Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Konseling Penggunaan Alat Kontrasepsi yang Aman


Bagi Ibu Pasca Melahirkan
“Keperawatan Maternitas”
Ruang Inap A (Ruang Nifas)

RS WAVA HUSADA KEPANJEN

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 5

1. Aan Dwi Masruroh (17.30.001)


2. Clarazettira Widi (17.30.015)
3. Dewi Candra Novita (17.30.017)
4. Dwi Ayunawati (17.30.023)
5. Siska Ardila (17.30.053)
6. Siti Auliya Ulfah (17.30.054)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KEPANJEN


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
JL. Trunojoyo No.16 Telp. (0341) 397644, Fax. (0341) 396625 Panggungrejo
Kepanjen Malang
2018
LEMBAR PENGESAHAN SATUAN ACARA PENYULUHAN
Konseling Penggunaan Alat Kontrasepsi yang Aman
Bagi Ibu Pasca Melahirkan
RS WAVA HUSADA KEPANJEN
Tanggal 14 Maret 2018

Oleh :

Mahasiswa Profesi Ners STIKes Kepanjen Pemkab.Malang

Anggota Kelompok 5 :

1. Aan Dwi Masruroh (17.30.001)


2. Clarazettira Widi (17.30.015)
3. Dewi Candra Novita (17.30.017)
4. Dwi Ayunawati (17.30.023)
5. Siska Ardila (17.30.053)
6. Siti Auliya Ulfah (17.30.054)

Mengetahui

Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan

(……………..…….………) (……….…………………)
A. Pengantar

Materi : KB
Pokok Bahasan : Konseling penggunaan alat kontrasepsi yang
aman bagi ibu pasca melahirkan

Hari/tanggal : Rabu, 14 Maret 2018


Waktu pertemuan : 45 menit
Tempat : Ruang Inap A RS Wava Husada Kepanjen
Sasaran : Pasien dan Keluarga pasien

B. Tujuan
1. TujuanUmum
Setelah mendapatkan penjelasan mengenai perencanaan KB dan
penggunaan alat kotrasepsi selama 20 menit, pasien dan keluarga di ruang
Rawat Inap A mengerti dan memahami tentang perencanaan KB dan
penggunaan Alat Kontrasepsi.
2. Tujuan Khusus
1) Mengetahui tentang pengertian penggunaan alat kontrasepsi (KB).
2) Mengetahui tujuan dan manfaat penggunaan alat kontrasepsi (KB).
3) Mengetahui tentang jenis-jenis, cara kerja, efektivitas, keuntungan,
indikasi, kontraindikasi, efek samping, cara dan waktu pemberian /
pemasangan dari masing-masing alat kontrasepsi.

C. Sasaran dan Target


Sasaran ditujukan pada seluruh pasien dan keluarga pasien di ruang Rawat Inap
A (Ruang Nifas) RS Wava Husada Kepanjen

D. Strategi Pelaksanaan
Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Rabu, 14 Maret 2018
Waktu : 09.00 WIB – selesai
Tempat : Ruang Inap A (Ruang Nifas)
E. Materi
(Terlampir)

F. Media
 Materi SAP
 Leafleat
 LCD

G. Setting Tempat

Keterangan :

: Penyuluh : Fasilitator

: Moderator : Observer

: Peserta
H. Metode
 Ceramah
 Tanya jawab
 Diskusi

I. Pengorganisasian
1. MODERATOR : Siti Auliya Ulfa
Tugas :
a. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
b. Memperkenalkan diri (Institusi)
c. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
d. Menyebutkan materi yang akan diberikan
e. Memimpin jalannya penyuluhan dan menjelaskan waktu penyuluhan
f. Menulis pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan.
g. Menjadi penengah komunikasi antara peserta dan pemberi materi.
h. Mengatur waktu kegiatan penyuluhan

2. PENYULUH : Aan Dwi Masruroh


Tugas :
a. Menggali pengetahuan peserta tentang Konseling penggunaan alat
kontrasepsi yang aman bagi ibu pasca melahirkan
b. Menjelaskan materi mengenai Konseling penggunaan alat kontrasepsi
yang aman bagi ibu pasca melahirkan
c. Menjawab pertanyaan peserta

3. FASILITATOR :
1) Dewi Candra Nofita
2) Dwi Ayunawati
3) Siska Ardilla
Tugas :
a. Menyiapkan tempat dan media sebelum memulai penyuluhan
b. Mengatur teknik acara sebelum dimulainya penyuluhan
c. Memotivasi keluarga klien agar berpartisipasi dalam penyuluhan
d. Memotivasi masyarakat untuk mengajukan pertanyaan saat moderator
memberikan kesempatan bertanya
e. Membantu pembicara menjawab pertanyaan dari peserta
f. Membagikan leaflet kepada peserta di akhir penyuluhan

4. OBSERVASI : Clara Zettira Widi


Tugas :
a. Mengobservasi jalannya proses kegiatan
b. Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta selama kegiatan
penyuluhan berlangsung

5. Dokumentasi

J. Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Metode /
Kegiatan Perawat
Tahap Peserta media Waktu

Pembukaan 1. Salam pembuka Mendengarkan Ceramah 5 Menit


2. Perkenalan
3. Menyampaikan maksud
dan tujuan
4. Kontrak waktu
5. Menjelaskan materi yang
akan diberikan

Pelaksanaan Menyimak dan Ceramah/ 20


1. Menjelaskan perencanaan
mendengarkan Menit
KB dan penggunaan alat Power point
kotrasepsi. Membuka Leaflet
Tanya jawab
Penutup 1. Memberikan leaflet Bertanya dan Ceramah 20
2. Menyimpulkan materi menjawab dan Tanya Menit
3. Salam penutup pertanyaan jawab

K. Kriteria Evaluasi
1. Struktur
a. Materi dan media yang akan dibawakan pada saat penyuluhan telah
dikonsultasikan terlebih dahulu oleh pembimbing klinik dan telah
mendapat persetujuan.
b. Media yang diperlukan untuk penyuluhan sudah tersedia sebelum hari-
H.
c. Penyuluh telah membuat janji dan menginformasikan waktu
pelaksanaan penyuluhan kepada setiap pihak yang terlibat.
d. Pasien dan keluarga pasien Ruang Rawat Inap A RS. WAVA
HUSADA Kepanjen mengikuti kegiatan penyuluhan.
2. Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum
penyuluhan berakhir.
c. Sasaran aktif bertanya dan menjawab selama penyuluhan berlangsung.
d. Sasaran dapat tenang dan berkonsentrasi terhadap materi yang
dipaparkan.
3. Hasil
a. Pengetahuan sasaran tentang pokok bahasan meningkat dibuktikan
dengan kemampuan sasaran dalam menjawab pertanyaan sebesar 80%.
b. Tingkat partisipasi dan keaktifan sasaran dalam kegiatan tinggi
mencapai 80%.
L. Referensi

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Membangun Keluarga


Sejahtera

Panduan Teknik Konseling Pelayanan Kontrasepsi

Keluarga Berencana, www.medicastore.com/infopenyakit/

Mengenal kontrasepsi, www.information.com/kontrasepsi/


MATERI PENYULUHAN

KONSELING PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI YANG AMAN


BAGI IBU PASCA MELAHIRKAN

1. PENGERTIAN

A. Menurut Entjang (Ritonga, 2003 : 87) Keluarga Berencana (KB) adalah


suatu upaya manusia untuk mengatur secara sengaja kehamilan dalam
keluarga secara tidak melawan hukum dan moral Pancasila untuk
kesejahteraan keluarga.
B. Keluarga Berencana adalah metode medis yang dicanangkan oleh
pemerintah untuk menurunkan angka kelahiran. (Manuaba,2002).
C. KB merupakan bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi untuk
pengaturan kehamilan dan merupakan hak setiap individu sebagai makhluk
seksual (Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, 2003).
D. Menghindari / mencegah terjadinya kehamilan akibat pertemuan sel telur
yang matang dengan sperma

2. TUJUAN KB
1) Tujuan umum
a. Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan social
ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak,
agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadu
dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui
pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia
2) Tujuan khusus
a. Pengaturan kelahiran
b. Pendewasaan usia perkawinan.
c. Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
d. Mencegah kehamilan karena alasan pribadi
e. Membatasai jumlah anak
3. MANFAAT KB
Dengan mengikuti program KB sesuai anjuran pemerintah, para
akseptor akan mendapatkan tiga manfaat utama optimal, baik untuk ibu,
anak dan keluarga, antara lain:
1) Manfaat Untuk Ibu:
a. Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
b. Mencegah setidaknya 1 dari 4 kematian ibu
c. Menjaga kesehatan ibu
d. Merencanakan kehamilan lebih terprogram
2) Manfaat Untuk Anak:
a. Mengurangi risiko kematian bayi
b. Meningkatkan kesehatan bayi
c. Mencegah bayi kekurangan gizi
d. Tumbuh kembang bayi lebih terjamin
e. Kebutuhan ASI eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi
f. Mendapatkan kualitas kasih sayang yang lebih maksimal
3) Manfaat Untuk Keluarga:
a. Meningkatkan kesejahteraan keluarga
b. Harmonisasi keluarga lebih terjaga

4. MACAM-MACAM ALAT KONTRASEPSI ( KB )


a. Metode Kontrasespsi Sederhana
1. KB Alamiah
 Cara penggunaan
Untuk menggunakan keluarga berencana alamiah secara efektif,
pasangan perlu memodifikasi prilaku seksual mereka.Pasangan harus
mengamati tanda-tanda fertilitas wanita secara harian dan
mencatatnya. Mengenal masa subur dan tidak melakukan aktifitas
seksual pada masa subur jika tidak menginginkan kehamilan.
 Keuntungan : tanpa biaya
 Kelemahan : memerlukan penguasaan diri yang kuat, kemungkinan
ada sedikit cairan yang mengandung spermatozoa tertumpah
dan masuk ke vagina sehingga dapat mengakibatkan
kehamilan.
 Indikasi :
Keluarga Berencana Alamiah merupakan metode yang sesuai
untuk :
 Wanita yang mau mengamati tanda kesuburan
 Wanita yang mempunyai siklus haid yang cukup teratur
 Pasangan dengan tidak dapat mengguanakan metode
lain
 Tidak keberatan jika terjadi kehamilan.
2. Metode kalender
 Cara penggunaan
menghitung masa subur wanita dan menghindari melakukan
hubungan seksual di masa subur.
 Keuntungan : tanpa biaya
 Kelemahan : pasangan sulit untuk bisa mentaati.
b. Metode Kontrasepsi dengan alat / obat
1. Pil KB
Pil atau tablet yang berisi zat yang berguna untuk mencegah lepasnya sel
telur dari indung telur.
 Cara penggunaan : diminum setiap hari, tidak boleh lupa.
Pil dengan kemasan 21 tablet diminum pada hari ke 5 haid.

Pil dengan kemasan 28 tablet diminum pada hari pertama haid.

 Keuntungan : mudah penggunaannya, mengurangi rasa sakit pada


waktu haid, mengurangi risiko kanker ovarium, cocok untuk PUS
muda.
 Kerugian : memerlukandisplin tinggi, kembalinya kesuburan agak
lambat, tidak dianjurkan untuk wanita diatas usia 30 tahun.
 Kontra indikasi : penyakit jantung, varises, darah tinggi,
perdarahan pervaginam, migrain.
 Efek samping : perdarahan, perubahan BB, kloasma, pusing.
2. Suntikan KB
Suntik KB adalah obat suntik yang berisi zat yang dapat mencegah
lepasnya sel telur dari indung telur, mengentalnya lendir mulut rahim
sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim dan menipiskan
selaput lendir rahim sehingga calon janin tak dapat tertanam dalam
rahim.
 Cara penggunaan : Depo provera disuntikkan tiap 3 bulan sekali.
Noristrat disuntikkan setiap 2 bulan selama 4 kali suntikan
pertama, selanjutnya tiap 3 bulan.
 Keuntungan : praktis dan efektif, aman dan cocok digunakan bagi
ibu yang sedang menyusui anaknya, karena tidak mempengaruhi
produksi air susu ibu (ASI)
 Efek samping : terlambat haid, terjadi bercak perdarahan di luar
haid, keputihan, jerawat, perubahan berat badan, dan lain-lain
 Kontra indikasi : Hamil, keluarnya darah dari rahim yang tidak
normal, keganasan penyakit jantung, hati, tekanan darah tinggi,
kencing manis dan penderita penyakit paru-paru berat.
3. MAL (Metode Aminore Laktasi)
Metode Amenora Laktasi (MAL) atau disebut juga Lactional
Amenorrhea Method (LAM) adalah kontrasepsi alamiah yang bersifat
sementara. MAL ditetapkan dengan mengandalkan pemberian Air Susu
Ibu (ASI) secara eksluksif, artinya hanya diberikan ASI tanpa tambahan
makanan ataupun minuman apapun.
Cara Penggunaan :
Cara kerja Metode Amenora Laktasi (MAL) adalah menunda atau
menekan terjadinya ovulasi. Pada saat laktasi/menyusui, hormon yang
berperan adalah prolaktin dan oksitosin. Semakin sering menyusui, maka
kadar prolaktin meningkat dan hormon gonadhotropin melepaskan
hormon penghambat (inhibitor). Hormon penghambat akan mengurangi
kadar estrogen, sehingga tidak terjadi ovulasi.
Efek samping :
Tidak ada efek samping dari KB
4. Kondom
Kondom adalah sarung untuk alat kelamin pria yang terbuat dari karet
tipis. Berguna untuk menampung sperma agar tidak masuk kedalam
vagina.
 Cara penggunaan
disarungkan pada penis, dari ujung hingga pangkal, pada saat akan
melakukan hubungan seksual.
 Keuntungan : murah, mudah didapat, dapat digunakan sewaktu-
waktu, dapat mencegah penularan penyakit kelamin.
 Kerugian : selalu harus memakai kondom baru, mengganggu
kenyamanan dalam melakukan hubungan seksual, dapat sobek jika
menggunakannya tergesa-gesa.
 Efek samping : alergi terhadap kondom (jarang terjadi), lecet-lecet
pada kemaluan pria akibat pemakaian yang tergesa-gesa / kurang
pelicin.
5. IUD
IUD adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan dalam rahim wanita.
Terbuat dari plastik khusus yang diberi benang pada ujungnya sebagai
kontrol.
 Cara penggunaan : IUD dipasang pada rongga rahim wanita oleh
dokter atau bidan terlatih.
 Keuntungan : praktis, ekonomis, aman dan mudah dikontrol.
 Efek samping : adanya rasa nyeri dan mulas beberapa saat setelah
pemasangan, ada bercak – bercak perdarahan dll.
 Kontra indikasi : wanita hamil, peradangan leher rahim, kangker
rahim.
DAFTAR PUSTAKA

Bagian Obstetry dan Genekologi FK Unpad.2000.Teknik Keluarga Berencana,


Bandung: Elstar Offset.
Prawirohardjo,Sarwono. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Membangun Keluarga Sejahtera
Panduan Teknik Konseling Pelayanan Kontrasepsi
Keluarga Berencana, www.medicastore.com/infopenyakit/
Mengenal kontrasepsi, www.information.com/kontrasepsi/