Anda di halaman 1dari 13

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Resep Polifarmasi

Gambar 1. Resep Polifarmasi

III.2 Skrining Resep


III.2.1 Administratif (Kelengkapan Resep)
Resep yang diberikan masih belum lengkap secara administrasi yaitu
1. Resep tidak mencantumkan informasi mengenai alamat pasien, nomor
telpon, dan berat badan pasien
2. Resep tidak ada paraf dokter

16
17

3. Resep tidak mencantumkan tanggal penulisan resep.


4. Resep tidak mencantumkan kekuatan obat
5. Resep tidak mencantumkan aturan pakai, setelah makan, sebelum makan
atau saat makan.
Cara pengatasan adalah dapat ditanyakan langsung kepada
pasien/keluarga pasien sedangkan untuk paraf dokter dapat diatasi dengan
meminta kepada dokter atau menghubungi dokter yang bersangkutan.
Untuk kekuatan obat dapat menghubungi dokter yang bersangkutan atau
melihat riwayat pengobatan pasien. Aturan pakai disesuaikan dengan
penggunaan obatnya.

II.2.2 Kesesuaian Farmasetis

No Kriteria Permasalahan Pengatasan


1. Bentuk Sediaan - Sesuai
2. Stabilitas Obat - Sesuai
3. Inkompatibilitas - Sesuai
4. Cara Pemberian - Sesuai
5. Jumlah dan aturan - Sesuai
pakai

Hasil skrining secara farmasetis tidak terdapat permasalahan yang


berhubungan dengan farmasetis karena obat yang diresepkan tidak perlu
dilakukan pencampuran ulang. Dari segi bentuk sediaan, stabilitas obat,
inkompatibilitas, cara pemberian, jumlah dan aturan pakai tidak terdapat
permasalahan dan telah sesuai dengan literatur.

II.2.3 Dosis

No Nama Obat Dosis Resep Dosis Literatur Kesimpulan


1. Candesartan 1 kali sehari Dosis awal 4 mg 1 kali Sesuai
tablet (sediaan 8 sehari, maksimal 16
mg) mg/hari (MIMS Edisi
16,2017 : 35)
2. Aspilet 1 kali sehari 1 tablet 1 kali sehari Sesuai
18

(sediaan 80 mg) (MIMS Edisi 16, 2017


: 52)
3. ISDN 1 kali sehari Untuk mengendalikan Sesuai
(sediaan 5 mg) serangan angina 1
tablet sublingual.
Pencegahan serangan
angina 1 tablet 3-4
x/hari ditelan (MIMS
Edisi 16, 2017 : 27)
4. Furosemide 1 kali sehari Dosis dewasa 40-80 Sesuai
(sediaan 40 mg) mg/hari dalam dosis
tunggal. Dapat
ditingkatkan s/d 600
mg/hari (kecuali pada
pasien gagal ginjal
berat). Dosis anak 1-2
mg/kgBB/hr dalam
dosis tunggal (MIMS
Edisi 16, 2017 : 40)
5. Concor 1 kali sehari 1 tablet (5 mg)/pagi Sesuai
(sediaan 2,5 mg) hari. Dosis rata-rata :
5-10 mg/hari, beberapa
pasien perlu
peningkatan dosis s/c
20 mg/hari. Gagal
jantung kronik stabil
awal 1,25 mg 1x/hari
pada minggu pertama
& dosis ditritasi secara
bertahap. Dosis
pemeliharaan : 10
mg/hr
(MIMS Edisi 16, 2017
: 29)
6 Lansoprazole 1 kali sehari Dosis dewasa 30 Sesuai
(sediaan 30 mg) mg/hari. Tukak
duodenum 30 mg/hari
selama 4 mggu. Tukak
lambung benigna 30
mg/hr selama 8 mggu.
Refluks esofagitis 30
mg/hr selama 4 mggu
MIMS Edisi 16, 2017 :
4)
7. Simvastatin 1 kali sehari Dosis awal 10 mg/hari.
(sediaan 10 mg) Maksimal 40 mg/hari.
Hiperkolestrolemia
ringa-sedang 5
19

mg/hari. Sesuaikan
dosis tiap 4 minggu
thp respon penderita
(MIMS Edisi 16, 2017
: 49)

III.2.4 Pertimbangan Klinis

No Kriteria Permasalahan Pengatasan


1. Indikasi - -
2. Kontraindikasi - -
3. Interaksi 1. Candesartan + furosemid Dilakukan modifikasi
Candesartan dan furosemid keduanya terapi, monitoring dan
dapat meningkatkan serum potassium pengawasan terhadap
2. Candesartan + bisoprolol pasien polifarmasi
Candesartan dan bisoprolol keduanya
dapat meningkatkan serum potassium
melalui mekanisme farmakodinamik
yaitu sinergis.
3. Bisoprolol + furosemid
Bisoprolol dan furosemid keduanya
meningkatkan serum potassium.
4. Bisoprolol + aspirin
Keduanya meningkatkan serum
potasium.
5. Candesartan + Aspirin
Keduanya meningkatkan toksisitas
yang lainnya.
6. Furosemid + Aspirin
Aspirin meningkatkan dan furosemid
menurunkan serum potasium.

4. Duplikasi/ Terdapat polifarmasi pada resep Sebaiknya jumlah


Polifarmasi
obat untuk pasien
lansia dikurangi.
Seperti penggunaan
obat hipertensi
terdapat 3 jenis obat,
sebaiknya dipilih obat
20

yang tepat dan sesuai.


5. Alergi - -
6.. Efek Samping Candesartan : batuk, sakit Perbanyak makan
tenggorokan, pusing, sakit kepala,
serat dan buah untuk
vertigo, infeksi sal.pernapasan
Aspilet : Gangguan saluran mengurangi efek
percernaan, anemia hemolitik,
samping seperti
sindrom reye, alergi
ISDN : sakit kepala, mual, hipotensi konstipasi dan banyak
postural
istirahat untuk
Concor : sakit kepala, insomnia,
diare, mual, mengantuk, pusing mengurangi gejala
furosemid : gangguan pencernaan
sakit kepala
ringan, kehilangan Ca, K, Na.
Nefrokalsinosis pd abyi prematur,
metabolik alkalosis, diabetes. Jarang
syok anafilaksis, depresi sumsum
tulang, reaksi alergi, gangguan
pendengaran.
Lansoprazol : sakit kepala, diare,
konstipasi, mual, muntah, mulut
kering, perubahan hematologi.
Simvastatin : disfungsi bbrp saraf
kranial, tremor, vertigo, kehilangan
memori, neuropati perifer. Reaksi
hipersensitifitas, anoreksia, muntah,
libido berkurang, disfungsi ereksi,
katarak progresif.

III.2.5 Karakteristik Obat

1. Candesartan

Komposisi : Candesartan cilexetil

Indikasi : Hipertensi dan gagal jantung, serta gangguan fungsi


sistolik ventrikel kiri

Dosis : Awal 4 mg 1 kali sehari. Dapat ditingkatkan s/d 16 mg 1


kali sehari
21

Pemberian Obat : Dapat diberikan bersama makan atau tanpa makanan agar
diabsorpsi lebih baik dan mengurangi rasa tidak nyaman pada
gastrointestinal

Kontra Indikasi : Hipersensitivitas. Hamil dan laktasi

Peringatan : Stenosis arteri renalis, deplesi vol. Intravaskular. Hamil


dan laktasi

Efek Samping : Sakit kepala, gangguan hati berat dan kolestasis

Interaksi Obat : Diuretik hemat kalium contohnya spironolakton.


Mekanismenya candesarta dan spironolakton keduanya dapat
meningkatkan serum potassium

Kategori Kehamilan : D

2. Aspilet

Komposisi : Asam asetilsalisilat

Indikasi : Pengobatan dan pencegahan angina pektoris dan infark


miokardium

Dosis : 1 tablet 1 kali sehari

Pemberian Obat : Dapat diberikan bersama makanan

Kontra Indikasi : Gangguan perdarahan, asma, ulkus peptikum aktif

Peringatan : Dispepsia, disfungsi ginjal dan hati, porfiria, hamil,


laktasi, anak

Efek Samping : Ulkus peptikum, gangguan GI, peningkatan waktu


perdarahan, hipoprotrombinemia, reaksi hipersensitivitas,
pusing, tinitus

Interaksi Obat : Alkohol, antikoagulan, probenesid, sulfonylurea


22

3. ISDN

Komposisi : Isosorbide dinitrate

Indikasi : Terapi dan profilaksis angina pektoris

Dosis : 5 mg tablet sublingual 1-2 tablet diletakkan di bawah lidah


(sublingual) setiap 2-3 jam selama diperlukan. 10 mg tablet.
Dewasa 1 tablet 4 kali sehari atau sebelum tidur 10 mg
sebagai terapi profilaksis. Untuk injeksi 2-10 mg/jam
(hanya untuk pemberian infus IV)

Pemberian obat : Berikan pada saat perut kosong 1 atau 2 jam sebelum
makan

Kontra Indikasi : Glaukoma, anemia,hipertiroid, peningkatan TIK, infark


miokardium

Peringatan : Toleransi dan toleransi silang dengan golongan nitrit/nitrat


lain

Efek Samping : Hipotensi ortostatik, wajah/leher panas dan kemerahan,


sakit kepala, gangguan GI, denyut nadi cepat, ruam kulit
(jarang).

Interaksi Obat : Alkohol meningkatkan efek hipotensi ortostatik secara


intensif. Simpatomimetik menurunkan efek anti angina

Keamanan kehamilan : C

4. Furosemid

Komposisi : Furosemid

Indikasi : Edema jantung, ginjal dan hati. Edema perifer karena


obstruksi mekanis vena dan hipertensi.
23

Dosis : Dosis dewasa 40-80 mg/hari dalam dosis tunggal. Dapat


ditingkatkan s/d 600 mg/hari (kecuali pada pasien gagal
ginjal berat). Dosis anak 1-2 mg/kgBB/hr dalam dosis
tunggal (MIMS Edisi 16, 2017 : 40)

Pemberian Obat : Dapat diberikan bersamaan makanan untuk mengurangi


rasa tidak nyaman pada GI.

Kontra Indikasi : Gagal ginjal akut dg anuria, koma hepatik, hipokalemia,


hiponatremia, dan atau hipovolamia dg atau tanpa
hipotensi. Gangguan fungsi hati atau ginjal.

Peringatan : Hamil dan menyusui. Ketidakseimbangan cairan dan


elektrolit, gangguan miksi, diabetes dan gout.

Efek Samping : gangguan pencernaan ringan, kehilangan Ca, K, Na.


Nefrokalsinosis pd abyi prematur, metabolik alkalosis,
diabetes. Jarang syok anafilaksis, depresi sumsum tulang,
reaksi alergi, gangguan pendengaran.

Keamanan Kehamilan : C

5. Concor

Komposisi : Bisoprolol hemifumarate

Indikasi : Pengobatan gagal jantung sedang-berat kronik stabil


dengan penurunan fungsi ventrikular sistolik pada
pemberian ACE inhibitor dan diuretik dan glikosida
jantung (salah satunya). Pengobatan hipertensi atau angina
pektoris.

Dosis : 1 tablet (5 mg)/hari pagi hari. Dosis rata-rata : 5-10


mg/hari, beberapa pasien perlu peningkatan dosis s/c 20
mg/hr. Gagal jantung kronik stabil awal 1,25 mg 1x/hari
pada minggu pertama dan dosis ditritasi secara bertahap.
Pemeliharaan : 10 mg 1x/hr
24

Pemberian Obat : Telan utuh, jangan dikunyah/dihancurkan

Kontra Indikasi : Gagal jantung akut atau gagal jantung selama episode
dekompensasi memerlukan terapi inotropik IV, syok
kardiogenik, blok AV derajat 2 & 3, sindrom sick sinus,
blok sinoatrial, bradikardia (<60 denyut/menit), hipotensi
(TD sistolik <100 mmHg), asma bronkial berat atau PPOK
berat, penyakit oklusif arteri perifer stadium lanjut dan
sindrom Raynaud, feokromositoma tanpa pengobatan,
asidosis metabolik.

Peringatan : Bronkospasme, pengobatan bersama dengan anestesi


inhalasi, DM dengan fluktuasi lebar pada nilai glukosa
darah, puasa ketat, dalam terapi desensitisasi, blok AV
derajat 1, angina Prinzmetal, penyakit oklusif arteri perifer,
psoriasis. Dapat menutupi gejala tirotoksikosis.

Efek Samping : Gagal jantung, dispnea, pusing, kardiomiopati,


baradikardi, lelahm infeksi virus, pneumonia. Rasa dingin
atau kebas pada ekstremitas, mual, muntah, diare,
konstipasi. Kelelahan, pusing, sakit kepala (terjadi pada
awal terapi tetapi biasanya menghilang sesudah 1-2
minggu).

Interaksi Obat : Antagonis Ca, klonidin, MAOI (kecuali MAO-B


inhibitor), obat antiaritmia kelas I dan kelas III, obat
parasimpatomimetik, β-bloker lain (termasuk tetes mata),
insulin & obat diabetik oral, obat anestesi, glikosida
digitalis, obat penghambat sintesis prostaglandin, derivat
ergotamin, obat simpatomimetik, antidepresan trisiklik,
barbiturat, fenotiazin, obat antihipertensi lain, rifampisin.

Keamanan kehamilan : C,D (trisemester 2 & 3)


25

6. Lansoprazol

Komposisi : lansoprazol

Indikasi : Pengobatan tukak duodenum, tukak lambung benigna,


refluks esofagus.

Dosis : Dosis dewasa 30 mg/hari. Tukak duodenum 30 mg/hari


selama 4 mggu. Tukak lambung benigna 30 mg/hr selama 8
mggu. Refluks esofagitis 30 mg/hr selama 4 mggu MIMS
Edisi 16, 2017

Pemberian Obat : Berikan sebelum makan.

Peringatan : Gangguan fungsi hati, hamil, laktasi, lanjut usia.

Efek Samping : sakit kepala, diare, konstipasi, mual, muntah, mulut


kering, perubahan hematologi.

Interaksi Obat : Teofilin, phenitoin, alat kontrasepsi oral, warfarin,


antasida dan sukralfat

Keamanan kehamilan : B

7. Simvastatin

Komposisi : Simvastatin

Indikasi : Menurunkan kadar Kolestrol total dan LDL pada


penderita hiperkolestrolemia primer bila respon thp diet dan
tindakan non farmakologik lain tidak memadai.

Dosis : Dosis awal 10 mg/hari. Maksimal 40 mg/hari.


Hiperkolestrolemia ringa-sedang 5 mg/hari. Sesuaikan
dosis tiap 4 minggu thp respon penderita (MIMS Edisi 16,
2017 : 49)

Pemberian Obat : Berikan pada malam hari sebelum tidur.


26

Pemberian Obat : Hamil dan laktasi. Penyakit hati aktif atau peningkatan
kadar transaminase serum yang menetap.

Peringatan : Konsumsi alkohol dan riwayat penyakit hati.

Efek Samping : Disfungsi bbrp saraf kranial, tremor, vertigo, kehilangan


memori, neuropati perifer. Reaksi hipersensitifitas,
anoreksia, muntah, libido berkurang, disfungsi ereksi,
katarak progresif., mual, muntah, mulut kering, perubahan
hematologi.

Keamanan kehamilan : X

III.3 Drug Related Problems (DRPs)


III.3.1 Subjektif
Nama Pasien : Nafriah
Umur : 54 tahun
Keluhan : Pusing, mudah lelah, sering buang air kecil,
Riwayat Alergi :-
Alamat : Jalan sungai Raya Dalam

III.3.2 Objektif
Diagnosa Dokter : Pembengkakan jantung (cardiomegaly)
Hasil Lab :- Tekanan darah 117/70 mmHg
Asam urat : 9,7
Gula darah : 155
Kolesterol : 230

III.3.3 Assesment
1. Berdasarkan hasil skrining secara pertimbangan klinis terdapat interaksi
obat serta efek samping yang merugikan sehingga perlu dilakukan
konseling, informasi serta edukasi mengenai penggunaan obattersebut.
27

2. Resep ini temasuk kedalam poli farmasi karena terdapat lebih dari lima
jenis obat, sehingga mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien dalam
meminum obat .
3. Pasien menderita hipertensi disertai pembengkakan jantung, kolesterol,
asam urat.
4. Pemberian lansoprazole dirasa kurang tepat karena pasien tidak memiliki
gangguan gastrointestinal
5. Dalam peresepan terdapat beberapa interaksi obat.

III.3.4 Plan
1. Resep yang diberikan terdapat banyak interaksi obat, maka harus diatur
jadwal minum obat pasien untuk menghindari terjadinya efek yang tidak
diinginkan.
2. Sebaiknya penggunaan lansoprazole dihentikan karena pasien tidak
memiliki keluhan gastrointestinal .
3. Berdasarkan hasil tes, kadar asam urat pasien 9,7 sebaiknya diberikan
allupurinol 100 mg satu sekali sehari

Monitoring dan KIE


Hal-hal yang dimonitoring :
a. Kondisi pasien membaik, gejala yang dirasakan pasien membaik.
b. Tidakterjadi alergi dan efek samping terhadap pasien
c. Pasien patuh untuk minum obat
d.Pemberian edukasi kesehatan
e. Pemberian arahan penggunaan obat yang benar, penyimpanan, dan
pemusnahan.

Evaluasi
Hal-hal yang dievaluasi adalah :
a. Keberhasilan terapi kepada pasien sudah membaik, tidak terjadi gejala atau
keluhan pada pasien, pasien beraktivitas seperti biasa
b. Tidak ada gejala/keluhan dan penyakit lain yang timbul selama pengobatan.
28

Terapi non farmakologi


Terapi non farmakologi untuk menunjang pengobatan pasien. Berdasarkan
penyakit yang diderita pasien, terapi non farmakologi yang dapat diberikan adalah
sebagai berikut :
1. Olahraga ringan seperti jalan santai 30 menit/hari
2. Kurangi asupan garam
3. Mengurangi berat badan
4. Istirahat yang cukup
5. Hindari makanan yang mengandung kolestrol tinggi seperti goreng-gorengan,
udang atau cumi, kuning telur dan lainnya.
6. Hindari makanan yang banyak mengandung purin seperti kacang – kacangan,
bayam, melinjo dan lainnya.
6. Perbanyak minum air putih, konsumsi sayur dan buah-buahan