Anda di halaman 1dari 27

T.

A
2018-
2019

IKATAN
KIMIA
MODUL KIMIA KELAS X MIA

MODUL KIMIA KELAS X MIA


T.A 2018-2019
StandarKompetensi
Standar Kompetensi
Memahami
Memahamistruktur
strukturatom,
atom,sifat-sifat
sifat-sifatperiodik
periodikunsur,
unsur,dan
dan
ikatan kimia
ikatan kimia

KompetensiDasar
Kompetensi Dasar

1.2.
1.2.Membandingkan
Membandingkanproses
prosespembentukan
pembentukanikatan
ikatanion,
ion,
ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan
ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan
logam
logamserta
sertahubungannya
hubungannyadengan
dengansifat
sifatfisik
fisiksenyawa
senyawa
yang terbentuk
yang terbentuk
INDIKATOR
INDIKATOR

Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk


mencapai kestabilannya.
Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas
mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas
mulia (struktur Lewis).
Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion.
Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen
tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga.
Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen
koordinasi pada beberapa senyawa.
Membedakan sifat-sifat senyawa ion dan kovalen
Mengkorelasikan elektronegativitas dan polaritas
senyawa
Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam
Menghubungkan sifat fisik materi dengan jenis
ikatannya.
IKATAN KIMIA
BAB 3

Unsur-unsur biasanya ditemukan di alam dalam keadaan tidak stabil dan


unsur-unsur tersebut cenderung untuk membentuk senyawa yang lebih stabil.
Pembentukan senyawa ini terjadi melalui ikatan kimia. Ikatan kimia yang
terdapat dalam senyawa dapat berupa ikatan ion atau ikatan kovalen.

A. Teori Kestabilan Atom

Selain gas mulia, hampir semua unsur yang ada di alam terdapat sebagai
senyawa (gabungan dua unsur atau lebih yang terikat secara ikatan kimia).
Semua ini menunjukkan bahwa di alam unsur-unsur tidak stabil dalam keadaan
unsur bebas. Ketidakstabilan unsur-unsur ini ada hubungannya dengan
konfigurasi elektron yang dimilikinya.
Konsep ikatan kimia pertama kali dikemukakan oleh Gilbert Newton
Lewis dan Langmuir dari Amerika Serikat, serta Albrecht Kossel dari Jerman
pada tahun 1916.
Adapun konsep tersebut sebagai berikut:
Kenyataan bahwa gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar
membentuk senyawa (sekarang telah dapat dibuat senyawa dari gas mulia
Kr, Xe, dan Rn), merupakan bukti bahwa gas-gas mulia memilki susunan
elektron yang stabil.
Setiap atom memiliki kecenderungan untuk mempunyai susunan elektron
yang stabil seperti gas mulia, dengan cara melepaskan elektron, menerima
elektron, atau menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama .
Mereka mengemukakan bahwa jumlah elektron pada kulit terluar dari dua
atom yang berikatan akan berubah sedemikian rupa sehingga konfigurasi
elektron kedua atom tadi sama dengan konfigurasi elektron gas mulia yaitu
mempunyai 8 elektron pada kulit terluarnya. Oleh karena itu pernyataan
Kossel-Lewis ini disebut aturan oktet.

Page | 1
Aturan oktet ini tidak berlaku untuk hidrogen sebab atom H akan
membentuk konfigurasi elektron seperti He yaitu mempunyai 2 elektron pada
kulit terluarnya pada saat membentuk ikatan yang disebut aturan duplet.

Tabel 3.1 Konfigurasi elektron unsur – unsur gas mulia

Unsu Nomor Konfigurasi Elektron


r Atom
He 2 2

Ne 10 2 8

Ar 18 2 8 8

Kr 36 2 8 18 8

Xe 54 2 8 18 18 8
Gambar 3.1 G. N. Lewis
(1875 - 1946) Rn 86 2 8 18 32 18 8

B. Struktur Lewis

Pada saat atom-atom membentuk ikatan, hanya elektron-elektron pada


kulit terluar yang berperan yaitu elektron valensi. Struktur yang
menggambarkan elektron pada kulit terluar suatu atom disebut struktur Lewis.

Kimia X MIA | 2
Tabel 3.2 Struktur Lewis unsur – unsur

Struktur Lewis berguna untuk memahami penggunaan elektron bersama pada


ikatan kovalen.

C. Ikatan Ion

Ikatan ion (elektrovalen) adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik
– menarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif, ini terjadi karena
kedua ion tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar. Ikatan
ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom
yang menerima elektron (non logam). Atom yang melepas elektron berubah
menjadi ion positif, sedangkan atom yang menerima elektron menjadi ion
negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan tersebut, terjadi tarik-menarik
(gaya elektrostatik) yang disebut ikatan ion.
Ikatan ion merupakan ikatan yang relatif kuat. Pada suhu kamar, semua
senyawa ion berupa zat padat kristal dengan struktur tertentu. Perhatikan
beberapa contoh pembentukan senyawa ion beikut:

Kimia X MIA | 3
1. Pembentukan NaCl
Garam dapur (NaCl) merupakan senyawa ionik yang penting dalam
kehidupan sehari-hari. Petani garam memperoleh kristal NaCl secara tradisional
yaitu dengan cara menguapkan air laut dengan bantuan sinar matahari.

Gambar 3.2 Bentuk kristal NaCl

Natrium mempunyai kecenderungan untuk melepaskan elektron terluar


daripada klor karena energi ionisasinya lebih rendah dibandingkan dengan
klor. Untuk mencapai konfigurasi elektron stabil, natrium melepaskan satu
elektron terluarnya sedangkan klor menerima elektron. Pada pembentukan
NaCl, satu elektron dari Na akan diterima oleh Cl.

Na → Na+ + e

Cl + e → Cl-

Setelah terjadi perpindahan elektron, atom-atom tidak lagi bersifat netral


tapi menjadi ion yang bermuatan. Atom Na melepaskan satu elektron menjadi
ion Na+, sedangkan klor menerima satu elektron menjadi ion Cl –. Ion Na+ dan
Cl– akan tarik-menarik dengan gaya elektrostatik sehingga berikatan.
Na → Na+ + e

Kimia X MIA | 4
Cl + e → Cl-
Na+ + Cl- → NaCl

2. Pembentukan MgCl2
Mg : 2, 8, 2 (melepas 2 elektron untuk mencapai konfigurasi elektron stabil)
Cl : 2, 8, 7 (menangkap 1 elektron untuk mencapai konfigurasi elektron stabil)

Mg → Mg+2 + 2e
Cl + e → Cl- x 2
Mg+2 + 2Cl- → MgCl2
3. Pembentukan MgO
Mg : 2, 8, 2 (melepas 2 elektron)
O : 2, 6 (menangkap 2 elektron)

Mg → Mg+2 + 2e O2-
+ 2e → O2-Mg+2 +
O-2 → MgO

Kimia X MIA | 5
Soal Latihan!
1

1. Mengapa unsur-unsur golongan VIIIA (gas mulia) bersifat stabil?


2. Bagaimana cara unsur-unsur selain golongan VIIIA mencapai kestabilan
atau mencapai hukum oktet?
3. Apa yang dimaksud dengan ikatan ion?
4. Apakah syarat terjadinya ikatan ion?
5. Tuliskan rumus senyawa ion yang terbentuk dari ikatan antara atom – atom
di bawah ini! Tentukan juga proses pembentukan ikatan ion yang terjadi!
a. 20Ca dengan 8O
b. 13Al dengan 17Cl
c. 19K dengan 16S
d. 38Sr dengan 53I
e. 13Al dengan 8O
f. 19K dengan 53I

D. Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan


elektron secara bersama-sama oleh dua atom. Ikatan kovalen terbentuk di
antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron (sesama atom non
logam). Cara atom-atom saling mengikat dalam suatu molekul dinyatakan oleh
rumus bangun atau rumus struktur. Rumus struktur diperoleh dari rumus Lewis
dengan mengganti setiap pasangan elektron ikatan dengan sepotong garis.
Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan
bersama sepasang elektron (setiap atom memberikan satu elektron untuk
digunakan bersama). Pemakaian bersama pasangan elektron pada ikatan
kovalen dapat digambarkan melalui struktur Lewis.

Kimia X MIA | 6
Perhatikan contoh berikut:
1. Ikatan kovalen tunggal pada molekul CH4
Atom C memiliki konfigurasi elektron 2 4 , sehingga elektron valensinya
4. Adapun konfigurasi elektron atom H adalah 1 sehingga elektron
valensinya adalah 1. Jadi, dapat digambarkan struktur Lewis berikut:

Untuk mencapai kestabilannya, atom C cenderung menerima 4 elektron,


sedangkan atom H cenderung menerima 1 elektron. Atom C dapat berikatan
dengan atom H dengan cara pemakaian elektron bersama sehingga 1 atom.

Dan struktur ikatan kovalen tunggal yang terbentuk dapat dituliskan


sebagai berikut:

2. Ikatan kovalen tunggal pada molekul H2


Atom H memiliki konfigurasi elektron 1 sehingga elektron valensinya 1.
Untuk mencapai kestabilannya, atom H cenderung menerima 1 elektron. Jika 2
atom H saling berikatan, setiap atom H menyumbangkan 1 elektron untuk
digunakan bersama sehingga elektron yang digunakan bersama jumlahnya 2.

3. Ikatan kovalen tunggal pada molekul HCl

Kimia X MIA | 7
E. Ikatan kovalen rangkap

Dalam mencapai konfigurasi stabil gas mulia, dua atom tidak saja dapat
memiliki ikatan melalui sepasang elektron tetapi juga dapat 2 atau 3 pasang.
Ikatan dengan dua pasang elektron milik bersama disebut ikatan rangkap dua
(dilambangkan dengan dua garis). Ikatan dengan tiga pasang elektron milik
bersama disebut ikatan rangkap tiga (dilambangkan dengan tiga garis).
Perhatikan contoh berikut:

1. Ikatan kovalen rangkap dua pada molekul O2


Atom O memiliki konfigurasi elektron 2 6 sehingga elektron valensinya 6.
Untuk mencapai kestabilannya, atom O cenderung menerima 2 elektron. Jika 2
atom O saling berikatan, setiap atom O harus menyumbangkan 2 elektron untuk
digunakan bersama sehingga elektron yang digunakan bersama jumlahnya 4.

2. Ikatan kovalen rangkap dua pada molekul CO2

3. Ikatan kovalen rangkap tiga pada molekul N2


Atom N memiliki konfigurasi elektron 2 5 sehingga elektron valensinya 5.
Untuk mencapai kestabilannya, atom N cenderung menerima 3 elektron. Jika 2
atom N saling berikatan, setiap atom N harus menyumbangkan 3 elektron untuk
digunakan bersama sehingga elektron yang digunakan bersama berjumlah 6.

Kimia X MIA | 8
F. Ikatan Kovalen Koordinat

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dari pemakaian


pasangan elektron bersama yang berasal dari salah satu atom yang memiliki
pasangan elektron bebas. Contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen
koordinasi adalah HNO3, NH4Cl, SO3, dan H2SO4.
Ciri dari ikatan kovalen koordinasi adalah pasangan elektron bebas dari
salah satu atom yang dipakai secara bersama-sama, seperti pada contoh
senyawa HNO3 berikut ini. Tanda panah ( → ) menunjukkan pemakaian
elektron dari atom N yang digunakan secara bersama oleh atom N dan O.

G. Penyimpangan Aturan Oktet

Ikatan kovalen terbentuk antara atom nonlogam dan atom nonlogam


lainnya dengan cara pemakaian elektron bersama sehingga setiap atom yang
terlibat memenuhi kaidah oktet/duplet. Akan tetapi, aturan itu ternyata banyak
dilanggar dan gagal dalam meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur-unsur
transisi dan postransisi.
Pengecualian aturan oktet dapat dibagi dalam tiga kelompok sebagai berikut:
1. Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet.
Senyawa yang atom pusatnya mempunyai elektron valensi kurang dari 4
termasuk dalam kelompok ini. Hal ini menyebabkan setelah semua elektron
valensinya dipasangkan tetap belum mencapai oktet. Contohnya adalah
BeCl2, BCl3, dan AlBr3.

Kimia X MIA | 9
2. Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil.
Contohnya adalah NO2, yang mempunyai elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17.

3. Senyawa yang melampaui aturan oktet.


Ini terjadi pada unsur-unsur periode 3 atau lebih yang dapat menampung
lebih dari 8 elektron pada kulit terluarnya (ingat, kulit M dapat menampung
hingga 18 elektron). Beberapa contoh adalah PCl5, SF6, ClF3, IF7, dan
SbCl5.

H. Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar

Kepolaran atau pengkutuban dalam ikatan kimia adalah suatu keadaan


yang disebabkan distribusi (penyebaran) elektron tidak merata atau elektron
lebih cenderung tertarik pada salah satu atom. Kepolaran erat kaitannya
dengan keelektronegatifan dan bentuk molekul.

1) Ikatan Kovalen Polar

Senyawa kovalen dikatakan polar jika senyawa tersebut memiliki perbedaan


keelektronegatifan. Dengan demikian, pada senyawa yang berikatan kovalen
terjadi pengutuban muatan. Ikatan kovalen tersebut dinamakan ikatan kovalen
polar. Pada ikatan kovalen polar, distribusi elektron pada dua atom yang berikatan
tidak merata. Artinya, salah satu atom lebih kuat menarik elektron ke arahnya
(atom yang lebih elektronegatif), sehingga pada atom itu terkumpul elektron dan
terbentuk kutub negatif, sedangkan atom yang elektronnya tertarik membentuk
kutub positif, serta bentuk molekulnya asimetris atau tidak simetris.

Kimia X MIA | 10
Contoh: Dalam pembentukan molekul HF, kedua elektron dalam ikatan
kovalen digunakan tidak seimbang oleh inti atom H dan inti atom F sehingga
terjadi pengutuban atau polarisasi muatan.

Perbedaan keelektronegatifan atom H dan atom F cukup besar yaitu sekitar


1,9. Senyawa-senyawa lain yang bersifat kovalen polar dan memiliki
perbedaan keelektronegatifan seperti pada tabel berikut.

Tabel 3.3 Perbedaan keelektronegatifan senyawa


Senyawa Perbedaan keelektronegatifan

HF 1,9

HCl 0,9

HBr 0,7

HI 0,4

2) Ikatan Kovalen Nonpolar

Pada ikatan kovalen nonpolar, distribusi elektron pada kedua atom yang
saling berikatan merata. Artinya, tarikan elektron dari tiap – tiap atom sama
besar (harga keelektronegatifan sama), sehingga tidak membentuk polarisasi
muatan serta bentuk molekul akan menjadi simetris.
Contoh: Dalam pembentukan molekul I2, kedua elektron dalam ikatan
kovalen digunakan secara seimbang oleh kedua inti atom iodin tersebut. Oleh

karena itu, tidak akan terbentuk muatan (tidak terjadi pengutuban atau
polarisasi muatan).

Kimia X MIA | 11
Soal Latihan!
2
1. Jelaskan pengertian ikatan kovalen tunggal, rangakap dua, rangkap tiga
dan koordinasi!
2. Jelaskan perbedaan ikatan kovalen polar dan nonpolar!
3. Gambarkan struktur Lewis dan tentukan jenis ikatan kovalen yang
terbentuk pada senyawa – senyawa berikut:

Kimia X MIA | 12
a. H2S c. SiO2 e. C2H4 g. PCl3 i. C2H5OH
b. CS2 d. C2H6 f. C2H2 h. NH3 j. H2CO3

4. Buktikan melalui struktur Lewis bahwa senyawa di bawah ini memiliki


ikatan kovalen koordinasi:
a. SO2 b. SO3 c. HNO2 d. O3 e. H2SO4
5. Urutkan tingkat kepolaran dari molekul-molekul berikut:
a. HBr c. N2
b. FBr d. HF

I. Ikatan Logam

Gambar 3.3 Struktur kisi logam

Ikatan logam merupakan ikatan kimia antara atom-atom logam, bukan


merupakan ikatan ion maupun ikatan kovalen. Dalam suatu logam terdapat
atom-atom sesamanya yang berikatan satu sama lain sehingga suatu logam
akan bersifat kuat, keras, dan dapat ditempa.

Kimia X MIA | 13
Elektron-elektron valensi dari atom-atom logam bergerak dengan cepat
(membentuk lautan elektron) mengelilingi inti atom (neutron dan proton). Ikatan
yang terbentuk sangat kuat sehingga menyebabkan ikatan antaratom logam sukar
dilepaskan. Unsur-unsur logam pada umumnya merupakan zat padat pada suhu
kamar dan kebanyakan logam adalah penghantar listrik yang baik.

J. Perbedaan Sifat Fisika Senyawa Ion dan Kovalen


Berikut merupakan tabel perbedaan senyawa ion dan senyawa kovalen.
Tabel 3.4 Sifat – sifat fisika senyawa ion dan kovalen
No Sifat – sifat Fisika Senyawa Ion Senyawa Kovalen

1 Titik didih dan titik Tinggi Rendah


leleh
2 Konduktivitas listrik Konduktor dalam Konduktor hanya
bentuk lelehan dan dalam bentuk larutan
larutan
3 Kelarutan dalam air Umumnya larut Polar umumnya larut

4 Kelarutan dalam Tidak larut Nonpolar umumnya


pelarut nonpolar larut

Kimia X MIA | 14
K. Bentuk Molekul
Sebelumnya telah dipelajari jenis ikatan kimia, yaitu ikatan ion dan ikatan
kovalen. Ikatan ion merupakan ikatan yang terbentuk akibat serah terima
elektron membentuk senyawa ion, sedangkan ikatan kovalen terbentuk karena
pemakaian elektron bersama antar atom-atom dalam suatu molekul. Antara
molekul yang satu dengan molekul lainnya, terdapat suatu interaksi atau gaya
tarik-menarik yang mempengaruhi sifat fisis zat tersebut. Gaya tarik-menarik
antar molekul yang satu dengan molekul yang lainnya disebut gaya
antarmolekul. Gaya antarmolekul tesebut dipengaruhi oleh geometri/ bentuk
molekul yang terlibat di dalamnya.

1. Geometri/Bentuk Molekul
Geometri/ bentuk molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom
dalam molekul. Berikut ini merupakan geometri molekul dari beberapa
molekul:

Geometri molekul dapat ditentukan melalui percobaan, tetapi


geometri molekul sederhana dapat diramal berdasarkan struktur elektron
dalam molekul, yaitu teori tolak-menolak elektron-elektron kulit terluar
atom pusatnya, yang disebut teori domain elektron.
Kimia X MIA | 15
Bentuk molekul (geometri molekul) dari suatu molekul adalah
cara atom-atom tersusun dalam ruang tiga dimensi. Hal ini penting untuk
diketahui oleh para ahli kimia, sebab hal ini sering menjelaskan mengapa
reaksi-reaksi tertentu dapat terjadi, sedangkan yang lain tidak. Sebagai
contoh, dalam ilmu farmasi, geometri molekul dari suatu obat dapat
mengakibatkan reaksi-reaksi samping. Selain itu, geometri molekul juga
menjelaskan mengapa air mempunyai dwikutub (ujung positif pada atom
H dan ujung negatif pada atom O), sementara karbondioksida tidak.
Teori VSEPR (Valence Shell Electron-Pair Repulsion) atau
Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi memungkinkan para ahli kimia
untuk meramalkan geometri molekul dari molekul-molekul. Teori ini
mengasumsikan bahwa pasangan elektron di sekitar atom, baik itu bonding
pair (Pasangan Elektron Ikatan/ PEI) maupun lone pair/nonbonding pair
(Pasangan Elektron Bebas/PEB), akan berada dalam jarak sejauh mungkin
untuk meminimalkan gaya tolakan di antara elektron tersebut. Geometri
pasangan elektron (domain elektron) adalah susunan pasangan elektron, baik
PEI maupun PEB di sekitar atom pusat. Berdasarkan jumlah domain elektron,
kita dapat meramalkan bentuk molekul.
Untuk menentukan geometri molekul atau bentuk molekul
dengan menggunakan teori VSEPR, kita dapat mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Tentukan struktur Lewis molekul tersebut
2. Tentukan jumlah keseluruhan pasangan elektron total (domain elektron)
yang berada di sekitar atom pusat (ikatan rangkap dua dan rangkap tiga
masing-masing dianggap satu domain)
3. Dengan menggunakan tabel di bawah ini, tentukanlah geometri
pasangan elektron (domain elektron)

Tipe Geometri
PEI PEB Bentuk Molekul
Molekul Elektron
AX2 Linear 2 0 Linear
AX3 Segitiga 3 0 Segitiga Planar
Planar
AX2E1 Segitiga 2 1
Planar

Bengkok
Kimia X MIA | 16
(SO2, O3)
AX4 Tetrahedral 4 0 Tetrahedral
AX3E1 Tetrahedral 3 1

Segitiga
Piramida/Trigonal
Piramida
(NH3)
AX2E2 Tetrahedral 2 2

Bengkok/ Bent
(H2O)
AX5 Trigonal 5 0 Trigonal
Bipiramida Bipiramida
AX4E1 Trigonal 4 1
Bipiramida

Jungkat-
Jungkit/see-saw
(SF4)

Kimia X MIA | 17
AX3E2 Trigonal 3 2
Bipiramida

Bentuk T/ T-
Shape
(ClF3)
AX2E3 Trigonal 2 3
Bipiramida

Linear
(XeF2)
AX6 Oktahedral 6 0 Oktahedral
AX5E1 Oktahedral 5 1

Segiempat
Piramida
AX4E2 Oktahedral 4 2

Segiempat datar/
segiempat planar

Kimia X MIA | 18
AX3E3 Oktahedral 3 3 Bentuk T
AX2E4 Oktahedral 2 4 Linear

L. Gaya Antar Molekul


Suatu atom yang telah berikatan dengan atom lainnya akan membentuk
molekul. Antar satu molekul dan molekul lainnya akan menimbulkan interaksi.
Interaksi inilah yang disebut gaya antar molekul. Gaya antar molekul adalah
gaya yang menyebabkan antar molekul menjadi terikat dalam satu kelompok
atau merupakan interaksi antara molekul-molekul dalam suatu zat (unsur atau
senyawa) melalui gaya elektrostatis. Gaya antar molekul ini sangat dipengaruhi
oleh kepolaran dari masing-masing molekul.
Secara garis besar, berikut ini adalah gaya antar molekul yang kita
ketahui :
1. Gaya van Der Waals
a. Gaya dipol – dipol (Gaya Orientasi)
b. Gaya dipol – nondipol (Gaya
c. Gaya nondipol – nondipol (Gaya London)
2. Ikatan Hidrogen

Uji Kompetensi Bab 3


1. Unsur-unsur gas mulia bersifat stabil disebabkan oleh . . . .
a. energi ionisasinya rendah d. wujudnya berupa gas monoatom b.
afinitas elektronnya tinggi e. jari-jari atomnya kecil
c. elektron valensinya maksimal
2. Suatu unsur dikatakan stabil jika . . . .
a. di alam berwujud gas d. dapat menyumbangkan elektron
b. dapat bersenyawa dengan unsur valensinya
lain e. memiliki kemampuan untuk
c. memiliki energi paling rendah bereaksi

Kimia X MIA | 19
3. Susunan elektron valensi gas mulia di bawah ini adalah oktet, kecuali . . .
a. Xe b. Ne c. Kr d. He e. Ar
4. Di antara ion-ion berikut, yang tidak mirip dengan konfigurasi elektron gas
mulia terdekat adalah . . . .
a. N3– b. Al3+ c. F– d. Mg2+ e. S2–
5. Ion berikut yang tidak memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan
ion O2– adalah . . . .
a N3– b Al3+ c F– d Mg2+ e S2–
6. Pasangan ion berikut yang memiliki jumlah elektron valensi tidak sama
adalah . . . .
a. Mg2+ dan Na+ c. Ne+ dan O– e. O– dan Na+
b. O2– dan Mg2+ d. N– dan F+
7. Senyawa yang terbentuk akibat ikatan ion adalah . . . .
a. H2O dan NaCl c. MgCl2 dan KF e. CaF2 dan HCl
b. KCl dan CH4 d. NaBr dan SO2
8. Jika unsur 19X bereaksi dengan 17Y akan terbentuk . . . .
a. senyawa kovalen dengan rumus XY

b. senyawa kovalen dengan rumus XY 2

c. senyawa ion dengan rumus XY

d. senyawa ion dengan rumus XY2

e. senyawa ion dengan rumus X2Y

9. Pasangan senyawa yang mempunyai ikatan kovalen adalah . . . .

a. CH4 dan H2O c. NH3 dan KI e. H2O dan NaCl b. CH4 dan NaCl d.
KCl dan CCl4
10. Berikut ini adalah diagram elektron valensi pada molekul YZ 2. Unsur Y
dan Z adalah . . . .
a. argon dan krypton
b. kalsium dan klor
c. belerang dan klor
d. oksigen dan hidrogen
e. karbon dan oksigen
11. Ikatan rangkap dapat terjadi pada senyawa kovalen berikut kecuali pada . .

Kimia X MIA | 20
a. O2 b. CO2 c. C2H2 d. CH4 e. N2
12. Senyawa yang mengandung ikatan kovalen polar adalah . . . .
a. BCl3 b. CH4 c. H2O d. CCl4 e. CO2
13. Hidrogen dapat membentuk senyawa kovalen polar dengan unsur
golongan halogen. Berikut ini yang paling polar adalah . . . .
a. HF b. HCl c. HBr d. HI e. HAt
14. Atom X memiliki nomor atom 20 dan atom Y memiliki nomor atom 9,
senyawa yang terbentuk antara X dan Y adalah . . . .
a. X2Y b. XY2 c. X2Y3 d. XY e. X2Y2
15. Unsur A terdapat dalam golongan nitrogen dan unsur B memiliki nomor
atom 12 maka senyawa yang akan terbentuk dari kedua unsur tersebut
adalah . . . .
a. AB b. A2B c. A2B3 d. A3B2 e. A3B
16. Suatu atom X memiliki konfigurasi elektron 2 8 8 3. ika unsur X berikatan
maka senyawa yang mungkin terbentuk adalah . . . .
a. X2(SO4)3 b. BaX c. X3Br d. HX3 e. HX4
17. Atom 6C dapat berikatan dengan atom 17Cl menurut aturan Lewis. Senyawa
tersebut adalah . . . .
a. CCl3 b. CCl2 c. CCl4 d. C2Cl3 e. C3Cl5
18. Suatu unsur dengan nomor atom 35 paling mudah membentuk ikatan ionik
dengan unsur yang memiliki nomor atom . . . .
a. 19 b. 16 c. 17 d. 20 e. 28
19. Pasangan berikut ini merupakan senyawa kovalen adalah . . . .
a. NaBr dan MgBr2 c. HCl dan H2O e. P2O5 dan Al2O3
b. NaCl dan HF d. CaCl2 dan MgO
20. Gas karbon dioksida yang dibutuhkan tumbuhan hijau untuk berfotosintesis
terdiri atas satu atom karbon dan 2 atom oksigen. Keduanya berikatan secara
....
a. ionik c. kovalen rangkap e. hidrogen
b. kovalen tunggal d. kovalen koordinasi
21. Jika keelektronegatifan Br, H, dan F masing-masing adalah 2,8; 2,1; dan
4,0. Manakah deret senyawa di bawah ini yang tersusun dengan urutan
kepolaran semakin besar . . . .
Kimia X MIA | 21
a. BrF, HBr, HF c. HF, BrF, HBr e. HF, HBr, BrF
b. HBr, BrF, HF d. HBr, HF, BrF
22. Unsur A (nonlogam) memiliki keelektronegatifan tinggi dan unsur B
(nonlogam) memiliki satu elektron di kulit terluar. Ikatan antara A dan B
adalah ikatan . . . .
a. ionik d. kovalen rangkap tiga
b. kovalen nonpolar e. kovalen polar
c. kovalen rangkap dua
23. Unsur dengan konfigurasi elektron: 2, 8, 8, 2, jika akan mengikat unsur
lain untuk membentuk senyawa, maka langkah terbaik dengan . . . .
a. pelepasan 1 elektron, sehingga bermuatan 1+
b. pelepasan 2 elektron, sehingga bermuatan 2+
c. penangkapan 1 elektron, sehingga bermuatan 1–
d. penangkapan 2 elektron, sehingga bermuatan 2–
e. memasangkan 2 elektron dengan 2 elektron lainnya
24. Suatu unsur dengan konfigurasi elektron: 2, 6. Kecenderungan unsur
tersebut bila akan berikatan dengan unsur lain adalah . . . .
a. pelepasan 2 elektron, sehingga bermuatan 2+
b. pelepasan 4 elektron, sehingga bermuatan 4+
c. penyerapan 2 elektron, sehingga bermuatan 2–
d. penyerapan 4 elektron, sehingga bermuatan 4–
e. memasangkan 6 elektron
25. Unsur-unsur berikut membentuk ion positif, kecuali . . . .
a. 11Na b. 19K c. 20Ca d. 35Br e. 37Rb
26. Diketahui data suatu senyawa adalah:
(i) berikatan ion
(ii) rumus ikatan XY2
(iii) jika dilarutkan dalam air menghantarkan listrik
Dari data tersebut, X adalah unsur golongan . . . .
a. IA b. VIA c. IIA d. VIIA e. IIIA
27. Di antara unsur-unsur golongan IVA yang memiliki sifat istimewa karena
dapat membentuk rantai ikatan adalah unsur . . . .
b. antimon c. arsen d. bismuth e. karbon Kimia X MIA | 22
28. Kecenderungan atom bermuatan positif adalah . . . .
a. afinitas elektronnya besar d. energi ionisasinya besar
b. energi ionisasinya kecil e. keelektronegatifannya sedang
c. keelektronegatifannya besar
29. Unsur berikut ini yang cenderung menangkap elektron adalah . . . .
a. 11Na b. 16S c. 12Mg d. 18Ar e. 13Al
30. Unsur 19X bereaksi dengan 16Y membentuk senyawa dengan ikatan … dan
rumus kimia . . . .
a. ion; XY c. ion; X2Y e. kovalen; X2Y
b. ion; XY2 d. kovalen; XY
31. Unsur X dengan konfigurasi: 2, 8, 8, 2, akan berikatan dengan unsur Y
dengan konfigurasi: 2, 8, 18, 7. Rumus kimia dan jenis ikatan yang terjadi
adalah . . . .
a. XY, ion c. XY2, ion e. X2Y, ion
b. XY, kovalen d. XY2, kovalen
32. Diketahui beberapa unsur dengan nomor atom sebagai berikut. 9X, 11Y, 16Z,
19A, dan 20B. Pasangan unsur yang dapat membentuk ikatan ion adalah . . .

a. A dan X c. A dan Y e. A dan B


b. X dan Z d. B dan Y
33. Kelompok senyawa berikut ini yang seluruhnya berikatan ion adalah . . . .
a. CaCl2, CaO, H2O, dan N2O d. BaCl2, CaCl2, CaO, dan SF6
b. KCl, NaCl, SrCl2, dan PCl5 e. KCl, CaO, NaCl, dan MgCl2
c. MgCl2, SrO, NO2, dan SO2
34. 17. Pasangan senyawa berikut ini mempunyai ikatan kovalen, kecuali . . . .
a. H2SO4 dan NH3 c. H2O dan HCl e. CH4 dan KCl
b. HNO3 dan CO2 d. SO3 dan PCl5
35. Diketahui unsur-unsur: 8A, 12B, 13C, 16D, dan 17E. Pasangan berikut yang
mempunyai ikatan kovalen adalah . . . .
a. A dan D c. B dan C e. B dan D
b. C dan D d. C dan E
36. Kelompok senyawa di bawah ini yang semuanya berikatan kovalen adalah

a. Cl2O7, CO2, HCl, dan NaCl c. SO2, SO3, CH4, dan CaCl2 b. H2O, HCl,
SF6, dan CCl4 d. NH3, NO2, CO, dan MgO Kimia X MIA | 23
e. Ag2O, N2O3, C2H2, dan CO2
37. Molekul unsur berikut yang mempunyai ikatan kovalen rangkap dua adalah
....
a. H2 (nomor atom H = 1) d. Cl2 (nomor atom Cl = 17)
b. F2 (nomor atom F = 9) e. N2 (nomor atom N = 7)
c. O2 (nomor atom O = 8)
38. Molekul unsur berikut yang mempunyai ikatan kovalen rangkap tiga adalah
....
a. H2 (nomor atom H = 1) d. Cl2 (nomor atom Cl = 17)
b. F2 (nomor atom F = 9) e. N2 (nomor atom N = 7)
c. O2 (nomor atom O = 8)
39. Senyawa berikut mempunyai ikatan kovalen tunggal, kecuali . . . .
a. H2O (nomor atom H = 1 dan O = 8 )
b. HCl (nomor atom H = 1 dan Cl = 17)
c. NH3 (nomor atom N = 7 dan H = 1)
d. CH4 (nomor atom C = 6 dan H = 1)
e. CO2 (nomor atom C = 6 dan O = 8)
40. Senyawa berikut ini bersifat polar, kecuali . . . .
a. CO

b. CO2

c. H2O

d. SO3

e. BF

Kimia X MIA | 24
Kimia X MIA | 25