Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

MUARA DAN PANTAI


Diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah Muara dan Pantai

Dosen : Heri Mulyono, ST., MT.

Disusun oleh :

Aminudin ( 115130063)

Iko Prasetiyo ( 115130073 )

Nopa Pahlawati ( 115130 )

Kelas : II C

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON
2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah
tentang Muara dan Pantai

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak terutama kepada Bapak Heri Mulyono, ST.,MT selaku dosen mata kuliah
Muara dan Pantai sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah
ini.

Cirebon, 18 Oktober 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ i


DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...........................................................................................1
1.2 Tujuan Penulisan ........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pantai ..........................................................................................................1
2.2 Muara..........................................................................................................1
2.3 Penyebab kerusakan pada pantai ................................................................1
2.4 gelombang ..................................................................................................1
2.5 ekosistem pantai .........................................................................................1
2.6 Bangunan Pelindung Pantai........................................................................1
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .................................................................................................1
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pantai Kejawanan Cirebon merupakan salah satu dari pantai yang berada di wilayah
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Pantai Kejawanan Cirebon merupakan tempat Wisata
Pantai, tempat pengelolaan ikan (TPI Kejawanan)dan Wisata Terapi.Berlokasi di Jln.Yos
Sudarso Kota Cirebon ini terletak dekat dengan Pelabuhan Cirebon dan Ade Irma Traffic
Garden Cirebon.

Di Pantai Kejawanan selain kita bisa menikmati terbitnya matahari dengan posisi yang
bagus, yaitu tepat ditengah-tengah pantai. Di sana juga kita bisa berwisata keliling pantai
dengan menggunakan perahu motor milik nelayan,Selain itu, disana juga banyak
disewakan perahu karet,saat libur lebaran/jika sedang beruntung kita bisa melihat kapal
nelayan/kapal tunda karena letaknya dekat dengan Pelabuhan Cirebon dan kita bisa
berfoto di atas perahu dan melihat nelayan membawa hasil laut.

Kondisi Pantai Kejawanan yang landai dan dangkal menjadi daya tarik sendiri bagi para
pengunjung, terutama anak-anak. Karena mereka dapat bermain air hingga agak ketengah
pantai. Walaupun demikian, pengunjung juga tetap dituntut untuk selalu berhati-hati.

Bagi seorang engineer perlu mengetahui bangunan konstruksi laut dan pantai.
Sebelum memulai memilih konstruksi bangunan laut dan pantai sebagai perlindungan
pantai, adalah penting untuk mengidentifikasi dan memahami penyebab kerusakan
daerah pantai baik akibat jangka panjang maupun jangka pendek. Sehingga dapat
diberikan alternatif solusi penanganan dan perlindungan kerusakan tersebut sesuai
dengan kondisi pantai. Kegagalan mengidentifikasi bisa mengakibatkan salah
penempatan dan disain ukuran perlindungan daerah pantai.
Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena
serangan gelombang dan arus. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi
pantai yaitu :
1. Memperkuat/melindungi pantai agar mampu menahan serangan gelombang,
2. Mengubah laju transport sedimen sepanjang pantai,
3. Reklamasi dengan menambah suplai sedimen ke pantai atau dengan cara lain.
Sesuai dengan fungsinya tersebut, bangunan pantai dapat diklasifikasikan dalam tiga
kelompok yaitu:

1. Konstruksi yang dibangun dipantai dan sejajar dengan garis pantai, contohnya
dinding pantai atau revetment.
2. Konstruksi yang dibangun kira-kira tegak lurus pantai dan sambung ke pantai,
contohnya groin dan jetty.
3. Konstruksi yang dibangun di lepas pantai dan kira-kira sejajar dengan garis pantai,
contohnya pemecah gelombang (breakwater).
Penggunaan tipe bangunan pantai ditentukan oleh beberapa faktor yaitu ketersediaan
material atau di dekat lokasi pekerjaan, kondisi dasar laut, kedalaman air dan
ketersediaan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan. Di samping itu, karakteristik dasar
laut juga menjadi salah satu faktor penting lainnya. Tanah dasar (fondasi bangunan)
harus dapat mempunyai daya dukung yang cukup sehingga stabilitas bangunan dapat
terjamin.
1.2. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memahami salah satu tipe bangunan
pantai yang ada di daerah Cirebon yaitu Pantai Kejawanan.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pantai

Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah
pesisir laut. Daerah pantai menjadi batas antara daratan dan perairan laut. Garis pantai
adalah batas pertemuan antara bagian laut dan daratan pada saat terjadi air laut
pasang tertinggi. Garis laut dapat berubah karena adanya abrasi, yaitu pengikisan
pantai oleh hantaman gelombang laut yang menyebabkan berkurangnya areal
daratan.

Panjang garis pantai ini diukur mengeliling seluruh pantai yang merupakan daerah teritorial
suatu negara. Pantai terjadi karena adanya gelombang yang menghantam tepi daratan
tanpa henti, sehingga mengalami pengikisan, gelombang penghancur tersebut dinamakan
gelombang destruktif.

Manfaat pantai bagi kehidupan, terutama di daerah tropis pantai dapat


dimanfaatkan sebagai :

1. Areal tambak garam


2. Daerah pertanian pasang surut
3. Wilayah perkebunan kelapa dan pisang
4. Objek pariwisata
5. Daerah pengembangan industri kerajinan rakyat bercorak khas daerah pantai,
dan lain-lain.
Gambar 2.1 Pantai Kejawanan

2.2. Muara Sungai


Muara Sungai (Estuaria) adalah perairan yang semi tertutup yang berhubungan
bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur
dengan air tawar.
Pencampuran kedua macam air tersebut menghasilkan suatu sifat fisika dan
kimia lingkungan khusus yang tidak sama dengan sifat air sungai maupun sifat
air laut.
Tempat bertemunya arus sungai dengan arus pasang surut, yang berlawanan
menyebabkan suatu pengaruh yang kuat pada sedimentasi, pencampuran air,
dan ciri-ciri fisika lainnya, serta membawa pengaruh besar pada biotanya

Gambar 2.2 Muara di Kejawanan


2.3. Penyebab Kerusakan pada pantai

a. Naiknya Permukaan Air Laut.


Kenaikan ini lambat laun akan mengakibatkan mundurnya garis pantai ke daratan,
yang disebabkan dengan penggenangan langsung dan sebagian sebagai hasil
penyesuaian profil air laut kepada permukaan air yang lebih tinggi.
b. Perubahan Suplai sedimen.
Suplai sedimen ke daerah pantai dapat berasal dari darat (clastis sediment) atau dari
laut (biogenic sediment).
Perubahan pola cuaca dunia yang menyebabkan musim kering dapat mengakibatkan
berkurangnya debit sungai yang merupakan suplai material dan penyebab
sedimentasi pada pantai itu. Berkurangnya suplai sedimen dari laut dapat terjadi
karena daerah karang yang rusak atau pertumbuhan karang yang lambat.
c. Gelombang Badai.
Pada saat badai terjadi, arus tegak lurus pantai yang cukup besar yang mengangkut
material ke arah tegak lurus pantai. Umumnya proses erosi yang terjadi akibat
gelombang badai ini berlangsung dalam waktu singkat tetapi temporer, karena
material yang tererosi akan tinggal di surf zone dan akan kembali ke pantai ketika
gelombang tenang (swell). Namun apabila di lepas pantai bathimetrinya sangat terjal,
atau terdapat palung-palung pantai, maka sedimen yang terbawa ke laut akan
mengisi daerah yang dalam tersebut dan tidak sampai ke pantai.
d. Limpasan (overwash).
Overwash adalah suatu akibat terjadi selama periode hempasan gelombang. Ombak
dan air luapan mengikis pantai dan mengangkut material pantai.
e. Angkutan oleh Angin.
Kepindahan material lepas dari suatu pantai oleh angin bisa merupakan suatu
penyebab erosi. Di banyak daerah, bukit pasir alami berpindah di belakang daerah
pantai yang aktif. Bukit pasir ini dapat menghasilkan suatu volume sedimen pantai
besar.
f. Pengangkutan Sedimen.
Pasir diangkut searah pantai (longshore transport sediment) oleh ombak yang
menghempas pada suatu pantai.
g. Pemisahan Sedimen Pantai.
Penyortiran sedimen pantai oleh tindakan gelombang mengakibatkan pembagian
kembali partikel butir sedimen ( pasir, kulit kerang/kerang, dan shingle)
2.4. Gelombang
Gelombang laut adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak
lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang
laut disebabkan oleh angin, gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari, gempa di
dasar laut, maupun pergerakan kapal. Angin di atas lautan memindahkan
tenaganya ke permukaan perairan, menyebabkan riak-riak, alunan/bukit, dan
berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang atau ombak.
a. Jenis Gelombang Berdasarkan Cara Terpecahnya
1. Spilling, biasanya terjadi apabila gelombang dengan kemiringan yang kecil
menuju ke pantai yang datar (kemiringan kecil) yang pecah pada jarak
yang cukup jauh dari pantai dan berangsur-angsur.
2. Plunging, apabila kemiringan gelombang dan dasar bertambah gelombang
akan pecah dan puncak gelombang akan memutar, sebagian kecil akan
memantulkan ke laut.
3. Surging, gelombang yang terjadi pada pantai dengan kemiringan yang
sangat besar seperti yang terjadi pada pantai berkarang.
b. Jenis Gelombang Berdasarkan Pembangkitnya
1. Gelombang Angin, Gelombang angin terjadi akibat adanya angin yang
bertiup.
2. Gelombang Pasang Surut, Gelombang pasang surut terjadi karena
adanya gaya tarik menarik bumi, bulan, dan matahari.
3. Gelombang Vulkanik / Tektonik, Gelombang vulkanik / tektonik terjadi
akibat terjadinya gempa.
4. Gelombang Tsunami, Gelombang tsunami terjadi akibat pergeseran
lempengan bumi
5. Gelombang Kapal, Gelombang akibat gerakan kapal
c. Fungsi Dan Manfaat Gelombang
1. Menjaga kestabilan suhu dari iklim dunia
2. Melalui permukaan ombak, terjadi pertukaran gas
3. Meningkatkan adanya keanekaragaman hayati
4. Gelombang laut membantu adanya hubungan simbiosis mutualisme
5. Gelombang laut membantu membuat pantai
d. Bahaya Gelombang
Gelombang dikatakan berbahaya apabila gelombang tersebut sudah
tidak dapat terkendali. Sehingga dapat mengakibatkan hal-hal seperti :
1. Korban manusia dan hilangnya herwan ternak serta rusaknya bahan
bangunan.
2. Hancurnya kampung nelayan.
3. Terhempasnya perahu nelayan ke arah darat.
4. Rusaknya jalan dan jembatan, dermaga pelabuhanm, bangunan-
bangunan.
e. Upaya Yang Harus Dilakukan Untuk Meminimalisir Kerusakan / Korban
1. Membuat tanggul pemecah gelombang
2. Membuat dinding penahan gelombang
3. SPD (Sistem Peringatan Dini)
4.
2.5. Ekosistem Pantai

Ekosistem pantai sendiri secara umum dapat dikatakan sebagai satu ekosistem
yang selaras. Ekosistem pantai yang baik dan juga sehat mempunyai beberapa ciri
sebagai berikut:

 Memiliki garis pantai yang permanen dan juga terjaga dengan baik. Garis
pantai yang dimaksud adalah wilayah atau batasan antara daratan dengan
lautan. Ekosistem pantai yang baik adalah pantai yang mempunyai ciri garis
pantai yang terjaga dan juga permanen.
 Terdapat ekosistem mangrove di sekitar pantai. Ekosistem pantai yang baik
adalah yang mempunyai ekosistem hutan magrove di kawasan pantai
tersebut. Ekosistem mangrove ini setidaknya berjumlah 30% dari jumlah total
luas pesisir. Prosentase yang demikian tersebut merupakan jumlah yang
ideal. Ekosistem hutan mangrove yag berada di wilayah pantai ini mempunyai
fungsi sebagai penahan ombak laut yang bisa mengikis pesisir dari pantai
tersebut (baca: abrasi pantai)
 Terdapat pola usaha budidaya air payau. Salah satu ciri atau karakteristik dari
ekosistem pantai yang baik dan juga sehat ini adalah terdapat pola usaha
budidaya jenis air payau yang dilakukan dengan berpegang pada wawasan
atas lingkungan yang baik. Mengapa harus berwawasan pada lingkungan
yang baik? Hal ini karena pemafaatan lingkungan pantai tidak boleh
sembarangan karena berhubungan dengan beragam makhluk hidup yang
berada di sekitar pantai tersebut.
 Pencemaran atas pantai bisa dikendalikan. Ekosistem pantai memang sulit
lepas dari yang namanya pencemaran. Namun pencemaran di lingkungan
ekosistem pantai yang baik dan juga sehat dapat diatasi atau dikendalikan
dengan mudah, baik secara ilmiah maupun dengan campur tangan manusia.
 Berperan sebagai rumah bagi aneka jenis makhluk hidup dan bisa menjadi
sumber kehidupan bagi manusia yang tinggal di sekitaran pantai tersebut.
Ekosistem pantai yang sehat adalah ekosistem pantai yang mempunyai
berbagai macam fungsi atau manfaat pantai. Beberapa manfaat yang
dipunyai oleh ekosistem pantai yang baik dan juga sehat adalah bisa
digunakan sebagai rumah bagi berbagai macam makhluk hidup dan juga
merupakan sumber penghidupan bagi manusia yang berada di sekitar pantai
tersebut.

Gambar 2.3 Mangrove


2.6. Bangunan Pelindung Pantai
Breakwater (Pemecah Gelombang) merupakan bangunan laut yang dibuat
untuk melindungi pantai dari serangan gelombang, biasanya dibuat pada
jarak tertentu sesuai dengan kondisi garis pantai. Breakwater ini berfungsi
untuk menghancurkan atau menyerap energi gelombang sebelum sampai ke
pantai.

Breakwater sering kita jumpai di daerah pelabuhan, karena memiliki fungsi


yang sangat penting yaitu melindungi daerah pelabuhan dari serangan
gelombang sebelum sampai ke pantai dengan cara menyerap sebagian
energi gelombang yang datang.

Breakwater harus dirancang khusus sesuai dengan daerah pantai yang ingin
dilindungi agar arus laut tidak menyebabkan pendangkalan karena pasir
yang ikut dalam arus mengendap serta tidak terjadi endapan sedimen
dibelakang struktur breakwater. Bila hal ini terjadi maka perlu dilakukan
pengerukan pantai.
Prinsip kerja dari breakwater adalah dengan memanfaatkan difraksi
gelombang. Akibat adanya difraksi gelombang akan menimbulkan pengaruh
terhadap angkutan sedimen yang dibawa, salah satunya dengan
terbentuknya tombolo di belakang posisi breakwater. Penentuan panjang
breakwater didasarkan pada tujuan pembentukan garis pantai yang
diinginkan, yaitu tombolo atau salient. Tombolo adalah sedimentasi yang
terbentuk tepat di belakang bangunan breakwater. Tombolo terjadi apabila
jarak antara pemecah gelombang dengan garis pantai lebih kecil
dibandingkan panjang pemecah gelombang. Sedangkan salient adalah
sedimentasi yang terbentuk pada garis pantai.
Sebenarnya breakwater atau pemecah gelombang dapat dibedakan
menjadi dua macam yaitu pemecah gelombang sambung pantai dan lepas
pantai. Tipe pertama banyak digunakan pada perlindungan perairan
pelabuhan, sedangkan tipe kedua untuk perlindungan pantai terhadap erosi.
Secara umum kondisi perencanaan kedua tipe adalah sama, hanya pada tipe
pertama perlu ditinjau karakteristik gelombang di beberapa lokasi di
sepanjang pemecah gelombang, seperti halnya pada perencanaan groin dan
jetty. Penjelasan lebih rinci mengenai pemecah gelombang sambung pantai
lebih cenderung berkaitan dengan palabuhan dan bukan dengan
perlindungan pantai terhadap erosi. pemecah gelombang lepas pantai dibuat
sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai, maka
tergantung pada panjang pantai yang dilindungi, pemecah gelombang lepas
pantai dapat dibuat dari satu pemecah gelombang atau suatu seri bangunan
yang terdiri dari beberapa ruas pemecah gelombang yang dipisahkan oleh
celah.

Gambar 2.6 Breakwater


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
 Abrasi dan pencemaran pantai merupakan masalah pelik yang dihadapi oleh
masyarakat. Abrasi diakibatkan oleh 2 faktor, baik faktor alam (angin selalu
berhembus menyebabkan air laut terus bergerak sehingga perlahan-lahan
mengikis daratan atupun oleh bencana alam) maupun manusia(pembabatan
hutan bakau, perusakan terumbu karang, penggalian pasir).
 Dampak yang diakibatkan oleh abrasi ini sangat besar. Garis pantai akan
semakin menyempit dan apabila tidak diatasi lama kelamaan daerah-
daerahyang permukaannya rendah akan tenggelam. Ada banyak sekali
pulau-pulau kecil di Indonesia yang tenggelam dan menghilang dikarenakan
abrasi. Bahkan, diprediksikan beberapa tahun mendatang Indonesia akan
kehilangan ribuan pulau karena abrasi.
 Kita dapat mengurangi atau memperkecil dampak negatif dari abrasi dengan
melakukan beberapa cara, seperti membangun alat pemecah ombak dan
menanam pohon bakau di pinggir pantai. Alat pemecah ombak dapat
menahan laju ombak dan memecahkan gelombang air sehingga kekuatan
ombak saat mencapai bibir pantai akan berkurang. Demikian juga dengan
pohon bakau yang ditanam di pinggiran pantai. Akar-akarnya yang kokoh
dapat menahan kekuatan ombak agar tidak mengikis pantai. Di pantai
Kejawanan sangat sedikit pohon bakau oleh karena itu perlu di perbanyak
pohon bakau.
 Masalah abrasi maupun pencemaran lingkungan ini sangat sulit untuk diatasi
karena kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungannya. Masih banyak
orang yang membuang sampah pada sembarang tempat yang nantinya
dapat mencemari lingkungan. Masih banyak pula pihak-pihak tertentu yang
melakukan pembangunan suatu daerah tanpa memperhatikan kelestarian
lingkungan, termasuk daerah pesisir.
 Permasalahan ini harus diselesaikan bukan hanya oleh pemerintah, tapi juga
memerlukan partisipasi dari masyarakat. Niscaya, tanpa adanya kesadaran
masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, baik darat maupun
laut, Indonesia akan kehilangan lebih banyak pulau dan bukan tidak mungkin
pulau-pulau besar pun akan turut tenggelam.

DAFTAR PUSTAKA