Anda di halaman 1dari 2

Tema: Tentang anak yang mengajak temannya bermain , sedangkan ada PR membuat dialog

Anak yang melalaikan PR

Narasi : Teng teng teng…, bunyi bel sekolah sudah berbunyi, saatnya anak kelas 1
sampai kelas 6 segera pulang ke rumah masing-masing.

Aldi : “Tok tok tok, assalamu’alaikum, Risky… main yuk!”


Risky : “Ya tunggu sebentar, aku lagi ganti baju.”
Aldi : “Ya, tak tunggu di depan rumahmu “
Risky : “Ngeng… der (bunyi pintu), ayo kita main, di!”
Aldi : “Ayo!”
Risky : “Di, ayo jemput Fa’i.”
Aldi : “Oke bro!”
Risky : “Assalamu’alaikum, Fa’i… main yuk!”
Fa’i : “Ayo!”
Aldi : “Risky, Fa’I kita mainan layang-layangan yuk!”

Mereka bermain hingga magrib pun tiba.


Risky : “Eh, udah magrib. Ayo kita pulang ke rumah masing-masing.”

Setelah mereka pulang ke rumah masing-masing, 2 jam kemudian Aldi menjemput


Fa’i.
Aldi : “Assalamu’alaikum, Fa’i…!”
Fa’i : “Ada apa?”
Aldi : “Ayo kita kerjakan PR tempat Risky.”
Fa’i : “Risky…Risky…!”
Ibu Risky : “Riskynya sudah tidur. Emang kenapa malam-malam kesini?”
Aldi : “Karena kemarin ada PR dari Pak Ridwan.”

Keesokan harinya.
Ibu Risky : “Risky bangun, sudah pagi!”
Risky : “Iya bu!”

Sesampainya di sekolah.
Fa’i : “Risky kamu sudah mengerjakan PR, belum?”
Risky : “Aduh aku lupa mengerjakan lho!”
Lonceng telah berbunyi.
Pak Guru : “Selamat pagi anak-anak!”
Siswa : “Selamat pagi pak!”
Pak Guru : “Ayo kumpulkan tugas PR kalian. Sepertinya ada yang belum
mengerjakan PR. Siapa yang belum mengerjakan PR dari Pak Guru?”
Risky : “Saya pak!”
Pak Guru : “Kenapa kamu tidak mengerjakan PR?”
Risky : “Karena semalam saya ketiduran.”
Pak Guru : “Ya sudah, duduk sana!”
Bel sekolah pun berbunyi, siswa-siswi pulang ke rumah masing-masing kecuali
Risky.
Pak Guru : “Risky sini! Kamu mendapat hukuman mengepel lantai. Jadi, yang
piket pulang duluan
Pulangnya.
Ibu Risky : “Kenapa kamu pulang terlambat?”
Risky : “Karena, tadi aku dihukum guru.”
Ibu Risky : “Kenapa kamu dihukum guru?”
Risky : “Tadi aku tidak mengerjakan PR.”
Ibu Risky : “Ya sudah sana kerjakan PR dulu agar tidak dimarah guru lagi.”

Anda mungkin juga menyukai