Anda di halaman 1dari 4

Hasil Diskusi Kelas Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif

Follow The Money dalam Teknik Audit Investigasi


Materi dibawakan oleh ANDI PANGERAN dan FITRIYATI

Pertanyaan Diskusi

1. Pertanyaan dari Rauf


Apakah setiap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) selalu diikuti dengan niat jahat dari pihak
yang terlibat?
Karena di beberapa kasus TPPU, ada yang sebenarnya diawali dengan kegiatan yang baik, tetapi
dalam perjalananya pada akhirnya malah menjadi kasus TPPU, misalnya kasus Uztad Bahtiar, dari
awalnya hanya menghimpun dana untuk kegiatan kemanusian yang kemudian dananya dialihkan
ke luar negeri. Bagaimana Saudara menanggapi hal tersebut?
Jawab :
Menurut kami semua tindak pidana, apapun jenisnya, baik TPK (Tindak Pidana Korupsi), TPPU
(Tindak Pidana Pencucian Uang), ataupun TPU (Tindak Pidana Umum) pasti awalnya diawali
dengan adanya niat jahat dari pelaku, termasuk dalam kasus penyalahgunaan dana kemanusiaan
oleh Uztad Bahtiar juga ada niat jahatnya.
Terkait kasus Uztad Bahtiar, awalnya tujuannya untuk menghimpun dana untuk kemanusiaan
tetapi dalam perjalanannya ada dana yang disalahgunakan, maka niat jahat muncul pada saat
yang penyalahgunaan dana tersebut dilakukan.
2. Pertanyaan dari Fitriadi
Dalam suatu tulisan disebutkan bahwa audit investigasi melibatkan 5 teknik yakni teknik audit itu
sendiri, teknik perpajakan, teknik follow the money, teknik komputer forensik, dan teknik kunci.
Dari hasil penelitian tersebut disebutkan bahwa tidak ada teknik khusus yang paling efektif
digunakan dalam audit investigasi.
Bagaimana tanggapan Saudara terkait hasil penelitian yang diungkap dalam tulisan tersebut?
Jawab :
Menurut kami untuk mengungkap suatu kasus korupsi ataupun kasus TPPU, ke-5 teknik yang
disebutkan tersebut memang tidak bisa berdiri sendiri, ke – 5 teknik tersebut saling melengkapi.
Apalagi seperti kita ketahui bersama bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa (extra ordinary
crime) sehingga untuk pengungkapannya juga diperlukan “usaha lebih”.
Misalnya untuk kasus korupsi pada pengadaan barang jasa, untuk mengungkapnya akan
melibatkan teknik audit investigasi untuk mengungkap penyimpangan apa yang terjadi, siapa
yang terlibat, bagaimana penyimpangan tersebut dilakukan, bagaimana kronologinya, kapan dan
dimana penyimpangan tersebut terjadi. Lalu untuk mengungkap aliran keuangan dari hasil
korupsi tersebut akan digunakan teknik follow the money, dengan teknik follow the money akan
diketahui siapa saja yang menerima aliran keuangan dari hasil korupsi tersebut, berapa besar
dana yang diterima oleh masing – masing pihak, digunakan untuk apa saja dana hasil korupsi
tersebut.
Kemudian teknik komputer forensik bisa digunakan untuk membantu mengungkap kronologi
kejadian perkara. Misal dalam kasus pengadaan barang jasa yang melalui lelang elektronik, teknik
komputer forensik bisa digunakan untuk menelusuri siapa yang mengupload dokumen
penawaran, apakah dokumen penawaran dari beberapa perusahaan peserta lelang diupload dari
tempat atau PC Komputer yang sama, juga bisa ditelusuri apakah dokumen penawaran dari
perusahaan peserta lelang dibuat dari komputer yang sama. Bila informasi seperti ini bisa
ditelusuri maka indikasi adanya pengaturan lelang dalam pengadaan barang jasa bisa dibuktikan.
Jadi kami sepakat bahwa dalam audit investigasi terutama untuk pengungkapan suatu kasus
korupsi akan melibatkan beberapa teknik penelusuran.
3. Pertanyaan dari Ambo
Misalkan dalam kasus korupsi di suatu pemerintah daerah, dari hasil audit investigasi diketahui
bahwa terjadi penyimpangan yang menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara. Dari hasil
penelusuran dan pengakuan bendahara diketahui bahwa penyimpangan tersebut dilakukan oleh
bendahara atas perintah atasannya dan diketahui bahwa hasil penyimpangan tersebut hanya
dinikmati oleh atasannya, tidak ada yang dinikmati oleh bendahara.
Jika kondisinya seperti itu, apakah pihak bendahara bisa dijadikan tersangka? Bagaimana dengan
pihak atasannya, apakah atasan dari bendahara tersebut bisa juga dijadikan tersangka terutama
bila semua kwitansi pengeluaran hanya ditandatangani oleh bendahara saja, tidak ada jejak
dokumen yang bisa menjadi dasar untuk menyeret pihak atasan tersebut?
Jawab
Dalam kasus tersebut, meski bendahara tidak ikut menikmati hasil kejahatan tersebut,
bendahara tersebut bisa saja dijadikan tersangka dengan pertimbangan tanggung jawab yang
melekat di jabatannya dan adanya pembiaran yang dilakukan oleh bendahara tersebut, dimana
bendahara tersebut mengetahui adanya kejahatan yang merugikan keuangan negara tetapi si
bendahara tersebut tidak melaporkannya dan membiarkan saja penyimpagan tersebut terjadi.
Sementara untuk pihak atasan, atasan bendahara tersebut juga bisa menjadi tersangka.
Pengakuan dari bendahara mengenai adanya aliran keuangan hasil korupsi ke pihak atasan bisa
menjadi informasi awal untuk melakukan penelusuran dana hasil korupsi. Jika memang
penelusuran aliran keuangan dari bendahara ke atasan sulit untuk dilakukan maka penelusuran
bisa dilakukan dengan melihat profil keuangan atasan. Bila dari hasil penelusuran profil keuangan
atasan tersebut diketahui bahwa atasan tersebut hanya mampu untuk membeli 2 mobil tetapi
pihak atasan tersebut ternyata mempunyai 5 mobil maka akan dilakukan penelusuran lebih lanjut
dari mana mobil – mobil tersebut diperoleh. Disini kemudian teknik follow the money akan
banyak digunakan. Dengan penelusuran “terbalik” seperti ini maka pada akhirnya akan terungkap
aliran keuangan dari hasil korupsi yang kemudian bisa menjadi dasar untuk menjadikan atasan
tersebut sebagai tersangka.
4. Pertanyaan dari Muhammad Ridho
Dalam teori disebutkan bahwa ada beberapa manfaat dari pendekatan Follow The Money,
diantaranya “pendekatan merampas hasil kejahatan/menghilangkan motivasi” dan “adanya
intensif pengecualian ketentuan rahasia bank”. Bisa Saudara jelaskan maksud dari kedua manfaat
tersebut!
Jawab
Terkait manfaat “pendekatan merampas hasil kejahatan/menghilangkan motivasi”, hal ini berarti
bahwa dengan teknik follow the money, aliran keuangan dari hasil suatu kejahatan akan diikuti
dan ditelusuri sehingga semua aliran dana akan diketahui dan pada akhirnya akan digunakan
sebagai dasar untuk menyita semua harta benda pelaku yang diperoleh dari hasil kejahatan
tersebut. Dengan menyita uang hasil kejahatan (tidak hanya mencari pelaku kejahatan) terbukti
mengurangi atau menghilangkan niat orang melakukan kejahatan yang serupa.
Terkait manfaat “adanya intensif atau keuntungan pengecualian ketentuan rahasia bank”, hal ini
berarti bahwa dengan teknik follow the money, penyidik ataupun auditor dalam melakukan
penelusuran aliran keuangan mendapat kesempatan untuk mengakses data keuangan seseorang
di suatu bank, tanpa harus dibatasi oleh aturan bank untuk menjaga kerahasian nasabahnya.

Kesimpulan

Teknik follow the money adalah salah satu teknik yang dapat digunakan dalam mengungkap
suatu kasus korupsi ataupun kasus TPPU. Teknik follow the money paling sering digunakan untuk
mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Di Indonesia sendiri, untuk penanganan
kasus TPPU diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak
Pidana Pencucian Uang.

Dengan teknik follow the money, aliran keuangan hasil dari suatu kejahatan bisa ditelusuri
sehingga bisa diungkap kemana aliran dana hasil kejahatan mengalir, siapa saja yang menerima dana
hasil kejahatan, digunakan untuk apa saja dana hasil kejahatan tersebut. Dan pada akhirnya bisa
dilakukan penyitaan atas harta hasil kejahatan dan pengungkapan suatu kasus tidak terhenti pada
upaya untuk mengungkap pelaku kejahatan saja, sehingga akan menimbulkan efek jera pada pada
pelaku serta diharapkan akan menghilangkan niat seseorang untuk berbuat jahat.

--^^^--