Anda di halaman 1dari 30

KOMUNIKASI BISNIS

“KOMUNIKASI INFORMASI LEWAT INTERNET DAN TEKNOLOGI LAIN,


MENEMUKAN, MENGEVALUASI, DAN MEMPROSES INFORMASI,
SERTA MENGKOMUNIKASIKAN INFORMASI LEWAT GRAFIK DAN
ALAT VISUAL LAINNYA”

OLEH:

KELOMPOK 11

NAMA NIM

LUH ADE KUSUMA YANTI 1607532004

A.A. ISTRI SYANIA VIHIRA NANDA 1607532006

NI KADEK ELMA KARDIYANTI 1607532028

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNID

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Komunikasi adalaha suatu aspek kehidupan manusia yang paling mendasar, penting, dan
kompleks. Kehidupan sehari-hari kita sangat dipengaruhi oleh komunikasi kita sendiri dengan
orang lan, bahwa oleh pesan yang berasal dari orang yang kita tahu. Kegiatan komunikasi
dalam suatu organisasi sangat diperlukan karena berguna untuk saling bertukar ide atau
gagasan, memberikan informasi hingga dapat mengambil sebuah keputusan bersama. Bahkan
diantara staff-staff dalam suatu organisasi juga diperlukan adanya komunikasi yang terarah,
baik itu dengan pimpinan maupun bawahan. Sedangkan diluar organisasi tersebut, diperlukan
juga adanya komunikasi antara staff organisasi dengan konsumen untuk mengetahui selera
konsumen dalam produk bisnis yang di produksi, komunikasi masyarakat maupun organisasi
lainnya sangat bermanfaat karena kita masyarakat sosial perlu komunikasi yang baik, dapat di
mengerti oleh orang lain.

Komunikasi bisnis merupakan hal yang penting dalam sebuah organisasi. Hal itu digunakan
untuk memberikan instruksi kerja, memimpin dan menghadiri rapat, wawancara calon
karyawan, presentasi bisnis hingga menyusun laporan bisnis. Tidak hanya komunikasi lisan,
bentuk komunikasi tertulis juga sangat diperlukan. Oleh sebab itu, dengan meningkatkan
efektivitas komunikasi bisnis secara tepat maka akan didapatkan beberapa keuntungan
diantaranya membawa dampak positif pada keberhasilan usaha bisnis serta mampu menunjang
karir para eksekutif dan staff suatu organisasi / perusahaan. Dalam komunikasi ada komunikasi
informasi lewat internet dan teknologi lain, menemukan, mengevaluasi, dan memproses
informasi, serta mengkomunikasikan informasi lewat grafik dan alat visual lainnya. Untuk
lebih lanjut akan di bahas dalam pembahasan berikut.
1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara mengkomunikasikan informasi lewat internet dan teknologi lain?


2. Bagaimana cara menemukan, mengevaluasi, dan memproses informasi?
3. Bagaimana cara mengkomunikasikan informasi lewat grafik dan alat visual lainnya ?

1.3 Tujuan

1. Untuk menegatahui cara mengkomunikasikan informasi lewat internet dan teknologi


lain.
2. Untuk mengetaui cara menemukan, mengevaluasi, dan memproses informasi.
3. Untuk mengetahui cara mengkomunikasikan informasi lewat grafik dan alat visual
lainnya ?
BAB II

PEMBAHASAN

1. Mengomunikasikan Informasi Lewat Internet Dan Teknologi Lain

Berkomunikasi Di Zaman Informasi

Dalam banyak perusahaan, rekan sekerja dan bahkan seluruh bagian tdak perlu lagi
berada di satu lokasi. Dewasa ini, system telepon canggih, mesin fax dan fotokopi yang tidak
mahal, serta computer yang berdaya guna tinggi tetapi ekonomis membuat orang dapat
telecommute, atau bekerja jauh dari kantor konvensional, baik dirumah, di jalan, atau di
berbagai negara. Bagi beberapa orang, sebuah computer kecil dan telepon yang berada dalam
saku baju menjadi ruang kerja yang dapat dibawa-bawa.

Walaupun demikian, ada beberapa kelemahan dari kemajuan teknologi komunikasi.


Salah satu hal, teknologi baru mengaburkan garis pembatas antara kehidupan di tempat kerja
dan kehidupan di rumah. “Sambungan diri” dan selalu dapat diakses, semakin lama semakin
banyak karyawan yang merasa harus segera menanggapi setiap pesan yang mereka terima ,
baik ketika berada di rumah, dalam perjalanan dinas, atau sedang liburan. Hal lain, teknologi
menyusup ke dalam privasi orang. Lebih lanjur, teknologi menghasilkan informasi yang
berlebihan. Internet tidak lagi air pasang; melainkan gelombang pasang. Dengan menekan
beberapa yombol, atau satu tombol, siapa pun dapat mengirimkan e-mail dan dokumen kepada
ratusan-bahkan ribuan-orang, apakah informasi benar-benar diperlukan atau tidak. Sebagai
akibatnya, karyawan dewasa ini dibanjiri dengan informasi yang jauh ebih banyak daripada
yang dapat mereka proses secara efektif.

Tentu saja, sebagai pelaku bisnis di masa depan, diharpkan mengetahui cara menggunakan
Internet dan teknologi lain untuk berkomunikasi secara efektif di tempat kerja.

1. Memahami Internet

Didefinisikan secara sederhana, internet adalah jaringan: satu kelompok computer yang
saling dihubungkan sehingga semuanya dapat berbagi informasi. Kadang-kadang jaringan
terletak dalam satu gedung atau tempat tertentu (disebut local area networks, atau LANs;
jaringan yang lain menghubungkan computer yang berada di tempat jauh (disebut wide area
networks, WANs). Internet kebetulan adalah jaringan terbesar di dunia dari banyak computer
yang saling berhubungan secara elektronik (juga dikenal dengan server).

Bagian internet yang paling sering digunakan adalah World Wide Web (www, atau Web).
Dikembangkan di tahun 1990, Web menggunakan system graphical user interface (GUI/0,
memudahkan pemakai untuk mencari, menampilkan, dan menyimpan informasi yang berada
dalam internet. Informasi ini biasanya disimpan dalam sebuah situs Web yang terletak di salah
satu dari banyak computer yang berbentuk jaringan dalam Internet. Sebuah situs Web
individual dapat teridri dai banyak halaman Web, dan agar dapat membaca halaman Web
memerlukan Web browser, perangkat lunak seperti Netscape Navigator atau Internet Explorer
dari Microsoft.

Homepage dari sebuah situs Web adalah layar primer yang diakes pertama kali oleh
pemakai ketika mengunjungi sebuah situs. Lebih lanjut, setiap halaman dalam situs Web
diidentifikasi dengan alamat unik yang dikenal sebagai uniform resource locator (URL).
misalnya http://www.amazon.com. Alamat ini diawali dengan http, yang merupakan singkatan
dari hypertext transfer protocol, protocol komunikasi yang membuat dapat menjelajah Web.
Bagian kedua dari alamat adalah nama situs yang terdaftar (dalam contoh amazon). Tidak ada
situs lain yang dapat menggunakan nama ini. Bagian ketiga dari alamat ini menunjukkan
apakah tuan rumah situs ini sebuah bisnis (com), lembaga pendidikan (edu), pemerintah (gov),
internasional (int), militer (mil), sumber jaringan /9net), atau organisasi nirlaba (org).

2. Apa yang Dapat Anda Lakukan di Internet?


1) Berkomunikasi dengan Orang Lain

Jaringan orisinil yang berkembang menjadi Internet didesain untuk memperbaiki


komunikasi antara para ilmuwan di Amerika Serikat. Dewasa ini, komunikasi tetap merupakan
salah satu penggunaan utama dari Internet. Tipe komunikasi termasuk Telnet, Internet
telephony, email dan videoconferencing.

Telnet adalah suatu kelas program aplikasi Internet yang membuat Anda dapat
berhubungan dengan induk yang jauh walaupun computer Anda bukan bagian permanen dari
jaringan yang didukung induk tersebut. Telnet membuat anda dapat melakukan kegiatan
interaktif normal dengan computer lain pada jaringan seolah-olah anda sedang duduk di
terminal di tempat itu. Misalnya, anda dapat menggunakan telnet untuk mengakses kartu
katalog perpustakaan local atau mungkin jaringan sekolah dari computer di rumajh.
Internet Telephony Sekarang pemakai internet dapat berkomunikasi secara lisan lewat
Internet. Walapun telepon telah malkukan fungsi ini selama beberapa decade, mengubah suara
tradisional menjadi sinyal digital dan mengirimkan lewat internet jauh lebih murah daripada
menelepon menggunakan jalur telepon analog standar.

E-Mail atau Pos Elektronik, adalah salah satu sifat Intenet yang paling bermanfaat untuk
bisnis. E-mail merujuk pada dokumen yang diciptakan, dikirimkan, dan dibaca seluruhnya
pada computer. Dokumen ini mungkin pesan teks sederhana, atau dapat menyertkan file yang
panjang dan komples atau program. Dibawah ini beberapa kelebihan menggunakan e-mail:

 Kecepatan. Email hamper bersifat seketika. Sebuah pesan e-mail sering tiba ditempat
tujuan di manapun di dunia dalam waktu beberapa detik.
 Biaya. Biaya mengirimkan e-mail biasanya lebih murah dibandingkan biaya pos kelas
satu dan jauh lebih murah dibandingkan biaya jasa pengiriman semalam.
 Kemudahan dipindahkan. Anda dapat menerima dan mengirimkan e-mail di mana pun
Anda dapat menghubungkan computer dengan jalur telepon.
 Kenyamanan. E-mail menyelesaikan masalah koordinasi panggilan telepon yang
berbeda zona waktu, dan menyelesaikan masalah “phone tag”. Bukannya
meninggalkan pesan singkat dan menunggu jawaban, Anda dapat mengirimkan dan
menerima pesan terinci, akurat.
 Menyimpan catatan. Anda dapat menyimpan dan mengatur pesan e-mail yang Anda
kirimkn dan terima, sehingga Anda akan mempunyai catatan komunikasi yang baik
mengenai proyek spesifik.
 Egalitarianisme. Dengan sebagian besar system e-mail, siapa pun dapat mengirimkan
pesan kepada hamper siapa pun. Karyawan tingkat rendah (yang mungkin dengan cara
lain tidak perna berhubungan dengan manajemen tingkat atas) dapat mengirimkan e-
mail kepada manajer puncak semudah kepada rekannya.
 Kerja sama. E-mail mendorong kerja sama yang lebih besar di antara karyawan dan
dapat meningkatkan produktivitas dengan merampingkan komunikasi. Di samping itu,
email membuat perusahaan relatif mudah mendistribusikan pekerjaan kepada karyawan
sementara, kontraktor independen, atau karyawan yang bekerja jauh dari kantor.
 Daftar alamat. Dalam program e-mail, anda dapat menyusun daftar alamat: kelompok
orang yang secara rutin anda kirimi informasi. Kemdian, kalua ingin mengirimkan
pesan, anda hanya perlu menentukan nama dalam daftar tanpa perlu mengetik nama
dan alamat individu lagi.

2) Mengirimkan File antara Komputer


 File transfer protocol (FTP) adalah sifat penting lain dari Internet. FTP membuat anda
download file dan upload file. Jutaan file bermanfaat, termasuk seni, music, materi
pendidikan, permainan, peta, foto perangkat lunak, dokumen, dan buku tersedia untuk
di download di Internet. Di samping itu, FTP membuat anda dapat melampirkan
dokumen yang telah di format pada e-mail. Sifat ini terutama bermanfaat dalam dunia
bisnis, kalau karyawan memindahkan memindahkan biodata, memo, laporan, surat,
naskah, dan sebagainya dari computer mereka ke computer lain. Ketika anda
melakukan download sebuah file atau lampiran, perangkat lunak FTP memotong-
motong file itu, mengirimkanmnya dan menyusun ulang dalam computer anda dalam
bentuk yang dapat dipakai.
3) Berpastisipasi dalam Diskusi Kelompok

Diskusi kelompokminternet membuat anda dapat berpartisipasi dalam topik diskusi


yang sedang berlangsung dengan orang lain dari seluruh dunia. Dua bentuk diskusi kelompok,
biasa di Internet: mailing list dan Usenet newsgroups. Discussion mailing llist, juga dikenal
sebagai list-serv. Adalah diskusi kelompok tempat anda berlangganan denga mengirimkan
pesan ke alamat e-mail daftar itu.

Usenet newsgroups berbeda dari discussion mailing list dengan du acara, pertama
pesan (disebut artikel) diposkan ke situs newsgroup. Tidak seperti mailing list, yang dikirim ke
alamat e-mail anda, artikel newsgroup harus diakses di situs newsgroup dengan menggunakan
program pembaca dalam Web browser anda. Dengan kata lain, newsgroup adalah tempat yang
anda kunjungi untuk membaca pesan yang diposkan, sedangkan discussion mailing list
menyampaikan pesan yang diposkan kepada anda. Kedua, pesan yang diposkan ke newsgroup
dapat dilihat oleh semua orang. Akan tetapi, pada umumnya anda harus mengisi beberapa
informasi pendahuluan (seperti nama anda) untuk memasang pesan.

4) Mencari Informasi

Salah satu penggunaan yang paling umum dari Internet adalah mencari dan mengakses
informasi. Pada Web, anda dapat menemukan berita, artikel, dan statistic mutahir, informasi
perusahaan; petunjuk untuk membuka usaha, membeli rumah, atau mengatur keuangan; uraian
mengenai produk dan jasa yang dijual, dan lain sebagainya. Jumlah informasi yang tersedia
nyaris tak terbatas, dan jumlah situs Web Internet meningkat setiap hari.

 Search Engine, juga disebut laba-laba atau pengelana, menjelajah Web secara otomatis,
menemukan situs Web, dan menempatkan Salinan dai halaman Web ini dalam
database-nya (biasanya disebut indeks atau katalog). Kadang-kadang laba-;aba ini
memerlukan waktu untuk mencari dan menambahkan halaman baru pada indeksnya.
Akan tetapi, sebelum suatu halaman diindekskan, halaman itu tidak dapat ditemukan
dalam Web dengan pencarian yang menggunakan search engine.
 Direktori, perbedaan antara search engine dan direktori adalah halaman web
ditambahkan pada database atau indeks. Search engine menggunakan robot otomatis
(perangkat lunak) untuk menemukan dan mengindeks situs Web, sedangkan direktori
menggunakan manusia melakukan tugas ini. Dengan kata lain, seseorang harus
mengajukan situs Web pada direktori, setelah itu manusia mengkaji ulang situs Web
dan menentukan situs pada kategori yang tepat dalam indeks direktori.
 Portals, search engine dan direktori juga dapat menjadi portal dengan menambahkan
sifat pada situs Webnya. Portal adalah gerbang Internet-perhentian pertama Anda etiap
hari pada Web-yang menawarkan beberapa cara untuk menjelajah rimba informasi pada
Internet. Situs Web seperti America Online, Yahoo!, Lycos, Infoseek, Microsoft
service network, dan Netscape adalah portal.
 Teknologi Dorong versus Tarik, di masa lalu sebagian besar orang memperoleh
informasi dari Internet dengan menggunakan search engine, dengan memasuki alamat
situs Web spesifik, atau dengan meng-klik hubungan hypertext. Tindakan ini pada
umumnya dirujuk sebagai menarik informasi dari internet. Sedangkan tekonologi
dorong adalah kebalikannya, anda tidak harus menarik informasi dari internet,
teknologi dorong menyampaikannya kepada anda.
 Agen Personal, dewasa ini agen personal adalah generasi erikutnya dari teknologi
dorong. Agen perangkat lunak ini menyusun informasi sesuai dengan minat anda dan
membuang tipe informasi generic yang sebelumnya dikirimkan oleh saluran dorong.
Akan tetapi, personalisasi seperti ini tidak otomatis, pertama pemakai harus mendaftar
situs Web agen personal. Berikutnya, pemakai harus menyusun profil terinci dengan
memasukkan pilihan individual dari daftar panjang kategori subyek. Setelah pemakai
menyelesaikan proses ini, agen personal menelusuri berbagai situs Web, menemukan
informasi yang cocok dengan pilihan pemakai, dan menyampaikan informasi ke dalam
komputernya.

3. Bagaimana Bisnis Menggunakan Internet untuk Berkomunikasi


1) Intranet, sebuah intranet adalah jaringan perusahaan privat yang menghubungkan
computer perusahaan di berbagai lokasi. Intranet menggunakan teknologi yang sama
dengan Internet dan World Wide Web, tetapi informasi yang disediakan dan hanya
dapat diakses dari jaringan computer perusahaan. Keunggulan dari Intranet adalah
mepermudah akses ke informasi perusahaan, selain itu intranet memungkinkan
karyawan untuk berkomunikasi dan bekerja sama. Keunggulan besar lain dari Intranet
adalah semua computer perusahaan dapat dihungkan padanya bahkan bila koputer ini
ini mempunyai system informasi internal yang berbeda. Tipe informasi yang dapat
ditemukan pada intranet,
 Manual kebijakan. Versi paling mutahir selalu tersedia bagi semua karyawan
tanpa harus mencetak raturan Salinan baru ketika kebijakan berubah.
 Lowongan pekerjaan. Posisi baru dipasang, dan karyawan sudah ada dapat
menyampaikan lamaran lewat internet.
 Presentasi materi yang dipakai oleh bagian pemasaran dan penjualan.
Perwakilan penjualan dapat memsukan materi penjualan dan pemasaran ke
situs pelanggan di seluruh dunia.
 Catatan dan informasi perusahaan. Catatan dari informasi perusahaan yang
disimpan dari internet dapat diakses dimanapun di dunia. Anda hanya
memerlukan hubungan internet dan kata kunci yang tepat.
 Program atau potongan perangkat lunak yang mungkin bermanfaat bagi
pemrogram lain. Hewlett-Packard menyimpan “mesin penjual perangkat
lunak” berupa kode di intranet. Sebelum menciptakan kode baru, pemrograman
mula-mula memeriksa apakah ada suatu program yang dapat digunakan atau
dimodifikasi.
2) Ekstranet, adalah jaringan terorganisasi yang memperbolehkan orang berkomunikasi
dan bertukar data dalam jaringan yang diamankan. Ekstranet memperbolehkan orang
yang sudah diseleksi dari luar-seperti pemasok dan pelanggan-untuk menggunakan
jaringan.
Menjajaki Inovasi Dalam Teknologi Komunikasi Lain

1. Sistem Telepon

System telepon semakin lama semakin berbeda dari telepon yang anda pakai di rumah,
sebenarnya, banyak yang berfungsi seperti computer dengan telepon melekat padanya. System
call-management memberikan kendali yang lebih baik pada perusahaan atas telepon yang
masuk dan keluar. Untuk telepon masuk, system PBX (private branch exchange) dapat
menyaring dan memindahkan saluran telepon. Beberapa dilakukan oleh operator manusia;
yang lain hamper atau seluruhnya diatur oleh computer. Untuk telepon keluar, computer dapat
melacak siapa menelepon siapa, memutar nomor secara otomatis dari daftar pelanggan
potensial, dan melakukan tugas lain yang menghemat waktu dan uang.

2. Voice Mail dan Perangkat Lunak Pengenal Suara

Kombinasi telepon dan computer juga meningkatkan pemakaian voice mail di tempat kerja.
Jauh lebih canggih daripada mesin penjawab, dengan voice mail anda dapat mengirimkan,
menyimpan, dan memutar ulang pesan lisan ke nomor “kotak pos” berapa pun dalam system.
Pesan dapat dibuat beberapa menit panjangnya, dan anda dapat mengkaji ulang rekaman
sebelum mengirimkannya. Walaupun dapat membuat karyawan lebih produktif, voice mail
tidak disukai secara universal. Keluhan terbesar dating dari pelanggan yang mencoba
menelepon sseorang tetapi harus mendengarkan rekaman yang panjang dan menu terlebih
dahulu hanya untuk dipindahkan ke rekaman menu yang lain.

Menangani Tantangan Komunikasi Dalam Zaman Informasi

1) Kelebihan Informasi

Akibat kemajuan teknologi, dewasa ini pekerja dapat segera mengakses semua data yang
mereka inginkan; ini adalah impian Zaman Informasi yang sudah menjadi kenyataan. Tetapi,
ada kekurangan dari kemudahan pertukran infromasi ini. Untuk satu hal, data dalam jumlah
berlebihan menbajiri karyawan dan pelanggan seperti hujan yang terus-menerus. Hal lain,
orang merasa sulit membedakan informasi yang berguna dan yang tidak berguna serta antara
mana yang benar-benar penting dan mana yang rutin.
Sebenarnya, karena organisasi dewasa ini beroperasi dengen kecepatan tinggi, keadaan
mendesak ini yang jelas kelihatan menyebabkan segala sesuatu-termasuk masalah sepele-
tampak penting. Tentu saja, beberapa orang menangani kelebihan informasi dengan menggeser
waktu dan tempat mereka menangani pesan.

Kalau beberapa perusahaan mengatasi kelebihan informasi dengen mendorong karyawan


untuk mengirim lebih sedikit e-mail dan dengan mencegah menggunakan kata penting, yang
lain menggunakan tindakan yang lebih ekstrem. CEO Compute Associates, misalnya,
memerintahkan system e-mail perushaan ditutup selama dua jam sehari. Perusahaan lain
merevisi sitem distribusi informasi lebih pada strategi Tarik.

2) Keamanan Data

Sebelum ada computer, pada umumnya perusahaan melakukan sebagian besar


bisnisnya menggunakan kertas. File penting dan dokumen disimpan dalam tempat yang
dikunci, dan kalua ada yang dikirimkan antar kantor atau kota lain, tindakan pengamanan selalu
digunakan. Lebih lanjut, hanya sejumlah kecil orang yang dapat mengakses data perusahaan
yang penting. Tetapi peralihan dari system berdasarkan pada kertas ke manajemen data
elektronik membuka ancaman terhadap keamanan perusahaan.

Jaringan global meningkatkan kemungkinan bahwa mengirimkan informasi penting lewat


intranet atau internet akan jatuh ke tangan orang yang keliru. Tentu saja, cyberterrorisme-
serangan yang direncanakan pada system informasi perusahaan untuk tujuan politik atau
ekonomi-benar-benar merupakan ancaman. Tetapi ancaman keamanan yang lebih besar adalah
jaringan tanpa keamanan yang memadai. Jaringan yang mudah diserang dapat menjadi sarang
teknologi tinggi yang membiarkan pengacau mencuri atau merusak data yang peka, karena data
digital jau lebih mudah disalin dan disebarluaskan dibandingkan dokumen kertas.

3) Privasi Informasi dan Produktivitas Karyawan

Banyak karyawan secara keliru percaya bahwa e-mail dan voice-mail mereka bersifat
privat. Dan mereka terkejut ketika e-mail tiba ditempat yang tidak dimaksudkan. E-mail dan
voice mail dapat digunakan sevagai bukti dipengadilan dan voice mail tidak hilang. Ini mudah
diserang predator untuk menerobos masuk ke dalam voice mailbox. Oleh karena itu, pedoman
yang baik adalah tidak mengatakan apapun pada email dan voice mail yang tidak anda
inginkan.
Masalah produktivitas lain yang berkaitan dengan kemudahan diakses adalah
kemacetan lalu-lintas. Baru-baru ini, internet dapat dipikirkan sebagai sebuah jalan bebas
hambatan dengan titik akses tak terbatas dan tidak ada pengendalian lalu lints. Ciri ini
mengakibatkan kekuatan dari internet , yaitu kemudahan diakses menjadi kelemahan bagi
pemakai yang perlu dengan cepat memindahkan data dalam jumlah besar. Kalua lalu-lintas
padat, segala sesuatu menajdi lambat. Lebih lanjut, tidak ada jalan untuk memisahkan pemakai
internet tingkat atas dari jutaan orang menggunakannya terutama untuk mengirim e-mail.
Konsekuensinya, peneliti di lebih dari 100 universitras mencoba mengumpulkan dukungan dan
pendanaan untuk menambah jalur bebas hambatan pada Internet.
2. Menemunkan, Mengevaluasi, Dan Memproses Informasi

Mengorganisasikan Proses Riset

Gambar: 1.1 Poses Riset

 Baca mengenai latar belakang


Langkah 1 : Menentukan  Cari informasi isu, masalah, peluang yang berkaitan
tujuan riset dan rumusan  Penjelasan penugasan dan persempit fokus
masalah riset  Kembangkan pertanyaan
 Buat garis besar pendekatan
 Kenali kata kunci dan subjek

 Kenali dan akses sumber informasi sekunder terbaik


Langkah 2 : Menentukan
 Sertakan buku, database, majalah, internet
pendekatan riset dan  Buat catatan singkat, fotokopi, download, cetak
Mengakses Informasi  Perbaiki telnik mencari
 Kenali dan akses sumber infomasi primer: dokumen
pengamatan, wawancara

 Uji kredibilitas, bias, kemutakhiran, kelengkapan,


Langkah 3:
akurasi
Memformulasikan desain
 Prioritaskan dan hilangkan sumber yang lemah
riset (research design) dan
 Jembatani kesenjangan dengan riset tambahan
menentukan hasil akhir
sumber

 Baca materi dan buat catatan


Langkah 4: memproses  Catat informasi bibligrafis
informasi  Ubah frasa dan kutip
 Berikan penghargaan yang tepat

Langkah 5: Menyiapkan
 Cari pola
dan menganalisis serta
 Buktikan atau tolak kesimpulan
menginterprestasikan

Langkah 6 :  Putuskan cara terbaik penyajia presentasi


visual, laporan tertulis, atau persentasi
Menyajiakan Hasil
lisan
Temuan Anda
 Putuskan rencana organisasi terbaik
 Organisasikan informasi dari berbagai
sumber
 Tulis naskah, edit, danrevisi
Enam Langkah Proses Riset :

Langkah 1 : Menentukan tujuan riset dan rumusan masalah riset

1) Menetukan tujuan riset

Sebelum kita melakukan sebuah riset, kita harus mengetahui masalah apa yang ingin kita
cari tahu jawabannya melalui penelitian kita. Dalam tahap ini kita mengumpulka infomasi
untuk mendapatkan tujuan penelitian yang akan kita lakukan, latar belakang informasi yang
relevan, dan bagaimana informasi tersebut dapat bermanfaat bagi kehidupan. Biasanya
individu atau organisasi melakukan riset untuk tiga tujuan dasar :

a. untuk mempengaruhi atau membujuk audiensi,


b. untuk membuat inovasi baru,
c. untuk memahami atau memprediksi perilaku manusia atau fenomena.

Bagi perusahaan, riset biasanya berperan penting dalam menyediakan informasi yang
diperlukan untuk mengambil kebijakan (baik di level low management hingga top
management), maka sebelum melakukan riset kita perlu melakukan diskusi pihak manajemen
agar hasil riset dapat membantu menjawab masalah perusahaan. Beberapa tujuan riset bagi
perusahaan diantaranya untuk mengetahui potensi pasar yang baru, alasan mengapa penjualan
menurun, untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, dan sebaginya. Agar memperoleh definisi
masalah yang jelas kita dapat melakukan evaluasi terhadap internal perusahaan dan
membandingkannya dengan kompetitor, mengikuti perkembangan dunia usaha yang digeluti
perusahaan, dan lainnya.

2) Mengembangkan Subpertanyaan dan Garis Besar Pendekatan

Bila tidak membagi-bagi pertanyan utama untuk menjadi subpertanyaa, usaha riset
kemungkinan akan berakhir frustasi dan kegagalan. Dua sistem yang dipakai secara luas untuk
membuat garis besar yaitu sistem alfanumerik dan sistem desimal. Sistem alfanumerik adalah
sitem sandi paling sederhana, sistem penyimpanan berkas yang didasarkan kombinasi huruf
dan angka. Kode huruf menunjukkan suatu informasi tentang isi file. Pengaturan angka dan
nama-nama subyek sering digunakan system alfanumerik ini. Subyek mengikuti susunan
ensiklopedi yang terkait dengan pengelompokkan Arsip dibawah kelompok utama. Judul
subyek ditandai nomor yang menunjukkan kelompok utama dan sub-subnya. Sistem dapat
dikombinasikan antara abjad, nomer yang dapat menunjukkan subyek atau lainnya.. Prinsipnya
adalah mengganti setiap huruf dari kata yang akan ditranskripsi menjadi angka sesuai urutan
abjad, misalnya A diganti menjadi 1, B menjadi 2, C menjadi 3, dan seterusnya. Sebagai contoh
misalnya “KATA”, jika ditranskripsi menjadi angka akan menjadi 11-1-20-1. Sedangkan
Sistem desimal adalah sistem penyimpanan berkas berdasarkan, Bilangan yang menggunakan
10 angka mulai dari 0 sampai 9 berturut turut. Setelah angka 9, maka angka berikutnya 10, 11,
12, dst

Langkah 2 : Menentukan pendekatan riset dan Mengakses Informasi

1) Menentukan pendekatan penelitian


Setelah kita mengetahui apa yang ingin diteliti, kemudian kita menentukan pendekatan
penelitian. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan meliputi pencarian teori yang mendasari,
membuat rumusan masalah dan hipotesis . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian bisa
berbeda tergantung pada masalah apa yang ingin diteliti. Secara umum ada empat pendekatan
penelitian, antara lain:

 Pendekatan kuantitatif (quantitative approach), yaitu pendekatan riset yang umumnya


berasosiasi dengan paradigma positif dimana periset memiliki satu atau beberapa
hipotesis awal. Pada pendekatan ini data dikumpulkan dan diubah menjadi angka-angka
sehingga dapat dilakukan perhitungan statistik.
 Pendekatan kualitatif (qualitative approach), biasanya berasosiasi dengan paradigma
konstruk sosial. Pendekatan ini pada dasarnya adalah merekam, menganalisa, dan
menggali pemahaman mendalam mengenai sesuatu seperti perilaku manusia. Tujuan
dari pendekatan ini adalah untuk mendapatkan pemahaman mendalam dari pengalaman
seseorang, bukan untuk men-generalisir terhadap semua orang.
 Pendekatan pragmatis (pragmatig approach/ mixed method) yaitu menggunakan
gabungan pendekatan (kualitatif dan kuantitatif) untuk menjawab satu masalah
penelitian. Misalnya, peneliti ingin mengetahui apa yang mendorong konsumen untuk
membeli produk jus kaleng. Langkah awal peneliti tersebut melakukan wawancara ke
beberapa konsumen dan diperoleh beberapa faktor pendorong. Kemudian periset
menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji apakah faktor-faktor tersebut juga
mempengaruhi konsumen lain.
 Pendekatan advokasi (advocacy/participatory approach). Tujuan utama dari pendekatan
ini adalah untuk memberi perubahan positif atau mempengaruhi orang lain bukan untuk
mendeskripsikan sesuatu. Pada pendekatan ini partisipasi aktif dari
responden/narasumber diperlukan dan biasanya peneliti menjadi bagian dari kelompok
yang ditelitinya.

2) Mengakses Informasi

Perpustakaan adalah lembaga yang mengelola berbagai sumber informasi. Sumber


informasi di perpustakaan terdiri dari berbagai jenis, seperti monograf, rekaman suara, gambar
bergerak, peta, lukisan, dan lain sebagainya. Secara garis besar, sumber informasi yang dikelola
oleh perpustakaan dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu sumber informasi primer dan
sumber informasi sekunder.

a) sumber informasi primer.

Sumber informasi primer, atau disebut juga sumber primer merupakan sumber
informasi yang memuat informasi asli yang dapat dituangkan dalam bentuk kata,
gambar, ataupun objek lainnya. Informasi yang terkandung di dalam sumber primer
seringkali tidak mengalami proses penyuntingan, sehingga informasi yang disajikan
murni apa adanya. Dengan kata lain, sumber primer merupakan sumber informasi yang
tidak dilengkapi oleh penafsiran, evaluasi, analisis, peringkasan, atau berbagai jenis
komentar dari si pengarang. Namun demikian, sumber primer tidak diterbitkan hanya
dalam bentuk tertulis. Memoar dan sejarah lisan juga dapat dikategorikan sebagai
sumber primer.

Sumber primer biasanya dihasilkan oleh orang-orang yang terlibat langsung


dalam suatu peristiwa, kegiatan, atau kehidupan seseorang. Sumber primer seringkali
dihasilkan pada saat atau sesaat setelah suatu peristiwa terjadi, sehingga dapat
dikatakan bahwa sumber primer merupakan bukti pertama dari suatu peristiwa.
Beberapa contoh sumber informasi primer, di antaranya yaitu : Korespondensi; Buku
harian; Artefak; Rekaman sejarah lisan; Data penelitian; Foto; Memoar dan
autobiografi; Pidato; Karya kreatif; Peta; Koran; Naskah kuno

b) sumber informasi sekunder.

Secara garis besar, sumber sekunder dapat dipahami sebagai sumber informasi
yang menyajikan penafsiran, analisis, penjelasan, ulasan dari pengarang terhadap topik
tertentu. Sumber sekunder bisa juga berupa analisis atau paparan yang mengambil
sumber primer sebagai objek pembahasannya, sehingga dapat dikatakan bahwa sumber
sekunder merupakan reproduksi dari sumber primer. Seringkali, sumber sekunder
ditulis atau direkam bertahun-tahun setelah suatu peristiwa bersejarah terjadi. Pada
beberapa kesempatan, sumber sekunder juga digunakan sebagai sarana untuk
mengajukan pendapat ataupun mengungkapkan pernyataan yang mendukung pendapat
penting dari seseorang maupun kelompok tertentu. Contoh sumber sekunder: Monograf
/ buku teks; Ensiklopedi; Paparan tentang fotografi; Editorial; Ulasan mengenai pidato;
Artikel majalah atau jurnal; Analisis data penelitian; Tinjauan (review) artikel dan
literatur; Tesis dan disertasi; Biografi; Indeks dan abstrak; Kamus

Langkah 3: Memformulasikan desain riset (research design) dan menentukan hasil akhir
dari sumber

Sama seperti dua langkah sebelumnya, tahap formulasi desain riset ini masih dalam
proses perencanaan., desain penelitian merupakan acuan (guideline) dalam melakukan riset.
Dalam tahap ini kita memilih klasifikasi riset yang akan digunakan, membuat hipotesis (untuk
penelitian kuantitatif), menentukan metode pengambilan data, merancang alat pengumpulan
data dan skala pengukuran, memilih dan menentukan jumlah responden, dan merencanakan
metode analisis data. untuk memilih desain riset kita dapat melihat pada contoh jurnal riset
yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Langkah 4 : Memperoleh Informasi

Proses pengumpulan data meliputi pemilihan wilayah kerja, melakukan training tenaga
lapangan, supervisi, validasi data, dan evaluasi. Hal terpenting dalam pengumpulan data adalah
tenaga surveyor (untuk yang menggunakan survey) dan interviewer (untuk yang melakukan
interview) sudah terlatih dalam mengumpulkan data. Hal ini dikarenakan proses pengumpulan
data memakan waktu yang cukup panjang sementara biasanya hasil riset dibutuhkan segera.
Selain itu dalam tahap ini biasanya kerap terjadi eror sehingga perlu dilakukan supervisi dan
evaluasi.
Mendokumentasikan sumber dan memberikan penghargaan, jika mengutip atau
membuat parafarsa dapat meghindarkan plagiarisme, mengunakan kata-kata atau gagasan
orang lain tanpa memberikan penghargaan yang tepat dengan medokumentasikan sumber asli
menggunakan salah satu dari sistem dokumentasi sumber laporan. Mendokumentasikan
sumber lewat catatan kaki, catatan bagian akhir , atau beberapa sistem serupa berlaku untuk
buku, artikel, tabel, bagan, diagram, lirik lagu, dialog dituliskan, surat pidato bahan yang anda
gunakan untuk pengumpulan data. Bila membuat parafrasa materi , lebih baik memberikan
penghargaan pada orang yang memberikan informasi asli kepada anda. Melakukan training
kepada tenaga lapangan sebelum memulai pengumpulan data.

Langkah 5: Menyiapkan dan menganalisis serta menginterprestasikan data

Setelah menyelesaikan riset dan membuat catatan, selanjutnya membuat analisis untuk
menganalisis data yang dikumpulkan dan menginterprestasikan hasil temuan. Dengan
sendirinya, data yang sudah dikupulkan tidak akan memberikan banyak arti atau pemahaman.
Perlu mencari hubungan antara fakta dan potongan-potongan bukti yang dikumpulkan.
Analisis dari fakta-fakta ini dan interprestasikan hasil temuan akan memberikan informasi yang
diperlukan untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan sebuah masalah. Data-data yang
sudah dikumpulkan tersebut kemudian diperiksa atau di-edit. Kemudian dilakukan coding
(pemberian kode untuk mempresentasikan setiap respon dari pertanyaan). Setelah itu dibuat
trankrip dan disimpan dalam media penyimpan, atau diinput langsung ke dalam komputer. Data
yang sudah diinput kemudian diolah menggunakan software agar dapat dianalisis.

Langkah 6: Menyajiakan Hasil Temuan Anda


Bila tujua riset tidak dapat menjelaskan sendiri maka dapat menyampaikan dengan
memilih format yang terbaik untuk menyampaikan informasi. Agar hasil temuan penelitian
dapat bermanfaat dalam pengambilan keputusan dan dapat dimengerti oleh orang lain maka
hasil riset tersebut harus dibuat laporannya. Misalnya beberapa kasus surat sederhana atau
pesan e-mail dapat digunakan. Format laporan umumnya menyertakan: tujuan dan masalah
yang diriset, metode penelitian yang digunakan, temuan-temuan penting, serta kesimpulan dan
saran. Laporan tersebut harus dibuat dalam bentuk yang komprehensif dan mudah dibaca.
Dapat juga menyususn tabel dan grafik yang disertai laporan untuk digunakan dalam persentasi
lisan
3. Mengkomunikasikan Informasi Lewat Grafik dan Alat-Alat Visual Lain
1) Merencanakan Alat Bantu Visual
Menyampaikan gagasan penting adalah alasan utama pelaku bisnis untuk menggunakan
grafik dan alat-alat visual lain dalam laporan proposal maupun presentasi mereka. Dalam
penyajian umumnya dimulai dengan introduksi yang kemudian akan dilanjutkan dengan isi,
penjelasan dan pemahaman kemudian disajikan alat bantu visual. Namun ada pelaku bisnis
yang memilih memulai dengan alat bantu visual di awal yang memiliki kelebihan antara lain:
 Memberi titik awal visual
 Mengembangkan alur cerita grafik untuk laporan tertulis dan presentasi lisan
 Menghemat waktu dengan menyiapkannya sebelum menulis
2) Alasan Para Profesional Bisnis Menggunakan Alat Bantu Visual
Profesional bisnis menggunakan alat bantu visual dapat membuat laporan atau presentasi
lebih menarik, terlebih alat bantu visual adalah cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan
penerima yang beragam yang dijumpai di lingkungan bisnis. Dalam dunia kerja yang
berorientasi pada angka, orang amat mengandalkan gambar. Orang berpikir berdasarkan garis
kecenderungan, kurva distribusi, dan persentase. Penyajian dalam alat bantu visual juga
umumnya lebih universal seperti misalnya garis pada grafik yang naik ke atas akan
menandakan peningkatan. Namun, sebaiknya materi ilustrasi visual dalam laporan hanya
digunakan sebagai pendukung bukan menggantikan kata tertulis atau lisan.
3) Proses “Memvisualisasi” Informasi

Ketikai mulai menyusun laporan atau presentasi, penyusun akan dihadapkan dengan banyak
data mentah yang informasinya harus disortir dan dikumpulkan dalam fase riset. Selanjutnya,
akan mulai diteliti hubungan antar data dan menarik kesimpulan. Proses ini membantu
mengambil keputusan mengenai pesan.

Mengambil Keputusan Mengenai Pesan

Dalam pengambilan keputusan pesan, maka harus diketahui tujuan pesan dan alat bantu
visualnya, dimana informasi tersebut akan disajikan dalam tabel berikut:
Kapan Menggunakan Alat Bantu Visual
Tujuan Aplikasi
Untuk Menjelaskan Mendukung uraian teks mengenai topik-topik "grafik"
: kuantitatif atau informasi numerik; penjelasan dari
kecenderungan; uraian prosedur, hubungan, lokasi;
atau komposisi dari sesuatu
Untuk Menyederhanakan Memecah uraian rumit menjadi komponen-komponen
yang dapat digambarkan dengan model konseptual,
diagram alur, bagan orgnanisasi, atau diagram
Untuk Menekankan Menarik perhatian pada butir penting tertentu dengan
memberikan ilustrasi menggunakan grafik garis,
grafik balok, dan grafik kue pie
Untuk Meringkas Mengkaji ulang butir-butir utama dalam naratif
dengan menyediakan bagan atau tabel yang meringkas
data
Untuk Memperkuat Menyajikan informasi dalam bentuk visual dan tertulis
untuk meningkatkan ingatan pembaca
Untuk Menarik Membuat materi tampak lebih menarik dengan
menghias sampul atau halaman judul dan menyisipkan
alat bantu visual di tengah teks
Untuk Memberi Kesan Membina kredibilitas dengan mengemukakan gagasan
dalam bentuk visual untuk menyampaikan kesan
otentik dan ketelitian
Untuk Menyatukan Menggambarkan hubungan di antara titik-misalnya,
dengan diagram arus.

Mengenai Hal yang Memerlukan Dukungan Visual

Setelah memilih tujuan serta garis besar informasi, maka dapat ditentukan bagian mana yang
akan diilustrasikan dengan grafik. Lakukan pula analisis lebih lanjut dengan menentukan alat
bantu visual lain.
Mempertahankan Keseimbangan Antara Ilustrasi dan Kata-Kata

Ketikamerencanakan ilustrasi untuk laporan atau presentasi, usahakan mencapai


keseimbangan yang masuk akal antara verbal dan visual. Campuran yang ideal tergantung pada
sifat dan subyek. Beberapa topik lebih bersifat grafik daripada yang lain dan memerlukan alat
bantu visual yang lebuh banyak.

Mengilustrasikan tiap pokok pikiran melunturkan efektivitas dari seluruh alat bantu visua;.
Misalnya, memberi tahu pembaca setiap satu atau dua paragraf untuk melihat tabel atau bagan
lebih mengganggu dibanding menjelaskan untaian informasi.

Ketika memutuskan mengenai campuran kata dan gambar,pikirkan kebutuhan dari


audience. Beberapa orang mengabaikan gambar dan fokus pada kata-kata, namun ada juga
yang sebaliknya sehingga akan lebih efektif untuk menyesuaikan kepentingan alat bantu visual
dengan informasi yang diberikan dan orang yang membutuhkan informasi tersebut.

4) Memilih Grafik Yang Tepat Untuk Pekerjaan

Berikut adalah alat-alat bantu visual yang dapat digunakan dalam penyajian informasi:

Tabel

Tabel menyediakan informasi secara terperinci dan spesifk. Pengaturan sistematisnya


disajikan dalam kolom dan baris. Tabel yang baik untuk diproyeksikan dalam layar saat
presentasi lisan harus dibatasi hanya dalam 3 kolom dan 6 baris judul. Tabel yang ditampilkan
di kertas dapat menggunakan 1 atau 2 sampai 10 judul atau lebih. Walau tabel formal perlu
dipisahkan dari teks untuk informasi yang komplek, dapat disajikan beberapa data secara lebih
sederhana dalam teks.

Contoh tabel:
Beberapa tabel tidak berisi angka sama sekali. Tabel itu terutama cocok untuk menyajikan
pembandingan antara satu produk terhadap standar tertentu.

Grafik Garis dan Permukaan

Grafik garis menggambarkan kecenderungan dalam perubahan kurun waktu atau hubungan
antara 2 variabel. Dalam grafik garis yang menunjukkan kecenderungan , sumbu vertikal
menunjukkan jumlah dan sumbu horizontal menunjukkan waktu atau jumlah yang diukur.

Contuh grafik garis:

Grafik permukaan (grafik area) adalah bentuk grafik garis dengan pengaruh kumulatif;
semua garis ditambahkan di atas garis paling atas yang mewakili total.

Contoh grafik permukaan:


Grafik Balok, Piktogram, dan Bagan Gantt

Grafik balok menggambarkan angka melalui tinggi atau panjang dari balok segi empat
membuat sederetan angka mudah dipahami. Grafik balok bermanfaat untuk:

 Membandingkan ukuran dari beberapa produk pada suatu saat


 Menunjukkan perubahan dari suatu produk dalam perubahan kurun waktu
 Menunjukkan komposisi dari beberapa produk dalam perubahan kurun waktu
 Menunjukkan ukuran relatif dari komponen suatu keseluruhan.

Contoh grafik balok:

Piktogram merupakan grafik yang menggunakan simbol sebagai ganti dari kata atau angka
untuk menggabarkan data.

Contoh piktogram:
Grafik balok yang berkaitan erat antara informasi satu dengan yang lainnya adalah grafik
garis waktu, yang menunjukkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap
tugas dalam proyek tertentu. Bagan yang berkaitan dengan garis waktu disebut Bagan Gantt.

Contoh Bagan Gantt:

Bagan Kue Pie

Bagan kue pai menunjukkan bagaimana bagian-bagian dari keseluruhan terdistibusikan.


Tiap segmen mewakili sepotong kue atau lingkaran utuh.
Bagan Arus dan Bagan Organisasi

Bagan arus dan bagan organisasi digunakan untuk menunjukkan hubungan fisik atau
konseptual non numerik. Bagan arus menggsmbarkan urutan peristiwa dari awal sampai akhir,
bsgsn ini tidak dapat dipisahkan ketika menggambarkan proses, prosedur, dan hubungan yang
berurutan

Contoh bagan arus:

Bagan organisasi menggambarkan posisi, unit, atau fungsi dari sebuah organisasi dan
bagaimana saling keterikatannya diantara semuanya,

Contoh bagan organisasi:


Peta

Peta adalah suatu alat visual yang digunakan untuk memberi petunjuk suatu letak atau
tempat. Salah satu penggunaan umum peta dalam bisnis adalah menunjukkan konsentrasi
sesuatu menurut wilayah geografis. Dalam laporan, peta dapat digunakan untuk menunjukkan
perbedaan penjualan suatu produk menurut regional atau dapat juga menunjukkan usulan lokasi
pabrik dan hubungannya dengan pasar.

Gambar, Diagram dan Foto


Walaupun kurang banyak digunakan dibanding alat bantu visual laian, gambar diagram dan
foto juga menjadi elemen bermanfaat dalam laporan bisnis dan presentasi.

Dalam bisnis biasanya gambar akan digunakan sebagai penarik atau penjelas informasi
seperti misalnya gambar rencana konstruksi pabrik atau gambar mengenai rencana perubahan
tatanan display toko.

Contoh gambar:

Sementara diagram dapat menjadi penjelas jika ingin memberitahu wujud suatu benda atau
cara penggunaannya seperti misalnya penjelasan cara pelaporan SPT secara online yang
dijelaskan lebih efektif dengan diagram.

Contoh diagram:

Foto sering digunakan dalam jenis dokumen bisnis tertentu., seperti laporan tahunan, yang
daya tarik visualnya dipakai untuk menarik minat pembaca. Dewasa ini, foto juga sering
digunakan sebagai alat pembuktian, misalnya pegawai JNE yang wajib berfoto bersama dengan
penerima paket sebagai bukti bahwa paket telah dikirim dan diterima hingga pegawai tersebut
dapat bertanggungjawab atas paket tersebut apabila si pemilik paket menanyakan mengenai
penerima paket tersebut.

Contoh foto:
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan
1. Banyak hal dapat dilakukan di internet seperti : berkomunikasi dengan orang,
mengirimkan file antara kompuer, berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan juga
mencari informasi. Terdapat beberapa tantangan komunikasi dalam zaman infomasi
seperti kelebihan informasi, keamanan data, dan privasi infomasi dan produktivitas
karyawan, dan di harapkan para karyawan pada khususnya dapat menjaga data agar
tidak di retas oleh orang/perusahaan lain.

2. Meringkas enam tahapan proses riset. Dalam Langkah 1 : Menentukan tujuan penelitian
dan rumusan masalah riset, Menetukan tujuan penelitian dan Mengembangkan
Subpertanyaan dan Garis Besar Pendekatan sehingga dapat mempersempit fokus.
Langkah 2 : Menentukan pendekatan riset dan Mengakses Informasi, Menentukan
pendekatan riset yang ingin digunakan dan Mengakses Informasi dengan sumber
informasi primer maupun sumber informasi sekunder. Langkah 3: Memformulasikan
Desain Riset (Research Design) dan memnentukan hasil akhir dari sumber Dalam tahap
ini kita memilih klasifikasi riset yang akan digunakan,. Langkah 4: Memperoleh
Informasi, Hal terpenting dalam pengumpulan data adalah tenaga surveyor (untuk yang
menggunakan survey) dan interviewer (untuk yang melakukan interview) sudah terlatih
dalam mengumpulkan data. Langkah 5 : Menyiapkan dan menganalisis serta
menginterprestasikan data Setelah menyelesaikan riset dan membuat catatan, selanjutnya
membuat analisis untuk menganalisis data yang dikumpulkan dan menginterprestasikan
hasil temuan. Akhirnya Langkah 6 : Menyajiakan Hasil Temuan Anda.
3. Ada banyak alat komunikasi visual seperti tabel, grafik, foto, gambar dan lainnya yang
dapat digunakan untuk membantu penjelasan dalam penyajian suatu materi. Dalam
menggunakan alat komunikasi visual haruslah direncanakan terlebih dahulu hal-hal yang
perlu diperhatikan seperti kesesuaian alat bantu visual dengan tujuan, keseimbangan
antara alat bantu visual dengan kata kata, dan audience agar dapat menyajikan alat bantu
visual secara efektif
DAFTAR PUSTAKA

Boove, L. Courtiand, DAN John V. Thill.2002. Busines Communcation Today, ninth edition.
Singapore : Prentice Hall