Anda di halaman 1dari 1

1. Whole of Government adalah sebuah pendekatan 14.

Cara baru Pengembangan Kebijakan, Mendesain Program dan


penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya Pelayanan, Collegate Approach yaitu melalui pendekatan
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sector dalam ruang kolegial , dalam WOG merupakan salah satu :
lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan Prasyarat Best Practise ;
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan 15. Salah satu Negara yang menjadi pionir dalam memperkenalkan
publik, juga dikenal sebagai pendekatan : joined-up government yang berhasil memodernisasi proses-
Interagency ; proses penyelenggaraan pemerintahan adalah :
2. Pendekatan WOG menggunakan prinsip : Inggris.
Kolaborasi ; 16. Di Indonesia, praktek manajemen/ penyelenggaraan pelayanan
Kebersamaan ; public memiliki dasar hokum :
Kesatuan, Tujuan Bersama ; UU Nomor 25 Tahun 2009 ;
3. Manfaat Whole of Governmentantara lain meningkatkan/ 17. Tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman
membangun : penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas
Effisiensi , sharing informasi ; pelayanan sebagai kewajiban dan janji penyelenggara kepada
Lingkungan Kerja, Daya saing ; masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat,
Akuntabilitas, koherensi kebijakan ; mudah, terjangkau dan terukur dikenal sebagai :
4. Adapun manfaat Whole of Government yang lain adalah Standar Pelayanan ;
menurunkan / mengurangi : 18. Adapun pernyataan tertulis yang berisi keseluruhan rincian
Biaya, pemborosan, duplikasi pekerjaan ; kewajiban dan janji yang terdapat dalam standar pelayanan,
Inkonsistensi Kebijakan , waktu penyelesaian layanan tertentu ; dikenal dengan :
5. Sebuah pendekatan yang menunjukkan bagaimana lembaga Maklumat Pelayanan.
pelayanan public bekerja lintas batas untuk mencapai tujuan 19. Prinsip-prinsip dalam Pelayanan Publik berdasarkan Permen
bersama dan sebuah respon pemerintah yang terpadu PAN Nomor 63 Tahun 2003 antara lain :
terhadap suatu masalah, dikenal dengan : Kesederhanaan, Kejelasan, Kepastianwaktu, Akurasi dan
Whole of Government ; keamanan ;
6. Salah satu focus pendekatan WOG adalah pemberian layanan Tanggungjawab , kelengkapansarpras, kemudahan, kedisiplinan,
yang terintegrasi dan memudahkan penggunaan dalam keramahan dan kenyamanan ;
mengakses layanan tersebut, dikenal dengan istilah : 20. Prasyaratuntukmewujudkanpelayanan public yang semakinbaik ,
Service Delivery ; termaktubdalam :
7. Prinsip Single-Purpose organization, dengan banyak spesialisasi Permen PAN dan RB Nomor 13 Tahun 2009 ;
serta peran dan fungsi non overlapping mendorong terjadinya :
Fragmentasi ;
Kewenanganterpusat di sektor ;
Kurangnyakerjasama dan koordinasi yang menyebabkanefektifitas
dan efisiensi ;
8. Salah satu hambatan dalam praktek WOG, adalah :
Kapasitas SDM dan Institusi ;
9. Dibawahiniadalahbeberapakeuntungan WOG :
Berfokus pada Outcome ;
Implementasikebijakanlintasinstansi ;
Enabling,
membuatpemerintahlebihmampumenanganitantangankebijakan
yang kompleks ;
10. Integrating Service Delivery ;Koordinasi dan Kolaborasi ;
Integrating and Rebalancing Governance dan Culture Change ,
adalah :
Bentuk-bentuk WOG ;
11. Praktek WOG dalamPelayananPublikberdasarkanJenisnya, yaitu
Pelayanan Administratif ;
Pelayanan Jasa dan Barang ;
Pelayanan Regulatif ;
12. Adapun praktek WOG dalam Pelayanan Publik berdasarkan
polanya , antara lain :
PelayananTeknisFungsional ;
Pelayanan Satu Atap dan atau Satu Pintu ;
13. (1). Penguatan koordinasi antar lembaga ;
(2). Membentuk lembaga koordinasi khusus ;
(3). Membentuk Gugus-gugus tugas di luar struktur formal ;
(4). Koalisi-koalisi social yang merupakan bentuk informal dari
penyatuan koordinasi.
Keempat hal tersebut di atas adalah :
Praktek WOG ;