Anda di halaman 1dari 10

MITOSIS AKAR BAWANG

PADA (Allium cepa L.) DAN (Allium ascalonicum. L)

Irma Novira1

1
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan MIPA, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan
Gunung Djati Bandung
Jl. A.H. Nasution no. 105 Cibiru-Bandung 40614
e-mail: 1novira.irma@ymail.com

Abstrak, Percobaan ini memiliki tujuan untuk membuat bagan tahapan penyediaan squash ujung
akar dengan acetocarmine untuk memperlihatkan proses mitosis. Dan menjelaskan setiap
fase yang terjadi pada proses mitosis. Prosedur kerja dari praktikum ini yaitu kira-kira 3-4
hari sebelum praktikum dilakukan penyimpanan umbi bawang bombay di atas botol
bermulut lebar yang berisi air. Akar yang sedang aktif tumbuh dengan panjang sekitar 2,5
cm – 5 cm paling baik digunakan untuk praktikum ini. Ujung akar yang panjangnya 3 – 4
cm dipotong dan diletakkan segera pada kaca arloji yang berisikan 1 M asam asetat selama
30 menit. Kemudian ganti asam asetat dengan larutan acetocarmine dan panaskan di atas
nyala lampu spirtus sampai mencapai suhu kira-kira 60oC (jaga jangan sampai mendidih).
Setelah itu pindahkan potongan ujung akar tersebut ke atas kaca objek yang telah ditetesi
acetocarmine. Potong-potong ujung akar dengan silet atau pisau. Tutup sediaan dengan
kaca penutup. Balikkan dan pegang diantara ibu jari dan telunjuk, kemudian tekan sambil
sedikit didorong (squash). Periksa sediaan tersebut di bawah mikroskop dengan
pembesaran lemah (10x10). Lanjutkan pengamatan dengan pembesaran kuat (10x45 atau
10x63). Metode yang digunakan adalah dengan metode Squash dan pemberian pewarna
acetocarmine pada sampel bawang bombay (Allium cepa. L) dan bawang merah (Allium
ascalonicum. L). Hasil yang didapat adalah pada pengamatan akar bawang bombay
(Allium cepa. L) yaitu tahap profase, anafase, dan telofase. Sedangkan, pada pengamatan
akar bawang merah (Allium ascalonicum. L) tahapan yang teridentifikasi adalah profase.
Preparat diberikan asam asetat untuk melunakkan dinding sel dan diberi pewarna agar
benang-benang kromatin terlihat jelas. Pada pembelahan mitosis terdiri dari lima tahap
yaitu profase, metafase, anafase dan telofase. Pada mitosis tidak terjadi proses pindah
silang seperti pada meiosis tetapi kromoson dari induk akan diturunkan secara identik
kepada sel anak. Hasil dari mitosis berupa dua sel anak yang memiliki kromosom yang
identik dengan induknya.

Kata Kunci: Allium cepa, Allium ascolanicum, squash, acetocarmine, mitosis.

PENDAHULUAN

Satuan kehidupan terkecil yang tidak dapat diperkecil lagi adalah sel. Sel untuk pertama
kali ditemukan lebih dari 300 tahun yang lalu, tidak lama setelah mikroskop pertama dibuat.
Umumnya sel itu sangat kecil dengan diameter jauh lebih kecil 1 mm, sehingga tidak terlihat
oleh mata telanjang. Pada sel yang paling sederhana, yaitu bakteri sebuah dinding sel
Mitosis Akar Bawang 1
mengelilingi suatu membrane (plasma) sangat tipis dan mengandung asam lemak, yang
mengelilingi permukaan daerah dalam yang tidak berstruktur. Sifat terpenting sel adalah
kemampuannya untuk tumbuh dan membelah diri untuk menghasilkan molekul-molekul
seluler baru dan memperbanyak dirinya. Untuk menjalankan fungsi-fungsi ini, sel itu secara
kimia pasti bersifat secara canggih, memang sel yang paling sederhana sekalipun
mengandung hamper 1000 molekul yang berbeda. Jadi, pada hakikatnya sel merupakan
pabrik kecil yang tumbuh dengan memasukkan unsure-unsur pembangun, berupa molekul-
molekul sederhana seperti glukosa, dan karbondioksida dan dengan car tertentu
mengubahnya menjadi berbagai molekul yang mengandung karbon, yang dibutuhkan untuk
berfungsinya sel-sel (James Watson, 1988:132).

Setiap sel berasal dari sel sebelumnya. Proses yang menyangkut terbentuknya sel-sel
anak baru dari induknya disebut pembelahan sel. Pada sel-sel jaringan tubuh (sel somatis),
suatu sel induk akan membelah menjadi dua sel anak yang komponen-komponennya sama
dan identik dengan sel induk, peristiwa pembelahan sel somatis semacam ini disebut sebagai
mitosis. Mitosis adalah pembelahan sel dimana berlangsung pembelahan dan pembagian
nukleus beserta kromosom-kromosom di dalamnya (H. Suryo, 1995:455).

Tumbuhan pada masa awal perkembangan mengalami pertumbuhan sangat banyak,


tumbuhan mengalami pembelahan sel secara tidak langsung yang disebut juga dengan
mitosis. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti
dari sel somatis secara berturut-turut. Proses ini terjadi bersama-sama dengan pembelahan
sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel (sitokinesis). Proses ini mempunyai peranan
penting dalam pertumbuhan dan perkembangan pada hampir semua organisme (L.V.
Crowder, 1988: 324).
Mitosis berlaku pada pembelahan inti sedangkan pembelahan sitoplasma disebut
sitokinesis. Pembelahan inti terdapat pada embrio seluruh jaringan (W. Yatim,1983:213).

Seluruh sel somatik pada organism multiseluler adalah keturunan dari satu sel awal,
yakni telur yang terfertilisasi atau zigot, melalui proses pembelahan yang disebut mitosis.
Fungsi mitosis yang pertama adalah membran salinan yang persis sama dari setiap
kromosom, lalu membagikan set identik kromosom kepada masing-masing dari kedua sel
keturunan, atau sel nakan melalui pembelahan sel awal (sel induk). Interfase adalah periode
diantara dua mitosis yang berurutan dan terdiri atas tiga fase yaitu G1, S dan G2. Selama fase
S (sintesis), molekul-molekul DNA dari masing-masing kromosom mengalami replikasi

Mitosis Akar Bawang 2


hingga menghasilkan sepasang molekul DNA identik yang disebut kromatid (terkadang
disebut kromatid saudari). Masing-masing kromosom yang telah direplikasi itu lalu
memasuki mitosis dengan dua molekul DNA yang identik (Susan Elrod, 2007:445).

Selama bertahun-tahun para ahli biologi sel lebih banyak mencurahkan perhatiannya
kepada fase pembelahan sel karena perubahan-perubahan yang dramatis yang berlangsung di
dalamnya dapat diamati dengan mikroskop cahaya. Karena itu, mereka menganggap bahwa
interfase merupakan “fase istirahat”. Hasil-hasil penelitian yang mutakhir telah berhasil
mengungkapkan bahwa pada interfase sebenarnya berlangsung beberapa kegiatan yang
sangat intensif, antara lain biosintesis asam deaksiribonukleat (ADN) dan pembagian
komponen-komponen kromosom menjadi dua bagian yang sama. Sementara itu, ukuran sel
pun bertambah menjadi kurang lebih dua kali semula. Beberapa sel yang telah terdiferensiasi
jarang sekali membelah, misalnya limfosit, sedangkan pada mamalia, sel saraf (neuron) tidak
pernah membelah setelah individunya lahir. Dengan demikian, selama hidupnya neuron
tersebut tetap saja dalam interfase (Wayan Bawa, 1998 : 177-178).

Proses pembelahan mitosis terjadi pada semua sel tubuh makhluk hidup, kecuali apda
jaringan yang menghasilkan sel gamet. Proses pembelahan satu sel zigot menjadi sel tubuh
yang banyak jumlahnya terjadi secara mitosis. Dengan mitosis terjadi proses pertumbuhan
dan perkembangan jaringan dan organ tubuh makhluk hidup. Pada pembelahan mitosis,
gamet betina setelah dibuahi oleh gamet jantan akan bersifat diploid (2n) dan dinamakan
zigot. Dalam perkembangannya zigot ini akan membelah berkali-kali dan proses pembelahan
sel ini dinamakan mitosis (Suryo, 1984:42).

Praktikum Mitosis Akar Bawang (Allium cepa L.) ini bertujuan untuk membuat bagan

tahapan penyediaan squash ujung akar dengan acetocarmine untuk memperlihatkan proses

mitosis. Dan menjelaskan setiap fase yang terjadi pada proses mitosis.

BAHAN DAN METODE

Waktu dan Tempat

Praktikum Mitosis Akar Bawang dilaksanakan pada hari Selasa, 09 Mei 2017 di

Laboratorium Terpadu, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,

Mitosis Akar Bawang 3


Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung.

Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu mikroskop, kaca objek, kaca penutup,

kaca arloji, jarum preparat, pisau atau silet, lampu spirtus, akar bawang bombay, botol

bermulut besar, alkohol 70%, asam asetat 1 M, larutan acetocarmine.

Cara Kerja

Prosedur kerja dari praktikum ini yaitu kira-kira 3-4 hari sebelum praktikum

dilakukan penyimpanan umbi bawang bombay di atas botol bermulut lebar yang berisi air.

Akar yang sedang aktif tumbuh dengan panjang sekitar 2,5 cm – 5 cm paling baik digunakan

untuk praktikum ini. Ujung akar yang panjangnya 3 – 4 cm dipotong dan diletakkan segera

pada kaca arloji yang berisikan 1 M asam asetat selama 30 menit. Kemudian ganti asam

asetat dengan larutan acetocarmine dan panaskan di atas nyala lampu spirtus sampai

mencapai suhu kira-kira 60oC (jaga jangan sampai mendidih). Setelah itu pindahkan

potongan ujung akar tersebut ke atas kaca objek yang telah ditetesi acetocarmine. Potong-

potong ujung akar dengan silet atau pisau. Tutup sediaan dengan kaca penutup. Balikkan dan

pegang diantara ibu jari dan telunjuk, kemudian tekan sambil sedikit didorong (squash).

Periksa sediaan tersebut di bawah mikroskop dengan pembesaran lemah (10x10). Lanjutkan

pengamatan dengan pembesaran kuat (10x45 atau 10x63).

Metode

Metode yang digunakan adalah dengan metode Squash dan pemberian pewarna

acetocarmine pada sampel bawang bombay (Allium cepa. L) dan bawang merah (Allium

ascalonicum. L).

Mitosis Akar Bawang 4


HASIL

Adapun hasil yang didapatkan dari pengamatan yang telah dilakukan, maka diperoleh data

sebagai berikut:

Tabel 1. Hasil Pengamatan Ujung Akar Bawang Bombay (Allium cepa. L)


No. Fase Pembelahan Gambar Praktikum Gambar Pustaka
1. Profase

(Dok. Pribadi, 2017) (Anonim, 2010)

2. Metafase

(Anonim, 2010)

3. Anafase

(Dok. Pribadi, 2017) (Gonzales, 2013)

4. Telofase

(Dok. Pribadi, 2017) (Iqbal, 2007)

Ket: Perbesaran 50 μm

Tabel 2. Hasil Pengamatan Ujung Akar Bawang Merah (Allium ascalonicum. L)


No. Fase Pembelahan Gambar Praktikum Gambar Pustaka

Mitosis Akar Bawang 5


1. Profase

(Dok. Pribadi, 2014) (Anonim, 2010)

Ket: Perbesaran 50 μm

PEMBAHASAN

Pembelahan mitosis merupakan proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik.

Pada pembelahan mitosis ini mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui

pembelahan inti secara berturut-turut, jumlah kromosom ini tetap pada setiap spesies, pada

sel akar bawang bombay dan bawang merah sendiri sama yang terbentuk berisi 16 kromosom

(2n). Adapun perbedaan yaitu pada morfologi kromosomnya, panjang relatif dan indeks

sentromernya yaitu pada bawang bombay mempunyai morfologi kromosom metasentrik

semua, panjang relatifnya 10,97 – 14, 52p dan indeks sentromernya 40,00 – 47,06. Pada

bawang merah morfologi kromosomnya juga metasentrik semua dan panjang relatifnya 10,75

– 13,98p, sedangkan indeks sentrimernya 41,06 – 50,00 (Supartiatun, 1997). Mitosis sendiri

hanya terjadi pada bagian makhluk hidup yang masih tumbuh,yaitu pada jaringan embrional,

pada tumbuhan mitosis terjadi pada ujung akar, ujung batang dan lingkaran kambium.

Mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa jam dan

merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan berlangsung terus-menerus. Jaringan

akar bawang bombay merupakan jaringan yang mudah ditelaah untuk pengamatan mitosis

(Sugiri, 1992).

Pada percobaan mengamati Mitosis Akar Bawang didapatkan hasil tabel 1. yang

menunjukkan terjadinya tahapan profase, anafase, dan telofase pada akar bawang bombay

(Allium cepa. L). Tahap profase dari hasil pengamatan tidak begitu jelas adanya benang

Mitosis Akar Bawang 6


kromatin yang menebal, namun yang dapat dijadikan acuan adalah bentuk inti selnya yang

bulat.Tahap profase ditandai dengan memadatnya benang-benang kromatin membentuk

kromatid. Benang-benang kromatin mulai memendek dan menebal. Pada tahap tersebut

benang spindle akan terbentuk, membran inti mulai menghilang hingga akhir profase,

nukleolus mulai menghilang dan kromatid akan bergerak menuju bidang ekuator

(Sastrosumarjo,2006).

Tahap metafase tidak ditemukan dari hasil pengamatan, hal ini mungkin dikarenakan

kekurangan praktikan dalam mengamati preparat maupun adanya tahapan yang kurang

maksimal pengerjaannya. Pada tahap metafase, kromatid yang terbentuk mulai bergerak ke

bidang ekuator dan mulai terikat oleh benang-benang spindle. Pada tahap ini sentromer dari

setiap kromosom berkumpul pada bagian tengah spindel pada bidang equator. Pada tempat-

tempat ini, sentromer-sentromer diikat oleh benang-benang spindel yang terpisah, dimana

setiap kromatid dilekatkan pada kutub-kutub spindel yang berbeda. Kadang-kadang benang-

benang spindel tidak berasosiasi dengan kromosom dan merentang secara langsung dari satu

kutub ke kutub yang lain. Pada saat metafase, sentromer-sentromer diduplikasi dan setiap

kromatid menjadi kromosom yang berdiri sendiri atau independen (Jai,2011).

Tahap anafase dari hasil pengamatan tidak begitu jelas adanya kromatid yang

bergerak menuju kutub, namun dapat diidentifikasi dari adanya benang-benang halus seperti

spindel pada bagian salah satu kutub meskipun tidak begitu jelas penampakannya. Tahap

anafase ditandai dengan dua sister kromatid (kromosom) bergerak ke arah kutub berlawanan.

Sentromernya tertarik karena kontraksi dari benang gelendong. Selain itu mungkin ada gaya

tolak menolak dari pembelahan sentromer itu. Terjadi penyebaran kromosom dan DNA yang

seragam di dalam sel. Pada akhir anafase sekat sel mulai terbentuk (Rahma, 2011).

Pada tahap telofase, hasil pengamatan menunjukkan kedua sel mulai terpisah dimana

sel anak sudah memiliki kromosom sendiri. Pada tahap telofase nampak adanya dinding

Mitosis Akar Bawang 7


pemisah yang berupa sekat yang belum sempurna yang memisahkan kromosom-kromosom

yang telah mencapai kutub. Sekat belum sempurna dan sel belum benar-benar terpisah tetapi

tanda akan terbentuknya dua sel sudah mulai tampak. Penampakan kembali nukleus,

merupakan tanda bahwa mitosis sudah berakhir.

Pada hasil pengamatan mitosis akar bawang merah (Allium ascalonicum. L) tabel 2.

hanya dapat diidentifikasi tahap profase saja yang bercirikan bentuk inti sel bulat. Gambar

literatur sebagai pembanding dari gambar dokumentasi hasil pengamatan yang didapat.

Dalam praktikum mitosis kali ini belum diperoleh hasil pengamatan yang maksimal yang

dikarenakan beberapa faktor. Pada gambar hasil pengamatan banyak yang tidak begitu jelas

dikarenakan perbesaran yang kurang, kurang maksimalnya praktikan dalam pengerjaan, dan

kekurangan praktikan dalam mengamati preparat (human error). Adapun tahapan-tahapan

mitosis yang tidak terdapat pada hasil pengamatan karena dimungkinkan tahapan tersebut

belum terlihat/belum terjadi. Selain itu pengamatan sel dilakukan secara random, tidak

terfokus pada satu sel saja.

Penggunaan asam asetat dalam percobaan ini adalah untuk melunakkan dinding sel

agar mudah saat melakukan pemotongan dan pemencetan (squash), penambahan alkohol

70% untuk menyegarkan kembali sel-sel akar bawang, sedangkan pemberian pewarna

acetocarmine adalah agar benang-benang kromatin dapat menyerap warna tersebut sehingga

memudahkan dalam pengamatan. Sebelum diamati dibawah mikroskop preparat tersebut

difiksasi diatas lampu spirtus, tujuan dari melewatkan preparat diatas spirtus adalah agar

penyerapan warna lebih cepat dan lebih terlihat jelas ketika pengamatan.

Sitokinesis pada sel tumbuhan berbeda dengan sel hewan, pada sel tumbuhan tidak

terbentuk lekuk cleavage. Hal ini disebabkan karena adanya dinding sel yang kaku.

Sitokinesis pada dinding sel tumbuhan tinggi melibatkan vesikula-vesikula yang berasal dari

badan golgi dan mikrotubul-miktotubul yang tersusun paralel dan disebut fragmoplas.

Mitosis Akar Bawang 8


Vesikula-vesikula yang berasal dari badan golgi berasosiasi dengan mikrotubula fragmoplas

dan ditranslokasikan sepanjang mikrotubula ke arah equator. Vesikula-vesikula tersebut

selanjutnya terakumulasi pada daerah dimana mikrotubula fragmoplas mengalami overlap.

Kemudian berfusi satu sama lain membentuk lempeng sel (cell plate). Lempeng sel meluas

secara lateral hingga mencapai membran plasma, dan dua sel baru terpisah secara sempurna

dengan terbentuknya dinding sel baru (Schultz-Schaeffer, 1980).

KESIMPULAN

Dari pengamatan yang telah di lakukan maka dapat disimpulkan bahwa mitosis berfungsi

dalam pertambahan jumlah sel yang terdapat pada jaringan meristematik seperti ujung akar

bawang. Tahap-tahap yang teridentifikasi pada pengamatan akar bawang bombay (Allium

cepa. L) yaitu tahap profase, anafase, dan telofase. Sedangkan, pada pengamatan akar

bawang merah (Allium ascalonicum. L) tahapan yang teridentifikasi adalah profase. Preparat

diberikan asam asetat untuk melunakkan dinding sel dan diberi pewarna agar benang-benang

kromatin terlihat jelas. Pada pembelahan mitosis terdiri dari lima tahap yaitu profase,

metafase, anafase dan telofase. Pada mitosis tidak terjadi proses pindah silang seperti pada

meiosis tetapi kromoson dari induk akan diturunkan secara identik kepada sel anak. Hasil dari

mitosis berupa dua sel anak yang memiliki kromosom yang identik dengan induknya.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim1http://www.uaz.edu.mx/2010/histo/Pics2/1_25_50.jpg diakses tanggal 16 Mei 2017.


Anonim2http://www.generasibiologi.com/2012/08/pembuatan-preparat-mitosis-
dengan.htmldiakses tanggal 16 Mei 2017.
Bawa, Wayan. 1988. Dasar-Dasar Biologi Sel. Jakarta : Depdikbud.
Elrod, Susan. 2007. Teori Dan Soal-Sol Gentika Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga.
Gerking, Shelby.1969. BIOLOGICAL SYSTEMS.Arizona: Arizona State University Press.
Gonzales, A.M. 2013. BOTANICA.Argentina:Universidad nacional del nordeste.

Mitosis Akar Bawang 9


http://www.biologia.edu.ar/botanica/tema9/9-2mitosis.htm diakses pada 16 Mei 2017.
Jai.2011. Analisis Mitosis pada Ujung Akar Bawang Merah Bawang Bombai dan Aglonema.
Bogor:IPB Press.
http://jai.staff.ipb.ac.id/2011/02/04/analisis-mitosis-pada-ujung-akar-bawang-merah-
bawang-bombay-dan-aglaonema/ diakses pada 16 Mei 2017.
Rahma,F. 2011. ModulMateriPembelahanSel.Cirebon: Institut Agama Islam Negeri Syekh
Sudjati .
http://www.academia.edu/6035548/MODULMATERI_PEMBELAHAN_SELdiaskses
tanggal 16 Mei 2017.
Sastrosumarjo, S.2006.Panduan Laboratorium.Bogor:IPB Press
Schulz-Schaeffer, J. 1980.Cytogenetics : Plants, Animals, Humans. Springer-Verlag.New
York, Heidelberg, Berlin.
Sugiri, N. 1992. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Supartiatun, Eti. 1997. Jumlah dan Morfologi Kromosom Beberapa Jenis Tanaman Bawang.
Undergraduate Thesis, FMIPA UNDIP.
Suryo, H. 1996. Sitogenetika. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Watson, James. 1988. DNA Rekombinan Suatu Pelajarn Singkat. Jakarta : Erlangga.
Yatim, W. 1983. Genetika. Yogyakarta: Tarsito.

Mitosis Akar Bawang 10