliophora, yaitu phora = gerakan, bergerak dengan menggunakan silia
(rambut getar). Ciliata juga disebut Infusoria (Infus = menuang) karena
hewan ini ditemukan juga pada air buangan atau air cucuran. Silia terdapat
pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Ciri khas
Cilliata :

a. Alat gerak berupa silia (rambut getar).


b. Dinding tubuh berupa pelikel, bentuk relatif tetap.
c. Memiliki inti dan beberapa spesies intinya lebih dari satu. Contohnya:
Paramecium aurelia.
d. Reproduksi secara vegetatif dengan pembelahan biner secara
transversal. Reproduksi generatif dengan konjugasi pada Paramecium
caudatum dan autogami pada Paramecium aurelia.
e. Ciliata ada yang hidup bebas dan ada juga yang parasit. Contoh ciliata
yang hidup bebas: Paramecium caudatum. Ciliata yang hidup parasit:
Balantidium coli.
3. Flagellata (Mastigophora)

Flagellata berasal dari flagell = cambuk, atau dengan menggunakan


bulu cambuk, phora = gerakan yang bergerak dengan menggunakan bulu
cambuk atau flagellum. Sebagian besar flagellata mempunyai dua
flagellum. Letak flagellum ada yang di bagian belakang sel (posterior)
sehingga saat bergerak seperti mendorong sel, dan ada yang di bagian
depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti menarik sel.

Flagellata yang hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar


maupun air laut, dan ada yang hidup bersimbiosis dalam tubuh hewan.
Flagellata yang hidup bersimbiosis, misalnya Trichonympha campanula
hidup pada usus rayap dan kecoa kayu. Flagellata ini membantu rayap
atau kecoa mencerna kayu yang dimakan serangga tersebut. Ciri khas
Flagellata :

a. Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai


alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.
b. Dinding tubuh pellicle (pelikel) dan bentuk relatif tetap.
c. Reproduksi secara vegetatif dengan pembelahan biner secara
longitudinal dan generatif pada flagellata berkoloni misalnya Volvox
sp.
d. Memiliki inti dan kloroplas dengan klorofilnya untuk fotosintesis.
Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya:
Euglena viridis. Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas).
Contohnya: Trypanosoma gambiens, Leishmania, Tricomonas.
4. Sporozoa (Apicomplexa)
Sporozoa berasal dari bahasa Yunani, spore = biji, zoa = hewan;
Sporozoa adalah hewan uniselluler yang pada salah satu tahapan dalam
siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora. Seluruh jenis Sporozoa
hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia.
a. Tidak memiliki alat gerak, cara bergerak hewan ini dengan cara
mengubah kedudukan tubuhnya.
b. Dinding tubuh berupa pellicle (pelikel), bentuk relatif tetap.
c. Tidak memiliki vakuola kontraktil karena hidupnya parasit, bersifat
saprofitik.
d. Reproduksi vegetatif dengan pembelahan berganda dengan banyak
individu baru. Reproduksi generatif dilakukan dengan pembentukan
gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina, pada
Plasmodium dengan pergiliran keturunan. Pergiliran reproduksi
vegetatif dan generatif kompleks, dengan beberapa perubahan bentuk
serta membutuhkan dua atau lebih inang.
e. Sporozoa di antaranya: Plasmodium vivax, Plasmodium malariae,
Plasmodium falcifarum, Plasmodium cynomologi, Plasmodium
knowlest, Plasmodium gonderi, Plasmodium berghei, Plasmodium
gallinaceum, Monocystis lumbrici.

E. Alat Dan Bahan


Tabel 1. Alat yang digunakan dalam praktikum mengobservasi Filum
Protozoa.
No. Alat Jumlah
1 Mikroskop listrik 2 unit
2 Kaca objek dan kaca penutup 6 unit
3 Kamera Handphone 1 unit
4 Pisau bedah 1 unit
5 Kertas isap 1 unit
6 Jarum preparat 3 unit
7 Pinset 1 unit
8 Gelas piala 150 ml 1 unit
9 Papan bedah 1 unit

Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam praktikum mengobservasi Filum


Protozoa.
No. Bahan Jumlah
1 Preparat awetan Amoeba proteus 1 unit
2 Preparat awetan Asterorotalia spinosa 1 unit
3 Preparat awetan Globorotalia tumida 1 unit
4 Preparat awetan Hastigerina aeguilatelaris 1 unit
5 Air kultur jerami 1 liter
6 Air sawah 500 ml
7 Air kolam 500 ml
8 Cacing tanah besar (hidup) 1 ekor
9 Etanol 70% 100 ml
F. Langkah Kerja

Menyiapkan Membuat preparat segar Mengamati hewan-


mikroskop, kultur dari kultur protozoa hewan Protozoa dari
protozoa dari rendaman atau air sawah atau air preparat yang telah
jerami, air kolam, air kolam. dibuat dengan bantuan
sawah. mikroskop.

Temukan contoh hewan


lainnya dan identifikasi
berdasarkan ciri-ciri Menyusun laporan
yang nampak dari observasi.
pengamatan
sebelumnya.

Diagram 1. Langkah kerja Pengamatan Rhizopoda, Cilliata dan Flagellata.

Lakukanlah
Mencuci cacing tanah Bius cacing tanah pembedahan secara
yang akan diambil dengan etanol 70 % di membujur mulai ujung
Vesicula seminalisnya. dalam gelas piala. anterior hingga akhir
clitellum

Lakukan pengamatan, identifikasi


Ambil vesicula
seminalis dari cacing
tahapan siklus hidup Monocystis dan
tersebut gambar sesuai tahapan
pembetukannya

Diagram 2. Langkah Kerja Pengamatan Sporozoa (Siklus Hidup Monocystis


pada Cacing Tanah).
Taruh preparat awetan
Siapkan mikroskop. Formainifera di meja preparat
mikroskop.

Amati dibawah mikroskop preparat


awetan cangkang Foraminifera.

Diagram 3. Langkah Kerja Pengamatan Foraminifera.

G. Hasil Pengamatan

Tabel 3. Hasil Pengamatan Filum Protozoa


Karakteristik
Vak berdenyut
Vak. Makanan

Nama
Bintik mata

No Classis
Cytostoma
Alat gerak

Cangkang

Kloroplas

Species
Inti

1. Holophrya
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
nigricans
2. Urotrichia
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
fareta
3. Colpidium
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
campylum
4. Colpidium
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
colpoda
5. Tetrahymena
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
pyriformis
Karakteristik

Vak berdenyut
Vak. Makanan
Nama

Bintik mata
No Classis

Cytostoma
Alat gerak

Cangkang

Kloroplas
Species

Inti
6. Paramecium
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
caudatum
7. Glaucoma
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
scintillans
8. Stentor
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
polymorphus
9. Oxytricha
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
fallax
10. Urostyla
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
viridis
11. Stylonychi
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
mytilus
12. Pleurotricha
Silia √ √ √ - - - √ Cilliata
grandis
13. Phacotus
Flagel √ √ √ - √ √ - Flagellata
lenticularis
14. Pandorina
Flagel √ √ √ - √ √ - Flagellata
morum
15. Euglena
Flagel √ √ √ - √ √ - Flagellata
viridis
16. Euglena
Flagel √ √ √ - √ √ - Flagellata
gracilis
17. Euglena
Flagel √ √ √ - √ √ - Flagellata
granulata
18. Euglena
Flagel √ √ √ - √ √ - Flagellata
rubra
Karakteristik

Vak berdenyut
Vak. Makanan
Nama

Bintik mata
No Classis

Cytostoma
Alat gerak

Cangkang

Kloroplas
Species

Inti
19. Euglena
Flagel √ √ √ - √ √ - Flagellata
pisciformis
20. Arcella sp Pseudo
√ √ √ √ - - - Sarcodina
podia
21. Amoeba Pseudo
√ √ √ - - - - Sarcodina
proteus podia
22. Hastigerina Pseudo
√ √ √ √ - - - Sarcodina
aeguilatelaris podia
23. Asterorotalia Pseudo
√ √ √ √ - - - Sarcodina
spinosa podia
24. Globorotalia Pseudo
√ √ √ √ - - - Sarcodina
tumida podia
25. Monocystis Tidak
lumbricii ada alat √ √ - - - - - Sporozoa
gerak
Tabel 4. Klasifikasi Filum Protozoa Classis Cilliata, Flagellata, Rhizopoda

No. Klasifikasi Gambar Observasi Gambar Referensi

1. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Holotrichida
Familia : Holophryidae
Gambar 1.1 Gambar 1.2
Genus : Holophrya
Holophrya nigricans Holophrya nigricans
Species : Holophrya
(Dok. Kelompok 1, (fukuoka,2002)
nigricans
2018)

2. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Holotrichida
Familia : Tetrahymenidae Gambar 2.1 Gambar 2.2
Genus : Urotrichia Urotrichia fareta Urotrichia fareta
Species : Urotrichia (Dok. Kelompok 1, (Kushiro
fareta 2018) Hokkaido,2005)
3. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Holotrichida
Familia : Tetrahymenidae
Gambar 3.1 Colpidium Gambar 3.2 Colpidium
Genus : Colpidium
campylum campylum
Species : Colpidium
(Dok. Kelompok 1, (Chlorella Japan,
campylum
2018) 2000)
4. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Holotrichida
Familia : Tetrahymenidae
Gambar 4.1 Colpidium Gambar 4.2 Colpidium
Genus : Colpidium
colpoda colpoda
Species : Colpidium
(Dok. Kelompok 1, (Chlorella Mizumoto
colpoda
2018) Japan, 2000)
5. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Holotrichida
Familia : Tetrahymenidae
Gambar 5.1 Gambar 5.2
Genus : Tetrahymena
Tetrahymena Tetrahymena
Species : Tetrahymena
pyriformis pyriformis
pyriformis
(Dok. Kelompok 1, (Saitama,2006)
2018)
6.
Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Holotrichida
Familia : Holotrichidae Gambar 6.2
Gambar 6.1
Genus : Paramecium Paramecium
Paramecium
Species : Paramecium caudatum
caudatum
caudatum (Tsukii,2006)
(Dok. Kelompok 1,
2018)
7. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Holotrichida
Familia : Glaucomidae
Gambar 7.1 Glaucoma Gambar 7.2 Glaucoma
Genus : Glaucoma
scintillans scintillans
Species : Glaucoma
(Dok. Kelompok 1, (Tochigi, 1999)
scintilans
2018)
8. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Heterotrichida
Familia : Stentoridae
Gambar 8.1 Stentor Gambar 8.2 Stentor
Genus : Stentor
polymorphus polymorphus
Species : Stentor
(Dok. Kelompok 1, (Kudo,1966)
polymorphus
2018)
9. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Hypotrichida
Familia :
Gambar 9.1 Oxytricha Gambar 9.2 Oxytricha
Genus : Oxytricha
fallax fallax
Species : Oxytricha
(Dok. Kelompok 1, (Saitama,1997)
fallax
2018)
10.
Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Hypotrichida
Gambar 10.1 Gambar 10.2
Familia : Urostylidae
Urostyla viridis Urostyla viridis
Genus : Urostyla
(Dok. Kelompok 1, (Saitama,1999)
Species : Urostyla viridis
2018)

11. Regnum : Animalia


Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Hypotrichida
Familia : Oxytrichidae Gambar 11.1 Gambar 11.2
Genus : Stylonychi Stylonychia mytilus Stylonychia mytilus
Species : Stylonychi (Dok. Kelompok 1, (Saitama, 2004)
mytilus 2018)

12. Regnum : Animalia


Phylum : Protozoa
Classis : Cilliata
Ordo : Hypotrichida
Familia : Oxytrichidae Gambar 12.1
Gambar 12.2
Genus : Pleurotricha Pleurotricha grandis
Pleurotricha grandis
Species : Pleurotricha (Dok. Kelompok 1,
(Microuruguay,2011)
Grandis 2018)
13. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Phytoflagellida
Familia : Phacotidae Gambar 13.2
Gambar 13.1
Genus : Phacotus Phacotus lenticularis
Phacotus lenticularis
Species : Phacotus (Dok. Kelompok 1, (Tsukii,2003)
lenticularis 2018)
14. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Phytoflagellida
Familia : Pandoridae Gambar 14.2
Gambar 14.1
Genus : Pandorina Pandorina morum
Pandorina morum
Species : Pandorina (Tsukii, 2000)
(Dok. Kelompok 1,
Morum
2018)
15. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Euglenida
Familia : Euglenidae
Gambar 15.1 Gambar 15.2
Genus : Euglena
Euglena viridis Euglena viridis
Species : Euglena viridis
(Dok. Kelompok 1, (Gunma,2001)
2018)
16. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Euglenida
Familia : Euglenidae
Gambar 16.1 Euglena Gambar 16.2
Genus : Euglena
gracilis Euglena gracilis
Species : Euglena
(Dok. Kelompok 1, (Saitama,2001)
gracilis
2018)
17. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Euglenida
Familia : Euglenidae Gambar 17.1 Gambar 17.2
Genus : Euglena Euglena granulata Euglena granulate
Species : Euglena (Dok. Kelompok 1, (Ueno Tokyo,2011)
granulata 2018)
18. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Euglenida
Familia : Euglenidae
Gambar 18.1 Euglena Gambar 18.2
Genus : Euglena
rubra Euglena rubra
Species : Euglena rubra
(Dok. Kelompok 1, (Olympusman,2012)
2018)
19. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Flagellata
Ordo : Euglenida
Familia : Euglenidae
Gambar 19.1 Gambar 19.2
Genus : Euglena
Euglena pisciformis Euglena pisciformis
Species : Euglena
(Dok. Kelompok 1, (Saitama,2001)
pisciformis
2018)
20. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Sub classis : Sarcodina
Classis : Hydraulea
Ordo : Arcellinida Gambar 20.2 Arcella
Gambar 20.1 Arcella
Familia : Arcellinidae vulgaris
vulgaris
Genus : Arcella (Nagano,2007)
(Dok. Kelompok 1,
Species : Arcella vulgaris
2018)
21. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Sarcodina
Ordo : Amoebida
Familia : Amoebidae
Gambar 21.1 Amoeba Gambar 21.2 Amoeba
Genus : Amoeba
proteus proteus
Species : Amoeba proteus
(Dok. Kelompok 1, (Nagano,2007)

2018)
22. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Sarcodina
Ordo : Foraminifera
Familia : oxytrgerinidae
Gambar 22.1 Gambar 22.2
Genus : Hastigerina
Hastigerina Hastigerina
Species : Hastigerina
aeguilatelaris aeguilatelaris
aeguilatelaris
(Dok. Kelompok 1, (Bruce,2011)
2018)
23. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Sarcodina
Ordo : Foraminifera
Familia : Rotilidae Gambar 23.2
Gambar 23.1
Genus : Asterorotalia Asterorotalia spinosa
Asterorotalia spinosa
Species : Asterorotalia (Nandamuri,2013)
(Dok. Kelompok 1,
spinosa
2018)
24. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Sarcodina
Ordo : Foraminifera
Familia : Globorotalidae
Genus : Globorotalia Gambar 24.1 Gambar 24.2
Species : Globorotalia Globorotalia tumida Globorotalia tumida
tumida (Dok. Kelompok 1, (Bruce,2011)
2018)
25. Regnum : Animalia
Phylum : Protozoa
Classis : Sporozoa
Ordo : Eugregarinida
Familia : Monocystidae Gambar 25.1 Gambar 25.2
Genus : Monocystis Monocystis Monocystis
Species : Monocystis Lumbricii Lumbricii
lumbricii (Dok. Kelompok 1, (Danielle, 2017)
2018)

H. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, maka terdapat banyak
hewan protozoa yang hidup di air kolam, air sawah, air kultur jerami, maupun
vesikula seminalis pada cacing tanah. Hewan-hewan yang ditemukan pada
keempat sampel tersebut digolongkan ke dalam empat classis berdasarkan
alat geraknya, antara lain :
1. Classis Cilliata
a. Holophyra nigricans
Holophyra nigricans ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggetarkan silianya (rambut getar). Memiliki vakuola
makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan,
dan juga memiliki vakuola berdenyut untuk mengeluarkan sisa
makanan. Mempunyai inti dan cytostoma, tidak mempunyai
cangkang, bintik mata, dan kloroplas.
b. Urotrichia fareta
Urotrichia fareta ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggunakan silia. Mempunyai vakuola makanan dan
vakuola berdenyut untuk mencerna dan mengeluarkan sisa
makanannya. Mempunyai inti dan cytostoma, serta tidak mempunyai
cangkang, kloroplas, dan bintik mata.
c. Colpidium campylum
Colpidium campylum ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggunakan silia. Mempunyai vakuola makanan dan
vakuola berdenyut untuk mencerna dan mengeluarkan sisa
makanannya. Mempunyai inti dan cytostoma, serta tidak mempunyai
cangkang, kloroplas, dan bintik mata.
d. Colpidium colpoda
Colpidium colpoda ditemukan pada air kultur jerami, bergerak dengan
menggetarkan silianya (rambut getar). Memiliki vakuola makanan
yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, dan juga
memiliki vakuola berdenyut untuk mengeluarkan sisa makanan.
Mempunyai inti dan cytostoma, tidak mempunyai cangkang, bintik
mata, dan kloroplas.
e. Tetrahymena pyriformis
Tetrahymena pyriformis ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggunakan silia.Mempunyai vakuola makanan dan vakuola
berdenyut untuk mencerna dan mengeluarkan sisa makanannya.
Mempunyai inti sel dan cytostoma, serta tidak mempunyai cangkang,
kloroplas, dan bintik mata.
f. Paramecium caudatum
Paramecium caudatum ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggunakan silia.Mempunyai vakuola makanan dan vakuola
berdenyut untuk mencerna dan mengeluarkan sisa makanannya.
Mempunyai inti sel dan cytostoma, serta tidak mempunyai cangkang,
kloroplas, dan bintik mata. Cara menangkap makanannya adalah
dengan cara menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air
keluar dan masuk mulut sel. Bersamaan dengan hal tersebut air masuk
bersama bakteri, bahan organik atau hewan uniseluler lainnya.
Paramecium caudatum memiliki vakuola makanan yang berfungsi
untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut
yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan. Paramecium
berukuran sekitar 50-350 µm yang telah memiliki selubung inti
(eukariot). Protista ini memiliki dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil
(mikronukleus) yang berfungsi untuk mengendalikan kegiatan
reproduksi, dan inti besar (makronukleus) yang berfungsi untuk
mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi.
Paramecium caudatum berkembang biak dengan membelah diri dan
konjugasi.
g. Glaucoma scintillans
Glaucoma scintillans ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggunakan silia. Berbentuk lonjong berwarna kehitaman,
bergerak cepat. Biasanya hidup di air tawar
dengan kontaminasi organik tingkat tinggi dan didalamnya memakan
bakteri dan detritus. Silia, pendek, diatur sepanjang permukaan tubuh
dalam baris paralel sementara seberkas kecil lainnya berada sedikit
lebih panjang di belakang. Mempunyai vakuola makanan dan vakuola
berdenyut untuk mencerna dan mengeluarkan sisa makanannya.
Mempunyai inti sel dan cytostoma, serta tidak mempunyai cangkang,
kloroplas, dan bintik mata.
h. Stentor polymorphus
Stentor polymorphus ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggetarkan silianya (rambut getar). Memiliki vakuola
makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan,
dan juga memiliki vakuola berdenyut untuk mengeluarkan sisa
makanan. Mempunyai inti dan cytostoma, tidak mempunyai
cangkang, bintik mata, dan kloroplas.
i. Oxytricha fallax
Oxytricha fallax ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggunakan silia.Mempunyai vakuola makanan dan vakuola
berdenyut untuk mencerna dan mengeluarkan sisa makanannya.
Mempunyai inti sel dan cytostoma, serta tidak mempunyai cangkang,
kloroplas, dan bintik mata.
j. Urostyla viridis
Urostyla viridis ditemukan pada air kultur jerami, bergerak dengan
menggetarkan silianya (rambut getar). Memiliki vakuola makanan
yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, dan juga
memiliki vakuola berdenyut untuk mengeluarkan sisa makanan.
Mempunyai inti dan cytostoma, tidak mempunyai cangkang, bintik
mata, dan kloroplas.
k. Stylonychi mytilus
Stylonychi mytilus ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggunakan silia.Mempunyai vakuola makanan dan vakuola
berdenyut untuk mencerna dan mengeluarkan sisa makanannya.
Mempunyai inti sel dan cytostoma, serta tidak mempunyai cangkang,
kloroplas, dan bintik mata.
l. Pleurotricha grandis
Pleurotricha grandis ditemukan pada air kultur jerami, bergerak
dengan menggetarkan silianya (rambut getar). Memiliki vakuola
makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan,
dan juga memiliki vakuola berdenyut untuk mengeluarkan sisa
makanan. Mempunyai inti dan cytostoma, tidak mempunyai
cangkang, bintik mata, dan kloroplas.

2. Classis Flagellata
a. Phacotus lenticularis
Phacotus lenticularis ditemukan di air kolam ikan lele. Bergerak
dengan menggunakan flagel (bulu cambuk), hanya mempuyai satu
bulu cambuk yang aktif bergerak. Mempunyai inti, mempunyai
vakuola makanan dan vakuola berdenyut. Selain itu memiliki bintik
mata dan memiliki kloroplas. Tidak mempunyai cangkang.

b. Pandorina morum
Pandorina morum ditemukan di air kolam ikan lele. Setiap sel
memiliki dua flagela dengan dua vakuola kontraktil di dasar mereka,
eyespot, dan kloroplas berbentuk cangkir besar dengan setidaknya
satu pyrenoid.

c. Euglena viridis
Euglena viridis ditemukan pada air kultur jerami, terdapat pula di air
kolam dan sering memberikan warna hijau pada air kolam. Hal ini
disebabkan hewan tersebut memiliki kloroplas didalam tubuhnya.
Bentuk tubuh sel oval memanjang, pada mulut sel terdapat flagel dan
digunakan untuk bergerak. Dekat mulut terdapat bintik mata (stigma)
yang berguna untuk membedakan gelap dan terang. Euglena viridis
mempunyai flagel, kloroplas, dan vakuola kontraktil. Euglena viridis
ini digolongkan dalam Ordo Phytomastigophorea karena pada
tubuhnya mempunyai satu flagel. Euglena adalah hewan bersel satu,
mempunyai bentuk yang panjang, runcing pada anterior dan tumpul
pada posterior. Bentuk tubuhnya relatif tetap karena hewan ini
ditutupi oleh selaput tipis yang disebut pelikel. Pada bagian ujung
anterior terdapat mulut sel (cytostome) yang berhubungan secara
langsung ke bagian kerongkongan sel (cytopharynx).. Euglena viridis
terkadang bergerak sangat cepat dengan cara membelit dengan jalan
mengubah bentuk tubuh dari pendek menjadi panjang dan langsing.
Euglena viridis memiliki klorofil sehingga dapat membentuk
makanannya sendiri (autotrof) melalui proses fotosintesis dan
organisme tersebut dikenal sebagai organisme yang nutrisinya secara
holofitik. Pada suatu kultur yang cukup mengandung makanan,
Euglena viridis akan melakukan reproduksi secara cepat dengan
membelah diri secara membujur melalui pembelahan biner.
d. Euglena gracilis
Euglena gracilis ditemukan pada air kultur jerami. Bergerak dengan
menggunakan flagel (bulu cambuk), hanya mempuyai satu bulu
cambuk yang aktif bergerak. Mempunyai inti, mempunyai vakuola
makanan dan vakuola berdenyut. Selain itu memiliki bintik mata dan
memiliki kloroplas. Tidak mempunyai cangkang.
e. Euglena granulata
Euglena granulata ditemukan pada air kolam ikan lele. Bergerak
dengan menggunakan flagel (bulu cambuk), hanya mempuyai satu
bulu cambuk yang aktif bergerak. Mempunyai inti, mempunyai
vakuola makanan dan vakuola berdenyut. Selain itu memiliki bintik
mata dan memiliki kloroplas. Tidak mempunyai cangkang.
f. Euglena rubra
Euglena rubra ditemukan pada air kultur jerami. Bergerak dengan
menggunakan flagel (bulu cambuk), hanya mempuyai satu bulu
cambuk yang aktif bergerak. Mempunyai inti, mempunyai vakuola
makanan dan vakuola berdenyut. Selain itu memiliki bintik mata dan
memiliki kloroplas. Tidak mempunyai cangkang.
g. Euglena pisciformis
Euglena pisciformis ditemukan pada air kultur jerami. Bergerak
dengan menggunakan flagel (bulu cambuk), hanya mempuyai satu
bulu cambuk yang aktif bergerak. Mempunyai inti, mempunyai
vakuola makanan dan vakuola berdenyut. Selain itu memiliki bintik
mata dan memiliki kloroplas. Tidak mempunyai cangkang.

3. Classis Rhizopoda
a. Arcella sp
Arcella sp ditemukan di air kultur jerami, bergerak dengan
menggunakan pseudopodia bertipe lobopodia, warnanya cokelat dan
memiliki cangkang yang mengandung zat kitin. Tubuhnya terdiri dari
protoplasma yang terdiri dua komponen utama yaitu inti sel. Arcella
memiliki pseudopodium, membran sel sangat tipis dan bersifat elastis
yang disebut plasmolema.
b. Amoeba proteus
Amoeba proteus ditemukan pada awetan preparat . Namun pada
hakikatnya protozoa ini habitatnya adalah air tawar. Hewan ini
bernapas dengan cara difusi. Bentuk tubuh dari Amoeba proteus tidak
tetap. Tubuhnya memiliki nukleus, vakuola kontraktil dan vakuola
makanan serta membran sel. Amoeba bergerak dari satu tempat ke
tempat lain dengan menonjolkan bagian tubuhnya seperti jari yang
disebut pseudopodia, gerakannya ini disebut amoeboid.
Perkembangbiakan pada amoeba adalah membelah diri. Amoeba
banyak terdapat di lumpur-lumpur, dibagian dasar kolam, sawah,
sungai, danau, atau tempat-tempat lain yang berair dan banyak
mengandung sisa-sisa organisme.
c. Hastigerina aeguilatelaris
Hastigerina aeguilatelaris ditemukan pada awetan preparat. Alat
gerak berupa pseudopodium. Termasuk ke dalam Ordo Foraminifera,
kaki semu seperti jarum bercabang lebih dari satu. Memiliki cangkang
d. Asterorotalia spinosa
Asterorotalia spinosa ditemukan pada awetan preparat. Alat gerak
berupa pseudopodium. Termasuk ke dalam Ordo Foraminifera, kaki
semu seperti jarum bercabang lebih dari satu. Memiliki cangkang
e. Globorotalia tumida
Globorotalia tumida ditemukan pada awetan preparat. Alat gerak
berupa pseudopodium. Termasuk ke dalam Ordo Foraminifera, kaki
semu seperti jarum bercabang lebih dari satu. Memiliki cangkang

4. Classis Sporozoa
a. Monocystis lumbricii
Monocystis lumbricii ditemukan pada vesikula seminalis cacing
tanah, baik secara intraselular maupun ekstraselular. Memiliki inti dan
vakuola makanan. Siklus hidup Monocystis lumbrici di awali dengan
peleburan antara makrogamet dan mikrogamet yang menghasilkan
zigot, zigot tersebut berkembang dan membentuk spora dan dinding
yang keras. Bentuk sporanya ini seperti gelendong yang didalamnya
mengandung delapan sporozoit. Bila spora itu pecah maka masing -
masing sporozoit akan tersebar ke luar dan masuk ke dalam sel induk
sperma dari hospesnya, Ditempat ini sporozoit akan menjadi matang
dan dewasa. Sporozoit yang sudah dewasa ini disebut trophozoit.
Lalu Trophozoit akan mencari pasangannya, Trophozoit yang sudang
berpasangan akan dibungkus dengan dua lapisan dinding, Dinding
bagian luar ini disebut epicyst dan dinding dalamnya disebut
endocyst. Setelah itu masing-masing trophozoit akan membelah -
belah membentuk sel - sel kecil yang sama besarnya yang disebut
makrogamet dan mikrogamet. Makrogamet dan mikrogamet ini akan
melebur lagi menjadi zigot dan proses pembentukan spora hingga
menjadi zigot lagi pun akan terus berulang membentuk siklus.

Gambar 26. Siklus Hidup Monocystis lumbricii (Sugeng P, 1982)

I. Hasil Diskusi
1. Dapatkah anda menemukan persamaan yang dimiliki oleh setiap spesies
yang anda temukan? Tuliskan persamaan-persamaan tesebut!
(berdasarkan hasil pada tabel pengamatan)
Jawab : Protozoa mempunyai inti sel yang terlihat jelas (Cilliata
mempunyai lebih dari satu inti sel) dan mempunyai vakuola makanan
untuk pencernaan.
2. Dapatkah anda menemukan perbedaan yang dimiliki oleh setiap spesies
tersebut sehingga dimasukkan pada classis yang berbeda? Tuliskan
perbedaan-perbedaannya!
Jawab :
1. Species digolongkan ke dalam Classis Cilliata apabila mempunyai
alat gerak berupa bulu getar (silia) di permukaan tubuhnya dan
memiliki cytostoma.
2. Species digolongkan ke dalam Classis Flagellata apabila mempunyai
alat gerak berupa bulu cambuk (flagel), mempunya bitnik mata
(berwarna merah) dan mempunyai kloroplas.
3. Species digolongkan ke dalam Classis Sarcodina apabila mempunyai
kaki semu (pseupod) sebagai alat geraknya, pada ordo Foraminifera
species memiliki cangkang.
4. Species digolongkan ke dalam Classis Sporozoa apabila tidak
mempunyai alat gerak, vakuola berdenyut, cangkang, bitnik mata,
kloroplas, cytostoma.
3. Tuliskan ciri khas dari tiap-tiap classis pada kolom berikut :
Jawab :
Classis Ciri Khas
Cilliata Bergerak dengan bulu getar (silia); mempunyai
cytostoma dan inti lebih dari satu (makronukleus dan
mikronukleus)
Flagellata Bergerak dengan bulu cambuk (flagel); mempunyai
bitnik mata dan kloroplas
Rhizopoda Bergerak dengan kaki semu (pseupodium); dinding
tubuhnya berupa plasmolema
Sporozoa Tidak mempunyai alat gerak dan vakuola kontraktil;
hidup sebagai parasit

4. Tuliskan kegunaan dan manfaat dari species-species protozoa yang anda


temukan!
Jawab :
1. Cilliata bermanfaat sebagai predator di ekosistem air tawar.
2. Flagellata bermanfaat sebagai fitoplankton bermanfaat sebagai
produsen karena memiliki kloroplas yang menghasilkan klorofil untuk
berfotosintesis.
3. Rhizopoda bermanfaat untuk menentukan umur batuan karena
cangkangnya dapat menjadi fosil; sebagai zooplankton sebagai
bioindikator terjadinya polusi (pencemaran air).
4. Peranan Sprozoa merupakan parasit terhadap makhluk hidup yang
menjadi inangnya.
5. Dari teori perkuliahan atau buku sumber yang anda peroleh mengenai
phylum protozoa, lengkapilah tabel berikut ini:
Jawab:

Phylum Pencerna- Ekskresi Pernapas- Sistem Reproduksi


an an Syaraf
Makanan
Proto- Untuk Melalui Secara Tidak Bereproduk-
zoa Classis permuka- difusi mempu- si secara
Cilliata, an melalui nyai genetatif
Flagellata tubuhnya permukaan sistem dan
dan tubuhnya saraf vegetatif
Rhizopoda
Pencerna-
an
dilakukan
dengan
Pencerna-
an
intraseluler
terjadi di
vakuola
makanan,
pencernaan
makanan
secara
holozoik
dan
saprozoic;
sedangkan
untuk
sporozoa
pencernaan
dilakukan
secara
saprofitik.

J. Kesimpulan
1. Protozoa merupakan organisme yang paling sederhana yang hanya
memiliki satu sel, tidak memiliki organ ataupun jaringan. Umumnya
hidup bebas di dalam air atau bersifat parasit pada hewan lain secara
individu, tetapi ada juga yang berkoloni. Cara mengambil makanannya
pun ada yang saprozoik, holozoik, dan holofitik. Protozoa terbagi ke
dalam empat kelas yaitu, Kelas Ciliata, Flagllata, Rhizopoda, dan
Sporozoa.
2. Tubuh protozoa memiliki bentuk yang berbeda – beda ada yang tetap ada
yang tidak, dikarenakan ada yang mempunyai peliculus dan ada juga
yang memiliki cangkang kapur. Sitoplasma ada protozoa umunya
berwarna bening, dan dibagi menjadi ektoplasma, yaitu bagian yang
berada di pinggir dan endoplasma yang berada di bagian dalam atau yang
lebih sentral. Dari setiap species yang ada di filum protozoa umumnya
memiliki inti sel pada protozoa umumnya ada satu tetapi ada juga yang
memiliki dua inti seperti Arcella vulgaris, vakuola makanan yang
berfungsi untuk mencerna makanan, vakuola kotraktil sebagai
osmoregulasi, dan alat gerak yang berupa silia, flagel, ataupun pseupodia
(kecuali kelas sporozoa yang tidak memiliki alat gerak).
3. Dari setiap species yang ditemukan memiliki kesamaan, antara lain
memiliki inti sel, terdapat vakuola makanan dan vakuola kontraktil, dan
alat gerak yang memang tiap kelasnya berbeda alatnya, bahkan ada yang
tidak memiliki alat gerak layaknya sporozoa.
Selain memiliki kesamaan, setiap spesies memiliki perbedaan juga, yang
paling jelas bisa dilihat dari alat geraknya, dari kelas Ciliata yang
memiliki alat gerak silia, kelas Flagellata yang memiliki flagel, kelas
Rhizopoda/Sarcodina yang memiliki kaki semu dan kelas Sporozoa yang
tidak memiliki alat gerak.

4. Selain perbedan pada alat gerak ada juga perbedaan yang dijadikan ciri
khas, misalnya pada kelas Ciliata yang memiliki dua inti sel, pada kelas
Flagellata yang memiliki bintik mata dan kloroplas pada sebagian
jenisnya, pada kelas Rhizopoda/Sarcodina yang bentuk tubuhnya berubah
- ubah karena tidak memilik peniculus dan pada sporozoa, Monocystis
lumbrici yang bersifat parasite, yang memiliki siklus hidup meliputi
gamet, zigot, spora, sporozoit, tropozoit muda, tropozoit dewasa, dan
gametosit.
DAFTAR PUSTAKA

Kaswati, H. Y., dkk. (2003). Zoologi Invertebrata. Malang: FMIPA Universitas


Negeri Malang.
Djuhanda, Tatang. (1980). Kehidupan dalam Setetes Air. Bandung : Institut
Teknologi Bandung
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.2 .Holophrya nigricans


Fukuoka.(2001).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Holophrya/index.html [ 3 Maret 2018]
16:14

Gambar 2.2 Urotrichia fareta


Hokkaido, Kushiro.(2005).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Urotricha/index.html [ 3 Maret
2018] 16:17

Gambar 3.2 Colpidium campylum


Chlorella, Japan. (2000) ).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Colpoda/index.html [ 3 Maret
2018] 16:20

Gambar 4.2 Colpidium colpoda


Chlorella Mizumoto Japan, (2000).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Colpoda/index.html [ 3 Maret
2018] 16:22

Gambar 5.2 Tetrahymena pyriformis


Saitama.(2006).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Tetrahymena/index.html [ 3
Maret 2018] 16:25

Gambar 6.2 Paramecium caudatum


Tsukii. (2006) ).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Paramecium/caudatum/indexE.
html [ 3 Maret 2018] 16:28
Gambar. 7.2 Glaucoma scintillans
Tochigi. (1999). [Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Glaucoma/index.html [ 3 Maret
2018] 16:30
Gambar 8.2 .Stentor polymorphus
Kudo.(1966).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Stentor/index.html [ 3 Maret 2018]
17:10
Gambar 9.2 .Oxytricha fallax
Saitama.(1997).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Oxytricha/index.html [ 3 Maret 2018]
17:13
Gambar 10.2 .Urostyla viridis
Saitama.(1999).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/Urostyla/sp_1b.html [ 3 Maret
2018] 17:17
Gambar 11.2 .Stylonychia mytilus
Saitama. (2004).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/stylonychia/index.html [ 3 Maret
2018] 17:20
Gambar 12.2 Pleurotricha grandis
Microuruguay. (2011).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Ciliophora/pleurotricha/index.html [ 4
Maret 2018] 00.21
Gambar 13.2 . Phacotus lenticularis
Tsukii. (2003).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Chlorophyta/Phacotus/sp_3.html [ 4 Maret
2018] 00.26
Gambar 14.2 . Pandorina morum
Tsukii. (2000).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Mastigophora/pandoridae/index.html [ 4
Maret 2018] 00.26

Gambar 15.2 Euglena viridis


Gunma. (2001).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Mastigophora/Euglena/index.html [ 4 Maret
2018] 00.30
Gambar 16.2 Euglena gracilis
Saitama. (2001).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Mastigophora/Euglena/index.html [ 4 Maret
2018] 00.34
Gambar 17.2 Euglena granulate
Ueno Tokyo. (2011).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Mastigophora/Euglena/index.html [ 4 Maret
2018] 00.38
Gambar 18.2 Euglena rubra
Olympusman. (2012).[Online]. Tersedia:
http://www.photomacrography.net/forum/viewtopic.php?p=165556&sid=1ac9eef
26362130a4075e05e31f73fdb [ 4 Maret 2018] 00.41
Gambar 19.2 Euglena pisciformis
Saitama. (2001).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Mastigophora/Euglena/index.html [ 4 Maret
2018] 00.44
Gambar 20.2 Arcella vulgaris
Nagano. (2007).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Sarcodina/Arcella/index.html [ 4 Maret
2018] 00.47
Gambar 21.2 Amoeba Proteus
Nagano. (2007).[Online]. Tersedia:
http://protist.i.hosei.ac.jp/PDB/Images/Sarcodina/ap/indexE.html [ 4 Maret 2018]
00.50
Gambar 22.2. Hastigerina aeguilatelaris
Bruce. (2011).[Online]. Tersedia:
http://marinespecies.org/photogallery.php?album=772&pic=38545 [ 4 Maret 2018]
00.54
Gambar 23.2 Asterorotalia spinosa
Nandamuri.(2013)
https://pubs.geoscienceworld.org/cushmanfoundation/jfr/article-
abstract/43/1/14/294741/the-ecology-of-asterorotalia-trispinosa-
thalmann?redirectedFrom=fulltext.[Online].
Tersedia: http://marinespecies.org/photogallery.php?album=772&pic=38545 [ 4
Maret 2018] 01.00
Gambar 24.2. Globorotalia tumida
Bruce. (2011).[Online]. Tersedia:
http://www.marinespecies.org/foraminifera/aphia.php?p=image&pic=46644 [ 4
Maret 2018] 01.48
Gambar 25.2. Globorotalia tumida
Danielle. (2017).[Online]. Tersedia:
https://www.studyblue.com/notes/note/n/lab-2-more-protista/deck/12913928 [ 4
Maret 2018] 01.54