Anda di halaman 1dari 3

PENENTUAN PANJANG GELOMBANG CAHAYA TAMPAK

Trisna Maulana(140310170020)*, Muhamad Taufik Hidayat(140310170018)


Program Studi Fisika, MIPA Universitas Padjadjaran
(Jum’at, 22 Maret 2019)

Asisten/dosen Pengampu: Lovini Gabriella Naibaho

Abstrak

Gelombang adalah getaran yang merambatkan energi tanpa membawa partikel mediumnya dan dalam
perambatannya gelombang dapat mengalami refleksi maupun refraksi yang dijelaskan oleh hukum
Snellius. Salah satu contoh dari gelombang adalah cahaya yang merupakan gelombang transversal
karena pada cahaya dapat dilakukan polarisasi. Kemudian, cahaya mempunyai panjang gelombang
yang berbeda-beda sehingga terdapat macam-macam cahaya dengan selang panjang gelombang
tertentu yang dapat dilihat oleh mata yang disebut spektrum cahaya tampak. Sehingga akan sangat
menarik jika dilakukan percobaan untuk menentukan besar panjang gelombang tersebut pada cahaya
tampak. Pada percobaan ini, difraksi dan interferensi adalah metode yang tepat untuk dilakukan agar
dapat ditentukan berapa panjang gelombang dari masing-masing spektrum cahaya tampak tersebut,
dimana dengan memvariasikan jarak pengamat dan sumber cahaya (a) maka pengamatan dapat
dilakukan dengan menentukan jarak antar pola gelap terang (s) sehingga dari data yang diperoleh
dapat ditentukan dengan mudah nilai dari panjang gelombang sprektrum masing-masing cahaya
tampak tersebut. Dari hasil ini didapatkan panjang gelombang cahaya dengan filter merah = 3,9 x 10 -7
m, dengan filter kuning = 3,7 x 10-7 m, dengan filter hijau = 1,4 x 10-6 m, dan dengan filter biru
didapatkan 1,3 x 10-6 m.

Kata kunci: Wave, Energy, interferency, difraction, filter, spectrum, light.

I. Pendahuluan µo = Permeabilitas ruang hampa (4п x 10-7 Ns2/c2)


εo = Permitivitas ruang hampa (8,85 x 10-12 c2/Nm2)
Gelombang adalah getaran yang merambat, baik
melalui medium maupun tidak melalui medium. Selain memiliki panjang gelombang, cahaya tampak
Gelombang yang merambat melalui medium disebut juga memiliki frekuensi yaitu antara 4,3 x 10-14 -
gelombang mekanik dan yang tidak melalui medium 7 x 10-14 Hz. Sinar tampak ini terdiri dari warna-warna
disebut gelombang elektromagnetik. Karena yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu.
gelombang memiliki getaran yang berubah terhadap
waktu dan memiliki perambatan yang berubah
terhadap posisi maka secara umum gelombang dapat II. Metode Penelitian
dirumuskan dengan
Dalam praktikum kali ini, setelah alat sudah
2
𝜕 𝑢 2
𝜕 𝑢 disiapkan kemudian dilakukan pengambilan data
2
= 𝑐 2 2 … … … … … … … … … … … … … (1) panjang S berdasarkan konsep difraksi dan
𝜕𝑡 𝜕𝑥 interferensi yaitu pengamatan pada jarak a = 1,5 meter
dan a = 1,75 meter terhadap pola terang yang
Salah satu gelombang elektromagnetik adalah cahaya
terbentuk. Yang mana pengamatan ini dilakukan pada
tampak yang memiliki rentang panjang gelombang
sisi kanan dan kiri dari terang pusat yang terbentuk.
380-720 nm. Dalam perkembangannya cahaya telah
Mulanya percobaan ini dilakukan untuk filter merah
melewati beberapa perdebatan sehingga akhirnya
kemudian setelah selesai diulangi lagi untuk filter
pada awal abad ke-20 Albert Einstein mengemukakan
kuning, hijau, dan juga biru. Setelah data didapatkan
gabungan teori-teori sebelumnya sehingga
kemudian dilakukan pengolahan data untuk mencari
disimpulkan bahwa cahaya dapat diungkapkan
panjang gelombang masing-masing pengamatan.
sebagai gelombang maupun sebagai partikel sehingga
Adapun alat yang digunakan pada praktikum kali ini
teori ini disebut dualisme gelombang-partikel. Karena
adalah lampu halogen yaitu sebagai sumber cahaya,
cahaya merupakan gelombang elektromagnetik seperti
Filter cahaya berwarna sebagai pemfilter cahaya
yang dijelaskan oleh James Clark Maxwell maka
untuk menentukan panjang gelombang cahaya
cahaya memiliki kecepatan yang dirumuskan dengan
1 tampak, dan celah ganda sebagai celah untuk
𝑐= … … … … … … … … … … … … … … … (2) pengamatan difraksi dan interferensi yang terjadi.
√µ𝑜 𝜀𝑜
Keterangan :
c = Laju gelombang elektromagnetik
Tabel 4. Data pengamatan pada filter biru

Gambar 1. Celah ganda dalam pengamatan dan pola


gelap terang

Dari data yang diperoleh kemudian dilakukan


perhitungan untuk mencari S rata rata dan juga
panjang gelombang pada masing-masing filter
adalah sebagai berikut

Mencari jarak S rata-rata

∑S 0,029 + 0,03
S̅ = = = 0,0059 𝑚
10 10

Mencari λ pada a = 1,5 meter

𝑑 . 𝑆 0,0059 𝑥 10−4
λ= = = 3,9 𝑥 10−7 𝑚
𝑎 1,5

Mencari λ pada a = 1,75 meter

𝑑 . 𝑆 0,0056 𝑥 10−4
λ= = = 3,2 𝑥 10−7 𝑚
Gambar 2. Alur percobaan pengamatan panjang 𝑎 1,75
gelombang pada cahaya tampak
Mencari λ rata-rata pada a = 1,5 meter

∑λ 2,58 𝑥 10−6
III. Hasil dan Pembahasan λ̅ = = = 5,2 𝑥 10−7 𝑚
5 5

3.1 Data Percobaan dan Pengolahan Data Mencari λ rata-rata pada a = 1,75 meter

Tabel 1. Data pengamatan pada filter merah ∑λ 1,9 𝑥 10−6


λ̅ = = = 3,79 𝑥 10−7 𝑚
5 5

Menghitung KSR pada a = 1,5 meter

λlit − λhit
𝐾𝑆𝑅 = 𝑥 100% = 31,2 %
λlit
Tabel 2. Data pengamatan pada filter kuning 𝐾𝑃 = 100% − 31,2 % = 68,8 %

Menghitung KSR pada a = 1,75 meter

λlit − λhit
𝐾𝑆𝑅 = 𝑥 100% = 49,4 %
λlit

Tabel 3. Data pengamatan pada filter hijau 𝐾𝑃 = 100% − 49,4 % = 50,6 %

Perhitungan tersebut adalah hasil panjang


gelombang yang didapat pada saat percobaan,
dimana dari hasil data-data yang didapat pada pola
gelap terang yang dibentuk dapat diukur panjang S
dengan pengamatan kemudian dari hasil itu maka
panjang gelombang cahaya tampak dapat diketahui.

3.3. Analisa

Pada praktikum kali ini, dilakukan pengamatan


mengenai panjang gelombang suatu cahaya tampak
dengan metode difraksi dan interferensi. Dimana
filter cahaya dari percobaan yang dilakukan, yaitu
filter merah, kuning, hijau, dan biru dari praktikum
yang didapatkan jarak S pada saat a = 1,5 meter dan
a = 1,75 meter. Sehingga jarak S terbesar diperoleh
dengan menggunakan filter merah hal ini sesuai
dengan teori bahwa panjang gelombang berbanding
lurus dengan jarak S. Kemudian jika dibandingkan,
antara a = 1,5 meter dan a = 1,75 meter
mendapatkan panjang gelombang akan semakin
besar saat a semakin kecil hal ini karena panjang
gelombang berbanding terbalik dengan a. Lalu,
karena a berbanding lurus dengan S maka semakin
besar a, S akan semakin besar pula namun dalam
hal ini justru sebaliknya mungkin dikarenakan
pergeseran pola terang yang dilakukan sehingga
berpengaruh terhadap nilai S itu sendiri. Kemudian,
dari semakin besar nilai S maka panjang gelombang
akan semakin besar pula karena panjang gelombang
dan nilai lebar S adalah saling berbanding lurus.
Namun secara keseluruhan hasil praktikum yang
didapat sesuai dengan spektrum cahaya tampak
yang menjelaskan bahwa cahaya merah memiliki
panjang gelombang yang lebih besar diikuti
panjang gelombang cahaya kuning, hijau, setelah
itu baru cahaya biru.

IV. Kesimpulan
1. Panjang gelombang cahaya tampak dapat
ditentukan dengan menggunakan konsep
difraksi dan interferensi sehingga didapatkan
panjang gelombang pada a= 1,5 meter Filter
merah λ=5,2x10-7m, pada Filter kuning
λ=4,6x10-7m, pada Filter hijau λ=2,2x10-7m, dan
pada Filter biru λ=2,1x10-7m.pada a= 1,75 meter
Filter merah λ=3,79x10-7m,pada Filter kuning
λ=3,65x10-7m,pada Filter hijau λ=1,62x10-7m,
dan pada Filter biru λ=1,55x10-7m.

Daftar Pustaka
Fajar T, Faridawati. Difraksi Cahaya Oleh Celah
Tunggal. Surabaya, ITS (2014).
Nurohman, S. Sifat dan Perambatan Cahaya.
Yogyakarta, UNY (2015).
Surawan, T. Gelombang Elektromagnetik. Jakarta,
Gunadarma (2015).
Zainuddin. Analisis Karakteristik Materi Ajar
Optika Geometris. Banjarmasin, Unlam (2011).