Anda di halaman 1dari 7

KESEHATAN DAERAH MILITER JAYA/JAYAKARTA

RUMAH SAKIT TK. II MOH RIDWAN MEURAKSA

KEPUTUSAN KEPALA RUMAH SAKIT TK.II MOH RIDWAN MEURAKSA


NOMOR : Kep / 19 / XI / 2017

TENTANG

PANDUAN KEBUTUHAN PRIVASI PASIEN


DI RUMAH SAKIT TK. II MOH RIDWAN MEURAKSA

Jakarta 6 November 2017


PANDUAN KEBUTUHAN PRIVASI PASIEN
DI RUMAH SAKIT TK.II MOH RIDWAN MEURAKSA

BAB I
DEFINISI

1. Pengertian
Pelayanan yang diberikan dengan menjaga dan melindungi kerahasiaan pasien terhadap
pasien lain, karyawan rumah sakit, anggota keluarga serta pihak lain yang tidak
berkepentingan pada saat memberikan pelayanan kesehatan, pada saat pemeriksaan
atau tindakan, pengobatan dan transportasi. Bahkan pasien mungkin menghendaki privasi
dari pasien lain, staf lain bahkan dari keluarganyapada saat memberikan pelayanan.

2. Tujuan
a. Sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
b. Memberikan hak privasi kepada seluruh pasien.
c. Memberikan kenyamanan pasien yang dirawat.
d. Mendididk staf untuk menjaga privasi pasien.

BAB II
RUANG LINGKUP

Prinsip :
a. Petugas atau staf mengidentifikasi harapan dan kebutuhan pasien akan
privasinya selama dirawat dirumah sakit, meliputi: diagnose medis,
pemeriksaan penunjang dan pengobatan.
b. Menanyakan kepada pasien hasil pemeriksaan boleh atau tidak
diinformasikan ke pihak lain seperti keluarga, koas, maupun mahasiswa
keperawatan.
c. Tanyakan apakah pasien bersedia di foto, wawancara, atau diikut sertakan
dalam survey wawancara untuk kepentingan pendidikan.
d. Permintaan pasien akan privasi harus di hormati baik wawancara klinis,
segala prosedur atau perawatan transfortasi atau pemindahan pasien yang
akan di periksadi tempatkan diruangan yang nyaman dan terlindungi
privasinya.
e. Ketika pasien diwawancara, diperiksa, dirawat, hak privasinya harus tetap
dijaga dan dilindungi, setiap petugas medis dan non medis harus menerima
keputusan pasien.
BAB III
TATA LAKSANA

Setiap pasien yang datang ke Rumah Sakit Tk. II MRM baik rawat jalan dan rawat
inap akan dilindungi privasinya dengan cara:
a. Pasien Rawat Jalan
 Wawancara tidak dilakukan ditempat terbuka dengan suara yang
keras sehingga didengar oleh pasien lain.
 Jangan membicarakan hasil pemeriksaan penunjang saat melakukan
wawancara terhadap pasien di nurse stasion.
 Diagnosa pasien tidak boleh diketahui oleh pasien lain dan keluarga
tanpa persetujuan pasien.
 Saat melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan ginekologi dan
pemeriksaan kandungan, lingkunsgn pasien diperhatikan, seperti
gorden ditutup dan terpisah dengan pasien lain.

b. Pasien Rawat Inap


 Wawancara tidak dilakukan di tempat terbuka dengan suara yang
keras sehingga di dengar oleh pasien lain.
 Jangan membicarakan hasil pemeriksaan penunjang saat melakukan
wawancara terhadap pasien di nurse ststion.
 Diagnose pasien tidak boleh diketahui oleh pasien lain dan keluarga
tanpa persetujuan dari pasien.
 Saat melakukan pemeriksaan fisik, tindakan medis dan tindakan
keperawatan, lingkungan pasien diperhatikan seperti gorden
tertutup/tirai dan terpisah dengan pasien lain.
 Tidak menuliskan identitas pasien dipapan tulis/daftar pasien yang
terlihat oleh orang umum.
 Tidak menuliskan nama/data pasien ditempat tidur pasien.
 Menginformasikan rahasia medis dengan pernyataan.
 Menghormati hak pasien ketika menolak dikakukan tranfusi darah
karena kepercayaan.
 Menghormati hak pasien ketika menolak pulang hari tertentu karena
kepercayaan.
 Menghormati hak pasien ketika menolak dilayani oleh petugas laki-
laki pada pasien permpuan.
 Menghormati hak pasien ketika tidak memakan sesuatu jenis
makanan tertentu, misalnya: daging sapi, ikan tidak bersisik, dll.

c. Dalam menjaga privasi pasien petugas memahami dan melindungi nilai-nilai


budaya psiko dan spiritual pasien dan keluarga, meliputi:
1) Pasien Ruang Perawatan
a) Untuk kamar yang memuat lebih dari satu orang agar
menempatkan pasien dalam satu kamar, tidak bercampur
antara pasien laki-laki dan perempuan dan terpasang tirai.
b) Apabila poin no 1 tidak memungkinkan, pastikan terpasang
tirai pada setiap tempat tidur pasien.
c) Memastikan adanya Perawat (pp) dan satu orang dokter
(DPJP) yang bertanggung jawab pada pasien.
d) Peliputan yang dilakukan oleh media massa baik berupa
wawancara maupun pengambilan gambar harus mendapat ijin
dari sub bagian humas, dokter yang merawat pasien,
pasien/keluarga pasien.
e) Melakukan wawancara terkait kesehatan, survey akreditasi,
penelitian harus seijin pasien.

2) Pasien Diruang Pemeriksaan


a) Menepatkan pasien dalam ruang pemeriksaan.
b) Menutup tirai pada saat melakukan pemeriksaan pasien.
c) Memasang selimut pada saat melakukan pemeriksaan pasien
d) Memberitahukan kepada keluarga/pasien pada saat akan
dilakukan pemeriksaan dan memberikan ijin kepada keluarga
pasien untuk melihat jalannya pemeriksaan seijin pasien.
e) Menutup pintu kamar pada saat dilakukan pemeriksaan.

3) Saat Melakukan Tindakan


a) Menempatkan pasien dalam ruang pemeriksaan.
b) Menutup tirai pada saat melakukan pemeriksaan pasien.
c) Memasang selimut pada saat melakukan pemeriksaan pasien.
d) Memberitahukan kepada keluarga /pasien pada saat akan
dilakukan pemeriksaan dan memberi ijin kepada keluarga
pasien untuk melihat melihat jalannya pemeriksan seijin
pasien.
e) Tutup pintu kamar pada saat dilakukan pemeriksaan.

4) Saat Pasien BAB/BAK


a) Memberitahukan kepada pasien/keluarga agar menunggu
diluar.
b) Menutup tirai.
c) Membuka pakaian bawah pasien.
d) Menutupi pasien dengan selimut.

5) Saat Melakukan Transfortasi


a) Menutupi tubuh pasien dengan selimut.
b) Memastikan bahwa seluruh bagian tubuh pasien telah tertutupi
oleh selimut kecuali muka pasien.
c) Menaikan pengaman pada blancard/bed.

6) Saat Pasien Dikamar Operasi.


a) Membuka bagian atau area yang dilakukan operasi.
b) Tidsk membicarakan/menertawakan keadaan pasien walaupun
pasien dalam kondisi terbius.
c) Tidak membicarakan privasi pasien walaupun pasien sdh
diberikan anasthesi.
d) Menutup kembali semua bagian tubuh pasien pada saat
selesai operasi.

7) Rekam Medis Pasien


a) Memastikan penempatan rekam medis pasien di tempat yang
aman(terlindung dari resiko rusak, diubah-ubah juga tidak
dapat di akses atau dipergunakan oleh pihak yang
berwenang).
b) Rekam medis hanya boleh dibawa oleh petugs RS.MRM.
c) Tidak dibenarkan rekam medis dibaca oleh semua orang
kecuali dokter, Perawat yang merawat pasien tersebut atau
tenaga kesehatan yang berkepentingan dengan kesembuhan
pasien.
d) Semua rekam medis setelah pasien pulang disimpan oleh
petugas.
e) Rekam medis akan dimusnahkan sesuai dengan peraturan
yang berlaku.

8) Saat Pasien Di Akhir Kehidupan


a) Keluarga pasien diinformasikan tentang kondisi pasien.
b) Bila pasien dirawat di bangsal maka pasien dipindahkan ke
tempat khusus atau menutup gorden sehingga terpisah dari
pandangan pasien lain
c) Mengurangi kegiatan dikamar tersebut atau mengurangi
kebisingan.
d) Bila keluarga pasien membutuhkan pendamping rohaniawan.

9) Identitas Pasien
a) Menjaga identitas/informasi tentang keadaan kesehatan pasien
agar tidak dapat dilihat/dibaca oleh khalayak umum.
b) Identitas pasien tidak dicantumkan di nurse stasion, di depan
kamar mandi pasien.

10) Saat Memandikan Pasien


a) Memberitahukan kepada pasien/keluarga, pasien akan
dimandikan.
b) Menutup gorden dan menyarankan keluarga pasien untuk
menunggu diluar.
c) Membuka bagian tubuh yang akan di bersihkan saja secara
bertahap.
BAB IV
DOKUMENTASI

1. Pendokumentasian
Dalam melaksanakan menjaga privasi pasien, staf/petugas tidak ada dokumentasi
khusus yang bersifat pelaporan dan dokumentasi keperawatan.

2. Revisi Dan Audit


1) Kebijakan ini akan di kaji dalam kurun waktu 2 tahun.
2) Kebijakan ini di evaluasi staf terkait di Rumah Sakit Moh. Ridwan Meuraksa
antara lain : Ka Instal Watnap, Ka Instal Watlan, Komite Keperawatan,
Komite Mutu Dan Keselamatan Pasien dan Staf lain yang terkait.

Ditetapkan di Jakarta
Pada Tanggal 6 November 2017

dr. Dian Andriani, Sp.KK, M.Biomed, MARS, FINDSV


Kolonel Ckm (K) NRP 32550