ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN/LOG BOOK
1. TINDAKAN KEPERAWATAN YANG DILAKUKAN
Pemasangan Nasogastric Tube (NGT)
2. NAMA KLIEN
Tn. T
3. DIAGNOSA MEDIS
KAD + PNEUMONIA + SEPSIS
4. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidakmampuan menelan makanan.
5. JUSTIFIKASI TINDAKAN
Menurut Kementrian Repulik Indonesia Direktorat Jendral Pengendalian
Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan 2015 dalam Pedoman Pemasangan
Nasogastric Tube. Pemasangan selang nasogastric atau nasogastric tube (NGT)
merupakan salah satu prosedur pemasangan selang melalui lubang hidung
(nostril) turun ke nasofaring kemudian ke lambung. Prosedur ini bermanfaat
untuk tujuan terapi maupun diagnosis, misalnya pemberian obat dan makanan
yang langsung menuju kesaluran pencernaan. Pemasangan NGT harus
dilakukan sesuai dengan indikasi serta kontraindikasi yang sesuai. Pemasangan
NGT lebih dipilih karena proses pemasangan lebih mudah, aman, sederhana
dan jarang menimbulkan trauma, meskipun demikian komplikasi yang serius
seperti aspirasi isi lambung harus tetap diperhatikan. Komplikasi ini dapat
dicegah apabila pasien koperatif, diposisikan secara benar, serta tahapan-
tahapan persiapan prosedur pemasangan NGT dilakukan dengan baik.
Observasi dan evaluasi selama prosedur dilakukan, memastikan posisi selang
sudah tepat, perawatan selama penggunaan NGT, serta teknik melepaskan
NGT yang benar juga dapat mengurangi terjadinya komplikasi. Hal ini sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh Dwi Kresnawati dalam jurnal yang
dimuat pada tahun 2016 yang berjudul “Komplikasi Pemasangan Selang
Nasogastric Dan Pencegahanya”.
6. PRINSIP-PRINSIP TINDAKAN DAN RASIONAL
a. Tahap PraInteraksi
1) Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
Rasional : agar tidak salah dalam melakukan tindakan dan prinsip 6
benar.
2) Mencuci tangan
Rasional : agar mencegah mikroorganisme berpindah dari tangan kita
ke pasien.
3) Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
Rasional : untuk memepermudah mengamil alat saat diperlukan
b. Tahap Orientasi
1) Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
Rasional : agar tidak salah pasien
2) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
Rasional : agar pasien mengetahui tujuan yang akan kita lakukan
3) Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
Rasional : merupakan hak pasien untuk menyetujui dan menolak
c. Tahap Kerja
1) Membantu klien untuk posisi Semi Fowler.
Rasional : meningkatkan kemampuan klien untuk menelan
2) Bersama dengan klien menentukan kode yang akan digunakan
misalnya mengangkat telunjuk untuk mengatakan “tunggu sejenak
karena rasa tidak enak”.
Rasional : memudahkan klien mengungkapkan apa yang dirasakan
klien kepada perawat saat proses pemasangan NGT.
3) Menyiapkan alat disamping tempat tidur klien dan memasang handuk
pada dada pasien, meletakkan tissue, bengkok, dan air minum pada
jangkauan pasien.
Rasional : memudahkan pengambilan alat saat proses pemasangan.
4) Mencuci tangan dan memasang sarung tangan (prinsif bersih).
Rasional : agar mencegah mikroorganisme berpindah dari tangan kita
ke pasien dan menjadi alat pelindung diri.
5) Menentukan lubang hidung mana yang akan dimasuki Selang Gastric
Tube dengan cara menutup sebelah hidung kemudian mengulangi
dengan menutup hidung yang lainnya.
Rasional : agar mendapatkan tempat sesuai saat proses pemasangan.
6) Mengukur panjang selang yang akan dimasukan dengan
menggunakan:
a) Metode tradisional : ukur jarak dari puncak lubang ke daun
telinga bawah dan ke prosesus xifoideus di sternum.
Rasional : menentukan ukuran yang sesuai saat proses
pemasangan.
b) Metode hanson : mulai – mulai tandai 50cm pada selang
kemudian lakukan pengukuran dengan metode tradisional. Selang
yang dimasukan pertengahan antara 50cm dan tanda tradisional.
Rasional : menentukan ukuran yang sesuai saat proses
pemasangan.
7) Memberi jelly pada selang sepanjang 10-20cm.
Rasional : sebagai pelumas/ memudahkan selang masuk ke dalam
hidung saat proses pemasangan.
8) Mengingatkan klien bahwa selang akan segera dimasukan dengan
posisi kepala ekstensi, masukan selang melalui hidung yang telah
ditentukan.
Rasional : memudahkan proses pemasangan.
9) Memerintahkan klien untuk menundukan kepala ke dada (fleksi)
setelah selang melewati nasopharynx dan klien diminta untuk relaks
sebentar.
Rasional : agar selang mudah masuk dan terpasang dengan benar.
10) Menekan perlunya bernafas dengan mulut dan menelan selama
prosedur berlangsung.
Rasional : agar pasien tidak merasakan kesakitan dan mempermudah
proses pemasangan.
11) Memberikan minum (dengan sendok/sedotan) jika perlu, mendorong
selang sampai sepanjang yang diinginkan dengan memutar pelan-
pelan bersamaan pada saat klien menelan.
Rasional : untuk memperlancar selang masuk kedalam lambung.
12) Tidak memaksakan selang masuk bila ada hambatan, menghentikan
mendorong selang dan segera menarik selang, mengecek posisi selang
menggunakan spatel lidah (tonge spatel) dan senter.
Rasional : mencegah kesalahan memasukan selang.
13) Mengecek letak selang :
a) Memasang spuit pada ujung Selang Gastric Tube, memasang
stethoscope pada perut bagian kiri atas klien (daerah gaster)
kemudian suntikan 10-20 cc udara bersamaan dengan auskultasi
abdomen.
Rasional : memastikan apakah selang sudah terpasang dengan
benar.
b) Aspirasi pelan-pelan untuk mendapatkan isi lambung.
Rasional : mengecek apakah terdapat isi lambung.
c) Bila selang tidak dilambung, masukan lagi 2,5-5cm selangnya.
Rasional : memastikan selang terpasang dengan benar.
14) Oleskan kapas alcohol pada hidung klien dan selang, biarkan sampai
kering.
Rasional : menjaga kebersihan hidung pasien.
15) Melepas sarung tangan.
Rasional : mempesiapkan tindakan selanjutnya.
16) Fiksasi selang dengan plester :
a) Memotong 57,5 cm pester, membelah menjadi dua salah satu
ujungnya sepanjang 3,5 cm, memasang ujung yang lainya
dibatang hidung klien, lingkarkan/silangkan plester dan
tempelkan pada batang hidung.
Rasional : agar selang merekat pada batang hidung pasien.
b) Tempelkan ujung Selang Gastric Tube pada baju klien dengan
memasang plester pada ujungnya
Rasional : mencegah selang terlepas/ memperkuat posisi selang.
17) Merapikan alat-alat.
Rasional : agar alat bisa dibersihkan dan digunakan kembali.
c. Tahap Terminasi
1) Melakukan evaluasi tindakan
Rasional : menanyakan bagaimana perasaan pasien setelah dilakukan
tindakan
2) Berpamitan dengan klien
Rasional : berpamitan, ucapkan salam kembali dan berterimakasih
3) Membereskan alat-alat
Rasional : bereskan peralatan untuk dibersihkan
4) Mencuci tangan
Rasional : cuci tangan 5 langkah sebelum dan sesudah tindakan
5) Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan
Rasional : sebagai bukti tindakan keperawatan yang telah dilakukan
7. BAHAYA-BAHAYA YANG MUNGKIN TERJADI AKIBAT TINDAKAN
TERSEBUT DAN CARA PENCEGAHANNYA :
Bahaya yang mungkin terjadi :
a. Aspirasi
b. Tersumbatnya selang NGT
c. Dislokasi pada selang NGT
Pencegahan :
a. Aspirasi : berikan udara 10-20 cc agar mencegah selang NGT menempel
langsung pada lambung dan memastikanya masuk dengan benar
kelambung kemudian auskultasi dengan menggunakan stetoskop.Tarik
residu sampai keluar agar memastikan selang NGT masuk kedalam
lambung, atau dengan cara lain yaitu memasukkan ujung NGT kedalam air
apabila ada bruit gelembung berarti masuk kedalam saluran pernafasan,
tetapi apabila tidak ada bruit gelembung berarti masuk kedalam lambung.
b. Tersumbatnya selang NGT : perawat/ pasien harus membersihkan selang
NGT dengan menyemprotkan air putih sedikitnya 24 jam atau sehabis
memberi makanan.
c. Dislokasi pada selang NGT : selang harus dilekatkan dengan sempurna
disayap hidung dengan plaster yang baik tanpa menimbulkan rasa sakit.
Posisi kepala harus lebih tinggi dari atas tempat tidur.
8. TUJUAN TINDAKAN TERSEBUT DILAKUKAN :
a. Untuk memberikan obat dan makanan secara langsung pada saluran
pencernaan.
b. Mengeluarkan cairan/isi lambung (lavage) dan gas yang ada dalam gaster
(decompression).
c. Mencegah dan mengurangi mual (nausea) dan muntah (vomiting) setelah
pembedahan atau trauma.
d. Irigasi karena perdarahan atau keracunan dalam lambung.
e. Mengambil specimen dari lambung untuk pemeriksaan laboratorium.
9. HASIL YANG DIDAPAT DAN MAKNA NYA :
Hasil :
a. Setelah terpasang NGT, pasien dapat diberikan obat dan makanan secara
langsung pada saluran pencernaan.
b. Mencegah dan mengurangi mual/muntah yang dirasakan pasien.
Maknanya: kebutuhan nutrisi dan obat pasien terpenuhi.
10. IDENTIFIKASI TINDAKAN KEPERAWATAN LAINNYA YANG
DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENGATASI MASALAH/ DIAGNOSA
TERSEBUT (MANDIRI DAN KOLABORASI) :
a. Mandiri :
1) Melakukan komunikasi terapeutik dengan pasien sebelum melakukan
tindakan.
2) Kaji adanya alergi
3) Berikan makanan yang sudah ditentukan
4) Monitor kemampuan pasien makan melalui pemasangan NGT.
5) Perhatikan posisi pasien saat diberikan makan melalui pemasangan
NGT.
b. Kolaborasi :
Kolaborasikan dengan dokter tentang pemberian obat-obatan.