Anda di halaman 1dari 10

Farmaka

Volume 14 Nomor 3 17

FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH

Astri Sulastri, Anis Yohana Chaerunisaa


Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor 45363
*Email: astri13007@mail.unpad.ac.id

ABSTRAK

Kosmetik wajah dapat diperoleh dalam berbagai bentuk sediaan. Masker wajah merupakan
kosmetik perawatan kecantikan yang sangat popular untuk meningkatkan kualitas kulit.
Masker wajah peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan
dalam penggunaanya yaitu dapat dengan mudah dilepas atau diangkat seperti membran
elastis. Masker wajah peel off diformulasikan dengan zat aktif, basis PVA, bahan pelunak,
pelembab, pengawet, surfaktan dan pewangi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu
dilakukan optimasi formulasi sediaan masker gel peel off untuk memperoleh sediaan dengan
kualitas tinggi. Untuk memperoleh formulasi sediaan dengan kualitas yang baik dapat
dilakukan dengan evaluasi organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, waktu mengering,
tampilan dan ketebalan film serta profil stabilitasnya. Sediaan masker wajah peel off dengan
kualitas baik dapat dilihat dari waktu mengering yang dipengaruhi oleh konsentrasi EtOH,
gelatin dan gliserin, sedangkan kemudahan penggunaan sediaan yang berkaitan dengan
viskositas dipengaruhi oleh konsentrasi PVA, karbomer, gelatin dan gliserin, serta kinerja
pembentukan film dipengaruhi oleh konsentrasi PVA.

Kata kunci: masker wajah gel peel off, formulasi, waktu mengering, kemudahan penggunaan,
kinerja pembentukan film

ABSTRACT

Cosmetics for skin care can be obtained in variety dosage forms. Facial mask is a popular
skin care product to improve skin quality. Gel peel off facial mask has an advantage which can
be easily removed like elastic membrane. The composition of gel peel off facial mask are
active substance, PVA, plasticizers, moisturizers, preservatives, surfactants and perfumes.
Based on this background, it is necessary to optimization formulations of gel peel-off facial
mask to obtain cosmetic product with high quality. Formulations with good quality can be
done with the evaluation of organoleptic, pH, viscosity, spreadability, time of drying,
appearance and the film thickness also the profile stability. Gel peel off mask with good quality
can be seen from time of drying is affected by the concentration of EtOH, gelatin and glycerin,
while applicability preparations related to the viscosity is affected by the concentration of PVA,
carbomer, gelatin and glycerin, as well as the performance of the film formation is influenced
by the concentration of PVA

Keywords: gel peel-off facial mask, formulation, time of drying, applicability, performance film
formation
Farmaka
Volume 14 Nomor 3 18

Pendahuluan dilepas atau diangkat seperti membran

Kulit merupakan lapisan pelindung tubuh elastis (Rahmawanty dkk., 2015). Masker

dari paparan polusi lingkungan, terutama wajah peel off dapat meningkatkan hidrasi

kuit wajah yang sering terpapar oleh sinar pada kulit kemunkinan karena adanya

ultraviolet (UV) akibatnya dapat oklusi (Velasco et al., 2014).

menimbulkan masalah kulit seperti Penggunaan masker wajah peel off

keriput, penuaan, jerawat dan pori kulit bermanfaat untuk memperbaiki serta

yang membesar, sehingg merupaka hal merawat kulit wajah dari masalah keriput,

yang penting untuk merawat kulit itu penuaan, jerawat dan dapat juga digunakan

sendiri (Grace et al., 2015). untuk mengecilkan pori (Grace et al.,

Efek antioksidan dan antijerawat 2015). Selain itu, masker peel off juga

untuk perawatan kulit wajah akan lebih dapat digunakan untuk membersihkan serta

baik diformulasikan dalam bentuk topikal melembabkan kulit. Kosmetik wajah

dibandingkan dengan oral karena zat aktif dalam bentuk masker peel off bermanfaat

akan berinteraksi lebih lama dengan kulit dalam merelaksasi otot-otot wajah, sebagai

wajah (Draelos & Thaman, 2006). pembersih, penyegar, pelembab dan

Kosmetik wajah dapat diperoleh dalam pelembut bagi kulit wajah (Vieira et al.,

berbagai bentuk sediaan, salah satunya 2009).

dalam bentuk masker wajah gel peel off Pembuatan kosmetik dari bahan

(Vieira et al., 2009). Masker wajah alami lebih baik dari pada bahan sintesis.

merupakan kosmetik perawatan kecantikan Bahan sintesis dapat menimbulkan efek

yang sangat popular untuk meningkatkan samping bahkan dapat merusak bentuk

kualitas kulit (Yeom et al., 2011). alami dari kulit (Grace et al., 2015).

Masker wajah peel off merupakan Masker wajah peel off diformulasikan

salah satu jenis masker wajah yang dengan basis polivinil alkohol (PVA),

mempunyai keunggulan dalam setelah pengolesan dan pengeringan akan

penggunaanya yaitu dapat dengan mudah membentuk lapisan oklusif pada wajah
Farmaka
Volume 14 Nomor 3 19

(Vieira et al., 2009). Zat aktif ditambahkan memberikan efek peel off karena memiliki

ke dalam formulasi untuk meningkatkan sifat adhesive sehingga dapat memebentuk

efek oklusi dan tensor. Formulasi tersebut lapisan film yang mudah dikelupas setelah

mengandung bahan pelunak, pelembab, kering (Brick et al.,2014) .

pengawet, surfaktan, pewangi dan zat aktif Masker gel peel off dapat dibuat

(Zague et al., 2008). dengan dengan cara mengembangkan PVA

PVA berperan dalam memberikan dalam aquadestilat panas suhu 80oC,

efek peel off karena memiliki sifat kemudian diaduk hingga homogen.

adhesive sehingga dapat memebentuk Dikembangkan pula HPMC dalam

lapisan film yang mudah dikelupas setelah aquadest dingin hingga mengembang.

kering (Brick et al., 2014). Konsentrasi Selanjutnya ditambahkan HPMC yang

PVA merupakan faktor terpenting yang telah mengembang, humektan dan bahan

berpengaruh terhadap kinerja pembentukan pengawet yang telah dilarutkan dalam

film dalam masker wajah peel off aquadest panas ke dalam basis PVA, lalu

(Beringhs et al., 2013). Konsentrasi diaduk hingga homogen. Setelah itu

humektan dalam formulasi masker wajah ditambahkan zat aktif ke dalam basis

gel peel off dapat berpengaruh terhadap sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga

viskositas dan waktu pengeringan sediaan homogeny ( Septiani dkk., 2012).

(Rahmawanty dkk., 2015; Barel et al., Propilenglikol ditambahkan ke

2009). dalam formulasi sediaan masker gel peel

Berdasarkan latar belakang off sebagai humektan akan menjaga

tersebut, maka perlu dilakukan optimasi kestabilan sediaan melalui absorbsi lembab

formulasi sediaan masker gel peel off dari lingkungan dan pengurangan

untuk perawatan kulit wajah. penguapan air dari sediaan, sehingga selain

Pembahasan menjaga kestabilan, humektan juga

Pada formulasi masker gel peel off berperan dalam menjaga kelembaban kulit

terdapat PVA yang berperan dalam (Rowe et al., 2006). Selain propilenglikol,
Farmaka
Volume 14 Nomor 3 20

humektan lain yang sering digunakan Untuk sediaan topikal yang akan

dalam formulasi gel peel off adalah gliserin digunakan pada kulit jika memiliki pH

(Rahmawanty dkk., 2015). lebih kecil dari 4,5 dapat menimbulkan

Metil paraben dan propil paraben iritasi pada kulit sedangkan jika pH lebih

diperlukan dalam formulasi sediaan gel besar dari 6,5 dapat menyebabkan kulit

untuk mencegah kontaminasi mikroba bersisik (Rahmawanty dkk., 2015).

karena tingginya kandungan air pada Sedangkan untuk viskositas sediaan gel

sediaan. Kombinasi konsentrasi 0,02% sebaiknya berada pada range 7100-83144

propil paraben dengan 0,18% metil cps (Chandira et al., 2010).

paraben akan menghasilkan kombinasi Profil stabilitas suatu sediaan dapat

pengawet dengan aktivitas antimikroba dilihat selama penyimpanan. Profil

yang kuat (Rowe & Owen, 2006). stabilitas berhubungan dengan daya tahan

Karakteristik ideal dari masker sediaan, efek potensial yang tidak

wajah peel off adalah tidak terdapat diinginkan diminimalkan serta membuat

partikel yang kasar, tidak toksik, tidak database untuk formulasi produk lain

menimbulkan iritasi dan dapat (Wijayanti dkk., 2015). Profil stabilitas

mebersihkan kulit. Mampu memberikan dapat dilakukan dengan menyimpan

efek lembab pada kulit, membentuk sediaan pada suhu 30 oC selama 28 hari

lapisan film tipis yang seragam, (Abdassah dkk., 2009).

memberikan efek mengencangkan kulit, Selama penyimpanan, dapat terjadi

dapat kering pada waktu 5-30 menit. peningkatan viskositas karena gel memiliki

Masker peel off harus mudah digunakan sifat bila dibiarkan tanpa gangguan seperti

dan tidak menimbulkan rasa sakit (Grace et pengadukan maka viskositasnya akan

al., 2015). meningkat, sifat tersebut adalah tiksotropi

Sediaan masker wajah gel peel off (Wijayanti dkk., 2015). Daya sebar akan

seharusnya memiliki pH yang sesuai berbanding terbalik dengan viskositas,

dengan pH kulit wajah yaitu 5,4-5,9. selama penyimpanan dapat terjadi


Farmaka
Volume 14 Nomor 3 21

penurunan daya sebar akibat tertahannya Faktor yang Mempengaruhi Waktu

cairan pelarut yang diabsorbsi oleh gelling Mengering

agent. Pada penelitian yang dilakukan

Untuk memperoleh formulasi oleh Beringhs, et al. (2013) bahwa waktu

masker peel off dengan kualitas tinggi pengeringan dipengaruhi oleh konsentrasi

diperlukan pengetahuan mengenai waktu cereal alcohol (EtOH). Peningkatan

mengering, kemudahan penggunaan konsentrasi EtOH mengarah pada

sediaan, dan kinerja pembentukan film. penurunan waktu mengering. Hal tersebut

Waktu pengeringan menjadi sangat penting dapat disebabkan oleh aksi EtOH dalam

untuk diketahui karena formulasi dengan meningkatkan pengeringan karena sifatnya

waktu pengeringan yang cepat akan yang sangat volatil dibandingkan dengan

memungkinkan proses pengelupasan yang air. Penambahan EtOH lebih dari 10%

cepat pula. Kemudahan penggunaan (w/w) tidak direkomendasikan karena akan

(applicability) sediaan juga menjadi menimbulkan penurunan waktu mengering

parameter yang penting untuk dievaluasi yang tidak lagi proposional.

karena bila penerimaan produk oleh Penelitian yang dilakukan oleh

pengguna dosmetik rendah maka akan Rahmawanty, Yulianti, dan Fitriana (2015)

menurunkan nilai komersial dari produk menunjukan bahwa peningkatan

tersebut. Faktor kinerja pembentukan film konsentrasi gelatin akan mempercepat

menjadi bagian yang dipertanggung waktu pengeringan, sedangkan

jawabkan dari setiap formulasi karena peningkatan konsentrasi gliserin dapat

prinsip dari masker peel off itu sendiri memperlama waktu pengeringan masker

berdasarkan pada kemampuan untuk gel peel off. Penelitian yang dilakukan oleh

mebentuk film plastik polimer yang mudah Sukmawati, et al. (2013) juga menunjukan

untuk dikelupas (Beringhs et al, 2013). bahwa peningkatan konsentrasi gliserin

dapat meningkatkan waktu sediaan

masker mengering.
Farmaka
Volume 14 Nomor 3 22

Penelitian yang dilakukan oleh encer, sedangkan formulasi dengan

Barel, et al, (2009) juga menunjukan konsentrasi PVA dan karbomer yang tinggi

bahwa konsentrasi gliserin yang meningkat akan menghasilkan viskositas terlalu tinggi

dapat menyebabkan peningkatan waktu seperti pasta (Beringhs et al., 2013).

sediaan mengering. Gliserin yang bersifat Viskositas dalam gel juga dipengaruhi oleh

higroskopis mampu menarik dan menahan peningkatan konsentrasi humektan dan

molekul air sehingga kestabilan dijaga gelling agent (Yuliani, 2010).

melalui absorbsi lembab dari lingkungan Pada penelitan yang dilakukan oleh

serta mengurangi penguapan air dari Rahmawanty, Yulianti, dan Fitriana (2015)

sediaan masker. menunjukan bahwa penambahan

Faktor yang Mempengaruhi konsentrasi gelatin dalam formula dapat

Kemudahan Penggunaan (Applicability) meningkatkan viskositas. Hal tersebut

Viskositas merupakan karakteristik karena gelatin dalam air akan membentuk

utama yang berhubungan dengan gel melalui struktur heliks akibat adanya

kemudahan penggunaan sediaan dalam ikatan hidrogen,ion dan rigiditas serta

formulasi. Interaksi antara PVA dengan kekuatan gel yang bergantung pada

karbomer menunjukan hubungan yang konsentrasi gelatin, pH dan suhu.

signifikan terhadap viskositas. Kombinasi Peningkatan gliserin dalam

karbomer konsentrasi rendah dengan PVA formulasi dapat menurunkan nilai

konsentrasi tinggi atau sebaliknya viskositas dari sediaan masker wajah peel

menyebabkan indeks penerapan yang off (Rahmawanty dkk., 2015).

tinggi. Kombinasi PVA dengan karbomer Viskositas adalah faktor yang dapat

yang ideal akan menghasilkan viskositas mempengaruhi parameter daya sebar dan

yang optimum untuk digunakan pada pelepasan zat aktif dari gel. Sediaan gel

wajah. Formulasi dengan konsentrasi PVA dengan viskositas optimum akan mampu

dan karbomer yang rendah akan menahan zat aktif untuk tetap terdispersi

menghasilkan viskositas yang rendah atau pada basis gel dan mampu meningkatkan
Farmaka
Volume 14 Nomor 3 23

konsentrasi gel tersebut (Madan & Singh, proporsional dengan konsentrasi PVA

2010). (Beringhs et al., 2013).

Sediaan masker wajah peel off yang Polivinil alkohol (PVA) merupakan

baik akan menghasilkan daya sebar 5-7 pembentuk film yang baik, larut dalam air,

cm. Peningkatan konsentrasi gliserin yang bersifat adesi, emulsification dan

dikombinasikan dengan gelatin akan pembentuk barrier yang digunakan secara

mengahsilkan daya sebar yang tinggi luas (Jia et al., 2014; Ma et al., 2009;

(Rahmawanty dkk., 2015). Wang et al., 2011; Zhao et al., 2010).

Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Optimasi Formulasi

Pembentukan Film Berdasarkan penelitian yang

Konsentrasi PVA merupakan faktor dilakukan oleh Beringhs, et al. (2013)

terpenting yang berpengaruh terhadap diperoleh formulasi optimum untuk masker

kinerja pembentukan film dalam masker wajah peel off yaitu mengandung 13%

wajah peel off. Berdasarkan penilitan yang (w/w) PVA, 10% (w/w) cereal alcohol,

dilakukan oleh Beringhs, et al. (2013) tanpa penambahan karbomer menghasilkan

bahwa peningkatan konsnetrasi PVA diatas kinerja pembentukan film yang baik

11% tidak direkomendasikan karena akan dengan kemudahan penggunaan yang

menimbulkan peningkatan kinerja tinggi dan waktu mengering yang cepat.

pembentukan film menjadi tidak Formula yang mengandung 17%

proporsional. Menurut Lestari, (w/w) PVA dengan 0,5% (w/w) guar gum

Sutyaningsih dan Ruhimat (2013) [18] dipilih sebagai formula terbaik dalam

PVA sebagai pembentuk lapisan film penelitian yang dilakukan oleh Vieira, et

masker wajah peel off digunakan dalam al. (2009) mengenai formulasi masker gel

rentang konsentrasi 10-16%. peel off dari ekstrak fermentasi soybean

PVA juga berperan penting dalam karena menghasilkan stabilitas

ketebalan film setelah mengering. organoleptik, pH, viskositas serta waktu

Ketebalan film setelah mengering mengering yang baik. Formulasi tersebut


Farmaka
Volume 14 Nomor 3 24

direkomendasikan untuk disimpan pada EtOH, gelatin dan gliserin, sedangkan


o
refrigator suhu (5,0 ±1,0 C) untuk kemudahan penggunaan sediaan yang

menjaga waktu mengering yang rendah berkaitan dengan viskositas dipengaruhi

serta mempertahankan stabilitas variabel oleh konsentrasi PVA, karbomer, gelatin

lain. dan gliserin, dan kinerja pembentukan film

Penelitian yang dilakukan oleh dipengaruhi oleh konsentrasi PVA.

Priani, Irawati dan Darma (2015) memilih Ucapan Terima Kasih

konsentrasi PVA sebesar 14% yang Penulis mengucapkan terimakasih

digunakan dalam formulasi sediaan masker kepada Allah SWT yang atas rahmat-Nya

gel peel off dan menghasilkan pH, daya penulis dapat menyelesaikan review artikel

sebar, waktu mengering yang cukup stabil ini. Terimakasih juga peneliti ucapkan

setelah penyimpanan selama 28 hari, pada dosen pengajar mata kuliah

namun nilai viskositas yang dihasilkan metodelogi dan penelitian serta dosen

diatasa persyaratan. pembimbing Ibu Dr. Rer.nat. Anis Yohana

Simpulan C., M.Si.,Apt yang telah memabantu dalam

Sediaan masker gel peel off yang penyususnan review artikel ini dan kepada

baik dapat diketahui melalui hasil evaluasi kedua orang tua, sahabat, teman – teman

organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, yang telah memberi dukungan untuk

waktu mengering, tampilan dan ketebalan penulisan review artikel ini.

film serta profil stabilitasnya. Daftar Pustaka

Untuk memperoleh formulasi Abdassah, M., T. Rusdiana, A. Subghan,


dan G. Hidayati. 2009. Formulasi
masker peel off dengan kualitas tinggi Gel Pengelupas Kulit Mati yang
Mengandung Etil Vitamin C dalam
diperlukan pengetahuan mengenai waktu Sistem Penghantaran Macrobead.
Jurnal Ilmu Kefarmasian
mengering, kemudahan penggunaan Indonesia. 7 (2): 105-111.
Barel, A. O., M. Paye, and H.I Maibach.
sediaan (applicability), dan kinerja 2009. Handbook of Cosmetic
Science and Technology. New
pembentukan film. Waktu mengering York: Informa Healthcare USA,
Inc.
sediaan dipengaruhi oleh konsentrasi
Farmaka
Volume 14 Nomor 3 25

Beringhs, A.O., M.R. Julia, K.S. Hellen, Aloevera Topical Gel. Int J.Ph.Sci.
M.B. Rosane, and S. Diva. 2013. 2 (2): 551-555.
Green clay and aloe vera peel-off Priani, Sani E., Irma. Irawati, dan Gita
facial masks: response surface C.E. Darma. 2015. Formulasi
methodology applied to the Masker Gel Peel-Off Kulit Buah
formulation design. AAPS Pharm Manggis (Garcinia mangostana
Sci Tech. 14 (1): 445-455. Linn.). IJPST. 2 (3): 90-95.
Birck, C., S. Degoutin, N. Tabary, V. Miri, Rahmawanty, Dina., Nita. Yulianti, dan
and M. Bacquet. 2014. New Mia. Fitriana. 2015. Formulasi dan
crosslinked cast films based on Evaluasi Masker Wajah Peel-Off
poly (vinyl alcohol): preparation Mengandung Kuersetin Dengan
and physico-chemical properties. Variasi Konsentrasi Gelatin dan
Express Polymer Letters. 8 (12): Gliserin."Media Farmasi. 12 (1):
941-952. 17-32.
Chandira, R.M., et al. 2010. Design, Rowe, G.R., P.J. Sheskey, and S.C. Owen.
Development and Formulation of 2006. Handbook of
Antiacne Dermatological Gel. PHarmaceutical Excipients. 5.
Journal of Chemical and London: Pharmaceutical Press.
Pharmaceutical Research. 401- Septiani, Shanti, Nasrul Wathoni, and
414. Soraya R. Mita. 2012. Formulasi
Draelos, Z.D., and L.A. Thaman. 2006. Sediaan Masker Gel Antioksidan
Cosmetic Formulation of Skin Care Dari Ekstrak Etanol Biji Melinjo
Product. New York: Taylor & (Gnetun gnemon Linn.). Students e-
Francis Group. Journals. 1 (1).
Grace, F.X., C. Darsika, K.V. Sowmya, K. Velasco, M.V.R., et al. 2014. Short-term
Suganya, and S. Shanmuganathan. clinical of peel-off facial mask
2015. Preparation and Evaluation moisturizers. International Journal
of Herbal Peel Off Face Mask. of Cosmetic Science. 36: 355–360.
American Journal of PharmTech Vieira, R.P., A.R. Fernandes, T.M.
Research. (5): 33-336. Kaneko, V.O. Consiglieri,
Jia, Pu-you, Cai-ying Bo, Li-hong Hu, and C.A.S.O. Pinto, et al. 2009.
Yong-hong. Zhou. 2014. Properties Physical and Physicochemical
of Poly(vinyl alcohol) Plasticized Stability Evaluation of Cosmetic
by Glycerin. JOurnal of Forest Formulations Containing Soybean
Product & Idustries. 3 (3): 151- Extract Fermented by
153. Bifidobacterium animalis.
Lestari, P.M., R.B. Sutyasningsih, and Brazilian Journal of
Ruhimat. 2013. The Influence of Pharmaceutical Sciences. 45 (3):
Increase Concentration Polivinil 515-525.
Alcohol (PVA) As a Gelling Agent Wang, X. L., Zhang Y. R., and Y. Z.
On Physical Properties of The Peel- Wang. 2011. Recent progress in
Off Gel Of Pineapple Juice starch-based polymeric materials.
(Ananas comosus L.). Asian Acta Polymerica Sinica. 1 (1): 24-
Societies of Cosmetic Scientists 37.
Conference. 127. Wijayanti, N.P.A.D., Astuti, K.W.,
Ma, H. H., and T. J. Shi. 2009. I.G.N.J.A. Prasetia, M.Y.D.
Morphology and property of Darayanthi, P.N.P.D. Nesa, L.D.S.
PVA/SiO2-TiO2 hybrid Wedarini, and D.N.P. Adhiningrat.
electrospun fibers. Chem.J.Chinese 2015. Profil Stabilitas Fisika
Univeraities. 30 (9): 1885-1890. Kimiamasker Gel Peel-Off Ekstrak
Madan, J., and R. Singh. 2010. Kulit Buah Manggis (Garcinia
Formulation and Evaluation of mangostana L.). Journal
Universitas Udayana. 99-103.
Farmaka
Volume 14 Nomor 3 26

Yeom, G., D.M. Yun, Y.W. Kang, J.S. manggai. Majalah Farmas
Kwon, I.O. Kang, and S.Y, Kim. Indonesia. 21 (2): 83-89.
2011. Clinical efficacy of facial Zague, V., M.R. Velasco, and A.R. Baby.
masks containing yoghurt and 2008. Mascaras faciais. Sao Paulo:
Opuntia humifusa Raf. (F-YOP). J. Livraria Santa Isabel.
cosmet Sci. 62 (5): 505-514. Zhao, L, G. W. Tang, J. F. Su, et al. 2010.
Yuliani, S. H. 2010. Optimasi Kombinasi Electrospinning of soy proten
Campuran Sorbitol, Gliserol, dan isolate/poly vinyl alcohol.
Propilenglikol dalam Gel Chem.J.Chinese Univeraities. 314
Sunscreen Ekstrak Etanol Curcuma (4): 811-814.