Anda di halaman 1dari 19

PEMBUATAN MEDIA DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN

A. DEFINISI
Media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat
merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan sehingga dapat
mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri individu.
Dalam pemberian pelayanan bimbingan dan konseling, dapat juga menggunakan media
sebagai sarana. Misalnya saja dengan menggunakan media poster dan leaflet. Poster dan leaflet
merupakan bentuk kalimat persuasi/ajakan, persuasi atau bujukan merupakan jenis karya tulis yang
bertujuan membujuk, mempengaruhi pembaca dengan cara mengemukakan argumentasi disertai
data atau fakta. Itu sebabnya, persuasi biasanya ditulis dalam bentuk artikel.
Argumentasi yang dikemukakan hendaknya logis, dengan disertai data atau fakta. Dengan
Argumentasi itulah penulis karangan akhirnya mempengaruhi pembaca agar ia mau mengikuti
pendapat yang dikemukakan penulis. Persuasi dapat digolongkan ke dalam bentuk nonfiksi.
Dalam pembuatan media leaflet, lembar balik, power point, dan poster dapat menggunakan
teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah
proses pembelajaran.

B. LEAFLET
Leaflet Ialah bentuk penyampaian informasi atau pesan – pesan kesehatan melalui lembaran yang
dilipat. Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat maupun gambar atau kombinasi antara keduanya.
Selebaran atau leaflet adalah Lembaran kertas berukuran kecil mengandung pesan tercetak untuk
disebarkan kepada umum sebagai informasi mengenai suatu hal atau peristiwa. Leaflet merupakan
selembar kertas yang berisi tulisan cetak tentang sesuatu masalah khusus untuk suatu sasaran dan
tujuan tertentu dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar
yang sederhana. Ukuran leaflet biasanya 20 x 30 cm, berisi tulisan 200 – 400 kata. Biasanya terdiri
dari satu lembar saja dengan cetakan dua muka. Namun yang khas dari leaflet adalah adanya
lipatan yang membentuk beberapa bagian leaflet seolah-olah merupakan panel atau halaman
tersendiri. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa leaflet adalah selebaran tercetak
dengan ukuran kecil yang dilipat, berisikan informasi yang disebarkan kepada umum secara gratis.
Kualitas cetakan leaflet biasanya bagus, dibuat dengan desain yang menarik, dan berisi informasi
yang lengkap baik berupa gambar maupun tulisan. Karena bentuknya lipatan, pembuatan leaflet
biasanya memperhatikan sisi psikologi orang membuka leaflet, sehingga desainnya pun dibuat
untuk memudahkan orang menerima informasi yang ada pada leaflet tanpa terlalu banyak
membolak-balik leaflet.

1|Page
Leaflet digunakan untuk bermacam hal misalnya mengenalkan produk, sebagai katalog mini
atau booklet mini, profil perusahaan, dan lain sebagainya. Leaflet digunakan untuk memberikan
keterangan singkat tentang suatu masalah, misalnya deskripsi pengolahan air di tingkat rumah
tangga, deskripsi tentang diare dan penecegahannya, dan lainlain.Leaflet dapat diberikan atau
disebarkan pada saat pertemuan-pertemuan dilakukan seperti pertemuan FGD, pertemuan
Posyandu, kunjungan rumah, dan lain-lain. Leaflet dapat dibuat sendiri dengan perbanyakan
sederhana seperti di photocopy.

1. CIRI – CIRI LEAFLET


a. Dilihat dari bentuk leaflet:
1) Lembaran kertas berukuran kecil yang dicetak
2) Dilipat maupun tidak dilipat
3) Tulisan terdiri dari 200 ± 400 huruf dengan diselingi gambar- gambar
4) Ukuran biasanya 20 ± 30 cm
b. Dilihat dari isi pesan:
1) Pesan sebagai informasi yang mengandung peristiwa
2) Bertujuan untuk promosi
3) Isi leaflet harus dapat dibaca sekali pandang

2. HAL – HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PEMBUATAN LEAFLET


a. Menggunakan bahasan sederhana dan mudah dimengerti oleh pembacanya
b. Judul yang digunakan harus menarik untuk dibaca
c. Jangan banyak tulisan, sebaiknya dikombinasikan antara tulisan dan gambar
d. Materi harus sesuai dengan target sasaran yang dituju
e. Tentukan kelompok sasaran yang ingin dicapai
f. Tuliskan apa tujuannya
g. Tentukan isi singkat hal-hal yang mau ditulis dalam leaflet.
h. Kumpulkan tentang subyek yang akan disampaikan
i. Buat garis-garis besar cara penyajian pesan, termasuk didalamnya bagaimana bentuk
tulisan gambar serta tata letaknya
j. Buatkan konsepnya
k. Konsep dites terlebih dahulu pada kelompok sasaran yang hampir sama dengan kelompok
sasaran
l. Buat ilustrasi yang sesuai dengan isi

2|Page
3. TIPS PEMBUATAN LEAFLET
a. Content Isi / teks
Isi materi tulisan dalam leaflet bisa saja mencakup keseluruhan isi materi yang akan
disampaikan,tetapi harus jelas dan padat agar terkesan komposisi desain dapat dipahami
dan minimalis. Selanjutnya para pembaca akan di arahkan ke media lain seperti Website
atau Nomor telfon untuk mengetahui informasi lengkap selanjutnya.
b. Layout
Layout atau posisi tata letak berkaitan erat dengan bentuk leaflet atau pamflet, ukuran dan
isinya, baik teks, gambar, maupun desain lainnya. Karena layout merupakan panduan awal
yang penting untuk menentukan di mana nantinya teks, gambar, atau desain akan
diletakkan dalam media leaflet, sehingga dengan arah penempatan yang ditentukan
sebelumnya serta isi materi akan dapat tersusun dengan sempurna dan akan memudahkan
untuk dimodifikasi kembali.
c. Typografi
Pemilihan jenis font sangat mendukung estetika tampilan teks dari sebuah leaflet atau
pamflet. Typografi juga dapat dijadikan alternatif pengganti gambar karena font dapat
dimodifikasi sedemikian rupa untuk menggantikan fungsi gambar. Namun yang perlu
diperhatikan disini adalah jangan menggunakan Font yang susah di baca, karena akan
menyulitkan para pembacanya sendiri.
d. Gambar
Gambar dalam bentuk bitmap ataupun vector juga sangat berpengaruh besar dalam
mendukung unsur seni dalam sebuah leaflet atau pamflet. Contoh gambar leaflet
disarankan untuk sesuai dengan temanya. Penggunaan gambar yang sesuai dan
berhubungan dengan informasi yang akan disampaikan akan lebih terkesan pada pembaca.
e. Warna
Pemilihan warna yang tepat dapat menambah energi dalam leaflet karena setiap warna
memiliki makna dan arti yang berbeda. Sehingga jika memungkinkan pilihlah warna
sesuai dengan informasi yang ingin berikan. Berikut contoh arti warna :
1) Merah : Power, energi, agresi,bahaya
2) Kuning : Optimis, harapan
3) Hijau : Alami, sehat, keberuntungan, pembaharuan
4) Oranye : Energy, keseimbangan
5) Ungu/Jingga :Spiritual, misteri, kebangsawanan, transformasi, Keangkuhan
6) Coklat :Tanah/Bumi, kepercayaan, kesenangan, daya tahan
7) Abu- Abu :Intelek, masa depan (milenium), kesederhanaan, kesedihan
8) Biru :Kepercayaan, konservatif, keamanan, tekhnologi, kebersihan,
keteraturan

3|Page
9) Hitam :Kekuatan, seksualitas, kecanggihan, kematian, misteri,
ketakutan, kesedihan, keanggunan
f. Desain Grafis
Penambahan sentuhan desain grafis yang menarik akan membuat tampilan leaflet unik.
Desain memang diperuntukkan untuk memberikan sentuhan tersendiri bagi pembacanya,
sehingga desain dapat menarik psikologis dan emosi dari pembaca.
g. Bahan
Penentuan jenis bahan kertas brosur juga menentukan nilai kualitas dari leaflet di mata
pembaca. Jika leaflet menggunakan jenis kertas yang exslusive tentunya hal itu juga
membuat daya tariknya akan menjadi terkesan elegant. Pada umumnya leaflet banyak yang
tercetak di atas bahan kertas jenis Art Paper,Art Karton, Mate Paper, Maupun Kertas HVS.
h. Ukuran
Sebelum menentukan untuk mencetak brosur tentukanukuran brosur yang akan dibuat
terlebih dahulu. Pada umumnya ukuran leaflet adalah sebagai berikut:
1) A5yaitu berukuran : 14.8 x 21 cm
2) A4 yaitu berukuran : 21 x 29.7 cm
3) A3 yaitu berukuran : 29.7 x 42 cm
4) F4 yaitu berukuran : 21.9 x 33 cm
i. Vernish, Spot & Laminating
Penambahan polesan luar dari kertas leaflet pasca percetakan akan memberikan sentuhan
berbeda di tangan pembaca baik secara kasat mata maupun sentuhan langsung. Pada
umumnya leaflet diberi beberapa jenis lapisan luar untuk alasan daya tarik maupun daya
tahan. Lapisan – lapisan tersebut dapat di definisikan sebagai berikut :
1) UV Vernish
Yaitu pemberian semacam zat kimia cair ( Varnish )yang di lekatkan pada permukaan
kertas, biasanya kertas yang diberikan lapisan varnish langsung kering melalui
penyinaran ultraviolet pada mesin UV.
2) Laminating Glosy
Laminating ini biasanya berupa plastik tipis yang berwana putih bening yang di
lekatkan pada permukaan brosur, biasanya digunakan untuk menjaga daya tahan
leaflet atau pamflet dari percikan air. Hasil akhir pun tidak jauh berbeda dengan
lapisan varnish yang mengkilap.
3) Laminating Doff
Laminating ini jenis bahannya hampir sama dengan laminating glossy hanya saja
terdapat perbedaan yang mencolok yaitu pada dasar permukaan leaflet atau pamflet
tidak terlihat mengkilap namun lebih cenderung bersifat lembut jika disentuh.
4) Spot UV

4|Page
Penggunaan spot uv biasanya di tambahkan pada posisi– posisi tertentu saja, seperti
pada Tulisan Utama atau tulisan-tulisan maupun gambar yang ingin lebih di tonjolkan
dari tulisanlainnya. Sehingga tulisan tersebut dapat terlihat lebih mengkilap.

4. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN LEAFLET


a. Kelebihan
1) Dapat disimpan lama
2) Sebagai reverensi
3) Jangkauan dapat jauh
4) Membantu media lain
5) Isi dapat dicetak kembali
6) Dapat sebagai bahan diskusi
b. Kekurangan
1) Bila cetakan kurang menarik orang enggan menyimpannya
2) Pada umumnya orang tidak mau membaca karena hurufnya terlalu kecil
3) Tidak bisa digunakan oleh sasaran yang buta huruf

C. LEMBAR BALIK (FLIF CHART)


Flip chart atau yang sering disebut sebagai bagan balik adalah kumpulan ringkasan, skema,
gambar, tabel yang dibuka secara berurutan berdasarkan topik materi pembelajaran. Bahan flip
chart biasanya kertas ukuran plano yang mudah dibuka-buka, mudah ditulisi, dan berwarna cerah.
Untuk daya tarik, flip chart dapat dicetak dengan aneka warna dan variasi desainnya. Lembar balik
atau flif chart merupakan media penyampaian pesan atau informasi – informasi kesehatan dalam
bentuk lembar baik. Biasanya dalam bentuk buku gambar di mana tiap lembar (halaman) berisi
gambar peragaan dan lembar baliknya berisi kalimat sebagai pesan atau informasi yang berkaitan
dengan gambar tersebut.
Flip chart atau bagan balik pada prinsipnya sd Tetapi pesan itu disajikan secara bertahap.
Tiap bagian pesan dituangkan pada lembaran kertas yang berbeda. Selanjutnya lembaran-lembaran
itu dibendel menjadi satu. Penggunaannya tinggal membalik satu per satu sesuai dengan pesan
yang akan disajikan

1. SYARAT-SYARAT PEMBUATAN FLIPCHART/LEMBAR BALIK ADALAH


SEBAGAI BERIKUT
a. Berisikan gambar-gambar untuk menjelaskan pesan yang hendak disampaikan
b. Di lembar sebaliknya terdapat kalimat penjelasan gambar mudah dibawa oleh penyuluh
c. Ukuran disesuaikan dengan target/jumlah peserta

5|Page
d. Gambar yang ditayangkan menarik, mudah dipahami dan sesuai dengan penjelasan yang
disampaikan.

2. TEKNIK PEMBUATAN STANDAR LEMBAR BALIK:


a. Persiapan gambar seri yang akan di sajikan sesuai dengan urutan informasi
b. Gambar disusun dikertas sesuai dengan urutan di masukan pada ring yang terdapat pada
standar.
c. Ukuran gambar dan standar di sesuaikan dengan kebutuhan
d. Agar standar dapat berdiri kuat dibuat kaki berempat.
3. CARA PENGGUNAAN STANDAR BALIK:
a. Susunlah lembar gambar-gambar atau pesan-pesan yang di sampaikan secara berurutan
sesuai dengan isi pembelajaran.
b. Pada saat penyajian tinggal membalik gambar tersebut sampai ke bagian standar

4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN LEMBAR BALIK ATAU FLIF CHART


a. Kelebihan Menggunakan Flip Chart
1) Flip Chart dapat digunakan dalam metode pembelajaran inovatif apapun.
2) Lebih praktis
3) Ketika pembelajaran di alam terbuka yang jauh dari aliran listrik, flip chart sangat
tepat untuk membantu presentasi
4) Bendel flip chart mudah dibawa ke mana saja bergantung tempat presentasi
5) Menghemat media pengajaran.
6) Agar masyarakat tidak bosan sehingga lebih berimajinasi dalam mengembangkan ide-
idenya dalam memahami materi yang diberikan
7) Flipchart juga dapat mempermudah mengingat suatu materi pelajaran yang di ajarkan
guru.
8) Fleksibilitas, pengajar/pembicara dapat memutuskan kapan harus menulis
9) Lebih baik dari white board karena pengajar/pembicara dapat mempersiapkan sebelum
pelajaran/presentasi dimulai
10) Biaya murah
11) Dapat diletakkan dimana saja

b. Kelemahan Menggunakan Flip Chart


1) Sukar dibaca karena keterbatasan tulisan
2) Pengajar/pembicara cenderung memunggungi peserta saat menulis

6|Page
3) Biasanya kertas flip chart hanya dapat digunakan untuk satu kali saja
4) Tidak sesuai untuk peserta yang lebih dari 15-20 orang

D. POWER POINT
Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint atau PowerPoint adalah sebuah program
komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran
mereka. Microsoft Power Point merupakan sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh
perusahaan Microsoft, dan merupakan program berbasis multimedia. Di dalam komputer, biasanya
program ini sudah dikelompokkan dalam program Microsoft Office. Program ini dirancang
khusus untuk menyampaikan presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan,
pemerintahan, pendidikan, maupun perorangan dengan berbagai fitur menu yang mampu
menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik.
Media ini menarik untuk digunakan sebagai alat presentasi yaitu berbagai kemampuan
pengolahan teks, warna, gambar, serta animasi-animasi yang bisa diolah sendiri sesuai kreatifitas
penggunanya. Pada prinsipnya program ini terdiri dari beberapa unsur rupa, dan pengontrolan
operasionalnya. Unsur yang dimaksud terdiri dari slide, teks, gambar, dan bidang-bidang warna
yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang yang telah tersedia.

1. FUNGSI MEDIA POWER POINT


a. Membuat presentasi dalam bentuk slide-slide
b. Menambahkan audio, video, gambar dan animasi dalam presentasi sehingga presentasi
menjadi lebih menarik dan hidup.
c. Mempermudah dalam mengatur dan mencetak slide
d. Membuat presentasi dalam bentuk softcopy sehingga dapat diakses melalui perangkat
komputer.

2. TIPS PEMBUATAN POWER POINT


a. Pergunakan desain yang konsisten. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan slide
master, sehingga layout, font, bulleting, dan animasi pergantian slide menjadi konsisten
hingga akhir presentasi.
b. Batasi jumlah baris dalam setiap slide. Jumlah baris dalam slide yang terlalu banyak
menyebabkan silde tersebut menjadi terlalu penuh, sehingga teks menjadi kecil-kecil.
Akibat yang lebih parah, auidense tidak akan mau mencerna informasi dalam slide
tersebut. Sampaikan poin-poin pokok dalam setipa slide, kemudian andalah yang harus
mengembangan dan membumbui ketika melakukan presentasi.
c. Pergunakan warna teks dan latar belakang yang kontras sehingga keterbacaannya tinggi.

7|Page
d. Hindari penggunaan animasi dan sound effect yang glamor. Animasi dengan diiringi sound
effect yang glamour justru menyebabkan presentasi anda tidak profesional, berkesan
kekanak-kanakan, dan tidak serius.
e. Pertimbangkan untuk membuat tombol-tombol yang langsung menghantarkan pada slide
tertentu, sehingga bisa melompat maju ataupun mundur tanpa harus melewati silde demi
slide. Hal ini seringkali diperlukan.
f. Satu gambar memberikan puluhan kali lipat informasi, oleh karena itu jika memungkinkan
ditampilkan secara grafis akan lebih baik ditampilkan secara grafis, misalnya tabel, skema,
dll.
g. Jika terlalu sering teks saja yang ditampilkan, berikan gambar-gambar ilustrasi yang
menarik

3. HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMBUATAN POWER


POINT
a. Slide yang bersambung
Tak jarang, satu gagasan tidak cukup dituangkan dalam sebuah slide. Oleh karena itu,
terkadang Anda membaginya ke dalam beberapa slide. Hal tersebut tidak dianjurkan untuk
dilakukan karena dapat memengaruhi fokus para pendengar (audience) yang menyimak
paparan Anda. Seyogyanya, satu buah slide telah dapat menampung satu ide tertentu dan
tugas Anda adalah mengembangkan ide tersebut melalui penjelasan yang Anda
sampaikan.
b. Ukuran huruf
Seringkali ukuran huruf menjadi penentu kejelasan informasi yang disampaikan dalam
power point. Pada saat memilih ukuran huruf, sebenarnya program power point sudah
membuat standar (default) ukuran huruf yang pas baik itu untuk judul maupun tubuh
(body) tulisan. Anda tinggal mengikuti ukuran huruf standard tersebut dan power point
yang dihasilkan akan mudah dibaca. Sayangnya, kebutuhan untuk menampilkan berbagai
informasi terkadang menuntut kita untuk mengecilkan atau membesarkan ukuran huruf.
Pertimbangan menyangkut ukuran adalah keseimbangan. Huruf Anda hendaknya tak
menutupi gambar atau objek lain dan menjadi yang paling menonjol. Begitu pun huruf
Anda jangan sampai terlampau kecil sehingga menyulitkan hadirin yang ingin membaca
power point Anda.
c. Animasi pada teks
Sungguh menyenangkan saat kita bermain-main dengan berbagai animasi yang ada di
power point. Salah satunya adalah saat kita bermain dengan animasi untuk teks. Kita bisa
mengatur agar tulisan yang muncul memiliki animasi seperti berputar, kedip, membesar
kemudian mengecil, mengecil kemudian membesar, dan seterusnya.

8|Page
Pada saat memilih animasi untuk tulisan haruslah sangat berhati-hati atau kalau ingin aman
hindari menggunakan animasi pada teks.
d. Pertimbangkan jenis huruf
Rupanya terdapat korelasi antara jenis huruf dengan ‘kekuatan’ pesan yang ingin
disampaikan melalui power point. Misalnya saja jenis ‘Comic Sans’ cenderung dianggap
untuk anak kecil, bermain-main, dan tak serius. Sebagai contoh lain, ‘Times New Roman’
atau ‘Calibri’ ini menunjukkan pribadi yang enggan berimprovisasi dan menerima standar
(default) yang diberikan oleh progam power point.
e. Huruf besar, huruf kecil, gabungan keduanya
Ada satu masa ketika penggunaan huruf besar digabung dengan huruf kecil, bahkan
dengan angka menjadi satu tren tersendiri. Saat Anda menyusun paparan, hendaknya
sangat memperhatikan kaidah penggunaan huruf besar atau kecil. Tujuannya adalah untuk
kejelasan pesan yang ingin disampaikan.
f. Hati-hati saat menggunakan bullet point
Kelebihan terbesar dari power point adalah ‘kekuatan poin’. Anda menguraikan gagasan,
teori, pendapat, produk, dalam bentuk poin per point. Biasanya untuk menggambarkan hal
tersebut dalam paparan adalah menggunakan ‘bullet’ atau peluru. Barangkali filosofi
penggunaan ‘bullet’ adalah agar pesan yang disampaikan seperti peluru menghujam di
benak para pendengar. Tentu saja konsekuensinya haruslah tepat jumlah dan sasaran dari
bullet tersebut. Oleh sebab itu, maka penggunaan ‘bullet’ hendaknya harus diperhatikan
baik itu keperluannya, maupun jumlah peluru yang digunakan.
g. Animasi secara efektif tidak mengaburkan pesan
Menyampaikan ide yang rumit menggunakan perangkat yang ada dalam power point
sungguh tidak mudah. Seringkali, kita harus menggabungkan berbagai bentuk seperti
lingkaran, persegi, segi tiga, elips, tanda panah, garis-garis, garis putus-putus dan lain-lain
dan kawan-kawan.
h. Penggunaan singkatan
Paparan menggunakan power poin berbeda dengan sebuah buku cerita atau novel. Ruang
yang Anda miliki sangat terbatas, belum lagi waktu Anda menyampaikan pun biasanya
juga sangat dibatasi.
Jalan keluar yang biasanya ditempuh adalah dengan menggunakan berbagai singkatan.
Sayangnya, tak semua pendengar atau pemirsa Anda memiliki pemahaman yang sama.
Oleh sebab itu, penggunaan singkatan yang terlalu sering dan digunakan untuk berbagai
hal yang tidak lazim justru akan cenderung membuat pusing pendengar.
i. Penggunaan grafik, chart, bar chart, pie chart, tabel, diagram alir/struktur
organisasi, dll

9|Page
Saat menyampaikan data tak jarang digunakanlah berbagai grafik atau diagram. Kunci
yang harus diperhatikan saat memanfaatkan grafik atau diagram adalah kejelasan
informasi yang ingin disampaikan.
Bisa saja grafik atau struktur atau diagram alir yang Anda sajikan begitu sederhana dan
tidak rumit namun justru itu yang mudah diterima oleh pendengar. Di lain saat, karena
ingin terlihat canggih dan memesona, maka ditampilkan grafik dengan berbagai warna,
dilengkapi dengan huruf, bahkan mungkin animasi tapi ujungnya adalah pemirsa yang
kebingungan. Tentu hal semacam itu harus dihindari.
j. Resume/riwayat hidup Anda sendiri
Sebagai pelengkap, tentu saja Anda ingin menampilkan profil diri sendiri di awal atau
akhir dari paparan. Pada bagian ini, hendaknya diperhatikan lagi-lagi menyangkut
kejelasan informasi dari pada sekadar memukau para pemirsa.

4. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MEDIA POWER POINT


a. Kelebihan dari microsoft office power point yaitu:
1) Penyajiannya lebih menarik karena adanya warna huruf dan animasi.
2) Penyaji tidak perlu banya menerangkan bahan ajar yang sedang disajikan.
3) Pesan yang disampaikan mudah dipahami, apalagi jika slide yang ditampilkan tidak
membosankan dan menarik.
4) Mudah dibawa kemana-mana, dengan memindahkan file ke dalam CD ataupun
flashdisk.
b. Kelemahan dari microsoft power point diantaranya yaitu:
1) Harus ada persiapan waktu dan tenaga dalam mendisain materi pada microsoft office
power point.
2) Penyaji harus menyiapkan PC utuk presentasi di depan kelas.
3) Penyaji harus mengetahui ruangan yang digunakan, agar pada saat menyampaikan
proses pembelajaran dengan media microsoft office power point tidak terjadi
hambatan seperti font yang tidak terbaca karena ruangan terlalu terang ataupun terjadi
pemadaman listrik.

E. POSTER
Poster adalah media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya
dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. Poster biasanya dipasang ditempat-
tempat umum yang dinilai strategis seperti sekolah, kantor, pasar, mall dan tempat-tempat
keramaian lainnya. Informasi yang ada pada poster umumnya bersifat mengajak masyarakat.

10 | P a g e
1. CIRI – CIRI DAN SYARAT POSTER
a. Desain grafis dari poster harus memuat komposisi yang terdiri atas huruf dan gambar di
atas media kertas atau kain yang berukuran besar.
b. Cara pengaplikasiannya dapat dengan cara ditempel pada dinding, tempat umum atau
permukaan datar yang lain dengan sifat membidik perhatian mata semaksimal mungkin.
c. Poster pada umumnya dibuat dengan perpaduan warna yang kuat dan kontras.
d. Poster lazimnya mempergunakan bahasa yang singkat, jelas, tidak rancu agar mudah
dipahami.
e. Pesan yang ingin disampaikan sebaiknya disertai dengan gambar.
f. Poster dapat dibaca secara sambil lalu.
Setelah membahas mengenai ciri-ciri poster, berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai syarat
sebuah poster:
a. Poster wajib mempergunakan bahsa yang mudah dipahami.
b. Susunan kalimat poster harus singkat, padat, jelas, tetapi berisi.
c. Poster sebaiknya dikombinasikan dengan bentuk gambar.
d. Poster harus mampu menarik minat khalayak.
e. Media poster harus mempergunakan bahan yang tidak mudah rusak atau sobek.
f. Ukuran poster sebaiknya disesuaikan dengan tempat atau lahan pemasangan serta target
pembaca.

2. TUJUAN PEMBUATAN POSTER


Secara umum tujuan dan maksud dibuatnya poster adalah sebagai media publikasi agar
masyarakat bisa membacanya dan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam poster
tersebut. Tetapi secara khusus maksud dan tujuan dibuatnya poster tergantung dengan apa yang
diinginkan pembuat, bisa untuk tujuan komersil, mencari simpati publik, mencari perhatian
masyarakat, dan lain sebagainya.

3. JENIS – JENIS POSTER


Jenis poster berdasarkan isinya:
a. Poster Niaga adalah poster yang dibuat untuk media komunikasi dalam urusan perniagaan
untuk menawarkan suatu barang, atau jasa.

11 | P a g e
b. Poster Kegiatan adalah poster yang berisi suatu kegiatan, seperti kegiatan jalan sehat,
senam, dll.

c. Poster Pendidikan adalah poster yang bertujuan untuk mendidik.

d. Poster Layanan Masyarakat adalah poster untuk pelayanan kesehatan yang


berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat.

12 | P a g e
Jenis Poster berdasarkan tujuannya :
a. Poster Propaganda adalah poster yang memilik tujuan untuk mengembalikan semangat
pembaca atas perjuangan atau usaha seseorang dalam melakukan hal yang bermanfaat bagi
kehidupan.

b. Poster Kampanye adalah poster yang bertujuan untuk mencari simpati dari masyarakat
pada saat dilakukannya pemilihan umum.

c. Poster 'Dicari' atau "Wanted“ adalah poster yang bertujuan yang memuat orang hilang
atau suatu perusahaan yang membutuhkan pekerja.

13 | P a g e
d. Poster "Cheescake“adalah poster yang bertujuan untuk menarik perhatian publik, seperti
bintang rock, artis, penyanyi, dll.

e. Poster Film adalah poster yang dibuat dengan tujuan untuk mempopulerkan suatu film
yang diproduksi dalam industri perfilman.

f. Poster Komik adalah poster yang digunakan untuk mempopulerkan buku-buku komik.

14 | P a g e
g. Poster Afirmasi adalah poster untuk memotivasi pembacanya, biasanya tentang
kepemimpinan, dll.

h. Poster Riset adalah poster untuk mempromosikan berbagai kegiatan riset sehingga
mengundang para pelaku akademik untuk ikut dalam mengapresiasikan kegiatan tersebut.

i. Poster Kelas adalah poster yang berada didalam kelas pelajar yang bertujuan untuk
memotivasi pelajar, adapun juga poster tata tertib kelas.

15 | P a g e
j. Poster Komersial adalah poster yang hampir sama dengan Poster Niaga yaitu yang
bertujuan untuk mempromosikan sesuatu.

4. HAL – HAL YANG DIPERHATIKAN DALAM PEMBUATAN POSTER


a. Ukuran Media
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah mencari bahan untuk poster itu sendiri
dengan ukuran yang relatif besar, hal ini dilakukan agar media tersebut dengan mudah
dilihat dan mendapat perhatian lebih dari khalayak ramai, misalkan kertas berukuran A3
atau lebih besar.
b. Perhatikan Gambar
Salah satu elemen penting dari desain poster adalah sebuah gambar. Gambar berfungsi
sebagai eye-catcher untuk menarik perhatian pemirsa. Gunakan gambar berfilosofi yang
dapat diterjemahkan dengan mudah oleh kalangan umum dari usia A-Z sesuai target.
c. Perhatikan Font
Tidak semua orang dapat menerjemahkan gambar yang anda buat pada poster, untuk itu
sebuah kalimat atau kata-kata sangatlah penting. Kalimat singkat dan padat, font yang
mudah dibaca, tidak mengganggu tampilan grafis dari gambar, dan gunakan prinsip
hierarchy bila diperlukan.
d. Memiliki Tema/Konsep

16 | P a g e
Poster merupakan salah satu media yang harus memiliki tema dan konsep yang jelas, agar
pesan yang ada dapat dengan mudah tersampaikan untuk khalayak ramain. Jika kita
membicarakan tema/konsep dari sebuah poster, maka ada dua pertanyaan yang harus
dijawab yaitu :
1. Gambar apa yang cocok untuk tema tersebut?
2. Kalimat atau kata-kata apa yang cocok untuk tema tersebut?
Sangat tidak lucu apabila poster untuk anak anak menggunakan gambar hantu yang
menakutkan, sangat tidak etis apabila poster kelas menggunakan kalimat-kalimat yang
kurang mendidik.
e. Perhatikan Warna
Warna dasar yang dapat anda gunakan untuk membuat poster adalah Hitam-Putih, namun
ini kurang membantu pemirsa memahami pesan apa yang ingin anda sampaikan terkecuali
jika kalimat yang anda tuliskan benar benar kuat.
Jika ingin masyarakat dengan mudah memahami pesan dalam poster, maka warna adalah
elemen ketiga yang harus diperhatikan. Misalkan anda membuat gambar air, maka berikan
warna biru. Orang akan dengan mudah mengidentifikasi bahwa itu air, dengan gambar
sedikit bergelombang dan berwarna biru. Warna juga sangat berpengaruh untuk menarik
perhatian masyarakat.
f. Perhatikan Prinsip Dasar Layout
Menuliskan bahwa poster menggunakan prinsip dasar layout, seperti keseimbangan,
penekanan, kesatuan dan alur baca.
g. Dipasang Ditempat Strategis
Hal terakhir setelah desain poster anda selesai dibuat adalah memasangnya ditempat-
tempat strategis. Strategis yang saya maksudkan adalah dapat dilihat oleh semua khalayak
ramai, dengan kata lain ditempat-tempat umum. Namun anda juga dapat memasangnya
ditempat-tempat yang sering kali dikunjungi oleh target pembaca poster saja.
Demikian tips membuat poster yang menarik dan efektif, kesimpulan dari artikel diatas
adalah ketika berniat membuat poster maka ada baiknya memperhatikan ukuran media,
gambar, kalimat (font), tema/konsep, warna, dan pemasangan poster itu sendiri ditempat-
tempat strategis (umum)

5. CARA MEMBUAT POSTER


a. Tentukan Topik & Tujuan
Pertama, kita harus menentukan apa yang ingin dibahas dalam poster tersebut, apakah
membahas produk kecantikan, kegiatan sosial, kesehatan atau sebuah film animasi.
Kemudian, tentukan pula alasan membuat poster tersebut. Membuatnya untuk promosi
atau hanya sekedar sosialisasi. Tentunya, poster-poster promosi lebih membutuhkan riset

17 | P a g e
serius dalam hal gambar, kata-kata, dan peletakan daripada sebuah poster sosialisasi
program.
b. Buat Kalimat Singkat dan Bersifat Mensugesti
Poster biasanya dibaca secara sekilas oleh pengunjung. Sedikit sekali pejalan kaki atau
pengendara yang berlama-lama di suatu tempat, hanya untuk membaca sebuah poster.
Untuk itu, buatlah kalimat yang singkat agar bisa dibaca hanya dalam waktu beberapa
detik saja. Nantinya, melalui bahasa singkat tersebut, maka pesan yang ditulis oleh para
pembuat poster bisa tersampaikan dengan baik.
Tetapi, jangan sampai kata-kata tersebut malah ambigu dan membuat para pembaca
kebingungan. Buatlah kalimat yang jelas serta mensugesti orang untuk membeli atau
melakukan sesuatu (terutama ketika Anda membuat poster promosi produk).
c. Gunakan Gambar
Gambar merupakan alat penyampai pesan yang paling menarik. Inilah mengapa berbagai
poster saat ini menggunakan gambar dengan proporsi jauh lebih besar dibandingkan
dengan tulisan. Gambar dengan warna-warna mencolok adalah jenis yang sebaiknya Anda
gunakan demi pengunjung yang lebih banyak.
d. Gunakan Media yang Tepat
Media (tempat ditempelnya poster) akan menentukan apakah poster Anda banyak dilihat
atau tidak. Jika Anda menempelkan poster di dinding-dinding yang ada di pasar,
kemungkinan poster tersebut jauh lebih 'laris' ketimbang jika ditempel pada dinding-
dinding perkampungan.

18 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Cara Membuat Presentasi Power Point yang Baik. Dikutip dari
http://www.inicaraku.com/tips-cara-membuat-presentasi-powerpoint-yang-baik-agar-terlihat-
profesional.html#ixzz4akCmXyjL. Di akses pada tanggal 08 Maret 2017

Pasmitra. 2013. Cetak Flipchart. Di kutip dari http://www.pastmitraprinting.com/2015/08/cetak-


flipchart.html. Di akses pada tanggal 08 Maret 2017

Stationary. 2017. Flif Chart : Pengertian dan Aplikasi Penggunaan. Dikutip dari
http://www.papanwhiteboard.com/flipchart/flip-chart-pengertian-dan-aplikasi-penggunaan/.
Di akses pada tanggal 08 Maret 2017

Teori desain. 2016. Membuat Poster Menarik dan Efektif. Dikutip dari
http://teoridesain.com/2016/02/tips-membuat-poster-menarik-dan-efektif.html. Di akses pada
tanggal 08 Maret 2017

Unclegoop. 2015. Hal yang Dipertimbangkan Saat Membuat Power Point. Dikutip dari
https://unclegoop.com/10-hal-yang-harus-dipertimbangkan-saat-membuat-power-point/. Di
akses pada tanggal 08 Maret 2017

19 | P a g e