Anda di halaman 1dari 4

MANAJEMEN PENANGGULANGAN GIZI PASCA BENCANA

Nur Rahma Batalipu1, Sudirman2, Ahmad Yani2


1
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unismuh Palu
2
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unismuh Palu

Abstrack
Bencana merupakan kejadian luar biasa yang terjadi diluar kendali manusia. Besarnya
dampak bencana yang mungkin terjadi membuat pentingannya perhatian seluruh masyarakat
untuk kesiapsiap-siagaan dalam menghadapi bencana. Indonesia merupakan salah satu negara
yang sangat rawan dengan bencana alam. Potensi bencana tersebut yaitu gempa bumi,
tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gunung api, dan masih
banyak lagi. Pada wilayah bencana, kebutuhan layanan kesehatan dan pangan akan
meninggkat. Untuk itu penanggulangan bencana terkhusus untuk pemenuhan status gizi
penyintas bencana perlu menjadi perhatian dan prioritas dalam manajemen penanggulangan
bencana. Terpenuhnya asupan gizi penyintas bencana diharapkan mampu mencegah
terjadinya bencana selanjutnya seperti wabah penyakit akibat penurunan status gizi para
penyintas bencana. Makalah ini dibuat dengan mengumulkan beberapa artikel dan literatur
terkait manajemen bencana dan penanggulangan gizi pasca bencana. Kegiatan penanganan
gizi pada kedaruratan meliputi pelayanan gizi, penyuluhan gizi, penyediaan tenaga khusus
atau sumber daya manusia dibidang gizi, dan penyediaan makanan. Tujuan umum dari
kegiatan ini yaitu meningkatkan, menjaga dan mencegah memburuknya status gizi para
penyintas bencana. Sementara tujuan khususnya yaitu memantau perkembangan status gizi
para penyintas bencana. Makalah ini menyimpulkan bahwa penanggulangan gizi pasca
bencana sangatlah penting untuk menjadi perhatian semua pihak yang bersangkutan.
Penanggulangan gizi pasca bencana diharapkan mampu meningkatkan dan menjaga status
gizi para penyintas bencana agar tidak terjadi masalah-masalah kesehatan lainnya yang tidak
diinginkan.

Kata kunci : Penanggulangan Bencana, Gizi dalam kedaruratan

1
PENDAHULUAN mendadak, sehingga tanah yang padat
Bencana merupakan kejadian luar dapat berubah wujud menjadi cair.
biasa yang terjadi diluar kendali manusia. Tidak hanya bencana alam,
Tanpa diketahui waktu terjadinya dan Indonesia juga sering dilanda bencana
seberapa besar dampak kerugian yang akan nonalam seperti konflik sosial. Letak
ditimbulkan. Dampak bencana dapat geografis, kondisi demografis serta
berupa rusaknya lingkungan dan keragaman sosio-kultural masyarakat
menyebabkan kematian masal. Besarnya Indonesia menjadi salah satu potensi
dampak tersebut membuat pentingannya terjadinya gesekan yang mengakibatkan
perhatian seluruh masyarakat untuk terjadianya konflik sosial. Secara fisik
kesiapsiap-siagaan dalam menghadapi bencana-bencana tersebut tentu berdampak
bencana (Sinaga, 2015). pada rusaknya saran dan prasarana,
Julukan sebagai negara dengan pemukiman, juga fasilitas umum lainnya
laboratorium bencana sudah melekat termasuk fasilitas kesehatan. Hal ini
bahkan tidak asing lagi terdengar untuk membuka peluang munculnya bencana
negara Indonesia. Mengingat Indonesia baru seperti KLB penyakit tertentu.
merupakan salah satu negara yang sangat Masalah yang sering kali luput dari
rawan dengan bencana alam. Bukan hanya perhatian ialah kecukupan gizi bagi
dikenal rawan bencana, bencana alam yang penyintas bencana. Penurunan status gizi
sering melanda Indonesia bahkan beberapa pasca bencana dapat terjadi akibat layanan
tidak pernah terjadi atau baru pertama kesehatan terbatas, terputusnya jalur
kalinya terjadi di Indonesia. Potensi distribusi makanan serta sanitasi yang
bencana tersebut yaitu gempa bumi, buruk (Kementrian Kesehatan RI, 2016)
tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, Kebutuhan layanan kesehatan dan
kebakaran hutan dan lahan, gunung api, pangan jelas akan meninggkat pada daerah
dan masih banyak lagi (Oktari, 2019). pasca bencana. Untuk itu manajemen
Yang hingga kini masih sering penanggulangan terkhusus untuk
diperbincangkan yaitu bencana likuefaksi. pemenuhan status gizi penyintas bencana,
Likuefaksi atau peristiwa pencairan tanah, perlu menjadi perhatian semua pihak.
terjadi belum lama ini di Indonesia Khususnya kebutuhan nutrisi bayi, balita,
tepatnya di Kota Palu, Sulawesi Tengah. anak-anak, ibu hamil serta lansia yang
Likuefaksi adalah fenomena yang terjadi rentan terserang penyakit pasca bencana
ketika tanah yang jenuh kehilangan terjadi (Tumenggung, 2018).
kekuatan akibat adanya getaran secara

2
METODE Kegiatan dalam penanganan gizi
Makalah ini dibuat dengan pada kedaruratan meliputi beberapa
mengumulkan beberapa artikel dan kegiatan yaitu pelayanan gizi, penyuluhan
literatur terkait manajemen bencana dan gizi, tenaga khusus atau sumber daya
penanggulangan gizi pasca bencana. manusia dibidang gizi, dan penyediaan
makanan (Salmayati, Hermansyah and
HASIL DAN PEMBAHASAN Agussabti, 2016).
Temuan pada makalah ini Tujuan umum dari kegiatan ini
menunjukan bahwa masalah mendasar yaitu meningkatkan, menjaga dan
yang selalu terjadi pasca bencana yaitu mencegah memburuknya status gizi para
penurunan status gizi masyarakat penyintas bencana. Sementara tujuan
diwilayah bencana. Sayangnya dalam khususnya yaitu memantau perkembangan
manajemen penanggulangan bencana, status gizi para penyintas bencana
kurang adanya perhatian terhadap masalah (Kementerian Kesehatan RI, 2015)
gizi dalam kedaruratan. Penurunan status Pelayanan gizi dilakukan oleh
gizi masyarakat penyintas bencana dapat tenaga gizi yang ditempatkan khusus
menyebabkan munculnya masalah- dilokasi pengungsian penyintas bencana
masalah kesehatan lainnya seprti diare, untuk menyiapkan makanan darurat.
yang bisa mengamcam nyawa para Karena pada saat ditetapkan untuk
penyintas bencana. Keterbatasan fasilitas menggungsi, para penyintas tidak mungkin
kesehatan, kondisi pengungsian yang tidak menyiapkan makanannya sendiri
layak, sanitasi yang buruk juga dapat (Salmayati, Hermansyah and Agussabti,
menjadi pemicu memburuknya derajat 2016)
kesehatan penyintas bencana (Suryani, Selanjutnya kegiatan penyuluhan
2017) gizi bertujuan untuk merubah perilaku dan
Penanganan gizi dalam kedaruratan membangun mental penyintas untuk dapat
bencana sangat penting. Beberapa hal yang mempertahankan dan meningkatkan status
menjadi penyebab pentingnya penanganan gizinya. Kegiatan ini diharakan mampu
gizi yaitu keterbatasana dipengungsian, memberikan pemahaman terhadap
bantuan makanan untuk mempertahankan penyintas akan pentingnya makanan
status gizi, perlu adanya survailens gizi bergizi meski dalam masa darurat bencana.
untuk optimalisasi bantuan dan Dalam kedaruratan pasca bencana
penanganan gizi yang sesuai (Salmayati, juga perlu adanya tenaga khusus dibidang
Hermansyah and Agussabti, 2016). gizi yang diperbantukan untuk dapur-dapur

3
umum yang menyediakan makanan bagi Penanggulangan Krisis Kesehatan
para penyintas. Para tenaga gizi Akibat Bencana.
diharapkan dapat memberikan perhatian Salmayati, S., Hermansyah, H. and
terhadap kebersihan dan menu makanan Agussabti, A. (2016) ‘Kajian
yang akan diberikan bagi para penyintas. penanganan gizi balita pada kondisi
Yang perlu diperhatikan juga pasca kedaruratan bencana banjir di
bencana, penyediaan bahan makanan harus kecamatan sampoiniet kabupaten
dalam waktu yang sesingkat mungkin aceh jaya’, Jurnal Kedokteran Syiah
untuk memenuhi kebutuhan gizi para Kuala, 16(3), pp. 176–180.
penyintas (Salmayati, Hermansyah and Sinaga, N. S. (2015) ‘Peran Petugas
Agussabti, 2016) Kesehatan Dalam Manajamen
Penanganan Bencana Alam’, Jurnal
KESIMPULAN ilmiah “INTEGRITAS” Vol, 1(1).
Makalah ini menyimpulkan bahwa Suryani, A. S. (2017) ‘Pemenuhan
penanggulangan gizi pasca bencana Kebutuhan Dasara Bidang
sangatlah penting untuk menjadi perhatian Kesehatan Lingkungan Bagi
semua pihak yang bersangkutan. Penyintas Bencana Studi di Provinsi
Penanggulangan gizi pasca bencana Riau dan Jawa Tengah’.
diharapkan mampu meningkatkan dan Tumenggung, I. (2018) ‘Masalah Gizi dan
menjaga status gizi para penyintas bencana Penyakit Menular Pasca Bencana’,
agar tidak terjadi masalah-masalah Journal Health And Nutritions, 3(1),
kesehatan lainnya yang tidak diinginkan. pp. 1–9.

DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Kesehatan RI (2015)
Pedoman Kegiatan Gizi dalam
Penanggulangan Bencana.
Oktari, R. S. (2019) ‘Peningkatan
Kapasitas Desa Tangguh Bencana’,
Jurnal Pengabdian kepada
Masyarakat (Indonesian Journal of
Community Engagement), 4(2), pp.
189–197.
RI, K. K. (2016) Pedoman Teknis