Anda di halaman 1dari 4

Nambahi LO 1

 Pemberian agen kemoteraupetik pada terapi periodontal


Pada tipe penyakit periodontal termasuk periodontitis kronis, refractory periodontitis,
aggressive periodontitis dan periodontitis sebagai manifestasi penyakit sistemik, mungkin dapat
dilakukan penambahan agen kemoteraupetik pada terapinya.

Agen teraupetik adalah istilah untuk bahan kimia yang memberikan keuntungan
teraupetik klinis. Biasanya dapat berupa antimikroba dimana cara kerjanya dapat berupa
menghambat pertumbuhan bakteri atau membunuh bakteri. Dan juga dapat bersifat spesifik,
mengurangi bakteri tertentu, atau nonspesifik, mengurangi semua bakteri. (Carranza, 2002)

LO ku

 Pengertian DHE
DHE yaitu usaha atau program yang terarah yang dilakukan untuk mendapatkan keadaan
rongga mulut yang sehat, bersifat persuasif dan sugestif

 Dasar pemikiran

Menurut Noor(1972), tujuan pendidikan kesehatan gigi adalah :

1. Meningkatkan pengertian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeliharaan


kesehatan gigi dan mulut.

2. Menghilangkan atau paling sedikit megurangi penyakit gigi dan mulut dan gangguan
lainnya pada gigi dan mulut.pendidikan kesehatan gigi bertujuan( Herijulianti, 2002 )

3. Memperkenalkan kepada masyarakat tentang kesehatan gigi.

4. Mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

5. Menjabarkan akibat yang akan timbul dari kelalaian menjaga kebersihan gigi dan mulut.

6. Menanamkan perilaku sehat sejak dini melalui kunjungan ke sekolah.


7. Menjalin kerjasama dengan masyarakat melalui RT,RW, Kelurahan dalam memberikan
penyuluhan langsung kepadamasyarakat, bila diperlukan dapat saja dilakukan tanpa
melalui puskesmas.

 Tahapan DHE :

1. Motivasi
agar pasien dapat terdorong untuk melakukan kontrol plak secara adekuat, ia harus
termotivasi. Tahp memotivasi pasien adalah tahap yang paling menentukan untuk
tercapainya pelaksanaan control plak yang adekuat. Memotivasi pasien adalah
prosedur yang sukar karena untuk dapat termotivasi pasien harus berusaha untuk
a. Menerima
Pasien harus bersedia menerima dan memahami penyuluhan yang
diberikan berkaitan dengan konsep – konsep pathogenesis, perawatan dan
pencegahan penyakit periodontal.
Pasien diharapakan dapat termotivasi apabila ia dapat memahami apa itu
penyakit periodontal, efek penyakit tersebut, bagaiman kerentanan dirinya
terhadap penyakit tersebut, dan apa yang dapat dilakukan untuk dapat mencapai
dan mempertahankan kesehatan jaringan periodontalnya.
b. Perubahan Kebiasaan
Dari pasien diharapkan diharapkan adanya perubahan kebiasaan dalam hal
cara – cara pembersihan mulut sesuai dengan metode yang diajarkan.untuk itu
pasien harus berkemauan dan mampu menguasai ketrampilan penggunaan alat –
alat pembersih.
c. Perubahan tingkah laku
Pasien harus menyesuaikan pandangan dan nilai – nilai yang dianutnya
mengenai pembersihan mulut. Pasien harus tergugah bahwa prosedur control
plak yang dilakukanya bukanlah untuk menyenangkan hati dokter gigi, tetapi
untuk tercapainya kesehatan periodonsium itu sendiri. (Caranza,2002)
2. Edukasi
Dalam hal edukasi pasien harus diberitahukan tentang etiologi, perjalanan
penyakit, perawatan dan pencegahan penyakit periodontal. Pasien dengan penyakit
periodontal harus diberitahu bahwa penyakit periodontal ini mempunyai beberapa
gambaran klinis seperti stain yang timbul dipermukaan gigi akibat plak, perdarahan
pada gingiva. Dengan penjelasan yang diberikan diharapakan pasien dapat
mengevaluasi sendiri
Pasien diinformasikan bahwa perawatan periodik dan debridement yang
dilakukan oleh dokter gigi adalah hal yang dilakukan untuk mencegah rekurrensi dari
penyakit periodontal dan untuk mengidentifikasi adanya kelainan yang lain. Prosedur
ini dapat berjalan dengan baik apabila dikombinasi dengan kekooperativan pasien
dalam meningkatkan dan menjaga oral hygiene(Caranza,2002).
3. Instruksi
Dengan instruksi tentang bagaimana cara menyikat gigi yang efektif, diharapkan
nantinya angka kejadian terbentuknya plak yang menyebabkan gingivitis dapat
berkurang. Pada pemberian instruksi ini dijelaskan cara pembersihan gigi yang
meliputi cara, alat, dan waktu. Instruksi untuk menjaga oral hygien ini dapat
dilakukan dengan cara pembersihan gigi secara mekanis dan obat kumur.

Pada instruksi kunjungan pertama pasien diberitahu cara penggunaan sikat gigi,
dental floss, dan disclosing agent. Pada kunjungan berikutnya dilakukan evaluasi dari
instruksi yang dilakukan sebelumnya (Caranza,2002)

Perbedaan KIE dan DHE

KIE adalah singkatan dari komunikasi, informasi dan edukasi, yaitu suatu proses yang
sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Komunikasi kesehatan adalah usaha yang sistematis
untuk mempengaruhi secara positif perilaku kesehatan masyarakat , dengan menggunakan
berbagai prinsip dan metode komunikasi, baik menggunakan komunikasi antar pribadi maupun
komunikasi massa (Notoatmodjo, 2003). Sedangkan menurut DEPKES, 1990 Informasi adalah
pesan yang disampaikan. Menurut Effendy (1998), pendidikan kesehatan merupakan salah satu
kompetensi yang dituntut dari tenaga kesehatan, karena merupakan salah satu peranan yang
harus dilaksanakan dalam setiap memberikan pelayanan kesehatan, baik itu terhadap individu,
keluarga, kelompok ataupun masyarakat.

DHE yaitu usaha atau program yang terarah yang dilakukan untuk mendapatkan keadaan
rongga mulut yang sehat, bersifat persuasif dan sugestif

Perbedaan DHE dan KIE adalah cakupannya, dimana DHE termasuk bagian dari KIE.
Apapun yang ditanyakan pasien masuk kedalam KIE, contohnya rencana perawatan secara
keseluruhan. Sedangkan untuk DHE hanya sebatas motivasi, edukasi dan instruksi tentang
kesehatan gigi dan mulut saja, contohnya cara sikat gigi, control plak, dan lain-lain.