Anda di halaman 1dari 4

1.

Perbedaan Prinsip dengan Standar


a) Prinsip
Menurut KBBI : asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak,
dan sebagainya); dasar;
- deskripsi asas perbedaan;
- konvensi asas persesuaian;

atau :
Prinsip, dapat dipahami sebagai ketentuan yang harus adaatau harus
dijalankan. Atau boleh juga dan dapat berarti suatu aturan umum yang
dijadikan sebagaipanduan( misalnya untuk dasar perilaku). Prinsip berfungsi
sebagai dasar (pedoman) bertindak, bisa saja sebagi acuan proses dan dapat
pula sebagai target capaian. Prinsip biasanya mengandung hukum causalitas
atau hubungan sebab dan akibat.Sebagai contoh bila permintaan meningkat
maka pasokan juga haru meningkat. Apapun pekerjaan kita waktu untuk
bersantai atau rilek harus ada. Apa saja yang akan kia bangun asalkan
mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Boleh juga sebagai sebab yang paling dasar. Makna prinsip lebih luas dari
konsep sebab. “ Sebab “ hanya membedakan eksistensi dan ketergantungan
hal yang disebabkan pada suatu yang menjadi sebab. Dengan kata lain prinsip
sebagai kausalitas yang sangat penting. Sebagai contoh tidak ada akibat tanpa
sebab. Dengan prinsip ini biasanya orang akan lebih mudah menjelaskan bukti
adanya Tuhan

b) Standar
Standar, atau lengkapnya standar teknis, adalah suatu norma atau
persyaratan yang biasanya berupa suatu dokumen formal yang menciptakan
kriteria, metode, proses, dan praktik rekayasa atau teknis yang seragam. Suatu
standar dapat pula berupa suatu artefak atau perangkat formal lain yang
digunakan untuk kalibrasi. Suatu standar primer biasanya berada dalam yurisdiksi
suatu badan standardisasi nasional. Standar sekunder, tersier, cek, serta bahan
standar biasanya digunakan sebagai rujukan dalam sistem metrologi.
Suatu kebiasaan, konvensi, produk perusahaan, atau standar perusahaan yang
telah diterima umum dan bersifat dominan sering disebut sebagai "standar de
facto".
Sebuah standar, dapat dikembangkan dengan cara sendiri-sendiri
atau unilateral, misalnya oleh suatu perusahaan, organisasi, militer, dll. Contoh
standar perusahaan adalah Standar Operating Procedure (SOP). Standar juga
dapat dikembangkan oleh suatu kelompok seperti persekutuan atau asosiasi
perdagangan yang memiliki visi yang sama. Contohnya klasifikasi jenis oli yang
standarnya dibuat oleh American Petroleum Institute (API), yang kemudian
diadopsi menjadi standar internasional.
Setiap negara memiliki Badan standardisasi dan biasanya memiliki lebih
banyak keragaman standar dan umumnya mengembangkan standar sukarela.
Standar-standar ini dapat menjadi suatu keharusan jika diadopsi oleh suatu
pemerintahan, kontrak bisnis, dll.
(sumber Wikipedia)

Atau
Kamus Oxford memberikan beberapa pengertian konsep kunci mengenai definisi
standar.
1. Standar adalah dasar untuk peningkatan untuk mencapai derajat terbaik.
2. Standar memberikan suatu dasar perbandingan.
3. Standar adalah suatu catatan minimum dimana terdapat kelayakan isi.
4. Standar adalah sebagai model yang dapat di tiru.
5. Standar digunakan untuk menilai diri sendiri.
6. Standar sebagai suatu patokan pencapaian yang di dasarkan kepada tingkat keinginan
terbaik.

- Standar adalah keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan sempurna
yang digunakan sebagai batas penerimaan minimal (Clinical practice
Guildelines, 1990).
- Standar adalah spesifikasi dari fungsi dan tujuan yang harus dipenuhi oleh
suatu sarana pelayanan agar pemakai jasa pelayanan dapat memperoleh
keuntungan yang maksimal dari pelayanan yang diselenggarakan ( Rowland
& Rowland, 1983).
- Standar adalah tujuan produksi yang numeric, kazimnya ditetapkan secara
sendiri namun bersifat meningkat yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk
memisahkan yang tidak dapat diterima atau buruk dengan yang dapat diterima
atau baik (Brent James, 1983).

2. Pengertian dan Sejarah Konsep Dasar


Konsep dasar merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakteristik lingkungan
atau wilayah dimana pelaporan keuangan diterapkan. Terdapat berbagai sumber yang
mengajukan seperangkat konsep dasar akuntansi yang berbeda-beda isinya .Hal ini
disebabkan karena perbedaan persepsi terhadap arti pentingnya suatu konsep oleh
suatu sumber.
Konsep dasar secara implisit melekat pada proses penalaran dalam merekayasa
akuntansi. Konsep dasar bersifat asumsi yang validitasnya tidak dapat selalu diuji
tetapi bermanfaat sebagai basis penalaran.
Adanya perbedaan konsep dasar antar sumber tak terlepas dari perkembangan
akuntansi di berbagai belahan dunia.Sejarah akuntansi yang dimulai sejak 3600 SM
yang mulai mengenal pembukuan yang kemudian berkembang dalam terdapat sistem
tata buku yang ditemukan catatan pedagang di abad pertengahan di Italia pada tahun
1340.
Pada abad ke 18-19,terjadi Revolusi Industri di Inggris yang membawa perubahan
sosial dan ekonomi.Perubahan paling menonjol adalah perubahan dalam cara
memproduksi produk dari kerajinan rumah tangga ke sistem pabrik.Penggunaan
mesin-mesin yang menghasilkan produk yang menimbulkan untuk keharusan dalam
menetapkan besarnya biaya produksi. Karena hal inilah yang membuat tercetuslah
mengenai ” Konsep Manajemen Ilmiah”.Dengan konsep ini muncul pula konsep-
konsep dasar akuntansi yang lebih maju dan canggih yang menyajikan suatu teknik
analisis untuk mengukur tingkat efisiensi dari operasi yang sedang berjalan dan
peramalan operasi yang akan datang.
Revolusi Industri pun tak hanya terjadi di Inggris tetapi juga berkembang pesat
dan meluas sampai ke seluruh belahan dunia lainnya.Dengan adanya keadaan
ekonomi yang semakin hari semakin berkembang juga membuat dari masa ke masa
membuat fungsi akuntansi makin lus dari yang melayani kebutuhan dari pemilik
suatu entitas hinggan memenuhi kepentingan berbagai pihak.
Perkembangan akuntansi di Indonesia tak terlepas pada masa penjajahan Belanda
dan Jepang.Pada masa penjajahan Belanda yang mendirikan VOC ( Vereenidge Oost
Indische Campaigne) yang memperoleh hak monopoli perdagangan rempah-rempah
dan transaksi perdagangan di Indonesia. Belanda juga menerapkan system
continental / tata buku yang diajarkan oleh Pacioli yang menjadi salah satu tonggak
awal dari perkembangan akuntansi di Indonesia.

3. Fungsi Konsep Dasar


Bahwa konsep dasar berfungsi melandasi penalaran pada tingkat perekayasaan
akuntansi,konsep dasar lebih banyak manfaatnya bagi penyusunan staandar dalam
berargumen untuk menentukan konsep, prinsip, metoda, atau teknik yang akan
dijadikan standar. Dalam tiap standar yang diterbitkan, misalnya, FASB menyertakan
bagian yang disebut Basis Penyimpulan yang didalamnya terrefleksi konsep dasar
yang dianut baik secara eksplisit maupun implicit. Patton &Littleton menegaskan
bahwa penyusunan standar harus dilandasi oleh pemikiran atau penalaran yang jelas
dan jernih