Anda di halaman 1dari 9

2.2.

3 Intervensi keperawatan
Perencanaan merupakan suatu petunjuk tertulis yang menggambarkan secara tepat rencana tindakan
keperawatan yang dilakukanterhadap pasien sesuai dengan kebutuhannya berdasarkan diagnosa keperawatan
(Asmadi,2008).
Menurut Dongoes & Moohouse (2012), Muttaqin (2012), dan PPNI (2016) perencanaan asuhan
keperawatan pada pasien tuberkulosis paru adalah :
No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan Rasional

1. Ketidakefektifan bersihan Dalam 2x24 jam setelah Mandiri : 1. Penurunan bunyi nafas
jalan nafas diberikan intervensi bersihan 1. Kaji fungsi pernafasan menunjukkan
Definisi: jalan nafas kembali efektif 2. Kaji kemampuan atelestasis, ronki,
Ketidakmampuan untuk dengan kriteria hasil: mengekuarkan sekresi, mengu menunjukkan
membersihkan sekresi 1. Mampu jumlah sputum, dan akumulasi secret/
atauobstruksi dari saluran mempertahankan adanya hemoptysis. ketidakmampuan untuk
pernafasan untuk jalan nafas pasien. 3. Berikan posisi membersihkan jalan
mempertahan kebersihan 2. Mampu fowler/semifowler nafas yang dapat
jalan nafas. mengeluarkan sekret tinggi dan bantu klien menimbulkan
Batasan Karakteristik : tanpa bantua. untuk latihan nafas penggunaan otot
a. Tidak ada batuk 3. Mampu menunjukkan dalam dan bantuk aksesori pernafasan dan
b. nafas tambahan perilaku untuk efektif. peningkatan kerja
c. Perubahan memperbaiki/memper 4. Bersihkan secret darri pernafasan.
Frekuensi nafas tahankan bersihan mulut dan trakea, bila 2. Pengeluaran sulit bila
d. Perubahan irama jalan nafas. perlu lakukan sekret sangat tebal.
nafas 4. Berpartisipasi dalam pengisapan (suction). Sputum berdarah kental
e. Sianosis program pengobatan, atau darah cerah
f. Kesulitan berbicara dalam tingkat Kolaborasi : dikarenakan oleh
atau mengeluarkan kemampuan/situasi. 5. Lembabkan kerusakan
suara 5. Mengidentifikasi udara/oksigen inspirasi. evaluasi/interventilasi
g. Penurunan bunyi potensial komplikasi 6. Berikan obat-obatan lanjut.
nafas dan melakukan sesuai indikasi : 3. Posisi membantu
h. Dispneu tindakan tepat. - Obat Anti memaksimalkan
i. Sputum dalam Tuberkulosis ekspansi paru dan
jumlah yang (OAT) menurunkan upaya
berlebihan pernafasan. Ventilasi
j. Batuk yang tidak maksimal membuka
efektif area atelektasi dan
k. Orthopneu meningkatkan gerakan
l. gelisah secret kedalaman jalan
m. Mata terbuka lebar nafas besar untuk
Faktor-faktor yang dikeluarkan.
berhubungan : 4. Mencegah
a. Lingkungan : obstruksi/aspirasi.
- perokok pasif Pengisapan dapat
- menghisap asap dilakukan bila pasien
- merokok tidak mampu
a. Obstruksi jalan mengeluarkan secret
nafas : secara mandiri.
- spasme jalan 5. Mencegah pengeringan
nafas membrane mukosa,
- minus dalam membantu pengeceran
jumlah berlebihan secret.
- Eksudat dalam
jalan alveolus
- materi asing
dalam jalan nafas.
- jalan napas
buatan
- sekresi
bertahan/sisa
sekresi
- sekresi dalam
bronkial

2. Ketidakefektifan pola Dalam waktu 3x 24 jam Mandiri : 1. Dengan


nafas setelah diberikan intervensi 1. Identifikasi faktor mengidentifikasi
Definisi : pola nafas kembali efektif penyebab penyebab, kita dapat
inspirasi dan atau dengan kriteria hasil : menentukan jenis efusi
ekspirasi yang tidak a. Pasien mampu pleura sehingga dapat
memberi ventilasi melakukan batuk mengambil tindakan
Batasan karakterisitk : efektif yang tepat
a. Dipneu b. Irama, frekuensi, dan 2. Distress pernafasan dan
2. Kaji fungsi pernafasan,
b. Bradipneu kedalaman perubahan tanda vital
catat kecepatan
c. Takipneu pernafasan berada dapat terjadi sebagai
pernafasan, dispnea,
d. Pernafasan bibir pada batas normal akibat stressa fisiologi
sianosi dan perubahan
e. Pernafasan cuping pada pemeriksaan dan nyeri atau dapat
tanda vital.
hidung rontgen dada tidak menunujukkan
f. Penggunaan otot ditemukan adanya terjadinya syok akibat
aksesoris untuk akumulasi cairan dan hipoksia.
3. Berikan posisi
bernafas bunyi napas. 3. Posisi fowler
fowler/semi fowler
memaksimalkan
tinggi dan miring pada
sisi yang sakit bantu ekspansi paru dan
pasien latihan napas menurunkan upaya
dalam dan batuk nafas. Ventilasi
efektif. maksimal membuka
nafas atelektasis dan
meningkatkan gerakan
sekret ke jalan nafas
besar untuk
dikeluarkan.
4. Aukultasi bunyi nafas.
4. Banyi nafas dapat
menurun/tak ada pada
area kolpas yang
meliputi satu lobus.
5. Kaji pengembangan Segmen paru. Atau
dada dan posisi
seluruh area paru.
trakhea. 5. Ekspansi paru menurun
pada area kolaps.
Deviasi trakea karah
sisi yang sehat pada
tension pnuemothoraks.
3. Ketidakseimbangan Dalam waktu 3x 24 jam Mandiri 1. Memvalidasi dan
Nutrisi Kurang dari setelah diberikan intervensi, menetapkan
1. Catat status nutrisi
Kebutuhan Tubuh. intake nutrisi klien terpenuhi derajat/luasnya masalah
pasien pada
Definisi : dengan kriteria hasil : untuk menetapkan
penerimaan, catat
Asupan nutrisi tidak cukup 1. Menunjukkan berat intervensi yang tepat.
turgor kulit, berat
untuk memenuhi badan
badan dan derajat
kebutuhan metabolism meningkat/mencapai
kekurangan berat
Batasan Karakterisitk : tujuan dengan nilai
badan, integritas
1. Kram abdomen laboratorium normal
mukosa oral,
2. Nyeri abdomen dan bebas tanda
kemampuan/ketidakma
3. Menghindari malnutrisi.
mpuan menelan,
makan 2. Melakukan
adanya tonus usus,
4. Berat badan 20% perilaku/perubahan
riwayat mual/muntah
atau lebih di bawah pola hidup untuk
atau diare.
berat badan ideal meningkatkan dan
2. Pastikan pola diet biasa
5. Kerapuhan kapiler mempertahankan 2. Membantu dalam
pasien, yang
6. Diare berat yang tepat. mengidentifikasi
disukai/tidak disukai.
7. Kehilangan rambut kebutuhan.
berlebihan Pertimbangan
8. Bising usus keinginan individu
hiperaktif dapat memperbaiki
9. Kurang makanan masukan diet.
10. Kurang informasi 3. Berguna dalam
11. Kurang minat pada 3. Awasi mengukur keefektifan
masukan/pengeluaran
makanan dan berat badan secara nutrisi dan dukungan
12. Penurunan berat periodik. cairan. Selidiki
badan dengan anoreksia, mual, dan
asupan makanan muntah dan catat
adekuat kemungkinan
13. Kesalahan hubungan hubungan
konsepsi dengan obat.
14. Kesalahan 4. Dapat mempengaruhi
informasi pilihan diet dan
4. Awasi frekuensi,
15. Membran mukosa mengidentifikasi area
volume, konsistensi
pucat pemecahan masalah
feses.
16. Ketidakmampuan untuk meningkatkan
memakan makanan pemasukan/penggunaa
17. Tonus otot n nuttrien
menurun 5. Membantu menghemat
18. Mengeluh energi khususnya bila
gangguan sensasi 5. Dorong dan berikan kebutuhan metabolik
rasa periode istirahat sering. meningkat saat demam.
19. Mengeluh asupan 6. Menurunkan rasa tidak
makanan kurang enak karean sisa
dari Recommended 6. Berikan perawatan sputum atau obat untuk
Daily Allowance mulut sebelum dan pengobatan respirasi
(RDA) sesudah tindakan yang merangsang pusat
20. Cepat kenyang pernafasan. muntah.
setelah makan 7. Membuat lingkungan
21. Sariawan rongga sosial lebih normal
mulut 7. Dorong makan sedikit selama makan dan
22. Steatorea dan sering dengan membantu memenuhi
23. Kelemahan otot makanan tinggi protein kebutuhan personal dan
pengunyah dan karbohidrat. kultural.
24. Kelemahan otot
untuk menelan 8. Memberikan bantuan
Kolaborasi : dalam perencanaan diet
8. Rujuk ke ahli diet dengan nutrisi adekuat
untuk menentukan untuk kebutuhan
komposisi diet. metabolik dan diet.
9. Dapat membantu
menurunkan insiden
9. Konsul dengan terapi mual dan muntah
pernafasan untuk sehubungan dengan
jadwal pengobatan 1 – obat atau efek
2 jam sebelum / setelah pengobatan pernafasan
makan. pada perut yang penuh.
10. Demam meningkatkan
kebutuhan metabolik
10. Berikan antipiretik dan juga konsumsi
tepat. kalori.

Anda mungkin juga menyukai