Anda di halaman 1dari 11

REAKTUALISASI IDEOLOGI PANCASILA DI ERA GLOBAL

MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Pendidikan Pancasila Yang Dibimbing Oleh
Ibu Nurul Ratnawati, S.Pd, M.Pd

OLEH
OFFERING A / KELOMPOK 6
1. ATIKA ERVIANA (180341617560)
2. ANA SANIATUR ROHMAH (180341617525)
3. LAILA RAHMITA (180341617510)
4. WILDAN SHOLIHAN AMIEN (180341617503)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
SEPTEMBER 2018
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………………………………….…….1


1.2 Rumusan Masalah…...………………………………………………….…….1
1.3 Tujuan………………………………………………………………….……..1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Reaktualisasi....................................................................................2

2.2 Latar Belakang Dibutuhkan Reaktualisasi Pancasila.........................................4

2.3 Cara Mereaktualisasikan Ideologi Pancasila Di Era Global..............................5

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan........................................................................................................8

DAFTAR RUJUKAN…………………………………………………………….9
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Era globalisasi merupakan era dimana teknologi informasi dan
komunikasi berkembang dengan sangat cepat. Sebuah era dimana segala
sesuatu menjadi mudah untuk diperoleh. Sehingga menjadikan dunia seolah-
olah tanpa batas. Berbagai informasi dapat diakses dengan mudah, mulai dari
ilmu pengetahuan baru hingga budaya dari luar dapat kita ketahui.
Namun, layaknya dua sisi mata uang, globalisasi tentu tidak hanya
membawa dampak positif tetapi juga membawa dampak negatif. Untuk
menghadapi dampak negatif tersebut, ibarat sebuah rumah, kita harus
memiliki pondasi yang kokoh agar dapat memilih dan memilah hal-hal apa
yang baik untuk kemajuan kita dan hal-hal apa yang buruk bagi kita.
Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia merupakan
suatu pondasi kokoh yang dapat menjadi tolok ukur dalam menghadapi era
globalisasi ini. Sehingga reaktualisasi nilai-nilai pancasila sangat diperlukan
agar dapat menjadi bagian dari masyarakat global yang pancasilais.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian reaktualisasi dan reaktualisasi Pancasila?
2. Apa latar belakang keharusan reaktualisasi Pancasila?
3. Bagaimana cara mereaktualisasikan ideologi Pancasila di era global?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian reaktualisasi dan reaktualiasi Pancasila
2. Mengetahui latar belakang dibutuhkannya reaktualisasi Pancasila
3. Mengetahui cara mereaktualisasi nilai-nilai yang terkandung dalam
ideologi Pancasila di era global

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Reaktualisasi


Reaktualisasi berarti proses, perbuatan mengaktualisasikan kembali;
penyegaran dan pembaruan nilai-nilai kehidupan masyarakat (KBBI).
Reaktualisasi ideologi Pancasila berarti sebuah proses pembaruan nilai-nilai
yang terkandung dalam kelima sila Pancasila sehingga menjadi dasar prinsip
untuk membangun masyarakat yang pancasilais guna menghadapi kemajuan
perkembangan zaman.
Pembaruan nilai-nilai Pancasila dilakukan di setiap aspek kehidupan,
agar jiwa Pancasila tetap terbangun pada generasi muda. Pembaruan tersebut
berarti menyesuaikan nilai-nilai ideologi Pancasila dengan kemajuan zaman.
Hal itu dilakukan agar generasi penerus bangsa dapat menjadi bagian dari
masyarakat global yang berjiwa Pancasila.
Reaktualisasi ideologi Pancasila merupakan cara yang tepat agar
karakter generasi muda tidak terkikis oleh dampak buruk perkembangan
zaman. Pengetahuan tentang Pancasila, pembaruan dan penanaman kembali
nilai-nilai Pancasila harus kembali dilakukan mengingat Pancasila merupakan
ideologi negara yang mengilhami jiwa bangsa Indonesia.

Adapun nilai-nilai dasar dalam pancasila antara lain :


1) Nilai yang terkandung dalam silapertama
a) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaannya
terhadap Tuhan YME
b) Membina kerukunan hidup diantara sesame umat pemeluk agama
dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
c) Kebebasan memeluk agama
d) Nilai sila pertama menjiwai sila kedua, ketiga, keempat, kelima.

2
2) Sila kedua, mengandung nilai kemanusiaan antara lain :
a) Pengakuan terhadap martabat manusia
b) Perlakuan yang adil terhadap sesama
c) Pengertian manusia beradab, mempunyai daya cipta, rasa, dan karsa
serta keyakinan, sehingga jelas adanya perbedaan antara manusia
dan hewan
d) Nilai sila kedua ini dijiwai sila pertama dan menjiwai sila kedua,
ketiga, keempat dan kelima.
3) Pada sila ketiga, terkandung nilai persatuan bangsa antara lain :
a) Persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami
wilayah Indonesia
b) Bangsa Indonesia adalah bangsa persatuan suku-suku bangsa yang
mendiami wilayah Indonesia
c) Pengakuan terhadap ke-Bhinekaan
d) Nilai sila ketiga dijiwai sila pertama, kedua dan menjiwai sila
keempat dan kelima.
4) Nilai-nilai yang terkandung dalam sila keempat yaitu :
a) Kedaulatan Negara ditangan rakyat
b) Dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas
kepentingan pribadi atau golongan
c) Musyawarah mengedepankan akal sehat dan dapat melalui
perwakilan yang diberikan kepercayaan
d) Sila keempat dijiwai sila pertama, kedua, ketiga dan menjiwai sila
kelima.
5) Sila kelima mengandung nilai diantaranya :
a) Mengembangkan sifat adil terhadap sesama
b) Mengembangkan perbuatan yang luhur, sikap kekeluargaan dan
gotong-royong
c) Cinta akan kemajuan dan pembangunan
d) Sila ini dijiwai oleh sila pertama, kedua, ketiga, dan keempat.

3
2.2 Latar Belakang Dibutuhkan Reaktualisasi Pancasila
Reaktualisasi Pancasila dibutuhkan sebagai tameng dalam menghadapi
era globalisasi dimana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
berkembang dengan pesatnya. Globalisasi membawa perubahan–perubahan
diberbagai aspek kehidupan, mulai dari aspek ekonomi, sosial budaya hingga
pendidikan. Indonesia sebagai bagian dari dunia global, tentunya tidak dapat
menghindar dari arus globalisasi yang menyebar dengan sangat cepat dalam
satu deckde terakhir.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan
banyak kesempatan bagi masyarakat untuk memudahkan kegiatan di berbagai
bidang. Pertukaran barang dan jasa, penggunaan transportasi yang lebih maju,
mudahnya memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan adalah beberapa
contoh positif dampak golobalisasi bagi kehidupan.
Bagi bangsa Indonesia, era globalisasi tentunya memiliki dampak
khusus terhadap karakter generasi muda. Segala kemudahan yang
memanjakan dapat berdampak buruk bagi karakter-karakter bangsa yang
seharusnya menjadi kunci untuk menyukseskan Indonesia Emas 2045.
Dengan demikian, diperlukan usaha-usaha untuk membentengi generasi
penerus bangsa ini dari kejamnya dampak buruk globalisasi. Usaha tersebut
tidak lain adalah dengan memperbarui dan menanamkan kembali nilai-nilai
luhur pancasila yang merupakan sebuah pondasi kokoh untuk membangun
karakter generasi yang pancasilais dengan cara mereaktualisasikan ideologi
Pancasila.

4
2.3 Cara Mereaktualisasikan Ideologi Pancasila Di Era Global
Globalisasi secara umum adalah sebuah gambaran tentang semakin
ketergantungan diantara sesama masyarakat dunia baik budaya maupun
ekonomi. Istilah globalisasi juga sering dihubungkan dengan sirkulasi
gagasan, bahasa, dan budaya populer yang melintasi batas negara. Fenomena
global ini acap kali disederhanakan oleh kalangan ahli sebagai gejala
kecenderungan dunia menuju sebuah perkampungan global (global village)
dimana interaksi manusia berlangsung tanpa halangan batas geografis. Hal ini
tentunya bagian tak terpisahkan dari kemjuan teknologi informasi yang
menyediakan fasilitas manusia modern untuk menjalin komunikasi secara
murah dan mudah. Pada saat yang sama, isu-isu dunia di bidang politik,
ekonomi, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) dengan begitu cepat
dapat memengaruhi situasi yang terjadi di suatu negara.
Pancasila sebagai ideology Negara perlu di reaktualisasi (penajaman
ulang) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, Pancasila sudah
final dan mutlak. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam pemerintahan,
lembaga pendidikan, lembaga masyarakat, wirausaha dan pergaulan di
lingkungan masyarakat harus kembali dipertajam dan digiatkan. Pancasila
harus dijadikan landasan fundamental agar tetap menjiwai dan mendasari
sikap serta perilaku bangsa Indonesia.
Identitas atau kepribadian bangsa Indonesia yang selama ini dikenal
sebagai bangsa yang halus budinya, sopan dalam sikapnya, santun dalam
tindakannya, sangat toleran, memiliki solidaritas yang tinggi, dan
nasionalisme yang kuat serta mengakar. Semua itu lambat laun semakin pudar
akibat derasnya arus globalisasi dan kapitalisme yang memberikan ajaran
untuk individualis, materialis, bebas sebebas-bebasnya, konsumtif, dan
praktis/instan.

5
Dengan adanya globalisasi, intensitas hubungan masyarakat
antarnegara sangat longgar sehingga rentan sekali memengaruhi nilai-nilai
budaya bangsa, sehingga krisis akhlak dan moral bertambah akut dan meluas.
Memang di satu sisi, kita tidak patut untuk menutup diri dari globalisasi
dengan segala keuntungannya seperti dalam putaran ilmu, teknologi, dan
informasi dunia. Namun disisi lain kita harus mempertahankan karakter kita
sebagai mana yang telah dirumuskan dalam philosopfhie groundslag bangsa
kita. Dalam menghadapi ancaman negatif globalisasi itu sudah semestinya
bangsa Indonesia mulai dari elit sampai ke rakyatnya untuk memosisikan
dirinya kepada sifat aslinya, agar tidak gampang untuk diintervensi oleh
negara lain dan tidak dikatakan sebagai yang tidak memiliki prinsip dan
tersesat dalam arus lautan globalisasi.
Terkait dengan reaktualisasi Pancasila sebagai dasar negara, memang
tidak hanya tugas pemerintah, legislatif, dan yudikatif, tetapi tugas bersama
seluruh masyarakat Indonesia. Namun, pemerintah sebagai penyelenggara
Negara perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, apa sebenarnya
makna Pancasila sebagai dasar negara.
Pemerintah harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa Pancasila
adalah satu-satunya ideologi yang ada di Indonesia. Pancasila merupakan
ideologi yang mampu merekatkan persatuan dan kesatuan masyarakat
Indonesia yang tentunya terdapat banyak keberagaman agama, suku, bahasa,
budaya dll. Segala kebijakan pemerintah haruslah berlandaskan ideology
Pancasila dan UUD 1945. Jadikan Pancasila sebagai petunjuk dan referensi
untuk kepentingan hukum, ekonomi, sosial, politik, pertahanan keamanan dan
budaya tanpa memberikan sedikit pun ruang gerak bagi kelompok-kelompok
tertentu yang ingin mengganti dan menenggelamkan Pancasila.

6
Pancasila semestinya menjadi moral bersama yang mempertautkan
semua agama di Indonesia. Pancasila harus dijadikan titik temu yang mampu
menjawab tantangan lokalisasi dan arus globalisasi, sehingga perlu
dipersiapkan sumber daya manusia yang siap pakai melalui pelatihan-
pelatihan keahlian dan keterampilan sejak dini. Sebab, di era globalisasi ini
dunia semakin sempit karena factor ilmu pengetahuan, teknologi dan
informatika yang kian maju dan canggih.
Dengan adanya reaktualisasi nilai-nilai pancasila diharapkan generasi
muda mampu lepas dari jebakan arus globalisasi yang kian meningkat tajam
dengan meletakan keberagaman sebagai tiang ataupun pilar bangsa diatas
semboyan bhinneka tunggal ika dalam lambang dan ideologi bangsa
Indonesia yaitu pancasila. Generasi muda harus bisa menyaring semua
kebudayaan yang masuk dari luar dan meletakkan pancasila sebagai tameng
untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan memilah mana yang baik untuk
diambil dan mana yang buruk untuk tidak diikuti dari arus globalisasi.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Reaktualisasi berarti proses mengaktualisasikan kembali nilai-nilai
kehidupan masyarakat. Reaktualisasi Pancasila yaitu proses pembaruan nilai-
nilai ideologi Pancasila di setiap aspek kehidupan agar generasi penerus
bangsa dapat menjadi bagian dari masyarakat global yang berjiwa pancasila.
Reaktualisasi pancasila dibutuhkan sebagai pedoman dalam
menghadapi era globalisasi karena globalisasi membawa perubahan-
perubahan diberbagai aspek kehidupan.
Pancasila harus dijadikan landasan fundamental agar tetap
menjiwai dan mendasari sikap serta perilaku bangsa Indonesia. Oleh karena
itu diperlukan usaha untuk mereaktualisasi Pancasila dengan cara
memberikan pengetahuan tentang nilai-nilai pancasila sejak dini melalui
proses pembelajaran di sekolah-sekolah. Dapat juga melalui proses sosialisasi
secara langsung kepada masyarakat tentang pentingnya Pancasila sebagai
kepribadian bangsa. Kemudian, diadakan pelatihan-pelatihan keahlian dan
keterampilan sejak dini agar mampu bersaing di dunia global.

8
DAFTAR RUJUKAN

Brawijaya, T. D. (2017). Kewarganegaraan. Malang: Madani.


Istanto, E. (n.d.). Reaktualisasi Pancasila dalam Membentuk Good Citizenship di Era
Global.
MM, B. N. (n.d.). Reaktualisasi dan Revitalisasi Pancasila.
Sutiyono. (2016). Reaktualisasi Pancasila dalam Membentuk Good Citizenship di Era
Global . Seminar Nasional Hukum (pp. 585-596). Semarang: Fakultas Hukum
Universitas Negeri Semarang.