Anda di halaman 1dari 7

BENARKAH AKU SELAMAT ?

KEPASTIAN KESELAMATAN
Sewaktu kita membicarakan tentang keselamatan,
sudah barang tentu kita sedang mengasumsikan
bahwa ada suatu keadaan yang tidak selamat.
Untuk bisa memahami dengan baik arti
keselamatan, maka kita perlu lebih dahulu tahu
apa yang dimaksud dengan keadaan tidak selamat
dari manusia. Setelah itu kita akan memahami
keselamatan, yang di dalam Kristus ditawarkan
Allah kepada kita dan sejauh mana keselamatan
itu pasti.

KEADAAN TIDAK SELAMAT


Keadaan tidak selamat itu dmengerti oleh manusia
secara beranekaragam. Bagi orang yang sedang
putusasa, keadaan yang buruk itu bukan keadaan
selamat. Bagi orang yang menderita karena sakit,
dia merasa keadaannya belum selamat. Bagi orang
sedang tertimpa bencana, penderitaan mereka
adalah keadaan tidak selamat. Bagi mereka yang
hidup di dalam bayang-bayang ketakutan,
hidupnya dirasa belum selamat. Orang-orang yang
begitu mengkawatirkan masa depannya yang tidak
pasti, hidupnya terjamin belum selamat. Pendek
kata, manusia belum bisa mengalami hidupnya
total bahagia.

KEADAAN YANG MEMPRIHATINKAN


Manusia mendekati Allah, sering menyodorkan
bermacam-macam perbuatan amal, saleh. Hal ini
dimaksudkan untuk ‘memengaruhi ‘ Allah agar
mentolerir dosa dan kesalahan yang telah
diperbuat. Perbuatan baik dilakukan sebagai
upaya untuk dibenarkan oleh Allah. Allah
dimengerti sebagai ‘hakim’ dunia saja yang bisa
disogok. Di sinilah manusia lupa status
sebenarnya dia di hadapan Allah. Pernyataan
Paulus di dalam Roma 3:23 amat jelas; “semua
orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Allah”. Orang berdosa, itulah status
sekaligus keadaan kita. “Semua orang !” Tidak
terkecuali (pdt, pnt, ev, gembala sidang,; pejabat,
rakyat biasa, orang baik, orang jahat) semuanya
telah kehilangan kemuliaan Allah, karena berbuat
dosa…dan dosa adalah penghambat karya kerja
selamat (Yesaya 59:1-2).

BAGAIMANA AKU BISA SELAMAT ?


Kita diselamatkan karena kita telah dipilih oleh
Allah. Keselamatan tidak sama dengan menjadi
Kristen.
Rencana Keselamatan
 Karena semua orang telah berbuat dosa dan
terhilang (Lukas 19:10 ; Roma 3:23) Allah
mengutus anakNya Tuhan Yesus mati di Kayu
Salib untuk menggantikan kita (Roma 5:8-
11; 1 Korintus 15:1-4 ; 2 Korintus 5:21).
Tidak seorangpun yang sanggup
menyelamatkan dirinya sendiri ! (Mazmur
49:8-10)
 Barang siapa percaya akan Dia tidak akan
binasa tetapi hidup bersama denganNya
selama-lamanya (Yohanes 3:16) dan di dalam
Dia menuju suatu kehidupan yang limpah
dengan berkat dalam dunia ini (Yohanes
10:10).

HIDUP SETELAH DIBENARKAN


Keselamatan adalah anugerah Allah,
bukan karena usaha manusia (Ef.2:8-9)
karena itu manusia diminta hidup
melakukan pekerjaan baik (Ef.2:10).
Manusia dibenarkan karena perbuatan-
perbuatannya dan bukan hanya karena
iman (Yak.2;24). Maka, semua
ketetapan, hukum Tuhan tidak
dibatalkan demi iman melainkan dengan
pembenaran karena iman kepada Yesus,
hukum Taurat malah diteguhkan (Roma
3:31, band. Mat.5:17).

Keselamatan adalah perkara hidup dan mati bukan


hanya hidup ini saja tapi juga hidup yang akan
datang. Hal ini haruslah mendapatkan perhatian
terbesar dalam hidup kita karena dapat
melepaskan kita dari kematian yang kekal dan
jahat.

Apa yang Harus Kita Lakukan Supaya


Diselamatkan?

Keselamatan kita adalah anugerah melalui iman.


“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan
oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi
pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu:
jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus
2:8,9). Kita tidak dapat mengusahakan jalan ke
sorga, melalui perbuatan baik. Kita hanya dapat
menerima anugerah keselamatan yang cuma-
cuma, melalui iman kita kepada Yesus Kristus.
Karena hanya Allah satu-satunya yang dapat
menyelamatkan kita melalui kasih karuniaNya,
maka kita harus menerima panggilan Allah dengan
iman, agar kita diselamatkan. Ungkapkan iman ini
yaitu dengan percaya, mengaku, bertobat, dan
taat.
Catatan-catatan:

Ibrani 6 : 9 = orang yang murtad. Yang murtad itu


agama bukan keselamatan, karena yang mentukan
keselamatan itu berasal dari Tuhan.

Konsep keselamatan dalam iman itu bagiannya


Pdt, Fisda..

Bagaimana meyakinkan jemaat tentang Konsep


keselamatan kita…?

Menjelaskan tentang konsep keselamatan yang


ada disekitar kita….?

Bagaimana membahasakan bahwa keselamatan


itu adalah anugerah tetapi tidak mengabaikan
perbuatan??
Perbuatan baik itu adalah buah dari anugerah..?

1 Petrus 1:18…. (memang anugerah tetapi tidak


murah, bukan sembarangan tapi dalam pilohan
Allah)…!

Ruang untuk menempati materi dalam booklet


adalah sari patinya..!

Benarakah Aku selamat?


Bagaimana Aku selamat?
Bagaimana mengenal orang selamat