Anda di halaman 1dari 9

Tercemahan Stork Palmoil Review

Clarification II

Pendahuluan

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan panjang lebar tentang metode pemisahaan statik dan faktor-faktor
penentu. Dalam aktikel ini dicurahkan diskusi tentang klarifikasi (pemisahan) dengan metode biologikal
dan pengolahan sludge di centrifuge. Selanjutnya, diberikan penjelasan singkat tentang deskripsi dari
peralatan utama dalam stasiun klarifikasi.

1. Metode Biologikal
Metode ini, merupakan pengolahan sludge di stasiun klarifikasi dengan menggunakan sludge tank atau
conical tank, dinamakan metode biologikal, dari kenyataan bahwa peranan aktif dari bakteria untuk
me-recovery butiran-butiran minyak kecil terkandung di sludge dan dalam tangki klarifikasi dimana
butiran-butiran minyak yang kecel ini, tidak dapat mencapai permukaan lapisan minyak.
Alasan utama, pengolahan sludge dengan metode biologikal tidak digunakan lagi karena kualitas
minyak yang dikutip jelek, disamping biaya yang sangat tinggi. Walaupun pengolahan dengan
centrifuge, tidak mungkin mencapai tingkat kesulitan yang sama untuk pemisahan sludge seperti
metode biologikal, hasil finansial&ekonomis diperoleh bahwa metode biologikal harus diganti dengan
metode lain..

Fat pit
Fat pit digunakan pengolahan sludge secara biologikal, mengandung bagian sangat luas, dangkal,
kolam yang berdinding beton atau batu, atau palung seperti bak cucian. Sludge mengalir dari satu bak
ke bak dengan aliran yang lambat, mengalir dari bagian bahwa partisi atau dari atas pada ambang
pintu pada kompartment, seperti gambar 1:

Gambar ini menjelaskan seksi yang berulang beberapa seri dari palung minyak. Minyak timbul di
permukaan selama pengolahan, yang ditahan pada partisi.

Pengutipan minyak di fat pit


Dalam kondisi tidak normal, ditemukan 70% dari minyak terkandung di sludge masuk ke fat pit dan
lebih kurang 30% akan menjadi loss. Konsekuensi, kehilangan minyak aktual di sludge eks fat pit
tergantung pada kandungan minyak di sludge yang masuk ke fat pit. Dijelaskan bahwa harus
diusahakan menjaga kandungan minyak di sludge yang masuk ke pit, serendah mungkin.

Lebih dari 80% minyak dikutip di dalam fat pit dari komparment yang pertama.

Pada langkah pengolahan sebelumnya, dimana peranan biologikal tidak ada, hanya peranan dari
klarifikasi secara static Bak yang luas dan dangkal, menyebabkan kondisi yang cocok untuk butiran-
butiran minyak bergerak ke atas pada kecepatan rendah.
Bahkan pada parit sludge dari pabrik ke fat pit seperti bak yang dangkal dimana minyak telah
memisah pada saluran ini.
Sebab itu sludge pada komparmen pertama di fat pit secara aktual merupakan gambaran perlakuan
dan phenomena dari sludge eks underflow tangki klarifikasi, ditambah kakuatiran bahwa ”lapisan
ketiga” dapat berkembang cepat dan sebaliknya , melalui ke bagian sudut dari bak.
Jika sludge sangat kuat terlarut pada lapisan kotoran, bertumbuh cepat dan tebal, hal ini menurunkan
efektifitas pengutipan minyak. Didalam kasus ini, bak harus di drain dan dibersihkan bila tida maka
minyak terbawa selama proses.
Tersisa 20% minyak di fat pit diperoleh dari kombinasi peranan settling dan biologikal. Kehadiran
bakteria di dalam sludge, mempengaruhi penurutan kekentalan dari proses fermentasi kaji (starch) dan
gula. Terbentuk produk alkohol, yang membantu penurunan tekanan permukaan sehingga partikel,
minyak terutama berukuran kecil, mempunyai kemudahan bergabung secara bersama.
Dengan memandang peranan biologikal yang dilaporkan singkat dan dibatasi untuk memberikan
kesimpulan bahwa contoh yang pilih dari banyak penelitian skala besar, dilakukan oleh beberapa
peneliti di Sumatera:
1. Lapisan kotoran yang timbul, mempunyai efek menguntungkan, karena menyingkirkan penyebab
terbesar pengurangan jumlah minyak yang dapat dikutip.
2. Lapisan kotoran ditemukan mengandung bakteria, dalam percobaan, dibuktikan menghasilkan
asam dan terbentuk gas pada temperatur 50oC. Pada temperatur 60oC tidak ada aktifitas yang
timbul, dimana disimpulkan bahwa bakteria tidak termophilic. Lebih dari itu, bakteria jenis
anaerob karena aerasi terbentuk dari poduksi gas dan asam terhenti
3. Asam dan gas terbentuk di fat pit dan pada temperatur yang rendah dimana produksi gas dan
asam semakin meningkat. Kondisi ini ditemukan sewaktu memastikan pertumbahan maksimal
dari bakteria saat lapisan atas dingin.
4. Optimum minyak terkutip diperoleh sejalan dengan pertumbuhan gas dan asam.
5. Di dalam penemuan dimunculkan, bahwa semua kemungkinan tentang bakteria, dinyatakan
jenis ”Clostridium Butyricum” dan mungkin dari berbagai jenis lain. Gula dan polysakarida
(tepung) yang ada, sangat diperlukan untuk nutrisi bakteria. Sludge sudah mengandung kedua
bagian yaitu gula dan polysakarida sehingga tidak ada kemungkinan bakteria akan lemah.

Kelemahan metode biologikal


Ada beberapa kelemahan dari metode biologikal pada pengolahan sludge, dari segi finansial dan
ekonomi dari teknologi yang lebih baik. Kerugian terbesar secara teknologi adalah tidak pernah
dengan mudah diperoleh dalam satu hamparan (lokasi). Untuk substansi racun dari bakteria dan
ketidakaktifan bakteria di sepanjang waktu, dapat mudah masuk ke fat pit yang terbuka..
Lebih dari pada itu, bakteria mungkin menjadi penyebab kerusakan bakteria itu sendiri. Clostridium
Butyricum sangat umum dan dapat ditemukan buah kelapa sawit, terutama musin hujan dan kondisi
pengap. Bakteria ini berpenetrasi ke berondolan dan terbentuk anti racun, dengan dimana bakteria
saling merekat(mengumpul). Sehingga deposit dari bakteria bertumbuh. Ini memungkinkan
menjelaskan mengapa saat musin hujan, cairan di fat pit terkoagulasi (pengumpal) dimana
kecenderungan ini tercacat juga pada stasiun klarifikasi. Kandungan fat pit tidak mengumpal secara
perlahan namun tiba-tiba dan tidak ada atau kecil untuk mencegahnya. Dalam situasi ini fat pit tidak
berfungsi, produksi gas berhenti dan buih di permukaan akan habis. Jika tidak ingin beresiko secara
permanent, yang akan menaikkan kehilangan minyak, sangatlah memungkinkan melakukan drain
dari fat pit.

2. Pengolahan sludge dengan Centrifuge.


Tahun 1930 an, tidak semua pabrik kelapa sawit menggunakan fat pit. Di dalam perkembangan dimana
kapasitas pabrik tingkatkan, maka fat pit menjadi lebih besar. Di beberapa mill, kolam kecil atau
danau, diawasi oleh banyak tenaga kerja. Seiring pertumbuhan, fat-pit tidak pratikal dan sangat masuk
akal diganti dengan centrifuge untuk memisahkan minyak dengan sludge. Hanya beberapa engineering
yang sukses dalam membuat mesin yang dimaksud.

Prinsip dasar
Sebelum penjelasan singkat diberikan dari bagian utama type centrifuge, maka dibahas prinsip dasar
pemisahan minyak dengan sludge dengan metode centrifugal.
Seperti diketahui bahwa; percepatan radial dari centrifuge adalah V 2/R dimana V untuk kecepatan
tangensial dan R adalah jari-jari. Untuk kecepatan tangensial (V) = (n/60) . 2 . π . R = (n. π .R)/30
dimana n = jumlah putaran per menit (rpm)

Sebab itu percepatan radial (V2/R) dapat dituliskan seperti = (n2 π2 R)/900
Ф = 325
R = 400

R = 200

N =1450

Q= 750 L/H

Jika dihubungkan R (cm), diperoleh percepatan radial dengan satuan cm/det 2. Percepatan gravitasi
adalah 981 cm/det2. Konsekuensinya, percepatan radial lebih dari gravitasi dengan (n 2 π2 R)/(900 x
981) kali.
Untuk memberikan ide kepada pembaca yang ingin mengetahui besaran dari faktor ini, dikalkulasi
berbagai nomor dari rpm dan jari-jari (R) dengan mengambil π2 /981 atau sama dengan 10/1000 untuk
mempermudah perhitungan

Disusun tabel seperti gambaran dibawah ini:


R (cm)
n = rpm 10 20 30 40 50
800 71 142 213 284 355
1000 111 222 333 444 555
1200 160 320 480 640 800
1400 218 436 654 872 1090
1600 285 570 755 1140 1425
1800 360 720 1080 1440 1800
2000 444 888 1332 1776 2220
2500 694 1388 2082 2776 3470
3000 1000 2000 3000 4000 5000

Apa yang digambarkan dapat tabel ini cukup jelas, tanpa harus menjelaskan panjang lebar, penjelasan
ini menuntun banyak orang untuk lebih familier dengan formula seperti ”percepatan 6 g”. Dinyatakan
secara langsung, partikel minyak diputar dalam centrifuge, seperti dikatakan saja dengan jarak 20 cm
dari pusat dan 1.400 rpm, dimana berat minyak akan menjadi 436 x lebih berat, dimana berlaku juga
untuk semua patikel minyak yang ada di centrifuge dan perbedaan berat antara 2 cairan. Dalam kata
lain, gaya pemisahan antara minyak dan sludge dibawah kondisi ini, lebih dari pemisahaan secara
statik (1g) sebesar 436 x. Bagian dari pengetahuan, diketahui gambar sludge centrifuge dimana body
berbentuk bintang.

Diasumsikan bahwa rotor dari sludge centrifuge berbentuk bintang bersudut dengan 4 kerucut,
diameter bagian dalam 325 mm dan jarak dari titik tengah 20 cm dan 95 cm pada 40 cm dari titik
tengah rotasi.
Lebih lanjut, dianggap kecepatan dari rotor 1450 rpm dan kekentalan 0,04 dp. Lewat nozzle 3000 liter
sludge dikeluarkan. Dari basic data ini, diperoleh gambaran:
1. Percepatan radial pada titik 20 cm dari titik tengah adalah 480 gravitasi.
2. Percepatan radial pada titik 40 cm dari titik tengah adalah 960 gravitasi.
3. Luas permukaan dari setiap kelucut adalah 82958 mm2 pada 20 cm dari titik tengah.
4. Luas permukaan kerucut paling ujung 7988 mm2 pada 40 cm dari titik tengah.
5. Jumlah cairan yang lewat dari setiap paling ujung kerucut adalah 750 liter/jam atau 20833
mm3/detik.
6. Secara konsenkuen, rata-rata laju dari sludge melewati setiap kerucut adalah 2511 micron/detik
pada saat 20 cm dari titik tengah.
7. Laju rata-rata sebesar 29392 microns/detik pada 40 cm dari titik tengah.
8. Jika diambil pendekatan umum, dianggap hukum stokes yang diaplikasi dalam kasus, dari graph
pertama dimana butiran minyak 40 micron di dalam sludge centrifuge dengan kekentalan 0.04 dp
mempunyai laju pemisahan (laju minyak mendekati pusat) 480 x 222 = 106560 microns/detik
pada titik 20 cm dari titik tengah. Droplet dengan ukuran 20 micron mempunyai kecepatan 480 x
56 = 26880 micron/detik. Ketika dibandingkan kecepatan minyak dengan kecepatan rata-rata dari
sludge pada point tertentu, maka jelaslah minyak akan bergerak menuju pusat dari rotasi.
9. Sama halnya, dikalkulasi bahwa minyak partikel dari 40 microns, dimana melewati beberapa
untuk beberapa kasus atau yang lainnya, dan tiba pada titik 40 cm dari titik tengah akan
mempunyai kecepatan 960 x 222 = 213120 micron/detik dengan aliran menuju titik tengah,
sementara untuk ukuran partikel minyak dengan 20 micron dengan laju 53760 micron/detik , juga
kecepatan akan semakin tinggi dibandingkan dengan kecepatan laju sludge pada point ini adalah
29392 micron/detik, sehingga partikel tidak akan ikut keluar dari sludge melewati nozzle pada
bagian kerucut.

Dari gambar diatas, dapat diikuti bahwa kondisi pengolahan sludge seperti umum didalam
centrifuge sejauh ini akan lebih baik dari hasil yang diperoleh dari static clarification pada 1
gravity. Kebutuhan dalam partikal belumlah sempurna, dengan alasan bahwa hukum stokes tidak
semua berlaku terutama pada laju pemisahan yang tinggi. Aktual laju pemisahan rendah
dibandingkan dengan hal ini, maka perhitungan mengikuti hukum stokes.
Alasan kedua adalah aliran sludge yang melewati conical yang berbentuk bintang bersudut, pata
terjadi turbulensi sehingga pada titik itu dimana laju aliran sangat cepat dan resiko partikel minyak
sedikit tinggi akan terbawa bersama bersama alairan heavy phase sludge. Percobaan telah
dibuatkan, bahwa dengan design yang terbaik dari mesin sludge centrifuge dimana kehilangan
minyak di sludge sedikit akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemisahaan secara statik
dengan fat-pit, sementara kualitas minyak akan lebih baik.

Tipe Sludge centrifuge.


Sludge centrifuge yang ada dibuat dalam berbagai versi dan 2 bagi dalam 2 sub, (1) centrifugal
pemisahan minyak dari sludge di dalam kondisi yang lebih murni, dimana minyak digabung dari
minyak dari sludge centrifuge dengan minyak eks tangki klarifikasi, tanpa pemurnian dan (2)
centrifuge pemisahan sludge dimana light phase dengan komposisi sama komposisi crude oil dan
mengandung sejumlah sludge.
Setelah lewat dari sludge centrifuge, light phase sludge centrifuge, dikembalikan ke tangki klarifikasi
dan digabung dengan crude oil dari mesin press. Centrifuge dibuat untuk tujuan no (1)- light phase
berupa minyak murni- dipasang gear kontrol untuk mempertahankan lapisan minyak dengan sludge
pada satu point antara titik tengah rotasi dengan nozzle out let. Bila minyak lebih banyak dikeluarkan
dari centrifuge dari kandungan minyak dalam umpan sludge, lapisan minyak akan menuju ke titik
tengah dan sludge akan bersama phase light phase. Sebaliknya, jika minyak sedikit yang dikeluarkan
dari centrifuge jika dibandingkan minyak yang dikandung umpan sludge, maka permukaan minyak
akan menuju nozzle dan minyak yang dipisahkan bebas dari sludge. Disini sistem lingkaran dimana
sludge sebagai konduktor yang baik dan minyak merupakan konduktor yang jelek. Seperti 2 ring yang
ditempatkan di dalam bowl dari centrifuge diposisi mana ditetapkan untuk menjaga voltage.
Lapisan minyak dan sludge antara ke ring. Ketika lapisan cenderung bergerak menjauhi pusat karena
terlalu banyak sludge yang diumpan ke system atau nozzle tersumbat oleh dirt., resisten di dalam arus
listrik akan drop dan arus (i) akan meningkat. Sinyal digunakan untuk arah dari bukaan valve di dalam
feeder line dari kandungan sludge dalam phase minyak.
Sludge centrifugal pada type yang lainnya dimana dibuatkan oleh STORK, tidak dibutuhkan peralatan
kontrol. Diameter nozzle dipilih dimana kapasitas sludge centrifuge melebihi jumlah sludge diolah.
Level cairan di dalam tangki sludge diumpankan ke centrifuge dijaga konstan dengan cara air panas
lewat float kontrol valve. Sehingga jumlah umpan centrifuge selalu dalam kapasitas terpasang.
Light phase eks centrifuge – dimana komposisi cairan- diatur dengan alat yang sederhana, berupa kran
pada pipa discharge, dengan jalan dilihat secara visual komposisi sludge terikut bersama light phase.
Sekalipun centrifuge sudah diset dalam satu kondisi, kedua komposisi phase minyak akan bervariasi
di dalam satu limit tanpa pengaruh dari kondisi mesin.
Bahan prinsip dari jenis sludge centrifuge yang terakhir adalah:
1. Bahasa umum, mesin hanya digunakan dalam satu maksud, yaitu fungsi pemisahan minyak dan
mengeluarkan semaksimal mungkin. Komposisi minyak yang dikembalikan, dijaga sesuai target,
seperti pemisahan aktual pada tangki klarifikasi
2. Tidak adanya sensitif gear kontrol centrifuge yang simpel dan semua saling berpengaruh.

3. Peralatan yang digunakan di stasiun klarifikasi.


Di dalam pembahasan berikutnya, diberikan perjelasan faktor-faktor berpengaruh terhadap efisiensi
klarifikasi (waktu sedimentasi, temperatur dari cairan, pelarut), dimana faktor ini merupakan standard
dari peralatan klarifikasi. Lebih dari itu, kebutuhan peralatan dihubungkan dengan kualitas dari CPO
produksi.
Sebab crude oil diolah masih mengandung sejumlah air, temperatur tinggi, sangat beresiko terhadap
peningkatan FFA selama proses klarifikasi. Konsekunsinya, peralatan digunakan harus mengikuti
proses klarifikasi yang sesingkat mungkin. Kebutuhan sama juga berlaku untuk warna dan
bleachabilicity dari minyak.
Untuk paragraph yang sama, selanjutnya minyak harus dikeringkan dan dijaga moisture 0.08%,
bertujuan mencegah %FFA meningkat sepanjang penyimpanan dan transportasi.
Dengan semua kebutuhan yang ada, dijelaskan secara singkat, mesin dan peralatan digunakan pada
stasiun klarifikasi.

Vibrating screen
Crude oil dari stasiun press, pertama kali diumpan dengan vibrating screen dengan ukuran 16 mesh.
Material dipisahkan dengan screen dan komposisi utama seperti fiber dan pericrap dikembalikan ke
digester.
Ketika mesin sludge centrifuge digunakan pada klarifikasi unit, sludge dari continuous clarification
tank, dilewatkan dengan vibrating yang kedua dengan ukuran 45 mesh. Disamping itu, air panas
dispray ke atas screen, oil yang menempel pada material (solid) dipisahkan dari bagian yang lebih
besar, dimana dirt dan fiber dibuang dari proses pengolahan.
Crude oil pumps
Untuk memastikan performance cukup untuk tangki klarifikasi diperlukan aliran dari crude oil
dipenuhi. Ini menunjukkan, mengapa double plunger pumps umum digunakan dibandingkan type
yang lainnnya.

Tangki klarifikasi
Tangki klarifikasi berfungsi memisahkan slugde yang terbebas dari minyak dan butiran-butiran
minyak yang besar dimana sangat cepat terpisah. Sehingga minyak mungkin terbawa dengan cepat
bersama minyak yang terkutip, untuk waktu tinggal minyak di dalam tangki dibutuhkan waktu tidak
lama, sebagai ilustrasi dijelaskan pada bagian ini:
Diberikan data dari undiluted crude oil dari buah type Deli-Dura (OER diprediksi 17% ), ekstrak dari
mesin press diklarifikasikan dengan metode static. Setiap 10 menit diambil sampel dari sludge,
kandungan minyak dihubungkan dengan %minyak terhadap TBS. Gambaran menunjukkan seperti
grafik diatas. Jika asumsi final kandungan minyak di sludge adalah 0.30% minyak terhadap TBS,
sehingga kandungan minyak di TBS adalah 17,3% terhadap TBS, dikalkulasi hasil setelah
diendapkan:

20 menit= (17,3 – 1)/17 = 95,9% dari minyak terkutip yang telah mencapai permukaan cairan.

Setelah 40 menit = (17,3-0,7)/17 = 97,6%

Setelah 60 menit = (17,3-0,58)/17 = 98,3%

Setelah 2 jam = (17,3-0,42)/17 = 99,3%

Seperti gambar tangki klarifikasi buatan STORK dibawah ini:

D A

B C
X

Y
Catatan: Y+X = Z
G

dimana cairan secara perlahan masuk ke tangki klarifikasi melalui bagian tengah umpan (A) dimana
ukuran yang umum dan dipisahkan menjadi minyak dan sludge. Minyak dikumpulkan pada lapisan X
dan meninggalkan tangki melalui pipa keluar B yang dipasang trap busa.
Sludge dikumpulkan pada lapisan Y dan dialirkan melalui bagian atas C. Didalam posisi bagian 2
lapisan cairan dimana terjadi keseimbangan seperti tinggi dari lapisan X dikalikan dengan spesifik
gravity minyak ditambah ketinggian dari sludge dari lapisan Y dikalikan dengan sludge gravity
berkorelasi dengan tinggi lapisan Z dari sludge x dikalikan dengan spersifik gravity sludge. Dengan
kata lain, 2 fraksi cairan berhubungan secara seimbang dengan sludge yang di aliran C.
Aplikasinya: A) bahwa sejumlah minyak dan sludge yang disatukan dalam tangki akan sama jumlah
dari crude oil itu sendiri B) ketebalan dari lapisan minyak (X) diperoleh dari perbedaan ketinggian
antara masuk-keluar dari minyak dan sludge (X+Y)- Z.
Perbedaan spesifik gravity antara minyak dan sludge kira-kiata 0.1, ini mengikuti bahwa ketebalan
lapisan minyak adalah 10x perbedaan tinggi antara pembukaan pengeluaran minyak dan
sludge.sehingga X = 10 ((X+Y) –Z)
Jumlah dari minyak yang keluarkan tangki klarifikasi adalah volume dari lapisan minyak bersama-
sama diperoleh dari waktu tinggal minyak di dalam tangki. Jika waktu tinggal terlalu cepat, dapat
dikatakan bahwa perbedaan tinggi selalu meningkatkan dengan panjangnya pipa B, jika itu terlalu
lama, panjang pipa B terlalu pendek.
Jika tidak ada crude oil yang diumpan, pengeluaran minyak dan sludge stop pada waktu yang
bersama. Jika klarifier tidak dijalankan secara kontinue, sejumlah minyak akan timbul pada
temperatur tinggi dan waktu panjang. Untuk menyingkirkan minyak ini, satu kran dari slugde uptake
distop dan air dimasukkan ke tangki melewati pipa D. Lapisan minyak akan mendorong ke atas dan
dapat didrain secara menyeluruh. Kemudian kran pada sludge uptake C dapat buka kembali sehingga
level cairan di clarifier turun, sludge keluar dari pipa uptake C. Ketika, setelah dioperasikan kembali,
hanya slude yang dipisahkan pertama sekali, sampai lapisan minyak timbul dan ketebalan cukup.
Lewat Kran F, dari bagian kerucut tangki clarifier, pasir dan jenis material yang asing harus didrain
secara periodikal.
Akan datang, clarifier dipasang dengan pemanas untuk menaikan temperatur ketika periode yang
panjang stand-by, yang menyebabkan sludge akan dingin. Type lain dari continues clarifier digunakan
di pabrik kelapa sawit terdiri tangki yang bersegi empat, dibagi dalam beberapa komparment dengan
panjang tertentu. Partisi disusun sehingga cairan lewat bagian bawah dan selanjutnya bagian atas.
Minyak akan dipisahkan sepanjang perjalanan cairan menjangkau permukaan dan permukaan ditahan
oleh partisi. Pasir dan material yang berat akan diendapkan pada bagian bawah berbentuk piramida
dan dapat didrain dari waktu ke waktu.
Crude oil dialirkan dari ujung gutter dengan penahan overflow. Sludge meninggalkan clarifier pada
ujung yang lainnya. Minyak yang dikutip diskimmer dengan corong yang dapat diatur.

Tangki sludge
Didalam aliran kontinue, umpan sludge tidak berhubungan langsung centrifuge, sludge eks clarifier
melewati 2 atau 3 tangki. Didalam tangki ini, diisi penuh, sludge dididihkan secara intensif dan
diijinkan ditinggalkan beberapa periode waktu, sehingga secara pratikal, minyak butiran kecil menuju
permukaan cairan dan diskimmern kembali. Setelah waktu tertentu, permukaan minyak stop dikutip
dan skimmer sludge dibuka untuk didrain dan masuk ke fat-pit. Kemudian tangki siap untuk diisi
kembali.

Sludge centrifuge
Telah dijelaskan pada penjelasan sebelumnya. Melalui kran B dari sludge ek clarifier dimasukkan ke
hollow shaft dan masuk kebagian rotor. Kemudian valve dijalankan dengan fungsi mengisi rotor
secara menyeluruh dengan air sebelum sludge centrifuge dijalankan. Ketika mesin dengan kecepatan
yang stabil, maka kran A ditutup dan kran B dibuka. Kemudian mesin dijalankan dan tidak diperlukan
diawasi. Minyak yang dikembalikan dimana mengandung beberapa serat (fiber), meninggakan pipa C.
Sludge dipusing kepada housing centrifuge melalui 4 buah nozzle pada bagian luar rotor, sludge
keluar dari bagian C. Mesin ini diperkirakan dengan kapasitas 3000 liter ludge/jam. Secara patikal
menunjukkan kehilangan minyak dari sludge sebagai 7%oil per NOS.

Pengeringan minyak
Minyak yang dikutip dari tangki klarifikasi dan/atau tangki pengendapan mempunyai sejumlah kecil
dari moisture yang terbanyak ada pada butiran-butiran minyak yang kecil sementara bagian kecil
sebagai zat yang tak terlarut dalam minyak.
Observasi diambil untuk mencari efek jika minyak ditinggalkan pada tangki timbun selama waktu
tertentu sejumlah air akan mengendap keluar, yang didemonstrasikan merupakan ”free water”.
Minyak basah dengan kandungan air tidak melebihi 0.5%. Standard yang diadopsi didalam penjualan
minyak maksimum 0.2%. Sejak ditemukan bahwa kandungan air di minyak <0,20% (plus dirt)
menunjukkan kotoran yang tidak terlarut dalam air memiju proses pengasaman minyak selama
disimpan dan perjalanan, karena tendensi umum menurunkan kadar air sekecil mungkin.
Kemungkinan yang terbanyak di dalam pratikal bahwa kandungan air yang terendah yang dapat
diperoleh adalah 0,06%.
Walaupun sukses untuk menurunkan kadar air yang sangat rendah dibawah limit, ada rasa kekuatiran
bahwa minyak akan menyerap air (hygroscopic) ketika kandungan air jatuh ke angka yang terendah.
Dengan kata lain, bahwa minyak akan menyerap air dari atmosfir sampai terjadi keseimbangan
dimana kadar air berada kira-kira 0,06%. Banyak type alat pengeringan minyak yang telah
diaplikasikan di dalam industri kelapa sawit dan jelaskan secara sederhana untuk masing-masing
bagian.

Tabung Pendidih Tekanan Atmosfir.


Tabung berukut besar dengan volume 1650 liter dan dipasang hearter dario bahan perak dialirkan
steam bertekanan 2 s/d 3 atm. Beroperasi secara tidak kontinue. Pengeluaran dan pemasukan
mengambil waktu 5 menit dan pengeringan selama 30 minute. Kandungan air minyak setelah
pengeringan berkisar 0.1% s/d 0,11%.

Tabung Bertekanan Vakum.


Ini juga tabung berukur besar dan beroperasi tidak kontinius. Dalam kondisi panas, minyak yang
basah dimasukan ke tabung, dimana tekanan uap minyak diturunkan mendekati 0,3 atm absolute
selama 30 menit, cairan diaduk secara konstan. Kemudian vakum dikurangi dan minyak dikeluarkan.
Kandungan air dari minyak yang dikeluarkan dari pengeringan ini adalah 0,08 s/d 0,09%.

Kontinius Vakum Drier.


Drier type ini, diproduksi oleh Werkpoor Amsterdam, dengan ciri-ciri steam jet vacuum pump dan
down-flow condenser. Peralatan ini ditempatkan diatas atap pabrik, secara partikal dapat menurunkan
kadar air menjadi 0,07 s/d 0,9%.

Kontinuius vakum film drier.


Unit ini terdiri dari film yang sangat tipis sepanjang steam dipanaskan pada silinder. Vakum dijaga
dengan rotary vacuum pump.
Dihitung drier yang kecil, dimana bagainnya sangat kompak, kandungan air di minyak eks drier ini
berkisar 0,08% s/d 0,09%.

Centrifuge:
Aturan bahwa kadar air tidak boleh terlalu rendah dari 0,18 s/d 0,20%. Kendatipun banyak variasi dari
alat pengering minyak, pada alat terakhir yang dijelaskan, tidak masuk dapat subjek ini. Gambaran
didalam perkembangan yang terakhir, metode dari pengeringan minyak pada satu peralatan yang
disebutkan diatas pasti mempuntai karakteristik sperti tidak berguna yang lengkap. Pada
kenyataannya, ”free water” dalam minyak sangat mudah diuapkan jika minyak didistribusikan dan
sejumlah kecil akan diserap dan dikeluarkan bersama dengan uap yang terbentuk.
Obersevasi yang telah dilakukan secara pratikal yang menjadi pemandu untuk menemukan prinsip-
prinsip:
 Ketika pabrik menggunakan ”Alfa Laval” separator gauge glass dikeluarkan dari sistem
pemisahan karena karena secara kontinues selalu berkabut, kabut uap terlihat dan terlepas dari
pembukaan yang dibuatkan dan moisture turun dari 0,22% menjadi 0,14%, dari alasan penjualan,
minyak dipusing di housing separator seperti film-film tipis, yang diekpos pada tekanan atm pada
beberapa menit.
 Pengujian tentativ telah dilakukan, dimana minyak panas dispray seperti hujan dengan udara
panas. Penurunan kadar air dari 0,30% menjadi 0,05%. Secara hati-hati dan diulangi percobaan
dari beberapa sampel tidak ada perubahan dari hasil observasi seperti kualitas karakteristik dari
minyak yang dikeringkan.
Basis dari prinsip terbaru dari STORK telah menyusun pengeringan minyak yang kontinuis dan
simpel dimana minyak secara cepat mencapai temperatur 125 s/d 130 oC dengan heat excharger.
Kemudian dilewatkan seperti air terjun, dimana digambarkan film-film tipis yang digantung secara
bebas. Tidak gambar yang boleh digunakan dalam pratikal untuk alat yang baru, tetapi diharapkan
kandungan air eks pengering ini sebesat 0,06% s/d 0,08%.

Filtrasi
Akhir proses dari minyak diolah untuk mengeluarkan sejumlah kecil padatan yang tidak terlarut ,
setelah tangki klarifikasi.
Ini dapat dilakukan di filter press atau sebuah oil centrifuge (hampir sama dengan proses
pengeringan). Jika kedua kasus menghasilkan hasil yang memuaskan. Diberikan type yang tepat atau
filter cloth yang digunakan, ini sangat mungkin mendapatkan hasil yang rendah (dibawah 0,005%)
dengan filter press dari pada dengan oil centrifuge.