Anda di halaman 1dari 24

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Tahun Pelajaran 2019/2020

Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 1 Cilacap


KompetensiKeahlian FARMASI, PERBANKAN SYARIAH, FARMASI INDUSTRI,
:
OTOMOTIF, dan KIMIA ANALIS
Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Kelas / Semester : X / GANJIL

Materi Pokok : Teks Cerita Rakyat (Hikayat) 2


3.8. Membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita
rakyat dan cerpen.
4.8 Mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam
bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-
nilai.
KBM : 60 (Enam Puluh)
Alokasi Waktu : 8 x @45 menit (2 pertemuan)
Pertemuan ke : 1-4

A. Kompetensi Inti

KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,


(Pengetahuan) konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah


KI-4
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
(Keterampilan) sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1. Pengetahuan
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.8. Membandingkan nilai-nilai 3.8.1. Menjelaskan perbedaan dan


dan kebahasaan cerita persamaan isi dalam cerpen dan
rakyat dan cerpen. cerita rakyat.
3.8.2. Menjelaskan perbedaan dan
persamaan nilai-nilai dalam cerpen
dan cerita rakyat.

2. Keterampilan
Kompetensi Dasar Indikator pencapaian Kompetensi

4.8 Mengembangkan cerita rakyat 4.8.1 Menyusun kembali isi cerita rakyat
(hikayat) ke dalam bentuk ke dalam bentuk cerpen dengan
cerpen dengan memerhatikan memerhatikan isi dan nilai-nilai.
isi dan nilai-nilai. 4.8.2 Mempresentasikan teks cerpen
yang disusun.

C. Tujuan Pembelajaran

1. Pengetahuan
Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:
1) Menjelaskan perbedaan dan persamaan isi dalam cerpen dan cerita
rakyat.
2) Menjelaskan perbedaan dan persamaan nilai-nilai dalam cerpen dan
cerita rakyat.
2. Keterampilan
Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:
1) Menyusun kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan
memerhatikan isi dan nilai-nilai.
2) Mempresesntasikan teks cerpen yang disusun.

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Faktual
Pengetahuan tentang teks cerita rakyat (hikayat).
2. Materi Konseptual
•Nilai-nilai dalam cerpen dan hikayat.
•Gaya bahasa.
•Kata arkais (kuno).
3. Materi Prosedural
Langkah membandingkan dan mengembangkan teks cerita rakyat
(hikayat)

E. Pendekatan, Strategi dan Metode


Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
Strategi/Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode Pembelajaran : Presentasi, diskusi, penugasan, demonstrasi

F. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran :
Pertemuan ke-1 KD 4.8 (2 x 45 menit)
1. Pendahuluan (15menit)
a. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti pelajaran dengan
cara:
1) Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa bersama
(menghayati ajaran agama);
2) Memberi pesan moral tentang syukur kepada Tuhan YME, karena telah
memberi kesehatan dan kesempatan menuntut ilmu untuk masa depan;
3) Mengecek kehadiran peserta didik,
4) Guru memerintahkan siswa untuk mengecek kebersihan laci,
Kebersihan lingkungan kelas, kerapihan seragam.

b. Memberikan motivasi belajar kepada siswa dengan cara:


1) Memberikan pertanyaan menantang terkait dengan Pengetahuan tentang
teks cerita rakyat (hikayat). (rasa ingin tahu siswa bertambah);
2) Menyampaikan tujuan mengenal teks cerita rakyat (hikayat).
3) Mengajak siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.
c. Mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya, tentang
Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat
(hikayat) (materi yang akan dipelajari ) :
(contoh : Bagaimana membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat
dan cerpen?)
d. Menjelaskan tujuan pembelajaran :
Pengetahuan
1. Menjelaskan perbedaan dan persamaan isi dalam cerpen dan cerita
rakyat.
2. Menjelaskan perbedaan dan persamaan nilai-nilai dalam cerpen dan
cerita rakyat.
e. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus :
1) guru menjelaskan hal-hal faktual yang berhubungan dengan teks cerita
rakyat (hikayat)
2) menyampaikan KI/KD yang akan dipelajari;
3) menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan.

2. Kegiatan Inti (105 menit)

a. Sintak: memberikan stimulus dengan cara mengamati


 Guru memberikan stimulus kepada peserta didik dengan memutarkan
video teks cerita rakyat (hikayat).
 Peserta didik membaca (Literasi) materi tentang menganalisis struktur
dan kebahasaan teks anekdot.(menumbuhkan rasa ingin tahu).

b. Sintak: Mengidentifikasi masalah dengan cara menanya


 Guru menugaskan peserta didik untuk saling bertukar pendapat agar
dapat mengidentifikasi struktur (bagian-bagian teks) anekdot dan
mengidentifikasi kebahasaan anekdot serta mengamati tayangan video
yang diberikan guru.
 Peserta didik saling bertukar pendapat (collaboration) untuk
membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen.
(menumbuhkan rasa ingin tahu);
 Peserta didik membuat pertanyaan (critical thinking) mengenai hal-
hal yang belum jelas tentang perbedaan dan persamaan isi dalam
cerpen dan cerita rakyat. (menumbuhkan rasa ingin tahu).
 Peserta didik menjelaskan perbedaan dan persamaan nilai-nilai
dalam cerpen dan cerita rakyat.

c. Sintak: Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan informasi /


eksperimen
 Guru membimbing peserta didik mengenal perbedaan dan
persamaan isi dan nilai dalam cerpen dan cerita rakyat.
(menumbuhkan rasa ingin tahu).
 Peserta didik mengumpulkan data dan informasi (creative) mengenal
perbedaan dan persamaan isi dan nilai dalam cerpen dan cerita
rakyat. (menumbuhkan rasa ingin tahu);
 Peserta didik membuat kelompok untuk berdiskusi (collaboration)
mengenal perbedaan dan persamaan isi dan nilai dalam cerpen dan
cerita rakyat. (menumbuhkan rasa ingin tahu).

d. Sintak : Pembuktian dengan cara menalar / mengasosiasi


 Guru menugaskan kepada kelompok untuk menyusun perbedaan
dan persamaan isi dan nilai dalam cerpen dan cerita rakyat.
 Peserta didik menukarkan hasil diskusi antar kelompok untuk
mendapatkan masukan/tanggapan secara tertulis atau lisan
(comunication) tentang menyusun perbedaan dan persamaan isi dan
nilai dalam cerpen dan cerita rakyat. (menumbuhkan rasa
kemandirian);
 Peserta didik memperbaiki hasil kerja kelompok berdasarkan
masukan dari kelompok lain (menumbuhkan rasa kemandirian);

3. Penutup (15 menit)


Guru bersama perserta didik mengakhiri pembelajaran :
• Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran
• Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
• Melakukan kegitan tindak lanjut dengan memberikan tugas terstruktur dan
kegiatan mandiri
• Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran.
• Guru mengajak peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan
kelas, agar kegiatan belajar berjalan dengan kondusif.
• Mengajak berdoa untuk mengakhiri pelajaran.
• Mengucap salam.

Pertemuan ke-2 KD 4.8 (2 x 45 menit)


Langkah-langkah kegiatan pembelajaran :

1. Pendahuluan (15 menit)


a. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti pelajaran dengan
cara:
1) Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa bersama
(menghayati ajaran agama);
2) Memberi pesan moral tentang syukur kepada Tuhan YME, karena telah
memberi kesehatan dan kesempatan menuntut ilmu untuk masa depan;
3) Mengecek kehadiran peserta didik,
4) Guru memerintahkan siswa untuk mengecek kebersihan laci, Kebersihan
lingkungan kelas, kerapihan seragam.
b. Memberikan motivasi belajar kepada siswa dengan cara:
1. Memberikan pertanyaan menantang terkait cerita rakyat (hikayat) ke
dalam bentuk cerpen. (rasa ingin tahu siswa bertambah);
2. Menyampaikan tujuan mengenal cerita rakyat (hikayat).
3.Mengajak siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.
c. Mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya,
tentang nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen. (materi yang
akan dipelajari ):
(contoh : Bagaimana mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam
bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai?)
d. Menjelaskan tujuan pembelajaran :
Keterampilan
1) Menyusun kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan
memerhatikan isi dan nilai-nilai.
2) Mempresesntasikan teks cerpen yang disusun.
e. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
:
1. guru menjelaskan hal-hal faktual yang berhubungan dengan teks cerita
rakyat (hikayat).
2. guru menyampaikan KI/KD yang akan dipelajari;
3. guru menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan.
4. Kegiatan Inti (105 menit)

a. Sintak: memberikan stimulus dengan cara mengamati


 Guru memberikan stimulus kepada peserta didik dengan
memutarkan video cerita rakyat (hikayat).
 Peserta didik membaca (Literasi) cara mengembangkan cerita
rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi
dan nilai-nilai. (menumbuhkan rasa ingin tahu).

b. Sintak: Mengidentifikasi masalah dengan cara menanya


 Guru menugaskan peserta didik untuk mengembangkan cerita rakyat
(hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-
nilai.
 Peserta saling bertukar pendapat (collaborasi) agar dapat menyusun
kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan
memerhatikan isi dan nilai-nilai.
c. Sintak: Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan informasi /
eksperimen
 Guru membimbing peserta didik dalam mengembangkan cerita
rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi
dan nilai-nilai.
 Peserta didik mengumpulkan data dan informasi (creative) tentang
menyusun kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan
memerhatikan isi dan nilai-nilai. (menumbuhkan rasa ingin tahu);
 Peserta didik membuat kelompok untuk berdiskusi (collaboration)
tentang menyusun kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk
cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai.
(menumbuhkan rasa ingin tahu).

d. Sintak : Pembuktian dengan cara menalar / mengasosiasi


 Guru menugaskan kepada kelompok untuk menyusun kembali isi
cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan
nilai-nilai.
 Peserta didik mempresentasikan teks cerpen yang disusun.
(comunication) tentang isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen
dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai. (menumbuhkan rasa
kemandirian);
 Peserta didik memperbaiki hasil kerja kelompok berdasarkan
masukan dari kelompok lain (menumbuhkan rasa kemandirian);

e. Sintak : Menarik Kesimpulan/Generalisasi dengan cara mengomunikasikan


 Peserta didik dengan cara mengomunikasikan pengarahan guru peserta
didik mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi teks cerita rakyat
(hikayat). (rasa percaya diri);
 Peserta didik menanggapi presentasi kelompok lain.

f. Penutup (15 menit)


Guru bersama perserta didik mengakhiri pembelajaran :
• Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran.
• Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
• Melakukan kegitan tindak lanjut dengan memberikan tugas terstruktur dan
kegiatan mandiri.
• Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran.
• Guru mengajak peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan
kelas, agar kegiatan belajar berjalan dengan kondusif.
• Mengajak berdoa untuk mengakhiri pelajaran.
• Mengucap salam.

G. Penilaian Pembelajaran, Remedial, Pengayaan


1. InstrumendanTeknikPenilaian
a. Penilaian Sikap(Terlampir)
b. Pengetahuan(Terlampir)
Tes tertulis (uraian), Penugasan (Lembar kerja)
c. Keterampilan(Terlampir)
Produk, Praktik (Penilaian Praktik)
2. AnalisaHasilPenilaian(Terlampir)
3. PembelajaranRemedial danPengayaan(Terlampir)

H. Alat/bahan dan Media Pembelajaran


Alat/bahan : Komputer, LCD, Papan Tulis, Spidol
Media Pembelajaran : Teks cerita rakyat, video cerita rakyat, internet
I. Sumber Belajar

• Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Revisi


Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.
• Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun
2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
• Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa
Indoneisa SMA/MA/SMK. Bandung: Yrama Widya
• Internet
• Alam sekitar dan sumber lain yang relevan
Hand Out Materi Bahasa Indonesia

Cilacap, Juni 2019


Mengetahui,

Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

Haryanto, S.T. Laela Suci Sariasih, S.Pd.


NIP-- NIP--
PENILAIAN SIKAP
TAHUN PELAJARAN
2019/2020

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Materi Pokok : Teks cerita rakyat (hikayat)
Kelas/Semester : X/Ganjil
Perte muan : 1-4
Tanggal Pengamatan : ..................................

Sikap yang
Nilai
Diamati
Jumlah
Kerjasama

No Nama Peserta didik Ket.


Tanggung
Disiplin
Skor
Jawab
Angka Huruf

1
2
3
4
5
6
7
8
9
dst

Keterangan: Cilacap, Juni 2019

Pedoman Penilaian Pengamat,

Nilai setiap peserta didik untuk penilaian sikap Guru Mata pelajaran

Nilai = Jumlah Skor Laela Suci Sariasih, S.Pd.

3 *) *) jumlah sikap yang dinilai

KONVERSI NILAI SIKAP


ANGKA HURUF KET
4 A AMAT BAIK
3 B BAIK
2 C CUKUP
1 K KURANG
1) Penilaian Sikap Spiritual
Hari,
No Nama siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
Tanggal
1

2) Penilaian Sikap Sosial


Hari,
No Nama siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
Tanggal
1

3) Lembar Penilaian Diri Siswa


Nama : ........................

Kelas : ........................
Semester : ........................
No. Pernyataan Ya Tidak

1 Saya mencotek pada saat mengerjakan penilaian.

2 Saya menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya


pada saat mengerjakan tugas.

3 Dll
4) Lembar Penilaian Antar teman
Nama teman yang dinilai : ........................

Nama penilai : .......................


Kelas : ........................
Semester : ........................
No. Pernyataan Ya Tidak

1 Teman saya tidak mencotek pada saat mengerjakan ujian.

2 Teman saya tidak melakukan plagiat (menyalin karya orang


lain tanpa menyebutkan sumbernya) dalam mengerjakan setiap
tugas.

3 Dll
INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Materi Pokok : Teks cerita rakyat (hikayat)
Kelas/Semester : X/Ganjil
Perte muan : 1-4
Tanggal Pengamatan : ..................................

Jenis
Kompetensi Dasar Indikator Indikator Soal Soal
Soal

3.8. 3.8.1. 1. Peserta didik dapat Tertulis Terlampir


Membanding Menjelaskan menjelaskan : (dibawah)
kan nilai-nilai dan perbedaan dan perbedaan dan Uraian
kebahasaan cerita persamaan isi dalam persamaan isi
rakyat dan cerpen. cerpen dan cerita dalam cerpen dan
rakyat. cerita rakyat.
3.8.2. 2. Peserta didik dapat
Menjelaskan menjelaskan
perbedaan dan perbedaan dan
persamaan nilai- persamaan nilai-
nilai dalam cerpen nilai dalam cerpen
dan cerita rakyat dan cerita rakyat

SOAL URAIAN
Bandingkan perbedaan dan persamaan isi dan nilai-nilai dalam cerpen dan cerita rakyat. .
Hikayat Malim Deman

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Malim
Deman. Untuk bertahan hidup, dia bekerja di ladang milik pamannya yang
terletak di pinggir hutan. Tak jauh dari situ, ada sebuah rumah yang dihuni oleh
seorang janda tua bernama Mandeh Rubiah.

Mandeh Rubiah adalah wanita yang baik hati dan akrab dengan Malim. Dia
sering mengirimi pemuda itu makanan saat menjaga ladangnya pada malam
hari. Bahkan, dia sudah dianggap anak sendiri oleh janda itu.

Pada suatu malam, Malim Deman merasa haus saat menjaga ladang. Dia berniat
untuk meminta air minum ke rumah Mandeh Rubiah. Sesampainya di
pekarangan, dia mendengar suara beberapa perempuan yang berasal tak jauh
dari kolam yang terletak di belakang pondok wanita tua itu.

Malim mengendap-endap menuju tempat tersebut dan terkejut saat melihat tujuh
bidadari sedang mandi di sana. Pemuda tersebut begitu terpesona saat melihat
kecantikan para bidadari.
Tak jauh dari tempatnya berdiri, tergeletak tujuh selendang milik para bidadari.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dia mengambil salah satu selendang
itu dan disembunyikan di rumah ibu angkatnya. Ternyata, selendang yang
diambil adalah milik bidadari bungsu.

Bidadari bungsu menangis karena tidak bisa kembali ke kayangan. Melihat hal
itu, Malim Deman kemudian mendekati dan mengajaknya untuk tinggal di
rumah Mandeh Rubiah. Bidadari itu pun kemudian diangkat anak oleh Rubiah
dan dipanggil Putri Bungsu.

Sejak saat itu, Malim Deman semakin sering pergi ke tempat Mandeh Rubiah
dan menjadi akrab dengan Putri Bungsu. Akibat sering bertemu, kedua muda-
mudi tersebut saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah tidak lama
kemudian. Kebahagiaan pasangan semakin bertambah setelah dikaruniai
seorang putra tampan yang diberi nama Sutan Duano.

Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama karena Malim Deman


mulai gemar berjudi. Dia bahkan sering berhari-hari tidak pulang. Nasihat sang
istri untuk tidak berjudi lagi pun tidak diindahkannya. Melihat kelakuan
suaminya, Putri Bungsu yang sudah tidak tahan lagi hanya bisa menangis dan
menjadi rindu dengan rumahnya di kayangan.

Hingga pada suatu hari saat sedang mencari barang, perempuan cantik itu tidak
sengaja menemukan selendangnya. Dia kemudian menyuruh seseorang untuk
menyuruh Malim pulang kalau masih ingin melihat anak dan istrinya di rumah.
Namun, setelah ditunggu beberapa lama, laki-laki itu tidak juga kunjung pulang.

Akhirnya, Putri Bungsu memutuskan untuk pulang ke kayangan dengan


membawa serta anak lelakinya tanpa menunggu sang suami. Sementara itu,
Malim kembali ke rumah dengan perasaan sangat menyesal karena sudah tidak
mendapati anak istrinya di rumah.
KUNCI JAWABAN SOAL PENGETAHUAN

Saat kamu membaca salah satu contoh cerita hikayat singkat ini, mungkin kisahnya
akan mengingatkanmu dengan cerita rakyat Jaka Tarub. Memang, kedua cerita
tersebut hampir sama, hanya saja latar tempatnya yang berbeda. Meskipun begitu,
kisahnya tetap menarik untuk dibaca, kan? Tidak hanya menghibur, kisah ini juga
mengandung nilai moral yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah jangan jadikan kebohongan sebagai fondasi hubungan yang akan
kamu jalani. Karena sebaik apapun kamu menutupinya, suatu hari nanti pasti akan
terbongkar juga seperti apa yang dialami oleh Malim Deman pada cerita di atas.
Makanya, kalau kamu tidak mau hal itu terjadi padamu, lebih baik bersikap jujur. Jika
benar-benar cinta, calon pasanganmu pasti akan menerima keadaanmu apa adanya
PENSKORAN JAWABAN DAN PENGOLAHAN NILAI

Bentuk Soal Penilaian


Uraian Setiap butir soal, jawaban benar memiliki bobot, sehingga skor
maksimal
Skor 50
Skor 50

100

Contoh Pengolahan Nilai


Soal Total Skor Penilaian Nilai
100 Nilai perolehan KD pengetahuan
Uraian

= 100
Jumlah 100
KISI-KISI PENILAIAN PENGETAHUAN
Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 1 Cilacap
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Materi Pokok : Teks cerita rakyat (hikayat)
Kelas/Semester : X/GANJIL
Perte muan :
Bentuk Penilaian : Tes Tulis (Individu)
KKM : 60 (Enam Puluh)
Tanggal Penilaian : ..................................
Bentuk No Jumlah
KD IPK Jenjang Soal Soal Soal
PG Uraian
(Tulis)

3.8. 3.8.1. v 1 1
Membandingkan Menjelaskan
nilai-nilai dan perbedaan dan
kebahasaan cerita rakyat persamaan isi dalam
dan cerpen. cerpen dan cerita
rakyat.
3.8.2.
Menjelaskan
perbedaan dan
persamaan nilai-nilai
dalam cerpen dan
cerita rakyat

Jumlah 1
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Materi Pokok : Teks cerita rakyat (hikayat)
Kelas/Semester : X/Ganjil
Perte muan : 1-4
Tanggal Pengamatan : ..................................

Kompetensi Dasar Indikator Indikator Soal Jenis Soal Soal


Produk, Terlampir
4.8 Mengembangkan 4.8.1 Peserta Praktik (dibawah)
cerita rakyat (hikayat) ke 4.8.1 Menyusun didik
dalam bentuk cerpen kembali isi cerita menyusun
dengan memerhatikan isi rakyat ke dalam kembali isi
dan nilai-nilai. bentuk cerpen dengan cerita rakyat
memerhatikan isi dan ke dalam
nilai-nilai. bentuk cerpen
dengan
4.8.2 memerhatikan
Mempresesntasik isi dan nilai-
an teks cerpen yang nilai.
disusun.. 4.8.2 Peserta
didik
empresesntasik
an teks cerpen
yang disusun..

SOAL PRAKTIK

Bacalah teks “Hikayat Indera Bangsawan”. Jelaskan dan analisislah nilai yang
terdapat dalam hikayat kemudian kembangkan teks hikayat menjadi sebuah
cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai.!

Presentasikan teks cerpen yang sudah disusun!


NORMA PENILAIAN KETERAMPILAN

Pedoman penilaian:
Skor
Aspek Yang Diamati
Perolehan
KESESUAIAN:
Sesuai dengan kaidah dan struktur 10
Tidak sesuai dengan kaidah dan struktur 5
KELENGKAPAN:
Jawaban lengkap 10
Jawaban kurang lengkap 5
KELANCARAN DAN KERUNTUTAN:
Tidak tersendat-sendat sehingga mudah diikuti 10
Tersendat-sendat/ berhenti untuk berfikir 5
PENGGUNAAN BAHASA:
Bahasa komunikatif , sederhana, dan tidak menghafal 10
Kalimat rumit dan sukar dipahami 5

40
SKOR MAKSIMAL

Skor perolehan 35
 ∑ Nilai Keterampilan/Unjuk kerja = x 100 = x 100 = 87,5
Skor maksimal 40
MAJELIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
MUHAMMADIYAH KABUPATEN CILACAP
SMK MUHAMMADIYAH 1 CILACAP

HAND OUT
TEKS CERITA RAKYAT
(HIKAYAT)

OLEH:

LAELA SUCI SARIASIH, S.Pd.


Kompetensi Dasar dan Indikator

Pengetahuan

3.8. Membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen.

Indikator:

3.8.1. Menjelaskan perbedaan dan persamaan isi dalam cerpen dan cerita rakyat.

3.8.2. Menjelaskan perbedaan dan persamaan nilai-nilai dalam cerpen dan cerita
rakyat

Keterampilan

4.8 Mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan


memerhatikan isi dan nilai-nilai

Indikator:

4.8.1 Menyusun kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan
memerhatikan isi dan nilai-nilai.

4.8.2 Mempresesntasikan teks cerpen yang disusun..


TEKS CERITA RAKYAT (HIKAYAT)
Membandingkan Nilai dan Kebahasaan Hikayat dengan Cerpen

1. Hikayat
Hikayat merupakan suatu prosa yang menceritakan berisi keajaiban tokoh atau
peristiwa yang bersifat fiktif dan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa
utamanya. Hikayat sendiri mempunyai sejumlah ciri, dimana ciri-ciri tersebut
adalah:

 Nama pengarang tidak diketahui atau anonim.


 Ceritanya cenderung berlatar tempat kehidupan istana.
 Mengandung nilai-nilai tradisional di dalamnya.
 Tokoh yang di dalamnya bisa satu orang atau lebih.
 Menggunakan pengulangan kata atau bahasa.
 Bersifat fiktif atau khayalan.
 Umumnya berkisah tentang kebaikan melawan kejahatan.
 Menggunakan bahasa Melayu.
 Jumlah kata tidak dibatasi.
 Merupakan karya sastra lama.

2. Cerpen
Cerpen atau cerita pendek merupakan suatu prosa yang menceritakan suatu
tokoh dan juga suatu peristiwa secara khusus. Biasanya, jumlah kata yang
terkandung pada cerpen adalah sekitar 5.000-10.000 kata. Seperti halnya hikayat,
cerpen pun juga mempunyai sejumlah ciri, yaitu:

Adanya nama pengarang yang tercantum di dalamnya. (Biasanya diletakkan di


bawah judul cerpen)

Latar tempatnya berkisar pada lingkungan di sekitar.

Nilai-nilai yang dikandungnya beragam.

Kisah yang diceritakan lebih variatif, bisa berkisah tentang kebaikan melawan
kejahatan, bisa berkisah tentang keresahan seorang manusia, dan lain
semacamnya.
Menggunakan bahasa Indonesia.

Merupakan karya sastra modern.

Berdasarkan pemaparan di atas, maka kita dapat mengetahui di mana letak


perbedaan antara hikayat dan cerpen. Adapun perbedaan tersebut antara lain:

1. Waktu Dimana Sastra Itu Berkembang dan Bahasa yang Digunakannya

Hikayat merupakan sastra lama yang lahir dan berkembang di era melayu kuno,
sehingga tidak heran jika bahasa yang digunakannya merupakan bahasa Melayu
kuno. Untuk bisa membaca isi karya sastra ini, kita mesti menerjemahkan terlebih
dahulu bahasa Melayu tersebut. Sementara itu, cerpen merupakan karya sastra
yang lahir dan berkembang di era modern, sehingga bahasa yang digunakannya
pun juga merupakan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa utama bangsa
Indonesia di era modern.

2. Nama Pengarang

Dalam hikayat, nama si pengarang tidak diketahui atau ananom, sehingga hikayat
sering dianggap sebagai karya bersama atau karya milik warga sekitar.
Sementara itu, nama pengarang cerpen bisa kita ketahui dengan mudah karena
nama pengarang sering tercantum di bawah judul cerpen.

3.Jumlah Kata dan Latar Tempatnya

Jumlah kata pada hikayat cenderung bervariatif, bisa 5.000, 7.000, dan
sebagainya. Adapun latar tempat yang dipakai hikayat biasanya hanya berkisar
pada lingkungan atau kehidupan istana. Sementara itu, jumlah kata dalam cerpen
biasanya dibatasi sekitar 5.000 atau 10.000 kata meskipun pada
perkembangannya, jumlah kata tersebut bisa bertambah atau berkurang. Latar
tempat yang digunakan cerpen iasanya berupa tempat atau lingkungan di
kehidupan sehari-hari manusia. Meskipun begitu, cerpen juga bisa mengambil
latar tempat selain yang disebutkan.

4. Tokoh dan Kisah yang Terkandung di Dalamnya

Tokoh yang terkandung di dalam hikayat biasanya bervariatif, entah itu satu orang
ataupun bisalebih dari itu. Adapun kisah yang terkandung di dalam hikayat
biasanya hanya berkisah tentang kebaikan melawan kejahatan. Sementara itu,
tokoh yang ada di dalam cerpen umumnya hanya berjumlah satu orang saja.
Kalaupun ada tokoh selain itu, biasanya hanya sebagai tokoh pendukung dari
tokoh utama saja. Kisah yang dikandung dalam cerpen bisa bervariatif, entah itu
tentag kehidupan sehari-hari, kegelisahan manusia, petualangan, dan
sebagainya.

Anda mungkin juga menyukai