Anda di halaman 1dari 30

RSK-157035 : SISTEM GROUNDING

SISTEM YANG TIDAK DIKETANAHKAN

PROGRAM DIV
SISTEM KELISTRIKAN
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SEPTEMBER 2018
PENDAHULUAN
Sistem pentanahan atau biasa disebut sebagai Grounding System adalah
sistem pengamanan terhadap peralatan/perangkat yang menggunakan listrik
sebagai sumber tenaga, dari lonjakan listrik utamanya PETIR. Sistem
pentanahan digambarkan sebagai hubungan antara suatu peralatan atau sirkit
listrik dengan bumi.

PETIR dapat menghasilkan arus gangguan dan juga tegangan lebih


transien dimana gangguan tersebut dapat dialirkan ke tanah dengan
menggunakan sistem pentanahan

Tujuan utama pentanahan adalah menciptakan jalur yang low impedance


(tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan
transient voltage.

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 1


PENDAHULUAN Cont’d
Bagian-bagian yang diketanahkan
1. Semua bagian instalasi yang terbuat dari logam
Hal ini perlu agar potensial dari logam yang mudah disentuh manusia selalu
sama dengan potensial tanah (bumi) tempat manusia berpijak sehingga tidak
berbahaya bagi manusia yang menyentuhnya.
2. Bagian pembuangan muatan listrik, bagian bawah dari lightning arester
Hal ini diperlukan agar lightning arrester dapat berfungsi dengan baik, yaitu
membuang muatan listrik yang diterimanya dari petir ke tanah (bumi) dengan
lancar.
3. Kawat petir pada saluran transmisi
Kawat petir ini sesungguhnya juga berfungsi sebagai lightning arrester. Karena
letaknya yang ada di sepanjang saluran transmisi, maka semua kaki tiang
transmisi harus ditanahkan agar petir yang menyambar kawat petir dapat
disalurkan ke tanah dengan lancar melalui kaki tiang saluran transmisi.
4. Titik netral transformator/titik netral generator
Hal ini diperlukan dalam kaitan dengan keperluan proteksi khususnya yang
menyangkut gangguan hubung tanah.

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 2


PENDAHULUAN Cont’d

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 3


TUJUAN SISTEM PENTANAHAN
Tujuan sistem pentanahan netral dan pentanahan peralatan yaitu:
1. Membatasi besarnya tegangan terhadap bumi agar berada
dalam batasan yang diperbolehkan.
2. Mengalirkan arus gangguan ke tanah sehingga aman bagi
manusia dan peralatan.
3. Mencegah timbul bahaya sentuhan tidak langsung yang
menyebabkan tegangan kejut.

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 4


JENIS PENTANAHAN
Jenis pentanahan dibagi 2, yaitu:
1. Pentanahan sistem (pentanahan netral)
 Menghilangkan gejala-gejala busur api pada suatu sistem.
 Membatasi tegangan-tegangan pada fasa yang tidak terganggu (pada fasa
yang sehat).
 Meningkatkan keandalan (realibility) pelayanan dalam penyaluran tenaga
listrik.
 Mengurangi/membatasi tegangan lebih transient yang disebabkan oleh
penyalaan bunga api yang berulang-ulang (restrike ground fault).
2. Pentanahan peralatan
Tindakan pengamanan dengan cara menghubungkan badan peralatan / instalasi
yang diproteksi dengan hantaran netral, sehingga apabila terjadi kegagalan
isolasi tidak terjadi tegangan sentuh yang tinggi sampai bekerjanya alat
pengaman arus lebih.
 Untuk membatasi tegangan antara bagian-bagian peralatan yang tidak dilalui
arus dengan tanah sampai pada suatu harga yang aman untuk semua kondisi
operasi normal atau tidak normal.
RSK-157035 SISTEM GROUNDING 5
JENIS PENTANAHAN Cont’d
 Untuk memperoleh impedansi yang kecil/rendah dari jalan balik arus hubung
singkat ke tanah.
3. Pentanahan penangkal petir
Untuk menghindari timbulnya kecelakaan atau kerugian akibat sambaran petir,
maka diadakan usaha pemasangan instalasi penangkal petir pada bangunan.
Akibat sambaran petir ini mengakibatkan kerugian pada objek tersambar.
Dengan adanya instalasi penangkal petir, maka diharapkan sambaran petir dapat
dikendalikan melalui instalasi penangkal petir yang diteruskan ke-bumi tanpa
merusak benda disekitarnya
3 bagian utama penangkal petir:
a. Batang penangkal petir
b. Kabel konduktor.
c. Elektroda pentanahan.

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 6


BENTUK SISTEM PENTANAHAN
Sistem pembumian dapat dibuat dalam 3 bentuk, yaiutu
1. Single grounding rod
Untuk daerah yang memiliki
karakteristik tanah yang konduktif,
biasanya mudah untuk
mendapatkan tahanan tanah
sebaran dibawah 5 ohm dengan
satu buah ground rod.
2. Double grounding rod
Jika sistem single grounding rod
masih mendapatkan hasil yang
kurang maksimal, maka
ditambahkan ground rod ke-dalam
tanah dengan jarak minimal 2
meter.

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 7


BENTUK SISTEM PENTANAHAN Cont’d
2. Multi grounding rod
Bila terdapat kondisi tanah yang
memiliki ciri-ciri: kering, kandungan
logam sedikit, basa (berkapur), pasir.
Maka penggunaan 2 cara
sebelumnya akan sulit dan besar
kemungkinan gagal untuk
mendapatkan resistansi kecil.

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 8


VARIABEL SISTEM PENTANAHAN
Ada beberapa variabel yang mempengaruhi tahanan grounding, yaitu:
1. Panjang / kedalaman elektroda
2. Diameter Elektroda.
3. Jumlah Elektroda
4. Desain
5. Tahanan jenis tanah

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 9


ELEKTRODA BUMI
Elektrode bumi ialah penghantar yang ditanam dalam bumi dan membuat
kontak langsung dengan bumi
Jenis Elektroda Bumi:
1. Elektroda Pita
Elektroda yang dibuat dari penghantar berbentuk pita atau berpenampang bulat,
atau penghantar pilin yang pada umumnya ditanam secara dangkal. Ditanam
sebagai pita lurus, radial, melingkar, jala-jala atau kombinasi dari bentuk tersebut
seperti pada Gambar, yang ditanam sejajar permukaan tanah dengan dalam antara
0,5 – 1.0 m.

𝜌 2𝐿
𝑅𝑝𝑡 = 𝑙𝑛
π𝐿 𝑑
Keterangan:
𝑅𝑝𝑡 = tahanan pembumian elektroda pita (Ω)
𝜌 = tahanan jenis tanah (Ωm)
𝐿 = Panjang elektroda pita tertanam (m)
d = Lebar pita/diameter elektroda pita kalau
bulat m)
RSK-157035 SISTEM GROUNDING 10
ELEKTRODA BUMI Cont’d
Jenis Elektroda Bumi:
2. Elektroda Batang
Elektrode dari pipa besi, baja profil, atau batang logam lainnya yang dipancangkan
ke dalam tanah.
Rumus menentukan besar tahanan pembumian untuk satu buah elektroda batang:

𝜌 4𝐿
𝑅𝑏𝑡 = 𝑙𝑛 −1 Keterangan:
2π𝐿 𝑑 𝑅𝑏𝑡 = tahanan pembumian elektroda batang (Ω)
𝜌 = tahanan jenis tanah (Ωm)
𝐿 = Panjang batang tertanam (m)
d = Diameter elektroda batang m)
1. Sebuah tembaga (𝜌 = 0,0172) digunakan untuk elektroda batang dengan panjang
200 cm mempunyai diameter 12 cm, berapa tahanan tanah liat untuk pemasangan
tahanan tersebut?
2. Sebuah elektroda batang dengan panjang 3 meter mempunyai diameter 16 cm,
dengan tahanan tanah 100 Ω, berapa tahanan jenis elektroda batang tersebut.

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 11


ELEKTRODA BUMI Cont’d
Jenis Elektroda Bumi:
3. Elektroda Plat
Elektrode dari bahan logam utuh atau berlubang. Pada umumnya elektrode pelat
ditanam secara dalam.
Keterangan Gambar:
t = Kedalaman tertanam
𝐿 = Panjang plat
b = Lebar plat

Keterangan:
𝑅𝑝𝑙 = tahanan pembumian elektroda plat (Ω)
𝜌 = tahanan jenis tanah (Ωm)
𝐿 = Panjang batang tertanam (m)
𝜌 𝑏 b = Lebar plat m)
𝑅𝑝𝑙 = 1 + 1,84 t = Kedalaman plat tertanam dari permukaan
4,1𝐿 𝑡
tanah (m)

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 12


RESISTANSI JENIS TANAH
Tabel 1. Resistansi jenis tanah

 Salah satu yang menentukan besaranya tahanan sistem pentanahan adalah tahanan
jenis tanah.
 Semakin kecil tahanan tanah maka tahanan sistem pentanahan akan semakin kecil.
 Tahanan jenis tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor: karekteristik material tanah,
kelembaban tanah, temperatur tanah.

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 13


RESISTANSI PEMBUMIAN
 Resistans pembumian dari elektrode bumi tergantung pada jenis dan keadaan tanah
serta pada ukuran dan susunan elektrode.
 Resistans pembumian suatu elektrode harus dapat diukur. Untuk keperluan tersebut
penghantar yang menghubungkan setiap elektrode bumi atau susunan elektrode bumi
harus dilengkapi dengan hubungan yang dapat dilepaskan
 Tabel 2 menunjukkan nilai rata-rata resistans elektrode bumi untuk ukuran minimum
elektrode bumi seperti pada Tabel 3.

Tabel 2. Resistansi Pembumian

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 14


RESISTANSI PEMBUMIAN (Cont’d)
 Tabel 2 menunjukkan nilai rata-rata resistans elektrode bumi untuk ukuran minimum
elektrode bumi seperti pada Tabel 3.

Tabel 3. Ukuran minimum elektroda bumi

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 15


VARIABEL SISTEM PENTANAHAN

Meas

x1Ω

x10Ω
5 – 10 mt 5 – 10 mt
x100Ω

Apabila hasil pengukuran belum


mencapai 5 W, maka Ground Rood
ditambah dengan jarak 2 x
panjangnya ( PUIL 2000 – 3.19.1.4 )
RSK-157035 SISTEM GROUNDING 16
SISTEM YANG TIDAK DIKETANAHKAN
Suatu sistem dikatakan tidak diketanahkan atau sistem delta bilamana tidak ada
hubungan galvanis antara sistem itu dengan tanah.
Sistem tegangan primer
Sistem tegangan sekunder
Trafo
Trafo

Tidak ada hubungan Tidak ada hubungan


galvanis TRAFO galvanis
TENAGA

Tanah Tanah

Gambar 1. Sistem yang tidak diketanahkan

Pada sistem-sistem yang tidak diketanahkan atau pada sistem delta, arus
gangguan itu tergantung dari impedansi kapasitif Za, Zb dan Zc, yaitu impedansi
kapasitif masing-masing kawat-fasa terhadap tanah,

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 17


SISTEM YANG TIDAK DIKETANAHKAN

Gambar 2. Sistem yang tidak diketanahkan

Misalkan:
𝐸𝐴 , 𝐸𝐵 , 𝐸𝐶 : Tegangan fasa terhadap tanah
𝐸𝐴𝑁 , 𝐸𝐵𝑁 , 𝐸𝐶𝑁 : Tegangan fasa terhadap netral
𝑍𝐴 , 𝑍𝐵 , 𝑍𝐶 : Impedansi kapasitif fasa-fasa A, B dan C dari sistem terhadap tanah.
𝑁 : Titik netral sistem.

Menurut hukum Kirchoff jumlah arus-arus,


𝐼𝐴 + 𝐼𝐵 + 𝐼𝐶 = 0 ... 1 𝐸𝐴 𝐸𝐵 𝐸𝐶
atau + + = 0 ... 2
𝑍𝐴 𝑍𝐵 𝑍𝐶

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 18


SISTEM YANG TIDAK DIKETANAHKAN
ARUS HUBUNG SINGKAT DAN PERGESERAN TITIK NETRAL
Sebagai akibat dari ketidakseimbangan kapasitif itu, tegangan ke tanah menjadi tidak
seimbang, jadi:
𝐸𝐴 + 𝐸𝐵 + 𝐸𝐶 ≠ 0 ... 3

Gambar 3. Segi-tiga tegangan dengan titik netral N dan tanah G

𝑁 : Titik netral atau titik berat geometris dari segi tiga ABC
G : Titik tanah atau titik berat elektris.

Dari Gambar 3. dapat dibuat persamaan-persamaan berikut ini,


𝐸𝐴 = 𝐸𝐴𝑁 + 𝐸𝑁𝐺
𝐸𝐵 = 𝐸𝐵𝑁 + 𝐸𝑁𝐺 ... 4 𝐸𝐴𝑁 + 𝐸𝐵𝑁 + 𝐸𝐶𝑁 = 0 ... 5
𝐸𝐶 = 𝐸𝐶𝑁 + 𝐸𝑁𝐺
𝐸𝑁𝐺 :Tegangan netral terhadap tanah pada sistem netral
RSK-157035 SISTEM GROUNDING 19
SISTEM YANG TIDAK DIKETANAHKAN
Dengan mengisikan persamaan 4 dalam persamaan 2 diperoleh:
𝐸𝐴𝑁 𝐸𝐵𝑁 𝐸𝐶𝑁 1 1 1
+ + + + 𝐸 = 0 ... 6
𝑍𝐴 𝑍𝐵 𝑍𝐶 𝑍𝐴 𝑍𝐵 𝑍𝐶 𝑁𝐺
Sebutlah:
𝐸𝐴𝑁 𝐸𝐵𝑁 𝐸𝐶𝑁
+ + = 𝐼𝑢 ... 7
𝑍𝐴 𝑍𝐵 𝑍𝐶
Subsitusi persamaan 7 dalam persamaan 6 diperoleh,
𝐸𝑁𝐺 = −𝐼𝑢 𝑍𝐺 ...8
Dimana:
1 1 1 1
= + + = admitansi ekivalen sistem terhadap tanah.
𝑍𝐺 𝑍𝐴 𝑍𝐵 𝑍𝐶

𝐼𝑢 = Arus yang mengalir bila titik netral N diketanahkan tanpa impedansi dan
disebut arus ketidakseimbangan dari sistem itu yang disebabkan oleh
ketidakseimbangan kapasitif 𝑍𝐴 , 𝑍𝐵 , 𝑍𝐶

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 20


SISTEM YANG TIDAK DIKETANAHKAN
Sekarang bila terjadi hubung singkat ketanah, arus hubung singkat
𝐸𝑝ℎ
𝐼𝐹𝐺 = + 𝐼𝑢 ...9
𝑍𝐺
Tetapi arus 𝐼𝑢 sangat kecil dibandingkan dengan arus hubung singkat 𝐼𝐹𝐺 , dan dapat
diabaikan sehingga Persamaan 9 dapat dituliskan sebagai,
𝐸𝑝ℎ
𝐼𝐹𝐺 = ...10
𝑍𝐺
Hasil bagi persamaan (8) dan persamaan (10).
𝐼𝑢 𝐸𝑁𝐺
= ...11
𝐼𝐹𝐺 𝐸𝑝ℎ

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 21


SISTEM YANG TIDAK DIKETANAHKAN

Gambar 4. Sistem delta dalam keadaan gangguan tanah Gambar 5. Segi tiga tegangan dan arus hubung singkat

Dengan mengabaikan arus ketidakseimbangan, 𝐼𝑢 , ini berarti dalam keadaan hubung


singkat, kita mengangap bahwa ketiga impedansi kapasitif kawat-kawat terhadap
tanah sama atau 𝑍𝐴 = 𝑍𝐵 = 𝑍𝐶 = 𝑍

Maka arus hubung singkat, pada Gambar di atas.


𝐼𝐹𝐺 = − 𝐼𝐵 + 𝐼𝐶 Jadi:
𝐸𝐿−𝐿 𝐸𝑝ℎ 𝐸𝑝ℎ 𝐸𝑝ℎ
𝐼𝐵 = = 3 ...11 𝐼𝐹𝐺 = − 3𝐼𝐵 = −3 = ...12
𝑍 𝑍 𝑍𝑧 𝑧/3
𝐸𝑝ℎ
𝐼𝐶 = 3
𝑍
RSK-157035 SISTEM GROUNDING 22
SISTEM YANG TIDAK DIKETANAHKAN
PENENTUAN BESARNYA ARUS GANGGUAN TANAH

Arus gangguan kapasitif dari sistem delta tidak tergantung dari tempat terjadinya
gangguan, dan hanya tergantung dari kapasitansi sistem ke tanah.
Pada sistem transmisi pengaruh kapasitansi dari seluruh sistem dapat digantikan dengan
satu kapasitansi ekivalen. Dengan anggapan ini kita hanya memperhitungkan arus
gangguan kapasitif sistem transmisi yang besarnya:
𝐼𝐹𝐺 = 𝐸𝑝ℎ 2𝜋𝑓. 𝐶𝑜 10−3 . 𝑘𝑟 Amper ...13
Keterangan:
Tegangan Sistem (kV) Faktor Koreksi
𝐸𝑝ℎ = Tegangan fasa sistem dalam kV
𝐶𝑜 = Kapasitansi urutan nol dari sistem dalam 𝜇𝐹 11 1,16
𝑘𝑟 = Faktor koreksi 33 1,13
66 1,11
110 1,09
164 1,08
220 1,07

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 23


SISTEM YANG TIDAK DIKETANAHKAN
PENENTUAN BESARNYA ARUS GANGGUAN TANAH

Di dalam praktek arus hubung singkat, 𝐼𝐹𝐺 , dapat diperoleh dari rumus-rumus pendekatan
di bawah ini.
Kawat Transmisi Udara:
𝐾𝑉𝐿−𝐿 𝑥 𝑘𝑚𝑠 ...14
𝐼𝐹𝐺 = Amper
260
Kabel tanah:
𝐾𝑉𝐿−𝐿 𝑥 𝑘𝑚𝑠 ...15
𝐼𝐹𝐺 = 25 Amper
260
H-H Kabel:
𝐾𝑉𝐿−𝐿 𝑥 𝑘𝑚𝑠 ...16
𝐼𝐹𝐺 = 60 Amper
260

Hunter dan light memberikan rumus untuk menghitung arus kapasitif gangguan tanah,
berdasarkan Persamaan (13)
10.000
𝐼𝐹𝐺 = 2𝜋𝑓. 1,49 𝑥10−6 . 1,15 𝐴𝑚𝑝𝑒𝑟 𝑝𝑒𝑟 10 𝑘𝑉 𝑝𝑒𝑟 100 𝑘𝑚 ...17
3

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 24


SOAL LATIHAN
1. Suatu sistem saluran udara 33 kV, 300 kms, 50 Hz menggunakan tiang-tiang kayu, kapasitansi total =
4,55 𝜇𝐹.
a. Dengan menggunakan Persamaan (14) tentukan besar arus gangguan kapasitif sistem itu.
b. Dengan menggunakan Persamaan (15) tentukan besar arus gangguan kapasitif sistem itu
c. Dengan menggunakan Persamaan (17) tentukan besar arus gangguan kapasitif sistem itu
Bandingkan ketiga hasil yang diperoleh diatas.
2. Suatu sistem tenaga 66 kV, 50 Hz mempunyai impedansi shunt kapasitif:
𝑍𝐴 = 𝑍𝐶 = 1,08 𝑍𝐵 = −900 𝑂ℎ𝑚
a. Tentukan besar arus ketidakseimbangan 𝐼𝑢
b. Tentukan besar tegangan ketidakseimbangan 𝐸𝑁𝐺
c. Tentukan besar arus gangguan kapasitif 𝐼𝐹𝐺
3. Suatu sistem tenaga 33 kV, 50 Hz mempunyai kapasitansi ke tanah sebagai berikut:
𝐶𝐴 = 𝐶𝐶 = 5 𝜇𝐹, 𝐶𝐵 = 5,3 𝜇𝐹
a. Tentukan besar arus ketidakseimbangan 𝐼𝑢
b. Tentukan besar tegangan ketidakseimbangan 𝐸𝑁𝐺
c. Tentukan besar arus gangguan kapasitif 𝐼𝐹𝐺
4. Selesaikan Soal No. 2 bila:
𝑍𝐴 = 0,95 𝑍𝐵 dan 𝑍𝐵 = 0,95 𝑍𝐶 dimana 𝑍𝐶 = −𝐽1.000 𝑂ℎ𝑚
5. Selesaikan Soal No. 1 bila tegangan sistem 69 kV dan kapasitansi total 6,4 𝜇𝐹

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 25


PERTEMUAN MINGGU DEPAN

SISTEM-SISTEM YANG DIKETANAHKAN


- Pengtanahan melalui tahanan
- Pengtanahan melalui reaktor.
- Pengtanahan tanpa impedansi.
- Pengtanahan efektif.
- Pengtanahan dengan reaktor yang impedansinya dapat berubah-rubah.

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 26


TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA

RSK-157035 SISTEM GROUNDING 13


RSK-157035 : SISTEM GROUNDING

SISTEM YANG DIKETANAHKAN

PROGRAM DIV
SISTEM KELISTRIKAN
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SEPTEMBER 2018
PERSYARATAN-PERSYARATAN UMUM

RSK-157035 SISTEM GROUNDING