BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi dalam lingkup laboratorium mengharuskan setiap rumah sakit
untuk meningkatkan mutu dalam pelayanannya. hal yang menjadi perhatian adalah alat - alat
yang akan digunakan dalam semua parameter pemeriksaan dilaboratorium. salah satu bidang
yang mengharuskan peningkatan mutu pemeriksaannya yaitu bidang hematologi. dari berbagi
macam alat yang digunakan dilaboratorium untuk bidang hematologi salah satunya adalah
Autoanalyzer. alat ini sudah digunakan diberbagai macam pelayanan laboratorium baik swasta
maupun milik pemerintah. oleh karena itu untuk mengetahui bagaimana efesiensi serta
kemapuan alat menghasilkan hasil yang valid makan perlu dibahas lebih dalam lagi. oleh karena
itu makalah ini ditujuakan untuk pembahasan mengenai alat autoanalyzer.
Paru mempunyai fungsi utama untuk melakukan pertukaran gas, yaitu mengambil O2 dari
udara luar dan mengeluarkan CO2 dari badan ke udara luar. Bilamana paru berfungsi secara
normal, tekanan parsial O2 dan CO2 di dalam darah akan dipertahankan seimbang, sesuai dengan
kebutuhan tubuh. Pemeriksaan analisis gas darah merupakan pemeriksaan laboratorium yang
penting sekali di dalam penatalaksanaan penderita akut maupun kronis, terutama penderita
penyakit paru.
Pemeriksaan analisis gas darah penting baik untuk menegakkan diagnosis, menentukan
terapi, maupun untuk mengikuti perjalanan penyakit setelah mendapat terapi. Sama halnya
dengan pemeriksaan EKG pada penderita jantung dan pemeriksaan gula darah penderita diabetes
millitus. Dengan majunya ilmu pengetahuan, terutama setelah ditemukan alat astrup, tekanan
parsial O2 dan CO2 serta pH darah dapat diukur dengan mudah.
Pemeriksaan gas darah dan pH digunakan sebagai pegangan dalam penanganan pasien-
pasian penyakit berat dan menahun. Pemeriksaan analisa gas darah dikenal juga pemeriksaan
ASTRUP yaitu suatu pemeriksaan gas darah yang dilakukan melalui darah arteri. Gas darah
arteri memungkinkan untuk pengukuran pH (dan juga keseimbagan asam basa), oksigenasi,
kadar karbondioksida, kadar biokarbonat, saturasi oksigen, dan kelebihan atau kekurangan basa.
Sehubungan dengan hal tersebut maka penyusun akan membahas tentang pemeriksaan Analisa
Gas Darah.
1.2 Rumusan Masalah
1. Pengertian autoanalizer
2. Komponen autoanalyzer
3. Prinsip operasi autoanalyzer
4. Macam-macam autoanalyzer
5. Kelebihan dan kekurangan autoanalyzer
6. Pengoperasian alat autoanalyzer
7. Cara perawatan autoanalyzer
8. Penjelasan Analisa Gas Darah
1
9. Tujuan dan manfaat dari Analisa Gas Darah
10. Cara pengambilan sampel untuk analisa gas darah
11. Komponen dalam gas darah
12. Pemeriksaan analisa gas darah
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan cara kerja dari autoanalyzer
2. Untuk mengetahui komponen dan prinsip operasi autoanalyzer
3. Untuk mengetahui macam-macam autoanalyzer
4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan autoanalizer
5. Untuk mengetahui cara pengoperasian dan perawatan alat autoanalyzer
6. Untuk mengetahui analisa gas darah
7. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat dari analisa gas darah.
8. Untuk mengetahui tempat pengambilan sampel analisa gas darah.
9. Untuk mengetahui komponen dalam AGD.
10. Untuk mengetahui cara pemeriksaan analisa gas darah.
2
BAB II
PEMBAHASAN
(AUTOANALYZER KIMIA KLINIK)
2.1 Pengertian Autoanalizer
Autoanalyzer adalah analisa otomatis menggunakan teknik aliran khusus bernama
"analisis aliran kontinu (CFA)“ pertama kali dibuat oleh Corporation Technicon. Instrumen ini
diciptakan tahun 1957 oleh Leonard Skeggs, PhD dan dikomersialisasikan oleh Perusahaan Jack
Whitehead. AutoAnalyzers digunakan terutama untuk analisis laboratorium rutin dalam bidang
medis, Instrumen ini biasanya menentukan tingkat albumin,alkali fosfatase,aspartate
transaminase (AST), nitrogen urea darah, bilirubin, kalsium, kolesterol, kreatinin, glukosa, fosfor
anorganik, protein, dan asam urat dalam sampel darah tubuh serum atau lainnya.
2.2 Komponen Autoanalyzer
Sampler : Berfungsi memasukkan sampel pada reagen dari analytical cartridge secara
otomatis menggunakan sebuah probe yang otomatis bergerak diantara sampel dan cairan
pencuci dengan interval waktu yang tepat. Sampel ditampung pada tabung atau sample
cups.
Micropump : Berfungsi memindahkan sampel dan reagen bersama kedalam anlalytical
cartridge menggunakan gerak peristaltic yang dihasilkan oleh pump tersebut.
Cartridge Base & Analytical Cartridge
Docking Photometer base : Instrumen ini menyediakan arus listrik DC yang teratur yang
mampu menyuplai 3 buah fotometer dengan kebutuhan 305A. Instrumen ini
menyediakan sumber cahaya kepada fotometer
Digital Detector : Berfungsi mengukur absorbance dari produk berwarna yang dihasilkan
oleh reaksi antara sampel dan reagen. Digital detector ini mengubah sinyal dari
absorbance tersebut menjadi sinyal elektronik digital
Data Acquisition system : Berfungsi menyediakan hardware control dan “data reduction”
dari 8 detector secara simultan. Ini merupakan aplikasi yang terintegrasi dengan windows
Surfactants : Berfungsi menurunkan tegangan permukaan dari “flow stream” dam
menurunkan tekanan balik dari analyzing cartridge. Ini membuat bubble injection dan
fluid flow untuk mengalir secara lembut dan lancar.
3
2.3 Prinsip Kerja
1. Continuous Flow Analyzer
Dalam CFA aliran continue dari material dibagi dengan gelembung udara ke segmen
diskrit di mana reaksi kimia terjadi.Aliran terus-menerus sampel cair dan reagen digabungkan
dan diangkut dalam gulungan tubing dan pencampuran. Tubing melewati sampel dari satu alat
untuk yang lain dengan alat masing-masing melakukan fungsi yang berbeda, seperti distilasi,
dialisis, ekstraksi, pertukaran ion, pemanasan, inkubasi, dan rekaman berikutnya dari sinyal.
Sebuah prinsip penting dari sistem ini adalah pengenalan gelembung udara. The gelembung
udara setiap segmen sampel ke dalam paket diskrit dan bertindak sebagai penghalang antara
paket untuk mencegah kontaminasi silang saat mereka melakukan perjalanan di sepanjang pipa.
Gelembung udara juga membantu pencampuran dengan menciptakan aliran turbulen (aliran
bolus), dan menyediakan operator dengan cek cepat dan mudah dari karakteristik aliran cairan.
Sampel dan standar diperlakukan dengan cara yang persis sama saat mereka melakukan
perjalanan panjang pipa, menghilangkan perlunya sinyal steady state, namun, karena adanya
gelembung membuat profil gelombang hampir persegi, membawa sistem ke keadaan stabil tidak
secara signifikan menurunkan throughput (generasi ketiga CFA analisis rata-rata 90 atau lebih
sampel per jam) dan diinginkan dalam sinyal steady state (keseimbangan kimia) yang lebih
akurat.
2. Flow Injection Analyzer
Metode FIA dapat digunakan untuk kedua reaksi cepat serta reaksi lambat. Untuk reaksi
lambat, pemanas sering dimanfaatkan. Reaksi ini tidak perlu untuk mencapai penyelesaian
karena semua sampel dan standar yang diberikan pada periode yang sama untuk bereaksi. Untuk
tes yang khas biasanya diukur dengan FIA (misalnya, nitrit, nitrat, amoniak, fosfat) tidak jarang
untuk memiliki throughput 60-120 sampel per jam. Metode FIA dibatasi oleh jumlah waktu yang
diperlukan untuk memperoleh sinyal terukur sejak waktu tempuh melalui pipa cenderung untuk
memperluas puncak ke titik di mana sampel dapat saling menyatu. Sebagai aturan umum,
metode FIA tidak boleh digunakan jika sinyal yang memadai tidak dapat diperoleh dalam waktu
dua menit, dan sebaiknya kurang dari satu.
2.4 Macam-Macam Autoanalizer
Autoanaliser adalah suatu alat yang pada prinsipnya diciptakan manusia untuk
memudahkan pekerjaan manusia. Autoanaliser didesign untuk bekerja dengan ketelitian tinggi
dan dengan waktu yang cepat serta dapat menangani banyak sampel sekaligus. Pada
laboratorium klinik terdapat 2 macam autoanaliser, yaitu:
a. Autoanaliser untuk pemeriksaan hematologi
Adalah alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara menghitung
dan mengukur sel-sel darah secara otomatis berdasarkan variasi impedansi aliran listrik atau
berkas cahaya terhadap sel-sel yang dilewatkan.Alat ini bekerja berdasarkan prinsip flow
cytometer. Flow cytometri adalah metode pengukuran jumlah dan sifat-sifat sel yang dibungkus
oleh aliran cairan melalui celah sempit. Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut sedemikian
rupa sehingga sel dapat lewat satu per satu, kemudian dilakukan penghitungan jumlah sel dan
ukurannya. Alat ini juga dapat memberikan informasi intraseluler, termasuk inti sel. Pemeriksaan
4
yang bisa dilakukan oleh autoanaliser jenis ini adalah kadar Hb, Jumlah sel-sel darah ( eritrosit,
lekosit, trombosit) , Jenis lekosit, hematokrit, dsb.
b. Autoanaliser untuk pemeriksaan kimia klinik
Autoanaliser ini digunakan untuk pemeriksaan kimia klinik, yaitu mengukur kadar zat-zat
yang terkandung dalam darah, contohnya adalah glukosa, asam urat, SGOT, SGPT, kolesterol,
trigliserid, gamma GT, albumin,dsb. Prinsip dari alat ini adalah melakukan prosedur
pemeriksaan kimia klinik secara otomatis mulai dari pemipetan sampel, penambahan reagen,
inkubasi, serta pembacaan serapan cahayanya. Kelebihan autoanaliser adalah bahwa tahapan
analitik dapat dilakukan dengan cepat dan bisa digunakan untuk memeriksa sampel dengan
jumlah banyak secara bersamaan.
2.5 Pengoperasian Alat
o Hubungkan alat dengan jalan-jalan PLN
o Posisikan alat dalam kondisi ON
o Sebelum menggunakan alat ini, lakukan kalibrasi internal
o Setelah kalibrasi masuk ke control , semisal nilai kalibrasi sample glukosa bernilai 95
sama dengan yang di control. Maka alat ini berfungsi dengan baik.
o Masukkan sample serum pada pasien. Ukur sesuai dengan kebutuhan
o Atur setting alatlah
o Tunggu hasil pengujian
o Setelah pemakaian alat, lakukan membersihan pada alat dan selalu matikan alat jika tidak
terpakai.
2.6 Cara Perawatan
Inilah hal yang perlu diperhatikan oleh konsumen karena ada beberapa alat - alat yang
bisa dikatakan "bandel". Namun sebandel - bandelnya alat tersebut, tetap saja harus mendapatkan
perhatian khusus seperti ;
- Suhu ruangan
- Lakukan control secara berkala
- Selalu cek reagen
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini, seperti:
Sampel jangan sampai aglutinasi, gunakan sampel darah yang sudah ditambahkan antikoagulan.
Pastikan tidak ada darah yang menggumpal karena akan merusak hasil jika terhisap.
5
BAB III
PEMBAHASAN
(BLOODGAS ANALYZER)
3.1 Pengertian AGD (Analisa Gas Darah)
Analisa Gas Darah ( AGD ) atau sering disebut Blood Gas Analisa ( BGA ) merupakan
pemeriksaan penting untuk penderita sakit kritis yang bertujuan untuk mengetahui atau
mengevaluasi pertukaran Oksigen ( O2), Karbondiosida ( CO2) dan status asam-basa dalam
darah arteri.
Analisa gas darah (AGD) atau BGA (Blood Gas Analysis) biasanya dilakukan untuk
mengkaji gangguan keseimbangan asam-basa yang disebabkan oleh gangguan pernafasan
dan/atau gangguan metabolik. Komponen dasar AGD mencakup pH, PaCO2, PaO2, SO2,
HCO3 dan BE (base excesses/kelebihan basa).
Pemeriksaan gas darah dan pH digunakan sebagai pegangan dalam penanganan pasien-
pasian penyakit berat dan menahun. Pemeriksaan analisa gas darah dikenal juga pemeriksaan
ASTRUP yaitu suatu pemeriksaan gas darah yang dilakukan melalui darah arteri. Gas darah
arteri memungkinkan untuk pengukuran pH (dan juga keseimbagan asam basa), oksigenasi,
kadar karbondioksida, kadar biokarbonat, saturasi oksigen, dan kelebihan atau kekurangan
basa.
Pemantauan pertukaran gas dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
Pemantauan invasive (kateter arteri, punksi arteri, punksi vena, dan punksi kapiler)
Pemantauan non invasive (pulse oximetry, monitor transkutaneus,monitor
karbondioksida end-tidal)
3.2 Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan AGD (Analisa Gas Darah)
Sebuah analisis ABG mengevaluasi seberapa efektif paru-paru yang memberikan oksigen
ke darah . Tes ini juga menunjukkan seberapa baik paru-paru dan ginjal yang berinteraksi
6
untuk menjaga pH darah normal (keseimbangan asam-basa). Peneliatian ini biasanya
dilakukan untuk menilai penyakit khususnya pernapasan dan kondisi lain yang dapat
mempengaruhi paru-paru, dan sebagai pengelolaan pasien untuk terapi oksigen (terapi
pernapasan). Selain itu, komponen asam-basa dari uji tes dapat memberikan informasi tentang
fungsi ginjal.
Adapun tujuan lain dari dilakukannya pemeriksaan analisa gas darah,yaitu :
1. Menilai fungsi respirasi (ventilasi)
2. Menilai kapasitas oksigenasi
3. Menilai Keseimbangan asam-basa
4. Mengetahui keadaan O2 dan metabolisme sel
5. Efisiensi pertukaran O2 dan CO2.
6. Untuk mengetahui kadar CO2 dalam tubuh
7. Memperoleh darah arterial untuk analisa gas darah atau test diagnostik yang lain.
Disamping itu Analisis gas darah digunakan untuk diagnosa dan pengelolaan :
a) Penyakit pernafasan
b) Pemberian oksigen
c) Kadar oksigenasi dalam darah
d) Kadar CO2
e) Keseimbangan asam-basa
f) Ventilasi
AGD tidak perlu dilakukan apabila:
a) Hasil tidak akan memberikan pengaruh pada tindakan medis selanjutnya
b) Mengikuti prosedur pemeriksaan yang ada, bukan karena adanya indikasi
c) Masih terdapat cara lain yang lebih mudah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan
d) Komplikasi yang timbul >>daripada hasil AGD yang diharapkan
7
3.3 Prinsip Kerja
Cara kerja :
Gas sampel yang diambil melalui probe akan masuk kesetiap sampel secara
bergiliran dimana gas sampel akan dibandingkan dengan gas standar melalui pemencaran
system infra red dimana akan menghasilkan perbedaan panjang gelombang yang akan
dikonversi receiver menjadi signal analog.
Pemeriksaan Analisa Gas Darah.
Pemeriksaan Analisa Gas darah dilkukan dengan menggunakan alat otomatik yang
disebut Blood Gas Analyzer. Adapun prosedure untuk pemeriksaan ini adalah :
1.Nyalakan power ON
2.Setiap pertama kali menghidupkan alat, lalu kalibrasi dengan cara tekan calibrate
kemudian enter. Alat akan melakukan kalibrasi secara otomatis.
3.Apabila ada sample pemeriksaan sebelum melakukan pemeriksaan tekan status untuk
mengetahui kondisi apakah pH, PCO2 dan PO2 kondisinya OK. Jika OK sample langsung
8
dapat diperiksa. Setelah dilakukan pemeriksaan, alat ini akan mengkalibrasi secara
otomatis.
4.Apabila alat sudah dalam kondisi ready for analysa berarti alat sudah siap melakukan
pemeriksaan, tekan Analyzer. Selang pengisap sample akan keluar secara otomatis
kemudian masukan sample bersamaan tekan lagi analyzer sampai sample terhisap secara
otomatis selang akan masuk sendiri.
Wadah sampel yang dimasukkan ke selang dapat disesuaikan dengan kondisi.
a. Syringe
Untuk pengukuran gas darah menggunakan syringe 2 mL. The Vitalpath Analyzer akan
langsung mengaspirasi dari jarum suntiknya
b. Tabung Koleksi Heparin
Dapat juga menggunakan tabung DRI-CHEM ® 4000 atau DRI-CHEM ® 7000 yang
sudah berisi heparin. Dengan ukuran tabung 0,5 mL dan 1,5 mL.
c. Tabung Kapilari
Ketika pasien mengalami dehidrasi atau memerlukan sampel yang sedikit, atau saat
melakukan pemeriksaan ulang dapat menggunakan tabung kapilari berisi 140 uL.
5. Lakukan daftar isian seperti yang terlihat dilayar monitor, sample ID , HB, suhu badan,
jenis sample (0 arteri, 1 vena, 2 kapiler), F102 (volume oksigen yang dilorelasi dengan
persen lihat daftar), kemudian clear 2x.
6. Alat akan menghitung secara otomatis dalam waktu yang relatif cepat hasil akan keluar
melalui printer.
3.4 Komponen-Komponen Blood Gas Analyzer :
Ion Selective Electrode modules
Reagent chambers
Humidifier wells
Sample Input port
Peristaltic Pump
Waste module
Dalam Ion Selective Electrode modules terdapat:
•pH modules
Memproduksi berbagai tingkatan keluaran yang sebanding dengan pH sampel yang
sedang dianalisa
• pCO2 modules
Memproduksi voltase yang sebanding dengan konsentrasi CO2 pada sampel.
• pO2 modul
Menghasilkan voltase yang sebanding dengan konsentrasi O2 pada sampel.
• Acuan Electroda
Menyediakan potensial elektrik yang konstan dan stabil (756mV) yang digunakan
9
sebagai petunjuk untuk mengukur potensial elektrik yang diproduksi oleh setiap
pengukuran elektroda.
•Heater menjaga/mempertahankan standar elektroda pada suhu 370C
• Sensor suhu Menunjukan temperatur ketika suhu turun atau naik 2 derajat di atas
370C
• Airflow detector berada di tempat masuk atau keluar dari standar elektrooda.
Memeriksa adanya udara atau cairan di dalam tabung sampel.
Sumber cahaya menghasilkan sinar yang akan melewati tubing ke fotodetektor
Fotodetektor dimonitor oleh uP yang memonitor detector udara/cairan jadi dapat
mendeteksi pompa peristaltic ketika mulai atau berhenti.
Reagen Standar
Tempat reagen standar dari dua larutan digunakan untuk mengkalibrasi pH eleektroda
dan larutan pencuci.
Ada dua larutan yang bisa digunakan untuk mengkalibrasi pH elektroda selama proses
kalibrasi
Larutan pencuci digunakan untuk mencuci sampel setelah dianalisis.
Humidifier digunakan untuk menjenuhkan gas yang akan digunakan untuk
mengkalibrasi elektroda pO2 dan pCO2 dengan air.
3.5 Pemeriksaan Analisa Gas Darah
1. Pra Analitik
a) Persiapan Pasien :
Memberikan penjelasan pada klien (bila mungkin) dan keluarga mengenai tujuan
pengambilan darah dan prosedur yang akan dilakukan.
Jelaskan bahwa dalam prosedur pengambilan akan menimbulkan rasa sakit
Jelaskan komplikasi yang mungkin timbul
Jelaskan tentang allen’s test
Mengatur posisi pasien
b) Persiapan Sampel : Antikoagulan yang digunakan dalam pengambilan darah arteri
adalah heparin. Pemberian heparin yang berlebiham akan menurunkan tekanan CO2.
Antikoagulan dapat mendilusi konsentrasi gas darah dalam tabung. Sedangkan pH tidak
terpengaruh karena efek penurunan CO2 terhadap pH dihambat oleh keasaman heparin.
c) Metode Pemeriksaan :
d) Prinsip Pemeriksaan : Gas sampel yang diambil melalui probe akan masuk ke setiap
sampel sel secara bergiliran dimana gas sampel akan dibandingkan dengan gas standar
melalui pemencaran system infra red dimana akan menghasilkan perbedaan panjang
gelombang yang akan dikonversi receiver menjadi signal analog (420).
e) Alat dan Bahan :
1. 3 ml sampai 5 ml gelas syringe,
2. 1 ml ampul heparin aqueous,
10
3. 20 G 11/4‖ jarum,
4. 22 G 1‖ jarum,
5. Sarung tangan,
6. Alkohol atau povidone-iondine pad,
7. Gauze pads,
8. Topi karet untuk syringe hub atau penutup karet untuk jarum,
9. Label,
10. Ice-filled plastic bag,
11. Perekat balutan,
12. Opsional:
a. 1% licoaine solution,
b. Peralatan siap AGD.
2. Analitik
Prosedur pada tindakan analisa gas darah ini adalah sebagai berikut (McCann, 2004):
a. Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan sebelum memasuki ruangan pasien.
b. Cuci tangan dengan menggunakan tujuh langkah benar
c. Bila menggunakan peralatan AGD yang sudah siap, buka peralatan tersebut serta
pindahkan labelcontoh dan tas plastik (plastic bag).
d. Catat label nama pasien, nomor ruangan, temperatur suhu pasien, tanggal dan
waktu pengambilan,metode pemberian oksigen, dan nama perawat yang bertugas
pada tindakan tersebut.
e. Beritahu pasien alasan dalam melakukan tindakan tersebut dan jelaskan prosedur
ke pasien untuk membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kooperatif
pasien dalam melancarkantindakan tersebut.
f. Cuci tangan dan setelah itu gunakan sarung tangan.
g. Lakukan pengkajian melalui metode tes Allen.
Cara allen’s test
Minta klien untuk mengepalkan tangan dengan kuat, berikan tekanan
langsung pada arteri radialisdan ulnaris, minta klien untuk membuka tangannya,
lepaskan tekanan pada arteri, observasi warna jari-jari, ibu jari dan tangan. Jari-
jari dan tangan harus memerah dalam 15 detik, warna merah menunjukkan test
allen’s positif. Apabila tekanan dilepas, tangan t etap pucat, menunjukkan test
allen’s negatif. Jika pemeriksaan negatif, hindarkan tangan tersebut dan periksa
tangan yang lain.
h. Bersihkan daerah yang akan di injeksi dengan alkohol atau povidoneiodine pad.
11
i. Gunakan gerakan memutar (circular ) dalam membersihkan area injeksi, dimulai
dengan bagian tengah lalu ke bagian luar.
j. Palpasi arterti dengan jari telunjuk dan tengah satu tangan ketika tangan satunya
lagi memegang syringe
k. Pegang alat pengukur sudut jarum hingga menunjukkan 30-45 derajat. Ketika area
injeksi arteribrankhial, posisikan jarum 60 derajat.
l. Injeksi kulit dan dinding arterial dalam satu kali langkah.
m. Perhatikan untuk blood backflow di syringe
n. Setelah mengambil contoh, tekan gauze pad pada area injeksi hingga pedarahan
berhenti yaitusekitar 5 menit.
o. Periksa syringe dari gelembung udara. Jika muncul gelembung udara, pindahkan
gelembung tersebut dengan memegang syringe ke atas dan secara perlahan
mengeluarkan beberapa darah ke gauze pad
p. Masukan jarum ke dalam penutup jarum atau pindahkan jarum dan tempatkan
tutup jarum pada jarum yang telah digunakan tersebut.
q. Letakkan label pada sampel yang diambil yang sudah diletakkan pada ice-filled
plastic bag
r. Ketika pedarahan berhenti, area yang di injeksi diberikan balutan kecil dan
direkatkan.
s. Pantau tanda vital pasien, dan observasi tanda dari sirkulasi.
t. Pantau atau perhatikan risiko adanya perdarahan di area injeksi.
3. Pasca Analitik
Interprestasi Hasil :
1. Hipoksia
Ringan PaO2 50 – 80 mmHg
Sedang PaO2 30 – 50 mmHg
Berat PaO2 20 – 30 mmHg
2. Hiperkapnia
o Ringan PaCO2 45 – 60 mmHg
o Sedang PaCO2 60 – 70 mmHg
o Berat PaCO2 70 – 80 mmHg
3. Nilai Normal normal :
1) pH darah arteri 7,35 – 7,45
2) PaO2 80 – 100 mmHg
3) PaCO2 35 – 45 mmHg
4) HCO3- 22 – 26 mEq/l
5) Base Excess (B.E) -2,5 – (+2,5) mEq/l
6) O2 Saturasi 90 – 100 %
12
3.6 CARA PERAWATAN DAN KALIBRASI
Prosedur perawatan
1. Hisapkan protein removing layaknya sampel.
2. Lakukan berulang-langkah.
Trouble shooting
1. Na, Ca, K, Cl over flow solusi : bersihkan aspirasi system (terjadi sumbatan),
lakukan penggantian iner solution ion elektroda.
2. Pipet tidak menghisap (no sampel) solusi: bongkar dan bersihkan system aspirasi
(terjadi sumbatan).
3. Nilai tidak sesuai (terlalu ttinggi atau rendah) solusi: lakukan kalibrasi ulang dan
baca sampel calibration solution.
CARA KALIBRASI
Blood Gas Analyzer atau analisis gas darah dikalibrasi setiap akan digunakan. Prosedur
Kalibrasi:
1. Tekan CAL 1
2. Tekan CAL 2
3. Alat dalam keadaan kondisi ready
13
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Autoanalyzer adalah analisa otomatis menggunakan teknik aliran khusus bernama
"analisis aliran kontinu (CFA)“ pertama kali dibuat oleh Corporation Technicon. Instrumen ini
diciptakan tahun 1957 oleh Leonard Skeggs, PhD dan dikomersialisasikan oleh Perusahaan Jack
Whitehead. AutoAnalyzers digunakan terutama untuk analisis laboratorium rutin dalam bidang
medis, Instrumen ini biasanya menentukan tingkat albumin,alkali fosfatase,aspartate
transaminase (AST), nitrogen urea darah, bilirubin, kalsium, kolesterol, kreatinin, glukosa, fosfor
anorganik, protein, dan asam urat dalam sampel darah tubuh serum atau lainnya.
Analisa Gas Darah ( AGD ) atau sering disebut Blood Gas Analisa ( BGA ) merupakan
pemeriksaan penting untuk penderita sakit kritis yang bertujuan untuk mengetahui atau
mengevaluasi pertukaran Oksigen ( O2), Karbondiosida ( CO2) dan status asam-basa dalam
darah arteri.
4.2 Saran
Autoanaliser memang sangat membantu analis dalam mengerjakan tahapan analitik
namun perlu diperhatikan, setiap hari baik autoanaliser hematologi atau kimia klinik harus selalu
dikalibrasi untuk menjamin keakuratan hasil.
Dalam pemeriksaan analisa gas darah harus diperhatikan pre instrumentasi, proses
pemeriksaan dan pasca instrumentasi agar didapatkan hasil yang akurat.
14
DAFTAR PUSTAKA
http://kima25.blogspot.com/2013/11/alat-laboratorium-auto-analyzer.html
Khopkar, S.M. 2002. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI-Press. Jakarta.
Saifuddin Azis et all.,(2011), Standarisasi Bahan Obat Alam Edisi Pertama, Graha
Ilmu, Yogyakarta.
Underwood. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Erlangga. Jakarta.
http://mohamadsofie.blogspot.com/2014/09/blood-gas-analyzer-bga.html
http://nurulbutterfly.blogspot.com/2013/06/analisa-gas-darah-agd.html
http://ankes28poltekkesbandung.blogspot.com/2013/10/blood-gas-analyzer.html
https://www.scribd.com/doc/75288842/Analisa-Gas-Darah-Agd
http://dyahdeviyanti.blogspot.com/2016/03/bga-ea.html
15