Anda di halaman 1dari 16

PERANCANGAN JARINGAN RADIO

“PROPAGASI GELOMBANG SKYWAVE”

Nama kelompok :

1. Ananda Nurul Chumaerah 32216051

2. Tenri Taradiva 32216070

3. Nur Hikmah 32216073

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

2019
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha esa,
karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah kami dapat menyelesaikan makalah
ini dengan judul “Propagasi gelombang Skywave “ secara tepat waktu.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan ini banyak kekurangan dan


kesalahan. Maka dari itu kami meminta maaf. Demi kesempurnaan makalah ini,
kami mengaharap kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat yang besar bagi kalangan mahasiswa dan dapat
menjadi referensi untuk tim pengajar mata kuliah terkait.

Makassar, Mei 2019

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Apabila kita berbicara tentang propagasi maka kita menyentuh


pengetahuan yang berhubungan dengan perambatan gelombang radio. Gelombang
radio diterima oleh receiver lawan bicara kita dan oleh receiver itu gelombang
radionya dihilangkan dan audio kita ditampung lewat speaker. Gelombang radio
yang dipancarkan tadi berupa gelombang elektromagnetik bergerak menuruti garis
lurus. Gelombang radio mempunyai sifat seperti cahaya, ia dapat dipantulkan,
dibiaskan, direfraksi dan dipolarisasikan. Kecepatan rambatanya sama dengan
kecepatan sinar ialah 300.000 km tiap detik. Dapat kita bayangkan bila gelombang
radio bisa mengelilingi dunia, maka dalam satu detik bisa keliling dunia 7 kali.

Gelombang radio adalah suatu gelombang yang terdiri dari garis – garis
gaya listrik dan garis- garis magnet yang merambat di ruang bebas dan
mempunyai kecepatan sebesar (3 x 108 meter/detik). Gelombang Radio
merupakan salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Radiasi elektromagnetik
mempunyai dua sifat yaitu berkelakuan sebagai gelombang dan berkelakuan
sebagai partikel-partikel (photon). Untuk frekuensi radio, radiasi elektromagnetik
sebagai model gelombang lebih sesuai dan banyak digunakan. Gelombang
elektromagnetik dapat dibangkitkan dengan berbagai cara, tetapi kesemuanya
selalu berkaitan dengan muatan listrik yang bergerak. Ada beberapa mode
perambatan gelombang radio yang dikenal yaitu Gelombang bumi/tanah (ground
wave, gelombang Angkasa/Langit (Sky Wave) dan Segaris Pandang (Line of
Sight). Pada makalah ini akan membahas tentang “Propagasi Gelombang
Skywave).

Propagasi gelombang angkasa/ langit (Skywave) pada gelombang radio


sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfir di atas permukaan bumi. Atmosfir di atas
bumi terbagi dalam beberapa lapisan yaitu, Troposfir, Stratosfir, Ionosfir.
Beberapa lapisan ionosfir yakni lapisan D, E, F1 dan F2, dimana keberadaannya
di langit berubah-ubah menurut waktu dan sangat mempengaruhi perambatan
sinyal. Melalui makalah ini diharapkan pembaca dapat mengetahui pengetahuan
dasar mengenai propagasi gelombang radio khususnya lintasan propagasi
gelombang radio melalui udara atau Skywave dan mendapatkan landasan yang
cukup kuat untuk dapat mempelajari lebih lanjut tentang propagasi gelombang
radio terutama tentang propagasi gelombang angkasa/langit (Skywave).

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah pada makalah ini yaitu:
1. Bagaimana teori dasar tentang propagasi gelombang radio?
2. Apa saja mode perambatan gelombang radio?
3. Apa itu propagasi gelombang skywave?
1.3 Tujuan pembahasan
Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini adalah :
1. Mampu mengetahui teori dasar mengenai gelombang radio.
2. Mengetahui beberapa mode perambatan gelombang radio.
3. Mengetahui tentang propagasi gelombang skywave.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Propagasi Gelombang Radio

Propagasi adalah rambatan gelombang microwave melalui udara dari


antena pemancar ke antena penerima yang jaraknya bisa mencapai ribuan
kilometer. Media perambatan atau biasa juga disebut saluran transmisi gelombang
dapat berupa fisik yaitu sepasang kawat konduktor, kabel koaksial dan berupa non
fisik yaitu gelombang radio atau sinar laser.

Gambar 2.1 Propagasi Gelombang

Gelombang radio adalah suatu gelombang yang terdiri dari garis-garis


gaya listrik (E) dan garis-garis magnet (H) yang merambat di ruang bebas (free
space) dan mempunyai kecepatan sebesar kecepatan cahaya (3 x 108 meter/detik).
Propagasi gelombang radio dapat diartikan sebagai proses perambatan gelombang
radio dari pemancar ke penerima. Transmisi sinyal dengan media non-kawat
memerlukan antenna untuk meradiasikan sinyal radio ke udara bebas dalam
bentuk gelombang elektromagnetik.

Gelombang radio selalu mempunyai :


a. Kuat medan listrik (E) dan kuat medan magnet (H).
b. Arah rambatan
c. Frekwensi (f)
d. Panjang gelombang (λ)
e. Polarisasi
Gambar 2.2 Propagasi Gelombang Radio
Pembagian Frekwensi Gelombang Radio

Frekwensi gelombang radio di kelompokkan menjadi :


a. Very Low Frequency ( VLF ) : 3 - 30 KHz
b. Low Frequency ( LF ) : 30 – 300 KHz
c. Medium Frequency ( MF ) : 300 – 3000
KHz
d. High Frequency ( HF ) : 3 – 30 MHz
e. Very High Frequency ( VHF ) : 30 – 300 MHz
f. Ultra High Frequency ( UHF ) : 300 – 3000
MHz
g. Super High Frequency ( SHF ) : 3 – 30 GHz
h. Extra High Frequency (EHF ) : 30 – 300 GHz

Hubungan antara panjang gelombang dan frekwensi dinyatakan sebagai berikut :

Dimana :
λ = panjang gelombang (mzKm)
f = frekwensi (Hz, KHz)
c = 3 x 108 meter / detik
2.2 Mode Perambatan Gelombang Radio

Secara umum beberapa gelombang Radio dapat dilihat pada mode


perambatan gelombang berikut ini:

Gambar 2.3 Mode Perambatan Gelombang Radio

Beberapa mode perambatan gelombang radio yang dikenal adalah sebagai berikut:

1. Gelombang Bumi/Tanah ( Ground Wave)

Gelombang bumi/tanah (ground wave) merambat mengikuti bentuk atau


kontur dari permukaan bumi dan merambat pada jarak yang cukup jauh.
Efek ini ditemukan pada frekuensi – frekuensi sampai 2 MHz. Gelombang
elektromagnetik dalam rentang frekuensi ini tersebar di atmosfer
sedemikian rupa sehingga gelombang- glombang ini tidak menembus
atmosfer atas.

2. Gelombang Angkasa/Langit (Sky Wave)

Dengan propagasi gelombang angkasa/langit, sinyal dari antena bumi


dipantulkan dari lapisan terionisasi pada atmosfer atas (ionosfer) kembali
ke bumi. Walaupun sepertinya gelombang dipantulkan oleh ionosfer
adalah permukaan pemantul yang keras, efek ini sebenarnya disebabkan
oleh refraksi (pembiasan) indeks bias.

Sebuah sinyal gelombang langit dapat menjalar melalui beberapa


lompatan. Memantul bolak-balik antara ionosfer dan permukaan bumi.
Dengan mode propagasi ini, sebuah sinyal dapat diterima ribuan kilometer
dari pemancar.

3. Segaris Pandang (Line of Sight)

Di atas 30 MHz, baik propagasi gelombang bumi maupun langit tidak


bekerja dan komunikasi harus dilakukan secara segaris pandang (line of
sight). Untuk komunikasi berbasis bumi, antena pemancar dan antena
penerima harus berada dalam garis pandang efektif antara satu dengan
yang laiinya. Istilah efektif digunakan karena gelombang mikro
dibengkokkan atau mengalami refraksi oleh atmosfer. Besar arah dan
pembengkokan sesuai kelengkungan bumi sehingga merambat lebih jauh
dari pada garis pandang optik.

2.3 Propagasi gelombang Angkasa/langit (Skywave)

Gambar 2.4 Propagasi gelombang Skywave

Gelombang Angkasa/langit (skywave) adalah gelombang radio yang


merambat langsung ke atas bumi. Ke dalam atmosphere, dan dalam kondisi-
kondisi tertentu dapat dipantulkan kembali ke bumi oleh lapisan Ionosfer. Yang
termasuk dalam gelombang angkasa/ langit adalah gelombang radio yang
memiliki frekuensi diantara 3-30 MHz.

Penggunaan gelombang angkasa ini adalah untuk sistem komunikasi jarak


jauh dan jangkauan yang dapat dicapai oleh sistem komunikasi ini tergantung
dari tinggi rendahnya lapisan ionosfer sebagai lapisan pemantul.

Propagasi gelombang radio pada gelombang Angkasa/langit sangat


dipengaruhi oleh kondisi atmosfer di atas permukaan bumi. Atmosfir di atas bumi
terbagi dalam beberapa lapisan yaitu:

a. Ionosfir
b. Stratosfir
c. Troposfir

Gambar 2.5 Gambar lapisan-lapisan atmosfir

2.3.1 Lapisan Ionosphere

Lapisan ionesphere terletak di lapisan Atmosphere bumi dan berada pada


ketenggian 400 Km diatas permukaan bumi. Lapisan ionosphere ini terletak diatas
lapisan stratosphere dan disebut dengan lapisan ionesphere karena lapisan ini
terkena sinar matahari, maka akan terjadi proses ionisasi. Proses ionisasi yaitu
proses terurainya molekul-molekul udara menjadi ion-ion positif dan ion-ion
negatif yang berdiri dalam keadaan bebas. Ion-ion inilah yang akan membantu
gelombang angkasa untuk dipantulkan kembali ke permukaan bumi.
Proses ionisasi yang terjadi pada lapisan ionesphere di pengaruhi oleh
besar kecilnya intensitas sinar matahari, sehingga pada lapisan ionosphere ini
akan terjadi pengelompokkan ion-ion tersebut. Hal ini dikarenakan matahari
bersinar tidak merata dan lapisan ionesphere terletak pada jarak yang berbeda-
beda terhadap matahari.

Sifat-sifat Lapisan Ionosphere Terhadap Gelombang Skywave

Berdasarkan sifat-sifat lapisan terhadap gelombang skywave, maka lapisan


Ionosphere dibagi menjadi:

1. Siang hari :
Lapisan Ionosphere pada siang hari dikelompokkan menjadi ;
a. Lapisan D
b. Lapisan E
c. Lapisan F1
d. Lapisan F2

Gambar 2.5.1 Propagasi gelombang pada siang hari

2. Malam hari :
Pada malam hari lapisan ini di kelompokkan menjadi :
a. Lapisan E
b. Lapisan F
Gambar 2.5.2 Propagasi gelombang pada malam hari

Pengelompokkan lapisan Ionosphere ini jika terjadi pada saat jumlah ion-
ion mencapai maksimum, istilah lapisan diganti menjadi LAYER

Gambar 2.5.3 Gambar lapisan Ionosphere

Sifat-sifat lapisan Ionesphere terdapat gelombang skywave adalah:

1. Lapisan D
a. Lapisan ini terdapat pada ketinggian 50-90 Km diatas permukaan
bumi.
b. Lapisan ini terjadi pada waktu siang hari.
c. Lapisan ini akan memantulkan gelombang radio yang mempunyai
frekuensi LF dan VLF, dan melemahkan/meredam gelombang radio
yang berfrekuensi MF dan HF.
2. Lapisan E
Lapisan E terdiri 2 bagian yaitu :
a. Lapisan E teratur (E regural)
1) Lapisan ini terdapat di ketinggian 110 Km diatas permukaan
bumi.
2) Lapisan ini memantulkan gelombang radio MF dan HF.
b. Lapisan E tidak teratur ( E sporadis)
1) Lapisan ini terdapat di ketinggian 90-130 Km diatas permukaan
bumi.
2) Berbentuk lapisan tipis-tipis yang menyebar.
3) Mencegah frekuensi-frekuensi yang normalnya dapat menembus
lapisan E dan memungkinkan adanya transmisi jarak jauh pada
frekuensi sangat tinggi (VHF).
3. Lapisan F1
a. Lapisan ini terdapat di ketinggian 170-250 km di atas permukaan
bumi
b. Terjadi hanya di siang hari
c. Lapisan ini akan meredam seluruh gelombang radio yang melewatinya
4. Lapisan F2
a. Lapisan ini terdapat di ketinggian 250 – 400 km di atas permukaan
bumi.
b. Terjadi hanya pada siang hari saja.
c. Lapisan ini memantulkan gelombang radio yang mempunyai frekuensi
HF.
5. Lapisan F
a. Lapisan ini merupakan gabungan dari lapisan F1 dan F2 di malam
hari.
b. Lapisan ini terdapat di ketinggian 300 km di atas permukaan bumi.

c. Lapisan ini akan memantulkan gelombang radioyang mempunyai


frekuensi HF.

2.3.2 Lapisan Statosphere


 Lapisan terletak di antara lapisan troposphere dan ionosphere.
 Suhu pada lapisan ini hampir pasti tetaap dan sangat sedikit uap air
yang ada.
 Karena kondisi lapisan ini yang cukup stabil, tenang, maka daerah ini
tidak banyak memberi akibat yang jelek pada propagaasi gelombang
radio

2.3.3 Lapisan Troposphere


 Hampir seua fenomena cuaca terjaadi padaa lapisan ini
 Temperature suhu pada daerah ini secara cepat menurun sejalan
dengan bertambahnya ketinggian.
 Terjadinya awan dan turbulensi angin disebabkan oleh berubahnya
suhu, tekanan dan kepadaatan udara.
 Kondisi ini sangat mempengaruhi dalam propagasi gelombang rdio,
karena akan menyebabkan terjadinya perubahan- perubahan pada
komponen gelombang.

2.4 Redaman pada gelombang Angkasa/langit (Skywave)

Dalam sistem hubungan HF dimana gelombang radio yang dipancarkan


merupakan gelombang angkasa, maka daya yang dipancarkan dari antena
pemancar sampai antena penerima akan mengalami redaman yaitu sebagai
berikut:

1) Redaman yang disebabkan oleh penyebaran antena pemancar


(Spreading loss).
2) Redaman pada perambatan dari antena pemancar sampai antena
penerima yang disebabkan oleh adanya pemindahan energy elektron
yang bermuatan ke elektron-elektron bebas sepanjang perambatan
gelombang radio .
3) Redaman pada lapisan pemantul ( lapisan ionosphere) yaitu pada saat
terjadinya pembiasan sampai dengan pemantulan dari gelombang
angkasa tersebut.

2.5 Fading pada gelombang skywave


Fading adalah berubahannya kuat medan penerimaan dari gelombang radio
yang diakibatkan oleh faktor external.

Yang menyebabkan terjadinya fading tersebut adalah :

a. Gejala Delinger (Delinger effect/phenomena)


Yaitu fading yang disebabkan oleh adanya ledakan-ledakan matahari,
sehingga terbentuk banyak sekali elektron-elektron bebas pada lapisan
ionosphere yang tidak tertentu arah bergetarnya. Hal inilah yang
menyebabkan bahwa energy yang melekat pada elektron tersebut tersebar,
yang akan mengakibatkan adanya penurunan daya terima dalam waktu
relative singkat.
b. Badai Magnet ( Magnetic Strom)
Yaitu fading yang disebabkan oleh adanya perubahan jumlah elektron
bebas akibat berubahannya gaya tarik/ gaya tolak dari kutub magnet bumi.

2.6 Penggunaan gelombang skywave

Jika kita menggunakan gelombang skywave untuk komunikasi, ada


beberapa hal yang harus kita ketahui, yaitu :

a. Tinggi semu lapisan Ionosphere (h’)


Yaitu ketinggian yang dapat dicapai oleh suatu energy gelombang radio
dengan frekuensi HF, apabila kecepatannya sama dengan kecepatan
cahaya.
b. Frekuensi Kritis (Fc)
Yaitu frekuensi tersebar yang masih dapat di pantulkan oleh lapisan
ionosphere dengan sudut luncur vertical pada suatu tempaat dan waktu
tertentu.
Gambar 2.9.1 frekuensi kritis untuk kondisi atmosfir

c. Frekuensi Kegunaan Maksimum (MUF)


Yaitu frekuensi tersebar yang dapat digunakan untuk hubungan pada jarak
tertentu dan saat serta sudut luncur tertentu pula.
d. Sudut Kritis/ Critical Angel (Ac)
Yaitu sudut datang terkeci pada l.apisan pertama F2/F, dimana gelombang
angkasa yang mempunyai frekuensi (MUF) masih dapat dipantulkan
kembali ke bumi.

Gambar 2.9.2 Sudut Kritis

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang didapat pada materi ini yaitu:

 Propagasi adalah rambatan gelombang microwave melalui udara dari


antena pemancar ke antena penerima yang jaraknya bisa mencapai ribuan
kilometer.
 Gelombang radio adalah suatu gelombang yang terdiri dari garis-garis
gaya listrik (E) dan garis-garis magnet (H) yang merambat di ruang bebas
(free space) dan mempunyai kecepatan sebesar kecepatan cahaya (3 x 10 8
meter/detik). Propagasi gelombang radio dapat diartikan sebagai proses
perambatan gelombang radio dari pemancar ke penerima.
 Ada beberapa mode perambatan gelombang radio yang dikenal yaitu
Gelombang bumi/tanah (ground wave, gelombang Angkasa/Langit (Sky
Wave) dan Segaris Pandang (Line of Sight).
 Propagasi gelombang angkasa/ langit (Skywave) pada gelombang radio
sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfir di atas permukaan bumi.
Atmosfir dibumi terbagi dalam beberapa lapisan yaitu, Troposfir,
Stratosfir, dan Ionosfir.